Deskripsi Kepakaran
Saya adalah seorang linguis di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, dengan kepakaran di bidang linguistik teoretis serta portofolio yang terus berkembang dalam penelitian linguistik interdisipliner. Fokus akademis saya saat ini berpusat pada dokumentasi bahasa daerah terancam punah, sebuah bidang yang menjadi sarana kontribusi saya dalam kolaborasi riset baik di tingkat nasional maupun internasional. Perjalanan saya dalam dokumentasi bahasa dimulai dengan Enggano Project, sebuah upaya komprehensif untuk mendokumentasikan bahasa Enggano, yang dituturkan di Pulau Enggano di lepas pantai barat daya Sumatra. Inisiatif ini, yang telah membentuk secara signifikan karier akademik saya, merupakan kerja kolaboratif yang melibatkan University of Oxford, Australian National University, serta sejumlah institusi penting di Indonesia, termasuk Universitas Udayana, Balai Bahasa Bengkulu, dan BRIN. Proyek ini telah berperan penting dalam mendorong kemajuan ilmiah sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan. Sejalan dengan itu, saya juga terlibat dalam OCSEAN Project, sebuah penelitian interdisipliner yang mengintegrasikan arkeologi, genetika, dan linguistik untuk mengeksplorasi sejarah manusia serta dinamika budaya di kawasan ini. Pendekatan lintas disiplin ini memperkaya pemahaman saya mengenai bahasa dalam konteks antropologis dan historis yang lebih luas. Selain itu, saya adalah peneliti utama dalam proyek tiga tahun yang didanai BRIN, berfokus pada dokumentasi bahasa Alune, salah satu bahasa Austronesia terancam punah yang dituturkan di Pulau Seram, Maluku. Proyek ini tidak hanya melestarikan data linguistik yang berharga, tetapi juga mendukung keterlibatan masyarakat dan upaya revitalisasi bahasa. Saat ini, saya juga terlibat dalam sebuah inisiatif dokumentasi bahasa bersama peneliti dari BRIN dan Universitas Papua. Proyek ini, yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Ekspedisi RIIM, bertujuan untuk mendokumentasikan bahasa-bahasa sangat terancam punah di Indonesia bagian timur secara komprehensif, sehingga memberikan kontribusi baik bagi catatan linguistik global maupun bagi strategi pelestarian bahasa di tingkat lokal.