Deskripsi Kepakaran
Bidang kepakaran linguistik interdisipliner/multidisipliner/transdisipliner , yakni linguistik onomastika yang memayungi kajian toponimi (nama tempat) dan antroponimi (nama diri) yang mampu berkolaborasi secara multidisipliner dengan riset dalam bidang ilmu lainnya seperti perspektif kesejarahan/historis, antropologis/kultural, psikologi, filologi, epigrafi, kewilayahan (administratif) alami dan buatan, (geografi)-geospasial-rupabumi, kemaritiman, kebencanaan, wilayah perbatasan. Linguistik toponimi, yakni perspektif kebahasaan pada penamaan tempat (toponimi) dan nama diri (antroponimi) yang akan mengungkap memori kolektif suatu kelompok (etnis, bangsa tertentu) melalui nama tempat dan orang sebagai simbol dan tanda-tanda verbal 9nonverbal) dalam lanskap budaya suatu kelompok (etnis, bangsa), kesejarahan suatu bangsa (misalnya melalui artefak budaya), bagaimana migrasi penduduknya, bagaimana wujud kearifan-pengetahuan lokal-budaya lokal yang dimiliki oleh suatu kaum (etnis, bangsa) melalui bahasa/linguistik sebagai simbol verbal-nonverbal. Oleh karena itu, kepakaran linguistik dan toponimi (onomastika) merupakan kepakaran yang interdisipliner/multidisipliner/transdisipliner bisa dengan pendekatan linguistik antropologis, etnolonguistik, linguistik psikonomastika, linguistik historiantroponomastika, dan lainnya secara multidisipliner.