Deskripsi Kepakaran
Kepakaran ilmu pragmatik mencakup kajian terhadap: a. Penggunaan bahasa dalam konteks nyata b. Relasi antara bentuk bahasa, maksud penutur, dan penafsiran mitra tutur c. Fungsi sosial dan budaya bahasa dalam interaksi Pragmatik bersifat interdisipliner, bersinggungan dengan sosiolinguistik, antropologi linguistik, analisis wacana, dan etnografi komunikasi. Bidang-Bidang Kepakaran Utama dalam Ilmu Pragmatik a. Tindak Tutur (Speech Act Theory) Lokusi: ujaran secara literal Ilokusi: maksud atau fungsi ujaran (memerintah, meminta, menyarankan, dsb.) Perlokusi: dampak ujaran terhadap mitra tutur Kepakaran ini penting untuk menganalisis: - Strategi berbahasa - Relasi kuasa - Negosiasi makna dalam interaksi sosial b. Prinsip Kerja Sama dan Implikatur Maksim kuantitas Maksim kualitas Maksim relevansi Maksim cara Kepakaran ini sangat relevan untuk: a. Analisis wacana lisan dan tulis, Humor, sindiran, kritik sosial b. Bahasa politik dan media c. Kesantunan Berbahasa (Politeness Theory) Pragmatik mengkaji strategi kesantunan untuk menghindari face-threatening acts (FTA), seperti, permintaan, kritik, dan penolakan. Bidang ini beririsan erat dengan: Budaya Norma sosial Hierarki dan relasi kekuasaan d. Deiksis Deiksis berkaitan dengan rujukan kontekstual yang berubah sesuai situasi tutur, meliputi: Deiksis persona (saya, kamu, mereka) Deiksis tempat (di sini, di sana) Deiksis waktu (sekarang, kemarin) Deiksis sosial (sapaan, gelar) Deiksis wacana Kepakaran ini penting untuk memahami identitas penutur, relasi sosial, dan konstruksi makna dalam interaksi e. Praanggapan (Presupposition) Praanggapan adalah asumsi yang dianggap telah diketahui atau diterima bersama oleh penutur dan mitra tutur, meliputi eksistensial, faktif, leksikal, struktural, dan kontrafaktual