BRIN Logo
Sign In
TS

Tubagus Solihuddin

Pusat Riset Iklim dan Atmosfer

Bidang Kepakaran:
Geologi
Pendidikan: S-3 Applied Geology

Deskripsi Kepakaran

Dalam 5 (lima) tahun terakhir, penelitian yang dilakukan lebih terfokus pada aplikasi geologi dan geomorfologi pesisir untuk penanganan abrasi di Pantura Jawa dan strategi rehabilitasi Pantura Jawa Pada studi sebelumnya yang dilakukan saat mengikuti program doktoral di Curtin University, Australia Barat tahun 2012-2016, penelitian yang dilakukan adalah pemetaan geomorfologi terumbu karang dan rekonstruksi geokronologi pertumbuhan terumbu karang kala Holosen di wilayah Kimberley, Australia Barat. Hasil penelitian tersebut telah memberikan informasi terbaru tentang pertumbuhan terumbu karang dalam kurun waktu Holosen dan perhitungan kuantitatif pertama aktifitas neo-tektonik dan tingkat subsidence selama kurun waktu 120.000 tahun terakhir di paparan Australia Baratlaut. Hasil penelitian tersebut juga mendapatkan penghargaan dari Royal Society of Western Australia dan Curtin University of Technology dengan menganugrahkan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada mahasiswa tingkat doktoral dengan predikat lulusan terbaik di bidang penelitian geosains. Selain itu, 3 (tiga) makalah telah dipublikasikan di jurnal internasional terkemuka. Kegiatan penelitian tersebut didanai oleh Pemerintah Negara Bagian Australia Barat dan mitra Lembaga Ilmu Kelautan Australia Barat (WAMSI). Penelitian terkait yang dilakukan dengan dana DIPA tahun 2016 adalah geomorfologi dan habitat bentik di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Hasil dari penelitian tersebut sudah dipublikasi dalam bentuk jurnal berjudul “Sedimentary environment of a modern carbonate platform of Karimunjawa Islands, Central Java” di Indonesian Journal on Geoscience, Badan Geologi Kementrian ESDM terbit online pada 22 Maret 2019. Sedangkan pada tahun 2017 penelitian terkait dilakukan di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Pari dan Pramuka. Penelitian tersebut bertujuan untuk membandingkan geomorfologi dan distribusi habitat bentik di Pulau Pari dan Pramuka yang dipisahkan oleh kanal dalam. Hasil sementara penelitian ini adalah adanya persamaan profil geomorfologi terumbu karang dan distribusi habitat bentik di kedua pulau, namun demikian tingkat dan pola pertumbuhan, komposisi dan struktur internal, ketebalan, geokronologi, dan pengaruh terestrial masih menjadi gap informasi.