Deskripsi
Call for Proposal
Ekspedisi dan Eksplorasi Keanekaragaman Hayati dan Sumberdaya Geologi Maritim Perairan Indonesia 2026
RENCANA KEGIATAN
Latar Belakang
Laut dan samudera di Indonesia merupakan sumber daya yang sedemikian besar dimana lebih dari 70% wilayah Indonesia terdiri atas laut dan samudera dengan jumlah sumberdaya yang sangat besar. Sumberdaya ini dapat berupa sumber daya hayati (utamanya sektor perikanan dan keanekaragaman hayati) ataupun non hayati (misalnya migas, energi baru dan terbarukan) dan sektor lainnya seperti sektor perhubungan dan komunikasi yang vital bagi perekonomian Indonesia. Dari total wilayah laut dan samudera Indonesia, sebanyak lebih dari 60% merupakan daerah laut dalam dengan kedalaman lebih dari 200 m. Sumberdaya alam di daerah laut dalam ini belum banyak dieksplorasi dan dimanfaatkan. Secara global baru kurang dari 20% laut dalam di dunia yang dipetakan.
Kawasan laut Indonesia merupakan penentu dalam sirkulasi laut dan iklim global, karena letaknya sebagai perantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia). Perubahan kondisi laut yang terjadi di Indonesia, khususnya di daerah ARLINDO (Arus Lintas Indonesia) akan berdampak ke kondisi iklim dunia. Kondisi yang demikian menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya akan sumberdaya alam dengan keanekaragaman-hayati laut yang luar biasa, oleh karenanya Indonesia dimasukan dalam kelompok negara dengan tingkat keanekargaman hayati yang sangat tinggi (mega biodiversity).
Tujuan
- Mengakselerasi perkembangan riset dan inovasi di bidang kelautan melalui fasilitasi infrastruktur kapal riset, dukungan pembiayaan pengembangan sumberdaya manusia (capacity building), dan pendanaan riset yang berkelanjutan.
- Meningkatkan kapasitas riset kelautan melalui penguatan network dan kolaborasi riset dengan mitra periset manca negara.
- Membangun sistem pengetahuan data (knowledge management) dalam bidang sumber daya hayati dan geologi perairan laut Indonesia sebagai sumber data ilmiah kelautan nasional yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholder terkait.
- Mendidik dan melatih generasi muda sebagai periset laut dan samudera melalui pemanfaatan skema degree by research, invited professor dan invited researcher. Bagi para teknisi dan operator serta manajemen pengelolaan armada kapal riset disiapkan skema taylor made training dan internship bekerjasama dengan institusi/lembaga pengelola kapal riset global.
Manfaat
- Para periset dalam lingkup nasional beserta mitra-mitra globalnya dapat melaksanakan riset di laut dan samudera menggunakan Kapal Riset BRIN dan Kapal Riset milik mitra untuk melaksanakan pengumpulan data dan sampel riset ilmiah kelautan.
- Mahasiswa/Dosen/Peneliti muda mendapatkan hand on experience melakukan riset ilmiah kelautan dibawah bimbingan peneliti dan teknisi senior sehingga dapat melakukan akuisisi data, kontrol kualitas dan analisis data serta melakukan publikasi dalam jurnal ilmiah bereputasi.
- Mempercepat terbentuknya ekosistem riset ilmiah kelautan agar dapat meningkatkan perannya secara signifikan di kancah global.
- Memberikan kontribusi data-data kelengkapan yang diperlukan oleh Kementerian/Lembaga untuk menyusun bahan kebijakan pembangunan nasional di sektor kelautan dan perikanan, seperti contohnya data-data perikanan dan kelautan diperlukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna penyusunan kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara umum, dan kajian stok ikan nasional secara khusus di wilayah pengelolaan perikanan republik Indonesia (WPPNRI).
Tema riset yang diusulkan
Geosains Kelautan
Riset inter- dan multi-disiplin antara geologi kelautan, geofisika kelautan, geokimia, petrologi, sedimentologi dan paleontologi untuk mengungkap sejarah dan struktur kerak bumi di laut dan samudera
Oseanografi dan Interaksi Samudera-Atmosfer
Riset tentang kondisi fisik dan proses fisik di kolom air laut, terutama gerakan dan sifat fisik laut dan samudera serta interaksinya dengan dinamika di atmosfer
Biodiversitas Termasuk Perikanan
Riset eksploratif untuk mengungkap kehidupan di laut dan samudera dalam berbagai dimensi mulai dari aspek ekosistem, spesies, biodiversitas makro, mikro hingga molekuler
Hidrografi
Kluster hidrografi ini melaksanakan pemetaan pesisir, laut dan samudera dengan memanfaatkan teknik, metoda dan alat mutakhir. Hasil dari pemetaan ini mendukung ketiga kluster lainnya dan menjadi data dasar dalam melaksanakan suatu riset ilmiah kelautan.
Lokus Riset Ilmiah Kelautan
Lokus Riset Ilmiah Kelautan
Flores Thrust (Patahan Naik Flores)
- Sesar anjak balik (back thrust) sepanjang lebih dari 800 km
- Menghasilkan gempa kuat dan merusak di Bali dan Nusa Tenggara
- Berpotensi memicu tsunami kuat
- Pemetaan dan karakterisasi detil diperlukan untuk mitigasi bencana
Komplek Gunung bawah laut
- Sumberdaya mineral (emas, logam tanah jarang)
- Mitigasi bencana (jika berpotensi aktif)
- Sumber kehidupan bagi biodiversitas laut dalamPenyerapan karbon
Zona Subduksi
- Menghasilkan gempa megathrust yang kuat dan merusak
- Berpotensi membangkitkan trunami
- Rembesan dingin (cold seeps) sebagai sumber biodiversitas laut dalamDinamila iklim purba dan modern
Zona Tumbukan
- Proses exhumasi masif yang menghasilkan cekungan minyak dan gas.
- Mitigasi bencana gempa dan tsunami
- Topografi, sirkulasi massa air laut, hingga pola cuaca global dan regional di kawasan timur Indonesia.
WAHANA YANG DIGUNAKAN
KRI CANOPUS 963
Gambar KRI CANOPUS 963
Tabel 1. Spesifikasi KRI Canopus 963
| Nama Kapal | KRI Canopus 936 |
| Fungsi | Survei dan Pemetaan |
| Galangan Pembuat | PT Palindo Marine dan Abeking & Rasmussen |
| Diluncurkan | 2026 |
| GRT | 2500 |
| Panjang | 105 m |
| Lebar | 16 m |
| Draft | 4,5 m |
| Kecepatan Maksimum | 16 Knots |
| Kecepatan Jelajah | 12 Knots |
| Kecepatan Ekonomis | 10 Knots |
| Endurance | 60 hari |
| Vessel crew | 90 orang |
| Onboard | 10 orang |
Tabel 2 Peralatan Riset KRI Canopus 963
| No. | Nama Alat | Detail Alat | Jumlah |
| 1 | Seismic Tow System | Kongsberg TOPAS PS18 | 1 unit |
| DURA SPARK Seismic Tow | 1 unit | ||
| 2 | Soil Sampler | Gravity Core | 1 unit |
| Shipek Grab Sampler | 1 unit | ||
| Van Veen Grab Sampler | 2 unit | ||
| 3 | Piggyback System | SSS Klein MA-X View 600 | 1 unit |
| SSS Klein 400 | 1 unit | ||
| HiPAP 602 | 1 unit | ||
| C-Node 40v-TI | 1 unit | ||
| Marine Magnetometer G-882 | 1 unit | ||
| 4 | Gradiometer | Gradiometer (TVG) | 1 unit |
| 5 | Hydrographic Survey Launcher | MBES Kongsberg EM2040P MK-2 (600 m) | 1 unit |
| SSS GeoAcoustic PulSAR (range scale 300 m) | |||
| SBES Kongsberg EA440 (200 m) | |||
| Mini SVS AML-1 (depth rate 6000 m) | |||
| 6 | Autonomous Underwater Vehicle (AUV) | MBES Blueview (max depth 10 m) | 1 unit |
| SSS Edgetech 2205 (range scale 20 - 50 m) | |||
| DVL dan INS | |||
| Teledyne Mini SVS | |||
| Camera | |||
| UBL | |||
| 7 | Remotely Operated Vehicle (ROV) | ADCP Sontek M9 (Depth rating 2000 m) | 1 unit |
| DVL | |||
| Camera (main 4 MP, middle 25x zoom, wide camera, thetered camera with behind camera | |||
| 8 | Autonomous Surface Vehicle (ASV) | Teledyne MBES T20 ASV (depth 200 m - 420 m) | 1 unit |
| Velodyne LiDAR | |||
| Camera | |||
| 9 | Unmanned Aerial Vehicle (UAV) | Topodrone LiDAR | 1 unit |
| Sony Camera P61 | |||
| Camera Live | |||
| 10 | Multibeam Echosounder | Kongsberg EM20240 MK-II (max depth 600 m) | 1 unit |
| Kongsberg EM712 (max depth 3600 m) | 1 unit | ||
| Kongsberg EM124 (max depth 1100 m) | 1 unit | ||
| 11 | Oseanografi | SVS AML-1 (depth 6000 m) | 2 unit |
| SVP AML - 3 (depth 6000 m) | 1 unit | ||
| SVP Probe Midas SVX2 (depth 6000 m) | 2 unit | ||
| Tide Gauge Teledyne Tide Master (depth 20 m max, 0,8 m min ) | 5 unit | ||
| XBT Hand Gun Launcher & Probe (max depth 850 m) | 1 unit (120 probe) | ||
| ADCP Shallow Water (Teledyne RDI Ocean Surveyor 75 | 1 unit | ||
| ADCP Deep Water (Teledyne RDI Ocean Observer 35) | 1 unit | ||
| 12 | CTD & Water Sampler | CTD SBE 19 Plus V2 Shallow Water (max depth 600 m) | 2 unit |
| CTD SBE 19 Plus V2 Deep Water (max cepth 7000 m) | 2 unit | ||
| Niskin Bottle Water Sampler | 2 unit/12 botol | ||
| Transmissiometer shallow/deep water | 2/2 unit |
KM MADIDIHANG 03
Tabel 1. Spesifikasi KM Madidihang 03
| Nama Kapal | MV Madidihang 03 |
| Fungsi | Research Training Vessel |
| Galangan Pembuat | Astilleros Gondan – Castropol (Spain) |
| Diluncurkan | 2009 |
| GRT | 759 tons |
| Panjang | 50 m |
| Lebar | 9,8 m |
| Draft | 4,3 m |
| Kecepatan Maksimum | 14 Knots |
| Kecepatan Jelajah | 10 Knots |
| Endurance | 40 hari |
| Vessel crew | 23 orang |
| Kadet, Pengajar dan Peneliti | 54 orang |
Tabel 2 Peralatan Riset KM Madidihang 03
| No. | Nama Alat | Detail Alat | Jumlah | Unit |
| 1 | Bottom Grab Sampler | Bottom Sampler Ekman Birge | 1 | set |
| Van Veen Bottom Grab Large | 1 | set | ||
| 2 | CTD | CTD SBE911plus | 1 | set |
| 3 | Water Sampler | SBE32 Carousel Water Sampler | 1 | set |
| 4 | CTD Winch | CTD WINCH 6600 meters | 1 | set |
| 5 | Meteorologycal Station | AANDERA Meteorologycal Station, DATALOGGERS 3660 | 1 | set |
| 6 | ADCP | ADCP RD Instrument Ocean Surveyor 75 kHz | 1 | set |
| 7 | Thermosalinograph | THERMOSALINOGRAPH Sea Cat SBE21 with digital thermometer SBE38 | 1 | set |
| 8 | Fluorometer | FLUOROMETER WETlabs ECO-FLNTU (RTD) | 1 | set |
| 9 | Salinometer | PORTABLE SALINOMETER | 1 | set |
| 10 | Scientific Echosounder | SIMRAD EK60 Scientific Echosounder System | 1 | set |
| 11 | Single Beam Echosounder | EA600 Single Beam Hydrographic Echo Sounder | 1 | set |
| 12 | Seagauge | SEAGAUGE wave and tide recorder SBE26plus | 1 | set |
| 13 | Boxcore | Box Core | 1 | set |
| 14 | Gravity Core | Gravity Core | 1 | set |
KR BARUNA JAYA III
Tabel 1. Spesifikasi KR BARUNA JAYA III
| Name | K/R. BARUNA JAYA III |
| Call Sign | YEAS |
| Port of Registration | Jakarta, Indonesia |
| Purpose | Multi purposes Deep-Sea Research |
| Class | BKI |
| IMO Number | 8420036 |
| Maker | CMN, Cherbourg-France |
| Launch Date | 1989 |
| GRT | 1184 Ton |
| NRT | 355 Ton |
| LOA | 60.40 m |
| LBP | 52.50 m |
| Breadth | 11.60 m |
| Depth at Upper Deck | 6.50 m |
| Draft Mean | 4.50 m – 6m Include Transducer Multibeam EM 304 |
| Cruising Speed | 7.5 knots |
| Accommodation | 22 Crew, 28 Scientist |
| Owner | BPPT Indonesia |
| Main Engine | 2 x 1100 HP @850 RPM, Niigata SEMT Pielstick 5PA5L |
| Auxiliary Engine | 1 unit Diesel Generator Detroit Diesel 270 HP @1500 RPM 1 unit Chongqing Cummins KTA-19DM 1000 kVA @1500 RPM |
| Alternator Utama | 2 unit shaft driven generator Leroy Somer @625 KVA |
| Synchronous Alternator | 1 unit Leroy Somer 200 KVA @1500 rpm |
| Bow Thruster | 1 unit Pleuger 200 HP @1450 rpm |
| Propeller | CPP 4 Blades type 417 CCW |
| Fuel Tank Capacity | HSD 260.000-liter, Oil 14.000 liter |
| Fresh Water Capacity | 93.700 liter |
| Reverse Osmosis | 9 ton/day @air open water sea |
| Fuel Consumption | 7000 liter/day – plus genset 1500 liter/day |
| Life Saving Appliance | 6 x 25 pax – 3 portside 3 starboard |
| 1 unit Rubber Boat with Attached Yamaha two stroke 40 HP | |
| Navigation | Radar ARPA X Band Furuno, GPS, AIS, Gyro Compass |
| Telecommunication | SSB, Mini Inmarsat-C, V-Sat |
| Lifting Equipment | 1 unit A Frame Gantry 10 Ton |
| 2 unit Side Gantry for CTD dan Grab | |
| 1 unit Side Gantry for Coring/Grab | |
| 1 unit Main Crane, 0.75 T at 12 m dan 2.5 T at 5 m | |
| 1 unit Fassi Crane 2.5 T at 12 m dan 9 ton at 4.5 m |
TIMELINE HARI LAYAR (TENTATIVE)
| PENDAFTARAN : | 20 AGUSTUS - 6 SEPTEMBER 2026 |
| SELEKSI PROPOSAL : | 7 – 21 SEPTEMBER 2026 |
| PENGUMUMAN : | 25 SEPTEMBER 2026 |
| PELAKSANAAN HARI LAYAR : | 5 NOVEMBER 2026 |
Persyaratan
KRITERIA KELAYAKAN
Kriteria Pengusul Proposal
- Ketua periset (Principal Investigator) merupakan Warga Negara Indonesia yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal S3, dan sebagai anggota minimal sedang menempuh pendidikan S1 di bidang ilmu kebumian, hayati dan lingkungan, teknologi dan rekayasa, dan bidang - bidang terkait lainnya;
- Ketua periset dapat berasal dari BRIN, Perguruan Tinggi, atau lembaga riset lainnya di Indonesia;
- Keanggotaan tim riset dapat merupakan kolaborasi lintas institusi, perguruan tinggi, mitra masyarakat yang relevan dengan disarankan melibatkan anggota dari perguruan tinggi lokal/terdekat tujuan;
- Satu orang periset hanya diperbolehkan paling banyak terlibat dalam 2 (dua) ajuan proposal per tahun (1 posisi sebagai ketua dan 1 posisi sebagai anggota, atau sebagai anggota di 2 proposal);
- Tim periset memiliki rekam jejak sesuai dengan kegiatan yang diusulkan dan memiliki kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan tema permasalahan yang diangkat;
- Ketua dan anggota tim periset memiliki peran, kesesuaian kepakaran/keahlian dan rekam jejak yang relevan dan tergambar dengan jelas dalam daftar riwayat hidup dan susunan organisasi pelaksana riset;
- Ketua dan anggota tim periset mendaftarkan dan memiliki akun pada Sistem Informasi Pendanaan Risnov dan Sistem Informasi eRispro; dan
- Pengusul tidak sedang dalam masa sanksi terkait pendanaan yang diperoleh dari hasil pengembangan Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang dikelola oleh LPDP.
Persyaratan Proposal
- Proposal disusun sesuai dengan sistematika proposal;
- Judul proposal yang diusulkan harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan;
- Proposal yang diusulkan wajib mendapat persetujuan secara legal dari kepala institusi (minimal kepala unit kerja atau yang disetarakan) pengusul yang dibuktikan dengan adanya tanda tangan kepala institusi, cap institusi, atau tanda tangan elektronik dalam lembar pengesahan.
- Proposal yang diajukan bersifat orisinil dan belum pernah dibiayai oleh lembaga/sumber dana lain untuk judul kegiatan riset yang sama;
- Proposal yang diusulkan harus sesuai dengan kompetensi ketua dan anggota periset yang dibuktikan dengan biodata (pengalaman riset);
- Kegiatan yang diusulkan dalam proposal merupakan kegiatan riset dan inovasi dalam rangka memberikan solusi terhadap isu strategis nasional sesuai dengan tema dan permasalahan yang telah ditentukan;
Tata Cara Pengusulan
- Pengusul melakukan registrasi melalui laman: https://pendanaan-risnov.brin.go.id
- Pengusul mengunggah proposal dan dokumen lainnya yang dibutuhkan secara online melalui laman: https://pendanaan-risnov.brin.go.id sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan; dan
- Panitia penyelenggara akan mengumumkan pengusul yang lulus pada masing masing tahapan seleksi pada laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id