BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Bahan Makanan Campuran Berbasis Tempe

Agenda Riset: Kedaulatan Pangan
Sektor: Pangan

Deskripsi

Invensi ini berhubungan dengan formulasi bahan makanan campuran tempe dengan bahan lainnya berbentuk tepung yang dapat dijadikan makanan (kudapan atau kue) atau dimasak sebagai bubur dengan nilai gizi tinggi, menggunakan bahan utama tempe ditambah tepung sumber karbohidrat yang berasal dari biji-bijian atau umbi-umbian atau sumber karbohidrat dari bahan lainnya masing-masing sebesar 62% atau kombinasi dari bahan sumber karbohidrat tersebut hingga mencapai kadar sebesar 62%, tepung sumber protein dari bahan nabati sebesar 12%, tepung sumber protein hewani atau sumber protein lainnya sebesar 20%, dimana ketiga jenis bahan tersebut, masing-masing diproses terlebih dulu melalui tahapan pemasakan, pengeringan, penggilingan, kemudian dicampurkan dengan ditambah bahan lain sesuai kebutuhan sehingga menjadi bahan campuran makan berbasis tempe yang siap dipakai sebagai bahan dasar yang siap diolah. Secara makro kandungan untuk tujuan konsumsi anak - anak balita bahan campuran berbasis tempe mengandung protein 15-25%, lemak 1-2,5%, karbohidrat 68-79%, air 1-4%, vitamin dan mineral pada kondisi yang cukup, kandungan kalorinya 3,85 kkal per kg bahan. Untuk tujuan konsumsi anak usia sekolah dan manula mengandung protein 10-17%, lemak 1-2,5%, karbohidrat 71-84%, air 1-4%, vitamin dan mineral pada kondisi yang cukup, kandungan kalorinya 3,75 kkal per Kg bahan.

Kata Kunci

Tempe Pangan Fungsional Gizi Tinggi
  • Menyediakan formulasi bahan makanan campuran berbasis tempe berbentuk tepung yang praktis dan bernilai gizi tinggi untuk diolah menjadi kudapan, kue, atau bubur.
  • Mengombinasikan bahan-bahan utama secara presisi, meliputi tepung sumber karbohidrat (62%), tepung sumber protein nabati (12%), serta tepung sumber protein hewani atau lainnya (20%).
  • Memiliki profil nutrisi makro yang disesuaikan secara khusus bagi balita (protein 15–25%) serta anak usia sekolah dan manula (protein 10–17%) dengan kandungan vitamin, mineral, dan kalori yang mencukupi.
  • Menerapkan tahapan pengolahan terstandarisasi yang meliputi pemasakan, pengeringan, penggilingan, hingga pencampuran bahan agar siap digunakan sebagai bahan dasar pangan fungsional.