BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

BioSti-A

Agenda Riset: Kedaulatan Pangan
Sektor: Pangan

Deskripsi

Formulasi Tepung Biostimulan Berbahan Aktif Bakteri Halotoleran Asal Pesisir Pantai Utara Jawa Nitratireductor aquibiodomus(PENGHASIL 1- AMINOCYCLOPROPANE- 1-CARBOXYLATE), Brevibacterium sp (PENAMBAT NITROGEN) DAN Salinicola tamaricis (PELARUT FOSFAT) UNTUK INDUKSI TOLERANSI TANAMAN TERHADAP CEKAMAN SALINITAS. Invensi ini mengungkapkan suatu formula biostimulan yang mengandung bahan aktif berupa strain bakteri halotoleran dari ekosistem Pesisir Pantai Utara Jawa penghasil ACC deaminase (Nitratireductor aquibiodomus), penambat nitrogen (Brevibacterium sp), dan pelarut fosfat (Salinicola tamaricis) untuk peningkatan pertumbuhan dan induksi toleransi tanaman terhadap cekaman salinitas. Ketiga strain bakteri tersebut dikomposisikan dalam satu formula dengan perbandingan 4:10 (ml/g) bahan pembawa berbentuk tepung dengan bahan baku utama talk, Carboxy Methyl Cellulose (CMC) sebagai bahan adhesif atau senyawa protektan, dan CaCO3 sebagai bahan tambahan untuk pengaturan pH formulasi dan kadar 14 – 15 %. Hasil uji viabilitas produk biostimulan setelah proses pengeringan yaitu 3 x 108. Produk biostimulan diaplikasikan langsung pada benih dan bibit tanaman dengan metode perendaman (dipping).

Kata Kunci

Biostimulan Tepung Bakteri Pesisir
  • Aplikasi langsung pada benih dan bibit tanaman dengan metode perendaman (dipping).
  • Mendukung konsep biofertilizer inovatif untuk pertanian berkelanjutan di lahan salin
  • Menghasilkan formulasi tepung biostimulan berbahan aktif bakteri halotoleran asal ekosistem pesisir Pantai Utara Jawa.
  • Mengandung konsorsium bakteri: Nitratireductor aquibiodomus (penghasil ACC deaminase), Brevibacterium sp. (penambat nitrogen), dan Salinicola tamaricis (pelarut fosfat).
  • Berfungsi untuk induksi toleransi tanaman terhadap cekaman salinitas, sekaligus meningkatkan pertumbuhan.
  • Formula berbasis tepung dengan bahan pembawa: talk, CMC, dan CaCO₃ untuk pengaturan pH dan proteksi bakteri.
  • Hasil uji viabilitas produk setelah pengeringan mencapai 3 × 10⁸.