BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Hidrogel Organik Penguat Akar untuk Hasil Panen 20% Lebih Cepat & Maksimal

Agenda Riset: Kedaulatan Pangan
Sektor: Pangan

Deskripsi

Invensi ini berkaitan dengan suatu hidrogel dari bahan polimer alam (organik) berupa semi murni kappa karaginan dan konjac yang berikatan silang dengan bahan pengisi KCl sedemikian hingga dapat terurai secara alami, memiliki sifat biokompatibel, nilai sifat mekanis yang tinggi dan kapasitas retensi air yang besar. Komposisi 46% SMK, 31% konjac, dan 23% KCl dirancang untuk meningkatkan kapasitas retensi air hidrogel dengan cara mencampur SMK dan konjac dalam air pada suhu ruang hingga tidak ada gumpalan; memanaskan campuran hingga suhu 80oC; menambahkan 23% KCl ke dalam larutan yang masih panas; mendinginkan larutan hingga suhu ruang dan terbentuk gel; mengeringkan gel dalam oven pada suhu 40-500C selama 12 jam hingga terbentuk lembaran; memotong-motong lembaran hidrogel hingga berukuran 1-2 cm; dan menghaluskan potongan lembaran hidrogel menggunakan mesin penepung hingga diperoleh butiran hidrogel berukuran 60-80 mesh. Invensi ini telah diaplikasikan dalam media pesemaian cabai yang menunjukkan indikasi peningkatan signifikan dalam kapasitas retensi air pada media tanam yang diberi hidorgel organik, penurunan laju penguapan air, dan peningkatan panjang akar lebih besar dari 20% dibandingkan dengan media tanam yang menggunakan tanah dan pupuk kendang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan meningkatkan daya serap hara, dan ramah lingkungan.

Kata Kunci

Hidrogel Organik Kappa Karaginan Kcl Konjac

Dokumen Download

  • Kapasitas retensi air luar biasa, menjaga media tanam tetap lembap lebih lama bahkan di cuaca panas.
  • Akselerasi pertumbuhan akar hingga lebih dari 20%, memastikan tanaman lebih kuat dan stabil.
  • Efisiensi penggunaan air yang signifikan dengan menurunkan laju penguapan secara drastis.
  • Terbuat dari bahan polimer alami (karaginan & konjac) yang 100% biokompatibel dan dapat terurai alami.
  • Meningkatkan daya serap hara tanah, memastikan nutrisi terserap maksimal oleh tanaman.