BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Imunolyso-Pro (Formula Antimikroba Berbasis Herbal Dan Lisozim Termodifikasi Sebagai Pengendali Resistensi Antimikroba Dan Proses Pembuatannya)

Agenda Riset: Kedaulatan Kesehatan
Sektor: Kesehatan

Deskripsi

Suatu formula antimikroba berbasis herbal dan lisozim termodifikasi yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri resisten antimikroba. Komposisi herbal adalah bawang putih 50%,jahe merah 25%,kunyit 12,5%, lempuyang 12,5%. Lisozim termodifikasi yang digunakan adalah konsentrasi 0,001%. Formula herbal dan lisozim termodifikasi dibuat dengan perbandingan 1:1 (v/v). Proses pembuatan herbal dilakukan dengan pencucian sampai bersih semua bahan tanpa dikupas kulitnya, kecuali bawang putih. Masing-masing bahan herbal dirajang dan dikeringkan. Simplisia herbal yang diperoleh digiling secara terpisah dan diayak sehingga dihasilkan serbuk berukuran 50-60 mesh. Pembuatan lisozim termodifikasi dilakukan dengan melarutkan lisozim dalam PBS konsentrasi 0,001% dan dihidrolisis pada suhu 90oC selama 20 menit menggunakan waterbath sambil digoyang secara berkala setiap 5 menit. Hasil hidrolisis tersebut disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 15-20 menit. Supernatan dikoleksi sebagai lisozim termodifikasi. Hasil uji menunjukkan bahwa herbal, lisozim termodifikasi serta formula herbal dan lisozim termodifikasi efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, Salmonella sp. dan S. aureus yang resisten terhadap penicillin, streptomycine, collistine sulfat, cefotaxime, dan enrofloxacine.

Kata Kunci

Antimikroba Herbal Lisozim Resistensi Bakteri Antibakteri
  • Berpotensi dikembangkan sebagai produk antimikroba alternatif untuk mendukung pengendalian infeksi bakteri resisten di bidang kesehatan maupun peternakan
  • Mengombinasikan ekstrak herbal alami seperti bawang putih, jahe merah, kunyit, dan lempuyang dengan lisozim termodifikasi untuk menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih efektif
  • Berpotensi membantu mengendalikan bakteri yang resisten terhadap antibiotik, sehingga menjadi alternatif solusi dalam menghadapi masalah resistensi antimikroba
  • Terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap beberapa antibiotik
  • Memanfaatkan bahan herbal alami yang mudah diperoleh dan berpotensi memiliki efek sinergis dengan enzim lisozim