BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

KOMPOSISI DOSIMETER GAMMA BERBASIS LAKTOSA DENGAN METODE PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK SERTA METODE PEMBUATANNYA

Agenda Riset: Pengembangan Ketenaga Nukliran
Sektor: Rekayasa Keteknikan

Deskripsi

Invensi ini mengenai komposisi dosimeter gamma berbasis laktosa dengan metode pengukuran konduktivitas listrik serta metode pembuatannya untuk mendeteksi dosis radiasi gamma. Bahan dosimeter yang digunakan adalah laktosa dengan pelarut air suling atau aquadest, yang dijadikan larutan laktosa dengan konsentrasi laktosa 2% dari berat total. Proses pembuatan terdiri dari: memasukkan laktosa ke dalam aquadest sebanyak 2% dari berat total campuran laktosa dan aquadest; mengaduk campuran laktosa dan aquadest menggunakan pengaduk magnetik hingga menjadi larutan laktosa 2% homogen; memasukkan larutan laktosa ke dalam wadah ampul tertutup untuk diukur menggunakan konduktivitimeter atau multimeter. Larutan laktosa disimpan dalam kondisi vakum udara. Pengukuran dosis serap radiasi gamma pada larutan laktosa menggunakan parameter perbandingan (rasio) konduktivitas listrik setelah iradiasi dengan konduktivitas listrik sebelum iradiasi terhadap dosis serap radiasi. Dosimeter larutan laktosa memiliki rentang ukur dosis 1 kGy-210 kGy. Konduktivitas dosimeter larutan laktosa stabil setelah 14 jam dari selesainya proses iradiasi dan bertahan hingga 43 jam. Dosimeter larutan laktosa memiliki ketidakpastian sekitar 1,14% hingga 6,87% sehingga dapat dijadikan dosimeter rutin. Invensi ini memberikan keunggulan dari segi biaya bahan dan alat ukur yang lebih terjangkau, mudah ditemui dan memiliki rentang deteksi dosis radiasi lebih tinggi dibandingkan dosimeter rutin pada umumnya (film radiokromik).

Kata Kunci

Gamma Cell Radiasi Deteksi
  • Menghasilkan dosimeter gamma berbasis laktosa dengan metode pengukuran konduktivitas listrik.
  • Proses sederhana: melarutkan laktosa 2% dalam aquadest, homogenisasi dengan pengaduk magnetik, penyimpanan dalam ampul tertutup vakum, dan pengukuran dengan konduktivitasmeter/multimeter.
  • Rentang ukur dosis radiasi gamma 1 kGy–210 kGy, lebih tinggi dibandingkan dosimeter rutin (film radiokromik).
  • Stabilitas konduktivitas larutan laktosa terjaga hingga 43 jam setelah iradiasi, dengan ketidakpastian hanya 1,14%–6,87%.
  • Biaya bahan dan alat ukur lebih terjangkau serta mudah ditemui.
  • Cocok digunakan sebagai dosimeter rutin untuk monitoring radiasi gamma di laboratorium maupun industri.
  • Memberikan solusi inovatif untuk deteksi radiasi dengan teknologi sederhana, efisien, dan ekonomis.