- Menghasilkan dosimeter gamma berbasis laktosa dengan metode pengukuran konduktivitas listrik.
- Proses sederhana: melarutkan laktosa 2% dalam aquadest, homogenisasi dengan pengaduk magnetik, penyimpanan dalam ampul tertutup vakum, dan pengukuran dengan konduktivitasmeter/multimeter.
- Rentang ukur dosis radiasi gamma 1 kGy–210 kGy, lebih tinggi dibandingkan dosimeter rutin (film radiokromik).
- Stabilitas konduktivitas larutan laktosa terjaga hingga 43 jam setelah iradiasi, dengan ketidakpastian hanya 1,14%–6,87%.
- Biaya bahan dan alat ukur lebih terjangkau serta mudah ditemui.
- Cocok digunakan sebagai dosimeter rutin untuk monitoring radiasi gamma di laboratorium maupun industri.
- Memberikan solusi inovatif untuk deteksi radiasi dengan teknologi sederhana, efisien, dan ekonomis.