BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

METODE DAUR ULANG BATERAI ION LITIUM HABIS MASA PAKAI DENGAN CARA FISIK DAN MEKANIS UNTUK MEMPEROLEH BLACK MASS

Agenda Riset: Kedaulatan Energi
Sektor: Energi

Deskripsi

Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pretreatment baterai ion litium habis pakai yang akan dilakukan proses daur ulang. Metode pretreatment sesuai dengan invensi ini terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut: pengosongan muatan (discharging), pembongkaran (dismantling), penghancuran (crushing), pengeringan (drying) dan penyortiran (sorting). Tahap pengosongan muatan dilakukan menggunakan alat pengosong muatan dengan tegangan aman ≤ 2 volt. Tahap pembongkaran (dismantling) dilakukan dimana battery pack dibongkar menjadi bentuk modul-modul hingga sel. Pada tahap penghancuran, baterai ion litium habis pakai dihancurkan sampai berukuran 0,1-5mm2 dengan diberikan gas nitrogen sebanyak 2 L/menit. Tahap pengeringan (drying) dilakukan pada suhu 300-500oC. Tahap penyortiran (sorting) dilakukan secara bertahap dengan urutan penyortiran berdasarkan ukuran partikel, sifat kemagnetan, sifat induksi elektromagnet, berat jenis dan sifat tegangan permukaan (hidrofilik/hidrofobik). Proses penyortiran (sorting) berdasarkan sifat tegangan permukaan (froth flotation) dilakukan pada suhu kamar dengan kecepatan pendorong 1800 rpm, jumlah aerasi 2 L/menit dan kerapatan pulp 40 g/L. Dari proses pretreatment ini maka dihasilkan material katoda yang berukuran 0,25 mm dengan kandungan material katoda sebanyak 90%.

Kata Kunci

Baterai Litium Pemisahan Flotasi Buih Daur Ulang Baterai
  • Menyediakan metode pretreatment yang komprehensif dan sistematis untuk pengolahan awal daur ulang baterai ion litium habis pakai melalui tahapan pengosongan muatan, pembongkaran, penghancuran, pengeringan, hingga penyortiran.
  • Menerapkan parameter operasional yang aman dan terkontrol, seperti pengosongan tegangan aman ≤2 V, penghancuran ukuran 0,1-5 mm^2 dengan alir nitrogen 2 L/menit, serta pengeringan pada suhu 300-500 °C.
  • Memanfaatkan metode penyortiran bertingkat yang presisi—meliputi ukuran partikel, sifat magnetik, induksi elektromagnetik, berat jenis, hingga flotasi buih (froth flotation) untuk memisahkan material secara optimal.
  • Menghasilkan material katoda berkualitas tinggi berukuran 0,25 mm dengan tingkat kemurnian atau kandungan material katoda mencapai 90%.