BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Metode Kopresipitasi Untuk Pembuatan Bahan Detektor Radiasi Pengion Berbasis Luminesensi Berbahan Kalsium Sulfat Terdadah Disprosium

Agenda Riset: Kedaulatan Energi
Sektor: Energi

Deskripsi

Invensi ini berhubungan dengan bahan pendar penyimpan yang dapat digunakan dalam pengukuran dosis radiasi dengan cara menangkap elektron yang tereksitasi oleh radiasi pengion, selanjutnya disebut sebagai dosimeter. Khususnya, penemuan ini berhubungan dengan dosimeter yang menggunakan pengotor unsur logam alkali dan logam tanah jarang dalam keadaan oksidasi trivalen +3. Invensi ini mengenai pembuatan serbuk dosimeter termoluminesensi berbahan kalsium sulfat terdadah natrium dan disprosium dengan metode kopresipitasi yang sensitif terhadap radiasi pengion. Serbuk dibentuk dari prekursor gabungan larutan kalsium klorida (CaCl2) dan disprosium klorida (DyCl3) yang diteteskan pada larutan natrium sulfat (Na2SO4) pada pH 5. Endapan kemudian dipisahkan, dikeringkan, dan dilakukan perlakuan panas pada suhu 650 derajat Celsius selama dua jam. Untuk membaca dosis radiasi yang tersimpan, bahan ini harus dipanaskan dengan laju pemanasan 16,67 derajat Celsius per detik hingga mencapai suhu 300 derajat Celsius. Selanjutnya, pemanasan dilakukan pada suhu tetap 300 derajat Celsius selama 15 detik. Didapatkan puncak pendaran tunggal pada suhu 230 derajat Celsius. Bahan ini dapat digunakan kembali setelah dilakukan pemanasan ulang sebagaimana saat pembacaan.

Kata Kunci

Dosimeter Termoluminesensi (TLD) Kalsium Sulfat Metode Kopresipitasi
  • Menyediakan inovasi bahan pendar penyimpan (dosimeter) berbasis serbuk kalsium sulfat terdadah natrium dan disprosium yang sangat sensitif terhadap paparan radiasi pengion.
  • Menggunakan metode pembuatan kopresipitasi yang terukur melalui pencampuran prekursor larutan kalsium klorida dan disprosium klorida yang diteteskan pada larutan natrium sulfat pada pH 5, dilanjutkan perlakuan panas pada suhu 650°C selama dua jam.
  • Menghasilkan karakteristik pembacaan dosis radiasi yang presisi melalui prosedur pemanasan spesifik (laju pemanasan 16,67°C/detik hingga mencapai suhu 300°C) yang menghasilkan puncak pendaran tunggal yang stabil pada suhu 230°C.
  • Bersifat ekonomis dan ramah lingkungan karena bahan dosimeter ini dapat digunakan kembali (reusable) secara berulang setelah melalui proses pemanasan ulang sesuai standar pembacaannya.