- Mendukung sistem early warning gempa yang lebih kontekstual dan berbasis kondisi nyata bangunan.
- Menjadi solusi strategis dalam mitigasi risiko bencana seismik dan perlindungan infrastruktur
- Menghasilkan metode untuk menentukan ambang status peringatan gempa berdasarkan estimasi tingkat kerusakan bangunan
- Sistem mendeteksi gelombang Primer (P-wave) dan mengestimasi kedatangan serta besarnya gelombang Sekunder (S-wave).
- Estimasi percepatan digunakan untuk menentukan ambang rusak ringan, sedang, atau berat pada bangunan
- Memanfaatkan data desain struktur: standar perencanaan, jenis tanah, tipe bangunan, spektrum respons desain, dan faktor reduksi
- Memberikan informasi ambang percepatan yang lebih akurat untuk berbagai tipe bangunan