BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Pakan Komplit Ternak Ruminansia Model Pelet Dan Proses Pembuatannya

Agenda Riset: Kedaulatan Pangan
Sektor: Pangan

Deskripsi

Pakan ternak yang dikonsumsi oleh ternak umumnya memiliki kualitas rendah sehingga tidak memenuhi kebutuhan nutrisinya. Ketersediaan pakan sepanjang tahun, kuantitas dan jenisnya yang tidak stabil khususnya di musim kemarau juga merupakan masalah yang harus dihadapi peternak. Atas dasar tersebut telah dilaksanakan formulasi pakan komplit model pelet yang mana ada dua macam pakan yaitu pakan pokok penyuplai energi(rumput gajah dan KonPlus) dan pakan protein tinggi yang mengandung daun singkong dan gamal sebagai sumber protein. Seleksi dari hasil formulasi menggunakan teknik nuklir in vitro sehingga aman, yang mana terdiri dari pemanfaatan radiasi dan radioisotop. Kandungan mineral dalam formula tersebut diukur dengan ananilis pengaktifan neutron (APN), sedangkan yang berhubungan dengan evaluasi biologis adalah penentuan pembentukan protein mikroba dalam cairan rumen menggunakan radioisotop P-32. Pembuatan pelet pakan komplit diawali dengan pembuatan UMMB dan konPlus. Sebanyak 43,44% konPlus dicampur dengan bahan pakan berupa dedak sebanyak 20%, bubuk rumput gajah atau rumput lapang yang sudah dikeringkan sebanyak 32%, bahan-bahan tersebut kemudian diaduk dan dibentuk pelet dengan mesin peleting dengan tambahan perekat berupa molases sebanyak 1,64% dan minyak sebanyak 2,92%. Proses pembuatan pakan protein tinggi model pelet sama dengan pakan pokok penyuplai energi, yang berbeda persentase komposisi dan bahannya.Pakan komplit selain mempercepat peningkatan bobot badan juga meningkatkan konsumsi pakan, sehingga rasio efisiensi pakannya menjadi baik.

Kata Kunci

Pakan
  • Menyediakan pakan komplit berbentuk pelet dengan formulasi energi (rumput gajah, KonPlus) dan protein tinggi (daun singkong, gamal)
  • Menggunakan teknik nuklir in vitro (radiasi & radioisotop) untuk memastikan keamanan dan kualitas nutrisi
  • Kandungan mineral terukur dengan analisis pengaktifan neutron (APN), serta evaluasi biologis dengan radioisotop P-32
  • Meningkatkan bobot badan ternak lebih cepat, konsumsi pakan lebih tinggi, dan rasio efisiensi pakan lebih baik