BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Produksi Dan Imobilisasi Enzim Selulase Dari Pseudozyma Rugulosa Inacc Y335 Sebagai Produk Biokatalis Untuk Sintesis Bioetanol

Agenda Riset: Kedaulatan Energi
Sektor: Energi

Deskripsi

Indonesia mempunyai kekayaan biodiversitas mikrooraganisme seperti khamir dan saat ini tersiman sebagai koleksi dari Indonesian Culture Collection (InaCC). Invesi ini ini bertujuan untuk mengetahui potensi yeast lokal dalam menghasilkan selulase, melakukan imobilisasi dan karakterisasi suhu optimum selulase terimobil agar tercipta kemandirian enzim nasional untuk skala laboratorium maupun industri sehingga Indonesia tidak harus mengimpor standard enzim dari luar negeri yang mempunyai harga relative mahal. Metode invesi yang digunakan meliputi deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan 3 kali pengulangan. Hasilnya yaitu dari 100 isolat khamir yang diujikan terdapat beberapa kandidat khamir penghasil selulase; salah satunya Pseudozyma rugulosa InaCC Y335. Proses produksi, optimasi dan analisis enzim selulase dari P. rugulosa menghasilkan aktivitas tertinggi yaitu jam ke-48 sebesar 8,09 U/mL. Perlakuan terbaik terhadap selulase terimobil yaitu saat maltodekstrin 5%, dimana nilai aktivitasnya enzimnya 6,86 U/mL dan aktivitas spesifiknya 169,57 U/mg. Hasil uji karakteristik yaitu saat maltodekstrin 2,5% selulase terimobil optimum pada 80oC dengan aktivitas 6,19 U/mL sedangkan saat konsentrasinya 5% optimum pada 30oC dengan aktivitas 6,86 U/mL.

Kata Kunci

Khamir Lokal Enzim Selulase Terimobil Kemandirian Enzim Nasional
  • Menggali potensi keanekaragaman hayati mikroorganisme lokal Indonesia (yeast koleksi InaCC) untuk menghasilkan enzim selulase, guna mewujudkan kemandirian enzim nasional skala laboratorium dan industri serta mengurangi ketergantungan impor.
  • Mengidentifikasi kandidat unggul penghasil selulase, salah satunya Pseudozyma rugulosa InaCC Y335 yang mampu menghasilkan aktivitas enzim tertinggi sebesar 8,09 U/mL pada jam ke-48 produksi.
  • Menerapkan proses imobilisasi enzim menggunakan matriks maltodekstrin (perlakuan terbaik pada konsentrasi 5%) yang menghasilkan aktivitas enzim 6,86 U/mL dan aktivitas spesifik 169,57 U/mg.
  • Menghasilkan data karakteristik suhu optimum yang adaptif, di mana selulase terimobil dengan maltodekstrin 2,5% mencapai suhu optimum pada 80°C, sementara pada konsentrasi 5% optimum pada suhu 30°C.