BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Proses Pembuatan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius sp.) Dan Tuna (Thunnus sp.)

Agenda Riset: Kedaulatan Pangan
Sektor: Pangan

Deskripsi

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan tepung tulang ikan patin dan tuna dengan metode fisik tanpa solvent/enzim terdiri dari tahapan proses penulangan, pencucian, perebusan, pembersihan, pengecilan ukuran, pembilasan, penirisan, pelunakan, pengecilan ukuran, penghalusan, pembuatan pasta, pengeringan, pengayakan yang menghasilkan karakteristik tepung tulang ikan patin dengan karakteristik berupa derajat keputihan 88,85; kadar air 3,525%; kadar abu 54,340%; kadar protein 19,795%; kadar lemak 11,58%; kadar karbohidrat 14,29%; ukuran partikel 639,65 nm; Ca 44,9415%; P 12,5735%; K 0,1815%; Na 0,4615% dan Mg 0,5415% dan karakteristik tepung tulang ikan tuna berupa derajat keputihan 72,02; kadar air 3,645%; kadar abu 53,617%; kadar protein 21,591%; kadar lemak 7,05%; kadar karbohidrat 15,12%; dan ukuran partikel 555,8 n;, Ca 43,177%; P 12,4315%; K 0,2065%; Na 0,3975%; Mg 0,5115%.

Kata Kunci

Tepung Tulang Ikan Pangasius sp. Thunnus sp.
  • Memanfaatkan limbah tulang ikan (patin dan tuna) secara optimal menjadi produk tepung bernutrisi tinggi tanpa menggunakan pelarut (solvent) atau enzim tambahan.
  • Menyediakan sumber kalsium, fosfor, serta kandungan mineral penting lainnya yang melimpah (kandungan Ca di atas 43% dan P di atas 12% pada kedua jenis tepung ikan).
  • Menghasilkan produk tepung tulang dengan karakteristik fisik yang unggul, seperti tingkat keputihan yang baik serta ukuran partikel yang sangat halus (skala nanometer).
  • Menghadirkan prosedur pengolahan yang terstruktur dan komprehensif mulai dari penulangan hingga tahap pengayakan akhir.