BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Proses Perbanyakan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Secara Ex-Vitro

Agenda Riset: Kedaulatan Pangan
Sektor: Pangan

Deskripsi

Telah diungkapkan suatu proses perbanyakan bibit kakao menggunakan teknik kultur ex-vitro dengan tahapan sebagai berikut: a. memilih eksplan dengan kriteria pucuk yang tumbuh pada batang induk yang berumur minimal 5 tahun dalam kondisi sehat, diameter eksplan 0,1 - 1 cm, memiliki tunas pucuk berupa batang dan daun berwarna hijau, b. merendam eksplan dalam larutan formula Broma A yang mengandung bahan aktif Tiamin Hidroksil Klorida 1 – 2 ml per liter secara temporal, c. merendam eksplan pada air mengalir selama 30 menit, d. merendaman eksplan didalam larutan formula Broma B mengandung bahan aktif Propineb 0,2 – 2 gr/l dan Streptomisin sulfat 0,2 – 2 gr/l dan Broma C mengandung bahan aktif Alkilaril poliglikol eter 1 ml/l selama 5 - 15 menit, e. merendam eksplan pada air mengalir selama 15 menit, f. membersihkan bagian bawah eksplan dengan kertas tisu atau kain perca, g. mencelupkan eksplan ke dalam formula Broma D mengandung bahan aktif Asam Indol Butirat 1.000 – 2.500 ppm dan alkohol 50%, h. memberikan pasta di bagian bawah eksplan dengan campuran formula Broma D yang mengandung bahan aktif Asam Indol Butirat 1.000 – 2.500 ppm dan alkohol 50%, i. melakukan penanaman eksplan dalam media tanam, dan j. menumbuhkan eksplan menjadi tanaman dalam lingkungan tumbuh terkendali selama 8 minggu di inkubator.

Kata Kunci

Ex-Vitro Formula Kakao
  • Menyediakan metode perbanyakan bibit kakao secara vegetatif menggunakan teknik kultur ex-vitro yang efisien tanpa melalui tahapan aseptik laboratorium yang rumit.
  • Memanfaatkan serangkaian formula khusus (Broma A, Broma B, Broma C, dan Broma D) untuk sterilisasi, pencegahan patogen, serta pemacu pertumbuhan akar menggunakan zat pengatur tumbuh Asam Indol Butirat (IBA).
  • Menerapkan tahapan seleksi eksplan ketat dari pohon induk sehat berumur minimal 5 tahun guna menjamin kualitas genetik bibit yang dihasilkan.
  • Mendukung percepatan penyediaan bibit kakao unggul dalam lingkungan terkendali selama masa inkubasi 8 minggu sebelum siap ditanam lebih lanjut.