- Umur panen lebih singkat, sekitar 107–120 hari
- Tinggi tanaman lebih pendek sehingga lebih tahan rebah
- Potensi hasil tinggi hingga 9,22 ton/ha
- Ideal untuk efisiensi lahan dan tenaga kerja
- Hasil lebih stabil meski kondisi lingkungan menantang
Varietas unggul hasil rekayasa genetika dengan umur panen lebih pendek (sekitar 107-120 hari) dibanding Rojolele biasa (155 hari), lebih pendek (sekitar 105 cm), lebih tahan rebah, serta hasil lebih tinggi (potensi 9,22 ton/ha).