BRIN Logo
Sign In
Main Product Image

Turbine Blade (Sudu Turbin) PLT Panas Bumi 3 MW

Agenda Riset: Penguatan Industri Strategis
Sektor: Rekayasa Keteknikan

Deskripsi

Invensi ini mengungkap metode pembuatan sudu turbin (turbine blade) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibuat melalui metode investment casting menggunakan baja nirkarat presipitasi (Precipitation Hardening stainless steel). Sudu ini memiliki porositas internal ≤ 1,0% volume, kekuatan tarik minimum 950 MPa, serta ketahanan korosi tinggi melalui penerapan lapisan pelindung anorganik berbasis aluminium dengan ketebalan 50–150 µm. Metode pembuatan mencakup pembuatan pola lilin dengan kompensasi geometri, pemasangan inti keramik modular, pembentukan cangkang keramik berlapis variatif, proses dewaxing, pengecoran gravitasi pada temperatur 1550–1600°C, pendinginan terkontrol 2–4°C/menit, perlakuan panas P-480, serta pelapisan pelindung dan curing pada 280–320°C. Sistem inspeksi kualitas menggunakan micro-CT beresolusi ≤ 10 µm dan algoritma pemrosesan citra untuk menilai distribusi porositas serta inklusi mikro, dengan kriteria kelulusan porositas ≤ 1,0% volume dan inklusi ≤ 0,2 mm. Keunggulan invensi ini adalah sinergi antara material, metode pengecoran, perlakuan panas, pelapisan pelindung, dan sistem inspeksi yang dioptimalkan untuk lingkungan operasi turbin panas bumi mengandung uap jenuh, H₂S, dan CO₂, menghasilkan sudu turbin ekonomis, tahan lama, dan siap produksi massal.

Kata Kunci

Belum ada kata kunci untuk produk ini

  • Menghasilkan sudu turbin presisi tinggi untuk PLTP dengan porositas internal ≤ 1,0% volume dan kekuatan tarik ≥ 950 MPa.
  • Dibuat melalui metode investment casting menggunakan baja nirkarat presipitasi, dengan kontrol geometri pola lilin dan inti keramik modular.
  • Proses pengecoran gravitasi pada 1550–1600 °C, pendinginan terkontrol 2–4 °C/menit, serta perlakuan panas P-480 menghasilkan struktur mikro yang optimal.
  • Sudu dilapisi pelindung anorganik berbasis aluminium (50–150 µm) untuk meningkatkan ketahanan korosi terhadap uap jenuh, H₂S, dan CO₂.
  • Sistem inspeksi kualitas menggunakan micro-CT beresolusi ≤ 10 µm dan algoritma citra untuk menilai distribusi porositas dan inklusi mikro (≤ 0,2 mm).