Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Nilai ekonomi batang sagu ditentukan oleh biaya produksi dan jenis tepung sagu yang dihasilkan. Pengolahan empulur sagu denganfraksinasi kering dilakukan untuk mengurangi biaya produksi, namun pada tahap reduksi ukuran empulur menjadi tepung sagu terjadi kerusakan pada granula pati sagu, yang menyebabkan hilangnya sifat alami pati sagu. Invensi ini merupakan upaya mempertahankan sifat alami pati sagu dan memisahkan pati sagu berdasarkan perbedaankarakter alami dan fungsionalnya. Pemisahan jaringan vaskular bundle dari jaringan parenkima setelah pemarutan empulur tanpa pengeringan dapat meningkatkan efektifitas pengeringan untuk masing-masing jaringan penyusun empulur sagu. Penggunaan penggiling atrisi untuk mereduksi ukuran, mengeluarkan pati sagudari jaringan parenkima, sekaligus memisahkan tepung parenkima densitas tinggi dari tepung serat parenkima dan tepung parenkima berdensitas rendah. Dua jenis koproduk, yaitu serbuk vaskular bundle dan tepung serat parenkima. Klasifikasi tepung parenkima berbeda densitasnya hingga lolos pori ayakan 230 mesh menjadi tepung sagu kaya pati densitas tinggi dan tepung sagu kaya pati densitas rendah. Usia pohon sagu dan bagian batang mempengaruhi rendemen produk yang dihasilkan, maka digunakan parameter prioritas produk untuk menyelaraskan ketersediaan bahan baku dengan permintaan jenis tepung sagu oleh konsumen.
Invensi ini berhubungan dengan metode regenerasi tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) galur Darmais-1 secara in vitro pada, khususnya metode regenerasi melalui pembentukan tunas adventif secara in vitro untuk menghasilkan tanaman cabai besar yang utuh dan fertil. Tahapan - tahapan yang dilakukan menurut invensi ini meliputi mencuci buah cabai yang sudah matang fisiologis dengan sabun; mengumpulkan biji cabai dan mencuci biji cabai; melakukan sterilisasi biji cabai; mengeringanginkan biji cabai; menanam biji steril dalam media MS padat tanpa tambahan zat pengatur tumbuh; mengambil kotiledon berumur 2-3 minggu sebagai eksplan; memotong kotiledon; menanam potongan kotiledon; melakukan subkultur pertama; melakukan subkultur kedua; dan memperoleh tunas adventif tanaman cabai besar hasil regenerasi. Metode regenerasi tanaman cabai menurut invensi ini dapat menghasilkan tunas adventif dalam waktu 8-10 minggu.
Invensi ini berupa suatu proses pembuatan sambal tabur yang diperkaya protein dengan menambahkan protein dari ikan kering dan kacang-kacangan,kemudian dipress pada salah satu tahapnya untuk mengurangi minyak. Pada beberapa bahan baku dilakukan pengorengan dan beberapa bahan tertentu dilakukan penyangraian. Bahan kemudian dicampurkan menjadi satu dengan blender kemudian dipress untuk mengeluarkan minyak keluar hasil penggorengan. Setelah dipress bahan diblender kasar kemudian dikemas dengan menggunakan botol dan ditutup rapat.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu metode pembuatan dan pembaharuan knowledge graph serta penentuan pertanyaan selanjutnya pada layanan komunikasi otomatis secara virtual (chatbot) untuk identifikasi tumbuhan berbiji (Spermatophyta) seperti sebagaimana pada invensi ini. Metode pembuatan knowledge graph pada invensi ini terdiri dari menerima data input karakter morfologi dari berbagai jenis tumbuhan berbiji; mengekstraksi karakter; membentuk node dalam knowledge graph; membuat matriks kombinasi; menentukan bobot edge berdasarkan tingkat relevansi; dan mendapatkan matriks bobot untuk knowledge graph. Metode pembaharuan dari knowledge graph pada invensi ini terdiri dari mendapatkan hasil jawaban dari pengguna yang tidak cocok dengan matriks bobot; mengidentifikasi kemungkinan; memverifikasi perubahan oleh expert; memperbaharui knowledge graph; dan mendapatkan knowledge graph yang diperbaharui. Sedangkan metode penentuan pertanyaan selanjutnya terdiri dari menerima jawaban dari pengguna atas pertanyaan yang diajukan oleh layanan chatbot; mengolah dan mencocokkan dengan matriks bobot; dan memberikan pertanyaan selanjutnya berdasarkan node dengan matriks bobot.
Invensi ini berupa suatu produk edible coating berbasis ekstrak daun sirih cina terenkapsulasi matrik kitosan dan natrium tripolyphosphate (NaTPP) yang mampu memberikan efisiensi enkapsulasi sebesar >80% serta aplikasi produk edible coating untuk pengawetan apel Malang. Tahapan proses enkapsulasi tersebut yaitu melarutkan kitosan dalam 0,35% asam asetat, melarutkan NaTPP, melarutkan ekstrak daun sirih cina ke dalam larutan NaTPP; menambahkan larutan ekstrak dan NaTPP ke dalam larutan kitosan, melakukan pengadukan hingga homogen, sentrifugasi campuran hingga dihasilkan endapan, dan mengeringkan pelet menggunakan freeze dryer. Invensi ini mampu menghasilkan produk ekstrak daun sirih cina terenkapsulasi dengan efisiensi enkapsulasi polifenol dan flavonoid yang cukup tinggi yaitu masing-masing sebesar 86,25% dan 83,30%. Aplikasi edible coating untuk pengawetan apel Malang dengan pencelupan selama 1 menit dapat meningkatkan kualitas umur simpan apel Malang dengan mengurangi perubahan fisik-kimia.
Invensi ini mengenai formulasi produk biostimulan peningkat efisiensi hara tanaman bawang merah. Produk biostimulan mengandung bahan aktif konsorsium bakteri pemacu tumbuh yaitu penambat nitrogen, pelarut mineral (Zn, P, K), penghasil siderofor, produksi eksopolisakarida, produksi Indol Acetic Acid (IAA), produksi amonia dan hidrogen sianida (HCN) yaitu: Acinetobacter pitti, Seratia liquifaciens, Seratia marcescens, Klebsiela varicola, dan Pseudochrobactrum asaccharolyticum. Produk biostimulan diformulasikan dalam bahan pembawa berbahan dasar blotong, dengan penambahan zeolit dan bentonit. Proses formulasi dilakukan dengan menggunakan mesin granulator untuk menghasilkan produk biostimulan berbentuk granul berukuran 0.2-0.5 cm. Hasil pengujian rumah kaca menunjukan aplikasi biostimulan dapat meningkatkan efisiensi pemupukan tanaman bawang merah hingga 50%.
Invensi ini berkaitan dengan metode ekstraksi RNA total dari jaringan tanaman tanpa menggunakan nitrogen cair. Khususnya, invensi ini berhubungan dengan metode ekstraksi RNA total melalui penggerusan tanpa menggunakan nitrogen cair sedemikian hingga diperoleh RNA total dengan kemurnian tinggi yang dapat digunakan untuk bahan deteksi virus dan viroid melalui teknik RT-PCR. Metode menurut invensi ini terdiri dari tahapan melakukan sterilisasi alat penggerus; mendinginkan alat penggerus steril; menyimpan alat penggerus pada suhu -20oC; menyiapkan sampel tanaman; menyiapkan alas es; meletakkan alat penggerus di atas es; memasukkan sampel dan buffer ekstraksi dalam alat penggerus; menggerus sampel; mengisolasi RNA dari sap/larutan homogen sampel; dan memperoleh RNA total. RNA total yang dihasilkan dapat langsung digunakan sebagai template dalam deteksi virus atau viroid dengan RT-PCR atau disimpan terlebih dahulu dalam suhu – 20 oC sampai akan digunakan.
Invensi ini berkaitan proses pembuatan tepung suweg termodifikasi(Amorphophallus campanulatus var. hortensis) yang telah ditingkatkan sifat fungsionalnya sedemikian hingga produk turunannya memiliki kandungan pati resisten yang tinggi dan aman di konsumsi oleh penderita penyakit diabetes tipe II. Tepung suweg termodifikasi diperoleh menggunakan metode Heat Moisture Treatment (HMT).Proses pembuatan tepung suweg termodifikasi sesuai invensi ini, terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: penimbangan; pengaturan kadar air; penyimpanan pada suhu dingin; penyimpanan pada suhu panas; pengeringan; penggilingan; dan pengayakan. Suatu tepung suweg termodifikasi sesuai invensi ini dapat digunakan sebagai bahan baku untuk biskuit dengan bahan-bahan tepung suweg termodifikasi, tepung pisang klutuk, maltodekstrin, vanili, bahan pengembang, susu skim, margarin, kuning telur dan gula zero kalori. Proses pembuatan tepung suweg termodifikasi dan biskuit pada invensi ini dicirikan dengan sifat fungsionalitas tepung suweg dengan menurunnya jumlah viskositas breakdowndan stabilitas terhadap proses pengadukan dengan penurunan nilai perubahan viskositas pada suhu 50 oC atau nilai viskositas setback.
Invensi ini berkenaan dengan metode analisis kandungan GABA (Gamma-Aminobutyric Acid) pada beras berpigmen untuk mendapatkan metode yang lebih cepat, sensitif dan spesifik. Beras mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin serat, mineral, protein, dan khususnya gamma-aminobutyric acid. GABA merupakan neurotransmiter penghambat dengan efek menguntungkan termasuk antihipertensi, menghambat proliferasi sel kanker dan membantu dalam mengobati beberapa gangguan kecemasan. Metode High Performance Liquid-Chromatography (HPLC) telah banyak digunakan untuk menganalisis bahan fungsional dalam makanan. Dalam invensi ini, GABA diderivatisasi dengan menggunakan dansyl klorida dan metode UFLC (Ultra-Fast Liquid-Chromatography) digabungkan dengan detektor Poly Diode Array (PDA) dan binary pump dan kolom Advance Bio Amino Acid Analysis (AAA) digunakan untuk mengukur kandungan GABA pada 17 beras berpigmen varietas lokal dan nasional dan diperoleh rataan kandungan GABA terukur pada 17 beras berpigmen dengan kolom AAA lebih tinggi dibandingkan kandungan GABA dengan metode lainnya. Oleh karena itu, metode HPLC yang diperoleh dalam invensi ini mudah, cepat dan sesuai untuk mendeteksi GABA pada beras berpigmen.
Invensi ini berhubungan dengan alat pendeteksi kesegaran rajungan berbasis bau/aroma dan warna yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan, miniplants, dan instansi pemerintah. Alat pendeteksi kesegaran rajungan menurut invensi ini terdiri dari beberapa bagian, meliputi kontainer boks penempataan rajungan, terdapat tiga sensor yang dihubungkan ke mikrokontroler, dan modul kamera dihubungkan ke perangkat pengolah data. Nilai hasil pengukuran sensor ditampilkan di layar dan disimpan dalam perangkat pengolah data. Gambar yang diambil modul kamera disimpan di perangkat pengolah data kemudian diolah dengan program untuk menghasilkan nilai warna (L, a, dan b). Alat pendeteksian kesegaran rajungan ini terinstal dalam satu kesatuan peralatan yang ringkas dan portabel. Semua bagian komponen alat pendeteksi ini dapat dipindah tempat dengan mudah karena tidak tertanam pada pondasi yang permanen. Dengan adanya tiga sensor dan satu kamera yang diintegrasikan menjadi satu kesatuan menjadikan alat ini dapat digunakan untuk mendeteksi kesegaran rajungan berbasis bau/aroma dan warna secara cepat dan praktis.
Invensi ini berkaitan dengan formula biokontrol berbentuk granul dan proses pembuatannya untuk mengendalikan jamur patogen Ganoderma boninense pada tanaman kelapa sawit. Bahan aktif yang digunakan adalah konsorsium bakteri serta ekstrak senyawa aktifnya, sedangkan bahan pembawa yang digunakan adalah tepung zeolit, bahan organik, arang aktif dan molases. Gipsum digunakan sebagai bahan perekat yang mudah terurai oleh mikroba tanah dan tidak mencemari lingkungan. Formula biokontrol ini terdiri dari 4 granul. Granul 1 diformulasi dengan bahan aktif bakteri Stenotrophomonas maltophilia S131. Granul 2 diformulasi dengan bahan aktif bakteri Bacterium BS1727. Granul 3 diformulasi dengan bahan aktif bakteri Bacterium BS1602. Granul 4 diformulasi dengan bahan aktif ekstrak senyawa aktif bakteri. Ke 4 granul diformulasi dengan bahan pembawa tepung zeolit, bahan organik, molases dan gipsum sebagai bahan perekat. Formula biokontrol ini dibuat dalam bentuk granul dengan ukuran dan jenis granul tertentu sehingga mudah dalam penyimpanan dan tahan lama. Formula biokontrol ini dapat menghambat pertumbuhan Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dengan nilai penghambatan lebih dari 50%.
Invensi ini berhubungan dengan primer spesifik untuk mendeteksi penanda gen melanocortin 4 receptor (MC4R) pada ayam, khususnya primer spesifik untuk mendeteksi penanda gen gen MC4R pada ayam lokal dengan metode deteksi menggunakan PCR sedemikian hingga diperoleh hasil deteksi berupa amplikon yang dapat divisualisasi dengan elektroforesis. Primer spesifik menurut invensi ini terdiri dari MC4R_FAL (5’- GAC ACT CCA GCC TCT CCA TT -3’) dan MC4R_RAL (5’- TGC ATG TGA TGA TGA CCC CT -3’). Primer spesifik tersebut digunakan dalam dalam metode deteksi gen MC4R pada ayam menggunakan PCR melalui tahapn melakukan ekstraksi sampel DNA, mencampur reaktan PCR dalam tabung PCR, memasukkan tabung PCR dalam mesin PCR, mengoperasikan mesin PCR dengan pengaturan tertentu, memvisualisasikan produk PCR dengan mesin elektroforesis, dan menentukan keberadaan gen MC4R berdasarkan hasil visualisasi DNA. Keberadaan penanda gen MC4R ditunjukkan dengan adanya pita DNA berukuran 491 bp pada visualisasi hasil deteksi menggunakan primer menurut invensi ini.