BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Rekayasa Keteknikan
Sistem Uji Pisau Panen Presisi

Sistem Uji Pisau Panen Presisi

Digunakan sebagai alat untuk menguji coba beberapa disain pisau yang akan digunakan untuk memanen sorgum. Sebelum pisau digunakan pada alat pemanen sesungguhnya, pisau diuji coba pada alat ini, sehinggadidapatkan pisau yang tepat untuk digunakan dan jumlah torsi yang dibutuhkan.

Rekayasa Keteknikan
Sistem Pakan Ikan Otomatis Presisi

Sistem Pakan Ikan Otomatis Presisi

Alat pemberi pakan: Kegunaan dari Perangkat pemberi pakan ikan otomatis adalah sebagai wadah pakan ikan sekaligus alat untuk pemberian pakan ikan. Alat pemberi pakan ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu wadah penyimpanan pakan yang berada dibagian atas, tutup wadah penyimpanan pakan yang berada dibagian paling atas, dan pemberi pakan ikan yang berada dibagian bawah. Alat pemberi pakan dibuat dengan tutup untuk menghindari pakan ikan tercampur dengan benda asing dan memudahkan jika ingin menambahkan pakan ikan. Perangkat akan mengeluarkan pakan ikan secara otomatis melalui roda gigi sesuai dengan yang telah diatur

Rekayasa Keteknikan
Perangkat Pemantauan Dan Kendali Otomatis Untuk Hidroponik Dan Perikanan

Perangkat Pemantauan Dan Kendali Otomatis Untuk Hidroponik Dan Perikanan

Kotak Panel : Kegunaan dari seperangkat kotak panel ini adalah sebagai wadah penghubung antara perangkat elektronik dengan sensor dan aktuator yang berada di lingkungan. Kotak panel dibuat kedap air untuk melindungi perangkat elektronik di dalamnya yang tidak tahan terhadap air. Produk ini memiliki bentuk kotak persegi panjang yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa pengguna. Semua bagian diletakkan dalam satu kotak panel (indikator, pompa, kabel, dll) dengan susunan sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan efisien. Selain itu kotak panel dibuat kedap air karena dibuat dengan material ABS (Acrulonitrile Butadiene Styrene) dengan IP66. Warna yang digunakan adalah abu-abu muda yang terlihat minimalis. Finishing dilakukan dengan teknik pelapisan yang memberikan tampilan halus dan mengkilap. Pada bagian lampu indikator warna yang digunakan adalah warna hijau dan merah. 1. Posisi indikator lampu, tombol, pompa dan kabel yang diatur dengan rapi dan efisien akan mempermudah pemakaian alat. 2. Desain kotak panel yang sederhana dengan tema minimalis menggunakan warna abu-abu dengan lapisan mengkilap dengan lampu indikator terdiri atas 2 warna merah dan hijau 3. Ukuran kotak panel yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa dengan material ABS rating IP66 yang kedap air.

Sosial Humaniora
Masyarakat Sipil Setara Gender: Meneropong Ornop Perempuan Indonesia Pasca-Reformasi

Masyarakat Sipil Setara Gender: Meneropong Ornop Perempuan Indonesia Pasca-Reformasi

Buku ini merupakan hasil kajian mendalam yang disusun oleh tim penulis dan peneliti di Tim Gender dan Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berfokus pada peran organisasi non-pemerintah (ornop) perempuan di Indonesia setelah era Reformasi. Menyoroti dinamika, tantangan, dan kontribusi ornop perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender, buku ini menawarkan wawasan yang komprehensif mengenai perjalanan panjang dan perjuangan yang telah mereka tempuh. Melalui serangkaian penelitian empiris dan analisis kritis, buku ini mengungkap bagaimana ornop perempuan telah menjadi agen perubahan dalam masyarakat, berkontribusi pada pemberdayaan perempuan, peningkatan partisipasi politik, dan penghapusan kekerasan berbasis gender. Tidak hanya itu, buku ini juga menyajikan studi kasus yang menggambarkan keberhasilan dan hambatan yang dihadapi oleh ornop perempuan dalam mencapai tujuan-tujuan mereka. Masyarakat Sipil Setara Gender: Meneropong Ornop Perempuan Indonesia Pasca-Reformasi adalah bacaan wajib bagi siapa pun yang tertarik pada isu-isu kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perkembangan masyarakat sipil di Indonesia. Dilengkapi dengan data dan fakta terkini, buku ini memberikan pandangan yang mendalam dan inspiratif tentang potensi besar yang dimiliki oleh ornop perempuan dalam membentuk masa depan yang lebih setara dan inklusif.

Energi
Proses Pirolisis Kontinu Sampah Campuran Menjadi Bahan Bakar

Proses Pirolisis Kontinu Sampah Campuran Menjadi Bahan Bakar

Invensi ini berhubungan dengan proses pengolahan sampah campuran berupa bahan organik dan anorganik dengan proses pirolisis untuk menghasilkan berbagai produk bahan bakar alternatif. Pengolahan ini dilakukan pada rentang suhu 400-500oC, tanpa tekanan, dan dalam suasana nir-oksigen. Proses pengolahan dilakukan dalam reaktor ulir berputar yang dipanaskan menggunakan suatu pemanas. Kondisi nir-oksigen dihasilkan dengan mengalirkan sejumlah gas nitrogen untuk proses pembilasan dan selama proses pirolisis berlangsung. Pemisahan produk dilakukan secara bertahap. Produk padat langsung diperoleh dari keluaran reaktor, produk cair diperoleh dengan mengembunkan uap panas yang keluar dari reaktor dalam pendingin bertingkat, dan produk gas tak mampu mengembun (uncondensable gas) diperoleh pada akhir proses pemisahan. Produk yang dihasilkan berupa minyak cair sebesar 50-60%, gas bakar 10-20%, dan produk char padat 20-30%. Semua produk cair, gas, dan padat dari proses pirolisis ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Jadi, invensi ini menitikberatkan pada proses pirolisis yang bisa menghasilkan berbagai produk bahan bakar alternatif dan mampu menangani sampah organik maupun anorganik yang sama maupun berbeda fase.

Energi
Sistem Pemusnah Sampah Komunal Menggunakan Integrasi Teknologi Gasifikasi, Pirolisis Dan Plasma

Sistem Pemusnah Sampah Komunal Menggunakan Integrasi Teknologi Gasifikasi, Pirolisis Dan Plasma

Invensi ini berhubungan dengan suatu alat pemusnah sampah rumah tangga skala komunal, yang ramah lingkungan, hemat energi, mudah dioperasikan, dengan emisi gas buang yang baik, serta memiliki banyak manfaat. Alat tersebut terdiri dari unit pemilah, gasifikasi diagonal, reaktor pirolisis, alat penukar panas (heat exchanger), wet scrubber dan unit plasma. Pada invensi yang dibuat, bahan polutan dipisahkan kemudian dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis, yang memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh insinerator diagonal, sehingga tidak diperlukan tambahan energi lagi. Pada invensi tidak diperlukan tungku ganda, atau pembakaran asap, karena prinsip gasifikasi adalah menghasilkan syngas yang mudah dibakar, sehingga api yang muncul dari insinerator gasifikasi akan lebih besar dan lebih panas, dengan pengaturan yang baik, maka tidak diperlukan pasokan oksigen tambahan dan emisi gas buang yang baik.

Kesehatan
Insinerator Untuk Pembakaran Sampah Medis

Insinerator Untuk Pembakaran Sampah Medis

Invensi ini bertujuan untuk menyediakan suatu insinerator pembakar sampah medis yang dicirikan dengan mempunyai dua ruang bakar yang terdiri dari ruang bakar utama untuk pembakaran sampah menjadi abu dan ruang bakar sekunder untuk pembakaran gas karbon monoksida yang dikandung gas buang menjadi gas karbon dioksida. Insinerator untuk membakar sampah medis menurut invensi ini memiliki dinding insinerator yang terbuat dari bata tahan api. Ruang bakar utama memiliki ruang abu yang terletak pada bagian bawahnya. Nosel udara ditempatkan pada bagian atas dari ruang bakar utama dan nosel udara utama ditempatkan pada bagian bawah dari ruang bakar utama. Antara ruang bakar utama dan ruang abu dibatasi oleh suatu grill. Dua pembakar utama ditempatkan pada bagian depan ruang bakar utama dan disusun secara paralel satu sama lain. Sedangkan ruang bakar sekunder memiliki nosel udara sekunder, dan ditempatkan pembakar sekunder di bawah nosel udara sekunder tersebut. Lubang abu dibuat pada bagian bawah ruang bakar sekunder. Antara ruang bakar utama dan sekunder dibuat suatu pembatas. Suatu cerobong dibuat pada bagian bawah ruang bakar sekunder yang berfungsi untuk mengeluarkan asap.

Kemaritiman
Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah

Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah

Invensi ini berhubungan dengan suatu kapal sungai, lebih khusus lagi suatu kapal sungai pengangkut timbulan sampah yang memiliki lambung kapal katamaran (double hull) berbahan lambung HDPE dan suatu konveyor sebagai penarik timbulan sampah di sungai yang disimpan dalam suatu bak sampah di bagian tengah belakang kapal dengan kapasitas 800 kg sekali angkut, dengan kecepatan kapal 10 knots sehingga kapal dapat beroperasi dengan cepat dan dapat digunakan untuk mengambil ulang timbulan sampah di sungai, berulang kali dalam satu hari. Kapal sungai pengangkut timbulan sampah pada invensi ini terdiri dari lambung kapal, atap kapal, mesin tempel, konveyor, yang dicirikan dengan lambung kapal tersusun atas dua lambung kapal berbahan high-density polyethylene; konveyor dipasang pada bagian depan lambung kapal sebagai pengangkut timbulan sampah, dimana konveyor terhubung dengan sistem hidrolis sebagai penggerak konveyor; bagian depan konveyor dilengkap alat pencacah yang dipasang melintang dari satu sisi konveyor hingga sisi lain dari konveyor; bak sampah yang terhubung dengan bagian belakang konveyor; dan jalur sampah keluar yang terhubung dengan bak sampah.

Energi
Perangkat Pengolah Sampah Menjadi Rdf (Refuse Derived Fuel) Dengan Teknologi Biodrying

Perangkat Pengolah Sampah Menjadi Rdf (Refuse Derived Fuel) Dengan Teknologi Biodrying

Invensi ini berhubungan dengan pengolahan sampah perkotaan menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) yang memanfaatkan teknologi biodrying. Tujuan dari invensi ini adalah menghasilkan teknologi pengolahan sampah kota yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Selain itu, invensi ini mendukung hilirisasi dan komersialisasi teknologi RDF, berkontribusi pada program pengurangan sampah pemerintah, serta meningkatkan daya saing industri energi alternatif di tingkat nasional. Teknologi RDF sesuai dengan invensi ini terdiri atas reaktor biodrying (1), blower (2), pipa udara (3), air collector (4), pipa aerasi (5), rangka penopang reaktor (6), box panel (7), dan alat monitoring (8). Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengolah sampah dengan kadar air tinggi dan menghasilkan bahan bakar alternatif RDF yang memiliki kadar air yang lebih rendah dan nilai kalor yang lebih tinggi. Invensi ini memiliki kelebihan, antara lain lebih hemat energi karena tidak menggunakan bahan bakar atau listrik untuk menghasilkan energi termal, melainkan menggunakan panas dari mikroorganisme aerob, yang efektif menurunkan kadar air sampah sebesar 29,36%. Teknologi biodrying ini juga fleksibel dalam mengolah berbagai jenis sampah organik. Selain itu, desain perangkat modular teknologi biodrying memungkinkan aplikasi pada berbagai skala, menjadikannya solusi unggul dalam pengeringan sampah perkotaan.

Rekayasa Keteknikan
Mesin Pencetak Paving Block Dari Sampah Plastik Kemasan Fleksibel

Mesin Pencetak Paving Block Dari Sampah Plastik Kemasan Fleksibel

Invensi ini mengenai mesin pencetak paving block dari sampah plastik kemasan fleksibel, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan alat yang berfungsi untuk memproses sampah plastik kemasan fleksibel satu lapis dan multi lapis seperti kantong plastik HDPE, kemasan makanan ringan, kemasan deterjen cair dan bungkus kopi instan menjadi produk paving block. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk menghasilkan mesin pencetak sampah plastik kemasan fleksibel menjadi paving block. Mesin ini memiliki dua fungsi yaitu melelehkan sampah plastik kemasan fleksibel serta menekan lelehan plastik ke dalam cetakan paving block. Mesin ini juga memiliki kapasitas bahan baku sebanyak 0,5 – 2 kg yang dapat dimasukkan sekaligus serta tanpa perlu melalui pencacahan. Tujuan lain dari invensi ini adalah menghasilkan mesin daur ulang sampah plastik kemasan fleksibel dengan biaya yang terjangkau dan dimensi yang kecil sehingga tidak memerlukan area kerja yang luas.

Energi
Mesin Termal Pemusnah Sampah Dengan Kompor Minyak Bertekanan Uap Air

Mesin Termal Pemusnah Sampah Dengan Kompor Minyak Bertekanan Uap Air

Mesin Pemusnah Sampah Metode Termal ini terdiri dari beberapa bagian penting. Bagian pertama terletak paling bawah yaitu kompor minyak bertekanan uap untuk pembakaran awal sampah. Kompor dilengkapi dengan katup pengaman yang disetel pada tekanan 4 bar. Uap bertekanan ini untuk membantu meningkatkan suhu dan tinggi semburan api kedalam ruang bakar. Bagian kedua yaitu silinder/drum pembakaran, didalamnya memiliki struktur keranjang besi penampung sampah. Silinder ruang bakar memiliki volume 200 liter dengan pintu pemasukan sampah di bagian samping berbentuk persegi empat yang memiliki tutup. Keranjang besi ini berbentuk silinder diberi jarak 10 cm dari dinding dalam silinder agar terjadi sirkulasi udara didalam ruang bakar. Udara tambahan dihembuskan dari blower memompa udara dari luar kedalam ruang bakar. Ditengah keranjang besi terdapat struktur batang besi tegak lurus keatas sebagai corong api pembakaran yang berasal dari kompor dibawahnya. Dengan formasi tersebut suhu didalam ruang bakar dapat mencapai 900 derajad Celcius. Pada bagian dinding luar silinder ditutup dengan bahan penahan panas tertentu. Bagian ketiga berupa silinder penampung air panas diatas ruang bakar, yang memiliki dasar penampung berbentuk kerucut dari plat besi. Bagian keempat berupa penyaring asap berbentuk silinder kosong untuk sirkulasi bercampurnya uap panas dengan asap. Bagian kelima berupa cerobong asap pembakaran dengan ketinggian tertentu.

Energi
Bentonite Teraktivasi Garam Sebagai Katalis Dalam Proses Produksi Bahan Bakar Cair Dari Sampah Plastik

Bentonite Teraktivasi Garam Sebagai Katalis Dalam Proses Produksi Bahan Bakar Cair Dari Sampah Plastik

Invensi ini berhubungan dengan bentonite teraktivasi garam, lebih khususnya suatu bentonite teraktivasi garam sebagai katalis dalam proses produksi bahan bakar cair dari sampah plastik dan proses sintesis dari bentonite ini dengan metode kalsinasi. Hasil karakterisasi menunjukkan adanya puncak serapan pada bilangan gelombang 3695 – 3623 cm-1 dengan intensitas sedang sampai tanjam yang merepresentasikan gugus peregangan OH dan terikat antarmolekul berupa senyawa asam karboksilat pada hasil FTIR. Hasil XRD menunjukkan katalis memiliki fase kristal heksagonal. Hasil uji SEM menunjukan katalis memiliki ukuran partikel lebih dari 2mm dan kurang dari 4 mm. Katalis berhasil meningkatkan rendemen dalam proses sintesis bahan bakar cair hingga mencapai 82% sementara yang tanpa katalis 68%.