Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini mengenai proses pembuatan inokulan cair dengan bahan aktif konsorsia 6 bakteri fungsional (Rossellomorea vietnamensis strain Azt 8.1, Bacillus altitudinis strain PK 5.1, B. tequilensis strain Azp 4.1, B.cereus strain Azt 5.2 dan B.cereus strain Azt 7.1 dan B.cereus strain Azt 9.1 dan ditambahkan 10 - 20% molases sebagai bahan pembawa. Kepadatan bakteri bahan aktif dalam formula inokulan cair berkisar antara 30 x 108 sampai 45 x 1010 cfu/ml). Bakteri tersebut mempunyai potensi sebagai bakteri pemacu pertumbuhan tanaman karena mempunyai aktivitas dalam melarutkan fosfat, penambat nitrogen, penghasil hormon pertumbuhan IAA, ACC de aminase, sidefore dan selulase. Aplikasi formula inokulan cair hasil invesi ini telah dilakukan pada bibit mangrove Brugeria sp.dan Rhizophora sp. Penggunaan inokulan cair hasil invesi ini dapat memberikan hasil yang positif terhadap pertumbuhan bibit mangrove Bruguiera gymnorhiza dan Rhizophora apiculata.
Invensi ini berkaitan dengan suatu alat untuk mendeteksi penyakit pada tanaman jagung, lebih khususnya suatu alat yang dapat dihubungkan dengan drone atau kendaraan beroda lainnya, seperti mobil, sepeda, atau sepeda motor, yang digunakan untuk mendeteksi penyakit pada tanaman jagung secara secara langsung dan real-time menggunakan kamera dan mikrokomputer. Alat ini terdiri dari kamera belakang (1) yang diletakkan pada belakang drone atau kendaraan yang terhubung dengan mikrokomputer (3); GPS (2) dan lidar (7) dan sensor ketinggian (6) yang terhubung dengan mikrokomputer (3) dan terletak di belakang kamera belakang (1); mikrokomputer (3) berfungsi sebagai pusat kendali, dicirikan dengan modul visual yang mampu mendeteksi penyakit dari tanaman jagung menggunakan citra yang diambil oleh kamera (1, 4); kamera depan (4) yang terletak di bagian depan alat dan berfungsi sebagai pengambil gambar yang hasilnya akan diproses di mikrokomputer (3); baterai (5) terhubung dengan catudaya mikrokomputer (3) yang berada pada bagian bawah alat.
Invensi ini berkaitan dengan formulasi dan proses pembuatan pupuk hayati memanfaatkan jamur tanah mikoriza sedemikian hingga memiliki keunggulan sebagai pelarut fosfat dan aktivitas sebagai agen hayati lainnya yaitu menyediakan hara dan air yang dibutuhkan oleh tanaman. Aspek pertama invensi ini yaitu formulasi pupuk hayati berbasis jamur tanah mikoriza yang terdiri dari: tanah, pupuk, benih tanaman yang dikarakterisasi berupa benih tanaman jenis rumput-rumputan (Famili Gramineae), dan jamur tanah mikoriza, yang dikarakterisasi tersusun atas Glomus aggregatum dan Acaulospora sp.. Sedangkan aspek kedua invensi ini yaitu proses pembuatan yang diawali dengan memasukkan tanah pada media tanam sebagai lapisan pertama. Kemudian mencampur tanah dengan pupuk NPK untuk pertumbuhan spora mikorisa. Selanjutnya menanamkan benih tanaman pada tanah lapisan kedua, menutup benih tanaman dengan tanah, dan melakukan penyiraman selama 10 minggu, yang dikarakterisasi dengan menambahkan pupuk. Setelah itu dilakukan pengeringan dengan cara menghentikan penyiraman selama 2 minggu. Bagian atas tanaman dipotong sehingga menyisakan bagian bawah tanaman berupa akar dan tanah. Selanjutnya melakukan pemanenan spora jamur mikorisa dalam bentuk padatan pada tanah dan akar tanaman, melakukan pencacahan pada bagian bawah tanaman, untuk kemudian memperoleh pupuk hayati dalam bentuk serbuk.
Invensi ini mengenai pijakan kaki piezoelektrik yang mampu menghasilkan energi listrik pada saat ditekan atau diinjak. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya mengenai penempatan elemen piezoelektrik keramik sehingga mampu menghasilkan energi listrik yang optimal. Selain itu, invensi ini juga bertujuan untuk mengurangi potensi kerusakan yang terjadi pada elemen piezoelektrik keramik pada saat ditekan atau diinjak. Invensi ini terdiri dari pijakan, landasan, baut dan mur, piezoelektrik keramik, dudukan, penekan, pegas, penahan, penyimpan daya, dan kabel. Invensi ini dicirikan memiliki dudukan piezoelektrik keramik yang terletak pada permukaan sisi atas landasan yang dicirikan memiliki bentuk silinder dengan diameter luar sama dengan diameter piezoelektrik keramik dengan bagian tengah berongga dan memiliki material bersifat keras. Selain itu, penekan piezoelektrik keramik yang terpasang pada sisi bawah pijakan juga dicirikan memiliki dimensi diameter lebih kecil daripada dimensi diameter rongga dudukan dan memiliki material bersifat lunak. Ciri selanjutnya yaitu pemasangan penahan yang berada diantara pijakan dan landasan untuk menghindari kerusakan piezoelektrik keramik berupa material bersifat lunak.
Invensi ini menyediakan suatu metode pembuatan membran polimer elektrolit padat baterai ion litium yang bahan utama berasal dari polimer alam. Metode ini mengusulkan beberapa langkah isolasi hingga sintesis di mana tahap awal melibatkan delignifikasi menggunakan reaktor delignifikasi, diikuti dengan proses pemutihan sederhana menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2), lalu dilanjutkan dengan proses alkalisasi dan karboksimetilasi dengan menggunakan natrium hidroksida (NaOH) dan monochloroacetic acid (MCA), langkah berikutnya dilanjut dengan pembuatan membran polimer elektrolit padat dengan tahapan mencampur sampel, mencetak campuran yang homogen, mengeringkan dan mengangkat membran polimer yang dihasilkan. Produk delignifikasi yang dihasilkan sebesar 22,14% terhadap biomassa pelepah sawit,dan produk pemutihan sebesar 55,98%, sedangkan produk CMC diperoleh rendemen sebesar 150,7% terhadap massa selulosa dan 43,09% terhadap nilai teori. Membran polimer yang dihasilkan pada invensi ini menunjukkan konduktivitas ion DC optimum sebesar 3,90 × 10- 7 S.cm−1 dengan penggunaan asam sitrat sebagai agen pengikat silang pada konsentrasi 15%. Sementara itu, konduktivitas ion DC optimum dari membran yang terkompleks dengan garam litium perklorat mencapai 1,01 × 10-4 S.cm−1 dengan komposisi membran MPE-TS-25 : sebesar 272,09 dan 328,91oC.
Invensi ini berhubungan dengan suatu proses dan media cair dalam proliferasi kalus embriogenik serta induksi akar dalam tahapan klonal tanaman kelapa sawit. Tahapan proses perbanyakan knonal kelapa sawit dalam invensi ini berkesinambungan seperti pada klaim 1, mulai dari sampling dan sterilisasi eksplan, menginduksi kalus, proliferasi kalus embiogenik menggunakan kultur cair, regenerasi embrio matang menjadi tunas, seleksi tunas dan induksi akar, seleksi planlet dan aklimatisasi, seleksi planlet dan pendewasaan benih normal dan penanaman di lapang, evaluasi buah nirmal dari benih klonal. Invensi komposisi media seperti pada klaim ke 2 terdiri dari Media cair proliferasi kalus embiogenik terdiri dari media MS degan penambahan Thiamine HCL 0.01-5 μM, Niacine 0.01-10 μM, Pyridoxine HCL 0.01–5 μM, 2.4D 0.01–50 μM, NAA 0.01-50 μM, glutamin 50- 100 μM, Casein Hydrolisat 0.1-5 %, Sukrosa 0.2-6% dan media induksi akar yang terdiri dari media dasar MS dengan penambahan NAA 0.01–50 μM yang dilengkapi bahan organic Casein hydrolisat 10–25%, sukrosa 0.3-8.5 %. Melalui invensi ini menghasilkan benih klonal kelapa sawit dengan tingkat abnormalitas buah rendah.
Invensi ini mengenai bioreaktor untuk proses pengolahan POME panas dan asam menjadi biogas dengan proses termofilik anaerobik didalam bioreaktor media statik, tanpa proses pendinginan dan penetralan pH (pre treatment). Dengan dipilihnya unit biodigester termofilik anaerobik ini, maka POME panas yang keluar dari pabrik minyak kelapa sawit, dapat diproses langsung menjadi biogas, tanpa pre treatment. Peningkatan suhu proses dalam invensi ini dengan memanfaatkan suhu POME panas sekitar 70oC langsung dimasukkan kedalam bioreaktor, sehingga menaikkan suhu didalam tangki bioreaktor dan terjadi kondisi termofilik sekitar 50oC. Tangki bioreaktor sebagai tempat pengolahan POME menjadi biogas, dilengkapi dengan pipa distribusi panas, dan diisi dengan material pengisi. Pipa distribusi panas sebagai unit termofilik berfungsi untuk mendistribusikan panas yang terkandung pada POME ke seluruh bagian bioreaktor dan menjaga kondisi proses tetap pada kondisi termofilik, sekaligus berfungsi sebagai pipa saluran masuk POME kedalam tangki bioreaktor. Bioreaktor ini disebut sebagai jenis media statik karena tangki bioreaktornya diisi dengan material pengisi, sehingga proses pengolahan POME dapat dilakukan pada pH rendah.
Indonesia mempunyai kekayaan biodiversitas mikrooraganisme seperti khamir dan saat ini tersiman sebagai koleksi dari Indonesian Culture Collection (InaCC). Invesi ini ini bertujuan untuk mengetahui potensi yeast lokal dalam menghasilkan selulase, melakukan imobilisasi dan karakterisasi suhu optimum selulase terimobil agar tercipta kemandirian enzim nasional untuk skala laboratorium maupun industri sehingga Indonesia tidak harus mengimpor standard enzim dari luar negeri yang mempunyai harga relative mahal. Metode invesi yang digunakan meliputi deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan 3 kali pengulangan. Hasilnya yaitu dari 100 isolat khamir yang diujikan terdapat beberapa kandidat khamir penghasil selulase; salah satunya Pseudozyma rugulosa InaCC Y335. Proses produksi, optimasi dan analisis enzim selulase dari P. rugulosa menghasilkan aktivitas tertinggi yaitu jam ke-48 sebesar 8,09 U/mL. Perlakuan terbaik terhadap selulase terimobil yaitu saat maltodekstrin 5%, dimana nilai aktivitasnya enzimnya 6,86 U/mL dan aktivitas spesifiknya 169,57 U/mg. Hasil uji karakteristik yaitu saat maltodekstrin 2,5% selulase terimobil optimum pada 80oC dengan aktivitas 6,19 U/mL sedangkan saat konsentrasinya 5% optimum pada 30oC dengan aktivitas 6,86 U/mL.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan konsorsium isolat mikroba untuk produksi biohidrogen melalui fermentasi gelap yang bersifat fakultatif anaerobik menggunakan media limbah cair kelapa sawit. Metode menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan melakukan pengambilan sampel limbah cair kelapa sawit; melakukan pengkondisian starter dari lumpur; melakukan penyiapan media fermentasi gelap; melakukan pengaturan pH media; melakukan inokulasi media limbah cair kelapa sawit terkondisi dengan starter lumpur; melakukan pengukuran produksi biohidrogen; menumbuhkan inokulum mikroba yang mampu memproduksi biohidrogen; melakukan inkubasi dalam kondisi anaerobik; mengisolasi koloni konsorsium mikroba yang tumbuh; melakukan validasi kemampuan produksi biohidrogen; memperoleh konsorsium isolat mikroba penghasil biohidrogen untuk produksi biohidrogen melalui fermentasi gelap fakultatif anaerobik menggunakan media limbah cair kelapa sawit. Konsorsium isolat mikroba yang diperoleh digunakan dalam proses produksi biohidrogen melalui proses fermentasi gelap fakultatif anaerobik menggunakan media limbah cair kelapa sawit dengan hasil produksi biohidrogen hingga sebesar 35%.
Invensi ini mengenai penggunaan nanopartikel silika sebagai filer in-organik dengan distribusi meso-makropori dengan ukuran 10-800 nm, didominasi makropori 100-400 nm membentuk komposit dengan nanoselulosa, poly(ethylene oxide) (Mw 200.000 s.d. 2.000.000) dan garam lithium bis(trifluoromethanesulfonyl)imide (LiTFSI) menjadi membran elektrolit padat untuk baterei lithium. Nanopartikel silika telah meningkatkan sifat elektrokimia khususnya stabilitas siklus charge-discharge dengan menghasilkan spesifikasi kapasiti di atas 120 s.d. 140 mAh/g. Pembuatan membran elektrolit padat ini dilakukan melalui tahapan proses, dengan H2O sebagai pelarut, tanpa pelarut organik maupun in-organik.
Invensi ini berhubungan dengan bahan pendar penyimpan yang dapat digunakan dalam pengukuran dosis radiasi dengan cara menangkap elektron yang tereksitasi oleh radiasi pengion, selanjutnya disebut sebagai dosimeter. Khususnya, penemuan ini berhubungan dengan dosimeter yang menggunakan pengotor unsur logam alkali dan logam tanah jarang dalam keadaan oksidasi trivalen +3. Invensi ini mengenai pembuatan serbuk dosimeter termoluminesensi berbahan kalsium sulfat terdadah natrium dan disprosium dengan metode kopresipitasi yang sensitif terhadap radiasi pengion. Serbuk dibentuk dari prekursor gabungan larutan kalsium klorida (CaCl2) dan disprosium klorida (DyCl3) yang diteteskan pada larutan natrium sulfat (Na2SO4) pada pH 5. Endapan kemudian dipisahkan, dikeringkan, dan dilakukan perlakuan panas pada suhu 650 derajat Celsius selama dua jam. Untuk membaca dosis radiasi yang tersimpan, bahan ini harus dipanaskan dengan laju pemanasan 16,67 derajat Celsius per detik hingga mencapai suhu 300 derajat Celsius. Selanjutnya, pemanasan dilakukan pada suhu tetap 300 derajat Celsius selama 15 detik. Didapatkan puncak pendaran tunggal pada suhu 230 derajat Celsius. Bahan ini dapat digunakan kembali setelah dilakukan pemanasan ulang sebagaimana saat pembacaan.
Invensi ini mengenai instalasi pencampur ganda didalam tangki biodigester yang secara praktis dan efektif dapat meningkatkan homogenitas limbah cair dan produksi biogas di dalam tangki biodigester. Tangki biodigester (1) pada invensi ini dibagi menjadi tiga ruang pencampur, yaitu ruang pengaduk mekanis dibagian tengah (A), ruang pengaduk gas/cairan dibagian samping (B), dan ruang pengadukan antara dibagian dasar (C).