BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Pangan
Sistem Uji Infiltrasi Air Tiga Arah Berbasis IoT

Sistem Uji Infiltrasi Air Tiga Arah Berbasis IoT

Invensi ini berhubungan dengan pengujian kecepatan infiltrasi air, khususnya berupa sistem dan metode untuk uji kecepatan infiltrasi air terhadap tanah tiga arah berbasis Internet of Things yang terdiri dari pipa tetes irigasi yang terdapat lubang untuk keluar tetes air, tangki air untuk menampung sejumlah air yang akan dialirkan, wadah tempat menampung sampel tanah yang akan diujikan, sensor kelembaban tanah, dan rangkaian datalogger (sistem untuk menyimpan data) untuk pantau dan menyimpan data hasil pengujian pada memory card dan mengirim data ke google sheets, sehingga kecepatan infiltrasi air terhadap sampel tanah yang diujikan dapat dipantau secara real time. Invensi ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan invensi-invensi terdahulu, dan tujuan khususnya untuk menyediakan suatu sistem dan metode untuk uji kecepatan infiltrasi air terhadap tanah tiga arah berbasis Internet of Things dengan cara mengalirkan air melalui lubang pipa irigasi tetes sehingga meresap perlahan ke tanah, kemudian merekam kecepatan infiltrasi air dengan menggunakan tiga buah sensor kelembaban tanah untuk mengetahui kecepatan infiltrasi ke arah vertikal atas, vertikal bawah, dan horisontal; rangkaian datalogger menyimpan kecepatan infiltrasi tersebut ke dalam sebuah memory card dan mengirim data ke google sheets.

Lainnya
Perbanyakan Anggrek Dendrobium secara Ex Vitro

Perbanyakan Anggrek Dendrobium secara Ex Vitro

Invensi ini mengenai Proses Perbanyakan Anggrek Dendrobium secara Ex Vitro, kegiatan perbanyakan bibit memerlukan sarana dan prasana serta protokol untuk pelaksanaannya. Dalam melaksanakan alur proses perbanyakan anggrek dendrobium secara ex vitro harus disiapkan lokasi pembibitan, sarana dan prasarana dan metode perbanyakan. Proses perbanyakan bibit anggrek dendrobium secara ex vitro dan aplikasi formula dengan alur proses yaitu: persiapan formula yang digunakan; persiapan media tanam yang digunakan potongan sabut kelapa yang disusun dalam baki-baki plastik; persiapan sumber eksplan untuk indukan sebagai bahan untuk dijadikan kebun pangkas; persiapan tanaman multiplikasi yang diambil dari kebun pangkas; melakukan perbanyakan bibit anggrek dendrobium secara massal yang diambil dari induk multiplikasi; dan menumbuhkan bibit menjadi bibit siap edar. invensi ini tidak membutuhkan biaya tinggi sehingga lebih murah, dengan aplikasi formula ex vitro inisiasi dan pertumbuhan tunas lebih cepat, bisa di produksi secara massal, proses produksi bibit tidak tergantung musim dan mutu bibit sesuai dengan induknya.

Rekayasa Keteknikan
Bioplastik Berbasis Tepung Pisang dengan Perlakuan Irradiasi Gamma

Bioplastik Berbasis Tepung Pisang dengan Perlakuan Irradiasi Gamma

Invensi ini berupa suatu formula dan proses pembuatan bioplastik dengan bahan tepung daging pisang dan tepung kulit pisang sebanyak 35:30, dan gliserol 35%; kemudian dicampurkan dengan mesin ektruder pada suhu 80-105oC; lalu menerapkan perlakuan irradiasi sinar gamma dengan dosis 10 kGy, 30 kGy, dan 50 kGy, dan hasilnya dicetak panas dengan teknik kompresi pada suhu 125 °C, tekanan 20 kgf/cm2 selama 5 menit, sehingga menghasilkan lembaran bioplastik. Berdasarkan invensi ini, diperoleh lembaran bioplastik yang memiliki nilai kuat tarik berkisar pada 0,911-1,219 MPa, elongasi 25,185-29,086%, dan modulus young 5,871-9,268%. Nilai kuat tarik setelah perlakuan irradiasi sinar Gamma terjadi peningkatan yang sangat siginifikan yaitu antara 203%- 273%. Demikian juga dengan kenaikan modulus Young berkisar antara 244%-386%.

Pangan
Pakan Ikan Air Tawar Diperkaya Crude Oligosakarida Alginat

Pakan Ikan Air Tawar Diperkaya Crude Oligosakarida Alginat

Invensi ini bertujuan menghasilkan formula pakan ikan yang diperkaya dengan crude oligosakarida alginat untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan air tawar.Metode pembuatan dengan, produksi crude oligosakarida alginat (OSA) menggunakan Sargassum sp pada dosis bakteri B. Megaterium S245 1-5%, waktu fermentasi 3-12 hari dan suhu fermentasi 28oC; Pembuatan pakan uji menggunakan formula yang diperkaya crude OSA yang terdiri dari: crude OSA 1-3%, tepung ikan 32%, tepung daging tulang 5%, tepung bungkil kedelai 22%, tepung dedak pollar 10%, tepung jagung 18-21%, minyak ikan 2%, minyak jagung 2%,tepung tapioca 4.5% (filler), premix vitamin dan mineral 1.48%, dan metionin-lisin 0.02%; Aplikasi pakan pada ikan mas berukuran 2.27±0.01 gram sebanyak 20 ekor per bak fiber (60x40x50 cm) selama 45 hari pemeliharaan. Parameter yang diukur: pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, sintasan, hematologi dan biokimia darah ikan. Hasil invensi memperlihatkan bahwa pakan yang diperkaya crude OSA mampu meningkatkan performa pertumbuhan ikan mas 2 kali lebih tinggi dibanding kontrol, mampu menurunkan rasio konversi pakan 2 kali lebih rendah dibanding kontrol serta mampu meningkatkan status kesehatan ikan, yang terlihat dari peningkatan sel darah merah dan sel darah putih.

Pangan
Pakan Buatan untuk Pematangan Gonad Induk Betina Ikan Kobia

Pakan Buatan untuk Pematangan Gonad Induk Betina Ikan Kobia

Invensi berkaitan dengan formulasi pakan buatan untuk pematangan gonad calon induk betina ikan Kobia dari oocyte tahap vitellogenesis sampai matang. Formulasi: peruvian steam dried fishmeal(PSDF) 36,15%; scallop liver powder (SCLP) 14,16%; squid liver powder (SLP) 22,80%; crude salmon fish oil (CSFO) 9%; Tapioka 15,28%; vitamin premix 0,20; vitamin C 0,02%; mineral mix 0,4%; phosporus 1%; CMC 1%; dijumlah menjadi 100%. Pembuatan pakan per 2 kg, diawali dengan pemilihan dan penimbangan bahan. Semua bahan, kecuali CSFO, dimasukkan dalam wadah dan diaduk merata (10 menit). Campuran ditambah air 1200 ml, diaduk merata (10 menit). Adonan dicetak dengan cetakan sosis berdiameter 2 cm, kemudian dipotong manual dengan pisau sepanjang 1,5 cm. Potongan pakan dikeringkan dalam oven (suhu 50oC, waktu 24 jam). Pakan dikeringanginkan. Pakan disemprot CSFO. Pakan ditimbang dan disimpan dalam kantong kemasan, diletakkan dalam ruangan bersih bersuhu 17 oC dan beralas. Pakan buatan mengandung protein (43 %), lemak (16 %), energi (417 kkal/100 g), kandungan n-3 HUFA 2,82 % dan ARA 0,149 % berat kering. Nilai GSI, diameter oocyte, TKG, POV dan POM adalah tidak berbeda nyata antara pakan buatan dan kontrol.

Pangan
Wadah Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau

Wadah Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau

Invensi ini berkaitan dengan suatu model alat budidaya berupa wadah budidaya pembesaran kepiting. Lebih khusus wadah pembesaran kepiting bakau dari ukuran 50 gram menjadi ukuran sekurangnya 150 gram. Wadah budidaya kepiting bakau ini berupa pipa pvc diameter 15 cm dengan ukuran tinggi 30 cm, dengan lobang-lobang di sepertiga bagian bawah tinggi pipa mengelilingi dinding wadah setinggi 10 cm dan di dasar wadah dengan menggunakan ukuran mata bor diameter 7 mm dengan jarak antar lobang 5 cm. Model pemasangan invensi ini dipasang di dasar kolam atau tambak pembesaran yang berjajar dengan jarak 5 cm antar wadah yang satu dengan lainnya. Posisi wadah pipa berdiri dengan 50% bagiannya terendam dalam air. Invensi ini menyediakan alat berupa wadah pemeliharaan pembesaran kepiting bakau yang praktis, mudah didapat dan dibuat dengan biaya murah serta dapat digunakan di hampir semua tempat. Alat ini juga tahan air laut tidak mudah pecah atau robek sehingga kepiting tidak mudah lepas, mudah dibersihkan, mudah dipindahkan, dan bisa ditempatkan di kedalaman yang rendah atau dangkal.

Rekayasa Keteknikan
Konstruksi Outlet Sentral Drain Kolam Geomembran HDPE dengan Flange dan Konektor

Konstruksi Outlet Sentral Drain Kolam Geomembran HDPE dengan Flange dan Konektor

Invensi ini mengenai konstruksi outlet sentral drain kolam geomembran HDPE dengan flange, baut-angkur, seal, konektor pipa nafas dan konektor saringan. Invensi ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan invensi sebelumnya. Invensi ini dilakukan dengan menempatkan konektor pipa nafas dan kelengkapannya di permukaan dasar kolam dan membuat pondasi di sekitar knee outlet untuk menempatkan baut-angkur. Geomembran HDPE digelar di dasar kolam kemudian dijepit dengan flange, seal yang diperkuat dengan mur-baut. Flange disini terbuat dari plat PVC 0,8 cm dengan lebar flange 8 cm yang dilengkapi lubang baut 1 cm dengan ukuran menyesuaikan diameter knee outlet. Seal terbuat dari karet busa tebal 0,5 cm dengan bentuk dan ukuran sama dengan flange dengan diameter lubang baut 0,8 cm. Kepala baut diameter 0,8 cm panjang 13 cm dilas pada angkur kawat 0,8 cm berbentuk lingkaran. Konektor pipa nafas terdiri pipa PVC, knee dan tee berbentuk persegi empat, dipasang di luar knee outlet. Konektor saringan outlet dibuat dengan mengelas socket pipa saringan pada lubang pipa standing saringan persis di atas knee outlet. Ukuran flange, seal, angkur, jumlah baut, konektor pipa nafas dan konektor saringan menyesuaikan ukuran knee outlet kolam.

Pangan
Metode Perbanyakan In Vitro Bawang Putih Doulu dari Umbi

Metode Perbanyakan In Vitro Bawang Putih Doulu dari Umbi

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode perbanyakan tanaman bawang putih Doulu Allium sativum secara in vitro yang berasal dari umbi. Hasil yang diperoleh dari proses ini berupa bibit tanaman yang seragam, dan dapat diproduksi sepanjang musim serta berkesinambungan. Tahapan metode dari invensi ini meliputi sterilisasi umbi untuk menghasilkan kultur tunas bawang putih Doulu, dilanjutkan dengan perlakuan inisiasi dan perbanyakan tunas dengan berbagai macam sitokinin serta berbagai konsentrasi. Setelah itu hasil dari pengamatan perbanyakan minggu ke delapan dianalisis klorofil dan karetenoidnya. Hasil yang diperoleh melalui proses ini didapatkan tanaman bawang putih Doulu yang seragam, dan tersedia sepanjang waktu.

Energi
Green Reduksi Grafena Oksida dengan Ekstrak Jambu Biji

Green Reduksi Grafena Oksida dengan Ekstrak Jambu Biji

Invensi ini mengungkap suatu metode pembuatan grafena oksida tereduksi (rGO) menggunakan green reductor ekstrak jambu biji (Psidium guajava) beserta karakteristik produk yang dihasilkannya. Metode sebagaimana invensi ini terdiri dari dua tipe yaitu menggunakan ekstrak encer dan pekat. Tahapan proses untuk metode ekstrak encer terdiri dari: menghancurkan buah jambu biji dan diambil jusnya, mengencerkan ekstrak jambu biji dengan menggunakan akuades, mensonikasi, mensentrifugasi dan mengambil supernatan ekstrak jambu biji, menambahkan GO dalam ekstrak, mensonikasi, menambahkan NaOH hingga didapatkan pH 12, melakukan pengadukan selama 1 – 2 jam, mengukur UV Vis larutan setiap waktu tertentu, mensentrifugasi larutan, mencuci endapan, mengeringkan endapan, menghaluskan sehingga pada akhirnya mendapatkan rGO berbentuk serbuk kehitaman. Dalam metode dengan ekstrak pekat dilakukan tahapan proses yang sama dengan metode ekstrak jambu biji encer hanya saja tidak ada penambahan akuades ke dalam ekstrak jambu biji. Hasil akhir dari metode ini adalah rGO yang mengandung unsur karbon dan oksigen dengan komposisi persentasi atomik C = 76, 9 dan O = 23,1 untuk rGO ekstrak jambu encer dan persentase atomik C = 85,4 dan O = 14,6 untuk rGO ekstrak jambu pekat; memiliki serapan UV-Vis pada panjang gelombang 264-268 nm; memiliki karakter difraktogram rGO yang ditunjukkan dengan puncak 2θ pada 22,8 °.

Pangan
Bio-Seed Coating Nanopartikel Kitosan dan Trichoderma asperellum untuk Benih Cabai Merah

Bio-Seed Coating Nanopartikel Kitosan dan Trichoderma asperellum untuk Benih Cabai Merah

Invensi ini berkaitan dengan pencampuran jamur Trichoderma asperellum dengan bahan berukuran nanopartikel berupa kitosan dan cross-linker sodium tripolyphosphate, serta metode pelapisan campuran tersebut terhadap benih cabai merah. Selain itu dijelaskan juga tentang pengaruh campuran jamur dan kitosan nya terhadap perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai merah. Proses pembuatan formulasi bio-seed coating disiapkan dengan mencampur spora jamur T. asperellum dengan larutan kitosan dan STPP, selanjutnya campuran ini dicampur dengan proses pengadukan oleh magnetic stirrer, kemudian diinkubasi untuk terjadinya proses pembentukan nanopartikel. Campuran ini dipisahkan antara bagian padat dan cairan dengan sentrifugasi, kemudian bagian padat ini disimpan sebagai bahan formulasi bioseed-coating. Formulasi ini telah lolos uji kompatibilitas dengan nilai inhibisi negatif sehingga digunakan lebih lanjut sebagai bahan pelapis benih cabai. Proses pelapisan benih cabai diawali dengan perendaman, sterilisasi permukaan dan pelapisan benih dengan campuran formulasi bioseed-coating sesuai invensi ini. Evaluasi asesmen terhadap perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai mengindikasikan bahwa konsentrasi formulasi bioseed-coating 25 mg/ml dengan nilai daya kecambah dan potensi tumbuh maksimum sebesar 87%, indeks vigor dan keserempakan tumbuh 70%, serta panjang akar 2,9 cm setelah 14 hari setelah tanam.

Pangan
Bioplastik Berbasis Agar, Pati Singkong, dan Gliserol–PBS

Bioplastik Berbasis Agar, Pati Singkong, dan Gliserol–PBS

Invensi ini berupa suatu metode pembuatan bioplastik dengan 2 formulasi yaitu tepung agar, gliserol, polibutilena suksinat (PBS)(TP) dan pati, gliserol, PBS (PP). Metode pembuatan campuran bioplastik pada invensi ini dilakukan dengan pencampuran tapung agar atau pati dengan gliserol (65:35). Campuran tapung agar atau pati ditambahkan PBS.Selanjutnya melakukan pencampuran pada rheomix pada suhu 135-140°C selama 10 menit. Sebanyak 5 gram hasil rheomix dicetak menggunakan teknik kompresi pada suhu 135-145°C selama 10 menit dengan tekanan 10 bar dan terbentuk lembaran film. Selain itu, hasil rheomix dicetak dog bone menggunakan injection molding. Berdasarkan invensi ini, diperoleh karakteristik bioplastik yaitu FTIR yang menunjukkan adanya puncak baru, pergeseran bilangan gelombang, dan perubahan intensitas pada TP dan PP menunjukkan bahwa bioplastik tercampur rata, suhu leleh berkisar 79,60-109,2oC (TP) dan 83,1-93,6oC (PP), kuat tarik berkisar 17,61-22,04 Mpa (TP) dan 2,84-12,56 Mpa (PP), kelarutan dalam air berkisar 23,24-75,77% (TP) dan 8,91-48,89% (PP), laju transmisi uap air melalui TP dan PP berkisar 254,21-600,71 g/m2d dan 552,58-848,12 g/m2d. Degradasi pada tanah berkisar 12,66-16,20% (TP) dan 9,22-12,52% (PP), selain itu untuk degradasi air laut berkisar 18,96-70,01% (TP) dan 30,43-83,54% (PP).

Rekayasa Keteknikan
Detektor Hara Tanah Portabel untuk Monitoring NPK dan Kualitas Tanah

Detektor Hara Tanah Portabel untuk Monitoring NPK dan Kualitas Tanah

Invensi ini mengenai detektor hara tanah portabel, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan detektor untuk mengetahui kadar hara N, P, K, pH, EC, kelembaban dan temperatur tanah secara realtime di lapangan; menetapkan status hara tanah N, P, dan K; serta menetapkan kebutuhan pupuk N, P, dan K untuk tanaman padi, jagung, kedelai, kacang hijau, dan ubi jalar di lahan sawah. Invensi ini portabel sehingga bisa dijinjing ke lahan sawah yang dituju.