Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini mengenai komposisi dan proses pembuatan bahan baku margarin yang kaya kandungan beta karoten serta produk yang dihasilkan. Komposisi terdiri dari stearin kelapa sawit (60% berat), minyak biji sawit (15-30% berat) dan minyak sawit merah (10-20% berat). Stearin kelapa sawit yang telah dipanaskan pada wadah tertutup pada suhu 60oC, ditambahkan dengan minyak biji sawit dan minyak sawit merah. Proses pembuatanya dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim Thermomyces lanuginose dengan waktu inkubasi 2-6 jam.Campuran minyak dihomogenkan secara perlahan dan ditambahkan 5% (berat) enzim Thermomyces lanuginose, selanjutnya ditempatkan ke dalam inkubator suhu 65oC dan dilakukan pengadukan pada kecepatan 200 rpm selama 2-6 jam. Enzim dipisahkan dari lemak termodifikasi melalui penyaringan. Kandungan beta karoten dalam bahan baku margarin sebanyak 2,8 – 9,8 ppm. Produk - produk bahan baku margarin yang dihasilkan memiliki karakteristik yang sesuai untuk margarin oles dan margarin untuk industri.
Invensi ini berkaitan dengan suatu makanan berbahan dasar tepung dan ikan kurisi atau biasa disebut cilok, lebih khususnya makanan berbahan dasar tepung dan ikan kurisi yang telah diuji secara organoleptik, proksimat, dan mikrobiologi, sehingga menghasilkan produk cilok ikan yang sehat, bercita rasa tinggi, bergizi, dan aman dikonsumsi. Komposisinya terdiri dari lumatan daging ikan kurisi 20,0%-30,0%; tepung tapioka 30,8%- 33,5%; tepung terigu 10,8%-14,4%; bawang putih halus 2,8%-3,0%; garam 2,5%-2,6%; daun bawang 2,3%-2,4%; merica bubuk 0,1%; kaldu bubuk 0,3-0,4%; air 20,0%-24,0%. Tahapan proses pembuatannya terdiri dari: membuang sisik dan isi perut ikan; memisahkan daging ikan dan mencucinya hingga bersih; melumatkan daging ikan dalam mesin pelumat; menambahkan garam kemudian dilumatkan; menambahkan bahan-bahan lain kemudian dilumatkan hingga halus; menambahkan irisan daun bawang dan mengadon menjadi adonan cilok; menimbang adonan cilok dan mencetaknya menjadi bulat; merebus cilok dengan kali dua perebusan; mencelupkannya ke dalam air dingin; mendinginkan dengan kipas angin; mengemas dengan plastik vakum dan menyimpannya dalam lemari beku. Cilok ikan kurisi dapat digunakan sebagai makanan sehat, bergizi, aman untuk dikonsumsi, dan mudah diterapkan di UMKM.
Invensi ini berkaitan dengan suatu komposisi dan penggunaan campuran spora bakteri Bacillus mojavensis TMG04 dan streptomyces vc100 dalam bentuk pelet dan granul, bersatu dengan pupuk menjadi suatu bahan pembenah tanah. Spora bakteri ini ditumbuhkan pada media kaldu sporulasi. Bahan pembenah tanah ini akan menjunjang stabilisasi agregat tanah, melindungi akar tanaman dan meningkatkan efisiensi pemupukan bagi pertumbuhan tanaman pada suatu lahan kristis, yaitu lahan berpasir, kering dan miskin hara.
Invensi ini berkaitan dengan metode rekayasa sel mamalia untuk mengekspresikan reseptor rekombinan secara stabil menggunakan lentivirus rekombinan. Invensi ini melibatkan metode sintesis lentivirus rekombinan, transduksi lentivirus pada sel 293 dalam format 24-well plate, dan seleksi dengan antibiotik G418 untuk skrining sel rekombinan. Dengan menggunakan protokol yang diklaim dalam invensi ini, sel rekombinan yang stabil mengekspresikan hACE2 telah berhasil diperoleh. Klaim invensi meliputi, perbandingan plasmid untuk melakukan ko-transfeksi pada sel 293T dalam rangka sintesis lentivirus, jumlah lentivirus yang digunakan pada prosedur transduksi, dan seleksi sel rekombinan menggunakan G418 meliputi konsentrasi antibiotik dan waktu seleksi.
Invensi ini berkaitan dengan suatu hidrogel dari bahan polimer alam (organik) berupa semi murni kappa karaginan dan konjac yang berikatan silang dengan bahan pengisi KCl sedemikian hingga dapat terurai secara alami, memiliki sifat biokompatibel, nilai sifat mekanis yang tinggi dan kapasitas retensi air yang besar. Komposisi 46% SMK, 31% konjac, dan 23% KCl dirancang untuk meningkatkan kapasitas retensi air hidrogel dengan cara mencampur SMK dan konjac dalam air pada suhu ruang hingga tidak ada gumpalan; memanaskan campuran hingga suhu 80oC; menambahkan 23% KCl ke dalam larutan yang masih panas; mendinginkan larutan hingga suhu ruang dan terbentuk gel; mengeringkan gel dalam oven pada suhu 40-500C selama 12 jam hingga terbentuk lembaran; memotong-motong lembaran hidrogel hingga berukuran 1-2 cm; dan menghaluskan potongan lembaran hidrogel menggunakan mesin penepung hingga diperoleh butiran hidrogel berukuran 60-80 mesh. Invensi ini telah diaplikasikan dalam media pesemaian cabai yang menunjukkan indikasi peningkatan signifikan dalam kapasitas retensi air pada media tanam yang diberi hidorgel organik, penurunan laju penguapan air, dan peningkatan panjang akar lebih besar dari 20% dibandingkan dengan media tanam yang menggunakan tanah dan pupuk kendang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan meningkatkan daya serap hara, dan ramah lingkungan.
Invensi ini berkaitan dengan serbuk minuman antosianin ubi jalar ungu yang dibuat melalui teknik kokristalisasi dengan menggunakan bahan utama, yaitu ekstrak antosianin ubi jalar ungu dan sukrosa (gula). Invensi yang juga berkenaan dengan proses pembuatan serbuk minuman antosianin ini mencakup beberapa tahapan proses, yaitu ekstraksi antosianin ubi jalar ungu, pemekatan ekstrak antosianin ubi jalar ungu, kokristalisasi antosianin ubi jalar ungu menggunakan sukrosa, pengeringan serbuk kristal antosianin, penggilingan, pengayakan, dan pengemasan. Proses ekstraksi antosianin dari ubi jalar ungu menggunakan pelarut yang aman dan halal yaitu air yang diasamkan dengan asam sitrat. Sementara itu, proses kokristalisasi menggunakan prinsip rapid cooling crystallization. Hasil uji kimia menunjukkan bahwa serbuk minuman antosianin dengan penambahanan ekstrak antosianin sebanyak 7,5% (% volum ekstrak per berat air dan gula) yang diekstrak menggunakan pelarut asam sitrat 1% memiliki karakteristik kimia, yaitu total antosianin sebesar 30,18 mg ekivalen sianidin-3-glukosida/ 100 g serbuk, total polifenol sebesar 204,44 mg ekivalen asam galat/ 100 g serbuk, dan antiradical power (ARP) sebesar 522,25 mg DPPH / g serbuk.
Invensi ini mengenai mesin pemanas berbahan bakar biopelet, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan mesin pemanas dengan desain khusus sehingga pengguaan bahan bakar biopelet dapat dipergunakan secara optimal. Mesin pemanas berbahan bakar biopelet terdiri dari: (1) tempat penampung biopelet (hopper) dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik fisik biopelet densitas kamba (bulk density) dan sudut curah (angle of repose) dengan kemiringan dinding penampung sedemikian rupa senhingga biopelet tidak mampat pada lubang pengumpanan dan ulir pengumpan (2), dengan desain ulir pengumpan yang efektif mendorong dan mengumpankan biopelet ke ruang pembakaran melalui saluran pengumpan (3) sesuai jumlah dan waktu tanpa terjadi kerusakan fisik biopelet (patah), jumlah bahan bakar biopelet yang masuk ke dalam ruang pembakaran (4) setara dengan hembusan udara dari kipas penghembus (blower) (7) sehingga panas pembakaran yang dihasilkan optimal yang ditandai sisa hasil pembakaran dan emisi gas buang yang minimal.
Invensi ini mengungkapkan suatu perangkat portabel berbasis inframerah dekat untuk mendeteksi kandungan total fosfor pada sampel tanah secara langsung di lapangan. Perangkat ini terdiri atas komponen-komponen fungsional, meliputi kotak penutup, layar penampil, modul rangkaian elektronik, sumber cahaya LED, modul pemancar cahaya, sensor cahaya, modul sensor, sistem optik berupa kotak prisma optik, prisma optik, penutup optik, serta sekrup penyetel optik untuk pengaturan posisi optik terhadap sampel. Sampel tanah ditempatkan pada cawan Petri yang diletakkan di dalam baki penggeser pada kompartemen dasar. Perangkat ini juga dilengkapi dengan sumber daya internal berupa baterai dan/atau konektor daya eksternal. Proses kerja perangkat melibatkan pemancaran cahaya dari LED menuju sampel, deteksi pantulan oleh sensor, pemrosesan sinyal oleh rangkaian elektronik, dan penayangan hasil secara real-time pada layar penampil. Perangkat ini memungkinkan pengukuran kandungan fosfor tanah secara cepat, praktis, dan akurat tanpa memerlukan laboratorium.
"Kompor terdiri dari dua tabung silinder luar dan dalam, diantara keduanya terdapat celah berongga untuk aliran udara yang ditiup kipas angin dari sumber listrik AC atau DC. Kedua tabung dalam dan luar disatukan dibagian atas dengan sambungan las sedemikian rupa pada cerobong api. Diatas cerobong api yang menyembur dari ruang dibuat dudukan penyangga peralatan masak. Bahan bakar kayu dimasukkan melalui lubang berbentuk bulat dengan pintu besi pada dinding silinder luar sampai ke dalam ruang bakar. Lubang pintu bahan bakar harus selalu ditutup rapat dengan pengunci pada saat pengoperasian agar asap tidak bocor keluar yang dapat mengganggu lingkungan. Kipas angin dipasang lurus mendatar pada dinding samping menembus tabung silinder luar masuk kedalam celah rongga diantara tabung silinder dalam. Pompa dilengkapi dengan katup pengatur udara. Udara dari pompa tiup akan mengalir kedalam ruang bakar melalui lubang-lubang berjumlah 57 buah yang dibuat pada dinding silinder dalam. Letak dan jumlah lubang pada bagian bawah, tengah dan atas dibuat sedemikian rupa agar dapat menghasilkan aliran udara yang berputar spiral didalam ruang bakar agar terjadi proses gasifikasi yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran yang sempurna. Tabung silinder bagian luar dapat dilengkapi dengan isolator bahan penahan radiasi panas sebagai pelindung untuk menjaga keamanan pengguna. Klaim: Bentuk dan Konfigurasi"
Telah diungkapkan dalam penemuan ini suatu biskuit yang terbuat dari tepung daun kelor 5%-5,5%; tepung hidrolisat kedelai 7%-7,5%, tepung terigu protein rendah 20%-20,5%, butter 4%-4,5%, gula aren 18,5%-19%, telur ayam segar 5%-5,5%, tepung telur 1,5–2,0%, susu skim 4,0–4,5%, pati kentang 6,0–6,5%, pati termodifikasi 6,0–6,5%. Dalam satu takaran saji (32 gram, atau 4 keping) memiliki total kalori 160 KKal, energi dari lemak 80 Kkal, total lemak 8g, lemak jenuh, kolesterol 15mg, total karbohidrat 18g, serat pangan 1g, gula 7g, protein 3g, kalsium 2078 mg/kg, asam folat 200 μg/kg, besi 27mg/kg dan Seng 11 mg/kg. Biskuit ini dapat digunakan sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan asupan gizi harian anak balita dibawah dua tahun yang bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak kurang gizi, anak yang terindikasi stunting dan anemia.
Invensi ini mengenai produk keju mozzarella yang praktis dapat dikonsumsi langsung maupun digunakan sebagai topping pada berbagai makanan. Produk ini diperkaya dengan vitamin D sehingga memiliki nilai tambah dari segi kesehatan dan terbuat dari susu sapi segar lokal Indonesia. Komposisi produk keju mozzarella terdiri dari susu sapi segar lokal Indonesia sebanyak 10 liter untuk mendapatkan 100 g keju, premiks vitamin dan mineral (0,1 – 0,2% b/v), asam sitrat (0.20 - 0.30% b/v), rennet mikrobial cair (0.05 – 0.15% b/v) dan air garam (2 – 4% dari berat curd). Produk keju mozzarella yang dihasilkan ini memiliki keunggulan yaitu mengandung kalsium sebesar 36,88-38,61 mg/liter dan kandungan vitamin D sebesar 3,12 - 3,74 mcg/100g. Selain itu, karakteristik produk keju mozzarella yang dihasilkan antara lain elastic limit (batas elastis) atau tensile strength (kekuatan tarik) 17,541 – 35,864 gf; warna mendekati putih kekuningan dengan nuansa hijau; kadar air 55,0–60,0%; kadar abu 2,5-4,0%; lemak total 11,36-12,86%; protein 22,28-23,13%; karbohidrat 8,36-8,86%.
Invensi ini mengungkap mengenai produksi vaksin Trivalen-SA (Streptococcus agalactiae [biotipe-1]), (S. agalactiae [biotipe-2]), dan Aeromonas hydrophila; yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan spesifik (antibodi) terhadap koinfeksi bakteri patogen pada ikan nila. Adapun proses pembuatan vaksin ini terdiri dari 4 tahapan utama, yaitu penyiapan working seed, produksi antigen dan larutan baku vaksin, sterilitas dan viabilitas vaksin, dan produksi vaksin trivalen-SA.