BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Transportasi
Wahana Apung Pesawat Terbang

Wahana Apung Pesawat Terbang

Wahana apung (floater) berguna untuk memberikan daya apung bagi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat di lingkungan perairan. Wahana apung ini memiliki bentuk silinder secara melintang pada badan depan hingga belakang dan memiliki lambung berbentuk V tanpa chine pada lambung depan dari wahana apung.

Pangan
HybridGlow PhotoBioreactor

HybridGlow PhotoBioreactor

Invensi ini berkaitan dengan alat fotobioreaktor hibrida yang mampu memfasilitasi terjadinya reaksi gelap-terang dalam satu proses berurutan dalam satu sistem. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi biomassa kultur mikroalga/sianobakteria yang termonitor parameter proses pertumbuhannya secara waktu nyata. Alat ini secara fungsion terbagi atas lima gugus, yaitu terdiri atas 1) satu unit bioreaktor panel datar tertutup ; 2) satu unit platform sumber cahaya; 3) satu unit pompa pemindah suspensi kultur mikroalga; 4) satu unit bioreaktor tabung gelap terbuat dari bahan tidak tembus cahaya sebagai tempat berlangsungnya reaksi gelap; dan 5)satu modul data logger untuk memonitor parameter proses fotosintesis, Pengaturan rasio waktu tinggal kultur mikroalga dalam bioreaktor panel terang tempat berlangsungnya reaksi terang dan waktu tinggal dalam bioreactor tabung gelap tempat berlangsungnya reaksi gelap, diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh kondisi operasi yang efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan mikroalga.

Rekayasa Keteknikan
AquaSpan Float Connector

AquaSpan Float Connector

Invensi ini mengungkap mengenai suatu batang berongga sebagai penghubung horizontal untuk menahan beban dan mempertahankan posisi pelampung kembar pada saat pesawat amfibi beroperasi. Invensi ini terdiri dari batang utama, rongga ganda, penampang tegak tambahan, serta bentuk chamfer yang berfungsi untuk memperingan massa penampang tegak tambahan dan mengurangi konsentrasi tegangan. Bahan baku pembentuk batang berongga ini terdiri bahan serat, sebanyak 55-70% volume dan bahan resin, sebanyak 30-45% volume. Metode pembuatan batang berongga sesuai invensi ini terdiri dari membuat cetakan, memotong bahan baku serat, mengaplikasikan bahan baku serat secara pada cetakan, membuat penampang tegak, menyisipkan dan menyambungkan penampang tegak untuk menghasilkan rongga di dalam cetakan, menyiapkan proses vacuum, mem-vacuum, memeriksa kebocoran, membiarkan dalam kondisi vacuum, memanaskan, mendinginkan, melepas dari cetakan dan melakukan finishing berupa penghalusan serta pengecatan hingga didapat sebuah batang berongga penyambung horizontal pada pesawat amfibi.

Transportasi
AeroFloat QuadChine

AeroFloat QuadChine

Wahana apung (floater) berguna untuk memberikan daya apung bagi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat di lingkungan perairan. Wahana apung ini memiliki bentuk silinder secara melintang pada badan depan hingga belakang dan memiliki 4 chine pada lambung depan dari wahana apung.

Energi
Lembaran Anoda Baterai

Lembaran Anoda Baterai

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pembuatan lembaran anoda baterai menggunakan karbon dari batubara khususnya coalite yang telah mengalami katalisasi dan grafitisasi oleh partikel Fe dan adanya KOH di proses pembentukannya, yang terdiri dari beberapa tahapan: pertama proses karbonisasi batubara menggunakan metode pirolisis udara terbatas pada 450-500 °C selama 7-30 menit menjadi karbon coalite; dilanjutkan proses impregnasi coalite dalam larutan iron (III) chloride hexahydrate dan adanya kalium hydroxide sambil dilakukan pengadukan dan pemanasan pada 80oC hingga kering; kemudian dilakukan proses pirolisis pada 900-1300 oC selama 2 jam dalam kondisi atmosfer nitrogen; lalu dilakukan pencucian, pengeringan dan penghalusan membentuk serbuk karbon graphitic; selanjutnya pembentukan lembaran dengan mencampurkan karbon graphitic dengan carbon black ke dalam larutan polimer polyvinylidene fluoride dan N-methyl pyrrolidone, dilakukan pengadukan dan pemanasan pada 60-80 oC sampai membentuk slurry; kemudian pencetakan menggunakan teknik doctor blade diatas kertas tembaga dan dikeringkan menjadi lembaran dengan ketebalan 50-80 μm. Resistansi lembaran graphitic dari coalite nilainya 27-36 Ω dan kapasitas penyimpanan-pengosongan sebesar 0,1-0,17 Ah/g, sedangkan lembaran anoda grafit komersil dengan komposisi dan proses pembentukan yang sama nilainya 29 Ω dan kapasitasnya sekitar 0,3 Ah/g, hingga karbon graphitic dari coalite batubara ini sangat memiliki potensi sebagai bahan anoda baterai ion-Litium atau baterai ion-Natrium.

Pangan
Inovasi Protein Ikan Layang Hidrolisat sebagai Bahan Fungsional Bernutrisi Tinggi

Inovasi Protein Ikan Layang Hidrolisat sebagai Bahan Fungsional Bernutrisi Tinggi

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan tepung hidrolisat protein ikan layang dengan teknik steam blasting dan hidrolisis enzimatis dengan tujuan untuk mengurangi bau amis dan meningkatkan daya cerna protein. Untuk proses produksi hidrolisat protein yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu: membuat filet ikan layang, mencuci filet ikan, steam blasting filet ikan pada tekanan 2-3 bar selama 10-20 menit, menambahkan air 1:2, menghaluskan ikan menggunakan blender, hidrolisis enzimatis menggunakan enzim bromelin pada perbandingan 1:1500 selama 2 jam pada suhu 60oC, inaktivas enzim pada suhu 80-90 oC selama 10-15 menit, mengeringkan hidrolisat protein ikan, menghaluskan hidrolisat protein ikan kering. Karakteristik hidrolisat protein ikan layang memiliki kadar air sebesar 2,81 – 5,29%; kadar protein sebesar 73,55 – 80,36%; kadar abu sebesar 3,47 – 4,84%; kandungan lemak sebesar 2,03 – 4,3%; kelarutan protein 13319,01 -23557,11 ppm; daya cerna protein oleh 3 enzim pencernaan (tripsin, kemotripsin dan pankreatin) sebesar 82,81 – 109,89%; berat molekul protein/peptida berkisar antara 5 – 15 kDa; pembauan normal sedikit agak amis; warna berdasarkan pengujian chromameter adalah dengan pengeringan oven nilai L = 61,88 – 65,19; a = 3,57 - 4,07; b = 11,29 –13,18; sedangkan berdasakan uji sensori berwarna coklat

Rekayasa Keteknikan
EcoDrum BioLeather Reactor

EcoDrum BioLeather Reactor

Invensi ini berhubungan dengan suatu alat reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) dengan menerapkan prinsip water displacement dan polimerisasi cashew nut shell liquid (CNSL) secara simultan melalui pemanasan. Invensi ini dapat dimanfaatkan oleh industri kulit buatan dan turunannya seperti industri sepatu, tas, dompet, interior mobil dan lain-lain. Reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) yang berfungsi proses pembuatan kulit alami buatan berbasis nata yang dengan prinsip water diplacement dan reaksi polimerisasi,yang terdiri dari 5 bagian yaitu a) Bak pemanas minyak cashew nut shell liquid (01) (01), b) Perforated drum (13) dengan poros (07) ditengah, c) Sample holder lembaran nata (11,12,13), d) Penutup reaktor (14) sebagai isolator panas dengan cerobong asap, 6) Control panel (15), yang dicirikan dengan rotary perforated drum dengan poros di tengah yang terbuat dari stainless steel perforated plate. Drum dilengkapi dengan alat penjepit (06) sample holder lembaran nata. Putaran drum digerakkan oleh variable speed motor. Reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata merupakan peralatan alternatif untuk memproduksi kulit sintetis berbasis produk pertanian yang renewable dan ramah lingkungan.

Rekayasa Keteknikan
CircuDrum BioLeather Reactor

CircuDrum BioLeather Reactor

Invensi ini berhubungan dengan suatu alat reaktor untuk memproduksi bioleather atau kulit hayati buatan berbasis nata dengan model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) yang menerapkan prinsip water displacement dan polimerisasi cashew nut shell liquid (CNSL) dengan sistem sirkulasi CNSL, baik di dalam tangki buffer dan tangki reaktor terdapat sistem pemanas yang melewati pemipaan secara spray pada bagian atas holder nata, untuk menjaga kesinambungan proses polimerasi CNSL secara intensif dan merata. Reaktor bioleather berbasis nata dengan sistem sirkulasi yang berfungsi untuk menjamin reaksi polimerasi lebih intensif dan merata yang terdiri dari tangki buffer pemanas CNSL, pemipaan, spray, pompa sirkulasi CNSL dan panel kontrol. Invensi reaktor bioleather berbasis nata dengan sistem sirkulasi menghasilkan lembaran bioleather yang dapat dimanfaatkan oleh industri kulit buatan dan turunannya seperti industri sepatu, tas, dompet, interior mobil dan lain-lain yang bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pangan
CocoCashew BioLeather

CocoCashew BioLeather

Invensi ini berkaitan dengan suatu produk kulit berbasis bio (bioleather) dari bahan nata de coco dan proses pembuatannya. Bioleather diproduksi dari lembaran nata de coco utuh menggunakan teknik water displacement dengan cairan kulit biji mete atau cashew nut shell liquid (CNSL) pada kondisi suhu tinggi. Tahapan proses produksi bioleather meliputi proses pemurnian lembaran nata utuh melalui proses perendaman dalam air, lalu pencucian nata untuk menghilangkan kotoran. Kemudian dilakukan perebusan nata dalam larutan NaOH 1% yang dilanjutkan penetralan keasaman (ph). Selanjutnya dilakukan proses water displacementlembaran nata dalam CNSL pada kondisi suhu tinggi. Bioleather yang dihasilkan dari proseswater displacement kemudian dilapisi menggunakan minyak linseed dan turpentine.

Pangan
CashewTone BioLeather

CashewTone BioLeather

Invensi ini berkaitan dengan proses pewarnaan bioleather yang dari lembaran nata utuh menggunakan teknik perendaman dalam larutan pewarna yang dilanjutkan dengan proses water displacement dengan cairan kulit biji mete (cashew nut shell liquid (CNSL)). Larutan pewarna terdiri atas zat warna reaktif, zat aktivator dan ionisator. Perendaman dalam larutan pewarna dapat dilakukan pada suhu ruang selama 24 – 48 jam atau dengan pemanasan pada suhu 60 - 70°C selama 30 – 60 menit. Selanjutnya air yang terserap ke dalam lembaran nata diuapkan melalui proses water displacement dengan CNSL pada suhu 140 - 160°C selama 1 – 2 jam dan sekaligus menghasilkan lembaran bioleather. Produk bioleather yang dihasilkan berbentuk lembaran dengan tekstur yang menyerupai kulit dan berwarna dengan nuansa gelap yang unik, yang merupakan perpaduan antara warna CNSL dan zat warna.

Kesehatan
SpineLock Stabilization System

SpineLock Stabilization System

Invensi ini berkaitan dengan sistem implan tulang belakang menggunakan skrup pedikel dan pengait. Skrup pedikel diimplan pada sisi kanan dan kiri ruas tulang belakang yang ingin diperbaiki atau ditopang. Skrup pedikel pada invensi ini tersusun atas kepala skrup dan badan skrup, dimana badan skrup memiliki dua jenis kerapatan ulir yang berbeda. Antar skrup pedikel dihubungkan secara lateral oleh batang penyearah. Sedangkan pengait berfungsi untuk menghubungkan antar batang penyearah yang berada pada sisi kanan dan kiri ruas tulang belakang. Sistem implan tulang belakang seperti ini mampu menopang tulang belakang dengan baik.

Pangan
Purula SeaSoy NutriFlakes

Purula SeaSoy NutriFlakes

Invensi ini berhubungan dengan proses produksi makanan tambahan Purula berbentuk flake tabur, menggunakan teknik drum drying dengan bahan baku utamanya adalah hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut, terdiri dari tahap-tahap: mencampur bahan-bahan hidrolisat kedelai dengan bubur rumput laut dengan hingga membentuk adonan/slurry memiliki viskositas berkisar antara 19.200 cp hingga 20.000 cp menggunakan spindel 4 pada kecepatan 30 rpm; mengeringkan campuran (a) menggunakan drum dryer pada suhu 165°C - 175°C, kecepatan putaran drum berkisar antara 0,65 rpm - 0,75 rpm, dan setting/ pengaturan ketebalan berkisar antara 0,65 - 0,75 mm hingga dihasilkan lembaran flake; mengecilkan ukuran flake dengan menggunakan alat hingga dihasilkan flakes (serpihan) Purula dengan ukuran yang seragam berkisar antara 0,3 mm - 0,4 mm; mencampur flake yang sudah berukuran kecil dengan perisa serta premix multivitamin 10 macam dan mineral berkisar antara 0,65% - 0,75%, hingga dihasilkan Purula yang siap dikonsumsi; Tujuan utama invensi ini adalah menyediakan proses pembuaan makanan tambahan Purula berbasis hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut. Tujuan lain invensi ini adalah menyediakan makanan tambahan Purula berbahan dasar hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut.