Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini mengenai alat dan metode manufaktur atau proses pembuatan propelan komposit dengan menggunakan metode pencetakan propelan komposit tervakum dan bervibrasi, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan alat dan metode proses pencetakan propelan komposit yang memiliki modul vakum dan modul vibrasi, sehingga terjadi tahapan proses vakum, dan proses vibrasi. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya porositas pada produk propelan komposit yang dihasilkan, sehingga dengan alat dan metode pada invensi ini mampu menghasilkan produk propelan komposit dengan porositas yang sangat sedikit. Suatu alat pencetakan propelan komposit memiliki penciri utama modul vakum dan modul vibrasi sehingga terjadi tahapan vakum kemudian diteruskan dengan proses vibrasi sehingga produk propelan yang dihasilkan lebih homogen, dan tidak berpori dalam setiap segmennya yang dapat meningkatkan kekuatan mekanik dari propelan komposit yang dihasilkan serta dapat meminimalkan jumlah limbah proses dihasilkan.
Invensi ini mengenai suatu komposisi bahan, proses pembuatan, dan produk propelan pendorong dengan menggunakan Amonium Perklorat (AP) produksi LAPAN. Komposisi bahan pada invensi ini terdiri dari bahan baku Amonium Perklorat (AP), Fe2O3, curing agent, alumunium, dan pemlastis. Proses pembuatannya terdiri dari mencampur bahan HTPB, aziridine dan DOA (di octyl adipate), menambahkan AP ke dalam campuran, menambahkan IPDI, menambahkan aluminium, dan Fe2O3 sehingga mendapatkan komposisi yang sesuai. Produk yang dihasilkan pada invensi ini berbentuk silinder berlubang dengan bentuk grain bintang 7 sehingga mampu mendorong wahana roket kendali berat 40 kg dengan kecepatan 360 km/jam.
Invensi ini menjelaskan tentang sistem peluncur pesawat udara nir-awak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) yang diLuncurkan menggunakan roket untuk tinggal landas. Peluncur ini dapat dirakit secara manual yang dapat dlbongkar pasang dan dapat dioperasikan hanya dengan 1 orang saja untuk menghindari ketergantungan pada landasan pacu yang panjang, sehingga peluncuran dapat dilakukan dimana saja. Peluncur tersebut terdiri dari batang dudukan di bagian depan dan belakang peluncur yang berfungsi sebagai tempat peletakkan UAV yang akan diluncurkan. Terdapat penggaris busur dengan jarum panah yang dipakai untuk melihat sudut peluncur terhadap permukaan tanah. Peluncur tersebut dapat membentuk sudut terhadap permukaan tanah. Roket pendorong UAV yang terletak di bawah badan UAV ditumpu pada sebuah batang yang berbentuk "Y", yang menahan agar roket tidak jatuh sebelum peluncuran.
Invensi ini berkaitan dengan alat fotobioreaktor hibrida yang mampu memfasilitasi terjadinya reaksi gelap-terang dalam satu proses berurutan dalam satu sistem. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi biomassa kultur mikroalga/sianobakteria yang termonitor parameter proses pertumbuhannya secara waktu nyata. Alat ini secara fungsion terbagi atas lima gugus, yaitu terdiri atas 1) satu unit bioreaktor panel datar tertutup ; 2) satu unit platform sumber cahaya; 3) satu unit pompa pemindah suspensi kultur mikroalga; 4) satu unit bioreaktor tabung gelap terbuat dari bahan tidak tembus cahaya sebagai tempat berlangsungnya reaksi gelap; dan 5)satu modul data logger untuk memonitor parameter proses fotosintesis, Pengaturan rasio waktu tinggal kultur mikroalga dalam bioreaktor panel terang tempat berlangsungnya reaksi terang dan waktu tinggal dalam bioreactor tabung gelap tempat berlangsungnya reaksi gelap, diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh kondisi operasi yang efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan mikroalga.
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat reaktor untuk memproduksi bioleather atau kulit hayati buatan berbasis nata dengan model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) yang menerapkan prinsip water displacement dan polimerisasi cashew nut shell liquid (CNSL) dengan sistem sirkulasi CNSL, baik di dalam tangki buffer dan tangki reaktor terdapat sistem pemanas yang melewati pemipaan secara spray pada bagian atas holder nata, untuk menjaga kesinambungan proses polimerasi CNSL secara intensif dan merata. Reaktor bioleather berbasis nata dengan sistem sirkulasi yang berfungsi untuk menjamin reaksi polimerasi lebih intensif dan merata yang terdiri dari tangki buffer pemanas CNSL, pemipaan, spray, pompa sirkulasi CNSL dan panel kontrol. Invensi reaktor bioleather berbasis nata dengan sistem sirkulasi menghasilkan lembaran bioleather yang dapat dimanfaatkan oleh industri kulit buatan dan turunannya seperti industri sepatu, tas, dompet, interior mobil dan lain-lain yang bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) dengan menerapkan prinsip water displacement dan polimerisasi cashew nut shell liquid (CNSL) secara simultan melalui pemanasan. Invensi ini dapat dimanfaatkan oleh industri kulit buatan dan turunannya seperti industri sepatu, tas, dompet, interior mobil dan lain-lain. Reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) yang berfungsi proses pembuatan kulit alami buatan berbasis nata yang dengan prinsip water diplacement dan reaksi polimerisasi,yang terdiri dari 5 bagian yaitu a) Bak pemanas minyak cashew nut shell liquid (01) (01), b) Perforated drum (13) dengan poros (07) ditengah, c) Sample holder lembaran nata (11,12,13), d) Penutup reaktor (14) sebagai isolator panas dengan cerobong asap, 6) Control panel (15), yang dicirikan dengan rotary perforated drum dengan poros di tengah yang terbuat dari stainless steel perforated plate. Drum dilengkapi dengan alat penjepit (06) sample holder lembaran nata. Putaran drum digerakkan oleh variable speed motor. Reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata merupakan peralatan alternatif untuk memproduksi kulit sintetis berbasis produk pertanian yang renewable dan ramah lingkungan.
Invensi ini berkaitan dengan proses pewarnaan bioleather yang dari lembaran nata utuh menggunakan teknik perendaman dalam larutan pewarna yang dilanjutkan dengan proses water displacement dengan cairan kulit biji mete (cashew nut shell liquid (CNSL)). Larutan pewarna terdiri atas zat warna reaktif, zat aktivator dan ionisator. Perendaman dalam larutan pewarna dapat dilakukan pada suhu ruang selama 24 – 48 jam atau dengan pemanasan pada suhu 60 - 70°C selama 30 – 60 menit. Selanjutnya air yang terserap ke dalam lembaran nata diuapkan melalui proses water displacement dengan CNSL pada suhu 140 - 160°C selama 1 – 2 jam dan sekaligus menghasilkan lembaran bioleather. Produk bioleather yang dihasilkan berbentuk lembaran dengan tekstur yang menyerupai kulit dan berwarna dengan nuansa gelap yang unik, yang merupakan perpaduan antara warna CNSL dan zat warna.
Satelit generasi ke-4 akan membawa muatan experimental high resolution remote sensing yang mampu menghasilkan resolusi spasial sebesar 5-10m dengan ketinggian orbit mencapai 500-600Km. Sensor kamera high resolution yang digunakan, menggunakan teknologi CCD yang mampu mengubah cahaya menjadi arus elektrik analog. Untuk dapat mengoperasikan kamera satelit membutuhkan temperatur kerja 00C atau lebih agar sensor CCD dapat beroperasi optimal, sedangkan temperatur pada ketinggian orbit satelit LEO sangat ekstrim yang sangat berbeda dengan temperatur yang ada pada permukaan bumi, suhu ekstrim tersebut mencapai suhu -800C hingga 1500C. Oleh karena itu perlu dirancang sebuah perangkat yang dapat menghasilkan panas untuk meningkatkan suhu pada sensor CCD kamera. Perangkat ini terdiri dari rangkaian elektronik untuk mengendalikan resistor shunt yang digunakan sebagai penghasil panas, yang dikendalikan oleh perangkat mikrokontroler. Sistem pengendali ini juga dilengkapi dengan sensor pembaca suhu pada CCD kamera untuk membaca atau mengetahui temperaturnya sehingga pengendalian rangkaian pemanas dapat optimal. Diharapkan dengan adanya invensi ini, yaitu pemanas CCD kamera menggunakan resistor shunt dapat berguna pada saat sebelum pengoperasian kamera satelit tanpa harus melakukan manuver satelit terlebih dahulu.
Invensi ini berhubungan dengan proses produksi makanan tambahan Purula berbentuk flake tabur, menggunakan teknik drum drying dengan bahan baku utamanya adalah hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut, terdiri dari tahap-tahap: mencampur bahan-bahan hidrolisat kedelai dengan bubur rumput laut dengan hingga membentuk adonan/slurry memiliki viskositas berkisar antara 19.200 cp hingga 20.000 cp menggunakan spindel 4 pada kecepatan 30 rpm; mengeringkan campuran (a) menggunakan drum dryer pada suhu 165°C - 175°C, kecepatan putaran drum berkisar antara 0,65 rpm - 0,75 rpm, dan setting/ pengaturan ketebalan berkisar antara 0,65 - 0,75 mm hingga dihasilkan lembaran flake; mengecilkan ukuran flake dengan menggunakan alat hingga dihasilkan flakes (serpihan) Purula dengan ukuran yang seragam berkisar antara 0,3 mm - 0,4 mm; mencampur flake yang sudah berukuran kecil dengan perisa serta premix multivitamin 10 macam dan mineral berkisar antara 0,65% - 0,75%, hingga dihasilkan Purula yang siap dikonsumsi; Tujuan utama invensi ini adalah menyediakan proses pembuaan makanan tambahan Purula berbasis hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut. Tujuan lain invensi ini adalah menyediakan makanan tambahan Purula berbahan dasar hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut.
Invensi ini berkaitan dengan alat pengolah air siap minum dengan nama Arsinum Tipe K-5000 Lt dengan sumber dari air tanah. Kapasitas alat menghasilkan air minum sebesar 5.000 liter perhari dan dilengkapi dengan keran air yang langsung dapat diminum dan dapat dikemas dalam botol galonan serta dipasang sistem outlet dispenser yang menghasilkan air panas atau dingin. Alat pengolah air siap minum dirancang dalam proses yang lengkap dan disusun dalam bentuk yang kompak sehingga memberikan visual estetika yang baik, mudah dalam pemasangan atau pembangunan, mudah pengoperasiannya, murah biaya operasionalnya dan efisien dalam pemakaian energi. Keberhasilan aplikasi teknologi pengolahan air tanah menjadi air siap minum didukung oleh besarnya penyerapan produk air siap minum yang mampu untuk menutup biaya operasional, antara lain biaya penyediaan bahan baku, bahan kimia, listrik, tenaga kerja dan pendukung operasional lainnya seperti transportasi, kemasan (botol, tutup dan sterilisasi). Unit Arsinum ini dapat diterapkan untuk perkantoran, industri, perguruan tinggi, rumah sakit, perhotelan/ apartemen, pondok pesantren dan lainnya.
Invensi ini merupakan sebuah metode perakitan panel surya berbasis triple junction gallium arsenide untuk aplikasi satelit atau misi ruang angkasa lainnya. Tujuan dari invensi ini adalah sebuah metode untuk menghasilkan panel surya Yang dapat bertahan selama proses peluncuran dan mampu menjalankan misi di orbitnya rendah, menggunakan bahan-bahan komersial, mampu mengisolasi dan mendistribusikan panas. Hal ini dilakukan dengan cara pemilihan bahan dan material yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrim di lingkungan orbit serta tahapan perakitan yang sistematis yang secara keseluruhan tercapai melalui invensi ini. Metode nya meliputi pra-perakitan, perakitan yaitu proses laminasi kapton/polyimide tape, proses pemasangan sel surya GaAs menggunakan perekat berbasis silicon rubber, proses pemasangan busbar dan kabel serta proses pengujian fungsional, dan pasca-perakitan.
Invensi ini berhubungan dengan kontainer untuk satelit yang memiliki peredam kejut dan pengondisi udara, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan dua bagian yaitu palet dan penutup dimana kedua bagian tersebut memiliki fitur dan fungsinya masing-masing. Secara garis besar kontainer untuk satelit yang memiliki peredam kejut dan pengondisi udara, yang terdiri dari: Suatu palet yang berbentuk segi empat untuk tumpuan dimana satelit diletakkan di atasnya, permukaan atasnya memiliki beberapa peredam kejut yang berjenis wire rope, dan setidaknya ada dua batang penuntun vertikal pada tiap sudut permukaan palet, Terdapat suatu penutup yang menyelubungi satelit terbentuk dari empat dinding samping dan sisi atapnya yang saling terhubung pada setiap sisinya, dimana pada permukaan bawah palet memiliki pentil untuk memasukkan gas nitrogen ke dalam ruang dalam kontainer yang terhubung ke penyaring udara dan pengering udara pada permukaan atas dari palet.