Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan katalis double support MgO-Nano-HZSM-5 yang diimpregnasi logam transisi Fe, Zn, dan Mo menggunakan teknik sonikasi untuk produksi biofuel dari minyak biji karet. Support yang digunakan yaitu MgO dan Nano- HZSM-5. Proses pembuatan katalis Fe-Zn-Mo/MgO-Nano-HZSM-5 dilakukan dengan incipient wetness impregnation. Penambahan logam Fe, Zn dan Mo menyebabkan terjadinya penurunan luas permukaan dan diameter pori dari katalis yang dihasilkan. Katalis Fe-Zn-Mo/MgO-Nano-HZSM-5 (1:2:1) 10% menghasilkan n-paraffin 30,28%, aromatik 16,44%, cyclo-paraffin 6,23%, olefin/alkena 0,5%, dan PAH 21,87% yang lebih besar dibandingkan dengan katalis yang lainnya.
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan katalis berpenyangga Al-MCM-41. Proses pembuatan Al-MCM-41 dilakukan dengan proses sintesis menggunakan bahan NaOH, aquadest, SiO2, Al2O3 dan CTABr dengan variasi pengadukan 4 dan 8 jam. Al-MCM-41 dengan waktu pengadukan 4 jam menghasilkan luas permukaan sebesar 184.8508 m²/g, sedangkan Al-MCM-41 dengan pengadukan 8 jam menghasilkan luas permukaan yang lebih besar yaitu 655.4759 m²/g. Setelah proses impregnasi, luas permukaan yang dihasilkan katalis Ni/Al-MCM-41 cenderung menurun yang menunjukkan bahwa partikel logam nickel berhasil terdispersi pada luas permukaan dan menutupi pori dari Al-MCM-41. Berdasarkan hasil dari difratogram katalis Al-MCM-41 dapat diketahui bahwa silika amorf ditunjukkan dengan puncak yang luas dan melebar pada sudut 2θ= 22.5o, sedangkan hasil difratogram katalis Ni/Al-MCM-41 menunjukkan puncak dengan difraksi pada 2θ= 37, 43, dan 63o yang mengindikasikan adanya logam oksida NiO.
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pembuatan material MgO/Zeolit untuk adsorben karbon dioksida, lebih khususnya proses pembuatan material MgO/Zeolit untuk adsorben karbon dioksida yang dimodifikasi dengan impregnasi MgO, sedemikian hingga dapat digunakan sebagai adsorben karbon dioksida. Proses pembuatan material MgO/Zeolit untuk adsorben karbon dioksida terdiri dari tahapan desilikasi zeolit alam dengan menggunakan larutan natrium hidroksida dan amonium klorida yang diikuti dengan proses kalsinasi pada suhu tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan impregnasi MgO ke dalam pori-pori zeolit alam. MgO disintesis dengan metode sol gel dengan menggunakan prekursor garam magnesium nitrat heksahidrat dan natrium hidroksida yang dilarutkan dengan air atau alkohol berupa metanol atau etanol, kemudian padatan hasil impregnasi dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu tinggi. Material adsorben MgO/zeolit yang dihasilkan memiliki kapasitas adsorpsi hingga 9,3 mmol g-1, ukuran kristal 2,8 nm, dan distribusi ukuran pori hingga 70,67 nm.
Invensi ini berkaitan dengan komposisi nanopartikel seng oksida dengan menggunakan ekstrak daun duduk sebagai agen antibakteri, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan kemampuan nanopartikel seng oksida dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa. Analisis FTIR menunjukkan keberadaan seng oksida pada panjang gelombang 466 cm-1. Nanopartikel seng oksida dengan menggunakan ekstrak daun duduk sebagai agen antibakteri yang dihasilkan pada invensi ini mempunyai ukuran kristal pada rentang 13,4-23,3 nm. Nanopartikel seng oksida dengan menggunakan ekstrak daun duduk sebagai agen antibakteri pada invensi ini memiliki kemampuan menghambat dan membunuh bakteri terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa dengan nilai KHM yang sama sebesar 15,1 μg/mL dan nilai KBM yang sama sebesar 31,25 μg/mL.
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pembuatan film komposit berbasis kitosan, seng oksida, dan minyak nilam untuk pengemasan makanan, lebih khususnya metode pembuatan film komposit berbasis kitosan, seng oksida, dan minyak nilam untuk pengemasan makanan dengan melibatkan proses sintesis seng oksida sedemikian hingga menghasilkan pembungkus makanan yang mudah dibuat dan ramah lingkungan. Metode dalam invensi ini terdiri dari pembuatan larutan kitosan, pembuatan seng oksida, pembuatan film komposit kitosan - seng oksida - minyak nilam, yang dicirikan dengan pembuatan film komposit yang terdiri atas kitosan, seng oksida, dan molibdenum disulfida yang dikeringkan di dalam oven selama 48 jam pada suhu 40 oC hingga terbentuk film komposit.
Invensi ini berhubungan dengan proses dan produk nanopartikel, khususnya proses pembuatan nanopartikel zirkonia dengan bahan baku pasir zirkon yang berasal dari mineral ikutan tambang timah. Invensi ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan dari pembuatan nanopartikel zirkonia yang pada umumnya menggunakan proses hidrotermal dan invensi terdahulu yang menggunakan banyak tahapan proses dan teknologi diantaranya teknologi pirolisis PSP. Tahapan dalam invensi ini diawali dengan pembuatan natrium zirkonat dilanjutkan dengan proses sol-gel melalui pembuatan larutan zirkonium oksiklorida dengan penambahan asam klorida dan penyesuaian pH larutan dengan kondisi yang diinginkan dengan cara penambahan ammonia. Produk nanopartikel zirkonia dari invensi ini direpresentasikan memiliki karakteristik, yakni kemurnian kandungan zirkonia oksida sebesar 65-85%, ukuran luas permukaan spesifik 100 – 300 m2/g, ukuran nanopartikel 2-50 nm dan fasa kristal tetragonal.
Dataset pemodelan merupakan dataset gambar yang diakuisisi melalui teknik fotogrametri udara menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV/drone). Objek yang diambil yaitu bangunan dan lingkungan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun BRIN Bandung. Dataset ditujukan untuk pemodelan 3D bangunan dan lingkungan virtual dari aplikasi metaverse BRIN.
AVRKom (Applikasi Virtual Reality Lab Komputer) BRIN adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh kelompok riset HumanComputer Interaction and Visualization (HCIV) Pusat Riset Sains Data dan Informasi-BRIN, untuk memfasilitasi riset dan eksperimen di bidang ilmu komputer/sains data/komputasi melalui teknologi virtual reality (VR). Aplikasi ini menyediakan simulasi laboratorium komputer yang dapat diakses secara virtual, memungkinkan pengguna untuk melakukan eksperimen dan praktik riset tanpa harus berada di laboratorium fisik.
Dataset VR lab komputer mencakup representasi visual dan spasial dari lingkungan laboratorium komputer dalam format yang dapat digunakan untuk simulasi realitas virtual (VR). Berikut penjelasan terperinci mengenai komponenkomponen yang biasanya ada dalam dataset tersebut: 1. Model 3D Ruangan Lab • Dimensi Ruangan: Dataset mencakup dimensi dan ukuran ruangan secara akurat, termasuk panjang, lebar, dan tinggi. • Struktur dan Tata Letak: Detil mengenai struktur bangunan seperti dinding, lantai, langit-langit, jendela, dan pintu. Ini termasuk penempatan elemen-elemen tersebut secara tepat. • Material dan Tekstur: Informasi mengenai jenis material yang digunakan pada dinding, lantai, dan langit-langit, serta tekstur visual yang merepresentasikan material tersebut. • Pencahayaan: Data mengenai sumber cahaya alami dan buatan dalam ruangan, termasuk posisi lampu, jenis pencahayaan, dan intensitas cahaya. 2. Model 3D Perangkat Lab • Komputer dan Monitor: Representasi 3D dari komputer, termasuk unit CPU, monitor, keyboard, dan mouse. Setiap perangkat ditata sesuai dengan penempatan sebenarnya di dalam lab. • Meja dan Kursi: Model 3D dari meja dan kursi laboratorium, termasuk ukuran dan desain yang tepat sesuai dengan perabotan yang digunakan. • Peralatan Tambahan: Model dari peralatan tambahan seperti printer, scanner, proyektor, dan perangkat jaringan (router, switch). • Kabel dan Koneksi: Detil mengenai penempatan kabel dan koneksi antar perangkat, memberikan representasi visual yang akurat mengenai tata letak kabel dalam lab.
Varietas unggul padi Bestari, dilepas sebagai varietas unggul padi sawah nasional, dan sudah ditanaman serta menyebar di masyarakat. Potensi hasil 9,42 ton/ha GKG, tahan serangan hama penyakit utama serta tekstur nasi pulen. SK Pendaftaran Varietas No. 1012/Kpts/SR.120/7/2008
Pemodelan 3D Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun ini merupakan representasi virtual dari lingkungan fisik BRIN KST Samaun Samadikun. Tujuan dari pemodelan 3D ini adalah untuk mendukung pengembangan aplikasi Metaverse KST, yaitu sebuah aplikasi berbasis dunia virtual yang memungkinkan pengguna melakukan eksplorasi, interaksi, dan simulasi secara digital terhadap lingkungan KST. Proses pemodelan 3D dilakukan dengan dua pendekatan utama. Pertama, fotogrametri, yang digunakan untuk mengukur dan memperoleh data spasial dengan ketelitian tinggi, sehingga dapat merepresentasikan posisi objek sesuai dengan kondisi nyata. Data ini kemudian dijadikan sebagai acuan dasar dalam pembuatan model 3D. Kedua, pemodelan aset 3D menggunakan perangkat lunak grafis 3D, yang berfungsi untuk membangun detail visual dari berbagai elemen kawasan. Ruang lingkup pemodelan 3D ini mencakup rekonstruksi gedung-gedung utama, area masjid, taman, area parkir, jaringan jalan, serta elemen lingkungan lainnya. Dengan adanya pemodelan ini, diharapkan tercipta ekosistem virtual yang tidak hanya merepresentasikan kondisi aktual, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan riset, edukasi, simulasi, dan pengembangan teknologi berbasis Metaverse.
Invensi ini berkaitan dengan sistem kolorimetri digital berbasis aplikasi smartphone untuk mengukur konsentrasi zat dalam sampel cair menggunakan kamera smartphone sebagai sensor visual, menghilangkan kebutuhan akan spektrofotometer konvensional. Aplikasi Colorizer, dikembangkan dengan Kotlin di Android Studio, mengekstraksi nilai warna RGB dari citra sampel, mengonversinya ke ruang warna CIELAB untuk stabilitas terhadap variasi pencahayaan, dan menerapkan kalibrasi blank untuk menyesuaikan offset warna. Sistem ini mendukung pemrosesan offline via Room database dan integrasi dengan platform pencahayaan eksternal melalui Bluetooth, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 13 dan 17, memastikan akurasi 95% dengan deviasi ±2%. Colorizer ideal untuk analisis portabel di bidang lingkungan, biomedis, dan industri pangan, dengan antarmuka pengguna bilingual (Indonesia–Inggris) yang intuitif.