Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini mengenai produk minuman fermentai ekstrak kacang koro dengan mutu dan daya terima yang baik sebagai minuman fungsional. Proses fermentasi menggunakan kultur simbiosis bakteri dan khamir (Scoby: Symbiotic Culture Bacteria and Yeast) pada media dengan penambahan gula pasir sebesar 10%, waktu fermentasi 3 hari dan suhu inkubasi 37oC. Teknik ultrasonikasi digunakan pada proses pengolahan hasil fermentasi menggunakan suhu 60oC, selama 60 menit untuk meningkatkan mutu dan penerimaan produk. Kandungan nutrisi minuman fermentasi kacang koro persajian (220 ml) adalah sebagai berikut energi total 145,73 Kcal, karbohidrat total 19,2 %,gula total 16,02%, Kadar lemak total < 0,024%, energi dari lemak 0 Kcal, kadar protein 0,50% dan mineral 1,08%.
Buah sempur mengandung senyawa fenolik yang tinggi. Ekstrak buah sempur bernilai IC50 90,026 ppm yang termasuk dalam kategori kuat. Kadar total fenol (mg equivalen asam galat/g ekstrak) 8,44±0,09. Kadar total flavonoid (mg equivalen kuersetin/g ekstrak) 7,60±0,36. Suatu formulasi kombucha buah sempur yang terdiri dari:buah sempur kering sebanyak 2,5-3% berat/berat;gula putih sebanyak 10-13% berat/berat;starter kombucha sebanyak 5-6% berat/berat;kultur kombucha sebanyak 2,5-3% berat/berat;air sebanyak 80-85% berat/berat. Tahapan pembuatan kombucha buah sempur yaitu buah matang dipotong kecil dan tipis, dikeringkan dalam oven pada suhu 40-45 ºC selama 7-8 hari, 2,5-3% buah kering direbus dalam air sebanyak 20-25% pada suhu 100-110 ºC selama 3-5 menit, menambahkan gula putih 10-13%, memasak selama 3-5 menit hingga terbentuk larutan, menyaring ampas larutan, mendingikan larutan hingga suhu ruang 25 ºC ± 5 ºC, memasukkan 70-75% air matang suhu ruang 25 ºC ± 5 ºC ke dalam toples kaca, memasukkan larutan yang sudah disaring ke dalam toples kaca, menambahkan starter kombucha cair sebanyak 5-6% dan SCOBY sebanyak 2,5-3%, menutup toples kaca dengan kain ikat dengan karet gelang, proses fermentasi selama 7-14 hari pada suhu ruang 25 ºC ± 5 ºC, penghentian fermentasi dengan memasukkan kombucha dalam lemari pendingin.
Invensi ini mengenai formulasi parfum dari rempah cengkeh dan pala, lebih khusus invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula parfum dengan menggunakan minyak atsiri cengkeh dan pala dengan aroma wangi yang kompleks, unik, dengan karakter feminin yang elegan dan berani yang mengesankan keanggunan dan sensualitas dengan khasiat aromaterapi. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya, khususnya formulasi parfum aromaterapi yang terdiri dari minyak atsiri gaharu (8-9%), tonkin musk (24-26%), dan kesturi (Musk) (8-9%) sebagai notasi dasar (base-note), serta beta-ionone (8-9%), cengkeh (8-9%), pala (24- 26%), rose blossom honey (8-9%) sebagai notasi inti (heart-note) dan aquatone (8-9%) sebagai notasi atas (top-note); diikuti suatu proses pembuatan parfum aromaterapi yang mencakup tahapan mencampur notasi minyak atsiri secara berurutan yang terdiri dari notasi dasar (base-note); notasi inti (heart-note); dan notasi atas (top-note); sehingga diperoleh aroma wangi yang kompleks dan memikat, unik, lembut dan manis sekaligus hangat, mengesankan keanggunan, romantisme serta sensualitas dengan khasiat aromaterapi yang bertahan lama. Mengaitkan parfum dari rempah cengkeh dan pala dengan jalur rempah maritim akan memperkuat identitas produk, serta menjalin koneksi emosional antara konsumen dengan warisan budaya.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pembutan nano liposom dari fosfolipid kedelai dan formulasi medium pengencer menggunakan nano liposom yang digunakan untuk kriopreservasi spermatozoa. Pada invensi ini, metode pembuatan nano liposom terdiri dari tahapan melarutkan komposisi bahan phospholipid, menghomogenkan larutan phospholipid, pembuatan nano partikel dengan probe utrasonikasi, sentrifugasi dan sterilisasi. Pengujian kualitas nano liposom yang dihasilkan berdasarkan pengukuran particle size analyzer dan kesetabilan zeta potensial. Formulasi medium pengencer menggunakan nano liposom berkisar 0,5-2.5% dapat digunakan untuk kriopreservasi spermatozoa. Kualitas spermatozoa setelah thawing dapat mempertahankan kualitas motilitas total 69,73%, motilitas progresif 62,76%, viabilitas 65,33% dan abnormalitas 8,27%. Uji lanjutan thermoresistance test (TRT) dapat mempertahankan kualitas motilitas total 67,29%, motilitas progresif 56,69%, viabilitas 49,87% dan abnormalitas 7,15%.
Invensi ini mengenai pakan aditif ternak ruminansia yang berupa asam amino, lebih khususnya formulasi pakan aditif asam amino lisin terproteksi dan proses pembuatannya. Tujuan dari invensi ini adalah untuk menyediakan pakan aditif asam amino lisin yang lebih banyak diserap oleh ternak ruminansia. Proses pembuatan asam amino lisin terproteksi pada invensi ini tidak memerlukan biaya yang mahal dan mudah untuk diterapkan. Formulasi pakan aditif asam amino lisin terproteksi pada invensi ini meliputi: lisin, tanin, CaCO3, xanthan gum, bungkil kedelai, dan air destilasi. Asam amino lisin terproteksi ini memiliki nilai kecernaan bahan kering yang hampir sama pada semua formulasi yang dibuat dalam invensi ini, namun kecernaan protein yang berbeda-beda. Invensi ini menghasilkan penuruan emisi gas metan di rumen, yang menunjukkan potensi efisiensi pakan yang cukup tinggi. Komposisi untuk mendapatkan nilai kecernaan protein yang tidak degradasi di rumen yang tinggi dari invensi ini terdapat pada formulasi 8, 10 dan 13.
Invensi ini berkaitan dengan formula dan proses pembuatan serum anti-jerawat berbahan aktif ekstrak fraksi etil asetat madu Apis dorsata asal Pulau Rote. Pembuatan ekstrak fraksi etil asetat: 1)melarutkan madu dengan air(larutan 1); 2)mencampurkan larutan 1 dan n- heksana rasio 1:1(campuran 1); 3)memisahkan fraksi n-heksana dan air I pada campuran 1; 4)mencampurkan fraksi air I dan etil asetat rasio 1:1(campuran 2); 5)memisahkan fraksi etil asetat dan air II pada campuran 2; 6)menguapkan pelarut pada fraksi etil asetat; 7)ekstrak fraksi etil asetat dihasilkan. Formula serum anti-jerawat: air 67,80-84,18; propilena glikol 10,00-20,00; ekstrak fraksi etil asetat madu Apis dorsata Rote 5,00-10,00; alginat 0,50-1,00; karbopol 0,30-1,00; trietanolamina 0,10-0,30; asam sorbat 0,01-0,10; asam benzoat 0,01-0,10. Pembuatan serum anti-jerawat: 1)mencampurkan karbopol dan alginat, melarutkannya dengan air sampai terbentuk gel, serta menambahkan trietanolamina(sediaan A); 2)melarutkan ekstrak dengan propilena glikol(sediaan B); 3)melarutkan asam sorbat dan asam benzoat dengan air(sediaan C); 4) menghomogenkan sediaan A, B, C, serta air; 5)serum anti-jerawat dihasilkan. Karakter biofisik serum pada invensi ini: 1)berbobot jenis 0,98±0,05 g/mL; 2)pH 6,0-7,0; 3)tekstur homogen; 4)daya sebar 6,5±0,3 cm; 5)zona hambat Propionibacterium acne 3-15 mm; 6)zona hambat Staphylococcus aureus 2,5-6 mm; 7)aktivitas anti-peradangan 40-50%.
Invensi ini berkaitan dengan formula dan proses pembuatan serum wajah berbahan aktif lendir liofob keong darat Hemiplecta humphreysiana dengan aktivitas antioksidan, aktivitas pencerah wajah, dan aktivitas antikerut. Formula serum wajah pada invensi ini terdiri dari air suling 71,40-87,28 bagian; propilena glikol 10,00-20,00 bagian; lendir liofob Hemiplecta humphreysiana 2,50-5,00 bagian; karbopol 0,10-1,00 bagian; xanthan gum 0,10-0,50 bagian; asam sorbat 0,01-0,05 bagian; asam benzoat 0,01-0,05 bagian; dan parfum 0,00-2,00 bagian. Proses pembuatan serum wajah pada invensi yang diajukan meliputi: 1) membuat sediaan pertama dengan mencampurkan karbopol dan xanthan gum, kemudian melarutkannya dengan air suling panas, selanjutnya menambahkan parfum; 2) membuat sediaan kedua dengan melarutkan lendir liofob Hemiplecta humphreysiana dengan propilena glikol; 3) membuat sediaan ketiga dengan melarutkan asam sorbat dan asam benzoat; 4) mencampurkan sediaan pertama, sediaan kedua, sediaan ketiga, dan air suling. Serum wajah memiliki karakteristik: 1)berbobot jenis 0,977±0,051 g/mL; 2)pH 6,0-7,0; 3)tekstur homogen; 4)daya sebar 6,58±0,28 cm; 5)menangkal radikal bebas 60-90%; 6)mencerahkan kulit 50-100%; 7)mencegah munculnya kerutan 95-100%; 8)memiliki 24 senyawa penghambat elastase; dan 9 memiliki 17 senyawa penghambat tirosinase.
Invensi ini berkaitan dengan metode produksi lendir keong darat (Kelas: Gastropoda) spesies Lissachatina fulica, Hemiplecta humphreysiana, dan Amphydromus palaceus dengan menggunakan stimulan buffer karbonat yang kemudian dikeringkan dengan instrumen pengering-beku sehingga didapatkan produk lendir keong darat liofob kering. Rangkaian metode pada invensi yang diajukan meliputi 1) Penyucian keong darat dibawah air mengalir; 2) Perendaman keong darat dengan buffer karbonat selama 20-30 menit; 3) Filtrasi lendir keong darat dengan glass wool; 4) Pengeringan-beku dengan instrumen pengering beku pada suhu -400C untuk mendapatkan serbuk lendir keong darat liofob kering. Metode produksi lendir keong darat dengan stimulasi buffer karbonat dalam invensi ini dapat memberikan kenyamanan, tidak menimbulkan gejala kesakitan, dan dapat meminimalkan tingkat stress yang diterima keong darat. Produksi serbuk lendir keong darat liofob kering dengan stimulasi buffer karbonat dari spesies Lissachatina fulica 60,94-96,68 mg/ekor; spesies Hemiplecta humphreysiana 85,97-117,5 mg/ekor; dan spesies Amphydromus palaceus 78,16-85,74 mg/ekor.
Invensi ini berkaitan dengan metode produksi lendir keong darat (Kelas: Gastropoda) spesies Lissachatina fulica, Hemiplecta humphreysiana, dan Amphydromus palaceus dengan menggunakan stimulan buffer karbonat yang kemudian dikeringkan dengan instrumen pengering-beku sehingga didapatkan produk lendir keong darat liofob kering. Rangkaian metode pada invensi yang diajukan meliputi 1) Penyucian keong darat dibawah air mengalir; 2) Perendaman keong darat dengan buffer karbonat selama 20-30 menit; 3) Filtrasi lendir keong darat dengan glass wool; 4) Pengeringan-beku dengan instrumen pengering beku pada suhu -400C untuk mendapatkan serbuk lendir keong darat liofob kering. Metode produksi lendir keong darat dengan stimulasi buffer karbonat dalam invensi ini dapat memberikan kenyamanan, tidak menimbulkan gejala kesakitan, dan dapat meminimalkan tingkat stress yang diterima keong darat. Produksi serbuk lendir keong darat liofob kering dengan stimulasi buffer karbonat dari spesies Lissachatina fulica 60,94-96,68 mg/ekor; spesies Hemiplecta humphreysiana 85,97-117,5 mg/ekor; dan spesies Amphydromus palaceus 78,16-85,74 mg/ekor
Invensi ini berkaitan dengan kaset ekspresi untuk pustaka plasmid rekombinan yangmengekspresikan gen penyandi protein reseptor PcLYM2-1 dari tanaman Populus xcanescens. Kaset ekspresi tersebut memiliki sekuen urutan basa nukleotida pada SEQ IDNo. 4 dan sekuen asam amino pada SEQ ID No. 5. Kaset ekspresi menurut invensi inimengandung fragmen - fragmen berupa sekuen kerangka vektor pK7WG2 yang membawapromoter dan terminator 35S, sekuen gen penyandi sinyal peptida PcLYM2-1, sekuen genpenyandi penanda afinitas 6xHis yang digabung dengan sekuen penanda fluoresesnimKate, dan sekuen gen penyandi protein reseptor PcLYM2-1 dari tanaman Populus xcanescens. Dalam kaset ekspresi tersebut, fragmen penanda afinitas 6xHis digabungdengan penanda fluoresensi mKate menempel pada ujung N dari fragmen gen penyandiprotein reseptor PcLYM2-1 dari tanaman Populus x canescens. Masing - masing sekuendalam kaset ekspresi menurut invensi ini diamplifikasi oleh pasangan primer tertentu.Invensi ini juga berkaitan dengan suatu plasmid rekombinan yang mengekspresikan genpenyandi protein reseptor PcLYM2-1 dari tanaman Populus x canescens yang dibawa olehkaset ekspresi menurut invensi ini. Kaset ekspresi menurut invensi ini dapat digunakanuntuk karakterisasi struktural, penyimpanan gen, dan sebagai donor untuk perakitanplasmid rekombinan lain.
Invensi ini mengungkapkan suatu formula pakan pembesaran ikan Torsoro berbasis tepung daging ular dan proses pembuatannya. Hasil analisa proksimat pakan menunjukkan bahwa pakan mengandung protein kasar 35,22 - 35,37%; lemak kasar 8,41 - 9,04% dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 23,21 – 24,33%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tepung daging ular dapat menggantikan 100% tepung ikan. Hasil pengujian pada ikan Torsoro menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik bobot sebesar 1,29 - 1,37%/ hari; laju pertumbuhan spesifik panjang sebesar 1,19 - 1,23%/ hari; konversi pakan sebesar 3,06 – 3,87; retensi protein 32,66 - 35,18%; retensi lemak 95,77 - 97,49%; rasio efisiensi protein 1,24 - 1,48; dan sintasan 100%.
Invensi ini mengungkapkan suatu formula pakan pembesaran ikan air tawar berbasis tepung daging biawak sebagai hasil samping pengolahan kulit reptil. Hasil analisa proksimat pakan menunjukkan bahwa pakan mengandung protein kasar 35,67 - 36,44%; lemak kasar 8,87 - 10,04% dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 21,48 – 23,07%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tepung daging biawak dapat digunakan hingga 30% dalam formulasi pakan. Hasil pengujian pada ikan Torsoro menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik bobot sebesar 1,35 - 1,46%/ hari; laju pertumbuhan spesifik panjang sebesar 1,21 - 1,29%/ hari; konversi pakan sebesar 2,46 – 2,77; retensi protein 33,06 - 37,39%; retensi lemak 89,26 - 95,17%; rasio efisiensi protein 1,29 - 1,43; dan sintasan 100%.