BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Energi
Alat Bantu Dan Metode Coring Adonan Propelan Viskositas Tinggi

Alat Bantu Dan Metode Coring Adonan Propelan Viskositas Tinggi

Invensi ini berhubungan dengan alat bantu dan metode coring adonan propelan viskositas tinggi. Alat bantu berupa batang besi serta susunan lempeng besi berlubang yang dipasang di atas tabung cetakan yang berfungsi untuk mengarahkan turunnya mandrel menembus adonan agar tetap tegak lurus tanpa ada goyangan ke arah kanan-kiri (radial). Susunan lempeng besi berlubang dipasang di atas tabung cetakan; menempatkan tabung cetakan yang berisi adonan propelan ke dudukan coring; memasukkan batang besi dari bagian bawah dudukan coring ke dalam tabung cetakan hingga menembus bagian atas adonan propelan; menyambungkan mandrel dengan batang besi; memasukkan mandrel ke dalam tabung cetakan yang sudah terpasang lempeng besi berlubang dengan cara mendorong mandrel dengan batang pendorong dari atas dan menarik batang besi ke bawah sampai mandrel masuk ke dalam tabung cetakan; melepaskan batang besi dari mandrel; membuka baut pengunci dan melepaskan lempeng besi berlubang; menutup bagian atas tabung cetakan menggunakan tutup cetakan.

Pangan
Fero Armi

Fero Armi

Suatu komposisi komposisi pengikat serangga jantan, Helicoverpa armigera, untuk populasi Indonesia, yang memiliki daya tarik yang kuat dibandingkan dari betina virginnya, tahan lama satu bulan yang mengandung (Z)-11-heksadesenil aldehida dan (Z)-9-heksadesenil aldehida dengan ratio 50:50, 30:70, dan 10:90 dengan kuantitas 500-1500 µg didalam pelarut 1000 ppm hidroksi toluena terbutilasi per karet pembawa (karet septa). Penambahan larutan (Z)-11-heksadesenil aldehida dan larutan (Z)-9-heksadesenil aldehida tergantung dengan rasio dan kuantitas yang akan dibuat sesuai dengan rasio dan kuantitas terbaik. Karet septa yang mengandung kuantitas 500-1500 μg kedua senyawa feromon seks sintetik dikeringanginkan dan disimpan dalam kantong aluminium dan di seal. Karet septa berferomon dipasang pada alat perangkap, alat perangkap dibuat dari stoples 2,5 l yang berventilasi di dua sisinya (1cm x 10 cm).

Rekayasa Keteknikan
Sistem Dan Metode Akses Kendaraan Berbasis Blockchain Dan Firewall Tiga Lapis

Sistem Dan Metode Akses Kendaraan Berbasis Blockchain Dan Firewall Tiga Lapis

Invensi ini mengungkap mengenai sistem akses kontrol pada suatu kendaraan beserta metode pengamanan data untuk perizinan akses dan metode pengamanan akses kontrol kendaraan. Sistem ini terdiri dari unit kontrak cerdas yang tersimpan di jejaring blockchain, unit komputer yang terpasang pada kendaraan, serta perangkat pengguna yang bisa berupa komputer atau ponsel. Dimana kontrak cerdas pada invensi ini bersifat publik sehingga dapat diakses melalui internet oleh perangkat pengguna dan unit komputer kendaraan. Metode invensi ini terdiri dari menentukan daftar putih (whitelist); menjalankan mekanisme izin akses kontrol kendaraan berbasis kontrak cerdas blockchain dengan cara spesifik; menjalankan mekanisme akses kontrol kendaraan berbasis firewall tiga lapisan dengan cara spesifik; dan pada akhirnya akses kendaraan bagi pengguna daftar putih dibuka, serta akses bagi selain pengguna daftar putih ditutup.

Kesehatan
Klip Aneurisma

Klip Aneurisma

Invensi ini mengenai pembuatan alat ukur gaya tarik pada klip aneurisma yang menggunakan mikro pengendali dan load cell yang dilengkapi sensor tekanan strain gauge. Tujuan invensi ini adalah untuk menyediakan suatu alat ukur gaya tarik klip aneurisma yang terdiri dari suatu load cell yang dilengkapi oleh sensor tekanan strain gauge yang terhubung dengan amplifier; amplifier terhubung dengan mikro pengendali; suatu LCD yang terhubung dengan mikro pengendali; suatu keypad yang terhubung dengan mikro pengendali; suatu linear actuator yang terhubung dengan motor; motor yang dihubungkan dengan baterai 9V sebagai catu daya bagi motor; motor terhubung dengan mikro pengendali; yang dicirikan dengan suatu kait yang dipasang pada ujung load cell yang dilengkapi oleh sensor tekanan strain gauge; suatu kait yang dipasang pada ujung linear actuator; dan keypad yang berfungsi untuk mengatur jarak pergerakan dari linear actuator.

Rekayasa Keteknikan
ZircoPure: Teknologi Pemurnian Pasir Zirkon High-Grade

ZircoPure: Teknologi Pemurnian Pasir Zirkon High-Grade

Invensi ini berhubungan dengan suatu proses pemurnian pasir zirkon dari proses alam maupun sisa hasil pengolahan mineral. Lebih khusus berhubungan dengan proses pemurnian pasir zirkon dengan kadar ≤ 30% berat ZrO2 dari sisa hasil pengolahan mineral, diantaranya mengandung zirkon, silika, ilmenit, xenotim, monasit, dan magnetit. Menurut invensi ini, metode yang diterapkan yaitu pemisahan secara gravitasi, elektrostatis, dan magnetik melalui kombinasi alat meja goyang, magnetic separator hingga High Tension Separator (HTS). Hasil proses pemurnian diperoleh pasir zirkon berukuran halus, dengan kandungan mineral pirit (FeS2) sangat rendah, dan kadar zirkon (ZrO2) dengan persentase 86,5% berat (berdasarkan XRF) dan 89,31% berat (berdasarkan analisis mineragrafi) atau mencapai ≥ 65,5% berat, yang memenuhi persyaratan Permen ESDM Nomor 25 tahun 2018 serta Permendag No.01/M-DAG/PER/1/2017. Selain itu juga diperoleh mineral lain diantaranya Ilmenit, kasiterit, xenotim, magnetik, dan monasit.

Pangan
Nano-Biopestisida Berbasis Minyak Eukaliptus

Nano-Biopestisida Berbasis Minyak Eukaliptus

Invensi ini mengenai formula nano-biopestisida berbasis minyak eukaliptus dan proses pembuatannya, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan bahan aktif minyak eukaliptus untuk digunakan sebagai fungisida dan insektisida. Suatu formula nano-biopestisida berbasis minyak eukaliptus dan proses pembuatannya yang terdiri atas (1)minyak eukaliptus 5-8%,(2)pengemulsi tween 1-2,4%,(3) minyak terpentin 0,5-1%,(4) gliserol 1-1,6%, dan sisanya adalah air suling, jumlah persentase bahan menjadi 100%, yang dicirikan dengan campuran berwarna putih susu.

Lainnya
Enzy-Ure

Enzy-Ure

Invensi ini berkaitan dengan suatu proses produksi enzim urease, lebih khususnya lagi proses produksi enzim urease yang meliputi proses produksi urease secara fermentasi dari galur bakteri Lysinibacillus xylanilyticus INACC B347 melalui tahapan peremajaan isolat pada Nutrient Agar, pembuatan prekultur 10 ml, kultur 100 ml, kultur 1 L pada labu kocok menggunakan media Marine Broth diinkubasikan pada inkubator shaker selama 4-5 jam, suhu 25-30°C, agitasi 150 rpm, sampai diperoleh OD600 0,8-1,0. Kultur starter 10 L dan kultur produksi 100 L ditumbuhkan pada fermentor menggunakan media grade teknis yang terdiri dari ektrak yeast 1,5% b/v, urea 4,0% b/v, amonium sulfat 1,0% b/v, dan sodium asetat 0,41% b/v, dengan kondisi operasi fermentor suhu 25-30°C, aerasi 1 vvm, pO2 minimal 30%, pH 7,0-8,0, dengan agitasi 150 rpm pada kultur starter 10 L dengan waktu inkubasi 4-5 jam, sedangkan agitasi 150-200 rpm pada kultur produksi 100 L dengan waktu inkubasi sampai urease siap panen selama 60-80 jam, dan/atau pada saat aktivitas urease 100-200 U/ml.

Lainnya
Suplemen Mineral Blok Bio-Nutrisi Kulit Kacang Tanah

Suplemen Mineral Blok Bio-Nutrisi Kulit Kacang Tanah

Invensi ini berkaitan dengan penyediaan suplemen mineral untuk sapi potong dalam bentuk mineral blok yang terbuat dari kulit kacang tanah dan proses pembuatannya. Tujuan invensi ini adalah menyediakan suplemen mineral untuk mengatasi kekurangan mineral yang banyak terjadi pada sapi potong di peternak. Invensi ini dibuat khusus dari kombinasi antara tepung kulit kacang tanah dengan garam, semen putih dan bubuk mineral. Invensi ini juga menyediakan proses pembuatan mineral blok yang meliputi penyediaan formula, pembuatan mineral blok, dan pengeringan serta pengemasan mineral blok. Mineral blok dalam invensi ini memiliki kuat tekan 48.45 kg/cm2, kadar bahan kering (BK) 86,39% dan kadar hara makro berupa kadar Ca 23,82%, P2O3 0,08%, Na 0,91% dan Mg 0,33%. Mineral blok ini dikonsumsi oleh sapi potong sebanyak 14 g/ekor per minggu. Penggunaan mineral blok ini pada sapi PO jantan menghasilkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) 0,31-0,39 kg/ekor/hari, konsumsi pakan 3,38-5,10 kg BK/ekor/hari dan konversi pakan 10,77-13,10 kg BK/kg PBBH. Mineral blok ini sesuai digunakan sebagai suplemen mineral pada sapi potong di peternak yang hanya mengandalkan pakan berupa pakan hijauan.

Rekayasa Keteknikan
Perangkat Pengkondisi Sinyal Pulsa Dan Echo Radar Menggunakan OP-AMP Kecepatan Tinggi

Perangkat Pengkondisi Sinyal Pulsa Dan Echo Radar Menggunakan OP-AMP Kecepatan Tinggi

Invensi ini berhubungan dengan perangkat pengkondisian sinyal pulsa dan echo radar, lebih khusus lagi perangkat pengkondisi sinyal radar hujan yang membutuhkan kecepatan pengolahan sinyal yang tinggi denga noise yang rendah. Tujuan invensi ini adalah untuk meningkatkan kualitas hasil pengkondisian sinyal radar hujan dari invensi sebelumnya dengan cara memperpendek tepi naik dan tepi turun sinyal pulsa keluaran radar hujan dan menghilangkan noise dengan lebih sedikit menurunkan level amplitudo pada sinyal echo radar hujan agar hasil konversi sinyal ADC mendekati sinyal aslinya. Fitur-fitur penting dari invensi ini adalah high-speed voltage follower, high-speed inverting attenuator, second-order butterworth low pass filter dan low drop-out voltage regulator.

Rekayasa Keteknikan
Sistem Informasi Hujan Spasial Berbasis Radar X-Band

Sistem Informasi Hujan Spasial Berbasis Radar X-Band

Sistem Pemantauan Hujan (SANTANU) merupakan pengembangan teknologi X-band radar kapal yang dikembangkan menjadi radar deteksi hujan oleh LAPAN. Sistem ini memberikan informasi mengenai kejadian hujan secara spasial dalam radius 44 km setiap 2 menit. Sistem informasi hujan spasial SANTANU berbasis web memiliki fitur antara lain informasi lokasi SANTANU, fitur untuk menampilkan kondisi hujan terkini (near real time) yang merupakan jendela utama, histori kondisi hujan spasial, dan jendela histori kondisi hujan pada daerah terdampak. Pada jendela utama terdapat informasi waktu pantauan, lokasi pantauan, dan bilah warna. Jendela histori kondisi hujan spasial memberikan informasi hujan selama 1 jam terakhir. Pada jendela ini akan tampak daerah-daerah yang ditandai sesuai kebutuhan pengguna untuk dipantau lebih intens. Di bagian ini juga diberikan fitur untuk memperbesar maupun memperkecil area. Jendela ketiga, yakni jendela histori pada daerah terdampak memperlihatkan kondisi hujan 30 menit terakhir dalam bentuk grafik

Rekayasa Keteknikan
Metode untuk Mengukur Estimasi Curah Hujan dengan Radar Kapal

Metode untuk Mengukur Estimasi Curah Hujan dengan Radar Kapal

Invensi ini berhubungan dengan radar, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan metode pengolah data untuk mengonversi sinyal-sinyal dari radar kapal menjadi deteksi hujan secara spasial. Dalam pengolahan data ini dibutuhkan tahapan proses digitasi sinyal, cek kualitas data, filter sinyal, proses data polar, konversi data kartesian, aplikasi peta clutter, konversi adccount ke dbz, koreksi volume, grid data, simpan dan tampilan data. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengonversi sinyal-sinyal radar kapal menjadi data deteksi hujan secara spasial.

Rekayasa Keteknikan
Enzy-Pro

Enzy-Pro

Invensi ini berkaitan dengan suatu proses produksi enzim protease, lebih khususnya lagi proses produksi enzim protease yang meliputi proses produksi protease secara fermentasi menggunakan galur bakteri Bacillus megaterium DSM 319, melalui tahapan pembuatan prekultur, kultur 100 ml, kultur 1 L pada labu kocok menggunakan media LB cair yang diinkubasikan pada inkubator shaker selama 3-4 jam, suhu 35-40°C, agitasi 150 rpm, sampai diperoleh OD600 0,8-1,0. Inokulum starter 10 L, starter produksi 100 L, dan kultur produksi 1000 L ditumbuhkan pada fermentor menggunakan media molases 2,8% b/v, urea 0,5% b/v dan ekstrak yeast 0,05% b/v, dengan kondisi operasi fermentor pada suhu 35-40°C, aerasi 1 vvm, pO2 minimal 30%, pH 7,5, agitasi 150-200 rpm pada inokulum starter dan starter produksi dengan waktu inkubasi 6-8 jam, sedangkan agitasi 75-150 rpm pada kultur produksi dengan waktu inkubasi sampai protease siap panen selama 14-18 jam, dan/atau pada saat aktivitas protease 20-100 U/ml. Perbandingan volume kultur inokulan terhadap total volume kultur pada tahapan satu dengan tahapan berikutnya adalah 1:10.