BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Kesehatan
Kafura: Camphor Parfume

Kafura: Camphor Parfume

Invensi ini mengenai formula parfum aromaterapi berbasis minyak atsiri Kamfer, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan formula dan proses pembuatan parfum aromaterapi dengan menggunakan minyak atsiri kamfer sebagai base-note yang dikombinasikan dengan berbagai minyak atsiri Nusantara dengan keunggulan aroma wangi yang unik sekaligus bersifat relaksasi dan teurapetik karena mengandung senyawa aromaterapi. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya formulasi parfum aromaterapi, dimana suatu formula parfum aromaterapi berbasis minyak atsiri kamfer sesuai dengan invensi ini terdiri dari: minyak kamfer (8-10%); akar wangi (5-10%); nilam (10%); cendana (12-15%), kulit manis (5-7%); linalool (12-15%); kenanga (12-15%); sereh wangi (5-10%); dan beta-ionone (8-10%); serta suatu proses pembuatan parfum aromaterapi yang terdiri dari tahapan mencampur notasi minyak atsiri secara berurutan yang terdiri dari notasi dasar (base- note) dengan proporsi 25-30%; notasi inti (heart-note) dengan proporsi 50-63%; dan notasi atas (top-note) dengan proporsi 12-20%; sehingga mendapatkan parfum aromaterapi dengan wangieksotik rempah Nusantara, sensasi lembut menyegarkan dengan kompleksitas aroma sepanjang waktu.

Rekayasa Keteknikan
Sistem Kultur Mikroalga atau Organisme Fotosintetik Lainnya untuk Produksi Biomassa dan Dekarbonasi Udara

Sistem Kultur Mikroalga atau Organisme Fotosintetik Lainnya untuk Produksi Biomassa dan Dekarbonasi Udara

Invensi ini berkaitan dengan sistem untuk mengoptimumkan produksi biomassamikroalga/sianobakteria/organisme fotosintetik lainnya sekaligus penangkapan CO2atmosferik (dekarbonasi udara). Meliputi sub unit fotobioreaktor berisi biomassa besertamedium pembiakannya yang spesifik untuk tujuan dekarbonasi secara efektif dan efisienserta menghasilkan biomassa dengan kualitas tertentu, sub unit aerasi dan dispersi CO2 yang mengoptimumkan proses fotosintesis kultur, sub unit struktur atap dilengkapi panelsurya dan sub unit struktur body yang fungsional dan estetis,sub unit sistem real-timemonitoring parameter proses fotosintesis berbasis Internet of Thing. Hal ini bertujuanuntuk mendapatkan sebuah sistem kultivasi mikroalga/sianobakteria/organismefotosintetik lainnya dan penangkapan CO2 melalui kinerja fotosintesis yang termonitordengan baik sehingga menghasilkan produk biomassa dan perbaikan kualitas udara secaraefektif serta efisien. Implementasi alat dan sistem ini berpeluang untuk substitusi ruangterbuka hijau, branding kota hijau berkelanjutan, terlaksananya ekonomi sirkular melaluipemanfaatan biomassa yang dipanen untuk bioproduk bernilai ekonomi dan menimbulkanpeluang untuk berpartisipasi dalam perdagangan karbon.

Kesehatan
Formulasi Reed Diffuser Berbasis Minyak Atsiri Kemenyan Dan Kamfer

Formulasi Reed Diffuser Berbasis Minyak Atsiri Kemenyan Dan Kamfer

Invensi ini mengenai formulasi reed diffuser berbasis minyak atsiri kemenyan dan kamfer, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula reed diffuser dengan menggunakan minyak atsiri Kemenyan dan Kamfer sebagai notasi dasar (base-note) yang dikombinasikan dengan berbagai minyak atsiri endemik Nusantara lainnya dengan keunggulan aroma wangi yang khas, dapat diaplikasikan secara sederhana sekaligus bersifat teurapetik dari senyawa aromaterapi sebagai alternatif yang lebih sehat alami, serta memperkuat nilai budaya dan keberlanjutan. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya formulasi reed diffuser minyak atsiri, dimana suatu formulasi reed diffuser dengan menggunakan minyak atsiri kemenyan dan kamfer yang terdiri dari minyak kemenyan (benzoin oil) sebanyak 3%; kamfer (camphor oil) sebanyak 3%; akar wangi (vetiver oil) sebanyak 4%; candana (sandalwood oil) sebanyak 6%; melati (jasmine oil) sebanyak 8%; isolat aldehyde C-13 sebanyak 6%; sereh wangi (citronella) sebanyak 5%; jeruk (orange oil) sebanyak 5%; propilen glicol etil eter sebanyak 12%; dan ethanol food grade sebanyak 48% sehingga diperoleh orkestrasi aroma wangi yang khas lembut, segar, menyenangkan sekaligus efek terapeutik secara bersamaan.

Rekayasa Keteknikan
Perangkat Pemantauan Kualitas Udara Bergerak Berbasis Iot

Perangkat Pemantauan Kualitas Udara Bergerak Berbasis Iot

Invensi ini mengenai Perangkat Pemantauan Kualitas Udara Bergerak Berbasis IoT. Lebih khusus invensi ini berhubungan dengan pemantauan dan pengolahan data kualitas udara melalui perangkat yang dipasang pada kendaraan bermotor, khususnya ojek online untuk akusisi data polutan udara secara spasial dan temporal secara realtime dan kontinyu, dan informasinya ditampilkan dalam aplikasi berbasis website dan android. Invensi ini terdiri dari 1)perangkat pemantauan parameter kualitas udara, dan 2) aplikasi sistem informasi kualitas udara berbasis website dan android. Invensi Perangkat ini menggabungkan lima sensor parameter kualitas udara dan satu sensor gps untuk deteksi posisi alat. Data parameter kualitas udara yang terambil sesuai dengan posisi kendaraan, dikumpulkan dan dikirimkan ke server untuk diolah sehingga diperolah nilai indeks kualitas per parameter dan gabungan parameter, dan selanjutnya ditampilkan melalui aplikasi berbasis web dan android. Mengatasi kelemahan intrumen pemantauan statis yang hanya menghasilkan data kualitas uara di lokasi tertentu terus menerus, invensi ini ditujukan untuk menghasilkan indeks kualitas udara yang tersebar seluruh sudut perkotaan secara kontinyu dan realtime. Infomasi ditampilkan dalam bentuk nilai indeks kualitas udara masing-masing parameter dan indeks gabungan berdasarkan posisi geografis pada peta dan pada waktu yang diinginkan oleh pengguna.

Rekayasa Keteknikan
Vigano

Vigano

Invensi ini bertujuan untuk menyediakan pot organik yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya mangrove dengan memanfaatkan biomassa tanaman Derris trifoliata yang diperkaya dengan konsorsium mikroba biostimulan. Pot organik pada invensi ini bersifat ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai pengganti polybag plastik. Komposisi pot organik dibuat dengan mencampur 80-90% biomassa Derris trifoliata dengan bahan perekat poliuretan 10-20% dan menambahkan konsorsium mikroba (Aspergillus niger, Rossellomorea vietnamensis, Bacillus altitudinis, B. tequilensis, B.cereus, Azospirillum sp., Azotobacter sp., dan Serratia sp.) sebanyak 1/10 dari bobot pot. Proses pembuatan pot organik pada invensi ini meliputi persiapan biomassa, pencetakan, penyemprotan mikroba, dan pengeringan dengan suhu rendah untuk menjaga agar mikroba tetap hidup. Hasil uji efektifitas pot organik pada tanaman mangrove Rhizopora apiculata membuktikan bahwa pot organik mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan optimal. Pot organik berbahan dasar biomassa Derris trifoliata menghasilkan pot yang ringan namun kuat, dan dapat terurai serta meningkatkan kesuburan tanah.

Pangan
Formula dan Proses Pembuatan Pupuk Hayati Majemuk Berbentuk Cair Berbahan Aktif Konsorsium Bakteri Pelarut Zinc

Formula dan Proses Pembuatan Pupuk Hayati Majemuk Berbentuk Cair Berbahan Aktif Konsorsium Bakteri Pelarut Zinc

Invensi ini menjelaskan formula dan proses pembuatan pupuk hayati majemuk berbentuk cair berbahan aktif konsorsium bakteri pelarut Zn. Bahan aktif sebagai penyusun formula pupuk hayati ini adalah (i) Klebsiella pneumoniae Zn2, (ii)Enterobacter cloacae CmA12, (iii) K. quasipneumoniae SiCmA9, (iv) Providencia rettgeri DrSrA1, dan Azotobacter vinelandii C1. Invensi ini juga terkait dengan proses pembuatan pupuk hayati cair tersebut menggunakan larutan bahan pembawa mengandung ekstrak kentang, gula pasir, kaldu curah, air kelapa, dan air mineral. Formula pupuk hayati cair ini bermanfaat meningkatkan Zn tersedia pada tanah, meningkatkan serapan Zn pada tanaman/bulir padi dan serealia, dan mengurangi dosis pupuk NPK. Pupuk hayati cair ini disarankan diaplikasikan melalui seed treatment sebelum disemai atau melalui perendaman akar yang akan dipindahtanam ke lahan sawah. Semua strain bakteri yang dikonsorsiumkan sebagai pupuk hayati ini memiliki kemampuan menambat N2, menghasilkan fitohormon (asam indola asetat, giberellin, zeatin dan kinetin) dan asam-asam organik (asam asetat, asam sitrat, asam malat dan asam oksalat, serta dapat melarutkan Zn, P dan K, sehingga dapat meningkatkan produksi sorgum dan padi masing-masing sebesar 18.49% dan 0.2-0.64 t/ha, meningkatkan serapan Zn bulir padi sebesar 13,99-33,29% dan dan menghemat pupuk kimia NPK sebanyak 25%.

Pangan
Formula Kombinasi Premix Untuk Ruminansia

Formula Kombinasi Premix Untuk Ruminansia

Formula kombinasi premix meliputi mikro mineral organik (Se, Zn, Fe, Mn, Cu, Cr), makro mineral (P dan Ca), mix enzyme (celulase, protease, amylase, mananase, pectinase, xylanase, invertase, dan glucanase), Enzyme Stimulation Secretion (ESS40), probiotik L. plantarum, dan asam amino terproteksi diaplikasikan pada pemberian pakan sapi potong secara in vivo dianalisis dengan teknologi multi omik. Perlakuan memberikan pengaruh yang positif terhadap pH rumen dan VFA parsial, penurunan kadar N-NH3 dan nilai hematologi terhadap kesehatan dan kekebalan tubuh ternak dalam batas normal. Analisis metagenomik NGS berhasil mendeteksi kelimpahan relatif bakteri rumen secara umum dan ditambahkan dengan analisis qPCR target bakteri rumen yang spesifik yaitu Prevotella ruminicola dominan pada G5 menurunkan B. fibrisolvens, Methanosarcinales dan Methanobacteriales. Analisis metabolomik pada darah berhasil menditeksi kandungan Llysine dalam darah dari perlakuan G5. Analisis metabolomik rumen menditeksi peningkatan prenol lipid, dan subkelas indol sangat rendah pada pakan G5 dan memiliki korelasi terhadap methanogen dalam penurunan produksi metan. Perlakuan pemix combo mengandung asam amino terproteksi tanin berpengaruh terhadap peningkatan respon sistem imun menggunakan analisis nutrigenomik. Perlakuan feed additive pemix combo terproteksi tanin secara in vivo dengan analisis metagenomik, metabolomik, dan nutrigenomik terbukti memberikan pengaruh positif terhadap stimulasi sistem imun sebagai salah satu indikator kesehatan dan produktivitas ruminansia.

Pangan
Tanaman Andaliman

Tanaman Andaliman

Invensi ini berkaitan dengan metode perbanyakan tanaman andaliman, khususnya menggunakan eksplan dari bagian pucuk tanaman yang ditumbuhkan pada media spesifik disertai dengan penyungkupan sedemikian hingga diperoleh bibit tanaman andaliman dengan mutu seragam dalam jumlah besar. Metode menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan: menyiapkan larutan penyegar; menyiapkan larutan sterilisasi; menyiapkan larutan penumbuh akar; menyiapkan media tanam; menentukan tanaman indukan; mengambil pucuk muda; merendam eksplan dalam larutan penyegar; melakukan sterilisasi eksplan; menginduksi pertumbuhan akar pada eksplan; menumbuhkan eksplan sampai tumbuh akar dalam media tanam dan memelihara hingga diperoleh tanaman duplikat induk; setelah didapatkan duplikat tanaman induk maka dilakukan perbanyakan bibit andaliman dengan tahapan: menyiapkan eksplan untuk bibit tanaman andaliman dari pucuk muda tanaman duplikat induk; merendam pucuk muda; melakukan sterilisasi; menginduksi pertumbuhan akar dengan mengoleskan larutan penumbuh akar pada bagian pangkal pucuk muda; menanam pucuk muda pada media tanam disertai dengan penyungkupan; melakukan aklimatisasi bibit tanaman di bawah dua lapis jaring peneduh dengan kerapatan 55% selama 2 minggu; dan memindahkan bibit tanaman pada area terbuka dengan sinar matahari penuh selama 2-4 minggu hingga diperoleh bibit tanaman andaliman siap tanam.

Kesehatan
Krim Nano Emulsi

Krim Nano Emulsi

Invensi ini mengenai formulasi masker wajah dari minyak atsiri kemenyan, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan formulasi masker wajah dengan menggunakan minyak atsiri kemenyan, lavender dan curcuma yang dikombinasikan dengan berbagai ekstrak nabati, dan senyawa aromatik lainnya secara proporsial dengan keunggulan sinergi manfaat kecantikan yang aman dan efektif, serta mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya formulasi masker wajah, dimana suatu formulasi masker wajah dari minyak atsiri kemenyan.yang terdiri dari (a) menyiapkan notasi aromatik minyak atsiri yang terdiri dari minyak kemenyan; lavender; minyak curcumin; ekstrak botani yakni Zea mays starch/ tepung jagung; dengan bahan pengental berupa xanthan gum; serta pelembab dari rose hydrosol dan hyaluronic acid; aqua distillata sodium benzoat dan berupa Vitamin E sehingga diperoleh masker wajah yang mengandung bahan aktif alami yang efektif dan aman untuk menghidrasi, mencerahkan, menghaluskan kulit dengan tekstur ringan, homogen, stabil dengan aroma yang menenangkan.

Kesehatan
Serum Antiflex

Serum Antiflex

Invensi ini mengenai formulasi serum muka, lebih khusus, invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula serum muka dari minyak atsiri kemenyan dan nilam melalui teknologi nano-emulsi. Tujuan utama dari invensi ini adalah menyusun formulasi nano - emulsi minyak kemenyan dan nilam sebagai produk kosmetik serum muka, dimana suatu formula nano-emulsi serum muka terdiri dari (a) menentukan proporsi bahan aktif yakni minyak kemenyan (Styrax sumatrana) dan nilam (Pogostemon cablin) sebagai basis (total 2 -5% dari bahan aktif) yang dikombinasikan dengan minyak kenanga (Cananga odorata) dan sereh wangi (Cymbopogon nardus) (total 7-10 % dari bahan aktif) serta minyak pembawa berupa jojoba dan rosehip (total 80-90% dari bahan aktif); (b) mencampur minyak atsiri secara berurutan; dan dilanjutkan (c) membuat sediaan nano-emulsi topikal dari campuran minyak atsiri menggunakan eksipien seperti tween 80, propilen glikol, metil paraben, propil paraben, dan rose hidrosol. Dengan metode ini dihasilkan nano-emulsi serum muka dengan tekstur ringan, homogen dan stabil sehingga meningkatkan efektivitas penetrasi bahan aktif yang dapat menciptakan kulit muka yang lembab, halus dan cerah dengan aroma segar, lembut, dan menyenangkan.

Pangan
Formulasi Probiotik Instan Bubuk Dan Proses Pembuatannya

Formulasi Probiotik Instan Bubuk Dan Proses Pembuatannya

Invensi ini berkenaan dengan probiotik instant bubuk dan proses pembuatannya dengan berbahan utama Lactobacillus dan Bacillus sp. untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia. Komposisi formulasi probiotik Bacillus spp. instant terdiri dari 15-20% dekstrosa, 48-54% campuran protein bubuk, dan 23-27% Bacillus spp. bubuk, dengan Jumlah populasi mencapai 5.0 x 109 CFU/ml. Hasil uji konfirmasi dengan formulasi tersebut sebesar 10.45 ± 0.013 log 10 CFU/ml. Komposisi formulasi probiotik instant Lactobacillus terdiri dari 8-14 % dextrose, 40-50% protein campuran, 40-45% probiotik bubuk, 1,5-2,5% asam amino campuran, dan 0,5-1,5% mineral campuran menghasilkan jumlah populasi tertinggi yaitu 8.29 Log 10 CFU/g. Komposisi untuk mendapakan jumlah bakteri hidup terbaik pada probiotik instant Lactobacillus plantarum TSD-10 menurut hasil penelitian terdiri dari 9-23% dextrose, 35-40% protein campuran, 36-40% probiotik bubuk, 1-3% asam amino campuran, dan 0,5-1,5% mineral campuran dengan jumlah pupulasi bakteri asam laktat yang paling tinggi yaitu 8.03 log 10 CFU/g.

Kesehatan
Formulasi Parfum Aromaterapi Berbasis Minyak Atsiri Kemenyan

Formulasi Parfum Aromaterapi Berbasis Minyak Atsiri Kemenyan

Invensi ini mengenai formulasi parfum aromaterapi, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula parfum aromaterapi dengan menggunakan minyak atsiri kemenyan sebagai base-note yang dikombinasikan dengan berbagai minyak atsiri endemik Nusantara dengan keunggulan aroma wangi bertahan lama, sekaligus bersifat relaksasi dan teurapetik karena mengandung senyawa aromaterapi. Formulasi parfum aromaterapi terdiri dari yakni minyak atsiri kemenyan sebagai base-note, serta minyak atsiri nilam, musk, kayu manis, cendana, kenanga, geranium, mawar, peppermint, akar wangi, jeruk, dan propilen glikol etil eter.