BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Energi
Rudal Berpendorong Turbojet Dengan Dudukan Booster Assisted Untuk Terbang Jelajah

Rudal Berpendorong Turbojet Dengan Dudukan Booster Assisted Untuk Terbang Jelajah

Rudal jelajah berpendorong turbojet ini memiliki 5 bagian secara terperinci. Pada desain industri ini yang akan dimintakan perlindungan adaah bagian sebagai berikut: badan rudal dimana berbentuk kerucut atau “ogive” dibagian depan, berbentuk silindris dibagian tengah, dan mengecil diameternya di bagian belakang; saluran aliran udara menuju mesin turbojet yang disebut sebagai “intake” dimana saluran pipa tersebut seperti leher angsa dengan lubang atas mengarah ke depan dan terpasang di atas badan bagian belakang rudal dan lubang bawah mengarah ke mesin turbojet; sayap rudal yang terdiri dari bagian sisi dalam dekat bodi wahana (inner wing) dan bagian terluar sayap (outer wing); pada bagian ekor (tail) terdapat empat sirip dengan konfigurasi “cruciform” atau X; setiap sirip terdapat bidang kendali yang dapat didefleksikan untuk mengubah sikap terbang rudal; dan terdapat lekukan di bagian bawah sepertiga akhir badan wahana sebagai tempat dudukan roket pendorong (rocket booster).

Kesehatan
Radioisotop Fosfor-32 untuk Terapi Keloid dan Tumor Kulit

Radioisotop Fosfor-32 untuk Terapi Keloid dan Tumor Kulit

"Radiasi beta radioisotop 32P dalam terapi keloid, tumor kulit jinak, dan hemangioma mengakibatkan kerusakan pada tingkat sel, serta bebas dari rasa sakit dibandingkan dengan terapi konvesional "

Rekayasa Keteknikan
Sistem Penyala Roket Piroteknik dengan Mekanisme Bantalan Poros

Sistem Penyala Roket Piroteknik dengan Mekanisme Bantalan Poros

Motor roket padat terdiri dari tabung, lapisan penahan panas bahan bakar roket padat (propelan) , nosel, inhibitor nosel, cap, inhibitor cap, ulir cap, ulir dudukan dan penyala roket. Sistem rangkaian penyala roket tipe piroteknik menggunakan struktur yang dilengkapi bantalan poros (ball bearing) terdiri dari dudukan, penyala roket, penyala pertama, pemantik dan piroteknik bubuk, bantalan poros (ball bearing) berfungsi sebagai bahan bantu agar rangkaian stik dan penyala roket dapat berputar ketika dudukan dipasang di tutup (cap).

Pangan
Formulasi Pembenah Tanah Khusus Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dan Proses Pembuatannya

Formulasi Pembenah Tanah Khusus Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dan Proses Pembuatannya

Invensi ini berkaitan pembenah tanah yang diaplikasikan pada tanaman bawang merah (Allium cepa L.) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan umbi tanaman bawang merah. Formulasi pembenah tanah pada invensi ini terdiri dari bahan organik dan bioaktivator FLOP. Bahan organik tersusun atas limbah serasah, limbah media tumbuh jamur (baglog), biochar (batok kelapa), ampas tahu dan kasgot. Sedangkan bioaktivator FLOP tersusun atas Coriolopsis hainanensis, Polyporus thailandensis, dan Cerrena aurantiopora. Pembenah tanah pada invensi ini diawali dengan membersihkan bahan organik dari pengotor kemudian menyusun beberapa lapisan bahan organik. Setelah itu, menyiram air pada lapisan sedemikian hingga kelembabannya mencapai 60% pada setiap lapisan yang dilanjutkan dengan menaburkan bioaktivator FLOP pada tumpukan. Setelah itu, tumpukan fermentasi ditutup menggunakan material kedap air dan mengaduk secara merata tumpukan fermentasi pada hari ke 12 dan 24, dimana apabila tumpukan mengering maka dapat dilakukan penyiraman. Bioaktivator FLOP ditambahkan pada saat pengadukan hari ke 24 dan ditaburkan ke seluruh bahan baku organik secara merata. Bahan pembenah tanah yang sudah matang dipanen pada hari ke 45-50, kemudian dikeringkan dan disaring pada saringan berukuran 10-20 mesh serta dilakukan pengemasan.

Kesehatan
Generator 99Mo 99mTc untuk Diagnosis Kedokteran Nuklir

Generator 99Mo 99mTc untuk Diagnosis Kedokteran Nuklir

Sistem/alat untuk menghasilkan radioisotop 99mTc yang digunakan sebagai radioisotop diagnosis. Generator 99mTc tersebut menggunakan 99Mo hasil reaksi non fisi uranium

Rekayasa Keteknikan
Unit Pengolahan Air Baku Menjadi Air Bersih

Unit Pengolahan Air Baku Menjadi Air Bersih

invensi ini berhubungan dengan suatu unit pengolahan air gambut menjadi air bersih, dan komposisi bahan penjernih yang digunakan pada alat tersebut. Invensi ini diwujudkan dalam suatu alat atau unit pengolahan air gambut menjadi air bersih yang terdiri rangkaian tangki-tangki penjernih. tangki-tangki tersebut berupa: suatu tangki koagolator (1), tangki-tangki flukolator (2), tangki-tangki sedimentasi (3) dan tangki-tangki filter (4). tangki-tangki tersebut di susun sedemikian rupa sehingga membangun suatu instalasi pengolahan air bersih yang mudah dipindahkan (movable). Selain itu, unit pengolah air bersih dilengkapi dengan komposisi bahan penjernih yang terdiri dari karbon, soda ash, koagulan dan kaporit. unit pengolahan air bersih lahan ganbut ini dapt di buat dengan ukuran dan dimensi yang berbeda-beda serta dengan komposisi bahan penjernih yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada dilapangan.

Pangan
Formula Insektisida Nabati Berbasis Minyak Mimba, Minyak Serai Wangi Dan Minyak Cengkeh Serta Proses Pembuatannya

Formula Insektisida Nabati Berbasis Minyak Mimba, Minyak Serai Wangi Dan Minyak Cengkeh Serta Proses Pembuatannya

Suatu formula insektisida nabati berbasis minyak mimba (Azadirachta indica) dengan bahan aktif azadirachtin yang selain bersifat toksik juga mengganggu pertumbuhan, khususnya proses metamorfosa serangga, serai wangi (Cymbopogon nardus) dengan bahan aktif sitronela yang bersifat sebagai pengusir hama (insect repellent) dan cengkeh (Syzygium aromaticum) dengan bahan aktif eugenol yang bersifat toksik terhadap serangga. Minyak atsiri serai wangi dan cengkeh diperoleh dari hasil penyulingan, sedangkan minyak mimba diperoleh dari hasil pengepresan biji. Bahan-bahan tersebut dicampur lalu ditambahkan pengemulsi Tween 80 dan diaduk merata sampai terjadi larutan yang homogen berwarna coklat. Penggunaannya adalah dengan cara mengencerkan 2-5 ml formula dalam 1 liter air yang akan menghasilkan emulsi berwarna putih dan disemprotkan ke bagian tanaman untuk mengendalikan serangan hama.

Rekayasa Keteknikan
Sistem Pengenalan Wicara Otomatis Untuk Pendiktean Medis Bahasa Indonesia Di Lingkungan Komputasi Awan

Sistem Pengenalan Wicara Otomatis Untuk Pendiktean Medis Bahasa Indonesia Di Lingkungan Komputasi Awan

Paten ini mengungkapkan sebuah sistem pengenalan wicara otomatis untuk pendiktean medis dalam bahasa Indonesia, yang diimplementasikan dalam lingkungan komputasi awan. Sistem ini terdiri dari dua komponen utama, yaitu Middleware (MW) yang bertugas menerima permintaan layanan, dan Backend (BE) yang dilengkapi dengan mesin Automatic Speech Recognition (ASR engine) untuk melakukan proses pengenalan wicara. Selain itu, sistem ini juga menggunakan empat komponen pendukung, yakni Database, Messaging System, Storage Service, dan Cloud Platform. Sistem ini memisahkan fungsi MW dan BE berdasarkan beban kerja dan sumber daya, sehingga memungkinkan pengaturan fleksibel jumlah BE yang dijalankan dalam lingkungan awan. Dengan memanfaatkan messaging system sebagai komponen pendukung, komunikasi antara MW dan BE berlangsung transparan tanpa memerlukan pengetahuan alamat IP masing-masing komponen, menjadikan ideal untuk lingkungan awan. Hal ini membuat sistem ini sangat cocok untuk lingkungan awan yang dinamis. Hasil transkripsi dari BE dikembalikan ke pengguna melalui RESTful/HTTP Response. Sistem ini memberikan pelayanan pengenalan wicara menggunakan ASR yang telah dilatih dengan data wicara dan teks medis dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya sistem ini, tenaga medis di Indonesia dapat memanfaatkannya secara efisien untuk pembuatan laporan tindakan medis atau rekam medis pasien dengan lebih cepat dan akurat.

Pangan
Metode Peningkatan Kandungan Gingerol Tanaman Jahe Merah Dengan Induksi Mutagen Sodium Azida

Metode Peningkatan Kandungan Gingerol Tanaman Jahe Merah Dengan Induksi Mutagen Sodium Azida

Invensi ini berkaitan dengan metode peningkatan kandungan gingerol pada tanaman jahe merah, khususnya varietas Jahira 2, dengan induksi mutasi menggunakan mutagen sodium azida. Tahapan-tahapan menurut invensi ini terdiri dari perendaman jahe merah dalam larutan sodium azida, pengeringan rimpang jahe merah, penanaman rimpang jahe merah pada cocopit, penanaman jahe merah pada media tanam, pemeliharaan rimpang jahe merah, dan pemanenan. Metode peningkatan kandungan gingerol tanaman jahe merah menurut invensi ini menghasilkan tanaman jahe merah dengan kandungan gingerol hingga 6,17 mg/g.

Pangan
Komposisi Mi Instan Non Terigu Dengan Penambahan Glukomanan Dan Proses Pembuatannya

Komposisi Mi Instan Non Terigu Dengan Penambahan Glukomanan Dan Proses Pembuatannya

Pembuatan formula mi non terigu dengan penambahan Glukomanan menggunakan bahan-bahan berupa tepung beras, tapioka, Glukomanan, tepung telur kuning, tepung telur putih, guargum, dan air. Tahapan proses pembuatan mi meliputi pencampuran bahan dengan mixer selama 5-10 menit pada kecepatan tingkat 3-4 (skala pada alat), pengukusan adonan kering selama 15-20 menit, pencampuran adonan semi basah (kadar air sekitar 15-20%) dan pencetakan dengan alat ekstuder sampai terbentuk untaian mi. Selanjutnya untaian mi dilakukan pengukusan selama 15-20 menit, kemudian pengeringan untaian mi ke alat penggoreng tanpa minyak (air fryer) dengan suhu 130-135oC selama 5-7 menit, dan mi dibalik serta dilakukan pengeringan kembali ke alat penggoreng tanpa minyak (air fryer) dengan suhu 130-135oC selama 5-7 menit. Hasil mi instan ini dengan waktu masak 4-4,2 menit pada air mendidih, padatan terlarut yang hilang (cooking loss) adalah 5-6%, penyerapan air (cooking weigth) mencapai 190-200%, serta Whiteness Index sebesar 50,20-50,39. Secara proksimat mi ini mempunyai kadar air 9,00-9,10%, kadar abu 1-1,05%, kadar lemak 0,71-0,76%, kadar protein 16,09-16,16%, kadar karbohidrat 72,93-73,20% energi 363,20-363,55 kkal.

Rekayasa Keteknikan
Nose Cone Tumpul Presisi dengan Sistem Bodem Artileri

Nose Cone Tumpul Presisi dengan Sistem Bodem Artileri

Invensi ini berkaitan dengan roket artileri dengan jarak tembak yang lebih jauh. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk membuat kestabilan terbang roket yang lebih baik pada kecepatan terbang yang lebih tinggi, sehingga roket dapat mencapai jarak tembak mendekati dengan hasil prediksi. Margin kestabilan terbang roket dapat dapat dibuat menjadi lebih baik dengan pemberian radius tertentu pada bagian ujung nose cone dan penambahan bodem pada bagian pangkal nose cone. Nose cone pada invensi ini terdiri dari bagian tip, cangkang dan bodem. Tip adalah bagian paling ujung depan nose cone, dan bodem adalah bagian paling belakang nose cone. Dari hasil uji terbang, diperoleh roket yang terbang stabil dengan menggunakan nose cone pada paten ini. Pada elevasi penembakan 40, prediksi jarak tembak adalah 26 km, dan dari hasil uji terbang jarak tembak adalah 25,5 km sampai dengan 25,8 km. Pada elevasi penembakan 45, prediksi jarak tembak adalah 26,7 km, dan dari hasil uji terbang jarak tembak adalah 25.6 km sampai dengan 26,0 km. Pada elevasi penembakan 50, prediksi jarak tembak adalah 27,5 km, dan dari hasil uji terbang jarak tembak adalah 26,5 km sampai dengan 26,6 km.

Pangan
Metode Perbanyakan Tanaman Obat Langka Gandasoli Hutan (Hedychium Roxburghii Blume) Secara In Vitro

Metode Perbanyakan Tanaman Obat Langka Gandasoli Hutan (Hedychium Roxburghii Blume) Secara In Vitro

Invensi ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan perbanyakan pada tanaman obat langka gandasoli hutan dan tujuan khususnya adalah untuk mendapatkan metode perbanyakan tanaman obat langka gandasoli hutan in vitro. Invensi dilakukan menggunakan sumber eksplan mata tunas yang berasal dari lapang dan eksplan dipelihara didalam kotak steril. Kegiatan bertujuan untuk memperoleh metode perbanyakan H. roxburghii secara in vitro dan invensi ini terdiri dari dua tahapan yaitu: 1) inisiasi dan induksi tunas pada media MS cair dengan penambahan BA (0.0 ; 1.0 ; 3.0 ; 5.0 mg/l) secara tunggal dan kombinasinya dengan TDZ 0.1 mg/l, dan 2) multiplikasi tunas in vitro untuk meningkatkan jumlah tunas pada perlakuan kombinasi BA, TDZ dengan NAA. Hasil invensi menunjukkan bahwa media dasar MS cair dengan penambahan kombinasi BA 3.0 mg/l + TDZ 0.1 mg/l menghasilkan respon inisiasi dan induksi tunas paling baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan jumlah tunas 1-4 tunas dalam waktu empat minggu. Multiplikasi tunas terbaik diperoleh pada penggunaan perlakuan media MS cair dengan penambahan BA 3.0 mg/l + TDZ 0.1 mg/l dan NAA 0.3 mg/l dengan jumlah 2-5 tunas dalam waktu tiga minggu.