BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Rekayasa Keteknikan
Pengering semprot

Pengering semprot

Pengering semprot ini adalah perangkat industri yang berguna untuk mengubah cairan menjadi bubuk kering melalui proses penyemprotan cairan menjadi droplet halus yang kemudian dikeringkan secara instan oleh udara panas. Alat ini banyak digunakan di industri makanan (susu bubuk, kopi instan), farmasi (obat-obatan, vitamin), kimia (katalis, polimer), dan pengolahan limbah, karena mampu menghasilkan bubuk berkualitas dengan ukuran partikel seragam secara efisien. Meskipun memerlukan energi panas tinggi dan kurang cocok untuk bahan sangat kental, teknologi ini tetap unggul dalam kecepatan proses dan kemampuannya mempertahankan karakteristik bahan sensitif panas.

Rekayasa Keteknikan
Mesin Penyimpanan Produk Hortikultura Atmosfir Terkendali

Mesin Penyimpanan Produk Hortikultura Atmosfir Terkendali

Invensi ini berhubungan dengan suatu mesin penyimpanan produk hortikultura atmosfir terkendali (Controlled AtmospheredStorage/CAS) untuk produk hortikultura, dimana mekanisme penyimpanan pendingin kedap udara dengan mengendalikan gas oksigen menggunakan gas nitrogen dan gas karbon dioksida, serta temperatur dan kelembaban oleh panel pengendali otomatis pada produk hortikultura agar tetap terjaga kesegarannya dalam rangka memperpanjang umur simpan serta dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan gawai pintar. Mesin penyimpanan produk hortikultura ini terdir dari: kotak berpendingin, box pengendali otomatis, kontrol gas, gawai pintar, memonitor data dan tabung filtrasi. Mesin ini mengatur laju respirasi buah dan sayuran dapat dihambat atau diperlambat dengan cara menurunkan jumlah oksigen pada suatu kotak kedap udara yang berpendingin dengan kelembaban udara yang sesuai dengan produk yang akan diperpanjang daya simpannya yang dikendalikan secara otomatis oleh panel kontrol. Parameter pengedalian produk hortikultura pada level suhu 9-150C, dengan kadar oksigen 5-7%, dan kelembaban udara 80-85% menggunakan humidifier. O2dapat diturunkan menggunakan gas Nitrogen (N2) yang dihasilkan oleh tabung filter membran dengan menyaring dari udara dan nitrogen dimasukkan ke dalam show case yang telah dirancang kedap udara dengan tekanan gas pada pressure gauge berkisar 0,6-0,7 kg/cm2.

Rekayasa Keteknikan
Amnion sapi

Amnion sapi

Invensi ini berhubungan dengan preparasi amnion sapi yang diproses dengan cara liofilisasi dan disterilkan dengan iradiasi sinar gamma atau dengan berkas elektron. Adapun preparasi amnion pada invensi ini diawali dengan memisahkan membran amnion dengan membran korion. Lendir yang terdapat pada permukaan amnion dieliminasi menggunakan air mengalir, kemudian dicuci dengan metode 7 kali pencucian dalam larutan salin steril, larutan H2O2 dan air destilasi steril. Proses selanjutnya adalah deselularisasi dalam larutan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS). Amnion dibekukan pada suhu -20 s.d. -80 oC, kemudian keringkan dengan cara liofilisasi. Amnion liofilisasi dipotong dengan ukuran tertentu dan dikemas dengan plastik polietilena dan kemudian dilapisi dengan pengemas kertas-plastik. Selanjutnya, produk membran amnion disterilkan dengan sinar gamma atau berkas elektron pada dosis 15-25 kGy. Dihasilkan amnion deselularisasi liofilisasi steril radiasi yang dapat disimpan pada suhu 10 oC s.d. suhu kamar selama 4-5 tahun.

Pangan
Bantalan penyerap cairan daging ayam anti mikroba berbasis kitosan iradiasi

Bantalan penyerap cairan daging ayam anti mikroba berbasis kitosan iradiasi

Invensi ini mengungkap mengenai suatu metode pembuatan sekaligus karakter produk berupa bantalan penyerap sebagai kemasan pangan penyerap cairan daging ayam yang memiliki bahan aktif berupa _super water absorbent_ (SWA) dan kitosan. Metode pembuatan bantalan penyerap cairan daging ayam anti-mikroba berbasis kitosan iradiasi sesuai pada invensi ini terdiri dari menyiapkan kantung kemasan, memasukkan _super water absorbent_ (SWA), menyiapkan kitosan teradiasi, melarutkan kitosan dengan asam asetat, mendapatkan larutan kitosan, mencelupkan bantalan ke dalam kitosan, mengeringkan sehingga mendapatkan hasil bantalan penyerap cairan daging. Bantalan sesuai invensi ini memiliki karakter mudah dilipat dan dikemas, memiliki daya hambat bakteri 20-100%, memiliki daya serap hingga 140 kali sehingga mampu memperpanjang masa simpan daging ayam hingga 0-4 hari pada suhu ruangan pendingin 4-6oC.

Rekayasa Keteknikan
Perancah tulang nanokomposit nanohidroksiapatit / nanoperak antimikroba

Perancah tulang nanokomposit nanohidroksiapatit / nanoperak antimikroba

Invensi ini mengungkap suatu metode untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada lignin menggunakan iradiasi sinar gamma beserta karakter produk yang dihasilkannya. Metode peningkatan aktivitas antioksidan pada lignin menggunakan iradiasi sinar gamma, sebagaimana pada invensi ini terdiri dari menyiapkan lindi hitam, menambahkan HCl, mencampur dengan NaOH, mengulang langkah b)hingga 3x, mengendapkan, memisahkan endapan, mengeringkan, menghaluskan, mengiradiasi lignin dengan sinar gamma pada atmosfer udara dan suhu ruang, pada laju dosis 3,5 kGy/jam, hingga pada akhirnya mendapatkan lignin yang telah meningkat aktivitas antioksidannya. Lignin sebagaimana pada invensi ini, memiliki karakter komposisi radikal fenoksi semakin tinggi, aktivitas antioksidan meningkat, gugus-gugus -OH dari unit-unit fenol pada lignin mengalami penurunan interaksi antarmolekul, suhu transisi glass (Tg) yang lebih rendah, senyawa fenolik yang lebih banyak dibandingkan sebelum diiradiasi. Produk akhir dari invensi ini mampu dimanfaatkan sebagai antioksidan pada pembuatan plastik ramah lingkungan.

Rekayasa Keteknikan
Suspensi nanoperak (Biomedical grade)

Suspensi nanoperak (Biomedical grade)

Invensi ini mengenai proses pembuatan nanoperak konsentrasi tinggi terstabilisasi kitosan melalui reduksi radiolisis radiasi pengion tanpa penambahan penangkal radikal hidroksil, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan metode sintesis nanoperak terstabilisasi kitosan konsentrasi tinggi menggunakan teknologi radiasi pengion tanpa residu senyawa toksik untuk aplikasi biomedis. Proses pembuatan larutan koloidal nanoperak sesuai dengan invensi ini terdiri dari melarutkan kristal garam perak nitrat dalam akua demineralisata dalam kondisi gelap, melarutkan serbuk kitosan dalam larutan asam asetat 0,5 M pada suhu kamar, mengatur pH tertentu larutan kitosan dengan penambahan larutan sodium hiroksida 0,5 M, mencampur larutan prekursor ion perak dengan larutan kitosan pH tertentu pada suhu kamar kondisi gelap, mengemas larutan reaktan dalam botol kaca yang terlindung dari cahaya, mendinginkan larutan reaktan terkemas pada suhu 4°C selama interval 12 – 48 jam, melakukan iradiasi larutan reaktan dingin terkemas menggunakan radiasi pengion sehingga dihasilkan larutan koloidal nanoperak terstabilisasi kitosan, dan menyimpan larutan koloidal nanoperak terstabilisasi kitosan pada suhu 4°C hingga digunakan. Nanoperak terstabilisasi kitosan ini memiliki ukuran partikel lebih kecil dari 20 nm dan mempunyai daya antibakteri yang bersifat bakterisidal efektivitas baik terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli.

Kesehatan
Piperine

Piperine

Invensi ini berkaitan dengan formulasi dan proses pembuatan dispersi padat yang terdiri dari piperin dan kitosan yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor. Dispersi padat piperin dan kitosan ini diperoleh melalui isolasi piperin dari lada putih, dimulai dengan maserasi bubuk lada putih menggunakan etanol 96%, ekstrak yang diperoleh dikeringkan, dan dikristalisasi dengan pelarut organik hingga diperoleh kristal piperin. Tahap berikutnya, melakukan formulasi dispersi padat dengan menambahkan kitosan yang sudah dilarutkan dengan asam asetat, dengan perbandingan tertentu ke dalam kristal piperin, hingga menghasilkan dispersi padat. Selanjutnya, dilakukan analisa sifat fisika dan kimia dispersi padat, menguji laju disolusi, dan menguji toksisitas akut dispresi padat piperin- kitosan pada hewan coba.

Kesehatan
Ethyl p-methoxycinnamate

Ethyl p-methoxycinnamate

Invensi ini bertujuan menyediakan proses perolehan senyawa etil para-metoksi sinamat dari rimpang kencur (Kaempferia galanga) dan produk yang dihasilkannya, khususnya proses perolehan etilpara-metoksi sinamat melalui fraksinasi bertingkat sedemikian hingga dihasilkan senyawa etil para-metoksi sinamat yang dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan sediaan farmasi. Proses perolehan menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan memperoleh ekstrak kencur; mendinginkan ekstrak kencur; melakukan fraksinasi bertingkat; melakukan filtrasi; melakukan fraksinasi kembali; melakukan filtrasi kembali; mengumpulkan seluruh endapan yang mengandung EPMS; mengeringkan endapan sehingga diperoleh senyawa EPMS murni. Metode menurut invensi ini menghasilkan senyawa EPSM dengan kemurnian hingga 99%. Senyawa EPMS yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri farmasi dan kosmetik.

Kesehatan
Kuersitrin (Quercetin-3-o-rhamnoside)

Kuersitrin (Quercetin-3-o-rhamnoside)

Invensi ini berkaitan dengan proses isolasi senyawa kuersitrin dari daun benalu D. curvata. Tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu merebus simplisia dengan air; memisahkan ekstrak; mendinginkan ekstrak; melakukan partisi dengan menambahkan pelarut etil asetat; memisahkan lapisan air dan lapisan organik; menguapkan lapisan organik; mendekantasi larutan; memisahkan endapan; memurnikan hasil; mengelusidasi senyawa; dan melakukan analisa terhadap senyawa yang dihasilkan. Proses ekstraksi dalam invensi ini dapat mengekstraksi 90% kuersitrin dari daun benalu D. curvata dengan kemurnian >90%. Perolehan kursitrin adalah 2,5% terhadap berat simplisia.

Rekayasa Keteknikan
Perangkat Kalibrasi Mandiri untuk Mikrosensor Kadar Gas Polutan di Udara Terbuka

Perangkat Kalibrasi Mandiri untuk Mikrosensor Kadar Gas Polutan di Udara Terbuka

Invensi ini adalah perangkat kalibrasi mandiri untuk mikrosensor kadar gas polutan di udara terbuka. Perangkat ini memungkinkan kalibrasi dilakukan langsung di lapangan (in- situ) tanpa perlu memindahkan mikrosensor ke laboratorium. Perangkat ini terdiri dari chamber kalibrasi yang memiliki satu buah tutup depan untuk mempermudah pemeliharaan dan penggantian mikrosensor yang diletakkan pada dudukan mikrosensor yang berada di dalam chamber kalibrasi, untuk menempatkan minimal 1 buah mikrosensor dengan orientasi yang dapat disesuaikan, di bagian atas terhubung dengan pipa inlet dan bagian bawah terhubung dengan pipa outlet untuk mengalirkan gas menuju ke dalam dan keluar dari chamber kalibrasi; unit kontrol otomatis yang berfungsi mengatur aliran gas ke dalam chamber kalibrasi, dan mengatur struktur penggerak untuk membuka dan menutup tutup chamber kalibrasi yang dicirikan dengan chamber kalibrasi, unit kontrol otomatis, dan struktur penggerak. Invensi ini memastikan bahwa alat ukur selalu memberikan data yang akurat dan dapat diandalkan, yang sangat penting untuk pemantauan kualitas udara yang tepat dan pengambilan keputusan terkait pengendalian polusi udara.

Rekayasa Keteknikan
Aparatus Portabel dan Metode Pengkonversi Basis Data EKG

Aparatus Portabel dan Metode Pengkonversi Basis Data EKG

Invensi ini berkaitan dengan dengan suatu alat portabel dan metode yang dapat mengubah basis data sinyal EKG menjadi sinyal yang dapat digunakan untuk mengkalibrasi dan atau menguji kinerja mesin EKG. Invensi ini bertujuan untuk memanfaatkan komputer papan tunggal (KPT), mikrokontroler, konverter sinyal digital ke analog, rangkaian pelemah sinyal, perangkat masukan berupa papan ketik dan tetikus, layar penampil, dan perangkat pemasok daya berupa baterai untuk mengkonversi basis data EKG menjadi sinyal yang dapat digunakan untuk mengkalibrasi dan atau menguji kinerja mesin EKG. Metode pengkonversi basis data EKG dalam invensi ini melalui konversi basis data EKG menjadi basis data elektroda, konversi basis data elektroda menjadi sinyal masukan EKG, metode kalibrasi EKG, dan metode pengujian EKG.

Kesehatan
Catechin (Katekin Ekstrak Gambir)

Catechin (Katekin Ekstrak Gambir)

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan ekstrak gambir (Uncaria gambier Roxb,) sebagai antikanker kulit dan leukimia. Proses produksi ekstrak gambir menurut invensi ini dilakukan menggunakan ekstraksi soxletasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji sitotoksik terhadap sel kanker kulit manusia (KB) dan sel kanker leukemia manusia (HL60). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak gambir sitotoksik terhadap sel kanker kulit manusia (KB) dengan nilai IC50 3,4 μg/mL serta sitotoksik terhadap sel kanker leukimia manusia (HL60) dengan nilai IC50 23 μg/mL.