Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berhubungan dengan kit radiofarmaka nanokoloid human serum albumin (HSA) dalam bentuk serbuk kering beku, proses pembuatan kit melalui pengeringan beku, dan penggunaannya. Kit radiofarmaka menurut invensi ini dicirikan dengan komposisi yang mengandung human serum albumin; SnCl2.2H2O; natrium fosfat monobasa; natrium fosfat dibasa; glukosa; dan asam askorbat. Proses pembuatan kit menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan melarutkan SnCl2.2H2O dalam HCl pekat dan air steril yang telah dijenuhkan dengan gas nitrogen; melarutkan glukosa (larutan B), asam askorbat (larutan C), dan penyangga fosfat (larutan D) dengan air yang telah dijenuhkan dengan gas nitrogen; mencampurkan larutan A,B,C,D dan HSA sampai homogen dan dialiri gas nitrogen; menambahkan air steril, memanaskan larutan dan menyaring larutan dan dispensing pada vial; mengatur suhu sistem pengering beku dan mengalirkan gas nitrogen ke dalam chamber freeze dryer;memasukkan vial-vial dalam chamber freeze dryer; mengatur tekanan chamber; mengalirkan gas nitrogen dalam chamber; melakukan pembekuan pertama; melakukan pembekuan kedua; melakukan pengeringan pertama; melakukan pengeringan kedua; menutup vial-vial dalam chamber(stoppering); dan memperoleh kit radiofarmaka nanokoloid HSA berbentuk kering beku. Kit radiofarmaka menurut invensi ini digunakan dalam pencitraan limfosintigrafi dengan penandaan menggunakan Teknesium-99m.
Pengukuran laju filtrasi glomerulus (LFG) merupakan metode terbaik dalam deteksi dini penyakit ginjal kronis (PGK). LFG dapat dievalusi melalui skintigrafi ginjal menggunakan radiofarmaka technetium-99m diethylenetriaminepentaacetic acid ([99mTc]Tc-DTPA). Invensi ini berkaitan dengan teknik formulasi dan proses pengeringan beku kit DTPA. Kit DTPA yang dihasilkan berupa padatan berwarna putih yang dikemas dalam vial vakum yang dikondisikan dengan gas nitrogen. Bahan yang terkandung di dalamnya adalah diethylenetriaminepentaacetic acid (DTPA) dan stannous chloride dihydrate (pereduksi). Kit tersebut diformulasikan dalam bentuk larutan melalui teknik aseptis di fasilitas ruang bersih (cleanroom) yang memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Teknik formulasinya didesain sedemikian rupa untuk memastikan tidak adanya penurunan kualitas bahan selama formulasi. Larutan hasil formulasi dibeku-keringkan menggunakan alat pengeringan beku (freeze dryer) dengan desain kombinasi pengaturan parameter proses (suhu dan kevakuman) yang menghasilkan kinerja proses yang optimal. Kit ini telah memenuhi hasil uji kemurnian radiokimia yang dipersyaratkan, yaitu lebih dari 98% hingga satu tahun masa simpan. Selain itu, kit telah memenuhi syarat sterilitas dan batas endotoksin. Proses pembuatan kit pun telah divalidasi sehingga keajegan keamanan, efektivitas, dan kualitasnya telah terjamin.
Invensi ini berkaitan dengan senyawa bertanda Samarium-153 ethylendiamine tetramethylene phosphonic acid (EDTMP) dimana produknya digunakan pada tubuh manusia untuk tujuan diagnosis berdasarkan deteksi radiasi atau terapi dari efek fisik radiasi. Komposisi senyawa bertanda 153Sm-EDTMP pada invensi ini setidaknya terdiri dari samarium-153 dalam bentuk samarium (III) klorida (153SmCl3); ethylene diamine tetra methyl phosphonate (EDTMP); asam klorida; natrium hidroksida; dan air. Berdasarkan invensi ini, produk yang dihasilkan memiliki spesifikasi sebagai berikut: steril, bebas pirogen, pH larutan 7,0 – 8,5, kemurnian radiokimia lebih besar dari 95 %, kemurnian radionuklida lebih besar dari 99,8 %, konsentrasi radioaktif 50 mCi/mL lebih kurang 20 %.
Penegakan diagnosis kanker neuroblastoma masih sangat sulit dilakukan. Adanya senyawa bertanda 131I-MIBG yang bersifat target pada sel kanker neuroblastoma yang dapat digunakan sebagai agen terapi dan diagnostik Invensi ini berkaitan dengan proses preparasi, pemurnian dan pengujian senyawa bertanda 131I-MIBG. Proses pembuatan dari 131I-MIBG dilakukan dengan menggunakan penangas minyak pada suhu 160 oC selama 60 menit. Komposisi zat tambahan yang baru yaitu benzyl alcohol dan asam askorbat. Pemurnian 131I-MIBG dilakukan dengan menggunakan kolom resin penukar anion. Proses sterilisasi akhir menggunakan autoclave pada suhu 121 oC selama 30 menit. Selanjutnya metode pengujian yang dilakukan degan metode KLT kertas whatman 14 cm fase gerak n-butanol: asam asetat glasial: air (5:2:1). Kromatogram yang dihasilkan menunjukkan bahwa terjadi pemisahan antara Iodium-131 dalam bentuk ion (impurity) Rf 0,0 – 0,2 dan senyawa kompleks 131I-MIBG pada Rf 0,8-0,9.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan grafena oksida tereduksi (reduced graphene oxide/rGO) doping boron menggunakan reduktor ekstrak kayu secang (Caesalpinia Sappan Lig.) sebagai material untuk pengembangan bahan elektroda pada superkapasitor dengan tujuan mendapatkan material berukuran nanometer serta meningkatkan nilai spesifik kapasitansi sebagai perangkat penyimpanan energi. Material rGO disintesis melalui tiga tahap yakni pembuatan GO, kemudian direduksi dengan ekstrak secang untuk menjadi rGO, serta rGO didoping dengan menggunakan asam borat sebagai prekursor. Material yang telah disintesis yakni GO, rGO, dan rGO terdoping boron kemudian dikarakterisasi melalui UV - Visible Spectroscopy, XRD, dan FT-IR. rGO yang terdoping boron memiliki nilai kapasitansi spesifik sebesar 1231 Fg-1 yang lebih besar dari rGO yang sebesar 541,33 Fg-1. rGO yang terdoping boron juga menunjukkan stabilitas kapasitansi setelah 5000 siklus dengan ketahanan sebesar 99,45%. rGO yang terdoping boron menunjukkan kemampuannya yang berpotensi menjadi material elektroda superkapasitor.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan Graphene quantum dots (GQDs) menggunakan limbah bonggol jagung sebagai prekusor atau bahan utama. Sintesis GQDs dilakukan menggunakan limbah bonggol jagung dan akuades sebagai pelarut membentuk GQDs. Berdasarkan karakterisasi dengan Spektrofotometer UV-Vis didapatkan panjang gelombang maksimum untuk GQDs pada range 208 nm. Berdasarkan karakterisasi dengan instrumen FTIR menghasilkan puncak-puncak khas GQDs yang menunjukkan gugus fungsi O-H, C=C=O, C=O, dan C-H aromatik yang menunjukkan GQDs yang disintesis terdiri dari kerangka aromatik dan diperkaya dengan gugus fungsi yang mengandung oksigen dan banyak terkandung kelompok hidroksil yang berarti sampel GQDs memiliki sifat hidrofilik. Berdasarkan karakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD) menghasilkan puncak melebar pada 2θ sebesar 25° yang merupakan karakter GQDs. Analisis dengan TEM menunjukkan lembaran-lembaran material yang berukuran kecil yang menunjukkan terbentuknya GQDs.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan Graphene quantum dots (GQDs) menggunakan limbah bonggol jagung sebagai prekusor atau bahan utama. Sintesis GQDs dilakukan menggunakan limbah bonggol jagung dan akuades sebagai pelarut membentuk GQDs. Berdasarkan karakterisasi dengan Spektrofotometer UV-Vis didapatkan panjang gelombang maksimum untuk GQDs pada range 208 nm. Berdasarkan karakterisasi dengan instrumen FTIR menghasilkan puncak-puncak khas GQDs yang menunjukkan gugus fungsi O-H, C=C=O, C=O, dan C-H aromatik yang menunjukkan GQDs yang disintesis terdiri dari kerangka aromatik dan diperkaya dengan gugus fungsi yang mengandung oksigen dan banyak terkandung kelompok hidroksil yang berarti sampel GQDs memiliki sifat hidrofilik. Berdasarkan karakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD) menghasilkan puncak melebar pada 2θ sebesar 25° yang merupakan karakter GQDs. Analisis dengan TEM menunjukkan lembaran-lembaran material yang berukuran kecil yang menunjukkan terbentuknya GQDs.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan komposit Reduced Graphene Oxide/Titanium Dioxide (rGO/TiO2) ini dilakukan melalui tahapan pereaksian antara graphene oxide dengan titanium dioxide dengan teknik self-assembly nanomaterial dan pemanasan dengan microwave (microwave reduction) pada kondisi pH basa sehingga diperoleh material Reduced Graphene Oxide/Titanium Dioxide (rGO/TiO2) yang dapat digunakan pada aplikasi fotokatalisis seperti penguraian senyawa polutan. Metode pembuatan Reduced Graphene Oxide/Titanium Dioxide (rGO/TiO2) dimulai dengan pencampuran 50 mg TiO2 berfasa anatase dan 50 mL GO (0.5 mg/mL) yang terdispersi dalam aquades. Campuran kemudian diultrasonikasi dalam selama 30 menit dan diatur pH-nya hingga mencapai angka 9. Kemudian larutan GO/TiO2 dipanaskan dengan menggunakan microwave dalam microwave komersil selama 10 menit. Kemudian sisa pelarut air diuapkan. Padatan hasil pengeringan dicuci dengan air dan HCl hingga pH netral sebanyak 3 kali. Setelah dicuci, Reduced Graphene Oxide/Titanium Dioxide (rGO/TiO2) dikeringkan dan digunakan untuk pengujian fotokatalis terhadap senyawa Rhodamine-6G. Metode sintesis ini menghasilkan rGO dengan performa tinggi dengan metode yang relatif mudah dan mudah serta berpotensi digunakan untuk aplikasi fotokatalis seperti untuk penguraian limbah berwarna.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan nanokomposit rGO-M/ZIF-8 secara hidrotermal dengan pendekatan ramah lingkungan. Grafena oksida tereduksi ekstrak daun kelor (rGO-M) dilakukan menggunakan ekstrak daun kelor sebagai agen pereduksi alami, sementara ZIF-8 disintesis dari Zn(NO₃)₂·6H₂O dan 2-Methylimidazole dalam metanol. Nanokomposit rGO-M/ZIF-8 diperoleh melalui ultrasonikasi, menghasilkan material dengan luas permukaan tinggi, konduktivitas baik, serta stabilitas mekanik dan kimia yang unggul. Karakterisasi FTIR dan XRD mengonfirmasi keberhasilan sintesis dengan struktur ZIF-8 yang tetap terjaga dan interaksi kuat antara kedua material. Pengujian elektrokimia menunjukkan kapasitansi spesifik 523,75 F/g pada 0,1 A/g dan resistansi rendah 3,34 Ω, menjadikannya kandidat potensial untuk elektroda superkapasitor.
BMPT Logger (Ball Mill Pressure–Temperature Logger) merupakan aplikasi sistem monitoring yang dirancang khusus untuk memantau tekanan gas hidrogen dan suhu selama proses milling pada planetary ball mill. Sistem ini berfungsi mencatat perubahan tekanan dan suhu secara real-time, sehingga memudahkan peneliti dalam mengamati dinamika reaksi mechanochemical di dalam ruang milling tertutup. BMPT-Logger menerima data dari perangkat IoT melalui protokol komunikasi MQTT, kemudian menyimpan, menampilkan, serta mengelola data tersebut dalam interval waktu yang dapat diatur pengguna. Melalui antarmuka monitoring yang informatif, pengguna dapat melihat tren tekanan dan suhu untuk setiap sesi eksperimen secara terstruktur. Selain itu, BMPT-Logger dilengkapi dengan fitur logging sistem, yang mencatat status koneksi MQTT broker, aktivitas penerimaan data, serta kondisi database penyimpanan, guna memastikan integritas data selama proses akuisisi berlangsung. Aplikasi ini mendukung pemantauan berkelanjutan dan analisis historis yang penting dalam penelitian berbasis hidrogenasi dan sintesis material menggunakan planetary ball mill.
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan kawat superkonduktor magnesium diborida (MgB2)berselubung baja tahan karat dan produk yang dihasilkannya, lebih khususnya kawat MgB2 yang disintesis dari bahan Magnesium (Mg) dan Boron (B) menggunakan tabung baja tahan karat (SS), melalui proses pengerolan panas pada selubung tabung SS berisi bahan Mg dan B amorf, sehingga diperoleh suatu produk kawat superkonduktor MgB2bebas oksida yang memiliki resistansi nol dengan ukuran diameter 2,7-3,5 mm dan suhu kritis onset37,55 –39,25K. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk memperbaiki permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya suatu metode proses pembuatan produk kawat superkonduktor MgB2 berselubung baja tahan karat yang memiliki karakteristik suhu kritis resistansi nol dan bebas oksida. Perwujudan invensi ini dihasilkan melalui tahapan melakukan penimbangan serbuk Mg dan B dilanjutkan pengadukan dan milling, kemudian campuran serbuk dimasukkan ke dalam tabung baja tahan karat, kemudian tabung tersebut dipanaskan dalam tungku, dilanjutkan pengerolan panas dengan reduksi ukuran bertahap mencapai 65%. Produk kawat superkonduktor MgB2yang dihasilkan memiliki karakteristik bebas oksida dan memiliki suhu kritis onset 37,55 –39,25K.
Invensi ini mengenai suatu vacuum chamber untuk deposisi lapisan tipis (thin film) menggunakan teknik RF-Sputtering pada frekuensi 13,56 MHz, yang secara khusus mengatasi keterbatasan teknik DC Sputtering dalam memproduksi lapisan tipis nonkonduktor. Vacuum chamber terdiri atas: (1) bejana vakum berbahan stainless steel (SS)(1), (2) pompa vakum rotary (2) dan pompa vakum turbo (3) yang bekerja berurutan hingga mencapai tekanan 10⁻⁶ Torr, (3) RF-Generator pada frekuensi 13.56 MHz (6) dengan rangkaian elektronik impedance matching (7), dan elektroda negatif (katoda) (4) bertegangan hingga -2000 V untuk menghasilkan plasma (15). Keunggulan invensi ini adalah kemampuannya menghasilkan lapisan tipis (thin film) berstruktur nano (1–100 nm) dengan kemurnian tinggi, konstruksi yang lebih sederhana, dan biaya produksi yang rendah. Aplikasi mencakup bidang energi (misalnya sel surya lapisan tipis) dan medis (material antimikroba).