Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pembuatan flare, bahan dan peralatan untuk penyemaian awan yang ramah lingkungan, liat, menyala kontinyu, dan tahan getaran tinggi melalui tahapan: menyiapkan selongsong flare yang telah diberi tutup pada salah satu ujungnya, memasukkan bahan binder dan pelarut ke dalam wadah, mengaduk campuran binder dan pelarut sampai membentuk suspensi/emulsi, memasukkan bahan serbuk dan serat ke dalam wadah, mengaduk campuran menjadi adonan flare sampai merata, menuangkan adonan flare ke dalam selongsong flare yang diletakkan dalam cetakan sambil ditekan pada tekanan 50-200kg/cm2 tiap 1 sampai 5 cm tebalnya menjadi komposit flare, memasukkan mandrel untuk dudukan penyala awal (igniter); dan mengeringkan flare dalam oven pada suhu 40-60oC selama 1-2 jam atau paparan sinar matahari selama 1-2 hari. Material flare memiliki komposisi potassium klorat atau natrium klorat (60-80%), kalsium klorida (5-15%), magnesium atau alumunium (5-10%), sodium klorida atau potassium lorida (0-10%), litium karbonat atau sodium karbonat atau potassium karbonat (0-5%), serat (0-10%), binder serlak atau karet atau amilum (8-20%), dan pelarut alcohol atau air atau keton atau eter (4-20%). Bahan flare dapat dipasang pada pesawat, drone, dan menara. Bahan flare ramah lingkungan tidak mempengaruhi kualitas air tanah, tidak menghasilkan sisa pembakaran berbahaya lingkungan, dan memiliki ukuran partikel 10-40 mikron sebanyak 10 pangkat 9 untuk setiap kg bahan flare, dapat terbakar 3 sampai 12 menit, dapat menyemai aktif di bawah awan memanfaatkan angin konveksi, eksplosif rendah dan tidak dapat meledak, liat, menyala kontinyu, dan tahan getaran tinggi (frekuensi 10.000 Hz).
Hak cipta yang diusulkan berupa plugins QGIS yang berbasis TRIGRSMap yang berjudul Plugins TRIGRSMap. Aplikasi ini digunakan untuk menganalisis kestabilan lereng terhadap faktor keamanan lereng yang berpotensi terjadi bahaya tanah longsor yang dipicu oleh infitrasi curah hujan secara spasial dan temporal. Aplikasi ini merupakan pengembangan interface dari perangkat lunak TRIGRS 1.0 yang dikembangkan oleh USGS dengan QGIS. Aplikasi ini dibuat lebih mudah dalam input data dan visualisasi hasinya, sudah otomatis dalam penginputan dan visualisasinya, lebih efektif, dan user friendly. Dengan demikian aplikasi ini meminimalkan terjadi kesalahan penginputan sehingga hasilnya akan lebih akurat. Plugins TRIGRSMap merupakan langkah awal untuk memprediksi potensi tanah longsor sehingga dapat menadi salah satu upaya mitigasi risiko bahaya bencana tanah longsor di masa mendatang.
Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) atau Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Satelit merupakan salah satu produk litbang PSTA dalam bentuk Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis. Sadewa merupakan aplikasi berbasis web yang terdiri dari sistem pemantauan atmosfer berbasis satelit Himawari-8, sistem prediksi atmosfer berbasis model WRF, dan sistem peringatan dini hujan ekstrem. Sadewa berfungsi untuk memantau kondisi atmosfer secara real time, memprediksi kemungkinan terjadinya hujan ekstrem, dan memberikan informasi peringatan dini kepada pihak-pihak yang terkait dalam penanggulangan bencana. Sadewa meliputi seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi spasial 5 km, resolusi waktu 1 jam, dengan jangkauan prediksi 72 jam ke depan. Informasi Sadewa diperbaharui secara otomatis setiap jam (untuk pengamatan satelit) dan setiap 6 jam (untuk prediksi). Penambahan fitur dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian penelitian in-house PSTA.
Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) versi Reborn atau Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Satelit versi Reborn merupakan salah satu produk litbang PSTA dalam bentuk Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis dengan memanfaatkan manajemen API untuk melakukan transaksi data didalamnya. Sadewa Reborn merupakan aplikasi berbasis web yang terdiri dari sistem pemantauan atmosfer berbasis satelit Himawari-8, sistem prediksi atmosfer berbasis model WRF, sistem peringatan dini hujan ekstrem dan merupakan pengembangan tahap selanjutnya dari Sistem SADEWA sebelumnya, serta seluruh kemampuan yang dimiliki SADEWA juga dimiliki oleh SADEWA REBORN beserta tambahan kemampuan. SADEWA REBORN memiliki kemampuan tambahan selain yang telah dimiliki oleh SADEWA antara lain memiliki informasi lokasi terkini untuk Hujan, Kelembapan, dan Kecepatan Angin, Peta Peringatan Lokasi Warning Hujan Lebat dan Tabel Peringatan untuk seluruh daerah di Indonesia, CENS, Pilihan untuk melakukan Observasi dan Prediksi dengan Pilihan Observasi adalah Suhu Puncak Awan, Uap Air, Visible, Near Infrared, Awan Tumbuh, dan Pusat Wilayah Konveksi, sedangkan untuk Prediksi adalah Hujan Lebat, Prediksi Hujan secara Lokasi dan Data, Liputan Awan, Tekanan Perturbasi, Uap Air Kolam Total, Suhu Permukaan, Angin 850mb, 200mb, dan 10mb. Penambahan fitur dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian penelitian in-house PSTA.
Aplikasi Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) Mobile Versi Android Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) versi Mobile atau Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Satelit versi Mobile merupakan salah satu produk litbang PSTA dalam bentuk Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis dengan memanfaatkan manajemen API untuk melakukan transaksi data didalamnya. Sadewa Mobile merupakan aplikasi berbasis ponsel pintar android yang mengambil data dari sistem manajemen API dan server basis data. SADEWA Mobile memiliki kemampuan Widget Info Cuaca, Temperatur, Lokasi/Alamat, Lihat Hari Ini yang berisikan Info Cuaca Hari Ini, Prediksi cuaca Tiga Hari Kedepan, dan Membership untuk melakukan validasi kondisi di lapangan.Penambahan fitur dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian penelitian in-house PSTA.
Invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8, yang secara khusus adalah menerapkan pembelajaran mesin metode Analisis Diskriminan Linear untuk melakukan prediksi hujan satu atau dua jam ke depan untuk ditampilkan secara spasial dan waktu nyata pada situs web. Dalam proses ini, data dari kanal B07 sampai B15 dari satelit Himawari-8 dilatih dengan data curah hujan satelit GsMAP untuk menghasilkan prediksi hujan yang ditampilkan secara spasial dan perjam dalam bentuk gambar yang dapat diakses publik sewaktu-waktu.
Invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8, yang secara khusus adalah memantau aktivitas konveksi yang berpotensi hujan deras untuk ditampilkan secara spasial dan real time pada situs web. Dalam proses ini, data dari kanal IR1 dari satelit Himawari-8 dihitung untuk menemukan koordinat lintang dengan Temperature Black Body (TBB) minimum dan rata-rata bergerak posisi tersebut untuk bulan lalu dan bulan berjalan, dan menampilkan hasilnya secara spasial dan per jam dalam bentuk gambar yang dapat diakses publik sewaktu-waktu.
Shock absorber adalah suatu perangkat mekanik, pneumatik, ataupun hidrolik yang memiliki fungsi utama meredam kejutan dan menambah ketinggian kendaraan. Shock Absorber berfungsi untuk mengolah gerakan bolak balik komponen dan fluida yang berada di dalam shock absorber, sehingga osilasi (guncangan) yang dihasilkan akibat gaya dari luar dapat diminimalkan. Metode perancangan eksperimen yang digunakan dalam rangka optimalisasi penggunaan shock absorber dalam meningkatkan kinerja peredaman getaran dan kejutan pada saat pesawat melakukan landing (mendarat). Perancangan eksperimen dapat didefinisikan sebagai suatu uji atau rentetan uji dengan mengubah-ubah variabel input (faktor) suatu proses sehingga dapat diketahui penyebab perubahan output (respon). Dan dari hasil pengembangan yang telah dilakukan, menghasilkan inovasi berupa kombinasi penggunaan dua konfigurasi pada shock absorber landing gear untuk pesawat udara nir awak yaitu oil & gas.
Invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8, yang secara khusus adalah menerapkan metode untuk menemukan awan yang berpotensi hujan (awan tumbuh) dari Japan Meteorological Agency (JMA) untuk ditampilkan secara spasial dan real time pada situs web. Dalam proses ini, data dari kanal IR1, IR2, dan IR3 dari satelit Himawari-8 dihitung untuk menemukan awan tumbuh dan data ditampilkan di situs web secara spasial dan per jam dalam bentuk gambar yang dapat diakses publik sewaktuwaktu.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pengawetan madu herbal dengan menggunakan teknik iradiasi sinar gamma, penguapan maupun kombinasi iradiasi dan penguapan dan produk yang dihasilkannya. Madu herbal dalam invensi ini lebih khusus berupa madu murni yang diformulasikan dengan bahan – bahan herbal seperti jahe, kayu manis dan jeruk lemon. Teknik iradiasi madu herbal yang digunakan dalam invensi ini adalah iradiasi sinar gamma dengan besaran 10 kGray dengan laju dosis laju dosis 1,37 kGy/jam. Teknik penguapan pada invensi ini berupa penguapan menggunakan mesin rotary vacuum evaporator dengan kecepatan putaran 20 rpm pada suhu 60ºC. Teknik penguapan madu herbal dengan metode tersebut pada 600 mL madu herbal yang diuapkan selama 25 – 30 menit menghasilkan 300 – 400 mL. Sedangkan pada teknik kombinasi, madu herbal dilakukan proses penguapan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan proses iradiasi. Teknik pengawetan madu herbal dalam invensi ini selain dapat meningkatkan masa simpan sebanyak 5–8 bulan lebih lama dari madu tanpa pengewatan juga dapat meningkatkan sifat fungsional dari produk yang dihasilkannya lebih khusus pada sifat antioksidan yang meningkat sebesar 14–60% lebih tinggi.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metoda untuk pengendalian pertumbuhan jamur menggunakan iradiasi cahaya (foton) dan penyediaan sumber penyinaran (iradiator) yang mempunyai panjang gelombang tunggal maupun jamak dari laser atau LED yang dapat dipilih panjang gelombang, daya luaran dan waktu penyinarannya. Innvensi metoda iradiasi menggunkan energi foton merupakan suatu terobosan baru yang dapat diterapkan dalam pengendalian jamur atau mikroba hama tanaman lainnya. Prinsip kerja dari metoda ini adalah dengan mengenakan energi foton (cahaya) yang dapat berasal dari laser dan atau LED dengan panjang gelombang dan daya persatuan luas serta waktu penyinaran tertentu. Dengan demikian, maka energi foton akan menembus sel spora atau mikroba yang menyebabkan panas dari dalam sehingga menyebabkan sel tersebut mati atau terhenti perkembangannya. Untuk merealisasikan metoda ini maka dalam invensi ini disediakan iraadiator dengan panjang gelombang, daya yang diinginkan dan lama penyinaran yang dapat dipilih dan terkontrol.
Invensi ini mengungkap metode pembuatan sudu turbin (turbine blade) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibuat melalui metode investment casting menggunakan baja nirkarat presipitasi (Precipitation Hardening stainless steel). Sudu ini memiliki porositas internal ≤ 1,0% volume, kekuatan tarik minimum 950 MPa, serta ketahanan korosi tinggi melalui penerapan lapisan pelindung anorganik berbasis aluminium dengan ketebalan 50–150 µm. Metode pembuatan mencakup pembuatan pola lilin dengan kompensasi geometri, pemasangan inti keramik modular, pembentukan cangkang keramik berlapis variatif, proses dewaxing, pengecoran gravitasi pada temperatur 1550–1600°C, pendinginan terkontrol 2–4°C/menit, perlakuan panas P-480, serta pelapisan pelindung dan curing pada 280–320°C. Sistem inspeksi kualitas menggunakan micro-CT beresolusi ≤ 10 µm dan algoritma pemrosesan citra untuk menilai distribusi porositas serta inklusi mikro, dengan kriteria kelulusan porositas ≤ 1,0% volume dan inklusi ≤ 0,2 mm. Keunggulan invensi ini adalah sinergi antara material, metode pengecoran, perlakuan panas, pelapisan pelindung, dan sistem inspeksi yang dioptimalkan untuk lingkungan operasi turbin panas bumi mengandung uap jenuh, H₂S, dan CO₂, menghasilkan sudu turbin ekonomis, tahan lama, dan siap produksi massal.