Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini menjelaskan tentang sistem peluncur pesawat udara nir-awak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) yang diLuncurkan menggunakan roket untuk tinggal landas. Peluncur ini dapat dirakit secara manual yang dapat dlbongkar pasang dan dapat dioperasikan hanya dengan 1 orang saja untuk menghindari ketergantungan pada landasan pacu yang panjang, sehingga peluncuran dapat dilakukan dimana saja. Peluncur tersebut terdiri dari batang dudukan di bagian depan dan belakang peluncur yang berfungsi sebagai tempat peletakkan UAV yang akan diluncurkan. Terdapat penggaris busur dengan jarum panah yang dipakai untuk melihat sudut peluncur terhadap permukaan tanah. Peluncur tersebut dapat membentuk sudut terhadap permukaan tanah. Roket pendorong UAV yang terletak di bawah badan UAV ditumpu pada sebuah batang yang berbentuk "Y", yang menahan agar roket tidak jatuh sebelum peluncuran.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu batang berongga sebagai penghubung horizontal untuk menahan beban dan mempertahankan posisi pelampung kembar pada saat pesawat amfibi beroperasi. Invensi ini terdiri dari batang utama, rongga ganda, penampang tegak tambahan, serta bentuk chamfer yang berfungsi untuk memperingan massa penampang tegak tambahan dan mengurangi konsentrasi tegangan. Bahan baku pembentuk batang berongga ini terdiri bahan serat, sebanyak 55-70% volume dan bahan resin, sebanyak 30-45% volume. Metode pembuatan batang berongga sesuai invensi ini terdiri dari membuat cetakan, memotong bahan baku serat, mengaplikasikan bahan baku serat secara pada cetakan, membuat penampang tegak, menyisipkan dan menyambungkan penampang tegak untuk menghasilkan rongga di dalam cetakan, menyiapkan proses vacuum, mem-vacuum, memeriksa kebocoran, membiarkan dalam kondisi vacuum, memanaskan, mendinginkan, melepas dari cetakan dan melakukan finishing berupa penghalusan serta pengecatan hingga didapat sebuah batang berongga penyambung horizontal pada pesawat amfibi.
Invensi ini berkaitan dengan alat fotobioreaktor hibrida yang mampu memfasilitasi terjadinya reaksi gelap-terang dalam satu proses berurutan dalam satu sistem. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi biomassa kultur mikroalga/sianobakteria yang termonitor parameter proses pertumbuhannya secara waktu nyata. Alat ini secara fungsion terbagi atas lima gugus, yaitu terdiri atas 1) satu unit bioreaktor panel datar tertutup ; 2) satu unit platform sumber cahaya; 3) satu unit pompa pemindah suspensi kultur mikroalga; 4) satu unit bioreaktor tabung gelap terbuat dari bahan tidak tembus cahaya sebagai tempat berlangsungnya reaksi gelap; dan 5)satu modul data logger untuk memonitor parameter proses fotosintesis, Pengaturan rasio waktu tinggal kultur mikroalga dalam bioreaktor panel terang tempat berlangsungnya reaksi terang dan waktu tinggal dalam bioreactor tabung gelap tempat berlangsungnya reaksi gelap, diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh kondisi operasi yang efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan mikroalga.
Invensi ini mengenai antena berbahan magneto-dielektrik dengan metode tumpuk yang mengkombinasikan tiga buah lapisan yang berbeda. Pada bagian atas terdapat resonator tembaga berbentuk segiempat sebagai elemen pemancar atau penerima gelombang elektromagnetik yang ditempel pada sebuah bahan komposit magneto-dielektrik. Selanjutnya pada bagian bawah terdapat bahan dielektrik yang telah ditambahkan elemen resonator cincin bersilang dalam konfigurasi 3×3. Susunan ini kemudian ditumpuk menjadi satu kesatuan menggunakan bahan perekat dua sisi sehingga menghasilkan sebuah antena yang dapat bekerja pada frekuensi 3,5 GHz dimana dapat diaplikasikan pada sistem komunikasi seluler generasi kelima (5G). Invensi ini memiliki dimensi yang ringkas tanpa mengorbankan kinerja antena.
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan tepung hidrolisat protein ikan layang dengan teknik steam blasting dan hidrolisis enzimatis dengan tujuan untuk mengurangi bau amis dan meningkatkan daya cerna protein. Untuk proses produksi hidrolisat protein yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu: membuat filet ikan layang, mencuci filet ikan, steam blasting filet ikan pada tekanan 2-3 bar selama 10-20 menit, menambahkan air 1:2, menghaluskan ikan menggunakan blender, hidrolisis enzimatis menggunakan enzim bromelin pada perbandingan 1:1500 selama 2 jam pada suhu 60oC, inaktivas enzim pada suhu 80-90 oC selama 10-15 menit, mengeringkan hidrolisat protein ikan, menghaluskan hidrolisat protein ikan kering. Karakteristik hidrolisat protein ikan layang memiliki kadar air sebesar 2,81 – 5,29%; kadar protein sebesar 73,55 – 80,36%; kadar abu sebesar 3,47 – 4,84%; kandungan lemak sebesar 2,03 – 4,3%; kelarutan protein 13319,01 -23557,11 ppm; daya cerna protein oleh 3 enzim pencernaan (tripsin, kemotripsin dan pankreatin) sebesar 82,81 – 109,89%; berat molekul protein/peptida berkisar antara 5 – 15 kDa; pembauan normal sedikit agak amis; warna berdasarkan pengujian chromameter adalah dengan pengeringan oven nilai L = 61,88 – 65,19; a = 3,57 - 4,07; b = 11,29 –13,18; sedangkan berdasakan uji sensori berwarna coklat
Invensi ini berkaitan dengan proses pewarnaan bioleather yang dari lembaran nata utuh menggunakan teknik perendaman dalam larutan pewarna yang dilanjutkan dengan proses water displacement dengan cairan kulit biji mete (cashew nut shell liquid (CNSL)). Larutan pewarna terdiri atas zat warna reaktif, zat aktivator dan ionisator. Perendaman dalam larutan pewarna dapat dilakukan pada suhu ruang selama 24 – 48 jam atau dengan pemanasan pada suhu 60 - 70°C selama 30 – 60 menit. Selanjutnya air yang terserap ke dalam lembaran nata diuapkan melalui proses water displacement dengan CNSL pada suhu 140 - 160°C selama 1 – 2 jam dan sekaligus menghasilkan lembaran bioleather. Produk bioleather yang dihasilkan berbentuk lembaran dengan tekstur yang menyerupai kulit dan berwarna dengan nuansa gelap yang unik, yang merupakan perpaduan antara warna CNSL dan zat warna.
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) dengan menerapkan prinsip water displacement dan polimerisasi cashew nut shell liquid (CNSL) secara simultan melalui pemanasan. Invensi ini dapat dimanfaatkan oleh industri kulit buatan dan turunannya seperti industri sepatu, tas, dompet, interior mobil dan lain-lain. Reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) yang berfungsi proses pembuatan kulit alami buatan berbasis nata yang dengan prinsip water diplacement dan reaksi polimerisasi,yang terdiri dari 5 bagian yaitu a) Bak pemanas minyak cashew nut shell liquid (01) (01), b) Perforated drum (13) dengan poros (07) ditengah, c) Sample holder lembaran nata (11,12,13), d) Penutup reaktor (14) sebagai isolator panas dengan cerobong asap, 6) Control panel (15), yang dicirikan dengan rotary perforated drum dengan poros di tengah yang terbuat dari stainless steel perforated plate. Drum dilengkapi dengan alat penjepit (06) sample holder lembaran nata. Putaran drum digerakkan oleh variable speed motor. Reaktor bioleather atau kulit alami buatan berbasis nata merupakan peralatan alternatif untuk memproduksi kulit sintetis berbasis produk pertanian yang renewable dan ramah lingkungan.
Invensi ini berhubungan dengan suatu alat reaktor untuk memproduksi bioleather atau kulit hayati buatan berbasis nata dengan model drum berlubang yang dapat berputar (rotary perforated drum) yang menerapkan prinsip water displacement dan polimerisasi cashew nut shell liquid (CNSL) dengan sistem sirkulasi CNSL, baik di dalam tangki buffer dan tangki reaktor terdapat sistem pemanas yang melewati pemipaan secara spray pada bagian atas holder nata, untuk menjaga kesinambungan proses polimerasi CNSL secara intensif dan merata. Reaktor bioleather berbasis nata dengan sistem sirkulasi yang berfungsi untuk menjamin reaksi polimerasi lebih intensif dan merata yang terdiri dari tangki buffer pemanas CNSL, pemipaan, spray, pompa sirkulasi CNSL dan panel kontrol. Invensi reaktor bioleather berbasis nata dengan sistem sirkulasi menghasilkan lembaran bioleather yang dapat dimanfaatkan oleh industri kulit buatan dan turunannya seperti industri sepatu, tas, dompet, interior mobil dan lain-lain yang bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Invensi ini berkaitan dengan suatu produk kulit berbasis bio (bioleather) dari bahan nata de coco dan proses pembuatannya. Bioleather diproduksi dari lembaran nata de coco utuh menggunakan teknik water displacement dengan cairan kulit biji mete atau cashew nut shell liquid (CNSL) pada kondisi suhu tinggi. Tahapan proses produksi bioleather meliputi proses pemurnian lembaran nata utuh melalui proses perendaman dalam air, lalu pencucian nata untuk menghilangkan kotoran. Kemudian dilakukan perebusan nata dalam larutan NaOH 1% yang dilanjutkan penetralan keasaman (ph). Selanjutnya dilakukan proses water displacementlembaran nata dalam CNSL pada kondisi suhu tinggi. Bioleather yang dihasilkan dari proseswater displacement kemudian dilapisi menggunakan minyak linseed dan turpentine.
Invensi ini berhubungan dengan proses produksi makanan tambahan Purula berbentuk flake tabur, menggunakan teknik drum drying dengan bahan baku utamanya adalah hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut, terdiri dari tahap-tahap: mencampur bahan-bahan hidrolisat kedelai dengan bubur rumput laut dengan hingga membentuk adonan/slurry memiliki viskositas berkisar antara 19.200 cp hingga 20.000 cp menggunakan spindel 4 pada kecepatan 30 rpm; mengeringkan campuran (a) menggunakan drum dryer pada suhu 165°C - 175°C, kecepatan putaran drum berkisar antara 0,65 rpm - 0,75 rpm, dan setting/ pengaturan ketebalan berkisar antara 0,65 - 0,75 mm hingga dihasilkan lembaran flake; mengecilkan ukuran flake dengan menggunakan alat hingga dihasilkan flakes (serpihan) Purula dengan ukuran yang seragam berkisar antara 0,3 mm - 0,4 mm; mencampur flake yang sudah berukuran kecil dengan perisa serta premix multivitamin 10 macam dan mineral berkisar antara 0,65% - 0,75%, hingga dihasilkan Purula yang siap dikonsumsi; Tujuan utama invensi ini adalah menyediakan proses pembuaan makanan tambahan Purula berbasis hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut. Tujuan lain invensi ini adalah menyediakan makanan tambahan Purula berbahan dasar hidrolisat kedelai dan bubur rumput laut.
Gas-solid nosel ejektor untuk teknologi modifikasi cuaca dari darat merupakan integrasi enam bagian yaitu flange slip on besar, flange slip-on kecil, pipa masuk, pipa konvergen, pipa divergen, pipa hisap, dan pipa keluar. Pengintegrasian dilakukan dengan cara dilas satu sama lain sehingga berbentuk silinder four-way tee cross joint/ sambungan pipa empat arah. Sambungan antar bagian menciptakan konfigurasi dengan pola diagonal layang-layang/salib/latín cross jika dilihat dari tampak atas. Lima jenis warna yang berbeda diterapkan pada permukaan luar dan dalam nosel ejektor dengan tujuan untuk mencegah korosi pada sambungan/las dan untuk mempermudah identifikasi bagian-bagian dan pemasangan. Gas -solid nosel ejektor memiliki kegunaan alat untuk mencampur bahan semai hujan/solid partikel dan sekaligus melontarkannya pada kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca dari darat untuk mencapai target ketinggian tertentu dengan menggunakan bantuan udara terkompresi. Klaim: Bentuk, Konfigurasi dan Komposisi Warna
Pada invensi ini diusulkan suatu alat dan metode pendeteksian curah hujan berbasis refleksi cahaya laser menggunakan serat optik dimana pulsa-pulsa cahaya laser yang direfleksikan oleh butiran air hujan yang menempel pada ujung bawah suatu untaian serat optik yang diletakkan ditengah corong penampung air hujan jumlahnya akan bersesuaian dengan besarnya curah hujan. Alat pendeteksian curah hujan dalam invensi ini terdiri dari sumber cahaya laser, untaian serat optik, corong air, detektor cahaya serta rangkaian elektronik terdiri atas modulator, osilator dan pengatur waktu pulsa; serta penguat, digitizer, penghitung pulsa, layar penampil serta suplai daya. Sumber cahaya laser ditransmisikan ke untaian serat optik yang tersusun atas dua buah serat optik yang disatukan. Pada corong air diletakkan suatu untaian serat optik dimana area sekeliling bawah corong dibatasi sehingga air hanya bisa mengalir menyusuri lubang diujung bawah untaian serat optik hingga terbentuk butiran-butiran air. Suatu detektor cahaya menempel ke serat optik penerima refleksi cahaya yang dipantulkan oleh butir-butir air tersebut. Rangkaian elektronik mengubah keluaran pulsa listrik yang keluar dari detektor cahaya menjadi pulsa-pulsa listrik digital yang jumlahnya akan dikonversi menjadi data curah hujan.