Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berkaitan dengan peningkatan kadar litium dari air asin (Briner Water) melalui proses pengupan dengan sistem multi layer screen menggunakan tenaga listrik secara kontinue. Invensi ini bertujuan untuk melengkapi invensi lainnya sehingga tercipta rangkaian pembuatan litium karbonat dari air asin (Brine Water). Klaim paten pada peralatan adalah penggunakan multi-layer screen evaporator, penggunaan ruang tertutup tersirkulasi oleh blower, penggunaan sirkulasi laju alir yang terkontrol, penggunaan sumber energi dari tyenaga listrik 18.000 watt dan penetapan temperatur proses dengan rentang 25oC sampai 60oC. Dengan keterkaitan antar klaim pada peralatan yang dipatenkan tercipta hasil peningkatan kadar litium dalam air asin (brine water).
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan litium karbonat melalui presipitasi kimia dan karbonatasi dari air garam (brine water) kadar litium rendah disertai kadar kalsium / magnesium tinggi. Proses eliminasi Mg dilakukan terlebih dahulu dengan menambahkan reagen presipitat kapur teraktivasi ke dalam brine water dan dilanjutkan proses pemisahan. Proses eliminasi Ca dengan reagen presipitat pembentukan litium karbonat digunakan untuk menghilangkan Ca dan Mg yang tersisa dan proses pemisahannya. Proses diakhiri dengan karbonatasi dari filtrat brine water hasil proses sebelumnya untuk menghasilkan litium karbonat dengan kemurnian di atas 97 %.
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses untuk membuat logam kobalt dari nikel matte yang terdiri dari: memperkecil ukuran nikel matte sampai dengan ukuran 150 mesh atau lebih kecil, melarutkan partikel nikel matte ke dalam larutan asam klorida sambil dialiri gas klor, sehingga terbentuk campuran larutan nikel dan kobalt klorida, memurnikan campuran larutan nikel dan kobalt klorida dari ion tembaga dengan cara sementasi menggunakan nikel matte, memurnikan campuran larutan nikel dan kobalt klorida dari ion besi dengan cara mengalirkan gas klor pada campuran larutan nikel dan kobalt klorida, memisahkan kobalt dari larutan nikel klorida dengan cara solvent ekstraksi menggunakan larutan organik Tri Normal Oktil Amin, menstripping kobalt dari larutan oranik hasil solvent ekstraksi dengan menggunakan larutan HCl pH = 1 sehingga diperoleh larutan kobalt klorida, dan mengelektrolisa larutan kobalt khlorida sehingga terbentuk logam kobalt.
Invensi ini berkaitan dengan metode perolehan magnesium presipitat dari limbah hasil pengolahan bijih nikel laterit. Metode yang digunakan adalah teknik presipitasi bertahap dengan tahapan-proses sebagai berikut:1. Menyiapkan dan melakukan preparasi limbah hasil proses pengolahan bijih nikel laterit; 2. Melindi limbah nikel menggunakan larutan asam sulfat; 3. Menyaring untuk memisahan filtrat tahap (2) dari residu yang mengandung pengotor seperti Silika, karbon, dan lain lain; 4. Menghidrolisis filtrat tahap (3) dengan penambahan larutan NaOH; 5. Menyaring proses tahap (4) untuk memisahkan filtrat dari residu berwarna merah yang mengandung besi; 6. Menghidrolisis filtrat tahap (5) dengan penambahan larutan (NH4)2CO3; 7. Menyaring proses tahap (6) untuk memisahkan filtrat dari residu berwarna hijau yang mengandung nikel;8. Rekristalisasi filtrat pada tahap (7) sampai diperoleh endapan berwarna putih yang mengandung magnesium presipitat. Magnesium presipitat ini bisa dimanfaatkan sebagai reagen dalam pengolahan limbah, industri farmasi, pertanian, dan industri kimia dasar lainnnya.
Aplikasi Sistem Sensor Pengukur Gaya Longitudinal Pada Kereta Api adalah aplikasi mandiri yang diinstall pada mini PC sebagai alat perekam dan monitoring gaya longitudinal yang terhubung pada data akuisisi. Aplikasi ini berfungsi untuk mengambil data, memproses, merekam, dan menampilkan data dalam bentuk tabel dan grafik data hasil ukur gaya longitudinal yang terjadi selama kereta api beroperasi.
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan besi oksalat dihidrat (FeC2O4⋅2H2O), khususnya proses pembuatan FeC2O4⋅2H2O dengan bahan baku limbah cair hasil hidrolisis yang dihasilkan saat pembuatan titanium dioksida (TiO2) proses sulfat yang berasal dari mineral ilmenit dengan menggunakan metode presipitasi kimia. Tahapan proses yang dilakukan terdiri atas : melakukan proses hidrolisis titanium (IV) oxysulfate dan aquades dengan rasio 1:40 dengan kondisi seeding Fe bervariasi 2,5-10% Fe pada temperatur 90oC selama 3 jam dilanjutkan dengan penyaringan hasil proses hidrolisis; melakukan presipitasi kimia limbah cair hasil hidrolisis dengan asam oksalat secara stoikiometri kemudian ditambahkan larutan amonia (NH4OH) hingga mencapai pH 1-5 pada temperatur 90oC selama 1 jam; memisahkan padatan hasil presipitasi dan dilanjutkan proses pengeringan pada temperatur 110oC selama 2 jam sehingga didapatkan serbuk FeC2O4⋅2H2O dengan struktur kristal α-monoclinic.
Invensi ini berkaitan dengan pembuatan prekursor titanium oksalat dari mineral ilmenit. Prekursor titanium oksalat ini bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pigmen titanium dioksida (TiO2) dan industri kimia dasar. Tujuan dari invensi ini adalah menaikkan nilai tambah mineral ilmenit yang merupakan produk samping dari proses pengolahan bijih timah (kasiterit), pasir zirkon, dan pasir besi titan menjadi perkursor titanium yang bernilai ekonomis. Dalam proses pembuatan prekursor titanium oksalat dilakukan beberapa tahapan penting diantaranya : 1. Menyiapkan dan prepasai Ilmenit; 2. Menimbang dan mencampurkan ilmenit dengan aditif basa KOH pada rasio berat ilmenit/KOH sebesar 2:3; 3. Mendekomposisi ilmenit dengan basa KOH untuk membentuk fasa intermediet; 4. Melindi ilmenit terdekomposisi basa (tahap 3) dengan pelarut air; 5. Menyaring residu ilmenit dari filtrat yang mengadung pengotor seperti Al, Si dan lainnya; 6. Melindi residu ilmenit dengan pelarut asam oksalat sampai diperoleh prekusor titanium oksalat; 7. Menyaring prekursor titanium oksalat dari sisa residu ilmenit; 8. mengkarakterisasi prekursor titanium oksalat dari ilmenit terdekomposisi basa KOH menggunakan analisa ICP-OES. Invensi ini menghasilkan prekursor titanium oksalat dengan konsentrasi titanium sebesar 53.041 ppm.
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan prekusor titanium (IV) oxysulfate, khususnya proses pembuatan prekursor titanium (IV) oxysulfate dengan bahan baku mineral ilmenit yang menggunakan teknik fusi alkali K2CO3melalui jalur asam sulfat. Tahapan proses yang dilakukan terdiri atas : menghancurkan ilmenit menggunakan disc mill; membuat slurry dengan mencampurkan ilmenit dengan K2CO3; melakukan proses pemanggangan (roasting) dengan memanaskan slurrypada suhu 600–900°C selama 2 jam; melakukan proses pendinginan (quenching) dengan menuangkan ke dalam aquades pada suhu ruang; melindi campuran menggunakan air pada temperatur 50oC selama 1 jam untuk menghilangkan pengotor kalium, ferit, silikat, dan aluminat; menuangkan filtrat secara perlahan-lahan sehingga menghasilkan residu yang tertinggal di bagian dasar wadah; melindi residu menggunakan asam sulfat pada konsentrasi 6N selama 3 jam pada suhu 90°C; menyaring dengan cara dekantasi, yaitu dengan menuangkan filtrat secara perlahan-lahan hingga mendapatkan larutan prekursor titanium (IV) oxysulfate dengan kadar Ti sebesar 46261,4 ppm dan persen ekstraksi Ti sebesar 73,43%.
AKUDIJALAN (Aplikasi Kamera untuk Deteksi Permukaan Jalan) adalah program komputer yang dirancang untuk mendeteksi pola, karakteristik dan kondisi fisik permukaan jalan menggunakan algoritma Computer Vision sehingga mampu mengidentifikasi citra sesuai dengan masing-masing kondisi jalan secara otomatis.
Invensi ini mengungkapkan suatu desain alat peredam getaran gempa untuk aplikasi bangunan sipil menggunakan pegas dari paduan logam ingat bentuk berbasis Besi (Fe), Mangan (Mn), Silikon (Si) berkekuatan tinggi yang terdiri dari komponen pegas baja paduan ingat bentuk, pelat baja pendukung struktur, ball joint, shock breaker, dan baut beton pengunci dengan spesifikasi M12 x 160 mm. Pegas paduan logam ingat bentuk berbasis besi, mangan dan silikon berada di antara dua pelat baja struktur yang memiliki empat buah lubang baut pada masing-masing pelat yang kemudian dikunci dengan menggunakan baut beton dengan spesifikasi M12x160 mm. Pada pelat pendukung struktur bagian bawah terdapat komponen ball joint dan shock breaker yang tersambung dengan pelat pendukung struktur bagian atas. Alat peredam gempa menggunakan pegas paduan logam ingat bentuk ini dirakit menjadi satu kesatuan utuh yang ringkas dan mudah dipasang diantara pondasi dan kolom bangunan rumah. Alat peredam gempa menggunakan pegas paduan logam ingat bentuk memiliki kemampuan dalam menahan beban tekan 2 ton serta mampu meredam getaran gempa hingga 6 skala richter.
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode isolasi selulosa dari sabut kelapa, khususnya menggunakan hidroperoksi asam sitrat (hydroperoxy citric acid (HPCA)). Metode menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan menghaluskan sabut kelapa, melakukan pengayakan, membuat larutan campuran H2O2 20-30% dan asam sitrat 20- 100%, menambahkan serbuk sabut kelapa dalam larutan campuran, menambahkan asam sulfat sebanyak dalam campuran, melakukan homogenisasi sehingga diperoleh larutan suspensi selulosa yang berwarna putih, menetralkan selulosa, dan mengeringkan selulosa pada suhu 60°C hingga diperoleh serbuk selulosa. Selulosa yang dihasilkan melalui metode menurut invensi ini mengandung senyawa furan (furan-2- metil, 2-furanmetanol, furan-3- metil, 3-metil-2,5-furandione), memiliki ukuran molekul selulosa sebesar 11,74 μm - 15,75 μm, memiliki indeks kristanilitas sebesar 35,09% - 45,79%, dan memiliki ukuran kristal selulosa sebesar 0,05 nm - 0,21 nm.
Invensi ini berhubungan dengan lembaran anoda yang terbuat dari bahan karbon aktif batang sorgum. Lembaran anoda dibuat melalui beberapa tahapan, meliputi: membuat bahan karbon aktif dari batang sorgum, membuat bahan sluri dari bahan karbon aktif batang sorgum yang akan dilapiskan pada lembaran tembaga, melapiskan bahan sluri pada lembaran tembaga dengan metode pelapisan, dan mengeringkan lembaran anode di dalam oven. Bahan sluri untuk lembaran anoda dilakukan dengan mencampurkan karbon aktif dari bahan batang sorgum dengan copolymer PVdF sebagai perekat, karbon hitam super P dan NMP sebagai pelarut hingga terbentuk sluri yang homogen dan pelapisan sluri di atas lembaran tembaga dilakukan dengan metode pelapisan doctor blade dengan ketebalan yang homogen. Sluri dari bahan karbon aktif batang sorgum yang telah mengering pada lembaran tembaga dapat digunakan sebagai lembaran anoda pada baterai.