BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Rekayasa Keteknikan
Garam Industri

Garam Industri

Invensi ini mengungkap suatu proses pembuatan garam industri dari bahan baku garam rakyat dengan kadar NaCl kurang dari 95%, menggunakan kombinasi screw classifier, mixer washer, dan hydrocyclone untuk pencucian, serta spinner untuk pemisahan padatan-cairan. Proses ini dilakukan tanpa penambahan bahan kimia dan memanfaatkan larutan brine dengan derajat Baumé 23–25. Produk yang dihasilkan memiliki kadar NaCl lebih dari 97%, kadar pengotor Mg dan Ca kurang dari 0,06%, dan kadar air kurang dari 0,05%. Proses ini sederhana, efisien, dan cocok untuk skala kecil hingga menengah.

Rekayasa Keteknikan
BioGas

BioGas

Invensi ini mengungkapkan sistem co-biodigester anaerobik inovatif untuk produksi biogas dari ko-digesti Palm Oil Mill Effluent (POME) dan substrat cair tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sistem terintegrasi terdiri dari tangki reaktor, pompa sirkulasi, venturi injektor dan sistem sirkulasi untuk pengaduk. Keunggulan utama adalah pencapaian homogenitas optimal tanpa pengaduk mekanis melalui kombinasi sirkulasi hidrolik dan injeksi gelembung gas mikro via venturi. Metode operasi meliputi pencampuran POME:TKKS dengan rasio 70:30, menggunakan pengadukan sirkulasi internal kontinyu dan injeksi gas melalui venturi, dan resirkulasi 10-30% biogas untuk menciptakan mixing turbulent dan peningkatan transfer massa. Sistem menghasilkan biogas dengan kandungan metana 68-76%, produktivitas 0,48-0,58 m³/kg COD removed, peningkatan kandungan gas metana 30-37% dibanding POME tunggal, efisiensi removal COD 71-86%, dan penghematan energi 60-65% dibanding sistem konvensional menggunakan pengaduk mekanis.. Aplikasi utama untuk industri kelapa sawit dengan potensi skalabilitas hingga 100 m³ dan adaptasi untuk berbagai ko-substrat organik.

Pangan
Karagenan Untuk Gluten Free

Karagenan Untuk Gluten Free

Invensi ini berhubungan dengan proses produksi karagenan dari rumput laut (Kappaphycus alvarezii) penggunaannya sebagai bahan pembantu dalam proses pembuatan roti bebas gluten berbahan dasar tepung beras. Suatu proses produksi karagenan dari rumput laut melalui tahapan: pencucian, pengecilan ukuran, ektraksi dengan larutan basa, penambahan bahan kimia, hingga separasi dan proses pengeringan. Hasil ektraksi diperoleh karagenan dengan rendemen 36,63% dengan kadar air 22,87%. Adapun karakteristik fisik berupa warna dengan besaran nilai L* 70,16; nilai a* 5,35 dan nilai b* 21,79. Karagenan optimal selanjutnya dipergunakan untuk bahan formulasi dan proses produksi roti bebas gluten dengan menggunakan bahan baku utama berupa tepung beras. Berdasarkan hasil produk roti bebas gluten dengan penambahan karagenan pada tepung beras, diperoleh kharakteristik kimia atau proksimat dari roti bebas gluten setelah dikeringkan selama 3 jam pada suhu 60°C tersebut adalah kadar air 6,52%, kadar abu 2,12%, kadar lemak 11,44%, kadar protein 7,54%, kadar karbohidrat 72,38% dengan energi sebesar 422,64kkal.

Pangan
CMC Untuk Gluten Free Bakery

CMC Untuk Gluten Free Bakery

Invensi ini mengungkapkan tentang teknologi proses pembuatan CMC (Carboxymethyl Cellulose) dari jerami padi dan penggunannya untuk formulasi roti gluten free berbahan dasar tepung jagung. Suatu proses produksi CMC dari jerami padi melalui langkah-langkah berikut: mencuci bersih jerami padi, menghancurkan jerami padi menjadi serbuk jerami, mencampur dan memanaskan campuran, menyaring dan mencampur residu hasil penyaringan bertahap dan terakhir mengeringkan hasil yang diperoleh dengan oven pengering sehingga diperoleh serbuk CMC (Carboxymethyl Cellulose). Suatu formulasi roti gluten free berbahan dasar tepung jagung dengan bahan tambahan hidrokoloid CMC jerami padi melalui langkah-langkah sebagai berikut: menimbang bahan baku dan bahan pembantu; mencampur semua bahan, menguleni adonan hasil pencampuran dengan menggunakan mixer hingga terbentuk adonan yang kalis elastis; melakukan proses fermentasi adonan yang dihasilkan dari dengan proses proofing serta memanggangnya dengan oven.

Pangan
Starter Permentasi Tepung

Starter Permentasi Tepung

Invensi ini berhubungan dengan starter padat berbentuk serbuk kering; proses pembuatan starter padat; dan penggunaannya dalam proses produksi tepung ubi kayu terfermentasi sedemikian hingga dihasilkan tepung ubi kayu termodifikasi dengan karakteristik mendekati tepung terigu. Starter padat menurut invensi ini mengandung bahan pembawa berupa tapioka, bahan pengaya nutrisi berupa susu skim, dan bahan aktif berupa bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus MRG 03, L. brevis FNCC 0021, L. casei FNCC 0090, L. plantarum FNCC 0020, bakteri asam asetat Acetobacter aceti FNCC 0016, dan khamir Saccharomyces cerevisiae FNCC 3049. Proses pembuatan starter padat menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan membuat starter cair dari masing - masing kultur, mensterilkan tapioka, mencampur sebagian tapioka dengan susu skim, menambahkan starter cair, membuat granula konsentrat starter, dan mencampur graula dengan sisa tapioka. Starter padat ini digunakan dalam proses produksi tepung ubi kayu termodifikasi melalui tahapan mencuci dan merendam ubi kayu kupas, merajang ubi kayu bersih menjadi chip, mencuci dan meniriskan chip ubi kayu, mengisi bak fermentasi dengan air baku minum, menambahkan starter padat, memasukkan chip ubi kayu, melakukan fermentasi, melakukan pengepresan, mengeringkan, dan menepungkan chip ubi kayu terfermentasi. Proses produksi ini menghasilkan tepung ubi kayu terfermentasi yang memenuhi standar kualitas SNI.

Pangan
Intan Perangkat Deteksi Cepat Unsur Hara Tanah

Intan Perangkat Deteksi Cepat Unsur Hara Tanah

Invensi ini mengenai alat pengukur unsur hara yang portabel serta memberikan hasil pengukuran cepat dan akurat unsur hara nitrogen (N) total pada tanah berbasis near infrared. Lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan alat ukur untuk mengetahui kandungan kesuburan tanah untuk unsur N total dalam tanah yang merupakan unsur makro dalam kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman. Unsur N merupakan penyusun utama klorofil yang sangat penting bagi proses fotosintesis. Nitrogen mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman, termasuk daun, batang, dan akar. Ketersediaan unsur N yang cukup memastikan pertumbuhan tanaman yang sehat dan kuat. Pengukuran cepat unsur hara N Total pada tanah menggunakan teknologi berbasis near infrared dapat membantu petani dalam mengelola pemupukan secara lebih efektif dan efisien, sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen dapat meningkat.

Pangan
Bioleather Dari Nata De Coco

Bioleather Dari Nata De Coco

Invensi ini berkaitan dengan suatu produk kulit berbasis bio (bioleather) dari bahan nata de coco dan proses pembuatannya. Bioleather diproduksi dari lembaran nata de coco utuh menggunakan teknik water displacement dengan cairan kulit biji mete atau cashew nut shell liquid (CNSL) pada kondisi suhu tinggi. Tahapan proses produksi bioleather meliputi proses pemurnian lembaran nata utuh melalui proses perendaman dalam air, lalu pencucian nata untuk menghilangkan kotoran. Kemudian dilakukan perebusan nata dalam larutan NaOH 1% yang dilanjutkan penetralan keasaman (ph). Selanjutnya dilakukan proses water displacementlembaran nata dalam CNSL pada kondisi suhu tinggi. Bioleather yang dihasilkan dari proseswater displacement kemudian dilapisi menggunakan minyak linseed dan turpentine.

Pangan
Permen keju

Permen keju

Invensi ini mengenai proses pembuatan dan produk permen keju yang praktis dapat dikonsumsi langsung secara tunggal terbuat dari susu sapi segar lokal. Produk ini terbuat melalui dua tahapan yaitu pembuatan curd yang berbahan dasar susu sapi segar yang ditambahkan asam sitrat untuk pengasaman dan rennet untuk penggumpalan, pemisahan curd dan whey. Kemudian tahapan kedua pembuatan permen keju dengan mencampurkan bahan-bahan seperti curd, susu skim, STPP, bubuk jelly, gula halus, garam, perisa saus keju, dan air. Selanjutnya fortifikasi premix vitamin dan mineral pada adonan yang telah membentuk jelly/, dan terakhir proses pencetakan. Produk permen keju yang dihasilkan memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 53,90-54,90%, kadar abu 4,31-5,31%, kadar lemak total 17,2-18,27 g/100g, kadar protein 13,18–14,18 g/100g, kadar karbohidrat 8,84-9,84 g/100g, kalori 242,88–260,51 kcal. Produk permen keju yang dihasilkan ini memiliki keunggulan yaitu mengandung kalsium sebesar 890,53-891,53 mg/100g dan kandungan vitamin D sebesar 0,52-1,52 mcg/kg, serta memiliki masa simpan 10 bulan pada suhu 20o-25oC.

Pangan
Pupuk Nano Lepas Lambat ZnO-Fe2O3 NPs

Pupuk Nano Lepas Lambat ZnO-Fe2O3 NPs

Invensi ini adalah proses pembuatan pupuk lepas lambat terkontrol nano ZnO-Fe2O3 NPs. Pupuk ini mengandung nutrient unsur mikro Zn dan Fe yang pelepasannya dalam tanah bersifat lambat dan terkendali. Pupuk nano ZnO-Fe2O3 NPs bersifat hidropobik sehingga tidak mudah larut dalam air, dan terlarut pada suasana asam yang ditimbulkan oleh akar tanaman. Keunggulan pupuk ini dapat mengatur pelepasan kandungan Zn dan Fe di tanah agar tidak meracuni tanaman. Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan pupuk lepas lambat terkontrol nano partikel seng oksida dan ferro oksida (ZnO-Fe2O3 NPs) dengan menggunakan matrik zeolit alam dan polimer alam alginat. Prekursor yang digunakan dalam sintesa pupuk nano ZnO-Fe2O3 NPs diataranya ZnSO4, FeCl3 dan KOH. Perbandingan matrik alginat dan zeolite alam yang digunakan adalah 3 dan 1 (atau A/Z = 3:1). Proses kalsinasi dilakukan terhadap butiran (bead) komposit Alginat-Zeolit-ZnOFe2O3 pada temperature 400-500 oC. Ukuran pupuk nano ZnO-Fe2O3 NPs yang dihasilkan sekitar 2-4 mm, dan setelah dikarakterisasi dan dianalisa bahwa ukuran nano mikro nutrient ZnO-Fe2O3 yaitu 6,1 sampai dengan 9,8 nanometer, dan rerata 8,2 nanometer.

Pangan
Jagung Hibrida Varietas Hjbrin 103

Jagung Hibrida Varietas Hjbrin 103

HJBRIN 103 merupakan varietas jagung hibridg dirancang untuk memberikan produktivitas stabil pada berbagai kondisi agroklimat. Varietas ini memiliki potensi hasil hingga 12,66 ton/ha dengan rata-rata produktivitas sekitar 11,38 ton/ha (Kadar Air 15%), menjadikannya pilihan potensial untuk pengembangan budidaya jagung secara luas.Varietas ini menghasilkan biji tipe semi flint (semi mutiara) berwarna orange dengan 14–16 baris biji per tongkol dan penutupan tongkol yang baik hingga ujung, sehingga mendukung pembentukan biji yang optimal. HJBRIN 103 juga memiliki ketahanan terhadap rebah akar dan rebah batang, yang membantu menjaga stabilitas tanaman hingga masa panen. Selain produktivitasnya, HJBRIN 103 menunjukkan ketahanan terhadap penyakit utama jagung, termasuk penyakit bulai serta ketahanan terhadap hawar daun dan karat daun.HJBRIN 103 adaptif pada agroklimat dataran rendah hingga dataran tinggi, dengan karakter daun agak tegak dan lebar, batang besar, serta sifat stay green, sehingga berpotensi dimanfaatkan tidak hanya untuk produksi biji tetapi juga untuk mendukung sistem integrasi tanaman dengan usaha ternak ruminansia.

Pangan
Jagung Hibrida Varietas Hjbrin 101

Jagung Hibrida Varietas Hjbrin 101

HJBRIN 101 merupakan varietas jagung hibrida hasil inovasi BRIN yang memiliki potensi hasil hingga 12,57 ton/ha dengan rata-rata produktivitas 11,60 ton/ha (Ksdar Air 15%), sehingga memberikan peluang produksi yang tinggi bagi petani dan industri benih. Varietas ini menghasilkan biji semi mutiara (semi flint) berwarna orange dengan 14–16 baris biji per tongkol, serta penutupan tongkol yang baik hingga ujung sehingga mendukung pengisian biji yang optimal. HJBRIN 101 juga memiliki ketahanan terhadap rebah akar dan rebah batang, memberikan stabilitas pertumbuhan di lapangan. Dari sisi ketahanan penyakit, HJBRIN 101 relatif toleran terhadap penyakit bulai serta cukup tahan terhadap hawar daun dan karat daun, sehingga membantu mengurangi risiko kehilangan hasil. Varietas ini juga adaptif pada berbagai kondisi lingkungan, memiliki batang yang besar serta karakter stay green, sehingga berpotensi dimanfaatkan tidak hanya untuk produksi biji tetapi juga dapat diintegrasikan dengan sistem usaha ternak ruminansia sebagai sumber biomassa pakan.

Kesehatan
MDA mCherry

MDA mCherry

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode untuk mendapatkan klon tunggal sel kanker payudara tripel negatif yang diturunkan dari sel MDA-MB-231 yang direkayasa sehingga mengekspresikan protein fluoresens mCherry rekombinan yang memiliki karakteristik level ekspresi dan lokalisasi N-cadherin yang berbeda dari sel parentalnya. Kelebihan dari metode invensi ini, menyediakan metode untuk mendapatkan sel MDA-MB-231 yang mengekspresikan mCherry sebagai biosensor untuk aplikasi pencitraan baik in vitro maupun in vivo sekaligus mendapatkan monoklon sel rekombinan dengan ekspresi N-cadherin yang berbeda dari sel parentalnya sehingga sel rekombinan tersebut dapat menjadi model sel kanker payudara yang berbeda dari sel parentalnya. Sel monoklonal lebih memastikan homogenitas sifat pada populasi selnya. Pada metode ini juga dijelaskan pentingnya melakukan propagasi sel untuk mendapatkan sel-sel yang stabil setelah rekayasa sel, dan menghilangkan sel-sel dengan viabilitas yang rendah.