Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Metode dan alat pendeteksi fouling merupakan metode dan alat yang dapat merepresentasikan fenomena fouling sebagai efek pembakaran bahan bakar padat pada pipa boiler. Invensi ini dicirikan dengan dengan lima pipa yang tegak lurus dengan aliran gas buang,disusun rapat saling silang dalam dua baris. Dua pipa dipasang pada baris bawah dan tiga pipa dipasang pada baris diatasnya. Susunan pipa ini mampu menangkap fouling tidak hanya dari mekanisme tumbukan inersia saja namun juga fouling dari mekanisme tumbukan Eddy sehingga fouling dari upstream maupun downstream dapat tertangkap oleh deposit probe. Invensi ini juga dilengkapi dengan pendingin udara agar dapat mengkondisikan temperatur probe tanpa harus memindahkan posisi probe. Probe dilengkapi dengan sensor temperatur untuk mengetahui fenomena penempelan deposit. Adanya sensor temperatur yang mendeteksi penurunan suhu saat terjadi penempelan deposit pada probe. semakin banyak deposit yang menempel pada probe maka akan semakin rendah suhu pada probe.
Sebagai wahana angkut anjungan lepas pantai paska operasi, untuk peningkatan kinerja keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia dengan melakukan pengangkatan anjungan yang telah tidak beroperasi agar alur pelayaran dapat terbebas darinya. Wahana angkut ini berbentuk badan ganda (Twin Hull) sehingga mampu membawa potongan anjungan sebesar 1500 ton serta memiliki kapasitas crane 2 x 500 ton. Wahana angkut ALPO ini memiliki kecepatan dinas 12 knot dan dilengkapi pula dengan sepasang Bow Thruster dan sepasang POD Propeller untuk mempermudah olah gerak di lokasi pengangkatan.
Invensi ini mengenai metode dan sistem kontrol ballast otomatis pada kapal, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan metode sistem kontrol dan aplikasi untuk automasi sistem ballast pada kapal. Dengan metode sistem kontrol ballast otomatis ini diharapkan dapat menyesuaikan tingkat kemiringan kapal sebagai akibat dari perubahan muatan kapal sehingga stabilitas kapal dapat dipertahankan. Pada metode sistem kontrol ballast otomatis terdiri dari aplikasi antarmuka aplikasi, peralatan kontrol utama atau main controller, logic level converter, relay, Pompa, Solenoid Valve, Sensor Flowmeter, Sensor Inertia, dan Ballast Tank. Aplikasi untuk automasi bertujuan untuk memudahkan pengaturan dan pengawasan sistem kontrol ballast. Antarmuka aplikasi terdiri dari menu dan antarmuka data pada aplikasi diantaranya adalah menu konektivitas, menu inisialisasi, menu konfigurasi, menu tampilan antarmuka terdapat dark mode dan light mode, menu rekam/record, menu mode kontrol manual/otomatis, antarmuka indikator roll dan pitch, antarmuka indikator ballast sesuai dengan desain kapal yang digunakan, antarmuka kontrol katup (valve), antarmuka grafik pengukuran, antarmuka kontrol pompa.
Invensi ini mengenai tongkang kerja multi fungsi berpenggerak untuk pekerjaan pemasangan dan pembongkaran konstruksi di Laut, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan sebuah tongkang berpenggerak multi fungsi yang digunakan untuk pekerjaan pembongkaran Anjungan Lepas Pantai Pasca Operasi (ALPO) dan juga sebagai alat angkut hasil pembongkarannya, untuk instalasi anjungan lepas pantai baru dan pekerjaan konstruksi lainnya di laut. Tongkang kerja multi fungsi berpenggerak ini merupakan gabungan fungsi dari kapal tunda (tug boat), tongkang derek (crane barge) dan tongkang umumnya (barge) yang digabung menjadi unit tongkang berpenggerak dengan multi fungsional. Tongkang kerja multi fungsi ini telah teruji secara laboratorium dengan performanya yang handal dan aman saat operasional di laut.
Invensi ini mengungkap suatu metode analisis deposit abu pada bahan bakar padat menggunakan drop tube furnace. Secara lebih detil, invensi ini menggunakan kombinasi pengujian serta penambahan pembobotan yang belum pernah dilakukan dalam analisis deposit abu pada bahan bakar padat menggunakan drop tube furnace sebelumnya. Metode sebagaimana pada invensi ini terdiri dari tahapan penyiapan, tahapan uji pembakaran, tahapan analisis dan pembobotan dimana dalam pembobotan sesuai karakteristik dari setiap parameter yang berbeda-beda, baik berdasar pembagian nilai kuantitatif, penampilan kualitatifnya, maupun menggunakan kombinasi dari pendapat ahli/expert judgement. Sembilan parameter yang dianalisis terdiri dari parameter prediksi indikasi terak, prediksi indikasi pengotor, prediksi indikasi abrasi, hail prediksi indikasi korosi, pengamatan visual probe, berat abu deposit, morfologi hasil SEM, komposisi unsur SEM, dan identifikasi kristal XRD. Invensi ini dapat diterapkan pada bahan bakar untuk pembakaran batubara saja, biomassa saja, maupun campuran keduanya ( co-firing), sehingga dapat menghasilkan analisis mendalam mengenai potensi terjadinya risiko pembakaran yang berupa terak, pengotor, abrasi, dan korosi.
Invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan propelan komposit dengan tambahan bahan pengikat AP, bahan katalis dan bahan pemlastis, sesuai dengan invensi meliputi 1) Tahapan proses pencampuran bahan propelan komposit, 2) parameter proses pencampuran dan proses pengerasan propelan komposit, dan 3) komposisi formulasi propelan komposit, sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan produk propelan komposit yang dihasilkan masih memiliki viskositas yang tinggi diatas 20000 Poise, serta sifat mekanik yang belum memenuhi standar dalam hal karakteristik elongasi (pemanjangan) propelan yang masih dibawah 10%.
Invensi ini mengenai alat dan metode manufaktur atau proses pembuatan propelan komposit dengan menggunakan metode pencetakan propelan komposit tervakum dan bervibrasi, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan alat dan metode proses pencetakan propelan komposit yang memiliki modul vakum dan modul vibrasi, sehingga terjadi tahapan proses vakum, dan proses vibrasi. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya porositas pada produk propelan komposit yang dihasilkan, sehingga dengan alat dan metode pada invensi ini mampu menghasilkan produk propelan komposit dengan porositas yang sangat sedikit. Suatu alat pencetakan propelan komposit memiliki penciri utama modul vakum dan modul vibrasi sehingga terjadi tahapan vakum kemudian diteruskan dengan proses vibrasi sehingga produk propelan yang dihasilkan lebih homogen, dan tidak berpori dalam setiap segmennya yang dapat meningkatkan kekuatan mekanik dari propelan komposit yang dihasilkan serta dapat meminimalkan jumlah limbah proses dihasilkan.
Invensi ini mengenai suatu komposisi bahan, proses pembuatan, dan produk propelan pendorong dengan menggunakan Amonium Perklorat (AP) produksi LAPAN. Komposisi bahan pada invensi ini terdiri dari bahan baku Amonium Perklorat (AP), Fe2O3, curing agent, alumunium, dan pemlastis. Proses pembuatannya terdiri dari mencampur bahan HTPB, aziridine dan DOA (di octyl adipate), menambahkan AP ke dalam campuran, menambahkan IPDI, menambahkan aluminium, dan Fe2O3 sehingga mendapatkan komposisi yang sesuai. Produk yang dihasilkan pada invensi ini berbentuk silinder berlubang dengan bentuk grain bintang 7 sehingga mampu mendorong wahana roket kendali berat 40 kg dengan kecepatan 360 km/jam.
Invensi ini bertujuan meyediakan metode dan alat pendeteksi aglomerasi, khususnya aglomerasi pada pembakaran bahan bakar padat dengan cara pemanasan reaktor dengan pemanas listrik yang dilengapi dengan pressue logger dan thermo logger sedemikian hingga aglomerasi dapat terdeteksi melalui perubahan tekanan. Metode menurut invensi ini dilakukan melalui menyiapkan alat pendeteksi aglomerasi dan sampel bahan bakar padat; memasukkan pasir silika ke dalam reaktor; menyalakan pompa udara, pressure logger dan thermo logger; menyalakan pemanas listrik; mengatur suhu reaktor dan aliran udara; memeriksa tekanan; memasukkan sampel bahan bakar; mengamati tekanan dan suhu; memperoleh data suhu dan tekanan pada saat terjadi aglomerasi. Alat pendeteksi aglomerasi menurut invensi ini terdiri dari suatu pompa (1) yang terhubung dengan flow meter (2) yang dilengkapi dengan pressure logger (3) dan thermocouple tipe K (4) yang terhubung dengan thermologger (5) yang masuk dalam reaktor (8), di mana reaktor (8) terhubung dengan temperature controller (6) dan grate (10) pada bagian bawahnya, serta dilengkapi dengan elemen pemanas listrik (7) dan terhubung dengan pipa udara (9). Metode dan alat menurut invensi ini dapat mendeteksi aglomerasi melalui data perubahan tekanan yang dapat terbaca pada alat.
Wahana apung (floater) berguna untuk memberikan daya apung bagi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat di lingkungan perairan. Wahana apung ini memiliki bentuk silinder secara melintang pada badan depan hingga belakang dan memiliki lambung berbentuk V tanpa chine pada lambung depan dari wahana apung.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pembuatan lembaran anoda baterai menggunakan karbon dari batubara khususnya coalite yang telah mengalami katalisasi dan grafitisasi oleh partikel Fe dan adanya KOH di proses pembentukannya, yang terdiri dari beberapa tahapan: pertama proses karbonisasi batubara menggunakan metode pirolisis udara terbatas pada 450-500 °C selama 7-30 menit menjadi karbon coalite; dilanjutkan proses impregnasi coalite dalam larutan iron (III) chloride hexahydrate dan adanya kalium hydroxide sambil dilakukan pengadukan dan pemanasan pada 80oC hingga kering; kemudian dilakukan proses pirolisis pada 900-1300 oC selama 2 jam dalam kondisi atmosfer nitrogen; lalu dilakukan pencucian, pengeringan dan penghalusan membentuk serbuk karbon graphitic; selanjutnya pembentukan lembaran dengan mencampurkan karbon graphitic dengan carbon black ke dalam larutan polimer polyvinylidene fluoride dan N-methyl pyrrolidone, dilakukan pengadukan dan pemanasan pada 60-80 oC sampai membentuk slurry; kemudian pencetakan menggunakan teknik doctor blade diatas kertas tembaga dan dikeringkan menjadi lembaran dengan ketebalan 50-80 μm. Resistansi lembaran graphitic dari coalite nilainya 27-36 Ω dan kapasitas penyimpanan-pengosongan sebesar 0,1-0,17 Ah/g, sedangkan lembaran anoda grafit komersil dengan komposisi dan proses pembentukan yang sama nilainya 29 Ω dan kapasitasnya sekitar 0,3 Ah/g, hingga karbon graphitic dari coalite batubara ini sangat memiliki potensi sebagai bahan anoda baterai ion-Litium atau baterai ion-Natrium.
Wahana apung (floater) berguna untuk memberikan daya apung bagi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat di lingkungan perairan. Wahana apung ini memiliki bentuk silinder secara melintang pada badan depan hingga belakang dan memiliki 4 chine pada lambung depan dari wahana apung.