BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Closed
OR HL RP 3 Purwarupa Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk
Pendaftaran: 04 Mar 2024 - 08 Mar 2024
Proposal Masuk: 25
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 3 Purwarupa Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk

Pemanfaatan biodiversitas secara tepat dan cermat serta berkelanjutan perlu dilakukan untuk menjawab tantangan efek perubahan iklim saat ini. Pemanfaatan tersebut harus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030, seperti SDG2. Mengakhiri Kelaparan, SDG3. Kesehatan Yang Baik dan Kesejahteraan, SDG13. Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG.15 Menjaga Ekosistem Darat. Perubahan iklim, efek El Nino, dan peningkatan populasi manusia yang saat ini diperparah oleh pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai permasalahan terhadap kehidupan. Dampak perubahan iklim memberikan efek serius pada pertanian, seperti cekaman biotik dan abiotik seperti perubahan siklus hama dan penyakit, perubahan suhu rata-rata, jumlah curah hujan, dan ketersediaan air, hingga kualitas nutrisi bahan pangan. Perubahan iklim juga sangat mengancam kesehatan karena meningkatkan berbagai macam penyakit infeksi akibat berkembangnya vektor patogen sebagai dampak penurunan kualitas air dan kenaikan suhu.Pendekatan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang lebih modern dapat dilakukan melalui  teknologi rekayasa genetika. Rekayasa genetika merupakan ilmu yang dapat melakukan modifikasi sifat organisme melalui manipulasi genetik untuk menjawab persoalan yang sedang dihadapi dan belum dapat dipecahkan oleh teknologi yang ada.Dasar dari teknologi ini adalah metode berbasis biologi molekuler untuk memanfaatkan material genetik yang terdapat dalam setiap organisme hidup sehingga dapat diungkap potensinya dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan.Pemanfaatan dan pelestarian biodiversitas menjadi kunci untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan efektif, diantaranya melalui penyimpanan karbon, adaptasi perubahan iklim berbasis ketahanan ekosistem, pengelolaan air dan lingkungan dan sebagainya.Keanekaragaman hayati juga dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Selulosa misalnya, merupakan bahan yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan, rumput laut dan mikroba. Biomaterial ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam bioproduk pangan maupun kesehatan. Teknologi pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk menghasilkan bioproduk ini yang harus dikuasai dan ditingkatkan melalui riset dan inovasi.Nilaipenting padatemariset Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk iniadalah :Jumlah/keragaman sumber daya dan informasi genetik yang dapat dimanfaatkan dengan pendekatan biologi molekuler dan rekayasa untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan;Teknologi pembuatan bioproduk berbasis keanekaragaman hayati Indonesia yang dikuasai dan bioproduk yang dihasilkan;Strategi/kebijakanuntukmemanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai salah satu upaya meningkatan ketahanan pangan dan kesehatan sebagai dampak dariperubahan iklim.Untuk mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan, rumah program Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk ini dibagi menjadi 2 (dua) temasebagai berikut:1. Tema 1 : Pencarian Gen dan Identifikasi Marka MolekulerTahapan fundamental dalam rekayasa genetika yang meliputi overekpresi gen, RNA interference (RNAi), genome editing, dan teknologi lain berbasis berbasis biologi molekuler adalah penentuan gen terpaut (tightly linked) dengan traits/protein of interest, seperti gen struktural, gen regulator, dan biomarka. Pendekatan untuk menentukan gen penting dapat dilakukan dengan multi-omik, di antaranya analisis genom dengan marka molekuler atau sequencing, analisis transkrip (ekspresi) gen, analisis protein, dan metabolomik. Hasil yang diperoleh bermanfaat untuk sistem deteksi cepat (diagnostik) dan perakitan produk rekayasa genetik.2. Tema 2 : Teknologi Bioproduk Berbasis Biomassa serta Rekayasa Seluler dan BiomolekulerTeknologi Bioproduk berbasis biomassa merujuk pada teknologi untuk menghasilkan  produk yang diperoleh secara langsung dari sumber hayati atau secara tidak langsung disintesis dari sumber biotik. Biobased material dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk tanaman dan mikroba.Biobased material yang berasal dari tanaman dapat termasuk serat, ekstrak, dan bahan berbasis selulosa yang digunakan dalam berbagai aplikasi. Perekayasaan biomassa secara genetik, seluler, dan metabolit dapat memperbaiki organisme dan menghasilkan produk rekayasa genetika yang bermanfaat untuk adaptasi cekaman biotik dan abiotik, penanggulangan penyakit, diagnostik, dan produksi. Ruang lingkup tema ini melitputi biobased-, bioactive-, dan biompaticle materials, biorefinery, rekayasa seluler dan jaringan, biologi sintetik dengan rekayasa genetika. 

Closed
Rumah Program IPSH Desk-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 100
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Desk-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
Rumah Program IPSH Desk-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 100
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Desk-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
Rumah Program IPSH Field-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 210
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Field-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
Rumah Program IPSH Field-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 210
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Field-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 166
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Permasalahan lingkungan dipicu dari peningkatan populasi dan kemajuan teknologi. Peningkatan populasi telah meningkatkan konsumsi sekaligus mengubah pola konsumsi, yang akan menyebabkan peningkatan produksi dan memicu terjadinya pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali. Pola pembangunan yang hanya mengedepankan capaian ekonomi dengan dukungan teknologi yang tidak ramah lingkungan ini membawa dampak yang serius pada lingkungan dan ketimpangan sosial. Peningkatan aktivitas industri dan transportasi berbahan bakar fosil telah mengakibatkan peningkatan emisi karbon di atmosfer yang ditengarai salah satu penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, aktivitas industri yang didorong pola konsumsi juga telah meningkatkan jumlah buangan padat/sampah termasuk plastik di daratan dan laut, jumlah limbah cair serta emisi gas buang ke atmosfer. Kerusakan lingkungan global yang diebabkan pola pembangunan yang tidak berkelanjutan ini telah mendorong diadakannya konferensi lingkungan di Stockholm tahun 1972 yang melahirkan konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) yang pada tahun-tahun selanjutnya diikuti berbagai perjanjian global di bidang lingkungan hidup seperti Protokol Kyoto, Konvensi Biodiversity, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Di Indonesia sendiri pola pembangunan berkelanjutan ini diterapkan dengan penyusunan RPJMN yang pro lingkungan pada BAB 7 tentang Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Dalam RPJMN, Pemerintah Indonesia telah mengadopsi target-target bidang lingkungan dalam SDGs untuk diharmonisasikan dengan isu dan strategi pembangunan, seperti pada tujuan #12 poin 9 disebutkan adanya inovasi dan teknologi hijau (green technology) yang meliputi perilaku ramah lingkungan, minimum waste, pemanfaatan sesuai daya dukung fisik dan memperhatikan keseimbangan ekologis.Pembangunan berkelanjutan membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kredibel dan kontinyu dalam penerapannya. Riset-riset tersebut sangat diperlukan dalam upaya pencegahan, pengendalian, pemulihan lingkungan, dan pengembangan sistem pengelolaan lingkungan.Rumah Program 4:Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan mencakup tema berikut :Tema 1 : Pengendalian Pencemaran LingkunganTema 2: Teknologi Pemantauan Lingkungan dan Produksi BersihTema 3 : Teknologi Pemulihan Kualitas Lingkungan

Closed
OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 166
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Permasalahan lingkungan dipicu dari peningkatan populasi dan kemajuan teknologi. Peningkatan populasi telah meningkatkan konsumsi sekaligus mengubah pola konsumsi, yang akan menyebabkan peningkatan produksi dan memicu terjadinya pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali. Pola pembangunan yang hanya mengedepankan capaian ekonomi dengan dukungan teknologi yang tidak ramah lingkungan ini membawa dampak yang serius pada lingkungan dan ketimpangan sosial. Peningkatan aktivitas industri dan transportasi berbahan bakar fosil telah mengakibatkan peningkatan emisi karbon di atmosfer yang ditengarai salah satu penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, aktivitas industri yang didorong pola konsumsi juga telah meningkatkan jumlah buangan padat/sampah termasuk plastik di daratan dan laut, jumlah limbah cair serta emisi gas buang ke atmosfer. Kerusakan lingkungan global yang diebabkan pola pembangunan yang tidak berkelanjutan ini telah mendorong diadakannya konferensi lingkungan di Stockholm tahun 1972 yang melahirkan konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) yang pada tahun-tahun selanjutnya diikuti berbagai perjanjian global di bidang lingkungan hidup seperti Protokol Kyoto, Konvensi Biodiversity, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Di Indonesia sendiri pola pembangunan berkelanjutan ini diterapkan dengan penyusunan RPJMN yang pro lingkungan pada BAB 7 tentang Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Dalam RPJMN, Pemerintah Indonesia telah mengadopsi target-target bidang lingkungan dalam SDGs untuk diharmonisasikan dengan isu dan strategi pembangunan, seperti pada tujuan #12 poin 9 disebutkan adanya inovasi dan teknologi hijau (green technology) yang meliputi perilaku ramah lingkungan, minimum waste, pemanfaatan sesuai daya dukung fisik dan memperhatikan keseimbangan ekologis.Pembangunan berkelanjutan membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kredibel dan kontinyu dalam penerapannya. Riset-riset tersebut sangat diperlukan dalam upaya pencegahan, pengendalian, pemulihan lingkungan, dan pengembangan sistem pengelolaan lingkungan.Rumah Program 4:Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan mencakup tema berikut :Tema 1 : Pengendalian Pencemaran LingkunganTema 2: Teknologi Pemantauan Lingkungan dan Produksi BersihTema 3 : Teknologi Pemulihan Kualitas Lingkungan

Closed
OR HL RP 1 Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 97
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 1 Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang paling tinggi di dunia. Namun, keanekaragaman jenis tumbuhan yang tinggi ini mengalami ancaman kepunahan yang tinggi di alam dan memerlukan usaha konservasi yang efektif dan menyeluruh agar bisa tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia secara berkelanjutan. Selain melalui konservasi in situ dengan cara melestarikan suatu jenis di habitat alaminya, konservasi ex situ merupakan metode konservasi yang semakin mempunyai peranan penting bagi penyelamatan tumbuhan terancam punah. Oleh karena itu, diperlukan riset dan inovasi yang terarah dan fokus dalam upaya usaha mengonservasi tumbuhan terancam punah yang ada di Indonesia.Riset terkait konservasi ex situ tumbuhan di dalam Rumah Program Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi terbagi menjadi dua tema besar yaitu Konservasi ex situ tumbuhan dan Biologi tumbuhan untuk pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan. Tema 1. Konservasi ex situ tumbuhan akan berfokus pada penguasaan teknologi kunci untuk konservasi tumbuhan terancam kepunahan dan upaya mengembalikan tumbuhan terancam kepunahan ke alam baik itu melalui program reintroduksi maupun reinforcement. Pengembalian tumbuhan terancam kepunahan tersebut tentu saja perlu direncanakan dengan baik terutama penguasaan teknologi kunci perbanyakan dan invigorasi tumbuhan dan perencanaan program reintroduksi dan/atau reinforcement. Tema 2. Biologi tumbuhan untuk pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan akan memfokuskan pada riset-riset berbasis eksperimen dalam pengembangan potensi tumbuhan Indonesia terutama working collection yang ada di Kebun Raya Indonesia. Topik pemanfaatan secara berkelanjutan baik itu secara langsung maupun tidak langsung terhadap jenis-jenis tumbuhan terancam kepunahan akan menjadi fokus utama kegiatan pada tema kedua ini. Kegiatan riset di dalam rumah program ini merupakan kombinasi antara penelitian lapangan dan penelitian laboratorium yang berfokus pada tumbuhan terancam kepunahan Indonesia (1137 spesies) dan tumbuhan terancam kepunahan koleksi ilmiah Kebun Raya Indonesia (331 spesies). Hasil-hasil riset konservasi ex situ tumbuhan terancam kepunahan yaitu spesies tumbuhan terancam kepunahan yang terkonservasi, draft WGS (whole genome sequencing), dan PVT terdaftar. 

Closed
OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 127
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (Kehati) yang sangat tinggi dan telah banyak memberikan manfaat pada berbagai aspek kehidupan terutama bagi manusia. Kehati terdiri dari flora, fauna dan mikroorganisme yang perlu dijaga kelestariannya. Dalam rantai kehidupan manusia Kehati berperan sebagai life support system seperti rantai pangan, siklus hidrologi, siklus energi dan bioprospekting. Menyadari posisi penting keanekaragaman hayati secara nasional, maka keanekaragaman hayati termasuk dalam salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) untuk mencapai target produk inovasi nasional. Melalui pengungkapan keanekaragaman hayati ini semakin membuka peluang pemanfaatan kehati dengan teknologi ramah lingkungan secara lebih tepat. Kegiatan integrasi ini diarahkan pada bidang kesehatan dan meningkatkan produktivitas lingkungan yang masih dalam skema flagship kehati.Riset terkait biodiversitas nusantara merupakan investasi jangka menengah dan panjang untuk negara. Hasil-hasil riset pemanfaatan biodiversitas nusantara dalam jangka menengah diharapkan dapat memecahkan masalah pengelolaan kehati dengan penerapan imlu pengetahuan dan teknologi tepat guna sedangkan dalam jangka panjang diharapkan dapat turut memberikan sumbangsih untuk peningkatan kesejahteraan bangsa melalui peningkatan perekonomian rakyat melalui komoditas-komoditas kehati bernilai ekonomi tinggi.Riset biodiversitas nusantara terkait kajian dasar sistematika merupakan riset multi-sektoral dan multi-disiplin ilmu yang hasilnya dapat dirasakan oleh bebagai unsur seperti unsur masyarakat, unsur pemerintah, dan unsur industri. Pendekatan yang dilakukan dalam riset sistematika biodiversitas nusantara yang meliputi riset dasar pengungkapan jumlah dan status biodiversitas serta kekerabatannya yang dapat berupa riset lapangan (kegiatan sampling) dan riset laboratorium (analisis). Hasil-hasil riset dasar sistematika biodiversitas nusantara secara praktis dapat berupa karya tulis ilmiah, temuan baru, kekayaan intelektual, dan naskah kebijakan. Selain itu, hasil riset dalam tema ini diharapkan dapat digunakan sebagai dukungan ilmiah (scientific support) terhadap produk-produk keanekaragaman hayati Indonesia sehingga dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bersaing dengan produk-produk mancanegara.

Closed
OR HL RP 1 Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 97
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 1 Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang paling tinggi di dunia. Namun, keanekaragaman jenis tumbuhan yang tinggi ini mengalami ancaman kepunahan yang tinggi di alam dan memerlukan usaha konservasi yang efektif dan menyeluruh agar bisa tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia secara berkelanjutan. Selain melalui konservasi in situ dengan cara melestarikan suatu jenis di habitat alaminya, konservasi ex situ merupakan metode konservasi yang semakin mempunyai peranan penting bagi penyelamatan tumbuhan terancam punah. Oleh karena itu, diperlukan riset dan inovasi yang terarah dan fokus dalam upaya usaha mengonservasi tumbuhan terancam punah yang ada di Indonesia.Riset terkait konservasi ex situ tumbuhan di dalam Rumah Program Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi terbagi menjadi dua tema besar yaitu Konservasi ex situ tumbuhan dan Biologi tumbuhan untuk pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan. Tema 1. Konservasi ex situ tumbuhan akan berfokus pada penguasaan teknologi kunci untuk konservasi tumbuhan terancam kepunahan dan upaya mengembalikan tumbuhan terancam kepunahan ke alam baik itu melalui program reintroduksi maupun reinforcement. Pengembalian tumbuhan terancam kepunahan tersebut tentu saja perlu direncanakan dengan baik terutama penguasaan teknologi kunci perbanyakan dan invigorasi tumbuhan dan perencanaan program reintroduksi dan/atau reinforcement. Tema 2. Biologi tumbuhan untuk pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan akan memfokuskan pada riset-riset berbasis eksperimen dalam pengembangan potensi tumbuhan Indonesia terutama working collection yang ada di Kebun Raya Indonesia. Topik pemanfaatan secara berkelanjutan baik itu secara langsung maupun tidak langsung terhadap jenis-jenis tumbuhan terancam kepunahan akan menjadi fokus utama kegiatan pada tema kedua ini. Kegiatan riset di dalam rumah program ini merupakan kombinasi antara penelitian lapangan dan penelitian laboratorium yang berfokus pada tumbuhan terancam kepunahan Indonesia (1137 spesies) dan tumbuhan terancam kepunahan koleksi ilmiah Kebun Raya Indonesia (331 spesies). Hasil-hasil riset konservasi ex situ tumbuhan terancam kepunahan yaitu spesies tumbuhan terancam kepunahan yang terkonservasi, draft WGS (whole genome sequencing), dan PVT terdaftar. 

Closed
OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 127
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (Kehati) yang sangat tinggi dan telah banyak memberikan manfaat pada berbagai aspek kehidupan terutama bagi manusia. Kehati terdiri dari flora, fauna dan mikroorganisme yang perlu dijaga kelestariannya. Dalam rantai kehidupan manusia Kehati berperan sebagai life support system seperti rantai pangan, siklus hidrologi, siklus energi dan bioprospekting. Menyadari posisi penting keanekaragaman hayati secara nasional, maka keanekaragaman hayati termasuk dalam salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) untuk mencapai target produk inovasi nasional. Melalui pengungkapan keanekaragaman hayati ini semakin membuka peluang pemanfaatan kehati dengan teknologi ramah lingkungan secara lebih tepat. Kegiatan integrasi ini diarahkan pada bidang kesehatan dan meningkatkan produktivitas lingkungan yang masih dalam skema flagship kehati.Riset terkait biodiversitas nusantara merupakan investasi jangka menengah dan panjang untuk negara. Hasil-hasil riset pemanfaatan biodiversitas nusantara dalam jangka menengah diharapkan dapat memecahkan masalah pengelolaan kehati dengan penerapan imlu pengetahuan dan teknologi tepat guna sedangkan dalam jangka panjang diharapkan dapat turut memberikan sumbangsih untuk peningkatan kesejahteraan bangsa melalui peningkatan perekonomian rakyat melalui komoditas-komoditas kehati bernilai ekonomi tinggi.Riset biodiversitas nusantara terkait kajian dasar sistematika merupakan riset multi-sektoral dan multi-disiplin ilmu yang hasilnya dapat dirasakan oleh bebagai unsur seperti unsur masyarakat, unsur pemerintah, dan unsur industri. Pendekatan yang dilakukan dalam riset sistematika biodiversitas nusantara yang meliputi riset dasar pengungkapan jumlah dan status biodiversitas serta kekerabatannya yang dapat berupa riset lapangan (kegiatan sampling) dan riset laboratorium (analisis). Hasil-hasil riset dasar sistematika biodiversitas nusantara secara praktis dapat berupa karya tulis ilmiah, temuan baru, kekayaan intelektual, dan naskah kebijakan. Selain itu, hasil riset dalam tema ini diharapkan dapat digunakan sebagai dukungan ilmiah (scientific support) terhadap produk-produk keanekaragaman hayati Indonesia sehingga dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bersaing dengan produk-produk mancanegara.

Closed
Rumah Program Penerbangan dan Antariksa
Pendaftaran: 01 Nov 2023 - 10 Nov 2023
Proposal Masuk: 126
Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa

Rumah Program Penerbangan dan Antariksa

Riset penerbangan dan antariksa BRIN berkontribusi pada agenda pembangunan Indonesia yaitu meningkatkan sumber daya menusia yang berkualitas dan berdaya saing. Diantaranya diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan SDM berkualitas dan berdaya saing di bidang teknologi penerbangan dan antariksa melalui kegiatan penelitian dan pengembangan. Riset penebangan terlibat dalam flagship program prioritas pemanfaatan Iptek dan penciptaan inovasi di bidangnya, focus Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045 menjadi focus pembangunan yang berkelanjutan. Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN mengundang SDM Iptek untuk berkontribusi dalam Rumah Program Penerbangan dan Antariksa di bawah pengelolaan ORPA Tahun Anggaran 2024. A. Topik Riset AntariksaTujuan: Menghasilkan publikasi atau model dalam lingkup astronomi dan observatorium serta space situational awareness (cuaca antariksa, lingkungan antariksa, objek pengorbit bumi, geomagnet antariksa dan ionosfer).Fokus Riset: Astronomi dan AstrofisikaStudi astrofisika multi Panjang gelombang (optik, NIR, radio); Astronomi untuk masyarakat, termasuk lingkungan pengamatan (Dark and Quiet Sky); Pengamatan benda antariksa buatan: populasi, sikap satelit, konstelasi, dan sampah antariksa; pengembangan fasilitas di observatorium nasional; serta Kegiatan dilakukan di wilayah Timau.Space Situational AwarenessRiset terkait Fisika matahari dan prakiraan aktivitasnya; Dinamika lingkungan Antariksa; Gangguan dan anomali satelit; Ionosfer dan propagasi gelombang radio untuk navigasi penerbangan dan maritim; Pengembangan sistem informasi SSA (purwarupa, platform): Cuaca Antariksa, Anomali Satelit, dll; serta Kajian aspek dan dampak sosial, ekonomi, hukum, dari riset Antariksa.B. Topik Riset Teknologi PenerbanganTujuan: Menghasilkan karya tulis ilmiah, kekayaan intelektual dan purwarupa di bidang teknologi penerbangan baik untuk pesawat udara berawak maupun nirawak.Fokus Riset: Kinerja Aerodinamika Pesawat Udara (Aerodynamic performance of Aircraft)Riset mengenai kinerja aerodinamia pesawat udara perlu dilakukan di samping untuk mengembangkan wahana baru yang efisien, juga untuk meningkatkan efisiensi terbang pesawat yang sudah ada. Efisiensi pesawat udara akan bermuara pada penghematan bahan bakar dan pengurangan emisi. Di samping peningkatan efisiensi, riset kinerja aerodinamika juga dapat diarahkan untuk meningkatkan faktor keselamatan. Fokus Riset ini meliputi: peningkatan kinerja aerodinamika N219 (N219A), Seri LSU, Alap-alap serta pengembangan PUNA kinerja tinggi (High performance UAS).Aerostruktur(Aerostructure)Riset aerostruktur penting dalam membangun pesawat  yang kuat tapi ringan, meningkatkan kinerja, dan meningkatkan integritas struktural pesawat. Riset Aerostruktur dapat juga diarahkan untuk mengembangkan material dan proses manufaktur baru untuk struktur pesawat udara. Hal ini dapat mengarah pada terciptanya pesawat yang lebih ringan, kuat, dan tahan lama yang dapat beroperasi dalam kondisi yang lebih ekstrim. Di samping itu riset aerostruktur dapat digunakan untuk mengembangkan metode baru dalam memprediksi dan mencegah kegagalan struktural. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pesawat bagi penumpang dan awak pesawat. Fokus Riset ini meliputi: Composite allowable material database,  Composite to Composite joint (bolted, adhesive, etc); Compostie to Metal Joint (bolted, adhesive, etc), Composite Manufacturing Techniques for Aerostructure.Sistem Kendali Terbang (Flight Control System)Flight Control System (FCS) merupakan Sub-sistem penting dalam Sistem Pesawat Udara Nir-awak (Unmanned Aircraft System) agar dapat terbang secara autonomous. Bagian kritikal dari sub-sistem ini adalah Flight Control Computer (FCC) dan Flight Control Actuation System (FCAS),  merupakan produk yang dibatasi dalam hal ekspor dan penggunaannya oleh kebijakan negara pembuatnya dan juga harganya sangat mahal. Penguasaan Teknologi FCS merupakan salah satu kunci strategis dalam penguasaan teknologi Sistem Pesawat Udara Nir-Awak (UAS, Unmanned Aircraft System). Fokus Riset ini meliputi: Monolithic Flight Control Computer (FCC), Modular FCC, Flight Control Actuation System (FCAS).Sistem Datalink dan Navigasi (Datalink and Navigation System)Pengiriman data dari wahana ke stasiun bumi merupakan hal yang cukup penting. Hal ini berhubungan dengan misi terbang dan ketersediaan data pantau secara cepat dan akurat. Fokus Riset ini meliputi: pengembangan antenna komunikasi, metode kompresi data, decoding dan encoding data, metode pengiriman data, maupun pengembangan pada sisi penerimanya di sistem kendali bumi (GCS, Ground Control Station).Sistem dan Aplikasi Drone (Drone System and Application)Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Drone atau UAV (PUNA) semakin banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari operasi militer hingga sipil. Drone menjadi game-changer di berbagai sektor. Riset mengenai sistem dan aplikasi drone sangat penting untuk memajukan teknologi dan memperluas penerapan pusawat udara nirawak ini. Drone mempunyai potensi untuk merevolusi berbagai industri dan sektor, namun potensi penuhnya hanya dapat diwujudkan melalui riset, i.e., penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan  yang berkelanjutan. Fokus Riset ini meliputi: Sistem pemetaan presisi menggunakan, Sistem Pertanian Cerdas menggunakan drone, Sistem pengawasan, dll.Sistem Muatan (Payload System)Sistem muatan merupakan bagian penting dari Sistem Pesawat Udara Nirawak karena menentukan misi dan kemampuan pesawat tersebut. Sistem muatan dapat dibagi menjadi 2 kategori, i.e., 1) muatan sensor (Sensor payloads) untuk memperoleh data baik dalam bentuk citra maupun video; dan 2) muatan misi (mission payloads) untuk melakukan misi spesifik seperti menyemburkan air atau bahan kimia, mengantarkan kargo, atau bahkan menembakkan peluru. Fokus Riset ini meliputi: Pengembangan muatan sensor seperti SAR, LIDAR, dll, atau pengembangan muatan misi.Aeropropulsion(Propulsi Pesawat Udara)Riset mengenai propulsi dapat ditujukan untuk meningkatkan karakteristik kinerja pesawat, seperti kecepatan, jangkauan, dan kapasitas muatan. Hal ini termasuk mengembangkan mesin yang lebih bertenaga, mengoptimalkan efisiensi pembakaran, dan meningkatkan aerodinamis sistem propulsi untuk memaksimalkan kinerja pesawat. Di samping itu riset mengenai propulsi pesawat udara dapat diarahkan juga untuk mengurangi emisi dan meminimalisir dampak lingkungan dari bidang penerbangan. Fokus riset ini meliputi: Engine control unit (ECU), Propeller parametric Study, Green Aviation Study, Sustainable Aviation Fuel, etc.C. Topik Riset Teknologi RoketTujuan: Menghasilkan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, model dan purwarupa pada penguasaan teknologi kunci terkait bidang teknologi roket. Fokus Riset: Pengembangan sistem kendali roket berbasis canard;Pengembangan motor roket padat case bonded;Pengembangan sistem avionik untuk roket (IMU, Radio telemetry untuktransmisi data, GPS receiver untuk tracking roket, radar reflector pada roket berbasis coating material);Pengembangan sistem separasi roket;Pengembangan struktur ringan untuk komponen roket berbasis komposit atau logam (radio transparent nosecone, sirip, tabung motor roket, nozel, sistem join untuk material komposit);Pengembangan insulasi termal motor roket berbasis material dalam negeri;Peningkatan kualitas propelan komposit (Impuls spesifik, karakteristik mekanik, pre-treatment bahan baku);Sistem igniter, ignition transient dan erosive burning untuk propelan komposit.Thruster, Thrust Vectoring, & controllable rocket propulsion systemD. Topik Riset Teknologi SatelitTujuan: Menghasilkan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, model dan purwarupa pada penguasaan teknologi kunci serta teknik pengoperasian terkait bidang teknologi satelit. Fokus Riset: Pengembangan struktur dan mekanisme solar panel satelit berbasis CFRP honeycomb sandwich panel dan Shape memory alloy;Pengembangan muatan multi misi berbasis SDR dan antena swidebeamwidth untuk satelit konstelasi orbit rendah;Pengembangan power distribution unit subsystem catu daya satelit multi misi;Pengembangan Semi Otonom sistem Attitude & Orbit Control yang terintegrasi untuk stabilisasi satelit pada saat manuver orbit;Pengembangan algoritme kaliberasi sistem imager satelit observasi bumiPengembangan algoritme kendali sikap dan telemetri satelit observasi bumi.Pengembangan dan valisasi mode dynamic satelit observasi bumiE. Topik Riset Penginderaan Jauh Tujuan: Menghasilkan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, model dan purwarupa pada penguasaan teknologi kunci serta teknik pemanfaatannya di bidang penginderaan jauh optis dan radar diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian, dan lingkungan dan kebencanaan di wilayah pesisir.Fokus Riset: Pengembangan teknologi akuisisi data penginderaan jauh optis dan radar untuk satelit konstelasi nasional (kajian misi dan desain sensor, orbit dan ancillary, kalibrasi dan validasi, stasiun bumi penerima);Pengembangan teknologi pengolahan awal data penginderaan jauh optis resolusi tinggi dan radar menjadi data proses (koreksi radiometrik, geometrik, transformasi data, mosaik, fusi data, DEM, polarimetric SAR, interferometry SAR, LiDAR);Pengembangan data dan analisis spectral library serta deteksi indeks parameter geo-bio-fisik pada objek tanaman pangan pokok (padi, jagung, tebu, dll), dan lingkungan dan kebencanaan di wilayah pesisir;Pengembangan teknologi pengelolaan data dan penyajian informasi penginderaan jauh resolusi tinggi dan radar (data cube/stacking data, online processing terintegrasi platform penyajian informasi, big data remote sensing);Pengembangan metode deteksi objek tanaman pertanian, dan lingkungan dan kebencanaan di wilayah pesisir menggunakan data penginderaan jauh optis resolusi tinggi dan radar;Riset aspek ekonomi (cost and benefit) pembangunan dan pemanfaatan konstelasi satelit penginderaan jauh nasional.