BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Closed
Rumah Program OR TKPEKM 2026
Pendaftaran: 04 Dec 2025 - 20 Dec 2025
Proposal Masuk: 121
Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat

Rumah Program OR TKPEKM 2026

Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat (OR-TKPEKM) BRIN mengundang SDM Iptek untuk berkontribusi dalam Rumah Program Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat di bawah pengelolaan OR TKPEKM Tahun Anggaran 2026. Rumah Program 1 : Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif dan IntegratifTema riset yang dapat diajukan pada rumah program 1 adalah sebagai berikut : 1. Tata Kelola Pengembangan kerangka regulasi sandbox (regulatory sandbox) sebagai mekanisme kelembagaan yang adaptif 2. Penguatan Desentralisasi dan Otonomi Daerah untuk Meningkatkan Kapasitas dan Tata Kelola Pemerintah Daerah 3. Penguatan kelembagaan dalam mendukung  integrasi Layanan publik yang adaptif4. Transformasi Digital Terintegrasi untuk Meningkatkan Akurasi Data, Efektivitas Layanan Sosial, dan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan5. Penguatan Kapasitas, Budaya Kinerja, dan Meritokrasi ASN untuk Mewujudkan Birokrasi Publik yang Adaptif, Profesional, dan Berintegritas6. Kemitraan Publik, Swasta dan Masyarakat dalam mendukung Transformasi Pelayanan Publik prioritas 7. Kajian Peningkatan Fungsi Intermediasi dan Layanan Pemanfaatan IPTEK dan Inovasi untuk Mendukung Hilirisasi Industri dan sektor publik 8. Penguatan Arsitektur Fiskal Nasional dan Daerah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi  Rumah Program 2 : Akselerasi Pembangunan Perdesaan untuk KesejahteraanTema riset yang dapat diajukan pada rumah program 2 adalah sebagai berikut : 1. Model Ekosistem Pemberdayaan ekonomi desa untuk penurunan kemiskinan ekstrem2. Pengembangan SDM Nelayan dalam Rantai Nilai Olahan Laut Unggulan Desa3. Penguatan Ketahanan Pangan sebagai Strategi Terpadu Pengurangan Kemiskinan dan Kerentanan Sosial4. Pemberdayaan Masyarakat Desa Menghadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan5. Pengembangan Metodologi dan Sistem Pengukuran Kemiskinan untuk Mendukung Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan yang Adaptif, Inklusif, dan Tepat Sasaran6. Reformasi Sistem Perlindungan Sosial melalui Harmonisasi RSN dan Platform Penyaluran Bantuan Sosial Tepat Sasaran7. Model Pembiayaan Inovatif dalam Mendukung Transformasi dan Integrasi Perlindungan Sosial Nasional8. Model Tata Kelola Perlindungan Sosial Berbasis Komunitas bagi Rumah Tangga Nelayan9. Inovasi Sistem Tata Kelola Pendampingan Perdesaan dalam Meningkatkan Kapasitas Kelompok Rentan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat10. Tata Kelola Pendampingan Adaptif dalam Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan11. Model Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai Local Economic Enabler untuk Peningkatan Ekonomi Lokal12. Model Pengelolaan Lahan secara Kolektif dalam Pengembangan Kawasan Transmigrasi13. Model Kawasan Ekonomi Terpadu berbasis Industrial Upgrading pada Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)14. Model Revitalisasi Kelembagaan Ekonomi Pesisir untuk Memperkuat Rantai Nilai Perikanan15. Pengembangan Sentra Produksi Bahan Bakar Nabati Perdesaan untuk Mendorong  Kemandirian Energi dan Ekonomi Lokal16. Pengembangan Sentra Bahan Bakar Nabati Berbasis Biomas Pesisir untuk Mendukung Ekonomi Energi Nelayan           Rumah Program 3 : Kemandirian Ekonomi yang Kompetitif dan Berkelanjutan Tema riset yang dapat diajukan pada rumah program 3 adalah sebagai berikut : 1. Pengembangan Model Bisnis Pertanian Sirkular dalam Mengurangi Emisi Karbon dan Kehilangan Pangan Paska Panen.2. Pengembangan Desa Sirkular sebagai Upaya  Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim 3. Peran AI, Iot, Blockchaindalam Menjaga Stabilitas Stok Pangan, Supply Pangan dan Harga Pangan sebagai Pendorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Miskin 4. Kebijakan Pemanfaatan Limbah Industri dan Pertanian dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan5. Model Kemandirian Ekonomi yang Kompetitif dan Berkelanjutan melalui Integrasi Swasembada Pangan, Energi, dan Air6. Green Industrial Policy7. Pengembangan Industri dan UMKM Halal untuk Kemandirian Ekonomi8. Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan Transisi menuju Energi Terbarukan yang Lebih Efisien9. Tata Kelola Kota Pintar dalam Kerangka Pembangunan Kawasan Perkotaan yang Inklusif , Berbudaya , Hijau, Maju dan Menyejahterakan10. Peningkatan Ekonomi Biru Inklusif untuk Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Mempercepat Pengentasan Kemiskinan Pesisir11. Model Penguatan Tata Kelola Sistem Pangan Nasional dan Hilirisasi Pangan Akuatik dalam Mendukung Swasembada12. Livelihood Adaptation Srategy untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Sektoral13. Produktivitas Tenaga Kerja Sektoral dalam Mendukung Perekonomian Berkelanjutan14. Adopsi AI untuk Mendukung Produktifitas SDM, Kinerja Organisasi Dan Perguruan Tinggi15. Inklusi Keuangan dan Akses Kredit dalam Pengentasan KemiskinanRumah Program 4 : Industrialisasi dan Pengembangan Bisnis yang InklusifTema riset yang dapat diajukan pada rumah program 4 adalah sebagai berikut : 1. Pengembangan Kewirausahaan Sosial, Start-Up dan Korporasi Pertanian Berbasis Digital & Sistem Pangan2. Pengembangan Bisnis yang Inklusif pada Industri Pengolahan3. Makan Bergizi Gratis sebagai Penggerak Sektor Riil dan Investasi Human Capital4. Tata Kelola Jaringan Transportasi dan Logistik yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan5. Pengembangan Model Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berkualitas6. Penggunaan AI dalam Industri Ekonomi Kreatif7. Peningkatan Investasi Swasta dalam Mendukung Hilirisasi dan Energi Bersih8. Dampak FDI terhadap Industrialisasi9. Kebijakan Stabilisasi Harga/Inflasi Nasional dan Daerah10. Model Sistem Pembayaran dalam Mendukung Perekonomian yang Inklusif11. Pengembangan Electric Vehicle (EV) dalam Kerangka Industrialisasi dan Pembangunan Rendah Karbon12. Hilirisasi Produk Pertanian untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Perekonomian Daerah13. Industri dan Perdagangan Jasa/Non Jasa: Digital, Ekonomi Kreatif dan Mobilitas Modern   

Closed
Rumah Program OR TKPEKM 2026
Pendaftaran: 04 Dec 2025 - 20 Dec 2025
Proposal Masuk: 121
Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat

Rumah Program OR TKPEKM 2026

Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat (OR-TKPEKM) BRIN mengundang SDM Iptek untuk berkontribusi dalam Rumah Program Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat di bawah pengelolaan OR TKPEKM Tahun Anggaran 2026. Rumah Program 1 : Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif dan IntegratifTema riset yang dapat diajukan pada rumah program 1 adalah sebagai berikut : 1. Tata Kelola Pengembangan kerangka regulasi sandbox (regulatory sandbox) sebagai mekanisme kelembagaan yang adaptif 2. Penguatan Desentralisasi dan Otonomi Daerah untuk Meningkatkan Kapasitas dan Tata Kelola Pemerintah Daerah 3. Penguatan kelembagaan dalam mendukung  integrasi Layanan publik yang adaptif4. Transformasi Digital Terintegrasi untuk Meningkatkan Akurasi Data, Efektivitas Layanan Sosial, dan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan5. Penguatan Kapasitas, Budaya Kinerja, dan Meritokrasi ASN untuk Mewujudkan Birokrasi Publik yang Adaptif, Profesional, dan Berintegritas6. Kemitraan Publik, Swasta dan Masyarakat dalam mendukung Transformasi Pelayanan Publik prioritas 7. Kajian Peningkatan Fungsi Intermediasi dan Layanan Pemanfaatan IPTEK dan Inovasi untuk Mendukung Hilirisasi Industri dan sektor publik 8. Penguatan Arsitektur Fiskal Nasional dan Daerah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi  Rumah Program 2 : Akselerasi Pembangunan Perdesaan untuk KesejahteraanTema riset yang dapat diajukan pada rumah program 2 adalah sebagai berikut : 1. Model Ekosistem Pemberdayaan ekonomi desa untuk penurunan kemiskinan ekstrem2. Pengembangan SDM Nelayan dalam Rantai Nilai Olahan Laut Unggulan Desa3. Penguatan Ketahanan Pangan sebagai Strategi Terpadu Pengurangan Kemiskinan dan Kerentanan Sosial4. Pemberdayaan Masyarakat Desa Menghadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan5. Pengembangan Metodologi dan Sistem Pengukuran Kemiskinan untuk Mendukung Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan yang Adaptif, Inklusif, dan Tepat Sasaran6. Reformasi Sistem Perlindungan Sosial melalui Harmonisasi RSN dan Platform Penyaluran Bantuan Sosial Tepat Sasaran7. Model Pembiayaan Inovatif dalam Mendukung Transformasi dan Integrasi Perlindungan Sosial Nasional8. Model Tata Kelola Perlindungan Sosial Berbasis Komunitas bagi Rumah Tangga Nelayan9. Inovasi Sistem Tata Kelola Pendampingan Perdesaan dalam Meningkatkan Kapasitas Kelompok Rentan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat10. Tata Kelola Pendampingan Adaptif dalam Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan11. Model Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai Local Economic Enabler untuk Peningkatan Ekonomi Lokal12. Model Pengelolaan Lahan secara Kolektif dalam Pengembangan Kawasan Transmigrasi13. Model Kawasan Ekonomi Terpadu berbasis Industrial Upgrading pada Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)14. Model Revitalisasi Kelembagaan Ekonomi Pesisir untuk Memperkuat Rantai Nilai Perikanan15. Pengembangan Sentra Produksi Bahan Bakar Nabati Perdesaan untuk Mendorong  Kemandirian Energi dan Ekonomi Lokal16. Pengembangan Sentra Bahan Bakar Nabati Berbasis Biomas Pesisir untuk Mendukung Ekonomi Energi Nelayan           Rumah Program 3 : Kemandirian Ekonomi yang Kompetitif dan Berkelanjutan Tema riset yang dapat diajukan pada rumah program 3 adalah sebagai berikut : 1. Pengembangan Model Bisnis Pertanian Sirkular dalam Mengurangi Emisi Karbon dan Kehilangan Pangan Paska Panen.2. Pengembangan Desa Sirkular sebagai Upaya  Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim 3. Peran AI, Iot, Blockchaindalam Menjaga Stabilitas Stok Pangan, Supply Pangan dan Harga Pangan sebagai Pendorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Miskin 4. Kebijakan Pemanfaatan Limbah Industri dan Pertanian dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan5. Model Kemandirian Ekonomi yang Kompetitif dan Berkelanjutan melalui Integrasi Swasembada Pangan, Energi, dan Air6. Green Industrial Policy7. Pengembangan Industri dan UMKM Halal untuk Kemandirian Ekonomi8. Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan Transisi menuju Energi Terbarukan yang Lebih Efisien9. Tata Kelola Kota Pintar dalam Kerangka Pembangunan Kawasan Perkotaan yang Inklusif , Berbudaya , Hijau, Maju dan Menyejahterakan10. Peningkatan Ekonomi Biru Inklusif untuk Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Mempercepat Pengentasan Kemiskinan Pesisir11. Model Penguatan Tata Kelola Sistem Pangan Nasional dan Hilirisasi Pangan Akuatik dalam Mendukung Swasembada12. Livelihood Adaptation Srategy untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Sektoral13. Produktivitas Tenaga Kerja Sektoral dalam Mendukung Perekonomian Berkelanjutan14. Adopsi AI untuk Mendukung Produktifitas SDM, Kinerja Organisasi Dan Perguruan Tinggi15. Inklusi Keuangan dan Akses Kredit dalam Pengentasan KemiskinanRumah Program 4 : Industrialisasi dan Pengembangan Bisnis yang InklusifTema riset yang dapat diajukan pada rumah program 4 adalah sebagai berikut : 1. Pengembangan Kewirausahaan Sosial, Start-Up dan Korporasi Pertanian Berbasis Digital & Sistem Pangan2. Pengembangan Bisnis yang Inklusif pada Industri Pengolahan3. Makan Bergizi Gratis sebagai Penggerak Sektor Riil dan Investasi Human Capital4. Tata Kelola Jaringan Transportasi dan Logistik yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan5. Pengembangan Model Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berkualitas6. Penggunaan AI dalam Industri Ekonomi Kreatif7. Peningkatan Investasi Swasta dalam Mendukung Hilirisasi dan Energi Bersih8. Dampak FDI terhadap Industrialisasi9. Kebijakan Stabilisasi Harga/Inflasi Nasional dan Daerah10. Model Sistem Pembayaran dalam Mendukung Perekonomian yang Inklusif11. Pengembangan Electric Vehicle (EV) dalam Kerangka Industrialisasi dan Pembangunan Rendah Karbon12. Hilirisasi Produk Pertanian untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Perekonomian Daerah13. Industri dan Perdagangan Jasa/Non Jasa: Digital, Ekonomi Kreatif dan Mobilitas Modern   

Closed
Teknologi Bersih
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 62
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Teknologi Bersih

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih. Pada Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :Klaster Teknologi Pengolahan Sampah Kota dan PemukimanKlaster Teknologi Pengolahan Limbah Padat, Cair, dan Sludge Industri 1. Klaster Teknologi Pengolahan Sampah Kota dan Pemukiman Fokus kegiatan riset ini untuk mengatasi darurat sampah di kawasan urban melalui solusi teknologi modular, terdesentralisasi, dan bernilai tambah. Tema ini mencari solusi atas keterbatasan kapasitas TPA dan kompleksitas sampah perkotaan yang didominasi oleh plastik non-daur ulang dan sampah organik. Riset diharapkan menghasilkan purwarupa yang mampu memilah, mengolah, dan memvalorisasi sampah di tingkat komunal (sumber/TPS3R).Pada Tahun 2026 sub tema yang dibahas dalam bidang:Teknologi Pemilahan Cerdas: Sistem pemilahan otomatis/semi-otomatis dan Reverse Vending Machine (RVM) untuk rumah tangga atau TPS3R.Daur Ulang & Pemurnian Air Komunal: Pengolahan greywater dan air permukaan sungai menjadi air bersih/minum.Valorisasi Sampah Problematik: Teknologi termal atau kimia untuk mengolah residu (plastik multilayer, popok, tekstil) menjadi energi (RDF) atau material fungsional.Biokonversi Sampah Organik: Teknologi anaerobic digestion (biogas) atau bioreaktor serangga (Black Soldier Fly) untuk sampah makanan.Sistem Manajemen Sampah Cerdas (Smart Waste): Platform digital berbasis IoT dan sensor untuk pemantauan volume sampah dan optimasi pengumpulan. 2. Klaster Teknologi Pengolahan Limbah Padat, Cair, dan Sludge IndustriFokus kegiatan riset terhadap solusi teknologi tangguh untuk penanganan limbah B3 spesifik dan pemulihan sumber daya (resource recovery) dari sektor industri prioritas. Tema ini menargetkan pengembangan teknologi pengolahan spesifik untuk limbah berbahaya yang dihasilkan oleh sektor industri kunci. Proposal harus menawarkan teknologi yang mampu menetralisir bahaya sekaligus membuka peluang pemulihan logam berharga atau konversi menjadi energi, mendukung efisiensi proses industri.Pada Tahun 2026 sub tema yang dibahas dalam bidang:Industri Pertambangan & Migas: Penanganan air asam tambang, tailing, produced water, serta remediasi lahan terkontaminasi hidrokarbon.Limbah Medis & Elektronik (E-waste): Pengolahan limbah infeksius (non-insinerasi) dan hidrometalurgi untuk pemulihan logam berharga.Agroindustri: Valorisasi limbah sawit (POME, tandan kosong), gula, dan biomassa lainnya.Petrokimia & Kimia: Pengolahan limbah cair mengandung senyawa organik volatil (VOCs) dan polutan organik persisten (POPs).Tekstil & Manufaktur: Degradasi zat warna persisten dan pengolahan sludge IPAL.

Closed
Energi Berkelanjutan
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 78
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Energi Berkelanjutan

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki rumah program hasil riset dan inovasi teknologi energi berkelanjutan. Pada rumah program hasil riset dan inovasi teknologi energi berkelanjutan memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :Teknologi KelistrikanTeknologi Green FuelTeknologi Migas dan BatubaraTeknologi Waste to Fuel1. Klaster Teknologi Kelistrikan1.1. Sub Klaster MicrogridRiset ini bertujuan mendukung kemandirian energi desa dan program de-dieselisasi dengan mengembangkan microgrid berbasis potensi lokal yang andal, efisien, dan dapat direplikasi. Kegiatan mencakup desain arsitektur microgrid sesuai kondisi geografis dan kebutuhan beban, integrasi EBT (surya, angin, mikrohidro, biomassa) dengan BESS, serta pengembangan smart microgrid controller, AI-based Energy Management System (EMS), dan hybrid inverter modular untuk DC Microgrid. Selain membangun testbed dan sistem monitoring berbasis cloud, riset juga menyertakan kajian operasional, kelayakan ekonomi, aspek keselamatan, serta model implementasi lapangan untuk siap diterapkan sebagai pilot project skala desa.1.2. Sub Klaster SmartgridRiset ini bertujuan mendukung transformasi jaringan listrik nasional menuju sistem tenaga yang lebih cerdas, aman, efisien, dan optimal dalam memanfaatkan energi terbarukan serta elektrifikasi transportasi. Kegiatan mencakup peramalan energi terbarukan, demand response, pengembangan Green Hub untuk integrasi teknologi DC|AC Grid, serta platform Virtual Power Plant (VPP) untuk pengelolaan Distributed Energy Resources. Riset juga mengembangkan smart charging, Vehicle-to-Grid (V2G), serta model dan aplikasi transaksi energi komunitas (P2P). Selain algoritma kontrol, sub-cluster ini mencakup kajian electrical safety, EMI/EMC pada SPKLU, ESS, dan sistem proteksi untuk memastikan keandalan implementasi smart grid nasional. 2. Klaster Teknologi Green Fuel2.1. Sub Klaster Sustainable Aviation Fuel (SAF) Sustainable Aviation Fuel (SAF) Kajian meliputi pengembangan Feedstock SAF yang berkaitan dengan Standarisasi untuk kualitas bahan baku POME (pengambilan sampel, pengecekan sampel, metoda analisa, dll), Kajian bahan baku SAF alternative selain PFAD, UCOME, POME, inovasi teknologi proses HEFA untuk bahan baku alternative, dan juga simulasi untuk optimasi proses HEFA POME. Selain itu juga meliputi pengembangan teknologi produksi SAF berbasis Alcohol to Jet Fuel untuk mendukung Roadmap SAF nasional. Pada kegiatan ini juga akan focus pada produksi Hidrogen untuk HEFA SAF melalui optimasi katalis untuk raw material gliserol dan optimasi katalis untuk raw material biomassa.2.2. Sub Klaster Sistem Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF)Fokus riset pada evaluasi metode ekstraksi minyak dari POME, analisis profil emisi gas rumah kaca, dan analisis keekonomian rute POME menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF).2.3.  BioethanolPotensi untuk diimplementasikan dalam bioethanol E10, E20, sampai E100 pada kendaraan akan dikaji melalui kajian menyeluruh dari hulu ke hilirnya baik berkaitan dengan karakterisasi bahan baku, Desain plant bioethanol, maupun uji kinerja bioethanol rasio tinggi pada Kendaraan.2.4 SyngasKegiatan ini akan melaksanakan kajian gasifikasi untuk bahan bakar perahu nelayan yang berfokus kepada karakterisasi bahan baku, desain sistem gasifikasi, karakterisasi syngas yang dihasilkan dari proses yang dikembangkan, dan uji kinerja engine kapal nelayan berbahan bakar syngas. 3. Klaster Teknologi Migas dan Batubara3.1. Sub Klaster Non Konvensional MIGASKegiatan ini dilaksanakan untuk mengkaji potensi pemanfaatan cadangan migas non konvensional (MNK) yang berasal dari minyak ultra berat/bitumen aspal dari pulau Buton (Asbuton) yang memiliki cadangan terbukti diatas 800 juta barel. Risetnya akan focus kepada Ekstraksi minyak ultra berat dari Asbuton untuk peningkatan efisiensi ekstraksi dan evaluasi proses yang lebih ekonomis serta ramah lingkungan.3.2. Sub Klaster Low Rank CoalKegiatan riset difokuskan pada pengembangan teknologi dan purwarupa atau prototipe sistem benefisiasi batubara peringkat rendah melalui proses pengeringan, pemisahan pengotor dan/atau ekstraksi komponen bernilai, serta teknologi stabilisasi. Riset ini juga ditujukan untuk meningkatkan nilai kalor, menurunkan kadar air, serta menghasilkan produk bahan bakar padat siap pakai dengan nilai tambah lebih tinggi, sesuai prinsip carbon refinery. 4. Waste to Energy4.1. Sub Klaster Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)Permasalahan penumpukan sampah domestik memerlukan solusi teknologi yang tidak hanya menghasilkan energi tetapi juga mampu mereduksi volume sampah secara signifikan (optimalisasi pemusnahan). Proposal ini mengajukan pengembangan purwarupa PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang mengintegrasikan dua pendekatan termal utama: (1) Direct Combustion (Insinerasi) untuk pemusnahan massal dengan pemanfaatan panas (steam/ORC), dan (2) Gasifikasi Lanjut (Fixed/Fluidized Bed & Ultra High Temperatur) untuk konversi presisi menjadi bahan bakar sintetik (syngas/hydrogen). Sistem didukung oleh teknologi hulu (pemilahan IoT) dan hilir (CCUS & Engine modification) untuk memastikan efisiensi energi tinggi dan emisi karbon rendah menuju Net Zero Emission.4.2. Sub Klaster Waste to FuelKegiatan ini adalah kajian teknologi untuk membuat sebuah plant pengelolaan waste to fuel yaitu: Pretreatment plastic waste yang merupakan Next Generation Plastic oil Plant seperti Teknologi solid waste separator, Teknologi flue gas treatment, Teknologi sistem kontrol plastic oil fractionation, Plastic waste cleaning and drying, non-plastic solid waste drying, Reaktor plastic oil plant, dan juga terkait peningkatan kualitas minyak plastik menjadi bahan baku kilang minyak dan bahan bakar minyak untuk sektor transportasi seperti Kesesuaian produk dengan regulasi bahan bakar diesel, bensin, kerosen, dan crude oil untuk feeding ke kilang.

Closed
Manufaktur berbasis Sumber Daya Alam (SDA) Lokal
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 104
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Manufaktur berbasis Sumber Daya Alam (SDA) Lokal

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki rumah program hasil riset dan inovasi teknologi manufaktur berbasis sumberdaya lokal. pada rumah program hasil riset dan inovasi teknologi manufaktur berbasis sumberdaya lokal memiliki klaster sebagai berikut :Klaster Teknologi ProsesKlaster Teknologi TransportasiKlaster Teknologi InfrastrukturKlaster Teknologi Manufaktur Permesinan 1. Klaster Teknologi ProsesA. Teknologi Pangan dan KesehatanLuaran riset ini adalah purwarupa teknologi proses manufaktur pangan dan kesehatan dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan untuk menghasilkan purwarupa dan teknologi manufaktur peralatan produksi pangan dan kesehatan yang aplikatif serta berdaya saing tinggi, dengan luaran yang mendukung program strategis untuk peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk memperkuat pencapaian tersebut, kegiatan riset difokuskan kegiatan pengembangan teknologi proses pembuatan pupuk sebagai solusi keberlanjutan sektor pertanian, riset garam industri yang ditujukan untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan konsistensi standar bagi berbagai sektor manufaktur, serta riset garam PLTU yang merupakan inovasi untuk mengubah limbah cair rejected brine dari PLTU menjadi garam industri. Selain itu riset teknologi fresh food saver guna menjaga kesegaran dan memperpanjang umur simpan produk pangan, serta riset teknologi pemanfaatan bittern sebagai bahan baku obat dan minuman isotonik bernilai tambah.Sehingga lingkup kegiatan riset purwarupa teknologi proses manufaktur pangan dan kesehatan antara lain meliputi :Riset teknologi proses pembuatan pupuk [1.A.1.]Riset teknologi proses produksi garam [1.A.2.]Riset teknologi fresh food saver [1.A.3.]Riset teknologi bittern bahan baku obat dan minuman isotonik [1.A.4]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual. B. Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Luaran riset ini adalah purwarupa teknologi proses pengolahan dan pemurnian SDA lokal dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset teknologi proses pengolahan dan pemurnian SDA lokal ini ditujukan untuk mengembangkan purwarupa serta teknologi proses pengolahan dan pemurnian berbasis sumber daya lokal yang mampu meningkatkan efisiensi, kualitas, nilai tambah dan keberlanjutan proses industri yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk mendukung keberhasilan riset tersebut difokuskan kegiatan pengembangan teknologi pengolahan dan pemurnian logam tanah jarang sebagai material strategis bagi berbagai aplikasi berteknologi tinggi, serta riset teknologi pengolahan bioleather yang ramah lingkungan sebagai alternatif bahan kulit sintetis.Sehingga lingkup kegiatan riset purwarupa teknologi proses pengolahan dan pemurnian antara lain meliputi :Riset teknologi proses pengolahan dan pemurnian logam tanah jarang [1.B.1.]Riset teknologi proses pengolahan dan pemurnian bioleather [1.B.2.].Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.  2. Klaster Teknologi TransportasiA. Teknologi Transportasi Kawasan Khusus Luaran riset ini  adalah purwarupa teknologi transportasi kendaraan listrik kawasan khusus dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan pada pengembangan kendaraan listrik pada kawasan khusus (di bandara) yang ramah lingkungan, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan operasional, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, serta mengurangi emisi karbon, serta mendukung terciptanya sistem transportasi kawasan yang berkelanjutan. Selain itu pengembangan purwarupa tank ringan yang adaptif terhadap kebutuhan pertahanan modern dengan mengedepankan efisiensi, mobilitas, dan ketahanan. Kegitan riset ini dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi transportasi kendaraan listrik kawasan khusus tersebut difokuskan pada :Riset pengembangan Baggage Towing Tractor (BTT) [2.A.1].Riset pengembangan Tank Ringan [2.A.2.]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.B. Teknologi transportasi perairanLuaran riset ini berupa purwarupa teknologi transportasi perairan dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan pengembangan inovasi teknologi kapal dan perahu yang modern, efisien, serta ramah lingkungan melalui tiga arah riset utama, yaitu riset Multipurpose, Smart And Green Passenger Ferry untuk menunjang konektifitas,yang menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan peningkatan kenyamanan penumpang; riset workboat yang mendukung operasional industri maritim, logistik, serta layanan perairan dengan teknologi manufaktur adaptif dan berdaya saing; serta riset perahu listrik yang menghadirkan solusi transportasi perairan berbasis energi bersih dan berkelanjutan, yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi transportasi perairan tersebut difokuskan pada :Riset teknologi Multipurpose, Smart And Green Passenger Ferry [2.B.1.]Riset teknologi work boat [2.B.2.]Riset teknologi perahu listrik [2.B.3.].Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.  3. Klaster Teknologi InfrastrukturA. Teknologi Infrastruktur Giant Sea WallLuaran riset ini berupa purwarupa teknologi infrastruktur untuk mendukung giant sea wall dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan untuk mendukung pembangunan giant sea wall sebagai solusi strategis dan pengendalian ancaman banjir rob di kawasan pesisir yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Kegiatan riset meliputi pengembangan sea wall berbasis beton geopolimer yang ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi ekstrem laut, riset struktur modular yang fleksibel dan efisien untuk mempercepat konstruksi serta pemeliharaan, riset coastal resilient yang menekankan adaptasi ekosistem pesisir terhadap tekanan lingkungan, serta riset tidal flood barrier yang dirancang khusus untuk mengendalikan banjir rob secara efektif. Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi infrastruktur untuk mendukung giant sea walltersebut difokuskan pada :Teknologi sea wall berbasis beton geopolimer [3.A.1.]Teknologi struktur modular sea wall multifungsi [3.A.2.]Teknologi  coastal resilience support system [3.A.3.]Teknologi tidal flood barrier [3.A.4.]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual. 4. Klaster Teknologi Manufaktur PermesinanA. Teknologi Manufaktur Permesianan Luaran riset ini berupa purwarupa teknologi manufaktur permesinan dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset teknologi manufaktur ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset berbasis teknologi manufaktur melalui pengembangan teknologi manufaktur turbin ORC Modular , pipa bawah laut API 5L dan CNC Router Pahat ukir yang berorientasi pada kebutuhan strategis. Selain riset ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan peningkatan SDM Iptek di sektor teknologi manufaktur (smart machining dan advance manufacturing).Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi manufaktur permesinan tersebut difokuskan pada :Teknologi manufaktur turbin ORC Modular [4.A.1.]Teknologi pipa bawah laut API 5L [4.A.2.]Teknologi mesin produksi dan otomasi untuk industri (CNC Router pahat ukir, Mesin Pemintal dan Cocochips) [4.A.3.]Teknologi smart machining dan advance manufacturing [4.A.4.]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.

Closed
Energi Berkelanjutan
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 78
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Energi Berkelanjutan

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki rumah program hasil riset dan inovasi teknologi energi berkelanjutan. Pada rumah program hasil riset dan inovasi teknologi energi berkelanjutan memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :Teknologi KelistrikanTeknologi Green FuelTeknologi Migas dan BatubaraTeknologi Waste to Fuel1. Klaster Teknologi Kelistrikan1.1. Sub Klaster MicrogridRiset ini bertujuan mendukung kemandirian energi desa dan program de-dieselisasi dengan mengembangkan microgrid berbasis potensi lokal yang andal, efisien, dan dapat direplikasi. Kegiatan mencakup desain arsitektur microgrid sesuai kondisi geografis dan kebutuhan beban, integrasi EBT (surya, angin, mikrohidro, biomassa) dengan BESS, serta pengembangan smart microgrid controller, AI-based Energy Management System (EMS), dan hybrid inverter modular untuk DC Microgrid. Selain membangun testbed dan sistem monitoring berbasis cloud, riset juga menyertakan kajian operasional, kelayakan ekonomi, aspek keselamatan, serta model implementasi lapangan untuk siap diterapkan sebagai pilot project skala desa.1.2. Sub Klaster SmartgridRiset ini bertujuan mendukung transformasi jaringan listrik nasional menuju sistem tenaga yang lebih cerdas, aman, efisien, dan optimal dalam memanfaatkan energi terbarukan serta elektrifikasi transportasi. Kegiatan mencakup peramalan energi terbarukan, demand response, pengembangan Green Hub untuk integrasi teknologi DC|AC Grid, serta platform Virtual Power Plant (VPP) untuk pengelolaan Distributed Energy Resources. Riset juga mengembangkan smart charging, Vehicle-to-Grid (V2G), serta model dan aplikasi transaksi energi komunitas (P2P). Selain algoritma kontrol, sub-cluster ini mencakup kajian electrical safety, EMI/EMC pada SPKLU, ESS, dan sistem proteksi untuk memastikan keandalan implementasi smart grid nasional. 2. Klaster Teknologi Green Fuel2.1. Sub Klaster Sustainable Aviation Fuel (SAF) Sustainable Aviation Fuel (SAF) Kajian meliputi pengembangan Feedstock SAF yang berkaitan dengan Standarisasi untuk kualitas bahan baku POME (pengambilan sampel, pengecekan sampel, metoda analisa, dll), Kajian bahan baku SAF alternative selain PFAD, UCOME, POME, inovasi teknologi proses HEFA untuk bahan baku alternative, dan juga simulasi untuk optimasi proses HEFA POME. Selain itu juga meliputi pengembangan teknologi produksi SAF berbasis Alcohol to Jet Fuel untuk mendukung Roadmap SAF nasional. Pada kegiatan ini juga akan focus pada produksi Hidrogen untuk HEFA SAF melalui optimasi katalis untuk raw material gliserol dan optimasi katalis untuk raw material biomassa.2.2. Sub Klaster Sistem Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF)Fokus riset pada evaluasi metode ekstraksi minyak dari POME, analisis profil emisi gas rumah kaca, dan analisis keekonomian rute POME menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF).2.3.  BioethanolPotensi untuk diimplementasikan dalam bioethanol E10, E20, sampai E100 pada kendaraan akan dikaji melalui kajian menyeluruh dari hulu ke hilirnya baik berkaitan dengan karakterisasi bahan baku, Desain plant bioethanol, maupun uji kinerja bioethanol rasio tinggi pada Kendaraan.2.4 SyngasKegiatan ini akan melaksanakan kajian gasifikasi untuk bahan bakar perahu nelayan yang berfokus kepada karakterisasi bahan baku, desain sistem gasifikasi, karakterisasi syngas yang dihasilkan dari proses yang dikembangkan, dan uji kinerja engine kapal nelayan berbahan bakar syngas. 3. Klaster Teknologi Migas dan Batubara3.1. Sub Klaster Non Konvensional MIGASKegiatan ini dilaksanakan untuk mengkaji potensi pemanfaatan cadangan migas non konvensional (MNK) yang berasal dari minyak ultra berat/bitumen aspal dari pulau Buton (Asbuton) yang memiliki cadangan terbukti diatas 800 juta barel. Risetnya akan focus kepada Ekstraksi minyak ultra berat dari Asbuton untuk peningkatan efisiensi ekstraksi dan evaluasi proses yang lebih ekonomis serta ramah lingkungan.3.2. Sub Klaster Low Rank CoalKegiatan riset difokuskan pada pengembangan teknologi dan purwarupa atau prototipe sistem benefisiasi batubara peringkat rendah melalui proses pengeringan, pemisahan pengotor dan/atau ekstraksi komponen bernilai, serta teknologi stabilisasi. Riset ini juga ditujukan untuk meningkatkan nilai kalor, menurunkan kadar air, serta menghasilkan produk bahan bakar padat siap pakai dengan nilai tambah lebih tinggi, sesuai prinsip carbon refinery. 4. Waste to Energy4.1. Sub Klaster Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)Permasalahan penumpukan sampah domestik memerlukan solusi teknologi yang tidak hanya menghasilkan energi tetapi juga mampu mereduksi volume sampah secara signifikan (optimalisasi pemusnahan). Proposal ini mengajukan pengembangan purwarupa PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang mengintegrasikan dua pendekatan termal utama: (1) Direct Combustion (Insinerasi) untuk pemusnahan massal dengan pemanfaatan panas (steam/ORC), dan (2) Gasifikasi Lanjut (Fixed/Fluidized Bed & Ultra High Temperatur) untuk konversi presisi menjadi bahan bakar sintetik (syngas/hydrogen). Sistem didukung oleh teknologi hulu (pemilahan IoT) dan hilir (CCUS & Engine modification) untuk memastikan efisiensi energi tinggi dan emisi karbon rendah menuju Net Zero Emission.4.2. Sub Klaster Waste to FuelKegiatan ini adalah kajian teknologi untuk membuat sebuah plant pengelolaan waste to fuel yaitu: Pretreatment plastic waste yang merupakan Next Generation Plastic oil Plant seperti Teknologi solid waste separator, Teknologi flue gas treatment, Teknologi sistem kontrol plastic oil fractionation, Plastic waste cleaning and drying, non-plastic solid waste drying, Reaktor plastic oil plant, dan juga terkait peningkatan kualitas minyak plastik menjadi bahan baku kilang minyak dan bahan bakar minyak untuk sektor transportasi seperti Kesesuaian produk dengan regulasi bahan bakar diesel, bensin, kerosen, dan crude oil untuk feeding ke kilang.

Closed
Teknologi Bersih
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 62
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Teknologi Bersih

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih. Pada Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :Klaster Teknologi Pengolahan Sampah Kota dan PemukimanKlaster Teknologi Pengolahan Limbah Padat, Cair, dan Sludge Industri 1. Klaster Teknologi Pengolahan Sampah Kota dan Pemukiman Fokus kegiatan riset ini untuk mengatasi darurat sampah di kawasan urban melalui solusi teknologi modular, terdesentralisasi, dan bernilai tambah. Tema ini mencari solusi atas keterbatasan kapasitas TPA dan kompleksitas sampah perkotaan yang didominasi oleh plastik non-daur ulang dan sampah organik. Riset diharapkan menghasilkan purwarupa yang mampu memilah, mengolah, dan memvalorisasi sampah di tingkat komunal (sumber/TPS3R).Pada Tahun 2026 sub tema yang dibahas dalam bidang:Teknologi Pemilahan Cerdas: Sistem pemilahan otomatis/semi-otomatis dan Reverse Vending Machine (RVM) untuk rumah tangga atau TPS3R.Daur Ulang & Pemurnian Air Komunal: Pengolahan greywater dan air permukaan sungai menjadi air bersih/minum.Valorisasi Sampah Problematik: Teknologi termal atau kimia untuk mengolah residu (plastik multilayer, popok, tekstil) menjadi energi (RDF) atau material fungsional.Biokonversi Sampah Organik: Teknologi anaerobic digestion (biogas) atau bioreaktor serangga (Black Soldier Fly) untuk sampah makanan.Sistem Manajemen Sampah Cerdas (Smart Waste): Platform digital berbasis IoT dan sensor untuk pemantauan volume sampah dan optimasi pengumpulan. 2. Klaster Teknologi Pengolahan Limbah Padat, Cair, dan Sludge IndustriFokus kegiatan riset terhadap solusi teknologi tangguh untuk penanganan limbah B3 spesifik dan pemulihan sumber daya (resource recovery) dari sektor industri prioritas. Tema ini menargetkan pengembangan teknologi pengolahan spesifik untuk limbah berbahaya yang dihasilkan oleh sektor industri kunci. Proposal harus menawarkan teknologi yang mampu menetralisir bahaya sekaligus membuka peluang pemulihan logam berharga atau konversi menjadi energi, mendukung efisiensi proses industri.Pada Tahun 2026 sub tema yang dibahas dalam bidang:Industri Pertambangan & Migas: Penanganan air asam tambang, tailing, produced water, serta remediasi lahan terkontaminasi hidrokarbon.Limbah Medis & Elektronik (E-waste): Pengolahan limbah infeksius (non-insinerasi) dan hidrometalurgi untuk pemulihan logam berharga.Agroindustri: Valorisasi limbah sawit (POME, tandan kosong), gula, dan biomassa lainnya.Petrokimia & Kimia: Pengolahan limbah cair mengandung senyawa organik volatil (VOCs) dan polutan organik persisten (POPs).Tekstil & Manufaktur: Degradasi zat warna persisten dan pengolahan sludge IPAL.

Closed
Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 112
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN mengundang untuk ikut serta dalam kegiatan riset pada Rumah Program Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian Tahun Anggaran 2026. Rumah Program Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian merupakan rumah program yang berfokus pada pengembangan, pengujian, dan penyempurnaan teknologi untuk mengolah hasil pertanian mentah menjadi produk olahan bernilai tambah lebih tinggi, mulai dari pascapanen sampai siap dipasarkan, sehingga terwujudnya inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional. Rumah Program Hilirisasi Produk Pertanian merupakan wadah strategis yang dirancang untuk memperkuat nilai tambah komoditas lokal melalui integrasi riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas, dan pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Program ini bertujuan mengakselerasi proses hilirisasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sehingga mampu mendorong kemandirian pangan, meningkatkan daya saing produk, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.Rumah Program ini memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pusat riset, UMKM, koperasi, industri pengolahan, dan komunitas petani–nelayan–peternak. Setiap klaster memiliki fokus intervensi teknologi, penguatan ekosistem, serta pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.Pada Rumah Program Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :PertanianPerikananPeternakan 1. Klaster PertanianKlaster Pertanian merupakan klaster riset teknologi hilirisasi produk yang berfokus pada pengembangan teknologi pascapanen, pengolahan pangan, dan diversifikasi produk turunan pertanian. Dengan tujuannya untuk meningkatkan daya simpan, kualitas, serta peluang komersialisasi komoditas pertanian.Fokus Program:Teknologi Pra Panen dan Pascapanen Tanaman Pangan Strategis (Padi, Jagung, Kedelai dan Sorgum)Teknologi Pra Panen dan Pascapanen Tanaman Perkebunan (Kelapa, Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Tebu dan Nilam)Teknologi Pra Panen dan Pascapanen Tanaman Hortikultura (Cabe dan Bawang Merah)Output Klaster:Produk Pertanian dan Pangan bernilai tambah dan Peralatan Teknologi Tepat Guna klaster pertanian yang dapat diaplikasikan di UMKM 2. Klaster PerikananKlaster Perikanan merupakan klaster riset teknologi hilirisasi produk yang menitikberatkan pada riset peningkatan nilai tambah hasil perairan melalui teknologi pengolahan, penciptaan produk inovatif, dan penguatan standar mutu berorientasi ekspor.Fokus Program Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Rumput Laut dan MikroalgaTeknologi Pascapanen dan Pengolahan Tuna Tongkol Cakalang (TTC)Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Tilapia (Nila, Mas, Gurami, dan Mujair)Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Catfish (Gabus, lele, dan Patin)Teknologi Pascapanen dan Pengolahan UdangOutput Klaster:Produk Perikanan dan Pangan bernilai tambah dan Peralatan Teknologi Tepat Guna klaster perikanan yang dapat diaplikasikan di UMKM 3. Klaster PeternakanKlaster Peternakan merupakan klister riset hilirisasi produk yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, higienitas, dan diversifikasi hasil peternakan, dengan pendekatan teknologi pengolahan produk hewani dan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.Fokus Program:Teknologi Pascapanen dan Pengolahan DagingTeknologi Pascapanen dan Pengolahan SusuTeknologi Pascapanen dan Pengolahan TelurOutput Klaster:Produk Peternakan dan Pangan bernilai tambah dan Peralatan Teknologi Tepat Guna klaster peternakan yang dapat diaplikasikan di UMKM Luaran Program PurwarupaKekayaan IntelektualKarya Tulis Ilmiah

Closed
Manufaktur berbasis Sumber Daya Alam (SDA) Lokal
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 104
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Manufaktur berbasis Sumber Daya Alam (SDA) Lokal

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki rumah program hasil riset dan inovasi teknologi manufaktur berbasis sumberdaya lokal. pada rumah program hasil riset dan inovasi teknologi manufaktur berbasis sumberdaya lokal memiliki klaster sebagai berikut :Klaster Teknologi ProsesKlaster Teknologi TransportasiKlaster Teknologi InfrastrukturKlaster Teknologi Manufaktur Permesinan 1. Klaster Teknologi ProsesA. Teknologi Pangan dan KesehatanLuaran riset ini adalah purwarupa teknologi proses manufaktur pangan dan kesehatan dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan untuk menghasilkan purwarupa dan teknologi manufaktur peralatan produksi pangan dan kesehatan yang aplikatif serta berdaya saing tinggi, dengan luaran yang mendukung program strategis untuk peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk memperkuat pencapaian tersebut, kegiatan riset difokuskan kegiatan pengembangan teknologi proses pembuatan pupuk sebagai solusi keberlanjutan sektor pertanian, riset garam industri yang ditujukan untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan konsistensi standar bagi berbagai sektor manufaktur, serta riset garam PLTU yang merupakan inovasi untuk mengubah limbah cair rejected brine dari PLTU menjadi garam industri. Selain itu riset teknologi fresh food saver guna menjaga kesegaran dan memperpanjang umur simpan produk pangan, serta riset teknologi pemanfaatan bittern sebagai bahan baku obat dan minuman isotonik bernilai tambah.Sehingga lingkup kegiatan riset purwarupa teknologi proses manufaktur pangan dan kesehatan antara lain meliputi :Riset teknologi proses pembuatan pupuk [1.A.1.]Riset teknologi proses produksi garam [1.A.2.]Riset teknologi fresh food saver [1.A.3.]Riset teknologi bittern bahan baku obat dan minuman isotonik [1.A.4]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual. B. Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Luaran riset ini adalah purwarupa teknologi proses pengolahan dan pemurnian SDA lokal dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset teknologi proses pengolahan dan pemurnian SDA lokal ini ditujukan untuk mengembangkan purwarupa serta teknologi proses pengolahan dan pemurnian berbasis sumber daya lokal yang mampu meningkatkan efisiensi, kualitas, nilai tambah dan keberlanjutan proses industri yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk mendukung keberhasilan riset tersebut difokuskan kegiatan pengembangan teknologi pengolahan dan pemurnian logam tanah jarang sebagai material strategis bagi berbagai aplikasi berteknologi tinggi, serta riset teknologi pengolahan bioleather yang ramah lingkungan sebagai alternatif bahan kulit sintetis.Sehingga lingkup kegiatan riset purwarupa teknologi proses pengolahan dan pemurnian antara lain meliputi :Riset teknologi proses pengolahan dan pemurnian logam tanah jarang [1.B.1.]Riset teknologi proses pengolahan dan pemurnian bioleather [1.B.2.].Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.  2. Klaster Teknologi TransportasiA. Teknologi Transportasi Kawasan Khusus Luaran riset ini  adalah purwarupa teknologi transportasi kendaraan listrik kawasan khusus dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan pada pengembangan kendaraan listrik pada kawasan khusus (di bandara) yang ramah lingkungan, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan operasional, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, serta mengurangi emisi karbon, serta mendukung terciptanya sistem transportasi kawasan yang berkelanjutan. Selain itu pengembangan purwarupa tank ringan yang adaptif terhadap kebutuhan pertahanan modern dengan mengedepankan efisiensi, mobilitas, dan ketahanan. Kegitan riset ini dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi transportasi kendaraan listrik kawasan khusus tersebut difokuskan pada :Riset pengembangan Baggage Towing Tractor (BTT) [2.A.1].Riset pengembangan Tank Ringan [2.A.2.]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.B. Teknologi transportasi perairanLuaran riset ini berupa purwarupa teknologi transportasi perairan dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan pengembangan inovasi teknologi kapal dan perahu yang modern, efisien, serta ramah lingkungan melalui tiga arah riset utama, yaitu riset Multipurpose, Smart And Green Passenger Ferry untuk menunjang konektifitas,yang menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan peningkatan kenyamanan penumpang; riset workboat yang mendukung operasional industri maritim, logistik, serta layanan perairan dengan teknologi manufaktur adaptif dan berdaya saing; serta riset perahu listrik yang menghadirkan solusi transportasi perairan berbasis energi bersih dan berkelanjutan, yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi transportasi perairan tersebut difokuskan pada :Riset teknologi Multipurpose, Smart And Green Passenger Ferry [2.B.1.]Riset teknologi work boat [2.B.2.]Riset teknologi perahu listrik [2.B.3.].Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.  3. Klaster Teknologi InfrastrukturA. Teknologi Infrastruktur Giant Sea WallLuaran riset ini berupa purwarupa teknologi infrastruktur untuk mendukung giant sea wall dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset ini diarahkan untuk mendukung pembangunan giant sea wall sebagai solusi strategis dan pengendalian ancaman banjir rob di kawasan pesisir yang dilaksanakan dengan pendekatan co-development bersama mitra industri atau mitra riset. Kegiatan riset meliputi pengembangan sea wall berbasis beton geopolimer yang ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi ekstrem laut, riset struktur modular yang fleksibel dan efisien untuk mempercepat konstruksi serta pemeliharaan, riset coastal resilient yang menekankan adaptasi ekosistem pesisir terhadap tekanan lingkungan, serta riset tidal flood barrier yang dirancang khusus untuk mengendalikan banjir rob secara efektif. Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi infrastruktur untuk mendukung giant sea walltersebut difokuskan pada :Teknologi sea wall berbasis beton geopolimer [3.A.1.]Teknologi struktur modular sea wall multifungsi [3.A.2.]Teknologi  coastal resilience support system [3.A.3.]Teknologi tidal flood barrier [3.A.4.]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual. 4. Klaster Teknologi Manufaktur PermesinanA. Teknologi Manufaktur Permesianan Luaran riset ini berupa purwarupa teknologi manufaktur permesinan dengan luaran berupa purwarupa, kekayaan intelektual dan karya tulis ilmiah. Kegiatan riset teknologi manufaktur ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset berbasis teknologi manufaktur melalui pengembangan teknologi manufaktur turbin ORC Modular , pipa bawah laut API 5L dan CNC Router Pahat ukir yang berorientasi pada kebutuhan strategis. Selain riset ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan peningkatan SDM Iptek di sektor teknologi manufaktur (smart machining dan advance manufacturing).Untuk mendukung keberhasilan riset purwarupa teknologi manufaktur permesinan tersebut difokuskan pada :Teknologi manufaktur turbin ORC Modular [4.A.1.]Teknologi pipa bawah laut API 5L [4.A.2.]Teknologi mesin produksi dan otomasi untuk industri (CNC Router pahat ukir, Mesin Pemintal dan Cocochips) [4.A.3.]Teknologi smart machining dan advance manufacturing [4.A.4.]Tambahan luaran kegiatan riset dapat berupa desain, purwarupa, karya tulis ilmiah atau kekayaan intelektual.

Closed
Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian
Pendaftaran: 03 Dec 2025 - 10 Dec 2025
Proposal Masuk: 111
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN mengundang untuk ikut serta dalam kegiatan riset pada Rumah Program Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian Tahun Anggaran 2026. Rumah Program Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian merupakan rumah program yang berfokus pada pengembangan, pengujian, dan penyempurnaan teknologi untuk mengolah hasil pertanian mentah menjadi produk olahan bernilai tambah lebih tinggi, mulai dari pascapanen sampai siap dipasarkan, sehingga terwujudnya inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional. Rumah Program Hilirisasi Produk Pertanian merupakan wadah strategis yang dirancang untuk memperkuat nilai tambah komoditas lokal melalui integrasi riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas, dan pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Program ini bertujuan mengakselerasi proses hilirisasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sehingga mampu mendorong kemandirian pangan, meningkatkan daya saing produk, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.Rumah Program ini memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pusat riset, UMKM, koperasi, industri pengolahan, dan komunitas petani–nelayan–peternak. Setiap klaster memiliki fokus intervensi teknologi, penguatan ekosistem, serta pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.Pada Rumah Program Teknologi Hilirisasi Produk Pertanian memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :PertanianPerikananPeternakan 1. Klaster PertanianKlaster Pertanian merupakan klaster riset teknologi hilirisasi produk yang berfokus pada pengembangan teknologi pascapanen, pengolahan pangan, dan diversifikasi produk turunan pertanian. Dengan tujuannya untuk meningkatkan daya simpan, kualitas, serta peluang komersialisasi komoditas pertanian.Fokus Program:Teknologi Pra Panen dan Pascapanen Tanaman Pangan Strategis (Padi, Jagung, Kedelai dan Sorgum)Teknologi Pra Panen dan Pascapanen Tanaman Perkebunan (Kelapa, Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Tebu dan Nilam)Teknologi Pra Panen dan Pascapanen Tanaman Hortikultura (Cabe dan Bawang Merah)Output Klaster:Produk Pertanian dan Pangan bernilai tambah dan Peralatan Teknologi Tepat Guna klaster pertanian yang dapat diaplikasikan di UMKM 2. Klaster PerikananKlaster Perikanan merupakan klaster riset teknologi hilirisasi produk yang menitikberatkan pada riset peningkatan nilai tambah hasil perairan melalui teknologi pengolahan, penciptaan produk inovatif, dan penguatan standar mutu berorientasi ekspor.Fokus Program Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Rumput Laut dan MikroalgaTeknologi Pascapanen dan Pengolahan Tuna Tongkol Cakalang (TTC)Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Tilapia (Nila, Mas, Gurami, dan Mujair)Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Catfish (Gabus, lele, dan Patin)Teknologi Pascapanen dan Pengolahan UdangOutput Klaster:Produk Perikanan dan Pangan bernilai tambah dan Peralatan Teknologi Tepat Guna klaster perikanan yang dapat diaplikasikan di UMKM 3. Klaster PeternakanKlaster Peternakan merupakan klister riset hilirisasi produk yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, higienitas, dan diversifikasi hasil peternakan, dengan pendekatan teknologi pengolahan produk hewani dan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.Fokus Program:Teknologi Pascapanen dan Pengolahan DagingTeknologi Pascapanen dan Pengolahan SusuTeknologi Pascapanen dan Pengolahan TelurOutput Klaster:Produk Peternakan dan Pangan bernilai tambah dan Peralatan Teknologi Tepat Guna klaster peternakan yang dapat diaplikasikan di UMKM Luaran Program PurwarupaKekayaan IntelektualKarya Tulis Ilmiah

Closed
Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026
Pendaftaran: 02 Dec 2025 - 17 Dec 2025
Proposal Masuk: 50
Organisasi Riset Kebumian dan Maritim

Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026

Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak sebanyak 16 Purwarupa. Penentuan target tersebut berdasarkan tren jumlah purwarupa hasil dan riset inovasi yang telah dicapai dalam bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dalam periode 2023-2024. Fokus riset pada Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:Mitigasi Bencana Geologi yang Efektif;Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; danMitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian bertujuan untuk menghasilkan purwarupa teknologi mitigasi bencana geologi berbasis multidisiplin sains dan teknologi yang efektif untuk mendukung strategi pengurangan risiko bencana di Indonesia. Riset ini memiliki sasaran yang akan dicapai seperti tersedianya purwarupa teknologi mitigasi bencana geologi yang efektif;tersedianya purwarupa teknologi adaptasi dan mitigasi cuaca dan iklim ekstrim;tersedianya purwarupa berupa teknologi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan;tersedianya purwarupa berupa teknologi perbaikan kualitas air, pengendalian erosi dan sedimentasi, peringatan dini banjir;tersedianya purwarupa material kaya REE (rare earth elements);tersedianya purwarupa sistem pemantauan dan mitigasi kebencanaan/ancaman lingkungan dan maritim;tersedianya purwarupa sistem akustik air untuk deteksi fitur bawah laut.Lokus kegiatan uji coba dan penerapan purwarupa dapat dilaksanakan pada lokasi yang meliputi namun tidak terbatas pada wilayah ancaman bahaya geologi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat; daerah ancaman klimatologi di Jawa tengah, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat; DAS di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur; daerah mineral kritis di Maluku Utara dan Bangka-Belitung; wilayah ancaman bencana lingkungan dan maritim di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.

Closed
Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026
Pendaftaran: 02 Dec 2025 - 17 Dec 2025
Proposal Masuk: 50
Organisasi Riset Kebumian dan Maritim

Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026

Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak sebanyak 16 Purwarupa. Penentuan target tersebut berdasarkan tren jumlah purwarupa hasil dan riset inovasi yang telah dicapai dalam bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dalam periode 2023-2024. Fokus riset pada Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:Mitigasi Bencana Geologi yang Efektif;Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; danMitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian bertujuan untuk menghasilkan purwarupa teknologi mitigasi bencana geologi berbasis multidisiplin sains dan teknologi yang efektif untuk mendukung strategi pengurangan risiko bencana di Indonesia. Riset ini memiliki sasaran yang akan dicapai seperti tersedianya purwarupa teknologi mitigasi bencana geologi yang efektif;tersedianya purwarupa teknologi adaptasi dan mitigasi cuaca dan iklim ekstrim;tersedianya purwarupa berupa teknologi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan;tersedianya purwarupa berupa teknologi perbaikan kualitas air, pengendalian erosi dan sedimentasi, peringatan dini banjir;tersedianya purwarupa material kaya REE (rare earth elements);tersedianya purwarupa sistem pemantauan dan mitigasi kebencanaan/ancaman lingkungan dan maritim;tersedianya purwarupa sistem akustik air untuk deteksi fitur bawah laut.Lokus kegiatan uji coba dan penerapan purwarupa dapat dilaksanakan pada lokasi yang meliputi namun tidak terbatas pada wilayah ancaman bahaya geologi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat; daerah ancaman klimatologi di Jawa tengah, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat; DAS di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur; daerah mineral kritis di Maluku Utara dan Bangka-Belitung; wilayah ancaman bencana lingkungan dan maritim di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.