BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Closed
RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia
Pendaftaran: 18 Mar 2024 - 28 Mar 2024
Proposal Masuk: 30
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia

Program ini akan segera dibukaPisang adalah salah satu tanaman pangan utama di dunia dengan produksi yang didominasi oleh genotipe tertentu seperti Cavendish, yang berkontribusi lebih dari 55% pada produksi global, plantain Afrika dengan hampir 15%, dan pisang dataran tinggi Afrika Timur yang menyumbang lebih dari 10%. Upaya pemuliaan di Afrika Timur dan Tengah dalam dua dekade terakhir telah membuahkan hasil, dengan varietas pertama yang dirilis menunjukkan peningkatan hasil sebesar 50-70% dibandingkan varietas lokal, meskipun profil produknya kurang diminati konsumen. Hal ini mendorong pengembangan varietas berikutnya untuk lebih memperhatikan preferensi konsumen tanpa mengesampingkan peningkatan hasil.Pemuliaan pisang secara klasik menghadapi tantangan karena fertilitas yang rendah pada kultivar hibrida, yang mengakibatkan produksi biji sangat sedikit atau bahkan gagal. Dibutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan cukup biji dari persilangan tetua pisang hibrida. Selain itu, struktur genom yang berbeda pada subspecies atau leluhur pisang menyebabkan linkage drag yang besar, membuat pemisahan alel yang diinginkan dari yang tidak diinginkan hampir mustahil. Namun, dengan plasma nutfah pisang liar yang sesuai, diharapkan dapat dirancang ulang pemuliaan pisang untuk meningkatkan fertilitas berdasarkan kelompok struktur genom.Pisang triploid umumnya lebih steril dibandingkan diploid, sehingga penting untuk memiliki tiga breeding pool guna menghasilkan hibrida triploid dengan struktur ideal A1A2A3, yang mirip dengan Cavendish dan Gros Michel yang sangat produktif dan memiliki profil produk yang disukai konsumen. Transisi ke keturunan triploid dapat terjadi melalui skema persilangan antara galur diploid dan tetraploid. Teknologi seperti double haploid dan silang balik juga dapat digunakan untuk meningkatkan sifat penting pada induk.Untuk mendukung skema pemuliaan yang lebih efisien, diperlukan koleksi bank gen pisang liar. Kerjasama antara BRIN dan The University of Queensland dalam riset mitigasi Banana Bunchy Top Virus telah meletakkan dasar pentingnya pengumpulan dan pemanfaatan pisang liar. Ini membuka jalan bagi BRIN untuk berkolaborasi dengan LPDP Kementerian Keuangan dan Bill and Melinda Gates Foundation dalam program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju, yang memfokuskan pada karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang liar. Program ini menawarkan platform kolaborasi bagi peneliti dan universitas di Indonesia untuk bekerja sama dengan industri, pemerintah daerah, dan lembaga internasional dalam karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang menggunakan pendekatan teknologi yang beragam.Adapun ruang lingkup platform kegiatan riset pisang yang ditawarkan adalah sebagai berikut:1. Karakterisasi pisang liar2. Pra Pemuliaan/Pemuliaan  

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia
Pendaftaran: 18 Mar 2024 - 28 Mar 2024
Proposal Masuk: 30
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia

Program ini akan segera dibukaPisang adalah salah satu tanaman pangan utama di dunia dengan produksi yang didominasi oleh genotipe tertentu seperti Cavendish, yang berkontribusi lebih dari 55% pada produksi global, plantain Afrika dengan hampir 15%, dan pisang dataran tinggi Afrika Timur yang menyumbang lebih dari 10%. Upaya pemuliaan di Afrika Timur dan Tengah dalam dua dekade terakhir telah membuahkan hasil, dengan varietas pertama yang dirilis menunjukkan peningkatan hasil sebesar 50-70% dibandingkan varietas lokal, meskipun profil produknya kurang diminati konsumen. Hal ini mendorong pengembangan varietas berikutnya untuk lebih memperhatikan preferensi konsumen tanpa mengesampingkan peningkatan hasil.Pemuliaan pisang secara klasik menghadapi tantangan karena fertilitas yang rendah pada kultivar hibrida, yang mengakibatkan produksi biji sangat sedikit atau bahkan gagal. Dibutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan cukup biji dari persilangan tetua pisang hibrida. Selain itu, struktur genom yang berbeda pada subspecies atau leluhur pisang menyebabkan linkage drag yang besar, membuat pemisahan alel yang diinginkan dari yang tidak diinginkan hampir mustahil. Namun, dengan plasma nutfah pisang liar yang sesuai, diharapkan dapat dirancang ulang pemuliaan pisang untuk meningkatkan fertilitas berdasarkan kelompok struktur genom.Pisang triploid umumnya lebih steril dibandingkan diploid, sehingga penting untuk memiliki tiga breeding pool guna menghasilkan hibrida triploid dengan struktur ideal A1A2A3, yang mirip dengan Cavendish dan Gros Michel yang sangat produktif dan memiliki profil produk yang disukai konsumen. Transisi ke keturunan triploid dapat terjadi melalui skema persilangan antara galur diploid dan tetraploid. Teknologi seperti double haploid dan silang balik juga dapat digunakan untuk meningkatkan sifat penting pada induk.Untuk mendukung skema pemuliaan yang lebih efisien, diperlukan koleksi bank gen pisang liar. Kerjasama antara BRIN dan The University of Queensland dalam riset mitigasi Banana Bunchy Top Virus telah meletakkan dasar pentingnya pengumpulan dan pemanfaatan pisang liar. Ini membuka jalan bagi BRIN untuk berkolaborasi dengan LPDP Kementerian Keuangan dan Bill and Melinda Gates Foundation dalam program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju, yang memfokuskan pada karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang liar. Program ini menawarkan platform kolaborasi bagi peneliti dan universitas di Indonesia untuk bekerja sama dengan industri, pemerintah daerah, dan lembaga internasional dalam karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang menggunakan pendekatan teknologi yang beragam.Adapun ruang lingkup platform kegiatan riset pisang yang ditawarkan adalah sebagai berikut:1. Karakterisasi pisang liar2. Pra Pemuliaan/Pemuliaan  

Closed
OR HL RP 3 Purwarupa Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk
Pendaftaran: 04 Mar 2024 - 08 Mar 2024
Proposal Masuk: 25
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 3 Purwarupa Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk

Pemanfaatan biodiversitas secara tepat dan cermat serta berkelanjutan perlu dilakukan untuk menjawab tantangan efek perubahan iklim saat ini. Pemanfaatan tersebut harus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030, seperti SDG2. Mengakhiri Kelaparan, SDG3. Kesehatan Yang Baik dan Kesejahteraan, SDG13. Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG.15 Menjaga Ekosistem Darat. Perubahan iklim, efek El Nino, dan peningkatan populasi manusia yang saat ini diperparah oleh pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai permasalahan terhadap kehidupan. Dampak perubahan iklim memberikan efek serius pada pertanian, seperti cekaman biotik dan abiotik seperti perubahan siklus hama dan penyakit, perubahan suhu rata-rata, jumlah curah hujan, dan ketersediaan air, hingga kualitas nutrisi bahan pangan. Perubahan iklim juga sangat mengancam kesehatan karena meningkatkan berbagai macam penyakit infeksi akibat berkembangnya vektor patogen sebagai dampak penurunan kualitas air dan kenaikan suhu.Pendekatan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang lebih modern dapat dilakukan melalui  teknologi rekayasa genetika. Rekayasa genetika merupakan ilmu yang dapat melakukan modifikasi sifat organisme melalui manipulasi genetik untuk menjawab persoalan yang sedang dihadapi dan belum dapat dipecahkan oleh teknologi yang ada.Dasar dari teknologi ini adalah metode berbasis biologi molekuler untuk memanfaatkan material genetik yang terdapat dalam setiap organisme hidup sehingga dapat diungkap potensinya dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan.Pemanfaatan dan pelestarian biodiversitas menjadi kunci untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan efektif, diantaranya melalui penyimpanan karbon, adaptasi perubahan iklim berbasis ketahanan ekosistem, pengelolaan air dan lingkungan dan sebagainya.Keanekaragaman hayati juga dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Selulosa misalnya, merupakan bahan yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan, rumput laut dan mikroba. Biomaterial ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam bioproduk pangan maupun kesehatan. Teknologi pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk menghasilkan bioproduk ini yang harus dikuasai dan ditingkatkan melalui riset dan inovasi.Nilaipenting padatemariset Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk iniadalah :Jumlah/keragaman sumber daya dan informasi genetik yang dapat dimanfaatkan dengan pendekatan biologi molekuler dan rekayasa untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan;Teknologi pembuatan bioproduk berbasis keanekaragaman hayati Indonesia yang dikuasai dan bioproduk yang dihasilkan;Strategi/kebijakanuntukmemanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai salah satu upaya meningkatan ketahanan pangan dan kesehatan sebagai dampak dariperubahan iklim.Untuk mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan, rumah program Pemanfaatan Biodiversitas Melalui Rekayasa Genetika dan Teknologi Bioproduk ini dibagi menjadi 2 (dua) temasebagai berikut:1. Tema 1 : Pencarian Gen dan Identifikasi Marka MolekulerTahapan fundamental dalam rekayasa genetika yang meliputi overekpresi gen, RNA interference (RNAi), genome editing, dan teknologi lain berbasis berbasis biologi molekuler adalah penentuan gen terpaut (tightly linked) dengan traits/protein of interest, seperti gen struktural, gen regulator, dan biomarka. Pendekatan untuk menentukan gen penting dapat dilakukan dengan multi-omik, di antaranya analisis genom dengan marka molekuler atau sequencing, analisis transkrip (ekspresi) gen, analisis protein, dan metabolomik. Hasil yang diperoleh bermanfaat untuk sistem deteksi cepat (diagnostik) dan perakitan produk rekayasa genetik.2. Tema 2 : Teknologi Bioproduk Berbasis Biomassa serta Rekayasa Seluler dan BiomolekulerTeknologi Bioproduk berbasis biomassa merujuk pada teknologi untuk menghasilkan  produk yang diperoleh secara langsung dari sumber hayati atau secara tidak langsung disintesis dari sumber biotik. Biobased material dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk tanaman dan mikroba.Biobased material yang berasal dari tanaman dapat termasuk serat, ekstrak, dan bahan berbasis selulosa yang digunakan dalam berbagai aplikasi. Perekayasaan biomassa secara genetik, seluler, dan metabolit dapat memperbaiki organisme dan menghasilkan produk rekayasa genetika yang bermanfaat untuk adaptasi cekaman biotik dan abiotik, penanggulangan penyakit, diagnostik, dan produksi. Ruang lingkup tema ini melitputi biobased-, bioactive-, dan biompaticle materials, biorefinery, rekayasa seluler dan jaringan, biologi sintetik dengan rekayasa genetika. 

Closed
Rumah Program IPSH Field-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 210
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Field-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
Rumah Program IPSH Field-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 210
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Field-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
Rumah Program IPSH Desk-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 100
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Desk-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
Rumah Program IPSH Desk-Research
Pendaftaran: 20 Nov 2023 - 22 Dec 2023
Proposal Masuk: 100
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program IPSH Desk-Research

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 10 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2024, yaitu: Tema 1: Menuju DemokrasiSubstantifdanDeliberatif di IndonesiaTema 2:  Keragaman Indonesia (Indonesia’s Nationhood and Belonging Envisioned)Tema 3: Relasi Manusia dengan Non Manusia: Perspektif More-than-HumanTema 4: Hukum Transformatif dalam Perubahan Sosial dan Politik di IndonesiaTema 5: Dekolonisasi Modernitas dan Pluralitas Produksi PengetahuanTema 6: Inovasi Sosial berbasis DigitalTema 7: Filantropi Keagamaan sebagai Implementasi Beragama MaslahatTema 8: Tata Kelola Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial di IndonesiaTema 9: Pendidikan Inklusif untuk Indonesia yang BerkeadilanTema 10: Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia

Closed
OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 166
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Permasalahan lingkungan dipicu dari peningkatan populasi dan kemajuan teknologi. Peningkatan populasi telah meningkatkan konsumsi sekaligus mengubah pola konsumsi, yang akan menyebabkan peningkatan produksi dan memicu terjadinya pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali. Pola pembangunan yang hanya mengedepankan capaian ekonomi dengan dukungan teknologi yang tidak ramah lingkungan ini membawa dampak yang serius pada lingkungan dan ketimpangan sosial. Peningkatan aktivitas industri dan transportasi berbahan bakar fosil telah mengakibatkan peningkatan emisi karbon di atmosfer yang ditengarai salah satu penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, aktivitas industri yang didorong pola konsumsi juga telah meningkatkan jumlah buangan padat/sampah termasuk plastik di daratan dan laut, jumlah limbah cair serta emisi gas buang ke atmosfer. Kerusakan lingkungan global yang diebabkan pola pembangunan yang tidak berkelanjutan ini telah mendorong diadakannya konferensi lingkungan di Stockholm tahun 1972 yang melahirkan konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) yang pada tahun-tahun selanjutnya diikuti berbagai perjanjian global di bidang lingkungan hidup seperti Protokol Kyoto, Konvensi Biodiversity, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Di Indonesia sendiri pola pembangunan berkelanjutan ini diterapkan dengan penyusunan RPJMN yang pro lingkungan pada BAB 7 tentang Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Dalam RPJMN, Pemerintah Indonesia telah mengadopsi target-target bidang lingkungan dalam SDGs untuk diharmonisasikan dengan isu dan strategi pembangunan, seperti pada tujuan #12 poin 9 disebutkan adanya inovasi dan teknologi hijau (green technology) yang meliputi perilaku ramah lingkungan, minimum waste, pemanfaatan sesuai daya dukung fisik dan memperhatikan keseimbangan ekologis.Pembangunan berkelanjutan membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kredibel dan kontinyu dalam penerapannya. Riset-riset tersebut sangat diperlukan dalam upaya pencegahan, pengendalian, pemulihan lingkungan, dan pengembangan sistem pengelolaan lingkungan.Rumah Program 4:Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan mencakup tema berikut :Tema 1 : Pengendalian Pencemaran LingkunganTema 2: Teknologi Pemantauan Lingkungan dan Produksi BersihTema 3 : Teknologi Pemulihan Kualitas Lingkungan

Closed
OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 166
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 4 Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Permasalahan lingkungan dipicu dari peningkatan populasi dan kemajuan teknologi. Peningkatan populasi telah meningkatkan konsumsi sekaligus mengubah pola konsumsi, yang akan menyebabkan peningkatan produksi dan memicu terjadinya pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali. Pola pembangunan yang hanya mengedepankan capaian ekonomi dengan dukungan teknologi yang tidak ramah lingkungan ini membawa dampak yang serius pada lingkungan dan ketimpangan sosial. Peningkatan aktivitas industri dan transportasi berbahan bakar fosil telah mengakibatkan peningkatan emisi karbon di atmosfer yang ditengarai salah satu penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, aktivitas industri yang didorong pola konsumsi juga telah meningkatkan jumlah buangan padat/sampah termasuk plastik di daratan dan laut, jumlah limbah cair serta emisi gas buang ke atmosfer. Kerusakan lingkungan global yang diebabkan pola pembangunan yang tidak berkelanjutan ini telah mendorong diadakannya konferensi lingkungan di Stockholm tahun 1972 yang melahirkan konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) yang pada tahun-tahun selanjutnya diikuti berbagai perjanjian global di bidang lingkungan hidup seperti Protokol Kyoto, Konvensi Biodiversity, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Di Indonesia sendiri pola pembangunan berkelanjutan ini diterapkan dengan penyusunan RPJMN yang pro lingkungan pada BAB 7 tentang Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Dalam RPJMN, Pemerintah Indonesia telah mengadopsi target-target bidang lingkungan dalam SDGs untuk diharmonisasikan dengan isu dan strategi pembangunan, seperti pada tujuan #12 poin 9 disebutkan adanya inovasi dan teknologi hijau (green technology) yang meliputi perilaku ramah lingkungan, minimum waste, pemanfaatan sesuai daya dukung fisik dan memperhatikan keseimbangan ekologis.Pembangunan berkelanjutan membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kredibel dan kontinyu dalam penerapannya. Riset-riset tersebut sangat diperlukan dalam upaya pencegahan, pengendalian, pemulihan lingkungan, dan pengembangan sistem pengelolaan lingkungan.Rumah Program 4:Purwarupa Teknologi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan mencakup tema berikut :Tema 1 : Pengendalian Pencemaran LingkunganTema 2: Teknologi Pemantauan Lingkungan dan Produksi BersihTema 3 : Teknologi Pemulihan Kualitas Lingkungan

Closed
OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 127
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (Kehati) yang sangat tinggi dan telah banyak memberikan manfaat pada berbagai aspek kehidupan terutama bagi manusia. Kehati terdiri dari flora, fauna dan mikroorganisme yang perlu dijaga kelestariannya. Dalam rantai kehidupan manusia Kehati berperan sebagai life support system seperti rantai pangan, siklus hidrologi, siklus energi dan bioprospekting. Menyadari posisi penting keanekaragaman hayati secara nasional, maka keanekaragaman hayati termasuk dalam salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) untuk mencapai target produk inovasi nasional. Melalui pengungkapan keanekaragaman hayati ini semakin membuka peluang pemanfaatan kehati dengan teknologi ramah lingkungan secara lebih tepat. Kegiatan integrasi ini diarahkan pada bidang kesehatan dan meningkatkan produktivitas lingkungan yang masih dalam skema flagship kehati.Riset terkait biodiversitas nusantara merupakan investasi jangka menengah dan panjang untuk negara. Hasil-hasil riset pemanfaatan biodiversitas nusantara dalam jangka menengah diharapkan dapat memecahkan masalah pengelolaan kehati dengan penerapan imlu pengetahuan dan teknologi tepat guna sedangkan dalam jangka panjang diharapkan dapat turut memberikan sumbangsih untuk peningkatan kesejahteraan bangsa melalui peningkatan perekonomian rakyat melalui komoditas-komoditas kehati bernilai ekonomi tinggi.Riset biodiversitas nusantara terkait kajian dasar sistematika merupakan riset multi-sektoral dan multi-disiplin ilmu yang hasilnya dapat dirasakan oleh bebagai unsur seperti unsur masyarakat, unsur pemerintah, dan unsur industri. Pendekatan yang dilakukan dalam riset sistematika biodiversitas nusantara yang meliputi riset dasar pengungkapan jumlah dan status biodiversitas serta kekerabatannya yang dapat berupa riset lapangan (kegiatan sampling) dan riset laboratorium (analisis). Hasil-hasil riset dasar sistematika biodiversitas nusantara secara praktis dapat berupa karya tulis ilmiah, temuan baru, kekayaan intelektual, dan naskah kebijakan. Selain itu, hasil riset dalam tema ini diharapkan dapat digunakan sebagai dukungan ilmiah (scientific support) terhadap produk-produk keanekaragaman hayati Indonesia sehingga dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bersaing dengan produk-produk mancanegara.

Closed
OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 127
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 2 Temuan Baru (Spesies Baru, Rekaman Baru) Biodiversitas Flora, Fauna dan Mikroorganisme Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (Kehati) yang sangat tinggi dan telah banyak memberikan manfaat pada berbagai aspek kehidupan terutama bagi manusia. Kehati terdiri dari flora, fauna dan mikroorganisme yang perlu dijaga kelestariannya. Dalam rantai kehidupan manusia Kehati berperan sebagai life support system seperti rantai pangan, siklus hidrologi, siklus energi dan bioprospekting. Menyadari posisi penting keanekaragaman hayati secara nasional, maka keanekaragaman hayati termasuk dalam salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) untuk mencapai target produk inovasi nasional. Melalui pengungkapan keanekaragaman hayati ini semakin membuka peluang pemanfaatan kehati dengan teknologi ramah lingkungan secara lebih tepat. Kegiatan integrasi ini diarahkan pada bidang kesehatan dan meningkatkan produktivitas lingkungan yang masih dalam skema flagship kehati.Riset terkait biodiversitas nusantara merupakan investasi jangka menengah dan panjang untuk negara. Hasil-hasil riset pemanfaatan biodiversitas nusantara dalam jangka menengah diharapkan dapat memecahkan masalah pengelolaan kehati dengan penerapan imlu pengetahuan dan teknologi tepat guna sedangkan dalam jangka panjang diharapkan dapat turut memberikan sumbangsih untuk peningkatan kesejahteraan bangsa melalui peningkatan perekonomian rakyat melalui komoditas-komoditas kehati bernilai ekonomi tinggi.Riset biodiversitas nusantara terkait kajian dasar sistematika merupakan riset multi-sektoral dan multi-disiplin ilmu yang hasilnya dapat dirasakan oleh bebagai unsur seperti unsur masyarakat, unsur pemerintah, dan unsur industri. Pendekatan yang dilakukan dalam riset sistematika biodiversitas nusantara yang meliputi riset dasar pengungkapan jumlah dan status biodiversitas serta kekerabatannya yang dapat berupa riset lapangan (kegiatan sampling) dan riset laboratorium (analisis). Hasil-hasil riset dasar sistematika biodiversitas nusantara secara praktis dapat berupa karya tulis ilmiah, temuan baru, kekayaan intelektual, dan naskah kebijakan. Selain itu, hasil riset dalam tema ini diharapkan dapat digunakan sebagai dukungan ilmiah (scientific support) terhadap produk-produk keanekaragaman hayati Indonesia sehingga dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bersaing dengan produk-produk mancanegara.

Closed
OR HL RP 1 Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi
Pendaftaran: 06 Nov 2023 - 19 Nov 2023
Proposal Masuk: 97
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

OR HL RP 1 Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang paling tinggi di dunia. Namun, keanekaragaman jenis tumbuhan yang tinggi ini mengalami ancaman kepunahan yang tinggi di alam dan memerlukan usaha konservasi yang efektif dan menyeluruh agar bisa tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia secara berkelanjutan. Selain melalui konservasi in situ dengan cara melestarikan suatu jenis di habitat alaminya, konservasi ex situ merupakan metode konservasi yang semakin mempunyai peranan penting bagi penyelamatan tumbuhan terancam punah. Oleh karena itu, diperlukan riset dan inovasi yang terarah dan fokus dalam upaya usaha mengonservasi tumbuhan terancam punah yang ada di Indonesia.Riset terkait konservasi ex situ tumbuhan di dalam Rumah Program Tumbuhan Terancam Kepunahan yang Terkonservasi terbagi menjadi dua tema besar yaitu Konservasi ex situ tumbuhan dan Biologi tumbuhan untuk pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan. Tema 1. Konservasi ex situ tumbuhan akan berfokus pada penguasaan teknologi kunci untuk konservasi tumbuhan terancam kepunahan dan upaya mengembalikan tumbuhan terancam kepunahan ke alam baik itu melalui program reintroduksi maupun reinforcement. Pengembalian tumbuhan terancam kepunahan tersebut tentu saja perlu direncanakan dengan baik terutama penguasaan teknologi kunci perbanyakan dan invigorasi tumbuhan dan perencanaan program reintroduksi dan/atau reinforcement. Tema 2. Biologi tumbuhan untuk pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan akan memfokuskan pada riset-riset berbasis eksperimen dalam pengembangan potensi tumbuhan Indonesia terutama working collection yang ada di Kebun Raya Indonesia. Topik pemanfaatan secara berkelanjutan baik itu secara langsung maupun tidak langsung terhadap jenis-jenis tumbuhan terancam kepunahan akan menjadi fokus utama kegiatan pada tema kedua ini. Kegiatan riset di dalam rumah program ini merupakan kombinasi antara penelitian lapangan dan penelitian laboratorium yang berfokus pada tumbuhan terancam kepunahan Indonesia (1137 spesies) dan tumbuhan terancam kepunahan koleksi ilmiah Kebun Raya Indonesia (331 spesies). Hasil-hasil riset konservasi ex situ tumbuhan terancam kepunahan yaitu spesies tumbuhan terancam kepunahan yang terkonservasi, draft WGS (whole genome sequencing), dan PVT terdaftar.