BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Closed
PLATFORM KOLABORASI DEKONTAMINASI DAN REVITALISASI FASILITAS KETENAGANUKLIRAN
Pendaftaran: 14 Jul 2025 - 12 Nov 2025
Proposal Masuk: 63
Organisasi Riset Tenaga Nuklir

PLATFORM KOLABORASI DEKONTAMINASI DAN REVITALISASI FASILITAS KETENAGANUKLIRAN

Skema Pendanaan RIIM Invitasi Strategis Dekontaminasi dan Revitalisasi Fasilitas Ketenaganukliran adalah pendanaan yang ditujukan untuk menghasilkan produk inovasi, metode, dan kajian, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala yang dihadapi 2 (dua) fasilitas utama ketenaganukliran yang dimiliki oleh BRIN, yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) dan Instalasi Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka (IPRR), sehingga dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.Secara lebih spesifik, skema pendanaan kegiatan penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:Menghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk revitalisasi dan optimalisasi utilisasi RSG-GASMenghasilkan produk inovasi dan mengembangkan metode dekontaminasi yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kontaminasi fasilitas IPRR sehingga berada di bawah batas maksimum yang diijinkanMengembangkan teknologi produksi RIRF dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi dan menghasilkan jenis RIRF yang baruMenghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan limbah radioaktif dan pengembangan fasilitas pengelolaan limbah di jangka panjangMenghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk fabrikasi bahan bakar nuklirSkema pendanaan ini juga mengutamakan kolaborasi riset dengan berbagai pihak, baik dari BRIN maupun institusi pendidikan, riset internasional, serta industri. Kolaborasi ini akan melibatkan periset dari berbagai disiplin ilmu, visiting researcher, post-doctoral, research assistant, dan mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia untuk riset dan inovasi berkelanjutan​.Adapun topik dan ruang lingkup kegiatan riset dalam Platform Kolaborasi Dekontaminasi dan Revitalisasi Fasilitas Ketenaganukliran adalah sebagai berikut:Topik 1 Dekontaminasi dan Pengelolaan Limbah Radioaktif Tema 1 Dekontaminasi Fasilitas Produksi RIRFTema 2 Pengelolaan Limbah Radioaktif Fasilitas Produksi RIRFTema 3 Pengelolaan Limbah Radioaktif pada Fasilitas LimbahTema 4 Studi Tapak dan Desain Fasilitas Pengelolaan LimbahTema 5 Keselamatan Radiasi LingkunganTopik 2 Revitalisasi dan Peningkatan Utilisasi RSG-GASTema 6 Contamination Settlement and Safety AnalysisTema 7 Irradiation OptimizationTema 8 Instrumentation and Control Modernization & DevelopmentTema 9 VAC RevitalizationTema 10 Development of Maintenance Method & Ageing ManagementTema 11 Radiation Protection SystemTema 12 URD for Neutron Beam FacilityTopik 3 Revitalisasi dan Pengembangan Fasilitas Fabrikasi Bahan Bakar NuklirTema 13 Revitalisasi Fasilitas Fabrikasi BBNTema 14 Recovery of Rejected Fuel ProductTema 15 Optimisasi Fabrikasi BBNTema 16 Pengembangan BBN Densitas TinggiTopik 4 Teknologi Produksi RIRFTema 17 Desain dan Revitalisasi Fasilitas Produksi RIRFTema 18 Desain, Simulasi dan Scale-up Production I-131 & Mo-99/ Tc-99mTema 19 Pengembangan RIRF Baru Berbasis Reaktor (Lu-177, Sm-153, Sc-46, P-32, Au-198, Ho-166)Topik 5 Riset dan Inovasi Teknologi Reaktor PeLUItTema 20 Pengembangan Prototipe Pembangkit Uap, Pebble-Sleeve, dan Simulator Sistem Proteksi dan Kendali PeLUIt-40Tema 21 Pengembangan Desain dan Prototipe Bahan Bakar, Teras Reaktor, Heat Pipe, dan Primary Heat Exchanger Mikro-PeLUIt

Closed
Call for Join Research Collaboration (CfJRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2025
Pendaftaran: 23 Jun 2025 - 24 Jun 2025
Proposal Masuk: 26
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

Call for Join Research Collaboration (CfJRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2025

Call for Research Collaboration (CFRC) Rumah Program Batch 3 Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2025 bertujuan untuk mengundang SDM Iptek di lingkungan BRIN untuk berkolaborasi dalam riset Rumah Program Tahun Anggaran 2025.Rumah Program Tahun 2025 merupakan kegiatan Prioritas Nasional (PN) yang terdiri dari 3 (Tiga) Rumah Program yaitu Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih, Biota yang Terkonservasi, serta Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara.1. Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Teknologi BersihDi tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan mendesak akan solusi ramah lingkungan, teknologi bersih menjadi kunci transformasi berbagai sektor. Melalui pemanfaatan sumber daya terbarukan dan efisiensi energi, teknologi bersih membuka peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih lestari. Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Teknologi Bersih hadir untuk menjawab tantangan ini. Dengan fokus pada pengembangan teknologi inovatif di bidang biorefinery, penanganan limbah, dan remediasi lingkungan, program ini bertujuan menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang kompleks.Tujuan: untuk menghasilkan purwarupa, publikasi, dan kekayaan intelektual di bidang teknologi bersih, yang mencakup bidang teknologi biorefinery, teknologi penanganan limbah, dan teknologi remediasi lingkungan.Tema:Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih terdiri dari tiga tema yaitu:BiorefineryTeknologi Penanganan LimbahTeknologi Remediasi LingkunganTopik Riset: Bioenergi, Biomaterial, Biopolimer, Biokimia, Teknologi Penanganan Limbah Industri dan Pertambangan, Teknologi Penangan Limbah Industri Pertanian, Teknologi Penanganan Limbah Medis dan ewaste, Teknologi Penanganan Limbah Domestik, Fitoremediasi, Bioremediasi, Remediasi Termal, Remediasi Kimia-Fisika, Sistem dan Teknologi Pemantauan Kualitas Lingkungan2. Rumah Program Biota yang TerkonservasiMerupakan rumah program pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – BRIN yang mewadahi kegiatan riset untuk mendukung pengungkapan keanekaragaman biota asli Indonesia dan konservasi berkelanjutan berbagai biota asli Indonesia yang terancam kepunahan. Rumah program ini terbagi menjadi 2 (dua) tema, yaitu: Tema-1). Pengungkapan Keanekaragaman Biota Indonesia dan Tema-2). Konservasi Biota Terancam Kepunahan. Ruang lingkup riset pada Tema-1 meliputi kajian biosistematika secara luas pada taksa terpilih hingga studi karakterisasi molekuler untuk mengungkap keanekaragaman genetik dan identifikasi spesies. Sedangkan ruang lingkup riset pada Tema-2 meliputi kajian terhadap status konservasi, dinamika populasi, karakter biologi biota terancam kepunahan (misal: fenologi, fisiologi, anatomi), biologi molekuler, analisa perilaku, preferensi pakan, hingga kajian reproduksi dan propagasi/perbanyakan biota terancam kepunahan, serta reintroduksi ke habitat alam.Tema :Pengungkapan Keanekaragaman Biota IndonesiaKonservasi Biota Terancam Kepunahan Tim periset diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap judul-judul penelitian rumah program di tahun-tahun sebelumnya (dokumen terlampir pada link gdrive), supaya tidak terjadi duplikasi penelitianBiota terancam kepunahan adalah spesies biota asli Indonesia yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Kategori Vulnerable, Endangered, Critically Endangered, dan Extinct in the Wild pada database IUCN Redlist (https://www.iucnredlist.org/); 2). atau tercantum pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi; atau spesies yang masuk ke dalam kategori Appendix 1 CITES (https://cites.org/eng/disc/species.php); ataupun yang mengalami keterancaman kepunahan dengan dukungan justifikasi ilmiah yang kuat.Daftar spesies tumbuhan yang tercatat telah terkonservasi secara ek-situ di Kebun Raya dapat dilihat pada website Makoyana BRIN (https://makoyana.brin.go.id/). Walaupun demikian, tetap terbuka peluang untuk penambahan koleksi hidup untuk spesies-spesies yang telah terkonservasi, selama disertai dukungan justifikasi ilmiah yang kuat.Assessment status konservasi Biota Terancam Kepunahan dapat dilakukan pada kelompok taksa yang belum memiliki status konservasi (IUCN Redlist, PermenLHK No. P.106 Tahun 2018, Appendix 1 CITES) dan dianggap mengalami keterancaman kepunahan berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat; ataupun dilakukan untuk memperbaharui status konservasi suatu spesies berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat.Alokasi perjalanan dinas tidak diperuntukan melakukan kegiatan eksplorasi ataupun inventarisasi. Perjalanan dinas dipergunakan untuk mengkonfirmasi spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah, ataupun untuk melengkapi data krusial terkait spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah. Oleh karena itu, ajuan alokasi perjalanan dinas ini harus disertai pula uraian urgensi yang dijelaskan di bagian metodologi.3. Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas NusantaraSumber keanekaragaman hayati (Kehati) di Indonesia yang mencakup biota tumbuhan, hewan dan mikroorganisme di laut dan darat merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, meliputi 1.500 jenis alga, 80.000 jenis tumbuhan berspora (Kriptogam dan jamur), 595 jenis lumut kerak, 2.197 jenis paku-pakuan serta 30.000–40.000 jenis flora tumbuhan berbiji (15,5% dari total jumlah flora di dunia). Sementara itu, terdapat 8.157 jenis fauna vertebrata (mamalia, burung, herpeto-fauna, dan ikan) dan 1.900 jenis kupu-kupu (10% dari total jenis kupu-kupu dunia), serta kurang lebih 5.900 koleksi mikroorganisme yang dapat dikultur (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2014). Kekayaan keanekaragaman hayati ini tersebar di berbagai tipe bioregional. Setiap ekosistem, baik darat maupun laut, memiliki beragam organisme yang menyimpan potensi besar dalam bentuk sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan.Kemajuan dalam teknologi analisis genetik dan biokimia telah membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang organisme hidup. DNA sequencing, metagenomics, dan teknik-teknik lainnya memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki potensi biota secara lebih rinci termasuk membuka peluang baru dalam penemuan sumber daya alam yang berguna. Untuk menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan pemenuhan kebutuhan manusia yang terus berkembang, maka diperlukan upaya mencari solusi berkelanjutan. Bioprospeksi dan penggunaan rekayasa genetika dapat memberikan kontribusi signifikan melalui identifikasi dan rekayasa genetika terhadap sumber daya alam yang dapat digunakan pada multi dan/atau lintas sektoral, seperti kesehatan, pangan, pertanian, energi, lingkungan, dan industri.Rekayasa genetika adalah suatu teknologi yang melibatkan manipulasi materi genetik (urutan DNA), baik pada tingkat sel atau organisme, untuk menghasilkan perubahan-perubahan tertentu dalam sifat-sifat genetiknya. Manipulasi genetik melibatkan pengubahan pasangan basa tunggal (transisi dan transversi), penghapusan (delesi) atau penambahan (insersi) segmen DNA. Proses rekayasa genetika melibatkan memotong (digesti) dan menempelkan (ligasi) urutan DNA ke DNA organisme sehingga terbentuk DNA rekombinan untuk sifat baru yang unggul dan diinginkan. Rekayasa genetika memiliki aplikasi yang luas dalam kedokteran, industri, pertanian, dan penelitian. Teknologi ini dapat digunakan untuk memproduksi obat-obatan, mengembangkan teknik diagnostik, meningkatkan produktivitas tanaman pangan, menghasilkan protein terapuetik, enzim rekombinan untuk katalisator produk industri, dan pengolahan limbah untuk lingkungan yang berkelanjutan.     Dalam upaya mencapai target program kegiatan, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing sangat diperlukan untuk dapat mengembangkan invensi baru dan inovasi teknologi tepat guna serta kebijakan yang berkelanjutan untuk pemanfaatan Kehati. Oleh karena itu, kolaborasi baik nasional maupun internasional dalam program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara sangat diperlukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi alam yang ada di berbagai wilayah, sambil memastikan manfaat yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat. Tujuan:Melakukan karakterisasi dan pengungkapan potensi tumbuhan, hewan dan mikroorganisme baik dari darat dan laut, dan membuat pustaka senyawa aktif, enzim, dan gen fungsional dari biota Nusantara tersebut,Melakukan pengembangan dan optimasi produk berupa senyawa aktif, enzim, dan gen fungsional keragaman hayati tumbuhan, hewan dan mikroorganisme lokal untuk menyelesaikan permasalahan di bidang pangan, kesehatan, lingkungan, energi dan industri,Melakukan modifikasi sistem molekuler, seluler, dan biologis untuk menghasilkan purwarupa bioproduk melalui sistem penghantaran dan modifikasi gen, rekayasa protein, serta rekayasa sel dan jalur metabolitMenerapkan teknologi rekayasa genetika dan bioproduk berbasis data omics dari keanekaragaman hayati untuk aplikasi bidang kesehatan, industri, pangan, dan lingkunganTema:Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara terdiri dari tiga tema yaitu:Tema 1. Pengungkapan dan Karakterisasi Data OmicsTema 2. Pengembangan Produk Berbasis BioteknologiTema 3. Sistem Deteksi Berbasis BiomolekulTopik Riset: :Tema 1. Pengungkapan dan Karakterisasi Data OmicsPengembangan pustaka gen fungsional, pustaka venom, dan pustaka biomolekul Indonesia,Skrining enzim dan biomolekul makro/mikro lain yang berperan penting dalam bidang kesehatan, pangan, pertanian, energi, dan lingkungan,Skrining mikroba, alga, tumbuhan, hewan unggul yang berperan penting dalam bidang kesehatan, pangan, pertanian, energi, dan lingkungan,Pengembangan high throughput screening untuk enzim dan metabolit sekunder,Pengembangan enzim dan metabolit sekunder fungsional,Pengembangan obat baru, herbal, dan serum anti-venom berbasis biota lokal,Pengembangan suplemen pangan dan pakan berbasis biota lokal,Pengembangan produk hayati untuk peningkatan produktivitas pertanian,Pengembangan produk bio-energi berbasis mikroalga, bahan nabati, dan biomassa.Tema 2. Pengembangan Produk Berbasis BioteknologiPengembangan atau pembentukan varietas/galur harapanTransfer gen melalui transformasi, transfeksi,Penghantaran gen berbasis vektor virus dan non virusModifikasi gen berbasis penyuntingan gen, RNA interference dan overekspresi genPeptida rekombinanProtein rekombinan dan enzimCell signalingCell modelCell engineeringModel organismsTema 3. Sistem Deteksi Berbasis BiomolekulDeteksi berbasis biomarkerDeteksi berbasis AptamerDeteksi berbasis Antibodi monoklonalFormat dokumen dan pedoman dapat diakses melalui link https://s.brin.go.id/l/Dokumen_RP_Batch2_ORHL_2025 

Closed
Call for Join Research Collaboration (CfJRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2025
Pendaftaran: 23 Jun 2025 - 24 Jun 2025
Proposal Masuk: 26
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

Call for Join Research Collaboration (CfJRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2025

Call for Research Collaboration (CFRC) Rumah Program Batch 3 Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2025 bertujuan untuk mengundang SDM Iptek di lingkungan BRIN untuk berkolaborasi dalam riset Rumah Program Tahun Anggaran 2025.Rumah Program Tahun 2025 merupakan kegiatan Prioritas Nasional (PN) yang terdiri dari 3 (Tiga) Rumah Program yaitu Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih, Biota yang Terkonservasi, serta Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara.1. Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Teknologi BersihDi tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan mendesak akan solusi ramah lingkungan, teknologi bersih menjadi kunci transformasi berbagai sektor. Melalui pemanfaatan sumber daya terbarukan dan efisiensi energi, teknologi bersih membuka peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih lestari. Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Teknologi Bersih hadir untuk menjawab tantangan ini. Dengan fokus pada pengembangan teknologi inovatif di bidang biorefinery, penanganan limbah, dan remediasi lingkungan, program ini bertujuan menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang kompleks.Tujuan: untuk menghasilkan purwarupa, publikasi, dan kekayaan intelektual di bidang teknologi bersih, yang mencakup bidang teknologi biorefinery, teknologi penanganan limbah, dan teknologi remediasi lingkungan.Tema:Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Bersih terdiri dari tiga tema yaitu:BiorefineryTeknologi Penanganan LimbahTeknologi Remediasi LingkunganTopik Riset: Bioenergi, Biomaterial, Biopolimer, Biokimia, Teknologi Penanganan Limbah Industri dan Pertambangan, Teknologi Penangan Limbah Industri Pertanian, Teknologi Penanganan Limbah Medis dan ewaste, Teknologi Penanganan Limbah Domestik, Fitoremediasi, Bioremediasi, Remediasi Termal, Remediasi Kimia-Fisika, Sistem dan Teknologi Pemantauan Kualitas Lingkungan2. Rumah Program Biota yang TerkonservasiMerupakan rumah program pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – BRIN yang mewadahi kegiatan riset untuk mendukung pengungkapan keanekaragaman biota asli Indonesia dan konservasi berkelanjutan berbagai biota asli Indonesia yang terancam kepunahan. Rumah program ini terbagi menjadi 2 (dua) tema, yaitu: Tema-1). Pengungkapan Keanekaragaman Biota Indonesia dan Tema-2). Konservasi Biota Terancam Kepunahan. Ruang lingkup riset pada Tema-1 meliputi kajian biosistematika secara luas pada taksa terpilih hingga studi karakterisasi molekuler untuk mengungkap keanekaragaman genetik dan identifikasi spesies. Sedangkan ruang lingkup riset pada Tema-2 meliputi kajian terhadap status konservasi, dinamika populasi, karakter biologi biota terancam kepunahan (misal: fenologi, fisiologi, anatomi), biologi molekuler, analisa perilaku, preferensi pakan, hingga kajian reproduksi dan propagasi/perbanyakan biota terancam kepunahan, serta reintroduksi ke habitat alam.Tema :Pengungkapan Keanekaragaman Biota IndonesiaKonservasi Biota Terancam Kepunahan Tim periset diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap judul-judul penelitian rumah program di tahun-tahun sebelumnya (dokumen terlampir pada link gdrive), supaya tidak terjadi duplikasi penelitianBiota terancam kepunahan adalah spesies biota asli Indonesia yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Kategori Vulnerable, Endangered, Critically Endangered, dan Extinct in the Wild pada database IUCN Redlist (https://www.iucnredlist.org/); 2). atau tercantum pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi; atau spesies yang masuk ke dalam kategori Appendix 1 CITES (https://cites.org/eng/disc/species.php); ataupun yang mengalami keterancaman kepunahan dengan dukungan justifikasi ilmiah yang kuat.Daftar spesies tumbuhan yang tercatat telah terkonservasi secara ek-situ di Kebun Raya dapat dilihat pada website Makoyana BRIN (https://makoyana.brin.go.id/). Walaupun demikian, tetap terbuka peluang untuk penambahan koleksi hidup untuk spesies-spesies yang telah terkonservasi, selama disertai dukungan justifikasi ilmiah yang kuat.Assessment status konservasi Biota Terancam Kepunahan dapat dilakukan pada kelompok taksa yang belum memiliki status konservasi (IUCN Redlist, PermenLHK No. P.106 Tahun 2018, Appendix 1 CITES) dan dianggap mengalami keterancaman kepunahan berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat; ataupun dilakukan untuk memperbaharui status konservasi suatu spesies berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat.Alokasi perjalanan dinas tidak diperuntukan melakukan kegiatan eksplorasi ataupun inventarisasi. Perjalanan dinas dipergunakan untuk mengkonfirmasi spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah, ataupun untuk melengkapi data krusial terkait spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah. Oleh karena itu, ajuan alokasi perjalanan dinas ini harus disertai pula uraian urgensi yang dijelaskan di bagian metodologi.3. Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas NusantaraSumber keanekaragaman hayati (Kehati) di Indonesia yang mencakup biota tumbuhan, hewan dan mikroorganisme di laut dan darat merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, meliputi 1.500 jenis alga, 80.000 jenis tumbuhan berspora (Kriptogam dan jamur), 595 jenis lumut kerak, 2.197 jenis paku-pakuan serta 30.000–40.000 jenis flora tumbuhan berbiji (15,5% dari total jumlah flora di dunia). Sementara itu, terdapat 8.157 jenis fauna vertebrata (mamalia, burung, herpeto-fauna, dan ikan) dan 1.900 jenis kupu-kupu (10% dari total jenis kupu-kupu dunia), serta kurang lebih 5.900 koleksi mikroorganisme yang dapat dikultur (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2014). Kekayaan keanekaragaman hayati ini tersebar di berbagai tipe bioregional. Setiap ekosistem, baik darat maupun laut, memiliki beragam organisme yang menyimpan potensi besar dalam bentuk sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan.Kemajuan dalam teknologi analisis genetik dan biokimia telah membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang organisme hidup. DNA sequencing, metagenomics, dan teknik-teknik lainnya memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki potensi biota secara lebih rinci termasuk membuka peluang baru dalam penemuan sumber daya alam yang berguna. Untuk menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan pemenuhan kebutuhan manusia yang terus berkembang, maka diperlukan upaya mencari solusi berkelanjutan. Bioprospeksi dan penggunaan rekayasa genetika dapat memberikan kontribusi signifikan melalui identifikasi dan rekayasa genetika terhadap sumber daya alam yang dapat digunakan pada multi dan/atau lintas sektoral, seperti kesehatan, pangan, pertanian, energi, lingkungan, dan industri.Rekayasa genetika adalah suatu teknologi yang melibatkan manipulasi materi genetik (urutan DNA), baik pada tingkat sel atau organisme, untuk menghasilkan perubahan-perubahan tertentu dalam sifat-sifat genetiknya. Manipulasi genetik melibatkan pengubahan pasangan basa tunggal (transisi dan transversi), penghapusan (delesi) atau penambahan (insersi) segmen DNA. Proses rekayasa genetika melibatkan memotong (digesti) dan menempelkan (ligasi) urutan DNA ke DNA organisme sehingga terbentuk DNA rekombinan untuk sifat baru yang unggul dan diinginkan. Rekayasa genetika memiliki aplikasi yang luas dalam kedokteran, industri, pertanian, dan penelitian. Teknologi ini dapat digunakan untuk memproduksi obat-obatan, mengembangkan teknik diagnostik, meningkatkan produktivitas tanaman pangan, menghasilkan protein terapuetik, enzim rekombinan untuk katalisator produk industri, dan pengolahan limbah untuk lingkungan yang berkelanjutan.     Dalam upaya mencapai target program kegiatan, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing sangat diperlukan untuk dapat mengembangkan invensi baru dan inovasi teknologi tepat guna serta kebijakan yang berkelanjutan untuk pemanfaatan Kehati. Oleh karena itu, kolaborasi baik nasional maupun internasional dalam program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara sangat diperlukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi alam yang ada di berbagai wilayah, sambil memastikan manfaat yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat. Tujuan:Melakukan karakterisasi dan pengungkapan potensi tumbuhan, hewan dan mikroorganisme baik dari darat dan laut, dan membuat pustaka senyawa aktif, enzim, dan gen fungsional dari biota Nusantara tersebut,Melakukan pengembangan dan optimasi produk berupa senyawa aktif, enzim, dan gen fungsional keragaman hayati tumbuhan, hewan dan mikroorganisme lokal untuk menyelesaikan permasalahan di bidang pangan, kesehatan, lingkungan, energi dan industri,Melakukan modifikasi sistem molekuler, seluler, dan biologis untuk menghasilkan purwarupa bioproduk melalui sistem penghantaran dan modifikasi gen, rekayasa protein, serta rekayasa sel dan jalur metabolitMenerapkan teknologi rekayasa genetika dan bioproduk berbasis data omics dari keanekaragaman hayati untuk aplikasi bidang kesehatan, industri, pangan, dan lingkunganTema:Rumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara terdiri dari tiga tema yaitu:Tema 1. Pengungkapan dan Karakterisasi Data OmicsTema 2. Pengembangan Produk Berbasis BioteknologiTema 3. Sistem Deteksi Berbasis BiomolekulTopik Riset: :Tema 1. Pengungkapan dan Karakterisasi Data OmicsPengembangan pustaka gen fungsional, pustaka venom, dan pustaka biomolekul Indonesia,Skrining enzim dan biomolekul makro/mikro lain yang berperan penting dalam bidang kesehatan, pangan, pertanian, energi, dan lingkungan,Skrining mikroba, alga, tumbuhan, hewan unggul yang berperan penting dalam bidang kesehatan, pangan, pertanian, energi, dan lingkungan,Pengembangan high throughput screening untuk enzim dan metabolit sekunder,Pengembangan enzim dan metabolit sekunder fungsional,Pengembangan obat baru, herbal, dan serum anti-venom berbasis biota lokal,Pengembangan suplemen pangan dan pakan berbasis biota lokal,Pengembangan produk hayati untuk peningkatan produktivitas pertanian,Pengembangan produk bio-energi berbasis mikroalga, bahan nabati, dan biomassa.Tema 2. Pengembangan Produk Berbasis BioteknologiPengembangan atau pembentukan varietas/galur harapanTransfer gen melalui transformasi, transfeksi,Penghantaran gen berbasis vektor virus dan non virusModifikasi gen berbasis penyuntingan gen, RNA interference dan overekspresi genPeptida rekombinanProtein rekombinan dan enzimCell signalingCell modelCell engineeringModel organismsTema 3. Sistem Deteksi Berbasis BiomolekulDeteksi berbasis biomarkerDeteksi berbasis AptamerDeteksi berbasis Antibodi monoklonalFormat dokumen dan pedoman dapat diakses melalui link https://s.brin.go.id/l/Dokumen_RP_Batch2_ORHL_2025 

Closed
Rumah Program OR IPSH 2025 - Field Research (Skema 1)
Pendaftaran: 01 Nov 2024 - 10 Dec 2024
Proposal Masuk: 106
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program OR IPSH 2025 - Field Research (Skema 1)

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 14 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2025, yaitu:Ke-Indonesiaan (Pemerintah Baru dan Tata Kelola Masyarakat/Pemerintahan)Problematika dan Masa Depan Demokrasi di Era Pemerintahan BaruMengelola Keberagaman Budaya IndonesiaTata Kelola Masyarakat dan Sumber Daya dalam Dinamika TransnasionalReformasi Hukum dan Dinamika Lembaga HukumGreen Religion / Eco-Theology: Upaya Agama Menjaga Lingkungan.Sistem Pendidikan Nasional untuk Anak Usia DiniInvestasi SDM dalam Konteks Transisi DemografiDinamika Kontemporer (Disrupsi Digital dan Transformasi Sosial)Utilisasi Teknologi dan Aktivisme Politik DigitalInterkonektivitas Digital dan Tantangan MasyarakatScience, Technology, dan Society (STS)Hukum dan Perkembangan Teknologi DigitalDigital Religion: Ritual, Otoritas, dan OtentisitasTeknologi AI dalam Bidang PendidikanMasa Depan Kependudukan di Era Digital

Closed
Rumah Program OR IPSH 2025 - Small Reserach Grant (Skema 2)
Pendaftaran: 01 Nov 2024 - 10 Dec 2024
Proposal Masuk: 43
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program OR IPSH 2025 - Small Reserach Grant (Skema 2)

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 14 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2025, yaitu:Ke-Indonesiaan (Pemerintah Baru dan Tata Kelola Masyarakat/Pemerintahan)Problematika dan Masa Depan Demokrasi di Era Pemerintahan BaruMengelola Keberagaman Budaya IndonesiaTata Kelola Masyarakat dan Sumber Daya dalam Dinamika TransnasionalReformasi Hukum dan Dinamika Lembaga HukumGreen Religion / Eco-Theology: Upaya Agama Menjaga Lingkungan.Sistem Pendidikan Nasional untuk Anak Usia DiniInvestasi SDM dalam Konteks Transisi DemografiDinamika Kontemporer (Disrupsi Digital dan Transformasi Sosial)Utilisasi Teknologi dan Aktivisme Politik DigitalInterkonektivitas Digital dan Tantangan MasyarakatScience, Technology, dan Society (STS)Hukum dan Perkembangan Teknologi DigitalDigital Religion: Ritual, Otoritas, dan OtentisitasTeknologi AI dalam Bidang PendidikanMasa Depan Kependudukan di Era Digital

Closed
Rumah Program OR IPSH 2025 - Small Reserach Grant (Skema 2)
Pendaftaran: 01 Nov 2024 - 10 Dec 2024
Proposal Masuk: 43
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program OR IPSH 2025 - Small Reserach Grant (Skema 2)

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 14 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2025, yaitu:Ke-Indonesiaan (Pemerintah Baru dan Tata Kelola Masyarakat/Pemerintahan)Problematika dan Masa Depan Demokrasi di Era Pemerintahan BaruMengelola Keberagaman Budaya IndonesiaTata Kelola Masyarakat dan Sumber Daya dalam Dinamika TransnasionalReformasi Hukum dan Dinamika Lembaga HukumGreen Religion / Eco-Theology: Upaya Agama Menjaga Lingkungan.Sistem Pendidikan Nasional untuk Anak Usia DiniInvestasi SDM dalam Konteks Transisi DemografiDinamika Kontemporer (Disrupsi Digital dan Transformasi Sosial)Utilisasi Teknologi dan Aktivisme Politik DigitalInterkonektivitas Digital dan Tantangan MasyarakatScience, Technology, dan Society (STS)Hukum dan Perkembangan Teknologi DigitalDigital Religion: Ritual, Otoritas, dan OtentisitasTeknologi AI dalam Bidang PendidikanMasa Depan Kependudukan di Era Digital

Closed
Rumah Program OR IPSH 2025 - Field Research (Skema 1)
Pendaftaran: 01 Nov 2024 - 10 Dec 2024
Proposal Masuk: 106
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program OR IPSH 2025 - Field Research (Skema 1)

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Dalam pelaksanaan, terdapat 14 tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2025, yaitu:Ke-Indonesiaan (Pemerintah Baru dan Tata Kelola Masyarakat/Pemerintahan)Problematika dan Masa Depan Demokrasi di Era Pemerintahan BaruMengelola Keberagaman Budaya IndonesiaTata Kelola Masyarakat dan Sumber Daya dalam Dinamika TransnasionalReformasi Hukum dan Dinamika Lembaga HukumGreen Religion / Eco-Theology: Upaya Agama Menjaga Lingkungan.Sistem Pendidikan Nasional untuk Anak Usia DiniInvestasi SDM dalam Konteks Transisi DemografiDinamika Kontemporer (Disrupsi Digital dan Transformasi Sosial)Utilisasi Teknologi dan Aktivisme Politik DigitalInterkonektivitas Digital dan Tantangan MasyarakatScience, Technology, dan Society (STS)Hukum dan Perkembangan Teknologi DigitalDigital Religion: Ritual, Otoritas, dan OtentisitasTeknologi AI dalam Bidang PendidikanMasa Depan Kependudukan di Era Digital

Closed
Rumah Program OR IPSH 2025 - Collaborative Fieldwork dengan UM (Skema 3)
Pendaftaran: 01 Nov 2024 - 10 Dec 2024
Proposal Masuk: 35
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora

Rumah Program OR IPSH 2025 - Collaborative Fieldwork dengan UM (Skema 3)

Rumah Program OR IPSH dilaksanakan dalam skema Research for Collaborations. Karena itu, dua hal mendasar yang harus dimiliki atau dilakukan: pendekatan multidisiplin dan kolaborasi atau jejaring. Untuk memperoleh hasil riset yang lebih komprehensif pada berbagai fokus serta isu sosial, pendekatan dan perspektif multi-disiplin akan sangat diperlukan karena mampu memberikan penjelasan dan potensi solusi dari berbagai aspek sosial terkait. Hal ini menjadi krusial dikarenakan masyarakat dan perkembangan sosial bersifat dinamis dan berkaitan pada berbagai bidang kehidupan. Selain itu,untuk memperkuat basis dan kualitas riset sosial humaniora serta meningkatkan diseminasi hasil riset, sangat diperlukan kolaborasi dan jejaring dalam skala luas baik itu lokal-nasional-regional dan global.Khusus untuk skema 3 ini, terdapat tiga (3) tema atau RO (Rincian Output) yang dibuka pada tahun 2025, yaitu:Teknologi AI dalam Bidang PendidikanScience, Technology, dan Society (STS)Green Religion / Eco-Theology: Upaya Agama Menjaga Lingkungan

Closed
PURWARUPA HASIL RISET INOVASI SISTEM TELEKOMUNIKASI IOT
Pendaftaran: 20 Sep 2024 - 20 Sep 2024
Proposal Masuk: 86
Organisasi Riset Elektronika dan Informatika

PURWARUPA HASIL RISET INOVASI SISTEM TELEKOMUNIKASI IOT

Sistem telekomunikasi Internet of Things (IoT) adalah integrasi perangkat dan teknologi yang memungkinkan pengumpulan, pertukaran, dan analisis data secara otomatis dan efisien melalui jaringan telekomunikasi. Sistem ini menghubungkan berbagai perangkat fisik, sensor, dan aktuator melalui internet, yang kemudian saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai operasi. Ada beberapa nilai penting dari kegiatan riset terkait Sistem telekomunikasi IoT, yaitu:Otomatisasi dan PengendalianSistem telekomunikasi cerdas memungkinkan otomatisasi berbagai proses seperti manajemen gedung, transportasi, dan pertanian. Misalnya, sistem penyiraman tanaman otomatis yang diaktifkan berdasarkan kelembaban tanah yang terdeteksi oleh sensor.Pemantauan dan PengawasanSistem telekomunikasi IoT memungkinkan pemantauan jarak jauh terhadap aset dan infrastruktur, seperti jaringan listrik, jalur transportasi, dan fasilitas industri. Hal ini dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional.Pengambilan Keputusan yang Lebih BaikPengumpulan dan pengiriman data yang dihasilkan oleh perangkat IoT melalui media telekomunikasi dapat dianalisis untuk memberikan wawasan yang mendalam, membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, kesehatan, dan manajemen lingkungan.Peningkatan Efisiensi dan ProduktivitasSistem telekomunikasi IoT mampu melakukan otomatisasi dan analitik yang cerdas, proses operasional dapat dioptimalkan, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.InteroperabilitasSistem telekomunikasi IoT memungkinkan berbagai perangkat dan sistem yang berbeda untuk berkomunikasi dan bekerja sama, menciptakan ekosistem yang terintegrasi dan lebih efisien.Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Sistem Telekomunikasi IoT dibagi menjadi 5 tema berikut: Sistem Telekomunikasi IoT untuk Deteksi BencanaSistem Telekomunikasi IoT untuk Aplikasi Pertanian/PeternakanSistem Telekomunikasi IoT untuk Pemantauan LingkunganSistem Telekomunikasi IoT untuk Kendaraan OtonomSistem Telekomunikasi IoT Kendaraan untuk AgrikulturHasil yang ingin dicapai adalah:Dikuasainya teknologi telekomunikasi IoT untuk aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.Dikuasainya teknologi telekomunikasi IoT dan pengembangan aplikasi – aplikasi berbasis mobile berupa model, platform, dan lain-lain dalam mendukung terbangunnya sistem teknologi cerdas yang memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari.Dihasilkannya desain, platform, dan purwarupa aplikasi yang dikembangkan dengan mendukung terbangunnya satu model sistem telekomunikasi IoT.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk kendaraan otonom dalam mendorong potensi tingkatan keselamatan jalan raya.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk kendaraan agrikultur.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk deteksi bencana.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk aplikasi pertanian/peternakan.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk pemantauan lingkungan.KAK Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Sistem Telekomunikasi IoT dapat diakses pada link :https://s.id/CFJCOREI2026

Closed
PURWARUPA HASIL RISET INOVASI SISTEM TELEKOMUNIKASI IOT
Pendaftaran: 20 Sep 2024 - 20 Sep 2024
Proposal Masuk: 86
Organisasi Riset Elektronika dan Informatika

PURWARUPA HASIL RISET INOVASI SISTEM TELEKOMUNIKASI IOT

Sistem telekomunikasi Internet of Things (IoT) adalah integrasi perangkat dan teknologi yang memungkinkan pengumpulan, pertukaran, dan analisis data secara otomatis dan efisien melalui jaringan telekomunikasi. Sistem ini menghubungkan berbagai perangkat fisik, sensor, dan aktuator melalui internet, yang kemudian saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai operasi. Ada beberapa nilai penting dari kegiatan riset terkait Sistem telekomunikasi IoT, yaitu:Otomatisasi dan PengendalianSistem telekomunikasi cerdas memungkinkan otomatisasi berbagai proses seperti manajemen gedung, transportasi, dan pertanian. Misalnya, sistem penyiraman tanaman otomatis yang diaktifkan berdasarkan kelembaban tanah yang terdeteksi oleh sensor.Pemantauan dan PengawasanSistem telekomunikasi IoT memungkinkan pemantauan jarak jauh terhadap aset dan infrastruktur, seperti jaringan listrik, jalur transportasi, dan fasilitas industri. Hal ini dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional.Pengambilan Keputusan yang Lebih BaikPengumpulan dan pengiriman data yang dihasilkan oleh perangkat IoT melalui media telekomunikasi dapat dianalisis untuk memberikan wawasan yang mendalam, membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, kesehatan, dan manajemen lingkungan.Peningkatan Efisiensi dan ProduktivitasSistem telekomunikasi IoT mampu melakukan otomatisasi dan analitik yang cerdas, proses operasional dapat dioptimalkan, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.InteroperabilitasSistem telekomunikasi IoT memungkinkan berbagai perangkat dan sistem yang berbeda untuk berkomunikasi dan bekerja sama, menciptakan ekosistem yang terintegrasi dan lebih efisien.Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Sistem Telekomunikasi IoT dibagi menjadi 5 tema berikut: Sistem Telekomunikasi IoT untuk Deteksi BencanaSistem Telekomunikasi IoT untuk Aplikasi Pertanian/PeternakanSistem Telekomunikasi IoT untuk Pemantauan LingkunganSistem Telekomunikasi IoT untuk Kendaraan OtonomSistem Telekomunikasi IoT Kendaraan untuk AgrikulturHasil yang ingin dicapai adalah:Dikuasainya teknologi telekomunikasi IoT untuk aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.Dikuasainya teknologi telekomunikasi IoT dan pengembangan aplikasi – aplikasi berbasis mobile berupa model, platform, dan lain-lain dalam mendukung terbangunnya sistem teknologi cerdas yang memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari.Dihasilkannya desain, platform, dan purwarupa aplikasi yang dikembangkan dengan mendukung terbangunnya satu model sistem telekomunikasi IoT.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk kendaraan otonom dalam mendorong potensi tingkatan keselamatan jalan raya.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk kendaraan agrikultur.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk deteksi bencana.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk aplikasi pertanian/peternakan.Dihasilkannya sistem telekomunikasi IoT untuk pemantauan lingkungan.KAK Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Sistem Telekomunikasi IoT dapat diakses pada link :https://s.id/CFJCOREI2026

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia
Pendaftaran: 18 Mar 2024 - 28 Mar 2024
Proposal Masuk: 30
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia

Program ini akan segera dibukaPisang adalah salah satu tanaman pangan utama di dunia dengan produksi yang didominasi oleh genotipe tertentu seperti Cavendish, yang berkontribusi lebih dari 55% pada produksi global, plantain Afrika dengan hampir 15%, dan pisang dataran tinggi Afrika Timur yang menyumbang lebih dari 10%. Upaya pemuliaan di Afrika Timur dan Tengah dalam dua dekade terakhir telah membuahkan hasil, dengan varietas pertama yang dirilis menunjukkan peningkatan hasil sebesar 50-70% dibandingkan varietas lokal, meskipun profil produknya kurang diminati konsumen. Hal ini mendorong pengembangan varietas berikutnya untuk lebih memperhatikan preferensi konsumen tanpa mengesampingkan peningkatan hasil.Pemuliaan pisang secara klasik menghadapi tantangan karena fertilitas yang rendah pada kultivar hibrida, yang mengakibatkan produksi biji sangat sedikit atau bahkan gagal. Dibutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan cukup biji dari persilangan tetua pisang hibrida. Selain itu, struktur genom yang berbeda pada subspecies atau leluhur pisang menyebabkan linkage drag yang besar, membuat pemisahan alel yang diinginkan dari yang tidak diinginkan hampir mustahil. Namun, dengan plasma nutfah pisang liar yang sesuai, diharapkan dapat dirancang ulang pemuliaan pisang untuk meningkatkan fertilitas berdasarkan kelompok struktur genom.Pisang triploid umumnya lebih steril dibandingkan diploid, sehingga penting untuk memiliki tiga breeding pool guna menghasilkan hibrida triploid dengan struktur ideal A1A2A3, yang mirip dengan Cavendish dan Gros Michel yang sangat produktif dan memiliki profil produk yang disukai konsumen. Transisi ke keturunan triploid dapat terjadi melalui skema persilangan antara galur diploid dan tetraploid. Teknologi seperti double haploid dan silang balik juga dapat digunakan untuk meningkatkan sifat penting pada induk.Untuk mendukung skema pemuliaan yang lebih efisien, diperlukan koleksi bank gen pisang liar. Kerjasama antara BRIN dan The University of Queensland dalam riset mitigasi Banana Bunchy Top Virus telah meletakkan dasar pentingnya pengumpulan dan pemanfaatan pisang liar. Ini membuka jalan bagi BRIN untuk berkolaborasi dengan LPDP Kementerian Keuangan dan Bill and Melinda Gates Foundation dalam program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju, yang memfokuskan pada karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang liar. Program ini menawarkan platform kolaborasi bagi peneliti dan universitas di Indonesia untuk bekerja sama dengan industri, pemerintah daerah, dan lembaga internasional dalam karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang menggunakan pendekatan teknologi yang beragam.Adapun ruang lingkup platform kegiatan riset pisang yang ditawarkan adalah sebagai berikut:1. Karakterisasi pisang liar2. Pra Pemuliaan/Pemuliaan  

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia
Pendaftaran: 18 Mar 2024 - 28 Mar 2024
Proposal Masuk: 30
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia

Program ini akan segera dibukaPisang adalah salah satu tanaman pangan utama di dunia dengan produksi yang didominasi oleh genotipe tertentu seperti Cavendish, yang berkontribusi lebih dari 55% pada produksi global, plantain Afrika dengan hampir 15%, dan pisang dataran tinggi Afrika Timur yang menyumbang lebih dari 10%. Upaya pemuliaan di Afrika Timur dan Tengah dalam dua dekade terakhir telah membuahkan hasil, dengan varietas pertama yang dirilis menunjukkan peningkatan hasil sebesar 50-70% dibandingkan varietas lokal, meskipun profil produknya kurang diminati konsumen. Hal ini mendorong pengembangan varietas berikutnya untuk lebih memperhatikan preferensi konsumen tanpa mengesampingkan peningkatan hasil.Pemuliaan pisang secara klasik menghadapi tantangan karena fertilitas yang rendah pada kultivar hibrida, yang mengakibatkan produksi biji sangat sedikit atau bahkan gagal. Dibutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan cukup biji dari persilangan tetua pisang hibrida. Selain itu, struktur genom yang berbeda pada subspecies atau leluhur pisang menyebabkan linkage drag yang besar, membuat pemisahan alel yang diinginkan dari yang tidak diinginkan hampir mustahil. Namun, dengan plasma nutfah pisang liar yang sesuai, diharapkan dapat dirancang ulang pemuliaan pisang untuk meningkatkan fertilitas berdasarkan kelompok struktur genom.Pisang triploid umumnya lebih steril dibandingkan diploid, sehingga penting untuk memiliki tiga breeding pool guna menghasilkan hibrida triploid dengan struktur ideal A1A2A3, yang mirip dengan Cavendish dan Gros Michel yang sangat produktif dan memiliki profil produk yang disukai konsumen. Transisi ke keturunan triploid dapat terjadi melalui skema persilangan antara galur diploid dan tetraploid. Teknologi seperti double haploid dan silang balik juga dapat digunakan untuk meningkatkan sifat penting pada induk.Untuk mendukung skema pemuliaan yang lebih efisien, diperlukan koleksi bank gen pisang liar. Kerjasama antara BRIN dan The University of Queensland dalam riset mitigasi Banana Bunchy Top Virus telah meletakkan dasar pentingnya pengumpulan dan pemanfaatan pisang liar. Ini membuka jalan bagi BRIN untuk berkolaborasi dengan LPDP Kementerian Keuangan dan Bill and Melinda Gates Foundation dalam program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju, yang memfokuskan pada karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang liar. Program ini menawarkan platform kolaborasi bagi peneliti dan universitas di Indonesia untuk bekerja sama dengan industri, pemerintah daerah, dan lembaga internasional dalam karakterisasi dan pra-pemuliaan pisang menggunakan pendekatan teknologi yang beragam.Adapun ruang lingkup platform kegiatan riset pisang yang ditawarkan adalah sebagai berikut:1. Karakterisasi pisang liar2. Pra Pemuliaan/Pemuliaan