Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya
Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak 3 Kekayaan Intelektual. Melalui program pendanaan riset inovasi ini, dan nantinya dilaksanakan oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim diharapkan pula mampu menghasilkan luaran kegiatan riset dan inovasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) BRIN Tahun 2025-2029. Fokus riset pada Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:Mitigasi Bencana Geologi yang Efektif;Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; danMitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian bertujuan untuk menghasilkan kekayaan intelektual teknologi mitigasi bencana geologi berbasis multidisiplin sains dan teknologi yang efektif untuk mendukung strategi pengurangan risiko bencana di Indonesia. Riset ini memiliki sasaran yang akan dicapai seperti:tersedianya kekayaan intelektual EWS bencana geologi;tersedianya kekayaan intelektual teknologi informasi iklim dan cuaca ekstrim;tersedianya kekayaan intelektual teknologi pengelolaan sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air yang berkelanjutan;tersedianya kekayaan intelektual teknologi perbaikan kualitas air, pengendalian erosi dan sedimentasi, peringatan dini banjir;tersedianya kekayaan intelektual teknologi pemanfaatan mineral energi dari bahan alam dan sisa pengolahan tambang;tersedianya kekayaan intelektual untuk sistem pemantauan dan mitigasi kebencanaan lingkungan dan maritim.Lokus kegiatan uji coba model dan purwarupa dapat dilaksanakan pada lokasi yang meliputi namun tidak terbatas pada wilayah ancaman bahaya geologi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat; daerah ancaman klimatologi di Jawa tengah, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat; DAS di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur; daerah mineral kritis di Maluku Utara dan Bangka-Belitung; wilayah ancaman bencana lingkungan dan maritim di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.
Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak sebanyak 8 Model. Penentuan target tersebut berdasarkan tren jumlah model hasil dan riset inovasi yang telah dicapai dalam bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dalam periode 2023-2024. Melalui program pendanaan riset inovasi ini, dan nantinya dilaksanakan oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim diharapkan pula mampu menghasilkan luaran kegiatan riset dan inovasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) BRIN Tahun 2025-2029. Fokus riset pada Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; danMitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.Adapun target kinerja terdiri dari model perbaikan sumber daya air, model DSS pengelolaan SDA, model penataan fungsi ruang dan aplikasi teknologi untuk keberlanjutan fungsi sumber daya air, model transport polutan dan sebaran kontaminan dari sumber pencemar, model prediksi sebagai dasar mitigasi bencana hidrometeorologi, model pengelolaan daerah paparan banjir, model transport polutan dan sedimen dari daerah tangkapan air (DTA) serta sebarannya pada badan air dan model iklim untuk pengelolaan sumber daya air.Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian dengan fokus riset kebencanaan hidrometeorologi dan klimatologi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme terjadinya cuaca dan iklim ekstrim di Indonesia. Ini mencakup fenomena seperti hujan ekstrem, petir, angin kencang, dan kemarau panjang yang dapat menyebabkan bencana hidro-meteorologis seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan dan menghasilkan model pengelolaan DAS dan badan air di dalamnya berbasis ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi untuk mengatasi permasalahan sumber daya air guna mewujudkan ketahanan air. Lebih jauh, kegiatan riset ini tidak hanya berfokus pada bencana hidrometeorologi darat, tetapi juga mencakup aspek kebencanaan lingkungan dan maritim yang semakin penting bagi ketahanan nasional. Oleh karena itu, sasaran yang akan dicapai melalui kegiatan ini meliputi: Tersedianya model cuaca dan iklim ekstrim untuk kebijakan pembangunan berketahanan iklim;Tersedianya model pengelolaan sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air yang berkelanjutan;Tersedianya model perbaikan kualitas air, dan pengendalian erosi, sedimentasi dan banjir;Tersedianya model pemantauan dan mitigasi environmental hazard (pengasaman laut, eutrofikasi, hipoksia, dan pencemaran);Tersedianya model prediksi berbasis data oseanografi untuk mendukung peringatan dini kejadian ekstrem maritim dan keselamatan pelayaran;Tersedianya model geologi pengkayaan mineral kritis strategis termasuk REE (rare earth elements).Lokus kegiatan riset model hasil riset dan inovasi kebencanaan dan sumber daya kebumian yang akan dilakukan yaitu di wilayah sumber daya air di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokus kegiatan untuk mitigasi kelangkaan mineral kritis dan strategis, dan mitigasi bencana lingkungan dan maritim adalah di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.
Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak 3 Kekayaan Intelektual. Melalui program pendanaan riset inovasi ini, dan nantinya dilaksanakan oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim diharapkan pula mampu menghasilkan luaran kegiatan riset dan inovasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) BRIN Tahun 2025-2029. Fokus riset pada Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:Mitigasi Bencana Geologi yang Efektif;Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; danMitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian bertujuan untuk menghasilkan kekayaan intelektual teknologi mitigasi bencana geologi berbasis multidisiplin sains dan teknologi yang efektif untuk mendukung strategi pengurangan risiko bencana di Indonesia. Riset ini memiliki sasaran yang akan dicapai seperti:tersedianya kekayaan intelektual EWS bencana geologi;tersedianya kekayaan intelektual teknologi informasi iklim dan cuaca ekstrim;tersedianya kekayaan intelektual teknologi pengelolaan sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air yang berkelanjutan;tersedianya kekayaan intelektual teknologi perbaikan kualitas air, pengendalian erosi dan sedimentasi, peringatan dini banjir;tersedianya kekayaan intelektual teknologi pemanfaatan mineral energi dari bahan alam dan sisa pengolahan tambang;tersedianya kekayaan intelektual untuk sistem pemantauan dan mitigasi kebencanaan lingkungan dan maritim.Lokus kegiatan uji coba model dan purwarupa dapat dilaksanakan pada lokasi yang meliputi namun tidak terbatas pada wilayah ancaman bahaya geologi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat; daerah ancaman klimatologi di Jawa tengah, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat; DAS di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur; daerah mineral kritis di Maluku Utara dan Bangka-Belitung; wilayah ancaman bencana lingkungan dan maritim di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.
Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak sebanyak 8 Model. Penentuan target tersebut berdasarkan tren jumlah model hasil dan riset inovasi yang telah dicapai dalam bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dalam periode 2023-2024. Melalui program pendanaan riset inovasi ini, dan nantinya dilaksanakan oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim diharapkan pula mampu menghasilkan luaran kegiatan riset dan inovasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) BRIN Tahun 2025-2029. Fokus riset pada Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; danMitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.Adapun target kinerja terdiri dari model perbaikan sumber daya air, model DSS pengelolaan SDA, model penataan fungsi ruang dan aplikasi teknologi untuk keberlanjutan fungsi sumber daya air, model transport polutan dan sebaran kontaminan dari sumber pencemar, model prediksi sebagai dasar mitigasi bencana hidrometeorologi, model pengelolaan daerah paparan banjir, model transport polutan dan sedimen dari daerah tangkapan air (DTA) serta sebarannya pada badan air dan model iklim untuk pengelolaan sumber daya air.Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian dengan fokus riset kebencanaan hidrometeorologi dan klimatologi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme terjadinya cuaca dan iklim ekstrim di Indonesia. Ini mencakup fenomena seperti hujan ekstrem, petir, angin kencang, dan kemarau panjang yang dapat menyebabkan bencana hidro-meteorologis seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan dan menghasilkan model pengelolaan DAS dan badan air di dalamnya berbasis ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi untuk mengatasi permasalahan sumber daya air guna mewujudkan ketahanan air. Lebih jauh, kegiatan riset ini tidak hanya berfokus pada bencana hidrometeorologi darat, tetapi juga mencakup aspek kebencanaan lingkungan dan maritim yang semakin penting bagi ketahanan nasional. Oleh karena itu, sasaran yang akan dicapai melalui kegiatan ini meliputi: Tersedianya model cuaca dan iklim ekstrim untuk kebijakan pembangunan berketahanan iklim;Tersedianya model pengelolaan sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air yang berkelanjutan;Tersedianya model perbaikan kualitas air, dan pengendalian erosi, sedimentasi dan banjir;Tersedianya model pemantauan dan mitigasi environmental hazard (pengasaman laut, eutrofikasi, hipoksia, dan pencemaran);Tersedianya model prediksi berbasis data oseanografi untuk mendukung peringatan dini kejadian ekstrem maritim dan keselamatan pelayaran;Tersedianya model geologi pengkayaan mineral kritis strategis termasuk REE (rare earth elements).Lokus kegiatan riset model hasil riset dan inovasi kebencanaan dan sumber daya kebumian yang akan dilakukan yaitu di wilayah sumber daya air di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokus kegiatan untuk mitigasi kelangkaan mineral kritis dan strategis, dan mitigasi bencana lingkungan dan maritim adalah di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.
Pengembangan Teknologi Proses Material Terbarukan merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan global terkait keberlanjutan dan efisiensi sumber daya. Dalam konteks ini, tujuan utamanya adalah menciptakan metode dan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan material yang berasal dari sumber daya terbarukan secara lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan krisis iklim dan keterbatasan sumber daya alam, teknologi ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap masalah keberlanjutan tetapi juga memberikan peluang signifikan dalam inovasi material canggih yang dapat digunakan di berbagai sektor industri.Pengembangan material energi dari sumber terbarukan menjadi prioritas dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Teknologi yang mencakup pemanfaatan biomassa, tidak hanya mampu mengurangi jejak karbon tetapi juga memperpanjang umur sumber daya alam. Proses seperti “catalytic conversion” untuk energi terbarukan atau “biorefining” bahan mentah menjadi biofuel menjadi kunci dalam industri energi masa depan. Pemanfaatan material terbarukan ini juga mendukung pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dari satu proses dapat dimanfaatkan sebagai input dalam proses lainnya, menciptakan sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Selain itu, “fine chemicals” dan “katalis” yang berasal dari sumber daya terbarukan memiliki peran penting dalam proses kimia yang lebih bersih. Dalam industri kimia, inovasi dalam pembuatan “fine chemicals” yang lebih berkelanjutan memungkinkan pengurangan emisi dan penggunaan bahan kimia berbahaya. Katalis berbasis bio atau organik menawarkan alternatif ramah lingkungan untuk reaksi-reaksi kimia kritis yang dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk farmasi dan bahan kimia khusus.Sektor “oleokimia”, yang memanfaatkan minyak dan lemak nabati sebagai bahan dasar untuk produk-produk kimia, juga memainkan peran penting dalam teknologi material terbarukan. Produk-produk ini, yang mencakup sabun, pelumas, dan bioplastik, lebih aman bagi lingkungan dan dapat didaur ulang atau terurai secara alami. Inovasi dalam oleokimia, termasuk teknik produksi yang lebih efisien dan bersih, memberikan solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan pada petrokimia, yang bersumber dari bahan bakar fosil.“Green polimer” atau polimer ramah lingkungan, juga menjadi pusat perhatian dalam pengembangan material terbarukan. Polimer ini, yang dapat dihasilkan dari biomassa seperti pati, selulosa, atau protein, menawarkan potensi besar untuk menggantikan plastik berbasis fosil yang sulit terurai. Selain biodegradable, green polimer juga dapat diproses menggunakan teknologi ramah lingkungan, memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan bagi industri manufaktur.Katalis memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses konversi. Melalui kemampuannya menurunkan energi aktivasi, katalis memungkinkan berlangsungnya transformasi kimia—mulai dari pemrosesan biomassa, sintesis fine chemicals, hingga pembentukan green polymer—secara lebih cepat, selektif, dan hemat energi. Dalam konteks material terbarukan, pengembangan katalis heterogen berbasis logam non-mulia, mineral alam, maupun biokatalis berbasis enzim memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan katalis konvensional yang umumnya bergantung pada logam mulia atau kondisi operasi ekstrem. Selain itu, kemampuan katalis untuk diregenerasi dan digunakan kembali menambah aspek keberlanjutan proses secara signifikan. Dengan demikian, inovasi dalam desain dan aplikasi katalis menjadi elemen kunci dalam memperkuat efisiensi proses, menurunkan jejak lingkungan, serta mempercepat penerapan teknologi berbasis sumber daya terbarukan di berbagai sektor industri.Secara keseluruhan, pengembangan teknologi proses material terbarukan tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mempercepat inovasi di berbagai sektor industri berbasis material canggih. Penerapan teknologi ini akan mendorong terciptanya produk- produk yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan di masa depan.Klaster ini melingkupi tema sebagai berikut:Material Energi dan BiokarbonFine Chemicals dan Katalis.Oleokimia dan BiokimiaGreen Polymer, Wood dan BiokompositMaterial Turunan Lignoselulosa
Eksplorasi sumber daya air mencakup kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menemukan, mengevaluasi, dan mengelola potensi sumber daya alam yang terdapat di perairan. Beberapa sumber daya perairan yang sering di eksplorasi meliputi ikan, minyak dan gas bumi, mineral, obat-obatan, dan energi terbarukan.Deteksi sumber daya perairan merupakan langkah penting dalam pemahaman, pemantauan, dan pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat di perairan sekitarnya. Deteksi sumber daya perairan membantu dalam manajemen perikanan dengan memantau populasi ikan, penyebaran mereka, dan aktivitas ekosistem perairan. Informasi ini membantu dalam mengambil keputusan yang lebih baik terkait dengan kuota penangkapan dan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. Dengan menggunakan teknologi deteksi, kita dapat menghindari praktik overfishing yang dapat merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan. Deteksi dapat membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi dengan populasi ikan yang tinggi dan memastikan bahwa penangkapan dilakukan dengan batasan yang sesuai.Selain itu, deteksi sumber daya perairan membantu dalam pemantauan kondisi lingkungan perairan, termasuk suhu air, tingkat keasaman, polusi, dan perubahan iklim. Informasi ini penting untuk pemahaman dampak manusia terhadap lingkungan perairan dan untuk mengambil langkah-langkah konservasi yang sesuai. Deteksi bawah air digunakan untuk mengeksplorasi potensi sumber daya mineral dan energi di dasar perairan, seperti minyak dan gas bumi, mineral, serta potensi energi terbarukan seperti energi ombak dan pasang surut. Informasi yang diperoleh melalui deteksi sumber daya perairan membantu dalam melindungi dan memelihara keanekaragaman hayati perairan. Ini termasuk identifikasi dan perlindungan terumbu karang, pengelolaan area konservasi perairan, dan pemantauan migrasi spesies perairan.Deteksi juga berperan dalam keamanan maritim dengan membantu dalam melacak pergerakan kapal, mendeteksi kapal selam, dan mengidentifikasi aktivitas maritim yang mencurigakan. Ini penting untuk tujuan pertahanan nasional dan keamanan perairan. Sistem deteksi juga dapat digunakan untuk memantau potensi bencana alam di perairan, seperti tsunami atau gempa bumi bawah air. Hal ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang tepat. Sementara deteksi sumber daya perairan membantu dalam pengelolaan pesisir, termasuk pemantauan erosi pantai, perubahan garis pantai, dan pengelolaan infrastruktur pesisir.Memahami perairan akan sangat membantu dalam mempelajari perubahan iklim Bumi, metode perlindungan lingkungan, dan proses evolusi biologis. Selain itu, perairan mengandung sejumlah besar sumber daya, termasuk hidrokarbon, mineral, angin hidrotermal, dan sumber daya biologis, yang menarik minat besar dari manusia. Penjelajahan perairan bisa kembali dari waktu yang lama. Penerbangan ilmiah global pertama dilakukan oleh HMS Challenger pada abad ke-19, tetapi metode eksplorasi pada saat itu sederhana dan bahkan primitif. Saat ini, dengan pengembangan teknologi sensor, berbagai metode sensor berdasarkan optik, akustik, dan elektromagnetik secara luas diterapkan untuk pengamatan dan eksplorasi perairan. Sensor akustik berisi berbagai perangkat sonar untuk peta dasar perairan, navigasi tenggelam, dan objek bawah air. Teknologi sensor optik yang diterapkan untuk eksplorasi perairan meliputi pencitraan bawah air untuk inspeksi objek, spektroskopi, dan fluoro fotometer untuk pemantauan parameter lingkungan. Teknologi elektromagnetik digunakan untuk deteksi logam bawah air seperti tambang dan sumber daya mineral, dan untuk inspeksi bawah air kabel dan pipa.Berbagai jenis kapal selam sangat penting untuk kendaraan dalam eksplorasi perairan. Ini dapat diklasifikasikan sebagai kendaraan yang diduduki manusia (HOV), kendaraan beroperasi jarak jauh (ROV), mobil bawah air otonom (AUV), ROV dan AUV hibrida (HROV atau ARV), dan glider bawah air. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya permintaan untuk eksploitasi perairan, AUV multifungsi, dan cerdas, yang dapat digunakan untuk berbagai tugas, diharapkan untuk eksplorasi karena area luas perairan dan eksploration biaya tinggi dengan ROV. Pengembangan tipe baru dan multifungsi AUV juga telah menempatkan persyaratan baru pada kecerdasan dan miniaturisasi sensor. Gambar 2 menunjukkan potensi aplikasi yang dapat dikembangkan dalam riset bawah air. Berbagai macam aplikasi mulai dari monitoring, kebencanaan, sosial budaya, navigasi dan keamanan menjadi spektrum aplikasi yang luas, bermacam-macam dan urgen dari eksplorasi bawah air di Indonesia. Sayangnya hingga saat ini riset bawah air masih belum dilakukan secara masif. Walaupun arahan dan instruksi presiden dan visi serta misi kemandirian maritim sudah mulai dicanangkan, dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, riset mengenai bawah air menjadi sangat urgent. Kegiatan Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Jaringan Detektor Bawah Air diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam hal: Dukungan Terhadap Peningkatan Skor Global Innovation Index, khususnya terkait adopsi Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek);Penciptaan inovasi berjalan dari hulu hingga komersialisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional;Dukungan terhadap sejumlah capaian pada target SDGs;Dukungan peningkatan produktivitas dan daya saing;Dukungan terhadap program pemerintah Asta Cita, khususnya bidang pangan, energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. TEMA RISET 1. Sistem dan Sensor Pemantauan Kualitas Air2. Sistem dan Sensor untuk Identifikasi Objek Bawah Air3. Sistem Monitoring Lingkungan dan Ekosistem Bawah Air4. Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Sistem Gerak Cerdas untuk Operasional Detektor5. Sistem Elektronika dan Akuisisi Data untuk Detektor6. Sistem Telekomunikasi dapat berbasis Akustik, Optik, dan Radio untuk Transmisi Data Detektor7. Human–Machine Interface (HMI) untuk Kendali dan Visualisasi Sistem Detektor8. Decision Support System (DSS) dan Sistem Peringatan Dini Berbasis Data Detektor9. Pengembangan Teknologi Lainnya Terkait Sistem Detektor Bawah Air KAK Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Jaringan Detektor Bawah Air dapat diakses pada link : https://s.id/CFJCOREI2026
Sistem telekomunikasi Internet of Things (IoT) adalah integrasi perangkat dan teknologi yang memungkinkan pengumpulan, pertukaran, dan analisis data secara otomatis dan efisien melalui jaringan telekomunikasi. Sistem ini menghubungkan berbagai perangkat fisik, sensor, dan aktuator melalui internet, yang kemudian saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai operasi. Konsep dasar sistem telekomunikasi IoT terlihat pada Gambar 1. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang komponen dan fungsi dari sistem telekomunikasi cerdas berbasis IoT. Gambar 1. Konsep dasar sistem telekomunikasi IoT (Sumber: https://www.myspsolution.com/home)Beberapa komponen utama dalam pembangunan sistem telekomunikasi IoT ini adalah sebagai berikut:Perangkat IoT , yaitu Sensor dan AktuatorKonektivitas: Koneksi jaringan transmisi data yang dikumpulkan bisa menggunakan berbagai teknologi komunikasi seperti Wifi, Bluetooth, Zigbee, LTE, dan jaringan 5G untuk menghubungkan perangkat IoT ke internet dan satu sama lain.Platform IoT. Platform ini berfungsi sebagai penghubung antara perangkat IoT dan aplikasi. Platform ini mengelola perangkat, mengumpulkan data, melakukan analisis, dan memungkinkan interaksi antar perangkat. Beberapa contoh platform yang sering digunakan adalah AWS IoT, Google Cloud IoT, Microsoft Azure IoT.Data dan Analitik. Data yang dikumpulkan dari perangkat IoT dianalisis untuk mendapatkan wawasan yang berguna. Analitik ini dapat dilakukan di cloud (cloud computing) atau di tepi jaringan (edge computing) untuk respons yang lebih cepat.Aplikasi dan Layanan. Aplikasi yang memanfaatkan data yang dikumpulkan dan dianalisis untuk menyediakan layanan yang bernilai tambah, seperti kebencanaan, manajemen energi, otomatisasi rumah, kota cerdas, pemantauan lingkungan dan kesehatan, transportasi dan lain sebagainya.Sistem telekomunikasi IoT ini terus berkembang. Teknologi ini membuat hidup menjadi lebih modern dan nyaman dengan segala kemudahan yang ditawarkan seperti:Otomatisasi dan Pengendalian. Sistem telekomunikasi cerdas memungkinkan otomatisasi berbagai proses seperti manajemen gedung, transportasi, dan pertanian. Misalnya, sistem penyiraman tanaman otomatis yang diaktifkan berdasarkan kelembaban tanah yang terdeteksi oleh sensor.Pemantauan dan Pengawasan. Sistem telekomunikasi IoT memungkinkan pemantauan jarak jauh terhadap aset dan infrastruktur, seperti jaringan listrik, jalur transportasi, dan fasilitas industri. Hal ini dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional.Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik. Pengumpulan dan pengiriman data yang dihasilkan oleh perangkat IoT melalui media telekomunikasi dapat dianalisis untuk memberikan wawasan yang mendalam, membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, kesehatan, dan manajemen lingkungan.Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas. Sistem telekomunikasi IoT mampu melakukan otomatisasi dan analitik yang cerdas, proses operasional dapat dioptimalkan, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.Interoperabilitas. Sistem telekomunikasi IoT memungkinkan berbagai perangkat dan sistem yang berbeda untuk berkomunikasi dan bekerja sama, menciptakan ekosistem yang terintegrasi dan lebih efisien.Fokus Tema Riset dan Topik Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan Call for Joint Collaboration OR EI Tahun Anggaran 2026 adalah sebagai berikut:TEMA RISETSistem Telekomunikasi IoT untuk Deteksi BencanaSistem Telekomunikasi IoT untuk Aplikasi Farming (Pertanian/ Peternakan/ Perikanan/ Aquaculture/ Agrikultur)Sistem Telekomunikasi IoT untuk Pemantauan LingkunganSistem Telekomunikasi IoT Industri (termasuk sistem otonom/ transportasi)Sistem Telekomunikasi IoT untuk KesehatanSistem Telekomunikasi IoT Deteksi Objek, SuaraTOPIK KEGIATANDesain AntenaSignal Processing and Vehicle NetworksRadio Frecuency and MicrowaveAdvanced Network ProtocolWireless CommunicationSensorComputer VisionKecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran MesinGPS, GIS, GNSSSistem KomunikasiSistem AktuatorSistem Manajemen Tenaga dan EnergiIntelligent instrumentIoT device securitySensor-device technology KAK, Format Proposal, Persyaratan, dan Ketentuan Lainnya dapat dilihat pada link berikut :https://s.id/CFJCOREI2026
Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah sangat luas, dengan posisi geografis yang terbentang di garis Khatulistiwa dan terletak diantara dua benua dan dua Samudra. Posisi geografis ini menjadikan Indonesia dianugerahi dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya yaitu dalam kekayaan alam hayati di Indonesia, namun letak geografis Indonesia menimbulkan terjadinya bencana alam yang tinggi. Saat ini berbagai permasalahan juga terjadi di wilayah Indonesia seperti semakin berkurangnya luasan hutan, degradasi lahan di daerah aliran sungai, penurunan kualitas air, penurunan muka tanah, pencemaran lingkungan, dan masalah lainnya yang diakibatkan oleh pengelolaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memantau kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan perubahannya secara periodik yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan metode pengelolaan sumberdaya alam yang yang paling tepat dan berkelanjutan. Teknologi Big Data merupakan peran kunci dalam mendorong inovasi, efisiensi, dan Keputusan berbasis data di berbagai Industri. Dengan terusnya berkembang volume, kecepatan, dan Variasi data, pentingnya Big Data akan terus meningkat, memberikan peluang dan tantangan baru bagi organisasi riset elektronika dan informatika. Big Data adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan volume data yang sangat besar, kompleks, dan terus berkembang yang sulit diolah dan dianalisis menggunakan metode atau alat tradisional. Konsep ini tidak hanya berfokus pada jumlah data, tetapi juga pada cara data tersebut diproses dan dianalisis untuk mendapatkan wawasan yang berguna. Ada beberapa aspek penting dari big data yang perlu dipahami:Volume: Merujuk pada jumlah data yang sangat besar. Misalnya, data yang dihasilkan oleh media sosial, sensor, transaksi online, dan perangkat IoT bisa sangat besar. Big data biasanya melibatkan terabyte hingga petabyte data.Velocity (Kecepatan): Mengacu pada kecepatan data yang dihasilkan dan diproses. Data bisa datang dengan cepat, seperti dalam kasus streaming data dari media sosial atau perangkat sensor yang mengirimkan data secara real-time.Variety (Kepelbagaian): Data big data datang dalam berbagai format dan jenis, termasuk data terstruktur (seperti tabel dalam basis data), semi-terstruktur (seperti XML atau JSON), dan tidak terstruktur (seperti teks, gambar, video).Veracity (Kebenaran): Menyangkut kualitas dan keakuratan data. Dalam big data, sering kali data yang dikumpulkan memiliki tingkat ketidakpastian atau kebisingan, sehingga penting untuk memilah dan memvalidasi data tersebut agar dapat menghasilkan wawasan yang valid.Value (Nilai): Mengacu pada kemampuan untuk mengekstrak nilai dan wawasan dari data. Big data tidak hanya tentang memiliki banyak data, tetapi juga tentang bagaimana data tersebut dapat dianalisis untuk memberikan informasi yang berharga dan mendukung pengambilan keputusan.Salah satu contoh Big data adalah data penginderaan jauh, data geospasial, dan crowdsourcing yang dapat digunakan dalam bidang Geoinformatika. Teknologi Geoinformatika mencakup teknologi penginderaan jauh, analisis data spasial secara Sistem Informasi Geografis (SIG) hingga teknik Geo-AI, dan platform data/informasi spasial merupakan teknologi yang terus berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan perubahannya. Saat ini banyak berbagai platform informasi yang telah dikembangkan untuk melakukan pemantauan kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan mitigasi bencana. Selain itu data Genomik merupakan kategori Big Data dalam bidang Bioinformatika, yang pemanfaatannya dapat digunakan untuk melihat potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu memperhatikan pelestariannya, juga belum banyak terungkapkan. Riset dan inovasi pada bidang hayati dasar dan pangan-pertanian yang vital untuk ketahanan pangan misalnya untuk menemukan bibit unggul dari sumber daya genetika membutuhkan data dan pengetahuan sampai ke tingkat genome. sampai saat ini, kekayaan biodiversitas Indonesia baik yang berasal dari non-human dan human belum banyak terungkapkan dan termanfaatkan. Untuk mengatasi gap antara potensi sumber daya biodiversitas dan pemanfaatannya diperlukan kegiatan riset berbasis Bioinformatika agar terungkapnya potensi biodiversitas Indonesia. Investasi infrastruktur riset untuk bioinformatika di BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) telah dilakukan secara masif. Infrastruktur alat laboratorium untuk akuisisi data multi-omics sampel hayati untuk mendapatkan data genom seperti alat sekuensing (Sanger, NGS, Long Reads- ONT), profiling protein dengan Cryo-TEM, alat-alat mass spectrometer dan lainnya. BRIN juga memiliki infrastruktur riset untuk komputasi dan penyimpanan dalam skala besar berupa kluster komputer untuk komputasi berkinerja tinggi (High Performance Computing) dalam skala PetaByte. Dalam hal ini, BRIN akan melakukan penggunaan Big Data dan analisis data untuk dapat memecahkan kompleks dalam bidang geoinformatika dan bioinformatika. Fokus Tema Riset yang dilakukan dalam kegiatan Call for Joint Collaboration OR EI Tahun Anggaran 2026 adalah sebagai berikut:Platform Geoinformatika bidang Ketahanan Pangan/ Lingkungan dan Kebencanaan/ Emisi Gas Rumah Kaca/ Sumber Daya Alam (Diharapkan riset yang aplikatif dan dapat diintegrasikan ke dalam GEOMIMO)Platform Bioinformatika: Analisis Data Genom/Multi-omics/Struktural Biologi (Pengembangan tools/pipelines)Komputasi Biologi/Kimia Komputasional: Pemodelan dan Simulasi Sistem Biologi dan Molecular (fokus kesehatan/precision medicine)Pengembangan Korpus untuk Bidang Kesehatan/ Pangan/ Lingkungan/ Pendidikan/ Pemerintahan Digital/ Bahasa Lokal/ Warisan Budaya/ Industri Kreatif/ termasuk Analysis Ready Data (ARD) Citra SatelitAI/Keamanan Siber untuk Kesehatan/ Pangan/ Lingkungan/ Pendidikan/ Pemerintahan Digital/ Bahasa Lokal/ Warisan Budaya/ Industri KreatifCrowdsourcing/Pemetaan Partisipatif/ Citizen Science Platform (Untuk Biodiversitas/Sosial Budaya) KAK, Format Proposal, Persyaratan, dan Ketentuan Lainnya dapat dilihat pada link berikut :https://s.id/CFJCOREI2026
Eksplorasi sumber daya air mencakup kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menemukan, mengevaluasi, dan mengelola potensi sumber daya alam yang terdapat di perairan. Beberapa sumber daya perairan yang sering di eksplorasi meliputi ikan, minyak dan gas bumi, mineral, obat-obatan, dan energi terbarukan.Deteksi sumber daya perairan merupakan langkah penting dalam pemahaman, pemantauan, dan pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat di perairan sekitarnya. Deteksi sumber daya perairan membantu dalam manajemen perikanan dengan memantau populasi ikan, penyebaran mereka, dan aktivitas ekosistem perairan. Informasi ini membantu dalam mengambil keputusan yang lebih baik terkait dengan kuota penangkapan dan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. Dengan menggunakan teknologi deteksi, kita dapat menghindari praktik overfishing yang dapat merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan. Deteksi dapat membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi dengan populasi ikan yang tinggi dan memastikan bahwa penangkapan dilakukan dengan batasan yang sesuai.Selain itu, deteksi sumber daya perairan membantu dalam pemantauan kondisi lingkungan perairan, termasuk suhu air, tingkat keasaman, polusi, dan perubahan iklim. Informasi ini penting untuk pemahaman dampak manusia terhadap lingkungan perairan dan untuk mengambil langkah-langkah konservasi yang sesuai. Deteksi bawah air digunakan untuk mengeksplorasi potensi sumber daya mineral dan energi di dasar perairan, seperti minyak dan gas bumi, mineral, serta potensi energi terbarukan seperti energi ombak dan pasang surut. Informasi yang diperoleh melalui deteksi sumber daya perairan membantu dalam melindungi dan memelihara keanekaragaman hayati perairan. Ini termasuk identifikasi dan perlindungan terumbu karang, pengelolaan area konservasi perairan, dan pemantauan migrasi spesies perairan.Deteksi juga berperan dalam keamanan maritim dengan membantu dalam melacak pergerakan kapal, mendeteksi kapal selam, dan mengidentifikasi aktivitas maritim yang mencurigakan. Ini penting untuk tujuan pertahanan nasional dan keamanan perairan. Sistem deteksi juga dapat digunakan untuk memantau potensi bencana alam di perairan, seperti tsunami atau gempa bumi bawah air. Hal ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang tepat. Sementara deteksi sumber daya perairan membantu dalam pengelolaan pesisir, termasuk pemantauan erosi pantai, perubahan garis pantai, dan pengelolaan infrastruktur pesisir.Memahami perairan akan sangat membantu dalam mempelajari perubahan iklim Bumi, metode perlindungan lingkungan, dan proses evolusi biologis. Selain itu, perairan mengandung sejumlah besar sumber daya, termasuk hidrokarbon, mineral, angin hidrotermal, dan sumber daya biologis, yang menarik minat besar dari manusia. Penjelajahan perairan bisa kembali dari waktu yang lama. Penerbangan ilmiah global pertama dilakukan oleh HMS Challenger pada abad ke-19, tetapi metode eksplorasi pada saat itu sederhana dan bahkan primitif. Saat ini, dengan pengembangan teknologi sensor, berbagai metode sensor berdasarkan optik, akustik, dan elektromagnetik secara luas diterapkan untuk pengamatan dan eksplorasi perairan. Sensor akustik berisi berbagai perangkat sonar untuk peta dasar perairan, navigasi tenggelam, dan objek bawah air. Teknologi sensor optik yang diterapkan untuk eksplorasi perairan meliputi pencitraan bawah air untuk inspeksi objek, spektroskopi, dan fluoro fotometer untuk pemantauan parameter lingkungan. Teknologi elektromagnetik digunakan untuk deteksi logam bawah air seperti tambang dan sumber daya mineral, dan untuk inspeksi bawah air kabel dan pipa.Berbagai jenis kapal selam sangat penting untuk kendaraan dalam eksplorasi perairan. Ini dapat diklasifikasikan sebagai kendaraan yang diduduki manusia (HOV), kendaraan beroperasi jarak jauh (ROV), mobil bawah air otonom (AUV), ROV dan AUV hibrida (HROV atau ARV), dan glider bawah air. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya permintaan untuk eksploitasi perairan, AUV multifungsi, dan cerdas, yang dapat digunakan untuk berbagai tugas, diharapkan untuk eksplorasi karena area luas perairan dan eksploration biaya tinggi dengan ROV. Pengembangan tipe baru dan multifungsi AUV juga telah menempatkan persyaratan baru pada kecerdasan dan miniaturisasi sensor. Gambar 2 menunjukkan potensi aplikasi yang dapat dikembangkan dalam riset bawah air. Berbagai macam aplikasi mulai dari monitoring, kebencanaan, sosial budaya, navigasi dan keamanan menjadi spektrum aplikasi yang luas, bermacam-macam dan urgen dari eksplorasi bawah air di Indonesia. Sayangnya hingga saat ini riset bawah air masih belum dilakukan secara masif. Walaupun arahan dan instruksi presiden dan visi serta misi kemandirian maritim sudah mulai dicanangkan, dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, riset mengenai bawah air menjadi sangat urgent. Kegiatan Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Jaringan Detektor Bawah Air diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam hal: Dukungan Terhadap Peningkatan Skor Global Innovation Index, khususnya terkait adopsi Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek);Penciptaan inovasi berjalan dari hulu hingga komersialisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional;Dukungan terhadap sejumlah capaian pada target SDGs;Dukungan peningkatan produktivitas dan daya saing;Dukungan terhadap program pemerintah Asta Cita, khususnya bidang pangan, energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. TEMA RISET 1. Sistem dan Sensor Pemantauan Kualitas Air2. Sistem dan Sensor untuk Identifikasi Objek Bawah Air3. Sistem Monitoring Lingkungan dan Ekosistem Bawah Air4. Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Sistem Gerak Cerdas untuk Operasional Detektor5. Sistem Elektronika dan Akuisisi Data untuk Detektor6. Sistem Telekomunikasi dapat berbasis Akustik, Optik, dan Radio untuk Transmisi Data Detektor7. Human–Machine Interface (HMI) untuk Kendali dan Visualisasi Sistem Detektor8. Decision Support System (DSS) dan Sistem Peringatan Dini Berbasis Data Detektor9. Pengembangan Teknologi Lainnya Terkait Sistem Detektor Bawah Air KAK Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Jaringan Detektor Bawah Air dapat diakses pada link : https://s.id/CFJCOREI2026
Eksplorasi sumber daya air mencakup kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menemukan, mengevaluasi, dan mengelola potensi sumber daya alam yang terdapat di perairan. Beberapa sumber daya perairan yang sering di eksplorasi meliputi ikan, minyak dan gas bumi, mineral, obat-obatan, dan energi terbarukan.Deteksi sumber daya perairan merupakan langkah penting dalam pemahaman, pemantauan, dan pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat di perairan sekitarnya. Deteksi sumber daya perairan membantu dalam manajemen perikanan dengan memantau populasi ikan, penyebaran mereka, dan aktivitas ekosistem perairan. Informasi ini membantu dalam mengambil keputusan yang lebih baik terkait dengan kuota penangkapan dan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. Dengan menggunakan teknologi deteksi, kita dapat menghindari praktik overfishing yang dapat merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan. Deteksi dapat membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi dengan populasi ikan yang tinggi dan memastikan bahwa penangkapan dilakukan dengan batasan yang sesuai.Selain itu, deteksi sumber daya perairan membantu dalam pemantauan kondisi lingkungan perairan, termasuk suhu air, tingkat keasaman, polusi, dan perubahan iklim. Informasi ini penting untuk pemahaman dampak manusia terhadap lingkungan perairan dan untuk mengambil langkah-langkah konservasi yang sesuai. Deteksi bawah air digunakan untuk mengeksplorasi potensi sumber daya mineral dan energi di dasar perairan, seperti minyak dan gas bumi, mineral, serta potensi energi terbarukan seperti energi ombak dan pasang surut. Informasi yang diperoleh melalui deteksi sumber daya perairan membantu dalam melindungi dan memelihara keanekaragaman hayati perairan. Ini termasuk identifikasi dan perlindungan terumbu karang, pengelolaan area konservasi perairan, dan pemantauan migrasi spesies perairan.Deteksi juga berperan dalam keamanan maritim dengan membantu dalam melacak pergerakan kapal, mendeteksi kapal selam, dan mengidentifikasi aktivitas maritim yang mencurigakan. Ini penting untuk tujuan pertahanan nasional dan keamanan perairan. Sistem deteksi juga dapat digunakan untuk memantau potensi bencana alam di perairan, seperti tsunami atau gempa bumi bawah air. Hal ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang tepat. Sementara deteksi sumber daya perairan membantu dalam pengelolaan pesisir, termasuk pemantauan erosi pantai, perubahan garis pantai, dan pengelolaan infrastruktur pesisir.Memahami perairan akan sangat membantu dalam mempelajari perubahan iklim Bumi, metode perlindungan lingkungan, dan proses evolusi biologis. Selain itu, perairan mengandung sejumlah besar sumber daya, termasuk hidrokarbon, mineral, angin hidrotermal, dan sumber daya biologis, yang menarik minat besar dari manusia. Penjelajahan perairan bisa kembali dari waktu yang lama. Penerbangan ilmiah global pertama dilakukan oleh HMS Challenger pada abad ke-19, tetapi metode eksplorasi pada saat itu sederhana dan bahkan primitif. Saat ini, dengan pengembangan teknologi sensor, berbagai metode sensor berdasarkan optik, akustik, dan elektromagnetik secara luas diterapkan untuk pengamatan dan eksplorasi perairan. Sensor akustik berisi berbagai perangkat sonar untuk peta dasar perairan, navigasi tenggelam, dan objek bawah air. Teknologi sensor optik yang diterapkan untuk eksplorasi perairan meliputi pencitraan bawah air untuk inspeksi objek, spektroskopi, dan fluoro fotometer untuk pemantauan parameter lingkungan. Teknologi elektromagnetik digunakan untuk deteksi logam bawah air seperti tambang dan sumber daya mineral, dan untuk inspeksi bawah air kabel dan pipa.Berbagai jenis kapal selam sangat penting untuk kendaraan dalam eksplorasi perairan. Ini dapat diklasifikasikan sebagai kendaraan yang diduduki manusia (HOV), kendaraan beroperasi jarak jauh (ROV), mobil bawah air otonom (AUV), ROV dan AUV hibrida (HROV atau ARV), dan glider bawah air. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya permintaan untuk eksploitasi perairan, AUV multifungsi, dan cerdas, yang dapat digunakan untuk berbagai tugas, diharapkan untuk eksplorasi karena area luas perairan dan eksploration biaya tinggi dengan ROV. Pengembangan tipe baru dan multifungsi AUV juga telah menempatkan persyaratan baru pada kecerdasan dan miniaturisasi sensor. Gambar 2 menunjukkan potensi aplikasi yang dapat dikembangkan dalam riset bawah air. Berbagai macam aplikasi mulai dari monitoring, kebencanaan, sosial budaya, navigasi dan keamanan menjadi spektrum aplikasi yang luas, bermacam-macam dan urgen dari eksplorasi bawah air di Indonesia. Sayangnya hingga saat ini riset bawah air masih belum dilakukan secara masif. Walaupun arahan dan instruksi presiden dan visi serta misi kemandirian maritim sudah mulai dicanangkan, dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, riset mengenai bawah air menjadi sangat urgent. Kegiatan Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Jaringan Detektor Bawah Air diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam hal: Dukungan Terhadap Peningkatan Skor Global Innovation Index, khususnya terkait adopsi Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek);Penciptaan inovasi berjalan dari hulu hingga komersialisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional;Dukungan terhadap sejumlah capaian pada target SDGs;Dukungan peningkatan produktivitas dan daya saing;Dukungan terhadap program pemerintah Asta Cita, khususnya bidang pangan, energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. TEMA RISET 1. Sistem dan Sensor Pemantauan Kualitas Air2. Sistem dan Sensor untuk Identifikasi Objek Bawah Air3. Sistem Monitoring Lingkungan dan Ekosistem Bawah Air4. Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Sistem Gerak Cerdas untuk Operasional Detektor5. Sistem Elektronika dan Akuisisi Data untuk Detektor6. Sistem Telekomunikasi dapat berbasis Akustik, Optik, dan Radio untuk Transmisi Data Detektor7. Human–Machine Interface (HMI) untuk Kendali dan Visualisasi Sistem Detektor8. Decision Support System (DSS) dan Sistem Peringatan Dini Berbasis Data Detektor9. Pengembangan Teknologi Lainnya Terkait Sistem Detektor Bawah Air KAK Rumah Program Purwarupa Hasil Riset Inovasi Jaringan Detektor Bawah Air dapat diakses pada link : https://s.id/CFJCOREI2026
Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah sangat luas, dengan posisi geografis yang terbentang di garis Khatulistiwa dan terletak diantara dua benua dan dua Samudra. Posisi geografis ini menjadikan Indonesia dianugerahi dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya yaitu dalam kekayaan alam hayati di Indonesia, namun letak geografis Indonesia menimbulkan terjadinya bencana alam yang tinggi. Saat ini berbagai permasalahan juga terjadi di wilayah Indonesia seperti semakin berkurangnya luasan hutan, degradasi lahan di daerah aliran sungai, penurunan kualitas air, penurunan muka tanah, pencemaran lingkungan, dan masalah lainnya yang diakibatkan oleh pengelolaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memantau kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan perubahannya secara periodik yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan metode pengelolaan sumberdaya alam yang yang paling tepat dan berkelanjutan. Teknologi Big Data merupakan peran kunci dalam mendorong inovasi, efisiensi, dan Keputusan berbasis data di berbagai Industri. Dengan terusnya berkembang volume, kecepatan, dan Variasi data, pentingnya Big Data akan terus meningkat, memberikan peluang dan tantangan baru bagi organisasi riset elektronika dan informatika. Big Data adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan volume data yang sangat besar, kompleks, dan terus berkembang yang sulit diolah dan dianalisis menggunakan metode atau alat tradisional. Konsep ini tidak hanya berfokus pada jumlah data, tetapi juga pada cara data tersebut diproses dan dianalisis untuk mendapatkan wawasan yang berguna. Ada beberapa aspek penting dari big data yang perlu dipahami:Volume: Merujuk pada jumlah data yang sangat besar. Misalnya, data yang dihasilkan oleh media sosial, sensor, transaksi online, dan perangkat IoT bisa sangat besar. Big data biasanya melibatkan terabyte hingga petabyte data.Velocity (Kecepatan): Mengacu pada kecepatan data yang dihasilkan dan diproses. Data bisa datang dengan cepat, seperti dalam kasus streaming data dari media sosial atau perangkat sensor yang mengirimkan data secara real-time.Variety (Kepelbagaian): Data big data datang dalam berbagai format dan jenis, termasuk data terstruktur (seperti tabel dalam basis data), semi-terstruktur (seperti XML atau JSON), dan tidak terstruktur (seperti teks, gambar, video).Veracity (Kebenaran): Menyangkut kualitas dan keakuratan data. Dalam big data, sering kali data yang dikumpulkan memiliki tingkat ketidakpastian atau kebisingan, sehingga penting untuk memilah dan memvalidasi data tersebut agar dapat menghasilkan wawasan yang valid.Value (Nilai): Mengacu pada kemampuan untuk mengekstrak nilai dan wawasan dari data. Big data tidak hanya tentang memiliki banyak data, tetapi juga tentang bagaimana data tersebut dapat dianalisis untuk memberikan informasi yang berharga dan mendukung pengambilan keputusan.Salah satu contoh Big data adalah data penginderaan jauh, data geospasial, dan crowdsourcing yang dapat digunakan dalam bidang Geoinformatika. Teknologi Geoinformatika mencakup teknologi penginderaan jauh, analisis data spasial secara Sistem Informasi Geografis (SIG) hingga teknik Geo-AI, dan platform data/informasi spasial merupakan teknologi yang terus berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan perubahannya. Saat ini banyak berbagai platform informasi yang telah dikembangkan untuk melakukan pemantauan kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan mitigasi bencana. Selain itu data Genomik merupakan kategori Big Data dalam bidang Bioinformatika, yang pemanfaatannya dapat digunakan untuk melihat potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu memperhatikan pelestariannya, juga belum banyak terungkapkan. Riset dan inovasi pada bidang hayati dasar dan pangan-pertanian yang vital untuk ketahanan pangan misalnya untuk menemukan bibit unggul dari sumber daya genetika membutuhkan data dan pengetahuan sampai ke tingkat genome. sampai saat ini, kekayaan biodiversitas Indonesia baik yang berasal dari non-human dan human belum banyak terungkapkan dan termanfaatkan. Untuk mengatasi gap antara potensi sumber daya biodiversitas dan pemanfaatannya diperlukan kegiatan riset berbasis Bioinformatika agar terungkapnya potensi biodiversitas Indonesia. Investasi infrastruktur riset untuk bioinformatika di BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) telah dilakukan secara masif. Infrastruktur alat laboratorium untuk akuisisi data multi-omics sampel hayati untuk mendapatkan data genom seperti alat sekuensing (Sanger, NGS, Long Reads- ONT), profiling protein dengan Cryo-TEM, alat-alat mass spectrometer dan lainnya. BRIN juga memiliki infrastruktur riset untuk komputasi dan penyimpanan dalam skala besar berupa kluster komputer untuk komputasi berkinerja tinggi (High Performance Computing) dalam skala PetaByte. Dalam hal ini, BRIN akan melakukan penggunaan Big Data dan analisis data untuk dapat memecahkan kompleks dalam bidang geoinformatika dan bioinformatika. Fokus Tema Riset yang dilakukan dalam kegiatan Call for Joint Collaboration OR EI Tahun Anggaran 2026 adalah sebagai berikut:Platform Geoinformatika bidang Ketahanan Pangan/ Lingkungan dan Kebencanaan/ Emisi Gas Rumah Kaca/ Sumber Daya Alam (Diharapkan riset yang aplikatif dan dapat diintegrasikan ke dalam GEOMIMO)Platform Bioinformatika: Analisis Data Genom/Multi-omics/Struktural Biologi (Pengembangan tools/pipelines)Komputasi Biologi/Kimia Komputasional: Pemodelan dan Simulasi Sistem Biologi dan Molecular (fokus kesehatan/precision medicine)Pengembangan Korpus untuk Bidang Kesehatan/ Pangan/ Lingkungan/ Pendidikan/ Pemerintahan Digital/ Bahasa Lokal/ Warisan Budaya/ Industri Kreatif/ termasuk Analysis Ready Data (ARD) Citra SatelitAI/Keamanan Siber untuk Kesehatan/ Pangan/ Lingkungan/ Pendidikan/ Pemerintahan Digital/ Bahasa Lokal/ Warisan Budaya/ Industri KreatifCrowdsourcing/Pemetaan Partisipatif/ Citizen Science Platform (Untuk Biodiversitas/Sosial Budaya) KAK, Format Proposal, Persyaratan, dan Ketentuan Lainnya dapat dilihat pada link berikut :https://s.id/CFJCOREI2026
Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah sangat luas, dengan posisi geografis yang terbentang di garis Khatulistiwa dan terletak diantara dua benua dan dua Samudra. Posisi geografis ini menjadikan Indonesia dianugerahi dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya yaitu dalam kekayaan alam hayati di Indonesia, namun letak geografis Indonesia menimbulkan terjadinya bencana alam yang tinggi. Saat ini berbagai permasalahan juga terjadi di wilayah Indonesia seperti semakin berkurangnya luasan hutan, degradasi lahan di daerah aliran sungai, penurunan kualitas air, penurunan muka tanah, pencemaran lingkungan, dan masalah lainnya yang diakibatkan oleh pengelolaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memantau kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan perubahannya secara periodik yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan metode pengelolaan sumberdaya alam yang yang paling tepat dan berkelanjutan. Teknologi Big Data merupakan peran kunci dalam mendorong inovasi, efisiensi, dan Keputusan berbasis data di berbagai Industri. Dengan terusnya berkembang volume, kecepatan, dan Variasi data, pentingnya Big Data akan terus meningkat, memberikan peluang dan tantangan baru bagi organisasi riset elektronika dan informatika. Big Data adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan volume data yang sangat besar, kompleks, dan terus berkembang yang sulit diolah dan dianalisis menggunakan metode atau alat tradisional. Konsep ini tidak hanya berfokus pada jumlah data, tetapi juga pada cara data tersebut diproses dan dianalisis untuk mendapatkan wawasan yang berguna. Ada beberapa aspek penting dari big data yang perlu dipahami:Volume: Merujuk pada jumlah data yang sangat besar. Misalnya, data yang dihasilkan oleh media sosial, sensor, transaksi online, dan perangkat IoT bisa sangat besar. Big data biasanya melibatkan terabyte hingga petabyte data.Velocity (Kecepatan): Mengacu pada kecepatan data yang dihasilkan dan diproses. Data bisa datang dengan cepat, seperti dalam kasus streaming data dari media sosial atau perangkat sensor yang mengirimkan data secara real-time.Variety (Kepelbagaian): Data big data datang dalam berbagai format dan jenis, termasuk data terstruktur (seperti tabel dalam basis data), semi-terstruktur (seperti XML atau JSON), dan tidak terstruktur (seperti teks, gambar, video).Veracity (Kebenaran): Menyangkut kualitas dan keakuratan data. Dalam big data, sering kali data yang dikumpulkan memiliki tingkat ketidakpastian atau kebisingan, sehingga penting untuk memilah dan memvalidasi data tersebut agar dapat menghasilkan wawasan yang valid.Value (Nilai): Mengacu pada kemampuan untuk mengekstrak nilai dan wawasan dari data. Big data tidak hanya tentang memiliki banyak data, tetapi juga tentang bagaimana data tersebut dapat dianalisis untuk memberikan informasi yang berharga dan mendukung pengambilan keputusan.Salah satu contoh Big data adalah data penginderaan jauh, data geospasial, dan crowdsourcing yang dapat digunakan dalam bidang Geoinformatika. Teknologi Geoinformatika mencakup teknologi penginderaan jauh, analisis data spasial secara Sistem Informasi Geografis (SIG) hingga teknik Geo-AI, dan platform data/informasi spasial merupakan teknologi yang terus berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan perubahannya. Saat ini banyak berbagai platform informasi yang telah dikembangkan untuk melakukan pemantauan kondisi sumberdaya alam, lingkungan, dan mitigasi bencana. Selain itu data Genomik merupakan kategori Big Data dalam bidang Bioinformatika, yang pemanfaatannya dapat digunakan untuk melihat potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu memperhatikan pelestariannya, juga belum banyak terungkapkan. Riset dan inovasi pada bidang hayati dasar dan pangan-pertanian yang vital untuk ketahanan pangan misalnya untuk menemukan bibit unggul dari sumber daya genetika membutuhkan data dan pengetahuan sampai ke tingkat genome. sampai saat ini, kekayaan biodiversitas Indonesia baik yang berasal dari non-human dan human belum banyak terungkapkan dan termanfaatkan. Untuk mengatasi gap antara potensi sumber daya biodiversitas dan pemanfaatannya diperlukan kegiatan riset berbasis Bioinformatika agar terungkapnya potensi biodiversitas Indonesia. Investasi infrastruktur riset untuk bioinformatika di BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) telah dilakukan secara masif. Infrastruktur alat laboratorium untuk akuisisi data multi-omics sampel hayati untuk mendapatkan data genom seperti alat sekuensing (Sanger, NGS, Long Reads- ONT), profiling protein dengan Cryo-TEM, alat-alat mass spectrometer dan lainnya. BRIN juga memiliki infrastruktur riset untuk komputasi dan penyimpanan dalam skala besar berupa kluster komputer untuk komputasi berkinerja tinggi (High Performance Computing) dalam skala PetaByte. Dalam hal ini, BRIN akan melakukan penggunaan Big Data dan analisis data untuk dapat memecahkan kompleks dalam bidang geoinformatika dan bioinformatika. Fokus Tema Riset yang dilakukan dalam kegiatan Call for Joint Collaboration OR EI Tahun Anggaran 2026 adalah sebagai berikut:Platform Geoinformatika bidang Ketahanan Pangan/ Lingkungan dan Kebencanaan/ Emisi Gas Rumah Kaca/ Sumber Daya Alam (Diharapkan riset yang aplikatif dan dapat diintegrasikan ke dalam GEOMIMO)Platform Bioinformatika: Analisis Data Genom/Multi-omics/Struktural Biologi (Pengembangan tools/pipelines)Komputasi Biologi/Kimia Komputasional: Pemodelan dan Simulasi Sistem Biologi dan Molecular (fokus kesehatan/precision medicine)Pengembangan Korpus untuk Bidang Kesehatan/ Pangan/ Lingkungan/ Pendidikan/ Pemerintahan Digital/ Bahasa Lokal/ Warisan Budaya/ Industri Kreatif/ termasuk Analysis Ready Data (ARD) Citra SatelitAI/Keamanan Siber untuk Kesehatan/ Pangan/ Lingkungan/ Pendidikan/ Pemerintahan Digital/ Bahasa Lokal/ Warisan Budaya/ Industri KreatifCrowdsourcing/Pemetaan Partisipatif/ Citizen Science Platform (Untuk Biodiversitas/Sosial Budaya) KAK, Format Proposal, Persyaratan, dan Ketentuan Lainnya dapat dilihat pada link berikut :https://s.id/CFJCOREI2026