Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya
Program Riset Inovasi Strategis adalah skema pendanaan kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini dirancang untuk menjawab isu strategis nasional melalui riset yang berdampak transformatif (innovation for transformative change) dan selaras dengan misi Asta Cita serta RPJMN 2025-2045.Fokus utama pendanaan ini mencakup 8 tema strategis: (1) Ketahanan Pangan; (2) Ketahanan Kesehatan; (3) Ketahanan Energi; (4) Ketahanan Air; (5) Kebencanaan; (6) Padat Karya dan Ekonomi Kreatif; (7) Pertahanan; dan (8) Frontier Science (Genomik, Satelit, Nuklir, Material Maju).Pendanaan bersifat lintas tahun hingga maksimal 3 tahun. Setiap usulan wajib menghasilkan luaran utama berupa produk riset (kebijakan, solusi sosial, atau teknologi tepat guna) yang terhilirisasi, serta luaran tambahan berupa Karya Tulis Ilmiah (KTI) di jurnal internasional bereputasi (Q1/Q2) dan Kekayaan Intelektual (Paten/PVT). Skema ini menekankan pada riset berbasis kebutuhan pemanfaat hasil riset dan mendorong kolaborasi lintas unit serta lintas institusi untuk menciptakan ekosistem riset yang kuat.
Skema ProgramSkema Pengujian Produk Inovasi Teknologi yang selanjutnya disebut Skema PPIT adalah skema fasilitasi riset dan inovasi yang dilaksanakan oleh BRIN bekerja sama dengan LPDP untuk melakukan hilirisasi hasil riset bidang teknologi menjadi produk yang dapat diproduksi secara massal di industri dan digunakan oleh industri, masyarakat, dan/atau pemerintah, sebagai bagian dari Program Pendanaan RIIM.Tujuanmenghasilkan produk Inovasi Teknologi yang telah atau lolos uji dan siap dimanfaatkan secara luasbagi masyarakat;mendorong sinergisme dan kolaborasi antara BRIN, lembaga pengujian, dan industri dalam kerangka pemanfaatan hasil riset; danmendorong percepatan hilirisasi hasil riset bidang teknologi.Luarandokumen data dan informasi hasil PPIT yang dikeluarkan oleh lembaga pengujian yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan regulator;dokumen kekayaan intelektual yang dimanfaatkan; danproduk Inovasi Teknologi yang teruji dan terstandarisasi serta siap untuk diproduksi dan dipasarkan.Objek Prioritasyang dapat difasilitasi melalui Skema PPIT merupakan hasil riset yang telah terbukti secara ilmiah antara lain meliputi:elektronika dan informatika;energi dan manufaktur;hayati dan lingkungan;kebumian dan maritim;nanoteknologi dan material;penerbangan dan antariksa;tenaga nuklir; dantransportasi;
Skema ProgramSkema Pengujian Produk Inovasi Pertanian yang selanjutnya disebut Skema PPIP adalah skema fasilitasi riset dan inovasi yang bertujuan mendorong percepatan hilirisasi hasil riset bidang pertanian, Perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai bagian dari Program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju.Tujuan:Menghasilkan produk inovasi bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang teruji dan siap dimanfaatkan secara luas bagi masyarakat;Mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga litbang, perguruan tinggi, lembaga pengujian dan industri dalam kerangka pemanfaatan hasil riset; danMendorong percepatan hilirisasi hasil riset bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.Luaran:Dokumen data dan informasi hasil pengujian produk inovasi bidang pertanian, Perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dikeluarkan oleh lembaga uji yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan regulator.Dokumen Kekayaan Intelektual yang dimanfaatkan.Produk inovasi bidang pertanian, Perkebunan, peternakan, dan perikanan yang teruji dan terstandarisasi serta siap untuk diproduksi dan dipasarkan.Objek Prioritasyang dapat difasilitasi merupakan hasil riset yang telah terbukti secara ilmiah yang meliputi namun tidak terbatas pada:varietas bibit unggul, seperti tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, dan tanaman pakan ternak;pakan ternak dan pakan ikan;pupuk;penanggulangan hama (pestisida, herbisida, dll);rumpun/galur ternak;obat dan vaksin hewan; danbenih/bibit ternak dan ikan.
Skema ProgramSkema Pengujian Produk Inovasi Kesehatan merupakan Skema Pengujian dari BRIN sebagai penyedia program dan sponsor bersama mitra industri untuk melakukan pelaksanaan pengujian pra-klinik atau uji klinik atas kandidat produk inovasi kesehatan yang akan diedarkan. Skema ini terbuka bagi industri yang bekerjasama dengan Periset pemilik kekayaan intelektual dari BRIN, perguruan tinggi, atau Lembaga riset. Skema ini merupakan Skema penyediaan laboratorium pengujian atau Organisasi Riset Kontrak (ORK)/Clinical Research Organization (CRO) untuk melakukan pelaksanaan pengujian pra-klinik atau klinik atas kandidat produk inovasi kesehatan. Tipe ProgramSkema Pengujian Produk Inovasi Kesehatan terdiri dari 3 tipe program yaitu : A. Pelaksanaan uji pra-klinik Produk Inovasi Kesehatan B. Pengajuan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) ke Regulator C. Pelaksanaan uji klinik Produk Inovasi Kesehatan. BidangPrioritasObjek yang dapat difasilitasi dalam Skema Pengujian Produk Inovasi Kesehatan merupakan kandidat-kandidat yang telah terbukti secara ilmiah dari:obat herbal terstandar;fitofarmaka;obat;vaksin;alat kesehatan;pangan berklaim; dan/ataukosmetika.
Latar BelakangSebagai National Focal Point untuk Convention on Biological Diversity (CBD), BRIN juga memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan nasional terkait keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya ilmiah lainnya. Untuk menjawab tantangan dan menjalankan mandat tersebut, program “Akuisisi dan Pengelolaan Pengetahuan Data Keanekaragaman Hayati, Arkeologi, dan Geologi” dirancang sebagai upaya strategis. Program ini bertujuan untuk mengakuisisi, mengekstraksi, dan menyajikan data koleksi ilmiah secara lebih mendalam dan terintegrasi. Dengan pendekatan berbasis big data dan teknologi mutakhir, program ini berupaya memastikan ketersediaan dan keterpakaian data bagi komunitas ilmiah, sektor industri, dan pembuat kebijakan.Salah satu komponen utama program ini adalah pengembangan Repositori Ilmiah Nasional (RIN), yang berfungsi sebagai platform utama penyimpanan dan penyediaan data koleksi ilmiah secara digital. Teknologi seperti sekuensing DNA, pencitraan 2D/3D, analisis biokimia, dan penanggalan radiometrik akan digunakan untuk memperkaya konten data koleksi yang dihasilkan.Selaras dengan arah kebijakan nasional, program ini mendukung visi Indonesia untuk menjadi pusat riset global berbasis kekayaan alam dan budaya. Dengan sistem data ilmiah yang terstruktur dan berbasis teknologi, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan posisi tawarnya dalam kolaborasi riset internasional, serta mampu memantau dan mengelola sumber daya secara non-invasif dan berkelanjutan.Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkuat infrastruktur data ilmiah nasional, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pendekatan akuisisi dan pengelolaan data yang lebih modern dan terpadu, Indonesia dapat mendorong inovasi berbasis kekayaan lokal, serta menjamin kelestarian sumber daya hayati, arkeologi, dan geologi bangsa.TujuanProgram “Akuisisi dan Pengelolaan Pengetahuan Data Keanekaragaman Hayati, Arkeologi, dan Geologi” bertujuan untuk:Melakukan akuisisi, ekstraksi, dan perangkuman informasi karakteristik sumber daya hayati, arkeologi, dan geologi berdasarkan koleksi ilmiah nasional;Menghasilkan big data koleksi ilmiah yang komprehensif, akurat, terbarui, dan tervalidasi dengan memanfaatkan teknologi modern;Menyusun sistem data koleksi ilmiah terpadu dan terstandar yang dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan;Mendukung pengembangan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sebagai rujukan utama penyediaan data ilmiah untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi, inovasi, serta perumusan kebijakan berbasis sains.ManfaatMeningkatkan ketersediaan data ilmiah yang berkualitas melalui sistem dokumentasi koleksi yang lebih mendalam dan terintegrasi;Mendukung riset lintas bidang dan multidisiplin, termasuk dalam studi biodiversitas, geologi, konservasi, hingga bioinformatika;Mendorong pemanfaatan teknologi terkini seperti sekuensing DNA, digital imaging, dan spektrometri untuk memperkaya informasi koleksi;Memperkuat infrastruktur nasional bidang data ilmiah, sehingga meningkatkan daya saing dan kemandirian ilmu pengetahuan Indonesias;Mendukung transformasi digital pengelolaan koleksi ilmiah secara nasional untuk keberlanjutan data dan pengetahuan.Alur Kegiatan ProgramSecara teknis, alur kegiatan akusisi data hayati, arkeologi, dan geologi terdiri atas langkah-langkah berikut (sebagaimana ditampilkan pada Gambar di link ini https://drive.google.com/file/d/1FPbyMdRaq6PZhPCzC6WBxw3bcoLX4XWB/view?usp=sharing):Pengusulan dan Penyerahan Spesimen oleh Periset. Periset, dalam hal ini sebagai Depositor, mengusulkan spesimen koleksi melalui RIN. Usulan harus disertai dengan data awal spesimen serta dokumen pendukung lainnya. Kemudian juga melakukan penyerahan spesimen ke Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Penyerahan dapat melalui Wajib Serah Wajib Simpan (WSWS) atau skema lainnya;Verifikasi dan Validasi Spesimen. Usulan spesimen kemudian dikurasi dan dilakukan evaluasi kelayakan untuk analisis lebih lanjut. Pada tahap ini Depositor direkomendasikan untuk mengajukan pendanaan dan fasilitasi RIIM untuk analisis lanjutan dari spesimen calon koleksi/koleksi ilmiah yang diteliti;Pengajuan Pendanaan dan Fasilitasi RIIM. Spesimen yang telah melalui verifikasi dapat diajukan ke dalam skema pendanaan RIIM untuk difasilitasi analisis lanjut. Proses ini mencakup seleksi berdasarkan kelayakan ilmiah, kesiapan laboratorium, dan relevansi dengan sub-tema program. Kegiatan RIIM Akuisisi juga meliputi layanan analisis protein tunggal (Single Protein Analysis), Cryo-tomography dan pemrosesan data Cryo-EM untuk rekonstruksi dengan memanfaatkan fasilitas HPC BRIN hingga diperoleh struktur 3D protein;Pelaksanaan Analisis dan Pengujian di Laboratorium. Spesimen calon koleksi/koleksi ilmiah dianalisis menggunakan metode sesuai sub-tema: sekuensing DNA, pencitraan struktur 3D, radiometri, biokimia, dan komposisi material. Seluruh proses mengacu pada SOP laboratorium BRIN dan standar mutu yang berlaku;Input dan Integrasi Data ke Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Hasil data yang telah terverifikasi dikurasi dan dimasukkan ke sistem RIN untuk dapat diakses oleh publik maupun pemangku kepentingan tertentu dengan pengaturan akses berbasis kebijakan data terbuka;Pemanfaatan Data untuk Analisis Lanjut. Data yang telah terunggah ke RIN dapat dimanfaatkan oleh periset, institusi, dan mitra lain untuk keperluan riset lanjutan, konservasi, edukasi, pemodelan kebijakan, atau inovasi teknologi berbasis sumber daya alam.Alur Kerja Open Call ProposalLaunching dan Sosialisasi programMengisi formulir di https://pendanaan-risnov.brin.go.idsumbit proposal sesuai dengan template, template dapat diakses pada link :verifikasi administrasi dan seleksipenetapan surat keputusanpengajuan uji/ karakterisasi di laboratoriumpelaksanaan uji/ karakterisasi di laboratoriumInput data ilmiah hasil uji/ karakterisasi di laboratoriumMonev dan publikasi ilmiah Ruang Lingkup KegiatanKegiatan ini menyediakan skema pendanaan untuk analisis lanjutan spesimen calon koleksi/koleksi ilmiah. Setiap pendekatan analisis disesuaikan dengan jenis spesimen, tujuan ilmiah, dan kesiapan fasilitas laboratorium. Data hasil analisis akan dikurasi dan diunggah ke RIN dengan mempertimbangkan interoperabilitas dan standar dokumentasi koleksi. Adapun jenis analisis yang dapat difasilitasi adalah sebagai berikut:1. Karakterisasi Data DNASpesimen calon koleksi atau koleksi hayati diwajibkan memiliki data molekuler berupa DNA. Karakterisasi DNA dilakukan melalui proses sekuensing, dengan metode yang disesuaikan berdasarkan jenis spesimen koleksi. Beberapa metode dan layanan sekuensing yang tersedia di BRIN dan dapat difasilitasi untuk memenuhi kebutuhan data minimum koleksi ilmiah meliputi:a) Sanger Sequencing, digunakan untuk mendapatkan informasi genetik dari fragmen DNA yang pendek. Metode ini akurat dan cepat, serta cocok untuk spesimen mikroorganisme, hewan, dan tumbuhan.b) Whole Genom Sequencing, digunakan untuk memperoleh informasi menyeluruh dari seluruh genom organisme. Dapat diaplikasikan pada spesimen mikroorganisme, hewan, tumbuhan, dan juga sel tunggal (single-cell).c) Amplicon Sequencing, Digunakan untuk mengkarakterisasi DNA pada fragmen target tertentu (targeted gene regions), seperti gen barcode. Cocok untuk studi komunitas mikroba, identifikasi taksonomi, dan karakterisasi spesimen lingkungan atau asosiasi dengan inang. 2. Karakterisasi Struktur dan Morfologi dengan Digitalisasi ImagingAnalisis ini berfokus pada karakterisasi fisik dan anatomi spesimen, baik makroskopik maupun mikroskopik. Aktivitas ini mencakup juga digitalisasi dan dokumentasi visual struktur artefak, batuan, manuskrip, serta jaringan biologis. Karakterisasi struktur morfologi dapat difasilitasi untuk bahan kimia karakterisasi dan penggunaan alat dokumentasi berupa mikroskop yang dilengkapi dengan software penangkap gambar.Untuk koleksi manuskrip, digitalisasi dilakukan berdasarkan jenis bahan, menggunakan teknik fotografi standar tinggi dengan kamera DSLR satu digit, sistem pencahayaan, tripod, alas khusus, alat pengukur warna, dan alat ukur dimensi manuskrip. Hasil digitalisasi digunakan untuk kajian kodikologi (fisik manuskrip), paleografi (gaya tulisan), serta rekonstruksi bentuk dan struktur.Koleksi batuan dan fosil juga dianalisis secara morfologis melalui imaging 2D/3D serta mikroskopi elektron untuk struktur dalam dan luar. Pendekatan teknologi yang difasilitasi yaitu Micro-CT dan Cryo-EM. 3. Karakterisasi Komposisi Kimia dan MineralSub-tema ini mencakup karakterisasi unsur, senyawa kimia, dan komposisi material dari koleksi geodiversitas, artefak, maupun manuskrip. Tujuannya adalah memahami sifat biokimia, kandungan mineral, serta proses pembentukan batuan dan artefak. Kegiatan meliputi:• Analisis petrografi dan mineralogi melalui sayatan tipis batuan• Analisis paleontologi (mikroskopis dan makroskopis) untuk mengkaji lingkungan pengendapan dan paleoklimat• Identifikasi unsur kimia dan logam dari sampel batuan• Kajian kandungan kimia manuskrip dan bahan penulisannya Pendekatan dilakukan dengan berbagai metode alat antara lain:• XRF, X-Ray Fluoresence untuk mengetahui kandungan unsur utama dan unsur jejak yang terkandung dalam batuan• XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengidentifikasi komposisi mineral pada batuan.• ICP-OES (Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry) untuk mendeteksi elemen kimia dan kadar logam multi-unsur.• ICP-MS (Inductively Couple Plasma- Mass Spectrometry untuk menguji kadar unsur jejak , unsur tanah jarang dan isotop unsur stabil dan tak stabil• AAS (Atomic Absortion Spectrometer) untuk mengetahui kandungan unsur logam dalam sampel batuan. 4. Penanggalan Radiometrik dan PeriodisasiAnalisis ini bertujuan menentukan usia relatif dan absolut dari koleksi geologi, arkeologi, dan manuskrip. Untuk manuskrip, penanggalan dilakukan melalui analisis bahan dan teks, baik secara filologis maupun menggunakan metode laboratorium. Penentuan waktu ini berimplikasi pada kajian historis dan konteks budaya.Koleksi batuan dan artefak dianalisis menggunakan teknik penanggalan radiometrik untuk menentukan usia formasi geologi dan objek arkeologis. Pendekatan teknologi menggunakan Radiometri 14C.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan skema program pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi. Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi/lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian novelty/kebaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan dengan tujuan mengimplementasikan hasil riset tersebut. Dalam pelaksanaan Program pendanaan RIIM Kompetisi diharapkan akan:meningkatkan jumlah riset untuk mendapatkan novelty atau kebaharuan teknologi dan hasil riset lainnya;meningkatkan jumlah invensi dari hasil riset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan inovasi;meningkatkan kontribusi aktif pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta dalam kegiatan riset; danmeningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait riset yang mampu bersaing secara global.Fokus riset dan inovasi adalah riset dan inovasi terkait pangan termasuk kesehatan dan energi, serta dimungkinkan pula untuk tema-tema lainnya, seperti penerbangan, antariksa, hayati, lingkungan, elektronika dan informatika, manufaktur, nanoteknologi, material, kebumian dan maritim, tenaga nuklir, sosial dan humaniora, arkeologi, bahasa, sastra, tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan riset yang tidak dapat menerima pendanaan RIIM Kompetisi ini adalah riset ekspedisi, eksplorasi dan studi lapangan, riset klinis, uji pra klinik, uji klinik, uji validasi atau uji mutu, riset terkait sawit, proses manufaktur, riset aksi, survey, riset kebijakan serta riset dengan tema-tema yang ditetapkan pada skema RIIM lainnya.Pendanaan RIIM dapat diakses oleh semua periset Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan dengan mekanisme yang telah diatur. Pendanaan dapat digunakan untuk belanja bahan, perjalanan yang terkait langsung dengan riset dan honor tenaga lapangan.Program dibuka sepanjang tahun dengan seleksi secara periodik.Dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dapat diakses pada laman: https://s.brin.go.id/l/riimkompetisiFormat dokumen Proposal dan RAB dapat diunduh pada laman: https://s.brin.go.id/l/formatriimkompetisi
Pusat Kolaborasi Riset Internasional adalah skema yang memfasilitasi, mendukung, dan mendorong kolaborasi riset antar negara dan lintas disiplin ilmu antara periset dalam dan luar negeri. Target luaran tahunan PKR meliputi capaian indikator academic excellence, product/services, dan social and economic benefit, dan external funding.Keberlanjutan pendanaan setiap tahunnya akan didasari hasil evaluasi capaian kinerja pada tiap tahun tersebut. fasilitasi PKR dapat digunakan untuk:Fasilitas Penguatan Pusat Kolaborasi Riset Internasionalpenyelenggaraan scientific meeting 1-2 kali/ tahun, perijinan peneliti asing, wajib serah wajib simpan, rekognisi Pusat Kolaborasi Riset Internasional;Mobilitas Periset Skema Mobilitasperjalanan luar negeri untuk join research visit, Research Assistant, Postdoc, Visiting Researchers, Program Pascasarjana berbasis Riset (Degree by Research);Fasilitas Infrastruktur Fasilitas Infrastrukturlokasi kantor Pusat Kolaborasi Riset Internasional, fasilitas Elsa Poin (hanya diberikan sekali dalam satu periode program fasilitasi untuk periset S3 selain Badan Riset dan Inovasi Nasional), dan belanja modal.Fasilitas Operasional Pusat Kolaborasi Riset Internasional dengan anggaran Organisasi Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional Fasilitas Operasional Pusat Kolaborasi Riset Internasionalperjalanan dinas dalam negeri, belanja operasional lainnya, dan biaya bahan penelitian; danFasilitas Operasional Pusat Kolaborasi Riset Internasional oleh Sekretariat Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional Fasilitas Operasional Pusat Kolaborasi Riset Internasionalpersonel administrasi, personel keuangan, dan personel humas.
Pusat Kolaborasi Riset adalah pendanaan yang diberikan kepada institusi/Lembaga dalam mengembangkan pusat kolaborasi riset dan inovasi pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin sesuai standar yang bersifat nasional dan dapat bereputasi internasional sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiTerdapat 2 jenis Pusat Kolaborasi Riset, yaitu Tipe I (Pusat Kolaborasi Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Merupakan Pusat Kolaborasi Riset yang melibatkan perguruan tinggi, rumah sakit, atau lembaga riset lainnya dengan Pusat Riset di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pusat Kolaborasi Riset tipe ini lebih berbasis pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tipe II (Pusat Kolaborasi Riset Industri) Merupakan Pusat Kolaborasi Riset yang diusulkan oleh industri dengan melibatkan periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional dan dapat melibatkan perguruan tinggi. Pusat Kolaborasi Riset Industri lebih menekankan pada pengembangan produk/jasa hasil riset dan inovasi untuk dimanfaatkan oleh industri.Target luaran tahunan PKR meliputi capaian indikator academic excellence, product/services, dan social and economic benefit, dan external funding.Keberlanjutan pendanaan setiap tahunnya akan didasari hasil evaluasi capaian kinerja pada tiap tahun tersebut. Dana fasilitasi PKR dapat digunakan untuk:bahan habis pakai seperti bahan baku atau bahan riset generik lainnya; Biaya satuan penganggaran bahan-bahan ini harus mengacu pada referensi penetapan harga satuan;perjalanan dalam negeri dalam rangka koordinasi kolaborasi riset,contoh transportasi kegiatan dalam kota, biaya tiket, taksi, penginapan,perdiem (uang harian);biaya konsumsi rapat;penggandaan;pencetakan;biaya pembuatan plang Pusat Kolaborasi Riset (tidak melebihi nilai kapitalisasi asset dan khusus PKR usulan baru);honor narasumber (diluar anggota PKR/periset BRIN);pengiriman surat dinas; danalat tulis kantor (maksimal Rp. 1 juta)
Skema ProgramSkema Pengujian Produk Inovasi Pertanian yang selanjutnya disebut Skema PPIP adalah skema fasilitasi riset dan inovasi yang bertujuan mendorong percepatan hilirisasi hasil riset bidang pertanian, Perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai bagian dari Program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju.Tujuan:Menghasilkan produk inovasi bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang teruji dan siap dimanfaatkan secara luas bagi masyarakat;Mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga litbang, perguruan tinggi, lembaga pengujian dan industri dalam kerangka pemanfaatan hasil riset; danMendorong percepatan hilirisasi hasil riset bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.Luaran:Dokumen data dan informasi hasil pengujian produk inovasi bidang pertanian, Perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dikeluarkan oleh lembaga uji yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan regulator.Dokumen Kekayaan Intelektual yang dimanfaatkan.Produk inovasi bidang pertanian, Perkebunan, peternakan, dan perikanan yang teruji dan terstandarisasi serta siap untuk diproduksi dan dipasarkan.Objek Prioritasyang dapat difasilitasi merupakan hasil riset yang telah terbukti secara ilmiah yang meliputi namun tidak terbatas pada:varietas bibit unggul, seperti tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, dan tanaman pakan ternak;pakan ternak dan pakan ikan;pupuk;penanggulangan hama (pestisida, herbisida, dll);rumpun/galur ternak;obat dan vaksin hewan; danbenih/bibit ternak dan ikan.
Call for ProposalEkspedisi dan Eksplorasi Keanekaragaman Hayati dan Sumberdaya Geologi Maritim Perairan Indonesia 2026 RENCANA KEGIATANLatar BelakangLaut dan samudera di Indonesia merupakan sumber daya yang sedemikian besar dimana lebih dari 70% wilayah Indonesia terdiri atas laut dan samudera dengan jumlah sumberdaya yang sangat besar. Sumberdaya ini dapat berupa sumber daya hayati (utamanya sektor perikanan dan keanekaragaman hayati) ataupun non hayati (misalnya migas, energi baru dan terbarukan) dan sektor lainnya seperti sektor perhubungan dan komunikasi yang vital bagi perekonomian Indonesia. Dari total wilayah laut dan samudera Indonesia, sebanyak lebih dari 60% merupakan daerah laut dalam dengan kedalaman lebih dari 200 m. Sumberdaya alam di daerah laut dalam ini belum banyak dieksplorasi dan dimanfaatkan. Secara global baru kurang dari 20% laut dalam di dunia yang dipetakan. Kawasan laut Indonesia merupakan penentu dalam sirkulasi laut dan iklim global, karena letaknya sebagai perantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia). Perubahan kondisi laut yang terjadi di Indonesia, khususnya di daerah ARLINDO (Arus Lintas Indonesia) akan berdampak ke kondisi iklim dunia. Kondisi yang demikian menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya akan sumberdaya alam dengan keanekaragaman-hayati laut yang luar biasa, oleh karenanya Indonesia dimasukan dalam kelompok negara dengan tingkat keanekargaman hayati yang sangat tinggi (mega biodiversity). TujuanMengakselerasi perkembangan riset dan inovasi di bidang kelautan melalui fasilitasi infrastruktur kapal riset, dukungan pembiayaan pengembangan sumberdaya manusia (capacity building), dan pendanaan riset yang berkelanjutan.Meningkatkan kapasitas riset kelautan melalui penguatan network dan kolaborasi riset dengan mitra periset manca negara.Membangun sistem pengetahuan data (knowledge management) dalam bidang sumber daya hayati dan geologi perairan laut Indonesia sebagai sumber data ilmiah kelautan nasional yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholder terkait.Mendidik dan melatih generasi muda sebagai periset laut dan samudera melalui pemanfaatan skema degree by research, invited professor dan invited researcher. Bagi para teknisi dan operator serta manajemen pengelolaan armada kapal riset disiapkan skema taylor made training dan internship bekerjasama dengan institusi/lembaga pengelola kapal riset global. ManfaatPara periset dalam lingkup nasional beserta mitra-mitra globalnya dapat melaksanakan riset di laut dan samudera menggunakan Kapal Riset BRIN dan Kapal Riset milik mitra untuk melaksanakan pengumpulan data dan sampel riset ilmiah kelautan.Mahasiswa/Dosen/Peneliti muda mendapatkan hand on experience melakukan riset ilmiah kelautan dibawah bimbingan peneliti dan teknisi senior sehingga dapat melakukan akuisisi data, kontrol kualitas dan analisis data serta melakukan publikasi dalam jurnal ilmiah bereputasi.Mempercepat terbentuknya ekosistem riset ilmiah kelautan agar dapat meningkatkan perannya secara signifikan di kancah global.Memberikan kontribusi data-data kelengkapan yang diperlukan oleh Kementerian/Lembaga untuk menyusun bahan kebijakan pembangunan nasional di sektor kelautan dan perikanan, seperti contohnya data-data perikanan dan kelautan diperlukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna penyusunan kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara umum, dan kajian stok ikan nasional secara khusus di wilayah pengelolaan perikanan republik Indonesia (WPPNRI). Tema riset yang diusulkanGeosains KelautanRiset inter- dan multi-disiplin antara geologi kelautan, geofisika kelautan, geokimia, petrologi, sedimentologi dan paleontologi untuk mengungkap sejarah dan struktur kerak bumi di laut dan samuderaOseanografi dan Interaksi Samudera-AtmosferRiset tentang kondisi fisik dan proses fisik di kolom air laut, terutama gerakan dan sifat fisik laut dan samudera serta interaksinya dengan dinamika di atmosferBiodiversitas Termasuk PerikananRiset eksploratif untuk mengungkap kehidupan di laut dan samudera dalam berbagai dimensi mulai dari aspek ekosistem, spesies, biodiversitas makro, mikro hingga molekulerHidrografiKluster hidrografi ini melaksanakan pemetaan pesisir, laut dan samudera dengan memanfaatkan teknik, metoda dan alat mutakhir. Hasil dari pemetaan ini mendukung ketiga kluster lainnya dan menjadi data dasar dalam melaksanakan suatu riset ilmiah kelautan. Lokus Riset Ilmiah KelautanLokus Riset Ilmiah Kelautan Flores Thrust (Patahan Naik Flores) Sesar anjak balik (back thrust) sepanjang lebih dari 800 kmMenghasilkan gempa kuat dan merusak di Bali dan Nusa TenggaraBerpotensi memicu tsunami kuatPemetaan dan karakterisasi detil diperlukan untuk mitigasi bencana Komplek Gunung bawah lautSumberdaya mineral (emas, logam tanah jarang)Mitigasi bencana (jika berpotensi aktif)Sumber kehidupan bagi biodiversitas laut dalamPenyerapan karbon Zona SubduksiMenghasilkan gempa megathrust yang kuat dan merusakBerpotensi membangkitkan trunami Rembesan dingin (cold seeps) sebagai sumber biodiversitas laut dalamDinamila iklim purba dan modern Zona TumbukanProses exhumasi masif yang menghasilkan cekungan minyak dan gas.Mitigasi bencana gempa dan tsunamiTopografi, sirkulasi massa air laut, hingga pola cuaca global dan regional di kawasan timur Indonesia. WAHANA YANG DIGUNAKANKRI CANOPUS 963 Gambar KRI CANOPUS 963Tabel 1. Spesifikasi KRI Canopus 963Nama KapalKRI Canopus 936FungsiSurvei dan PemetaanGalangan PembuatPT Palindo Marine dan Abeking & RasmussenDiluncurkan2026GRT2500Panjang105 mLebar16 mDraft4,5 mKecepatan Maksimum16 KnotsKecepatan Jelajah12 KnotsKecepatan Ekonomis10 KnotsEndurance60 hariVessel crew90 orangOnboard10 orang Tabel 2 Peralatan Riset KRI Canopus 963No.Nama AlatDetail AlatJumlah1Seismic Tow SystemKongsberg TOPAS PS181 unitDURA SPARK Seismic Tow1 unit2Soil SamplerGravity Core1 unitShipek Grab Sampler1 unitVan Veen Grab Sampler2 unit3Piggyback SystemSSS Klein MA-X View 6001 unitSSS Klein 4001 unitHiPAP 6021 unitC-Node 40v-TI1 unitMarine Magnetometer G-8821 unit4GradiometerGradiometer (TVG)1 unit5Hydrographic Survey LauncherMBES Kongsberg EM2040P MK-2 (600 m)1 unitSSS GeoAcoustic PulSAR (range scale 300 m)SBES Kongsberg EA440 (200 m)Mini SVS AML-1 (depth rate 6000 m)6Autonomous Underwater Vehicle (AUV)MBES Blueview (max depth 10 m)1 unitSSS Edgetech 2205 (range scale 20 - 50 m)DVL dan INSTeledyne Mini SVSCameraUBL7Remotely Operated Vehicle (ROV)ADCP Sontek M9 (Depth rating 2000 m)1 unitDVLCamera (main 4 MP, middle 25x zoom, wide camera, thetered camera with behind camera8Autonomous Surface Vehicle (ASV)Teledyne MBES T20 ASV (depth 200 m - 420 m)1 unitVelodyne LiDARCamera9Unmanned Aerial Vehicle (UAV)Topodrone LiDAR1 unitSony Camera P61Camera Live10Multibeam EchosounderKongsberg EM20240 MK-II (max depth 600 m)1 unitKongsberg EM712 (max depth 3600 m)1 unitKongsberg EM124 (max depth 1100 m)1 unit11OseanografiSVS AML-1 (depth 6000 m)2 unitSVP AML - 3 (depth 6000 m)1 unitSVP Probe Midas SVX2 (depth 6000 m)2 unitTide Gauge Teledyne Tide Master (depth 20 m max, 0,8 m min )5 unitXBT Hand Gun Launcher & Probe (max depth 850 m)1 unit (120 probe)ADCP Shallow Water (Teledyne RDI Ocean Surveyor 751 unitADCP Deep Water (Teledyne RDI Ocean Observer 35)1 unit12CTD & Water SamplerCTD SBE 19 Plus V2 Shallow Water (max depth 600 m)2 unitCTD SBE 19 Plus V2 Deep Water (max cepth 7000 m)2 unitNiskin Bottle Water Sampler2 unit/12 botolTransmissiometer shallow/deep water2/2 unitKM MADIDIHANG 03 Tabel 1. Spesifikasi KM Madidihang 03Nama KapalMV Madidihang 03FungsiResearch Training VesselGalangan PembuatAstilleros Gondan – Castropol (Spain)Diluncurkan2009GRT759 tonsPanjang50 mLebar9,8 mDraft4,3 mKecepatan Maksimum14 KnotsKecepatan Jelajah10 KnotsEndurance40 hariVessel crew23 orangKadet, Pengajar dan Peneliti54 orangTabel 2 Peralatan Riset KM Madidihang 03No.Nama AlatDetail AlatJumlahUnit1Bottom Grab SamplerBottom Sampler Ekman Birge1setVan Veen Bottom Grab Large1set2CTDCTD SBE911plus1set3Water SamplerSBE32 Carousel Water Sampler1set4CTD WinchCTD WINCH 6600 meters1set5Meteorologycal StationAANDERA Meteorologycal Station, DATALOGGERS 36601set6ADCPADCP RD Instrument Ocean Surveyor 75 kHz1set7ThermosalinographTHERMOSALINOGRAPH Sea Cat SBE21 with digital thermometer SBE381set8FluorometerFLUOROMETER WETlabs ECO-FLNTU (RTD)1set9SalinometerPORTABLE SALINOMETER1set10Scientific EchosounderSIMRAD EK60 Scientific Echosounder System1set11Single Beam EchosounderEA600 Single Beam Hydrographic Echo Sounder1set12SeagaugeSEAGAUGE wave and tide recorder SBE26plus1set13BoxcoreBox Core1set14Gravity CoreGravity Core1set KR BARUNA JAYA III Tabel 1. Spesifikasi KR BARUNA JAYA IIINameK/R. BARUNA JAYA IIICall SignYEASPort of RegistrationJakarta, IndonesiaPurposeMulti purposes Deep-Sea ResearchClassBKIIMO Number8420036MakerCMN, Cherbourg-FranceLaunch Date1989GRT1184 TonNRT355 TonLOA60.40 mLBP52.50 mBreadth11.60 mDepth at Upper Deck6.50 mDraft Mean4.50 m – 6m Include Transducer Multibeam EM 304Cruising Speed7.5 knotsAccommodation22 Crew, 28 ScientistOwnerBPPT IndonesiaMain Engine2 x 1100 HP @850 RPM, Niigata SEMT Pielstick 5PA5LAuxiliary Engine1 unit Diesel Generator Detroit Diesel 270 HP @1500 RPM1 unit Chongqing Cummins KTA-19DM 1000 kVA @1500 RPMAlternator Utama2 unit shaft driven generator Leroy Somer @625 KVASynchronous Alternator1 unit Leroy Somer 200 KVA @1500 rpmBow Thruster1 unit Pleuger 200 HP @1450 rpmPropellerCPP 4 Blades type 417 CCWFuel Tank CapacityHSD 260.000-liter, Oil 14.000 literFresh Water Capacity93.700 literReverse Osmosis9 ton/day @air open water seaFuel Consumption7000 liter/day – plus genset 1500 liter/dayLife Saving Appliance 6 x 25 pax – 3 portside 3 starboard1 unit Rubber Boat with Attached Yamaha two stroke 40 HPNavigationRadar ARPA X Band Furuno, GPS, AIS, Gyro CompassTelecommunicationSSB, Mini Inmarsat-C, V-SatLifting Equipment1 unit A Frame Gantry 10 Ton 2 unit Side Gantry for CTD dan Grab1 unit Side Gantry for Coring/Grab1 unit Main Crane, 0.75 T at 12 m dan 2.5 T at 5 m1 unit Fassi Crane 2.5 T at 12 m dan 9 ton at 4.5 m TIMELINE HARI LAYAR (TENTATIVE) PENDAFTARAN :20 AGUSTUS - 6 SEPTEMBER 2026SELEKSI PROPOSAL :7 – 21 SEPTEMBER 2026PENGUMUMAN :25 SEPTEMBER 2026PELAKSANAAN HARI LAYAR :5 NOVEMBER 2026
Skema Pendanaan RIIM Invitasi Strategis Dekontaminasi dan Revitalisasi Fasilitas Ketenaganukliran adalah pendanaan yang ditujukan untuk menghasilkan produk inovasi, metode, dan kajian, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala yang dihadapi 2 (dua) fasilitas utama ketenaganukliran yang dimiliki oleh BRIN, yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) dan Instalasi Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka (IPRR), sehingga dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.Secara lebih spesifik, skema pendanaan kegiatan penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:Menghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk revitalisasi dan optimalisasi utilisasi RSG-GASMenghasilkan produk inovasi dan mengembangkan metode dekontaminasi yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kontaminasi fasilitas IPRR sehingga berada di bawah batas maksimum yang diijinkanMengembangkan teknologi produksi RIRF dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi dan menghasilkan jenis RIRF yang baruMenghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan limbah radioaktif dan pengembangan fasilitas pengelolaan limbah di jangka panjangMenghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk fabrikasi bahan bakar nuklirSkema pendanaan ini juga mengutamakan kolaborasi riset dengan berbagai pihak, baik dari BRIN maupun institusi pendidikan, riset internasional, serta industri. Kolaborasi ini akan melibatkan periset dari berbagai disiplin ilmu, visiting researcher, post-doctoral, research assistant, dan mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia untuk riset dan inovasi berkelanjutan.Adapun topik dan ruang lingkup kegiatan riset dalam Platform Kolaborasi Dekontaminasi dan Revitalisasi Fasilitas Ketenaganukliran adalah sebagai berikut:Topik 1 Dekontaminasi dan Pengelolaan Limbah Radioaktif Tema 1 Dekontaminasi Fasilitas Produksi RIRFTema 2 Pengelolaan Limbah Radioaktif Fasilitas Produksi RIRFTema 3 Pengelolaan Limbah Radioaktif pada Fasilitas LimbahTema 4 Studi Tapak dan Desain Fasilitas Pengelolaan LimbahTema 5 Keselamatan Radiasi LingkunganTopik 2 Revitalisasi dan Peningkatan Utilisasi RSG-GASTema 6 Contamination Settlement and Safety AnalysisTema 7 Irradiation OptimizationTema 8 Instrumentation and Control Modernization & DevelopmentTema 9 VAC RevitalizationTema 10 Development of Maintenance Method & Ageing ManagementTema 11 Radiation Protection SystemTema 12 URD for Neutron Beam FacilityTopik 3 Revitalisasi dan Pengembangan Fasilitas Fabrikasi Bahan Bakar NuklirTema 13 Revitalisasi Fasilitas Fabrikasi BBNTema 14 Recovery of Rejected Fuel ProductTema 15 Optimisasi Fabrikasi BBNTema 16 Pengembangan BBN Densitas TinggiTopik 4 Teknologi Produksi RIRFTema 17 Desain dan Revitalisasi Fasilitas Produksi RIRFTema 18 Desain, Simulasi dan Scale-up Production I-131 & Mo-99/ Tc-99mTema 19 Pengembangan RIRF Baru Berbasis Reaktor (Lu-177, Sm-153, Sc-46, P-32, Au-198, Ho-166)Topik 5 Riset dan Inovasi Teknologi Reaktor PeLUItTema 20 Pengembangan Prototipe Pembangkit Uap, Pebble-Sleeve, dan Simulator Sistem Proteksi dan Kendali PeLUIt-40Tema 21 Pengembangan Desain dan Prototipe Bahan Bakar, Teras Reaktor, Heat Pipe, dan Primary Heat Exchanger Mikro-PeLUIt
SATREPS adalah program penelitian kolaboratif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang bertujuan untuk mempromosikan riset bersama pada level internasional, memperoleh pengetahuan baru dan memanfaatkan hasil riset demi kepentingan masyarakat, khususnya dalam mengatasi isu-isu global, serta pengendalian penyakit menular serta meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan riset di Indonesia melalui pelaksanaan riset bersama.Program ini dikoordinasikan bersama oleh:Pemerintah Jepang: MOFA, JICA, MEXT, JST (untuk topik non-kesehatan), dan AMED (untuk topik penyakit menular).Pemerintah Indonesia: Program ini dikoordinasikan bersama oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebagai mitra resmi Pemerintah Jepang dalam kerangka Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).SATREPS is a collaborative research program between the Government of Indonesia and the Government of Japan that aims to to obtain new knowledge and to utilize research outcomes to the benefit of the society with a view to resolving global issues such as the environment and energy, biological resources, disaster prevention, and infectious diseases. Bidang FokusEnvironment and Energy BioresourcesDisaster Prevention and MitigationInfectious Diseases ControlDurasi Project3 sampa 5 tahun. Nilai Hibah- Jumlah pendanaan: Sekitar 100 juta Yen per proyek per tahun- Dukungan JICA untuk periset negara penerima hibah (berupa biaya proyek Official Development Assisstance/ODA dalam kerangka kerjasama teknis): Maksimal 300 juta Yen selama 5 tahun, maksimal 240 juta Yen selama 4 tahun, atau maksimal 180 juta Yen selama 3 tahun- Dukungan JST untuk periset Jepang (berupa biaya riset, kontrak, termasuk biaya tidak langsung): Sekitar 35 juta Yen per tahun (Maksimal 175 juta Yen selama 5 tahun).Hibah SATREPS menyediakan dukungan non-tunai, termasuk peralatan riset, pelatihan, pertukaran periset, bimbingan teknis, publikasi hasil riset, dan tenaga ahli untuk memperkuat kapasitas riset dan kolaborasi internasional.