BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Closed
Call For Proposal RIIM Invitasi Strategis Inovasi Produk Superfood dan Pangan Alternatif melalui NutriFoodSync Tahun 2026
Pendaftaran: 10 Aug 2026 - 14 Aug 2026
Proposal Masuk: 125
Organisasi Riset Pertanian dan Pangan

Call For Proposal RIIM Invitasi Strategis Inovasi Produk Superfood dan Pangan Alternatif melalui NutriFoodSync Tahun 2026

Dalam rangka mendukung topik utama "Inovasi Produk Superfood dan Pangan Alternatif melalui NutriFoodSync", telah disusun rencana program yang terbagi dalam tiga tema kegiatan utama, yaitu: 1) Eksplorasi dan Pengembangan Produk Superfood; 2) Eksplorasi dan Pengembangan Pangan Alternatif; dan 3) Teknologi Pendukung Pengembangan Produk Superfood dan Pangan Alternatif.  Tema 1: Eksplorasi dan Pengembangan Produk SuperfoodSuperfood meliputi pangan yang mengandung nutrisi tinggi sekaligus memberikan manfaat kesehatan, baik pangan nutrasetikal maupun pangan fungsional. Klaim kesehatan dapat meliputi manfaat untuk mencegah, menunda, atau memperbaiki penyakit atau untuk melengkapi perawatan farmakologis di bawah pengawasan medis, tetapi tidak untuk menyembuhkan patologi. Nutrasetikal adalah produk suplemen makanan dalam bentuk terkonsentrasi (ekstrak, senyawa murni atau kombinasi dari agen bioaktif yang memiliki manfaat kesehatan dengan klaim spesifik di luar persyaratan nutrisi konvensional (Visen et al., 2022). Sedangkan pangan fungsional adalah pangan yang memberikan manfaat kesehatan di luar gizi dasar. Makanan tersebut bisa berupa makanan utuh, diperkaya, atau ditingkatkan (Temple et al., 2022). Bahan pangan superfood dapat bersumber dari tumbuhan berupa buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, bahan baku bumbu atau rempah-rempah, tetapi tidak menutup kemungkinan sumber bahan pangan baru, baik sumber hewani, mikro dan makro alga, jamur, dan mikroorganisme lainnya.Tema 2: Eksplorasi dan Pengembangan Pangan AlternatifTema ini mencakup dua sub-tema utama yang memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan global terkait ketahanan pangan dan ketahanan gizi:a. Pengembangan beras analog. Beras analog dapat dikembangkan dari berbagai sumber seperti umbi-umbian maupun serealia. Inovasi dalam pembuatan beras analog ini bertujuan menciptakan alternatif pangan yang lebih berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada produksi beras konvensional yang rentan terhadap perubahan iklim dan gangguan rantai pasok. Pengembangan beras analog yang memanfaatkan sumber daya lokal berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan diversifikasi pangan pokok dan menyediakan pangan berkualitas yang mendukung kecukupan gizi masyarakat. b. Eksplorasi dan pengembangan protein alternatif.Fokus utama sub-tema ini adalah pengembangan sumber pangan protein alternatif yang memiliki potensi besar, seperti serangga, mikroba, dan sumber nabati seperti alga. Protein alternatif tersebut tidak hanya menawarkan sumber gizi tinggi yang dapat memperkuat ketahanan gizi, tetapi juga memberikan solusi atas tantangan keberlanjutan lingkungan yang terkait dengan produksi protein hewani konvensional.Tema 3: Teknologi Pendukung Pengembangan Produk Superfood dan Pangan AlternatifTema ini mencakup sub-tema yang terkait teknologi pendukung untuk pengembangan produk superfood dan pangan alternatif, meliputi:a. Karakterisasi produk berbasis analisis multi omikKarakterisasi produk superfood berbasis pendekatan analisis multi omik melibatkan integrasi teknologi genomik, transkriptomik, proteomik, metabolomik, dan mikrobiomik untuk memahami komponen bioaktif dan dampaknya terhadap kesehatan secara menyeluruh.b. Teknologi proses pengolahanTeknologi maju dalam pengolahan produk superfood bertujuan untuk meningkatkan kualitas, stabilitas, dan efektivitas senyawa bioaktif seperti antioksidan, probiotik, prebiotik, peptida bioaktif, dan fitokimia yang memberikan manfaat kesehatan tambahan. Salah satu teknologi utama adalah enkapsulasi, baik mikroenkapsulasi maupun nanoenkapsulasi, yang melibatkan pelapisan senyawa bioaktif dalam matriks pelindung untuk meningkatkan stabilitas terhadap panas, oksidasi, atau kondisi pencernaan, sekaligus meningkatkan bioavailabilitasnya dalam tubuh. Fermentasi terarah juga memainkan peran penting dengan memanfaatkan mikroorganisme spesifik seperti Lactobacillus atau Bifidobacterium untuk menghasilkan produk pangan yang kaya probiotik, peptida bioaktif, dan senyawa antioksidan. Selain itu, teknologi ekstraksi hijau seperti supercritical fluid extraction (SFE) dan ultrasound-assisted extraction (UAE) digunakan untuk mengekstraksi senyawa bioaktif dari bahan pangan menggunakan pelarut ramah lingkungan, seperti karbon dioksida, tanpa merusak kualitas senyawa tersebut. Tekanan hidrostatik tinggi (High Pressure Processing, HPP) adalah metode non-termal yang menggunakan tekanan tinggi untuk menghancurkan mikroorganisme patogen tanpa merusak nutrisi sensitif seperti vitamin dan antioksidan, sementara Pulsed Electric Field (PEF) memanfaatkan medan listrik berdenyut untuk memecah membran sel mikroba, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan ekstraksi senyawa fungsional dari bahantanaman (Siddiqui et al., 2024).c. Teknologi preservasi atau pengawetanTeknologi preservasi produk superfood dan pangan alternatif bertujuan untuk memperpanjang umur simpan makanan sambil mempertahankan atau meningkatkan kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan, probiotik, dan vitamin. Metode fisik seperti pengeringan, pembekuan, tekanan hidrostatik tinggi (High Pressure Processing, HPP), dan iradiasi digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme tanpa merusak komponen fungsional (Siddiqui et al., 2024).d. Keamanan pangan dan kontrol kualitasKualitas produk pangan dan keamanan produk superfood dan pangan alternatif adalah jaminan bagi konsumen untuk memastikan produk tersebut memiliki manfaat terhadap kesehatan dan aman dikonsumsi. Dasar ilmiah jaminan tersebut dapat dimodulasi dan relevansinya dengan kesejahteraan dan kesehatan, termasuk kemungkinan pengurangan risiko penyakit (kronis) tertentu. Bukti ilmiah didasarkan pada uji klinis dan intervensi di manusia, idealnya dalam kombinasi dengan hasil studi in vitro, hewan percobaan (in vivo), dan studi epidemiologi observasional yang menunjukkan hubungan kausal antara asupan makanan fungsional tertentu (bahan) dan perbaikan yang diharapkan dari fungsi fisiologis.e. Rantai Pasok Pangan (Food Supply Chain) dan Food Loss/WasteEvaluasi dan pengujian terhadap rantai pasok pangan sangat penting untuk menjamin kelancaran, efisiensi, dan keamanan distribusi produk dari produsen hingga ke konsumen. Berbagai metode diterapkan untuk meningkatkan performa rantai pasok secara menyeluruh.

Closed
RIIM Kompetisi 2026
Pendaftaran: 01 Jul 2026 - 03 Aug 2026
Proposal Masuk: 8090
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kompetisi 2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan skema program pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi. Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi/lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian novelty/kebaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan dengan tujuan mengimplementasikan hasil riset tersebut. Dalam pelaksanaan Program pendanaan RIIM Kompetisi diharapkan akan:meningkatkan jumlah riset untuk mendapatkan novelty atau kebaharuan teknologi dan hasil riset lainnya;meningkatkan jumlah invensi dari hasil riset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan inovasi;meningkatkan kontribusi aktif pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta dalam kegiatan riset; danmeningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait riset yang mampu bersaing secara global.Fokus riset dan inovasi adalah riset dan inovasi terkait pangan termasuk kesehatan dan energi, serta dimungkinkan pula untuk tema-tema lainnya, seperti penerbangan, antariksa, hayati, lingkungan, elektronika dan informatika, manufaktur, nanoteknologi, material, kebumian dan maritim, tenaga nuklir, sosial dan humaniora, arkeologi, bahasa, sastra, tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan riset yang tidak dapat menerima pendanaan RIIM Kompetisi ini adalah riset ekspedisi, eksplorasi dan studi lapangan, riset klinis, uji pra klinik, uji klinik, uji validasi atau uji mutu, riset terkait sawit, proses manufaktur, riset aksi, survey,  riset kebijakan serta riset dengan tema-tema yang ditetapkan pada skema RIIM lainnya.Pendanaan RIIM dapat diakses oleh semua periset Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan dengan mekanisme yang telah diatur. Pendanaan dapat digunakan untuk belanja bahan, perjalanan yang terkait langsung dengan riset dan honor tenaga lapangan.

Coming Soon
RIIM Kompetisi
Pendaftaran: 01 Jul 2026 - 31 Jul 2026
Proposal Masuk: 0
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kompetisi

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan skema program pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi. Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi/lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian novelty/kebaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan dengan tujuan mengimplementasikan hasil riset tersebut. Dalam pelaksanaan Program pendanaan RIIM Kompetisi diharapkan akan:meningkatkan jumlah riset untuk mendapatkan novelty atau kebaharuan teknologi dan hasil riset lainnya;meningkatkan jumlah invensi dari hasil riset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan inovasi;meningkatkan kontribusi aktif pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta dalam kegiatan riset; danmeningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait riset yang mampu bersaing secara global.Fokus riset dan inovasi adalah riset dan inovasi terkait pangan termasuk kesehatan dan energi, serta dimungkinkan pula untuk tema-tema lainnya, seperti penerbangan, antariksa, hayati, lingkungan, elektronika dan informatika, manufaktur, nanoteknologi, material, kebumian dan maritim, tenaga nuklir, sosial dan humaniora, arkeologi, bahasa, sastra, tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan riset yang tidak dapat menerima pendanaan RIIM Kompetisi ini adalah riset ekspedisi, eksplorasi dan studi lapangan, riset klinis, uji pra klinik, uji klinik, uji validasi atau uji mutu, riset terkait sawit, proses manufaktur, riset aksi, survey,  riset kebijakan serta riset dengan tema-tema yang ditetapkan pada skema RIIM lainnya.Pendanaan RIIM dapat diakses oleh semua periset Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan dengan mekanisme yang telah diatur. Pendanaan dapat digunakan untuk belanja bahan, perjalanan yang terkait langsung dengan riset dan honor tenaga lapangan.

Closed
RIIM Kolaborasi NEDO-Stage A
Pendaftaran: 29 Jun 2026 - 13 Jul 2026
Proposal Masuk: 33
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi NEDO-Stage A

This research will identify and analyze diverse technological domains that can accelerate Indonesia’s pathway toward net‑zero emissions. The themes to be explored encompass, but are not limited to, areas that directly contribute to carbon neutrality.The research will also examine:government policies related to these areastrends and challenges in technological developmentrelevant trends in standardization (where applicable)

Closed
RIIM Kolaborasi NEDO-Stage B
Pendaftaran: 29 Jun 2026 - 13 Jul 2026
Proposal Masuk: 11
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi NEDO-Stage B

This stage focuses on exploring and strengthening research collaboration between Indonesia and Japan in technological areas that contribute to net-zero emissions. Priority will be given to adopting joint research with Japan aimed at a medium- to long-term joint research projects that have the potential for significant impact.The research themes for Stage B are flexible, as long as align with the overall goal of achieving net-zero emissions.Applicants may propose research activities under the following categories:Existing Joint Research and Projects: Proposals that build upon or further develop current or past research collaborations between Indonesian and Japanese institutions in relevant technology fields.Potential Collaborative Opportunities: Proposals that explore new opportunities for research collaboration between Indonesian and Japanese institutions (universities, research institutes, or companies).Joint Research Development: Proposals aimed at forming a collaborative research project involving BRIN (with or without an Indonesian company) and a Japanese partner (university, research institute, or company), with the goal of submitting an application to the NEDO support scheme.

Closed
Riset Bidang Nanoteknologi dan Material untuk Mendukung Program Kerja Prioritas Nasional
Pendaftaran: 17 Jun 2026 - 17 Jun 2026
Proposal Masuk: 106
Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material

Riset Bidang Nanoteknologi dan Material untuk Mendukung Program Kerja Prioritas Nasional

A. Latar BelakangPengembangan nanoteknologi dan material maju merupakan salah satu enabling technology yang memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan daya saing nasional. Dalam konteks pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Tahun 2026–2029, kemajuan di bidang ini menjadi faktor kunci yang dapat mendukung pencapaian target pada delapan klaster prioritas, mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga hilirisasi industri dan ekonomi berbasis inovasi. Oleh karena itu, penguatan riset dan inovasi di bidang nanoteknologi dan material maju perlu diarahkan secara terintegrasi, berorientasi pada dampak, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional secara berkelanjutan.Pada klaster kedaulatan pangan, nanoteknologi memungkinkan peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui penggunaan nano-fertilizer dan nanopesticide dengan mekanisme pelepasan terkontrol, serta pemanfaatan sensor berbasis nanomaterial untuk pemantauan kondisi tanah dan kualitas air secara real-time. Pada klaster kemandirian energi dan air, material nano seperti perovskite dan graphene membuka peluang peningkatan efisiensi sel surya, penyimpanan energi yang lebih baik melalui baterai dan superkapasitor berbasis nanostruktur, serta teknologi membran nanofiltrasi untuk penyediaan air bersih dan desalinasi yang lebih efisien.Dalam klaster pendidikan, kontribusi nanoteknologi lebih diarahkan pada penguatan ekosistem pembelajaran melalui pengembangan perangkat edukasi berbasis material cerdas dan laboratorium mini (lab-on-chip) yang terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan teknologi. Sementara itu, pada klaster kesehatan, nanoteknologi memainkan peran krusial dalam pengembangan biosensor berpresisi tinggi untuk deteksi dini penyakit dan kontaminan seperti logam berat, sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel yang lebih terarah, serta material antibakteri untuk meningkatkan keamanan peralatan medis. Pada klaster hilirisasi dan industrialisasi, material maju seperti nanokomposit, nanokeramik, dan thin film semikonduktor menjadi kunci dalam menciptakan produk bernilai tambah tinggi, meskipun tantangan utama terletak pada proses scale-up dan kesiapan industri. Selanjutnya, pada klaster infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, nanoteknologi berkontribusi melalui pengembangan material konstruksi seperti beton self-healing, pelapis anti-korosi, serta sensor struktural untuk pemantauan kesehatan bangunan secara berkelanjutan. Pada klaster ekonomi kerakyatan dan desa, pendekatan teknologi material difokuskan pada teknologi tepat guna yang murah dan mudah diimplementasikan, seperti sistem pemurnian air berbasis nanofilter, energi surya skala kecil, serta sensor sederhana untuk mendukung aktivitas pertanian dan kesehatan masyarakat. Terakhir, dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemanfaatan teknologi material difokuskan pada solusi yang sederhana, terjangkau, dan mudah diterapkan di masyarakat. Contohnya meliputi teknologi pemurnian air berbiaya rendah, material bangunan yang lebih tahan lama untuk menekan biaya perawatan, serta energi terbarukan skala kecil untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan biaya hidup sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.B. TujuanPembukaan proposal riset bidang nanoteknologi dan material untuk mendukung 8 (delapan) Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) T.A. 2026 bertujuan untuk mendorong pelaksanaan riset yang berdampak tinggi, baik dari sisi potensi hilirisasi maupun kontribusi scientific. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset yang tidak hanya menghasilkan luaran scientific berkualitas, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara nyata di tingkat industri, kementerian/lembaga dan masyarakat.C. Target UtamaTarget utama kegiatan riset dan inovasi dalam bidang nanoteknologi dan material untuk mendukung PKPN ini difokuskan pada beberapa prioritas berikut:Riset dengan tingkat kesiapterapan teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 7 ke atas untuk mempercepat proses hilirisasi dan adopsi teknologi.Riset dasar frontier/advanced science yang berorientasi Nobel.Pengembangan metodologi riset dengan memanfaatkan fasilitas large-scale instruments BRIN, seperti HRTEM, XPS, dan NMR, guna mengeksplorasi fitur dan informasi material yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.Pengembangan peralatan deposisi atau karakterisasi material secara homemade yang mampu menghasilkan material berkualitas tinggi pada skala nano.Riset-riset lain yang mempunyai dampak tinggi baik dari aspek hilirisasi maupun kontribusi scientific. 

Open
RIIM Kolaborasi Internasional - JSPS
Pendaftaran: 15 Jun 2026 - 03 Sep 2026
Proposal Masuk: 32
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional - JSPS

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) menyelenggarakan Program Kerja Sama Riset Jepang–Indonesia Tahun 2026 sebagai tindak lanjut atas Memorandum of Cooperation (MoC) yang telah disepakati kedua lembaga pada tahun 2025. Program ini dilaksanakan dalam kerangka skema RIIM Kolaborasi dan didukung oleh pendanaan yang berasal dari imbal hasil Dana Abadi Penelitian yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.Program kolaboratif tersebut bertujuan untuk membangun, memperluas, dan memperkuat jaringan kerja sama ilmiah yang berkelanjutan antara peneliti Indonesia dan Jepang. Melalui inisiatif ini, kedua negara berupaya mendorong perkembangan ekosistem riset dan inovasi melalui pembentukan kemitraan strategis serta penguatan kolaborasi internasional yang berkualitas tinggi.Ruang lingkup pendanaan dalam program ini mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan secara lintas disiplin, termasuk Humaniora, Ilmu Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi Berkembang (Emerging Technologies), sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi para peneliti dari beragam latar belakang keilmuan.Skema pendanaan yang diterapkan mengacu pada prinsip cost sharing, di mana masing-masing institusi pendanaan bertanggung jawab mendukung tim peneliti dari negaranya sendiri. Dalam hal ini, BRIN menyediakan pendanaan bagi tim peneliti Indonesia, sedangkan JSPS mendanai tim peneliti Jepang. Oleh karena itu, mekanisme pendanaan lintas negara (cross-border funding) tidak diberlakukan dalam pelaksanaan program ini. Melalui skema Joint Call tersebut, akan dipilih paling banyak dua proposal penelitian unggulan dengan masa pelaksanaan hingga tiga tahun, yang keberlanjutannya ditentukan berdasarkan hasil evaluasi tahunan. Deadline Submit SistemWaktu Indonesia (Khusus PI Indonesia): 3 September 2026, pukul 15.00 WIB.Waktu Jepang (Khusus PI Jepang): 3 September 2026, pukul 17.00 JST. 

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional JST 2nd Call Bioenergy
Pendaftaran: 21 May 2026 - 22 Jul 2026
Proposal Masuk: 41
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional JST 2nd Call Bioenergy

Based on Memorandum of Cooperation signed in 2024, JST and BRIN aiming to promote and strengthen collaboration between researchers from Indonesia and Japan. Under the scope of this framework, BRIN and JST launch this Call for Proposals for research, jointly conceived and to be jointly implemented by researchers in Indonesia and Japan. Japan aims to establish the world’s most advanced bioeconomy society by 2030 and promotes international cooperation in Bioenergy as a key strategy of its science and technology policy. Indonesia, through the spirit of Asta Cita, is committed to promoting and advancing bioenergy as a key pillar of national development, ensuring energy independence and environmental harmony for a sustainable future. This research collaboration aims to foster synergies between Japanese and Indonesian science and technology, promoting mutual growth and contributing to Bioenergy. Bioenergy is a research field that can significantly reduce environmental impacts while supporting economic and social resilience. In this joint research call, JST and BRIN are looking to support research within the following subtopics within the fields of ‘Bioenergy'.

Closed
RUMAH PROGRAM HASIL INOVASI TEKNOLOGI NUKLIR 2026 BATCH 2
Pendaftaran: 14 May 2026 - 30 May 2026
Proposal Masuk: 8
Organisasi Riset Tenaga Nuklir

RUMAH PROGRAM HASIL INOVASI TEKNOLOGI NUKLIR 2026 BATCH 2

1. PendahuluanPada tahun 2026–2029, Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Tenaga Nuklir pada Organisasi Riset Tenaga Nuklir berfokus memperkuat kapasitas nasional dalam pemanfaatan teknologi nuklir berbasis riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi sektor energi, kesehatan, dan industri. Pembangunan purwarupa menjadi strategi utama untuk memastikan hasil riset tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi bergerak menuju implementasi, utilisasi, dan kesiapan komersialisasi. Dengan kerangka peta jalan riset yang telah ditetapkan, program ini mendorong kolaborasi lintas laboratorium, pusat riset, mitra industri, dan rumah sakit untuk menghasilkan solusi yang relevan dan terukur.Call for proposal ini ditujukan untuk menjaring riset dan inovasi yang mendukung perwujudan purwarupa teknologi nuklir secara bertahap hingga 2029. Prioritas utamanya adalah mempercepat kesiapan teknologi yang dapat diuji, divalidasikan, dan diserap pengguna. Proposal yang diajukan diharapkan memiliki kejelasan luaran, roadmap teknis tahunan, dan rencana pemanfaatan pada level industri, layanan kesehatan, ataupun infrastruktur energi nasional.2. Tema RisetA. Riset dan Inovasi Teknologi Nuklir Untuk EnergiRiset diharapkan menghasilkan purwarupa teknologi nuklir untuk energi yang mendukung pengembangan sistem reaktor generasi lanjut. Fokus utamanya mencakup sistem keselamatan reaktor, sistem mekanik dan instrumentasi HTGR, bahan bakar serta material tahan temperatur tinggi, rekayasa proses kogenerasi, pengolahan bahan baku nuklir, dan pengelolaan limbah radioaktif. Target akhir adalah readiness teknologi menuju implementasi tapak PLTN dan integrasi sistem keselamatan yang dapat diuji.Subtema untuk tema riset ini adalah sebagai berikut:Pengembangan reaktor daya generasi lanjut untuk penyediaan energi nasionalSistem keselamatan, struktur, dan instrumentasi reaktorTeknologi bahan bakar, material tahan temperatur tinggi dan uji pasca iradiasi/post irradiation examinationRekayasa proses kogenerasi dan aplikasi energi industriInventarisasi mineral radioaktif, pengolahan bahan baku nuklir dan pengelolaan limbah radioaktifB. Teknologi Nuklir Untuk Medis & IndustriRiset diarahkan pada pengembangan purwarupa teknologi yang memperluas pemanfaatan radiasi untuk layanan kesehatan dan proses industri serta menjawab tantangan nasional terkait keamanan pangan, pencemaran lingkungan, penyakit berbasis vektor, dan kebutuhan material cerdas untuk biomedis serta teknologi industri masa depan. Prioritas mencakup sistem akselerator, instrumentasi fasilitas radiasi, teknologi iradiasi untuk sterilisasi dan uji tak rusak, produksi material biomolekuler berbasis radiosintesis, beamline untuk analisis material, sistem deteksi dan keselamatan radiasi dan purwarupa teknologi yang siap diuji, divalidasi, dan diterapkan oleh pengguna mencakup teknologi iradiasi untuk peningkatan mutu pangan dan pengendalian patogen, tracer isotop untuk pemetaan kontaminasi dan proses lingkungan, material maju berbasis iradiasi untuk aplikasi biomedis dan industri, serta sistem radiasi untuk perlindungan kesehatan masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah kesiapan inovasi yang dapat diterapkan pada fasilitas rumah sakit dan industri.Subtema untuk untuk tema riset ini adalah sebagai berikut:Akselerator & sistem iradiasi untuk layanan medis dan proses industriInstrumentasi fasilitas radiasi & sistem deteksi keselamatanBeamline & analisis nuklir untuk karakterisasi material pada aplikasi di berbagai bidangRadiosintesis material untuk aplikasi biomaterial dan industriTeknologi iradiasi untuk panganTracer isotop untuk pemantauan lingkungan & remediasiMaterial maju berbasis iradiasi (polimer, komposit, biomaterial)Teknologi radiasi untuk kesehatan masyarakat (non-klinis)Dosimetri radiasi & keselamatan klinis berbasis presisiC. Radioisotop & Radiofarmaka Untuk Terapi dan DiagnostikRiset bertujuan menghasilkan purwarupa produk radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi penyakit, terutama kanker, serta tracer untuk industri dan lingkungan. Keluaran mencakup teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka berbasis reaktor atau akselerator, formulasi radiofarmaka siap uji pra-klinis hingga uji klinis, teknologi dosimetri, serta kandidat radioprotektan dan radiosensitizer. Orientasi akhirnya adalah kesiapan produksi, registrasi, dan utilisasi nasional, termasuk peluang ekspor.Subtema untuk untuk tema riset ini adalah sebagai berikut:Produksi radioisotop & radiofarmaka berbasis reaktor/akseleratorRadiofarmaka untuk terapi & diagnostik kanker (pra-klinis hingga klinis)Tracer industri, radioprotektan, dan radiosensitizer3. Output RisetPublikasi ilmiah internasional (jurnal, prosiding atau book chapter) di bidang ketenaganukliran terindeks Scopus / WoSKekayaan Intelektual di bidang ketenaganukliran yang terdaftarPurwarupa (produk, perangkat lunak, model, metode, desain, dsb) hasil inovasi teknologi nuklir yang potensial untuk dimanfaatkan di bidang energi, medis dan industri

Open
Kedaulatan Berbasis Nanoteknologi dan Material
Pendaftaran: 04 May 2026 - 10 May 2026
Proposal Masuk: 4
Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material

Kedaulatan Berbasis Nanoteknologi dan Material

Selama beberapa tahun terakhir, material dan desain ringan telah menarik banyak perhatian karena keunggulan utamanya dalam sejumlah kesulitan rekayasa yang telah meningkatkan tuntutan dalam hal keselamatan, lingkungan, persaingan, dan biaya. Sistem hibrida merupakan strategi sukses yang bertujuan untuk memanfaatkan fungsi spesifik dan sifat unik dari berbagai material dalam konstruksi ringan sekaligus meningkatkan efisiensi setiap material. Komposit polimer yang diperkuat serat (FRP) telah menarik banyak perhatian akhir-akhir ini di antara berbagai material ringan, seperti paduan aluminium, paduan magnesium, dan bentuk komposit lainnya, karena rasio modulus/kekuatan-terhadap-beratnya yang sangat tinggi dan fleksibilitas desain yang luar biasa [38-41]. Kebutuhan energi di sektor kedirgantaraan dan penerbangan cukup tinggi, sehingga penting untuk menggunakan paduan ringan untuk menurunkan berat keseluruhan pesawat guna meningkatkan penghematan biaya. Berat pesawat memengaruhi biaya pergerakannya, dengan bahan bakar menyumbang sekitar 30% dari total pengeluaran. Oleh karena itu, keuntungan prospektif dari adopsi material struktural ringan jelas mengingat jumlah lalu lintas penerbangan global telah berlipat ganda setiap 15 tahun sejak 1977 dan kecenderungan ini tampaknya akan terus meningkat di masa mendatang [42-44]. Material berpori ringan tersedia dalam berbagai konstituen yang sering dikategorikan sebagai material logam, nonlogam, oksida, dan polimer. Karena harganya yang terjangkau, struktur templatnya, kemampuan penyesuaiannya, dan biodegradabilitasnya, polimer alami termasuk pati, selulosa, natrium alginat, dan lainnya lebih disukai untuk membuat material berpori yang lebih ringan [45,46]. Material ringan serbaguna memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan kinerja dan keramahan lingkungan dari keseluruhan sistem konstruksi. Untuk memenuhi spesifikasi setiap tujuan atau perangkat, material ringan sering dianggap sebagai material yang memanfaatkan polimer sebagai matriks induk atau/dan komposit yang dilengkapi dengan aditif. Elastomer, termoplastik, dan termoset merupakan jenis bahan polimer yang dapat disesuaikan untuk tujuan tertentu berkat karakteristik fisikokimianya yang beragam. Selain itu, dalam arti luas, material ringan juga dapat terdiri dari material anorganik berdensitas tinggi yang dapat digunakan secara hemat dalam sistem ringan untuk melakukan tugas-tugas khusus seperti pembersihan mandiri atau pengawasan kesehatan struktural tanpa memengaruhi sifat ringan struktur utama [47-50]. Meningkatnya tuntutan untuk peningkatan efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi gas rumah kaca telah mendorong produsen untuk membangun kendaraan ringan. Selain itu, kendaraan yang lebih ringan dapat berfungsi lebih baik ketika didaur ulang dan/atau dikendarai (misalnya, dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, karakteristik pengereman, dan keselamatan tabrakan). Material ringan di sektor otomotif dapat dikategorikan secara luas menjadi empat kelompok sebagai pengganti potensial untuk struktur teknik tradisional (seperti baja dan besi cor), termasuk paduan ringan (seperti paduan Al, Mg, dan Ti), keluarga HSS (seperti HSS dan AHSS tradisional), komposit (CFRP, GFRP, NFRP), dan material canggih lainnya [51-53].Komponen dan struktur yang lebih ringan untuk beberapa aplikasi industri dapat diproduksi menggunakan metode yang hemat biaya berkat penggunaan logam ringan (aluminium, magnesium, dan titanium) dan teknik pengecoran yang mutakhir. Untuk meminimalkan penggunaan energi dan dampak karbon, paduan ringan Al, Mg, dan Ti semakin banyak digunakan di sektor industri dan transportasi. Dalam 20 tahun terakhir, paduan cor dan teknik untuk aplikasi Al, Mg, dan Ti yang lebih ringan telah berkembang secara signifikan. Penutup elektronik Mg berdinding tipis, komponen mesin Ti, dan pengecoran bodi mobil Al berukuran sangat besar hanyalah beberapa contoh [54,55]. Karena memiliki kepadatan yang rendah (sekitar dua pertiga dari aluminium) dan kekuatan yang sangat baik, paduan magnesium telah menarik banyak minat dari sektor kendaraan kereta api akhir-akhir ini. Paduan magnesium saat ini 1,3-1,5 kali lebih mahal daripada paduan aluminium pada titik harga bahan baku [56]. Liao dan tim merancang paduan ringan baruTix (AlCrNb)100-x (x = 45-80) untuk aplikasi kendaraan transportasi. Paduan yang dikembangkan memiliki kekuatan luluh kompresi yang sangat baik, sekitar 1500 MPa, kekuatan patah kompresi yang lebih tinggi, sekitar 1800 MPa, dan peningkatan plastisitas kompresi lebih dari 30% pada suhu ruang, yang semuanya dapat menampilkan karakteristik mekanis yang diinginkan [57]. Baru-baru ini, sebuah karya menarik melaporkan pemanfaatan paduan berbasis magnesium seperti AZ31, AZ61, AZ80, dan paduan MgeLi untuk pembuatan profil kedirgantaraan berdinding tipis. Hal ini bertujuan untuk membuat berbagai macam bentuk penampang rumit yang penting bagi sektor penerbangan untuk produk ekstrusi ringan guna menghemat energi, biaya, dll. Dengan mengurangi berat pesawat, kemampuan untuk menunjukkan material dan parameter pemrosesan yang optimal telah ditunjukkan [58]. Shao dkk. mengembangkan serangkaian sistem paduan entropi Al-Mg, dan pemeriksaan mendalam dilakukan untuk memperkenalkan material inovatif. Masing-masing paduan ditemukan memiliki densitas rendah antara 2,64 dan 2,75 g/cm³, yang lebih rendah densitasnya dibandingkan paduan titanium pada umumnya (4,5 g/cm³). Paduan entropi tinggi ringan yang dikembangkan memiliki kuat tekan tinggi lebih dari 500 MPa pada suhu ruang [59].Komposit sedang dipertimbangkan dalam industri transportasi untuk menciptakan kendaraan yang lebih ringan, lebih aman, dan lebih hemat bahan bakar. Telah terbukti bahwa komposit polimer yang diperkuat serat, khususnya plastik yang diperkuat serat karbon (CFRP), dapat mengintegrasikan semua sifat ini secara lebih efektif daripada jenis komposit lainnya. Penggunaannya yang luas dalam komponen pesawat, yang mencakup hampir 50% dari massa struktural pesawat terbang terbaru, menjadi buktinya. Material tersebut memanfaatkan matriks polimer yang fleksibel serta kekakuan spesifik dan kekuatan serat mikro/nano kontinu yang sangat baik, yang keduanya sangat ringan [61]. Komposit ringan yang disebut busa sintaksis mencakup partikel berongga yang tersebar di seluruh matriks. Material yang lebih ringan ini sering digunakan dalam aplikasi yang beratnya menjadi masalah, seperti kapal laut, konstruksi pesawat terbang, dan isolasi termal pipa. Busa polimer yang diperkuat logam telah menunjukkan perlindungan interferensi elektromagnetik yang tinggi pada kepadatan yang cukup rendah [62]. Untuk membuat komponen ringan untuk pesawat terbang seperti panel pintu dan kemudi, komposit yang diperkuat serat alami telah menjadi sangat populer. Karena karakteristik termal, mekanis, dan biodegradabilitasnya yang luar biasa, komposit berbasis nanopartikel (NBC) yang terbuat dari matriks polimer yang diperkuat serat alami banyak digunakan di berbagai industri. Seperti yang diilustrasikan pada Gambar 3, NBC banyak digunakan dalam industri kedirgantaraan, otomotif, pengemasan, militer, konstruksi, angkatan laut, olahraga, kedokteran, dan blok bangunan untuk mencapai kemampuan yang luar biasa [63].Penggunaan basalt sebagai material coating baja/besi tahan karat untuk aplikasi di industri pertahanan merupakan topik yang menarik dan inovatif. Basalt, yang merupakan batuan vulkanik alami, semakin dikenal sebagai material yang kuat, tahan korosi, tahan panas, dan relatif ekonomis (Vivek et al, 2024). Material ini dapat digunakan untuk melapisi baja atau besi agar memiliki sifat yang lebih baik dalam menghadapi lingkungan ekstrem, seperti korosi, suhu tinggi, dan paparan kimia. Berikut adalah gambaran lebih detail tentang pengembangan basalt sebagai material coating untuk baja/besi dalam pembuatan alat pertahanan (Chen et al, 2024).Bidang fotonika dan fisika kuantum memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan nanoteknologi dan material untuk aplikasi pertahanan, keamanan, dan satelit. Fotonika memungkinkan terciptanya sistem komunikasi yang cepat dan aman, sensor berkinerja tinggi, serta teknologi stealth. Sementara itu, fisika kuantum membuka peluang untuk komunikasi yang tidak dapat disadap, sensor presisi tinggi, dan komputasi yang revolusioner. Sinergi antara kedua bidang ini akan terus mendorong inovasi teknologi yang mendukung kebutuhan strategis nasional di era modern.Dengan melihat perkembangan riset dan inovasi pada bidang nanoteknologi dan material yang sedemikian pesatnya, khususnya pada aplikasi pertahanan, keamanan, dan satelit maka perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut khususnya untuk menjaga kedaulatan nasional.Klaster ini melingkupi tema sebagai berikut:Komposit Ringan dan Kuat untuk Aplikasi AlutsistaTeknologi Material untuk Optimasi Bahan Bakar dan Sistem EnergiMaterial dan Penginderaan KuantumMaterial Cat Anti-Deteksi Radar dan Self-HealingPenumbuhan Kristal Tunggal dan Lapisan TipisPeralatan untuk Deposisi atau Karakterisasi MaterialRiset Metodologi Menggunakan Alat-alat Besar BRIN

Open
Hilirisasi Sumber Daya Alam Tidak Terbarukan
Pendaftaran: 04 May 2026 - 10 May 2026
Proposal Masuk: 2
Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material

Hilirisasi Sumber Daya Alam Tidak Terbarukan

Penerapan ekonomi hijau merupakan salah satu cara agar pembangunan Indonesia dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan sisi lingkungan. Salah satu program yang mendukung sekaligus perlu menerapkan ekonomi hijau adalah program hilirisasi sumber daya alam tidak terbarukan. Program ini utamanya adalah pemanfaatan mineral untuk diambil unsur-unsur logam dan non logamnya. Unsur-unsur tersebut harus diolah dengan memperhatikan aspek pengurangan emisi gas, menggunakan energi yang rendah karbon serta pengelolaan lingkungan yang baik. Saat ini pemerintah telah mengklasifikasikan 22 jenis mineral sebagai mineral strategis dan 47 jenis mineral sebagai mineral kritis. Beberapa mineral kritis dan strategis yang penting diantaranya adalah Al, Fe, Au, Ti, Li, Sc, Sr, Co, Sn, Ni, Cu, Mn, Si, Mg, B dan Logam Tanah Jarang (LTJ). Mineral- mineral ini memiliki peran sentral dalam pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia. Sebagai contoh baja dan aluminium merupakan bahan utama konstruksi yang memungkinkan pengembangan bangunan ramah lingkungan dan infrastruktur yang tahan lama. Logam lain seperti nikel, tembaga, mangan, seng dan silikon sangat diperlukan dalam pengembangan energi terbarukan dan teknologi modern, termasuk baterai kendaraan listrik dan panel surya. Indonesia memiliki cadangan mineral yang jika dikelola dengan bijak dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan menjadikan negara sebagai pemain utama dalam industri logam.Sektor utama untuk pemenuhan logam, non logam dan batubara adalah sektor tambang. Aktivitas pada sektor ini terdiri dari aktivitas pencarian mineral dan batubara, pengolahan dan pemurnian serta pengelolaan akibat-akibat yang ditimbulkan dari aktivitas tersenutAktivitas pengolahan dan pemurnian mineral dan batubara biasanya membutuhkan energi yang besar serta bahan tambahan  berupa bahan kimia,  reduktor (material mengandung karbon) dan fluks. Kebutuhan energi dan reduktor dipasok dari material alam berbasis karbon utamanya batubara. Namun demikian, penggunaan batubara dapat meningkatkan pelepasan emisi yang berakibat pada peningkatan efek gas rumah kaca. Untuk itu diperlukan perbaikan proses pengolahan batubara sehingga pemenuhan energi dan reduktor dapat diiringi dengan pelepasan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang minimal. Selain itu batubara juga merupakan komoditas yang dapat digunakan untuk menghasilkan material karbon untuk bahan baku industri hilir seperti untuk alat penyimpan energi.Aktivitas penambangan harus didukung dengan sistem monitoring untuk memastikan kegiatan operasional tambang berjalan sesuai dengan regulasi dan standar lingkungan yang berlaku. Monitoring yang efektif memungkinkan deteksi dini potensi masalah seperti pencemaran, kerusakan lingkungan, atau penurunan keselamatan kerja. Hal ini membantu mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan adanya monitoring sistem yang baik, sektor pertambangan dapat beroperasi secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.Selain produk utama, aktivitas penambangan yang diikuti dengan pengolahan dan pemurnian akan menghasilkan bahan yang tidak lagi digunakan yang dikenal sebagai Sisa Hasil Pengolahan (SHP). SHP ini harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan. Pemanfaatan SHP merupakan salah satu cara untuk meminimalkan ancaman lingkungan dan mengurangi lahan serta biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaannya. SHP dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan baku sebuah produk atau diolah untuk mendapatkan logam dan non logam sisa yang terkandung di dalamnya.Salah satu aktivitas yang perlu dikembangkan adalah daur ulang logam dari barang-barang bekas. Proses daur ulang membutuhkan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan memproduksi logam dari bahan mentah, sehingga dapat mengurangi emisi GRK dan konsumsi energi mengurangi tekanan pada lingkungan akibat kegiatan tambang serta dapat mengatasi tantangan terkait kelangkaan beberapa jenis logam. Dengan mendorong urban mining dan daur ulang logam, Indonesia dapat menciptakan industri yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kemandirian dalam pasokan bahan baku logam yang strategis.Klaster ini melingkupi tema sebagai berikut:Pengolahan dan Pemurnian Mineral Kritis-Strategis.Karbon dan BatubaraUrban Mining dan Daur Ulang Produk Samping Hasil Pengolahan Tambang/Mineral

Closed
Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Tahun 2026
Pendaftaran: 04 May 2026 - 08 May 2026
Proposal Masuk: 255
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Tahun 2026

Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Batch 2 Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2026Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Batch 2 Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2026 bermaksud untuk mengundang periset di lingkungan BRIN untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam riset Rumah Program Tahun Anggaran 2026. Dua Rumah Program yang dilaksanakan tahun 2026 yaitu Rumah Program Biota yang terkonservasi dan Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara.1. Rumah Program Biota yang TerkonservasiRumah Program Biota yang Terkonservasi merupakan Rumah Program pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN yang mewadahi kegiatan riset untuk mendukung pengungkapan keanekaragaman biota Indonesia dan konservasi berkelanjutan biota yang terancam kepunahan. Biota yang dimaksud adalah semua spesies tumbuhan, satwa, fungi dan mikroorganisme yang hidup dan tumbuh asli di wilayah Indonesia.Tema1. Tema 1: Pengungkapan Keanekaragaman Biota IndonesiaRuang lingkup riset pada Tema-1 meliputi kajian Biosistematika secara luas pada taksa terpilih hingga studi karakterisasi molekuler untuk mengungkap keanekaragaman genetik dan identifikasi spesies. 2. Tema 2: Konservasi Biota Terancam Kepunahan.Ruang lingkup riset pada Tema-2 meliputi kajian terhadap status konservasi, dinamika populasi, karakter biologi biota terancam kepunahan (misal: fenologi, fisiologi, anatomi), biologi molekuler, analisa perilaku, preferensi pakan, hingga kajian reproduksi dan propagasi/ perbanyakan biota terancam kepunahan, serta reintroduksi ke habitat alam. Ketentuan Pendaftaran ProposalTim periset diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap judul-judul penelitian rumah program di tahun-tahun sebelumnya (daftar judul tahun 2022-2025 terlampir pada tautan https://s.brin.go.id/l/RumahProgram_Batch2_ORHL_2026_Dokumen agar tidak terjadi duplikasi penelitian;Biota terancam kepunahan adalah spesies biota asli Indonesia yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Kategori Vulnerable, Endangered, Critically Endangered, Extinct in the Wild, dan Extinct pada database IUCN Redlist (https://www.iucnredlist.org/); 2). atau tercantum pada perundang-undanganan yang berlaku di Indonesia, diantaranya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi; atau spesies yang masuk ke dalam kategori Appendix 1 CITES (https://cites.org/eng/disc/species.php); ataupun spesies lain yang endemik ataupun asli (native) Indonesia dengan dukungan justifikasi ilmiah yang kuat;Daftar spesies koleksi tumbuhan yang tercatat telah terkonservasi secara eks-situ di Kebun Raya dapat dilihat pada website Makoyana BRIN (https://makoyana.brin.go.id/). Walaupun demikian, tetap terbuka peluang untuk penambahan koleksi hidup untuk spesies-spesies yang telah terkonservasi, selama disertai dukungan justifikasi ilmiah yang kuat;Assessment status konservasi Biota Terancam Kepunahan dapat dilakukan pada kelompok taksa yang belum memiliki status konservasi (IUCN Redlist, PermenLHK No. P.106 Tahun 2018, Kepmen Kelautan dan Perikanan RI No. 66 Tahun 2025, Appendix 1 CITES) dan dianggap mengalami keterancaman kepunahan berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat; ataupun dilakukan untuk memperbaharui status konservasi suatu spesies berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat;Alokasi perjalanan dinas tidak diperuntukan melakukan kegiatan eksplorasi ataupun inventarisasi. Perjalanan dinas dipergunakan untuk mengkonfirmasi spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah, ataupun untuk melengkapi data krusial terkait spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah. Oleh karena itu, ajuan alokasi perjalanan dinas ini harus disertai pula uraian urgensi yang dijelaskan pada bagian metodologi.2. Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas NusantaraRumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara merupakan Rumah Program pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN yang mewadahi kegiatan riset untuk pemanfaatan biodiversitas nusantara melalui aplikasi teknologi multi-omics dan meta-omics. Biodiversitas nusantara yang dimaksud adalah semua spesies tumbuhan, satwa, dan mikroorganisme yang hidup dan tumbuh asli di wilayah Indonesia.Tema1. Tema 1: Multi-omicsRuang lingkup riset pada Tema-1 meliputi aplikasi teknologi multi-omics termasuk genomics, transcriptomics, proteomics, metabolomics, lipidomics, cellomics, atau cabang omics lainnya pada tumbuhan, satwa atau mikroorganisme.2. Tema 2: Meta-omicsRuang lingkup riset pada Tema-2 meliputi aplikasi teknologi meta-omics termasuk metagenomics, metatranscriptomics, metaproteomics, metabolomics lingkungan (metametabolomics), metalipidomics, metaviromics atau cabang meta-omics lainnya pada ekosistem tertentu.Ketentuan Pendaftaran ProposalTim periset diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap judul-judul penelitian rumah program di tahun-tahun sebelumnya (daftar judul tahun 2022-2025) terlampir pada tautan https://s.brin.go.id/l/RumahProgram_Batch2_ORHL_2026_Dokumen agar tidak terjadi duplikasi penelitian;Alokasi perjalanan dinas tidak diperuntukan melakukan kegiatan eksplorasi ataupun inventarisasi.Data-data lampiran panduan dapat diakses melalui tautan https://s.brin.go.id/l/RumahProgram_Batch2_ORHL_2026_Dokumen