Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya
Call for ProposalEkspedisi dan Eksplorasi Keanekaragaman Hayati dan Sumberdaya Geologi Maritim Perairan Indonesia 2026 RENCANA KEGIATANLatar BelakangLaut dan samudera di Indonesia merupakan sumber daya yang sedemikian besar dimana lebih dari 70% wilayah Indonesia terdiri atas laut dan samudera dengan jumlah sumberdaya yang sangat besar. Sumberdaya ini dapat berupa sumber daya hayati (utamanya sektor perikanan dan keanekaragaman hayati) ataupun non hayati (misalnya migas, energi baru dan terbarukan) dan sektor lainnya seperti sektor perhubungan dan komunikasi yang vital bagi perekonomian Indonesia. Dari total wilayah laut dan samudera Indonesia, sebanyak lebih dari 60% merupakan daerah laut dalam dengan kedalaman lebih dari 200 m. Sumberdaya alam di daerah laut dalam ini belum banyak dieksplorasi dan dimanfaatkan. Secara global baru kurang dari 20% laut dalam di dunia yang dipetakan. Kawasan laut Indonesia merupakan penentu dalam sirkulasi laut dan iklim global, karena letaknya sebagai perantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia). Perubahan kondisi laut yang terjadi di Indonesia, khususnya di daerah ARLINDO (Arus Lintas Indonesia) akan berdampak ke kondisi iklim dunia. Kondisi yang demikian menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya akan sumberdaya alam dengan keanekaragaman-hayati laut yang luar biasa, oleh karenanya Indonesia dimasukan dalam kelompok negara dengan tingkat keanekargaman hayati yang sangat tinggi (mega biodiversity). TujuanMengakselerasi perkembangan riset dan inovasi di bidang kelautan melalui fasilitasi infrastruktur kapal riset, dukungan pembiayaan pengembangan sumberdaya manusia (capacity building), dan pendanaan riset yang berkelanjutan.Meningkatkan kapasitas riset kelautan melalui penguatan network dan kolaborasi riset dengan mitra periset manca negara.Membangun sistem pengetahuan data (knowledge management) dalam bidang sumber daya hayati dan geologi perairan laut Indonesia sebagai sumber data ilmiah kelautan nasional yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholder terkait.Mendidik dan melatih generasi muda sebagai periset laut dan samudera melalui pemanfaatan skema degree by research, invited professor dan invited researcher. Bagi para teknisi dan operator serta manajemen pengelolaan armada kapal riset disiapkan skema taylor made training dan internship bekerjasama dengan institusi/lembaga pengelola kapal riset global. ManfaatPara periset dalam lingkup nasional beserta mitra-mitra globalnya dapat melaksanakan riset di laut dan samudera menggunakan Kapal Riset BRIN dan Kapal Riset milik mitra untuk melaksanakan pengumpulan data dan sampel riset ilmiah kelautan.Mahasiswa/Dosen/Peneliti muda mendapatkan hand on experience melakukan riset ilmiah kelautan dibawah bimbingan peneliti dan teknisi senior sehingga dapat melakukan akuisisi data, kontrol kualitas dan analisis data serta melakukan publikasi dalam jurnal ilmiah bereputasi.Mempercepat terbentuknya ekosistem riset ilmiah kelautan agar dapat meningkatkan perannya secara signifikan di kancah global.Memberikan kontribusi data-data kelengkapan yang diperlukan oleh Kementerian/Lembaga untuk menyusun bahan kebijakan pembangunan nasional di sektor kelautan dan perikanan, seperti contohnya data-data perikanan dan kelautan diperlukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna penyusunan kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara umum, dan kajian stok ikan nasional secara khusus di wilayah pengelolaan perikanan republik Indonesia (WPPNRI). Tema riset yang diusulkanGeosains KelautanRiset inter- dan multi-disiplin antara geologi kelautan, geofisika kelautan, geokimia, petrologi, sedimentologi dan paleontologi untuk mengungkap sejarah dan struktur kerak bumi di laut dan samudera Oseanografi dan Interaksi Samudera-AtmosferRiset tentang kondisi fisik dan proses fisik di kolom air laut, terutama gerakan dan sifat fisik laut dan samudera serta interaksinya dengan dinamika di atmosfer Biodiversitas Termasuk PerikananRiset eksploratif untuk mengungkap kehidupan di laut dan samudera dalam berbagai dimensi mulai dari aspek ekosistem, spesies, biodiversitas makro, mikro hingga molekuler HidrografiKluster hidrografi ini melaksanakan pemetaan pesisir, laut dan samudera dengan memanfaatkan teknik, metoda dan alat mutakhir. Hasil dari pemetaan ini mendukung ketiga kluster lainnya dan menjadi data dasar dalam melaksanakan suatu riset ilmiah kelautan. PELAKSANAANLokasi Periode 1 Tahun 2026Nusa Tengara Timur, Alor, Savu. Samudera Hindia Selatan JawaWahana : KRI Canopus 936 Trackline TentativeFlores Thrust (Patahan Naik Flores) Sesar anjak balik (back thrust) sepanjang lebih dari 800 kmMenghasilkan gempa kuat dan merusak di Bali dan Nusa TenggaraBerpotensi memicu tsunami kuatFokus di daerah epicenter gempa dan tsunami Flores 15 Agustus 2026 (M 7.7, tsunami ~1.61m)Karakterisasi ekosistem pasca gempa, sumber gempa dan tsunami untuk mitigasi bencana Gunung bawah lautAktivitas hidrotermal di sekitar gunung api bawah laut membentuk ekosistem ekstrim bagi organisme unik (bakteri, cacing tabung, kerang dll)Ekosistem ini mendukung keanekaragaman hayati laut dalam yang tidak ditemukan di tempat lainLaboratorium alami untuk penelitian bioteknologi dan asal-usul kehidupan. Data Dasar Biodiveristy Beyond National Jurisdiction (BBNJ)Beroeran aktif dalam tata kelola laut global guna memperkuat posisi sebagai Poros Maritim DuniaMeningkatkan riset kelautan, bioteknologi, dan pemantauan ekosistem laut lepas.Mendukung pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk kesejahteraan nasional.Pengelolaan Berbasis Kawasan (Area-Based Management Tools) Oseanografi fisika – kimia – biogeokimia, interaksi samudera - atmosferArus Laut Lintas Indonesia (ITF) pada selat-selat sempit di kepulauan Sawu.Paleo-oseanografi di zona transisi subduksi dan tumbukanUpwelling, internal wave, kesehatan ekosistem dan interaksi bio-geokimia. Lokasi Periode 1 Tahun 2026Laut Natuna dan Selat MalakaWahana : Kapal Latih/Riset Madidihang 03Trackline Tentative Biodiversitas kelautanRiset biodiversitas kelautan secara sistematis di lokasi ini masih sangat terbatas khususnya sektor perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Untuk itu, riset ilmiah kelautan perlu dilaksanakan untuk menambah himpunan pengetahuan dan potensi pemanfaatannya yang diantaranya meliputi namun tidak terbatas pada:Pendugaan stok (ikan dan bukan ikan) WPPNRI 571, 711, 712.Eksplorasi spesies baru baik secara makro, mikro maupun molekuler.Potensi spesies infasif akibat buangan air ballast Geosains kelautanSebagai laut marginal terbesar di Samudera Pasifik bagian barat, Paparan Sunda menunjukkan system sedimentasi dan transport sedimen yang unik. Paparan Sunda juga mengalami perubahan bentang alam yang dinamis utamanya sejak masa Holosen. Sejarah terbentuknya bentang alam Laut Natuna Utara selama Holosen.Komposisi, asal-usul dan distribusi sedimen dasar plaut dan Potensi endapan mineral dasar lautDampak hidrodinamika dan aktivitas manusia termasuk sedimentasi dan pengerukan sedimen OseanografiPosisi geografis Selat Malaka dan Laut Natuna Utara (bagian dari Laut Cina Selatan) mengakibatkan dinamika laut dan interaksi laut-atmosfer berperan penting dalam sirkulasi laut tropis dan pola cuaca global. Riset oseanografi dan interaksi antara laut – atmosfer diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan baru yang meliputi namun tidak hanya:Dinamika, proses serta dampak internal wave, upwelling dan mixingDinamika sebaran pencemaran minyah (Oil spill)Dinamika sebaran sampah laut/sampah plastic/mikroplastik dan pencemaran laut lainnya. HidrografiPengembangan dan pemanfaatan metoda dan instrumentasi hidrografi sangat penting untuk mendukung tema riset prioritas ketahanan pangan, ketahanan energi, pencemaran laut, keanekaragaman hayati laut, pengelolaan lingkungan pesisir dan perubahan iklim. Riset ini meluputi namun tidak hanya dalam hal:Pengembangan dan pemanfaatan metoda-metoda terkini dalam bidang hidrografi termasuk eksperimen robotika bawah air dan wahana tak berawak.Pemetaan secara spasial dan temporal fenomena sand wave utamanya di Selat Malaka Lokasi Periode 2 Tahun 2027Paparan SahulTrackline Tentative Biodiversitas kelautanRiset biodiversitas kelautan secara sistematis di lokasi ini masih sangat terbatas khususnya sektor perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Untuk itu, riset ilmiah kelautan perlu dilaksanakan untuk menambah himpunan pengetahuan dan potensi pemanfaatannya yang diantaranya meliputi namun tidak terbatas pada:Pendugaan stok (ikan dan bukan ikan) WPPNRI 571, 711, 712.Eksplorasi spesies baru baik secara makro, mikro maupun molekuler.Potensi spesies infasif akibat buangan air ballast Geosains kelautanSebagai laut marginal terbesar di Samudera Pasifik bagian barat, Paparan Sunda menunjukkan system sedimentasi dan transport sedimen yang unik. Paparan Sunda juga mengalami perubahan bentang alam yang dinamis utamanya sejak masa Holosen. Sejarah terbentuknya bentang alam Laut Natuna Utara selama Holosen.Komposisi, asal-usul dan distribusi sedimen dasar plaut dan Potensi endapan mineral dasar lautDampak hidrodinamika dan aktivitas manusia termasuk sedimentasi dan pengerukan sedimen OseanografiPosisi geografis Selat Malaka dan Laut Natuna Utara (bagian dari Laut Cina Selatan) mengakibatkan dinamika laut dan interaksi laut-atmosfer berperan penting dalam sirkulasi laut tropis dan pola cuaca global. Riset oseanografi dan interaksi antara laut – atmosfer diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan baru yang meliputi namun tidak hanya:Dinamika, proses serta dampak internal wave, upwelling dan mixingDinamika sebaran pencemaran minyah (Oil spill)Dinamika sebaran sampah laut/sampah plastic/mikroplastik dan pencemaran laut lainnya. HidrografiPengembangan dan pemanfaatan metoda dan instrumentasi hidrografi sangat penting untuk mendukung tema riset prioritas ketahanan pangan, ketahanan energi, pencemaran laut, keanekaragaman hayati laut, pengelolaan lingkungan pesisir dan perubahan iklim. Riset ini meluputi namun tidak hanya dalam hal:Pengembangan dan pemanfaatan metoda-metoda terkini dalam bidang hidrografi termasuk eksperimen robotika bawah air dan wahana tak berawak.Pemetaan secara spasial dan temporal fenomena sand wave utamanya di Selat Malaka Lokasi Periode 3 Tahun 2028Laut Banda dan Samudera Pasifik BaratTrackline Tentative WAHANA YANG DIGUNAKANKRI CANOPUS 963 Gambar KRI CANOPUS 963Tabel 1. Spesifikasi KRI Canopus 963Nama KapalKRI Canopus 936FungsiSurvei dan PemetaanGalangan PembuatPT Palindo Marine dan Abeking & RasmussenDiluncurkan2026GRT2500Panjang105 mLebar16 mDraft4,5 mKecepatan Maksimum16 KnotsKecepatan Jelajah12 KnotsKecepatan Ekonomis10 KnotsEndurance60 hariVessel crew90 orangOnboard10 orang Tabel 2 Peralatan Riset KRI Canopus 963No.Nama AlatDetail AlatJumlah1Seismic Tow SystemKongsberg TOPAS PS181 unitDURA SPARK Seismic Tow1 unit2Soil SamplerGravity Core1 unitShipek Grab Sampler1 unitVan Veen Grab Sampler2 unit3Piggyback SystemSSS Klein MA-X View 6001 unitSSS Klein 4001 unitHiPAP 6021 unitC-Node 40v-TI1 unitMarine Magnetometer G-8821 unit4GradiometerGradiometer (TVG)1 unit5Hydrographic Survey LauncherMBES Kongsberg EM2040P MK-2 (600 m)1 unitSSS GeoAcoustic PulSAR (range scale 300 m)SBES Kongsberg EA440 (200 m)Mini SVS AML-1 (depth rate 6000 m)6Autonomous Underwater Vehicle (AUV)MBES Blueview (max depth 10 m)1 unitSSS Edgetech 2205 (range scale 20 - 50 m)DVL dan INSTeledyne Mini SVSCameraUBL7Remotely Operated Vehicle (ROV)ADCP Sontek M9 (Depth rating 2000 m)1 unitDVLCamera (main 4 MP, middle 25x zoom, wide camera, thetered camera with behind camera8Autonomous Surface Vehicle (ASV)Teledyne MBES T20 ASV (depth 200 m - 420 m)1 unitVelodyne LiDARCamera9Unmanned Aerial Vehicle (UAV)Topodrone LiDAR1 unitSony Camera P61Camera Live10Multibeam EchosounderKongsberg EM20240 MK-II (max depth 600 m)1 unitKongsberg EM712 (max depth 3600 m)1 unitKongsberg EM124 (max depth 1100 m)1 unit11OseanografiSVS AML-1 (depth 6000 m)2 unitSVP AML - 3 (depth 6000 m)1 unitSVP Probe Midas SVX2 (depth 6000 m)2 unitTide Gauge Teledyne Tide Master (depth 20 m max, 0,8 m min )5 unitXBT Hand Gun Launcher & Probe (max depth 850 m)1 unit (120 probe)ADCP Shallow Water (Teledyne RDI Ocean Surveyor 751 unitADCP Deep Water (Teledyne RDI Ocean Observer 35)1 unit12CTD & Water SamplerCTD SBE 19 Plus V2 Shallow Water (max depth 600 m)2 unitCTD SBE 19 Plus V2 Deep Water (max cepth 7000 m)2 unitNiskin Bottle Water Sampler2 unit/12 botolTransmissiometer shallow/deep water2/2 unitKM MADIDIHANG 03 Tabel 1. Spesifikasi KM Madidihang 03Nama KapalMV Madidihang 03FungsiResearch Training VesselGalangan PembuatAstilleros Gondan – Castropol (Spain)Diluncurkan2009GRT759 tonsPanjang50 mLebar9,8 mDraft4,3 mKecepatan Maksimum14 KnotsKecepatan Jelajah10 KnotsEndurance40 hariVessel crew23 orangKadet, Pengajar dan Peneliti54 orangTabel 2 Peralatan Riset KM Madidihang 03No.Nama AlatDetail AlatJumlahUnit1Bottom Grab SamplerBottom Sampler Ekman Birge1setVan Veen Bottom Grab Large1set2CTDCTD SBE911plus1set3Water SamplerSBE32 Carousel Water Sampler1set4CTD WinchCTD WINCH 6600 meters1set5Meteorologycal StationAANDERA Meteorologycal Station, DATALOGGERS 36601set6ADCPADCP RD Instrument Ocean Surveyor 75 kHz1set7ThermosalinographTHERMOSALINOGRAPH Sea Cat SBE21 with digital thermometer SBE381set8FluorometerFLUOROMETER WETlabs ECO-FLNTU (RTD)1set9SalinometerPORTABLE SALINOMETER1set10Scientific EchosounderSIMRAD EK60 Scientific Echosounder System1set11Single Beam EchosounderEA600 Single Beam Hydrographic Echo Sounder1set12SeagaugeSEAGAUGE wave and tide recorder SBE26plus1set13BoxcoreBox Core1set14Gravity CoreGravity Core1set KR BARUNA JAYA III Tabel 1. Spesifikasi KR BARUNA JAYA IIINameK/R. BARUNA JAYA IIICall SignYEASPort of RegistrationJakarta, IndonesiaPurposeMulti purposes Deep-Sea ResearchClassBKIIMO Number8420036MakerCMN, Cherbourg-FranceLaunch Date1989GRT1184 TonNRT355 TonLOA60.40 mLBP52.50 mBreadth11.60 mDepth at Upper Deck6.50 mDraft Mean4.50 m – 6m Include Transducer Multibeam EM 304Cruising Speed7.5 knotsAccommodation22 Crew, 28 ScientistOwnerBPPT IndonesiaMain Engine2 x 1100 HP @850 RPM, Niigata SEMT Pielstick 5PA5LAuxiliary Engine1 unit Diesel Generator Detroit Diesel 270 HP @1500 RPM1 unit Chongqing Cummins KTA-19DM 1000 kVA @1500 RPMAlternator Utama2 unit shaft driven generator Leroy Somer @625 KVASynchronous Alternator1 unit Leroy Somer 200 KVA @1500 rpmBow Thruster1 unit Pleuger 200 HP @1450 rpmPropellerCPP 4 Blades type 417 CCWFuel Tank CapacityHSD 260.000-liter, Oil 14.000 literFresh Water Capacity93.700 literReverse Osmosis9 ton/day @air open water seaFuel Consumption7000 liter/day – plus genset 1500 liter/dayLife Saving Appliance 6 x 25 pax – 3 portside 3 starboard1 unit Rubber Boat with Attached Yamaha two stroke 40 HPNavigationRadar ARPA X Band Furuno, GPS, AIS, Gyro CompassTelecommunicationSSB, Mini Inmarsat-C, V-SatLifting Equipment1 unit A Frame Gantry 10 Ton 2 unit Side Gantry for CTD dan Grab1 unit Side Gantry for Coring/Grab1 unit Main Crane, 0.75 T at 12 m dan 2.5 T at 5 m1 unit Fassi Crane 2.5 T at 12 m dan 9 ton at 4.5 m TIMELINE HARI LAYAR (TENTATIVE) PENDAFTARAN :20 AGUSTUS - 20 SEPTEMBER 2026SELEKSI PROPOSAL :21 – 28 SEPTEMBER 2026PENGUMUMAN :30 SEPTEMBER 2026PELAKSANAAN HARI LAYAR :5 NOVEMBER 2026
Skema Pendanaan RIIM Invitasi Strategis Dekontaminasi dan Revitalisasi Fasilitas Ketenaganukliran adalah pendanaan yang ditujukan untuk menghasilkan produk inovasi, metode, dan kajian, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala yang dihadapi 2 (dua) fasilitas utama ketenaganukliran yang dimiliki oleh BRIN, yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) dan Instalasi Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka (IPRR), sehingga dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.Secara lebih spesifik, skema pendanaan kegiatan penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:Menghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk revitalisasi dan optimalisasi utilisasi RSG-GASMenghasilkan produk inovasi dan mengembangkan metode dekontaminasi yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kontaminasi fasilitas IPRR sehingga berada di bawah batas maksimum yang diijinkanMengembangkan teknologi produksi RIRF dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi dan menghasilkan jenis RIRF yang baruMenghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan limbah radioaktif dan pengembangan fasilitas pengelolaan limbah di jangka panjangMenghasilkan produk inovasi dan kajian yang dapat dimanfaatkan untuk fabrikasi bahan bakar nuklirSkema pendanaan ini juga mengutamakan kolaborasi riset dengan berbagai pihak, baik dari BRIN maupun institusi pendidikan, riset internasional, serta industri. Kolaborasi ini akan melibatkan periset dari berbagai disiplin ilmu, visiting researcher, post-doctoral, research assistant, dan mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia untuk riset dan inovasi berkelanjutan.Adapun topik dan ruang lingkup kegiatan riset dalam Platform Kolaborasi Dekontaminasi dan Revitalisasi Fasilitas Ketenaganukliran adalah sebagai berikut:Topik 1 Dekontaminasi dan Pengelolaan Limbah Radioaktif Tema 1 Dekontaminasi Fasilitas Produksi RIRFTema 2 Pengelolaan Limbah Radioaktif Fasilitas Produksi RIRFTema 3 Pengelolaan Limbah Radioaktif pada Fasilitas LimbahTema 4 Studi Tapak dan Desain Fasilitas Pengelolaan LimbahTema 5 Keselamatan Radiasi LingkunganTopik 2 Revitalisasi dan Peningkatan Utilisasi RSG-GASTema 6 Contamination Settlement and Safety AnalysisTema 7 Irradiation OptimizationTema 8 Instrumentation and Control Modernization & DevelopmentTema 9 VAC RevitalizationTema 10 Development of Maintenance Method & Ageing ManagementTema 11 Radiation Protection SystemTema 12 URD for Neutron Beam FacilityTopik 3 Revitalisasi dan Pengembangan Fasilitas Fabrikasi Bahan Bakar NuklirTema 13 Revitalisasi Fasilitas Fabrikasi BBNTema 14 Recovery of Rejected Fuel ProductTema 15 Optimisasi Fabrikasi BBNTema 16 Pengembangan BBN Densitas TinggiTopik 4 Teknologi Produksi RIRFTema 17 Desain dan Revitalisasi Fasilitas Produksi RIRFTema 18 Desain, Simulasi dan Scale-up Production I-131 & Mo-99/ Tc-99mTema 19 Pengembangan RIRF Baru Berbasis Reaktor (Lu-177, Sm-153, Sc-46, P-32, Au-198, Ho-166)Topik 5 Riset dan Inovasi Teknologi Reaktor PeLUItTema 20 Pengembangan Prototipe Pembangkit Uap, Pebble-Sleeve, dan Simulator Sistem Proteksi dan Kendali PeLUIt-40Tema 21 Pengembangan Desain dan Prototipe Bahan Bakar, Teras Reaktor, Heat Pipe, dan Primary Heat Exchanger Mikro-PeLUIt
SATREPS adalah program penelitian kolaboratif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang bertujuan untuk mempromosikan riset bersama pada level internasional, memperoleh pengetahuan baru dan memanfaatkan hasil riset demi kepentingan masyarakat, khususnya dalam mengatasi isu-isu global, serta pengendalian penyakit menular serta meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan riset di Indonesia melalui pelaksanaan riset bersama.Program ini dikoordinasikan bersama oleh:Pemerintah Jepang: MOFA, JICA, MEXT, JST (untuk topik non-kesehatan), dan AMED (untuk topik penyakit menular).Pemerintah Indonesia: Program ini dikoordinasikan bersama oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebagai mitra resmi Pemerintah Jepang dalam kerangka Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).SATREPS is a collaborative research program between the Government of Indonesia and the Government of Japan that aims to to obtain new knowledge and to utilize research outcomes to the benefit of the society with a view to resolving global issues such as the environment and energy, biological resources, disaster prevention, and infectious diseases. Bidang FokusEnvironment and Energy BioresourcesDisaster Prevention and MitigationInfectious Diseases ControlDurasi Project3 sampa 5 tahun. Nilai Hibah- Jumlah pendanaan: Sekitar 100 juta Yen per proyek per tahun- Dukungan JICA untuk periset negara penerima hibah (berupa biaya proyek Official Development Assisstance/ODA dalam kerangka kerjasama teknis): Maksimal 300 juta Yen selama 5 tahun, maksimal 240 juta Yen selama 4 tahun, atau maksimal 180 juta Yen selama 3 tahun- Dukungan JST untuk periset Jepang (berupa biaya riset, kontrak, termasuk biaya tidak langsung): Sekitar 35 juta Yen per tahun (Maksimal 175 juta Yen selama 5 tahun).Hibah SATREPS menyediakan dukungan non-tunai, termasuk peralatan riset, pelatihan, pertukaran periset, bimbingan teknis, publikasi hasil riset, dan tenaga ahli untuk memperkuat kapasitas riset dan kolaborasi internasional.
Dalam rangka mendukung topik utama "Inovasi Produk Superfood dan Pangan Alternatif melalui NutriFoodSync", telah disusun rencana program yang terbagi dalam tiga tema kegiatan utama, yaitu: 1) Eksplorasi dan Pengembangan Produk Superfood; 2) Eksplorasi dan Pengembangan Pangan Alternatif; dan 3) Teknologi Pendukung Pengembangan Produk Superfood dan Pangan Alternatif. Tema 1: Eksplorasi dan Pengembangan Produk SuperfoodSuperfood meliputi pangan yang mengandung nutrisi tinggi sekaligus memberikan manfaat kesehatan, baik pangan nutrasetikal maupun pangan fungsional. Klaim kesehatan dapat meliputi manfaat untuk mencegah, menunda, atau memperbaiki penyakit atau untuk melengkapi perawatan farmakologis di bawah pengawasan medis, tetapi tidak untuk menyembuhkan patologi. Nutrasetikal adalah produk suplemen makanan dalam bentuk terkonsentrasi (ekstrak, senyawa murni atau kombinasi dari agen bioaktif yang memiliki manfaat kesehatan dengan klaim spesifik di luar persyaratan nutrisi konvensional (Visen et al., 2022). Sedangkan pangan fungsional adalah pangan yang memberikan manfaat kesehatan di luar gizi dasar. Makanan tersebut bisa berupa makanan utuh, diperkaya, atau ditingkatkan (Temple et al., 2022). Bahan pangan superfood dapat bersumber dari tumbuhan berupa buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, bahan baku bumbu atau rempah-rempah, tetapi tidak menutup kemungkinan sumber bahan pangan baru, baik sumber hewani, mikro dan makro alga, jamur, dan mikroorganisme lainnya.Tema 2: Eksplorasi dan Pengembangan Pangan AlternatifTema ini mencakup dua sub-tema utama yang memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan global terkait ketahanan pangan dan ketahanan gizi:a. Pengembangan beras analog. Beras analog dapat dikembangkan dari berbagai sumber seperti umbi-umbian maupun serealia. Inovasi dalam pembuatan beras analog ini bertujuan menciptakan alternatif pangan yang lebih berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada produksi beras konvensional yang rentan terhadap perubahan iklim dan gangguan rantai pasok. Pengembangan beras analog yang memanfaatkan sumber daya lokal berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan diversifikasi pangan pokok dan menyediakan pangan berkualitas yang mendukung kecukupan gizi masyarakat. b. Eksplorasi dan pengembangan protein alternatif.Fokus utama sub-tema ini adalah pengembangan sumber pangan protein alternatif yang memiliki potensi besar, seperti serangga, mikroba, dan sumber nabati seperti alga. Protein alternatif tersebut tidak hanya menawarkan sumber gizi tinggi yang dapat memperkuat ketahanan gizi, tetapi juga memberikan solusi atas tantangan keberlanjutan lingkungan yang terkait dengan produksi protein hewani konvensional.Tema 3: Teknologi Pendukung Pengembangan Produk Superfood dan Pangan AlternatifTema ini mencakup sub-tema yang terkait teknologi pendukung untuk pengembangan produk superfood dan pangan alternatif, meliputi:a. Karakterisasi produk berbasis analisis multi omikKarakterisasi produk superfood berbasis pendekatan analisis multi omik melibatkan integrasi teknologi genomik, transkriptomik, proteomik, metabolomik, dan mikrobiomik untuk memahami komponen bioaktif dan dampaknya terhadap kesehatan secara menyeluruh.b. Teknologi proses pengolahanTeknologi maju dalam pengolahan produk superfood bertujuan untuk meningkatkan kualitas, stabilitas, dan efektivitas senyawa bioaktif seperti antioksidan, probiotik, prebiotik, peptida bioaktif, dan fitokimia yang memberikan manfaat kesehatan tambahan. Salah satu teknologi utama adalah enkapsulasi, baik mikroenkapsulasi maupun nanoenkapsulasi, yang melibatkan pelapisan senyawa bioaktif dalam matriks pelindung untuk meningkatkan stabilitas terhadap panas, oksidasi, atau kondisi pencernaan, sekaligus meningkatkan bioavailabilitasnya dalam tubuh. Fermentasi terarah juga memainkan peran penting dengan memanfaatkan mikroorganisme spesifik seperti Lactobacillus atau Bifidobacterium untuk menghasilkan produk pangan yang kaya probiotik, peptida bioaktif, dan senyawa antioksidan. Selain itu, teknologi ekstraksi hijau seperti supercritical fluid extraction (SFE) dan ultrasound-assisted extraction (UAE) digunakan untuk mengekstraksi senyawa bioaktif dari bahan pangan menggunakan pelarut ramah lingkungan, seperti karbon dioksida, tanpa merusak kualitas senyawa tersebut. Tekanan hidrostatik tinggi (High Pressure Processing, HPP) adalah metode non-termal yang menggunakan tekanan tinggi untuk menghancurkan mikroorganisme patogen tanpa merusak nutrisi sensitif seperti vitamin dan antioksidan, sementara Pulsed Electric Field (PEF) memanfaatkan medan listrik berdenyut untuk memecah membran sel mikroba, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan ekstraksi senyawa fungsional dari bahantanaman (Siddiqui et al., 2024).c. Teknologi preservasi atau pengawetanTeknologi preservasi produk superfood dan pangan alternatif bertujuan untuk memperpanjang umur simpan makanan sambil mempertahankan atau meningkatkan kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan, probiotik, dan vitamin. Metode fisik seperti pengeringan, pembekuan, tekanan hidrostatik tinggi (High Pressure Processing, HPP), dan iradiasi digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme tanpa merusak komponen fungsional (Siddiqui et al., 2024).d. Keamanan pangan dan kontrol kualitasKualitas produk pangan dan keamanan produk superfood dan pangan alternatif adalah jaminan bagi konsumen untuk memastikan produk tersebut memiliki manfaat terhadap kesehatan dan aman dikonsumsi. Dasar ilmiah jaminan tersebut dapat dimodulasi dan relevansinya dengan kesejahteraan dan kesehatan, termasuk kemungkinan pengurangan risiko penyakit (kronis) tertentu. Bukti ilmiah didasarkan pada uji klinis dan intervensi di manusia, idealnya dalam kombinasi dengan hasil studi in vitro, hewan percobaan (in vivo), dan studi epidemiologi observasional yang menunjukkan hubungan kausal antara asupan makanan fungsional tertentu (bahan) dan perbaikan yang diharapkan dari fungsi fisiologis.e. Rantai Pasok Pangan (Food Supply Chain) dan Food Loss/WasteEvaluasi dan pengujian terhadap rantai pasok pangan sangat penting untuk menjamin kelancaran, efisiensi, dan keamanan distribusi produk dari produsen hingga ke konsumen. Berbagai metode diterapkan untuk meningkatkan performa rantai pasok secara menyeluruh.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan skema program pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi. Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi/lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian novelty/kebaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan dengan tujuan mengimplementasikan hasil riset tersebut. Dalam pelaksanaan Program pendanaan RIIM Kompetisi diharapkan akan:meningkatkan jumlah riset untuk mendapatkan novelty atau kebaharuan teknologi dan hasil riset lainnya;meningkatkan jumlah invensi dari hasil riset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan inovasi;meningkatkan kontribusi aktif pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta dalam kegiatan riset; danmeningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait riset yang mampu bersaing secara global.Fokus riset dan inovasi adalah riset dan inovasi terkait pangan termasuk kesehatan dan energi, serta dimungkinkan pula untuk tema-tema lainnya, seperti penerbangan, antariksa, hayati, lingkungan, elektronika dan informatika, manufaktur, nanoteknologi, material, kebumian dan maritim, tenaga nuklir, sosial dan humaniora, arkeologi, bahasa, sastra, tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan riset yang tidak dapat menerima pendanaan RIIM Kompetisi ini adalah riset ekspedisi, eksplorasi dan studi lapangan, riset klinis, uji pra klinik, uji klinik, uji validasi atau uji mutu, riset terkait sawit, proses manufaktur, riset aksi, survey, riset kebijakan serta riset dengan tema-tema yang ditetapkan pada skema RIIM lainnya.Pendanaan RIIM dapat diakses oleh semua periset Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan dengan mekanisme yang telah diatur. Pendanaan dapat digunakan untuk belanja bahan, perjalanan yang terkait langsung dengan riset dan honor tenaga lapangan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan skema program pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi. Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi/lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian novelty/kebaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan dengan tujuan mengimplementasikan hasil riset tersebut. Dalam pelaksanaan Program pendanaan RIIM Kompetisi diharapkan akan:meningkatkan jumlah riset untuk mendapatkan novelty atau kebaharuan teknologi dan hasil riset lainnya;meningkatkan jumlah invensi dari hasil riset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan inovasi;meningkatkan kontribusi aktif pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta dalam kegiatan riset; danmeningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait riset yang mampu bersaing secara global.Fokus riset dan inovasi adalah riset dan inovasi terkait pangan termasuk kesehatan dan energi, serta dimungkinkan pula untuk tema-tema lainnya, seperti penerbangan, antariksa, hayati, lingkungan, elektronika dan informatika, manufaktur, nanoteknologi, material, kebumian dan maritim, tenaga nuklir, sosial dan humaniora, arkeologi, bahasa, sastra, tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan riset yang tidak dapat menerima pendanaan RIIM Kompetisi ini adalah riset ekspedisi, eksplorasi dan studi lapangan, riset klinis, uji pra klinik, uji klinik, uji validasi atau uji mutu, riset terkait sawit, proses manufaktur, riset aksi, survey, riset kebijakan serta riset dengan tema-tema yang ditetapkan pada skema RIIM lainnya.Pendanaan RIIM dapat diakses oleh semua periset Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Lembaga Riset, Perguruan Tinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan dengan mekanisme yang telah diatur. Pendanaan dapat digunakan untuk belanja bahan, perjalanan yang terkait langsung dengan riset dan honor tenaga lapangan.
This research will identify and analyze diverse technological domains that can accelerate Indonesia’s pathway toward net‑zero emissions. The themes to be explored encompass, but are not limited to, areas that directly contribute to carbon neutrality.The research will also examine:government policies related to these areastrends and challenges in technological developmentrelevant trends in standardization (where applicable)
This stage focuses on exploring and strengthening research collaboration between Indonesia and Japan in technological areas that contribute to net-zero emissions. Priority will be given to adopting joint research with Japan aimed at a medium- to long-term joint research projects that have the potential for significant impact.The research themes for Stage B are flexible, as long as align with the overall goal of achieving net-zero emissions.Applicants may propose research activities under the following categories:Existing Joint Research and Projects: Proposals that build upon or further develop current or past research collaborations between Indonesian and Japanese institutions in relevant technology fields.Potential Collaborative Opportunities: Proposals that explore new opportunities for research collaboration between Indonesian and Japanese institutions (universities, research institutes, or companies).Joint Research Development: Proposals aimed at forming a collaborative research project involving BRIN (with or without an Indonesian company) and a Japanese partner (university, research institute, or company), with the goal of submitting an application to the NEDO support scheme.
A. Latar BelakangPengembangan nanoteknologi dan material maju merupakan salah satu enabling technology yang memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan daya saing nasional. Dalam konteks pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Tahun 2026–2029, kemajuan di bidang ini menjadi faktor kunci yang dapat mendukung pencapaian target pada delapan klaster prioritas, mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga hilirisasi industri dan ekonomi berbasis inovasi. Oleh karena itu, penguatan riset dan inovasi di bidang nanoteknologi dan material maju perlu diarahkan secara terintegrasi, berorientasi pada dampak, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional secara berkelanjutan.Pada klaster kedaulatan pangan, nanoteknologi memungkinkan peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui penggunaan nano-fertilizer dan nanopesticide dengan mekanisme pelepasan terkontrol, serta pemanfaatan sensor berbasis nanomaterial untuk pemantauan kondisi tanah dan kualitas air secara real-time. Pada klaster kemandirian energi dan air, material nano seperti perovskite dan graphene membuka peluang peningkatan efisiensi sel surya, penyimpanan energi yang lebih baik melalui baterai dan superkapasitor berbasis nanostruktur, serta teknologi membran nanofiltrasi untuk penyediaan air bersih dan desalinasi yang lebih efisien.Dalam klaster pendidikan, kontribusi nanoteknologi lebih diarahkan pada penguatan ekosistem pembelajaran melalui pengembangan perangkat edukasi berbasis material cerdas dan laboratorium mini (lab-on-chip) yang terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan teknologi. Sementara itu, pada klaster kesehatan, nanoteknologi memainkan peran krusial dalam pengembangan biosensor berpresisi tinggi untuk deteksi dini penyakit dan kontaminan seperti logam berat, sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel yang lebih terarah, serta material antibakteri untuk meningkatkan keamanan peralatan medis. Pada klaster hilirisasi dan industrialisasi, material maju seperti nanokomposit, nanokeramik, dan thin film semikonduktor menjadi kunci dalam menciptakan produk bernilai tambah tinggi, meskipun tantangan utama terletak pada proses scale-up dan kesiapan industri. Selanjutnya, pada klaster infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, nanoteknologi berkontribusi melalui pengembangan material konstruksi seperti beton self-healing, pelapis anti-korosi, serta sensor struktural untuk pemantauan kesehatan bangunan secara berkelanjutan. Pada klaster ekonomi kerakyatan dan desa, pendekatan teknologi material difokuskan pada teknologi tepat guna yang murah dan mudah diimplementasikan, seperti sistem pemurnian air berbasis nanofilter, energi surya skala kecil, serta sensor sederhana untuk mendukung aktivitas pertanian dan kesehatan masyarakat. Terakhir, dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemanfaatan teknologi material difokuskan pada solusi yang sederhana, terjangkau, dan mudah diterapkan di masyarakat. Contohnya meliputi teknologi pemurnian air berbiaya rendah, material bangunan yang lebih tahan lama untuk menekan biaya perawatan, serta energi terbarukan skala kecil untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan biaya hidup sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.B. TujuanPembukaan proposal riset bidang nanoteknologi dan material untuk mendukung 8 (delapan) Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) T.A. 2026 bertujuan untuk mendorong pelaksanaan riset yang berdampak tinggi, baik dari sisi potensi hilirisasi maupun kontribusi scientific. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset yang tidak hanya menghasilkan luaran scientific berkualitas, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara nyata di tingkat industri, kementerian/lembaga dan masyarakat.C. Target UtamaTarget utama kegiatan riset dan inovasi dalam bidang nanoteknologi dan material untuk mendukung PKPN ini difokuskan pada beberapa prioritas berikut:Riset dengan tingkat kesiapterapan teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 7 ke atas untuk mempercepat proses hilirisasi dan adopsi teknologi.Riset dasar frontier/advanced science yang berorientasi Nobel.Pengembangan metodologi riset dengan memanfaatkan fasilitas large-scale instruments BRIN, seperti HRTEM, XPS, dan NMR, guna mengeksplorasi fitur dan informasi material yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.Pengembangan peralatan deposisi atau karakterisasi material secara homemade yang mampu menghasilkan material berkualitas tinggi pada skala nano.Riset-riset lain yang mempunyai dampak tinggi baik dari aspek hilirisasi maupun kontribusi scientific.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) menyelenggarakan Program Kerja Sama Riset Jepang–Indonesia Tahun 2026 sebagai tindak lanjut atas Memorandum of Cooperation (MoC) yang telah disepakati kedua lembaga pada tahun 2025. Program ini dilaksanakan dalam kerangka skema RIIM Kolaborasi dan didukung oleh pendanaan yang berasal dari imbal hasil Dana Abadi Penelitian yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.Program kolaboratif tersebut bertujuan untuk membangun, memperluas, dan memperkuat jaringan kerja sama ilmiah yang berkelanjutan antara peneliti Indonesia dan Jepang. Melalui inisiatif ini, kedua negara berupaya mendorong perkembangan ekosistem riset dan inovasi melalui pembentukan kemitraan strategis serta penguatan kolaborasi internasional yang berkualitas tinggi.Ruang lingkup pendanaan dalam program ini mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan secara lintas disiplin, termasuk Humaniora, Ilmu Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi Berkembang (Emerging Technologies), sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi para peneliti dari beragam latar belakang keilmuan.Skema pendanaan yang diterapkan mengacu pada prinsip cost sharing, di mana masing-masing institusi pendanaan bertanggung jawab mendukung tim peneliti dari negaranya sendiri. Dalam hal ini, BRIN menyediakan pendanaan bagi tim peneliti Indonesia, sedangkan JSPS mendanai tim peneliti Jepang. Oleh karena itu, mekanisme pendanaan lintas negara (cross-border funding) tidak diberlakukan dalam pelaksanaan program ini. Melalui skema Joint Call tersebut, akan dipilih paling banyak dua proposal penelitian unggulan dengan masa pelaksanaan hingga tiga tahun, yang keberlanjutannya ditentukan berdasarkan hasil evaluasi tahunan. Deadline Submit SistemWaktu Indonesia (Khusus PI Indonesia): 3 September 2026, pukul 15.00 WIB.Waktu Jepang (Khusus PI Jepang): 3 September 2026, pukul 17.00 JST.
Based on Memorandum of Cooperation signed in 2024, JST and BRIN aiming to promote and strengthen collaboration between researchers from Indonesia and Japan. Under the scope of this framework, BRIN and JST launch this Call for Proposals for research, jointly conceived and to be jointly implemented by researchers in Indonesia and Japan. Japan aims to establish the world’s most advanced bioeconomy society by 2030 and promotes international cooperation in Bioenergy as a key strategy of its science and technology policy. Indonesia, through the spirit of Asta Cita, is committed to promoting and advancing bioenergy as a key pillar of national development, ensuring energy independence and environmental harmony for a sustainable future. This research collaboration aims to foster synergies between Japanese and Indonesian science and technology, promoting mutual growth and contributing to Bioenergy. Bioenergy is a research field that can significantly reduce environmental impacts while supporting economic and social resilience. In this joint research call, JST and BRIN are looking to support research within the following subtopics within the fields of ‘Bioenergy'.
1. PendahuluanPada tahun 2026–2029, Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi Tenaga Nuklir pada Organisasi Riset Tenaga Nuklir berfokus memperkuat kapasitas nasional dalam pemanfaatan teknologi nuklir berbasis riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi sektor energi, kesehatan, dan industri. Pembangunan purwarupa menjadi strategi utama untuk memastikan hasil riset tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi bergerak menuju implementasi, utilisasi, dan kesiapan komersialisasi. Dengan kerangka peta jalan riset yang telah ditetapkan, program ini mendorong kolaborasi lintas laboratorium, pusat riset, mitra industri, dan rumah sakit untuk menghasilkan solusi yang relevan dan terukur.Call for proposal ini ditujukan untuk menjaring riset dan inovasi yang mendukung perwujudan purwarupa teknologi nuklir secara bertahap hingga 2029. Prioritas utamanya adalah mempercepat kesiapan teknologi yang dapat diuji, divalidasikan, dan diserap pengguna. Proposal yang diajukan diharapkan memiliki kejelasan luaran, roadmap teknis tahunan, dan rencana pemanfaatan pada level industri, layanan kesehatan, ataupun infrastruktur energi nasional.2. Tema RisetA. Riset dan Inovasi Teknologi Nuklir Untuk EnergiRiset diharapkan menghasilkan purwarupa teknologi nuklir untuk energi yang mendukung pengembangan sistem reaktor generasi lanjut. Fokus utamanya mencakup sistem keselamatan reaktor, sistem mekanik dan instrumentasi HTGR, bahan bakar serta material tahan temperatur tinggi, rekayasa proses kogenerasi, pengolahan bahan baku nuklir, dan pengelolaan limbah radioaktif. Target akhir adalah readiness teknologi menuju implementasi tapak PLTN dan integrasi sistem keselamatan yang dapat diuji.Subtema untuk tema riset ini adalah sebagai berikut:Pengembangan reaktor daya generasi lanjut untuk penyediaan energi nasionalSistem keselamatan, struktur, dan instrumentasi reaktorTeknologi bahan bakar, material tahan temperatur tinggi dan uji pasca iradiasi/post irradiation examinationRekayasa proses kogenerasi dan aplikasi energi industriInventarisasi mineral radioaktif, pengolahan bahan baku nuklir dan pengelolaan limbah radioaktifB. Teknologi Nuklir Untuk Medis & IndustriRiset diarahkan pada pengembangan purwarupa teknologi yang memperluas pemanfaatan radiasi untuk layanan kesehatan dan proses industri serta menjawab tantangan nasional terkait keamanan pangan, pencemaran lingkungan, penyakit berbasis vektor, dan kebutuhan material cerdas untuk biomedis serta teknologi industri masa depan. Prioritas mencakup sistem akselerator, instrumentasi fasilitas radiasi, teknologi iradiasi untuk sterilisasi dan uji tak rusak, produksi material biomolekuler berbasis radiosintesis, beamline untuk analisis material, sistem deteksi dan keselamatan radiasi dan purwarupa teknologi yang siap diuji, divalidasi, dan diterapkan oleh pengguna mencakup teknologi iradiasi untuk peningkatan mutu pangan dan pengendalian patogen, tracer isotop untuk pemetaan kontaminasi dan proses lingkungan, material maju berbasis iradiasi untuk aplikasi biomedis dan industri, serta sistem radiasi untuk perlindungan kesehatan masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah kesiapan inovasi yang dapat diterapkan pada fasilitas rumah sakit dan industri.Subtema untuk untuk tema riset ini adalah sebagai berikut:Akselerator & sistem iradiasi untuk layanan medis dan proses industriInstrumentasi fasilitas radiasi & sistem deteksi keselamatanBeamline & analisis nuklir untuk karakterisasi material pada aplikasi di berbagai bidangRadiosintesis material untuk aplikasi biomaterial dan industriTeknologi iradiasi untuk panganTracer isotop untuk pemantauan lingkungan & remediasiMaterial maju berbasis iradiasi (polimer, komposit, biomaterial)Teknologi radiasi untuk kesehatan masyarakat (non-klinis)Dosimetri radiasi & keselamatan klinis berbasis presisiC. Radioisotop & Radiofarmaka Untuk Terapi dan DiagnostikRiset bertujuan menghasilkan purwarupa produk radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi penyakit, terutama kanker, serta tracer untuk industri dan lingkungan. Keluaran mencakup teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka berbasis reaktor atau akselerator, formulasi radiofarmaka siap uji pra-klinis hingga uji klinis, teknologi dosimetri, serta kandidat radioprotektan dan radiosensitizer. Orientasi akhirnya adalah kesiapan produksi, registrasi, dan utilisasi nasional, termasuk peluang ekspor.Subtema untuk untuk tema riset ini adalah sebagai berikut:Produksi radioisotop & radiofarmaka berbasis reaktor/akseleratorRadiofarmaka untuk terapi & diagnostik kanker (pra-klinis hingga klinis)Tracer industri, radioprotektan, dan radiosensitizer3. Output RisetPublikasi ilmiah internasional (jurnal, prosiding atau book chapter) di bidang ketenaganukliran terindeks Scopus / WoSKekayaan Intelektual di bidang ketenaganukliran yang terdaftarPurwarupa (produk, perangkat lunak, model, metode, desain, dsb) hasil inovasi teknologi nuklir yang potensial untuk dimanfaatkan di bidang energi, medis dan industri