BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Open
Material Maju untuk Kesehatan, Energi, dan Lingkungan
Pendaftaran: 04 May 2026 - 10 May 2026
Proposal Masuk: 0
Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material

Material Maju untuk Kesehatan, Energi, dan Lingkungan

Perkembangan teknologi global menuntut ketersediaan material maju (advanced materials) yang memiliki kinerja unggul, fungsionalitas tinggi, serta stabilitas yang memadai untuk aplikasi di sektor kesehatan dan energi dan lingkungan. Klaster kegiatan ini mencakup pengembangan, rekayasa, karakterisasi, dan integrasi berbagai material inovatif yang mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta mendukung ketersediaan energi bersih, efisien, dan berkelanjutan.Pada bidang kesehatan, material maju berupa nanoparatikel, paduan logam dll berperan dalam pengembangan sistem diagnostik presisi, perangkat medis cerdas, material biokompatibel untuk implan, biosensor, dan sistem penyampaian obat (drug delivery system).  Inovasi pada bidang ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas terapi, mempercepat pemulihan pasien, dan menciptakan perangkat medis generasi baru yang aman dan berkinerja tinggi.Pada bidang energi, material maju menjadi fondasi pengembangan teknologi energi bersih dan efisien, seperti baterai generasi berikutnya, superkapasitor,fue cell, sel surya canggih, katalis energi bersih, hidrogen, dan material penyimpanan energi lainnya. Riset diarahkan untuk meningkatkan efisiensi konversi energi, densitas energi, stabilitas siklus, serta mendukung transisi menuju sistem energi rendah karbon.Sementara pada bidang lingkungan, material maju berperan dalam mitigasi polusi dan pengelolaan sumber daya melalui pengembangan material penyerap polutan, fotokatalis untuk degradasi limbah, membran pemurnian air dan udara, material adsorben CO₂, material biodegradable, serta teknologi ramah lingkungan yang mendukung circular economy. Pendekatan ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan memperkuat keberlanjutan ekosistem.Riset dalam klaster ini diarahkan untuk menciptakan solusi lintas-disiplin yang mendukung transformasi teknologi, memperkuat kemandirian industri nasional, dan menjawab kebutuhan masa depan di bidang kesehatan, energi dan lingkungan. Pendekatan integratif yang melibatkan ilmu material, nanoteknologi, bioteknologi, kimia, fisika, dan rekayasa proses sangat diperlukan untuk menghasilkan terobosan yang berdampak luas, berkelanjutan, dan dapat diadopsi pada skala industri.Klaster ini melingkupi tema sebagai berikut:Paduan logam dan Teknologi Pelapisan PermukaanPerancah dan Drug DeliveryNano Partikel FungsionalMaterial Sensor dan DiagnostikBiocompatible MaterialLaser based materials and devicesMaterial untuk konversi dan penyimpan energi

Closed
Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Tahun 2026
Pendaftaran: 04 May 2026 - 08 May 2026
Proposal Masuk: 255
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Tahun 2026

Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Batch 2 Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2026Call for Research Collaboration (CfRC) Rumah Program Batch 2 Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Tahun 2026 bermaksud untuk mengundang periset di lingkungan BRIN untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam riset Rumah Program Tahun Anggaran 2026. Dua Rumah Program yang dilaksanakan tahun 2026 yaitu Rumah Program Biota yang terkonservasi dan Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara.1. Rumah Program Biota yang TerkonservasiRumah Program Biota yang Terkonservasi merupakan Rumah Program pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN yang mewadahi kegiatan riset untuk mendukung pengungkapan keanekaragaman biota Indonesia dan konservasi berkelanjutan biota yang terancam kepunahan. Biota yang dimaksud adalah semua spesies tumbuhan, satwa, fungi dan mikroorganisme yang hidup dan tumbuh asli di wilayah Indonesia.Tema1. Tema 1: Pengungkapan Keanekaragaman Biota IndonesiaRuang lingkup riset pada Tema-1 meliputi kajian Biosistematika secara luas pada taksa terpilih hingga studi karakterisasi molekuler untuk mengungkap keanekaragaman genetik dan identifikasi spesies. 2. Tema 2: Konservasi Biota Terancam Kepunahan.Ruang lingkup riset pada Tema-2 meliputi kajian terhadap status konservasi, dinamika populasi, karakter biologi biota terancam kepunahan (misal: fenologi, fisiologi, anatomi), biologi molekuler, analisa perilaku, preferensi pakan, hingga kajian reproduksi dan propagasi/ perbanyakan biota terancam kepunahan, serta reintroduksi ke habitat alam. Ketentuan Pendaftaran ProposalTim periset diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap judul-judul penelitian rumah program di tahun-tahun sebelumnya (daftar judul tahun 2022-2025 terlampir pada tautan https://s.brin.go.id/l/RumahProgram_Batch2_ORHL_2026_Dokumen agar tidak terjadi duplikasi penelitian;Biota terancam kepunahan adalah spesies biota asli Indonesia yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Kategori Vulnerable, Endangered, Critically Endangered, Extinct in the Wild, dan Extinct pada database IUCN Redlist (https://www.iucnredlist.org/); 2). atau tercantum pada perundang-undanganan yang berlaku di Indonesia, diantaranya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi; atau spesies yang masuk ke dalam kategori Appendix 1 CITES (https://cites.org/eng/disc/species.php); ataupun spesies lain yang endemik ataupun asli (native) Indonesia dengan dukungan justifikasi ilmiah yang kuat;Daftar spesies koleksi tumbuhan yang tercatat telah terkonservasi secara eks-situ di Kebun Raya dapat dilihat pada website Makoyana BRIN (https://makoyana.brin.go.id/). Walaupun demikian, tetap terbuka peluang untuk penambahan koleksi hidup untuk spesies-spesies yang telah terkonservasi, selama disertai dukungan justifikasi ilmiah yang kuat;Assessment status konservasi Biota Terancam Kepunahan dapat dilakukan pada kelompok taksa yang belum memiliki status konservasi (IUCN Redlist, PermenLHK No. P.106 Tahun 2018, Kepmen Kelautan dan Perikanan RI No. 66 Tahun 2025, Appendix 1 CITES) dan dianggap mengalami keterancaman kepunahan berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat; ataupun dilakukan untuk memperbaharui status konservasi suatu spesies berdasarkan justifikasi ilmiah yang kuat;Alokasi perjalanan dinas tidak diperuntukan melakukan kegiatan eksplorasi ataupun inventarisasi. Perjalanan dinas dipergunakan untuk mengkonfirmasi spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah, ataupun untuk melengkapi data krusial terkait spesimen biota yang telah siap untuk publikasi ilmiah. Oleh karena itu, ajuan alokasi perjalanan dinas ini harus disertai pula uraian urgensi yang dijelaskan pada bagian metodologi.2. Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas NusantaraRumah Program Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara merupakan Rumah Program pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN yang mewadahi kegiatan riset untuk pemanfaatan biodiversitas nusantara melalui aplikasi teknologi multi-omics dan meta-omics. Biodiversitas nusantara yang dimaksud adalah semua spesies tumbuhan, satwa, dan mikroorganisme yang hidup dan tumbuh asli di wilayah Indonesia.Tema1. Tema 1: Multi-omicsRuang lingkup riset pada Tema-1 meliputi aplikasi teknologi multi-omics termasuk genomics, transcriptomics, proteomics, metabolomics, lipidomics, cellomics, atau cabang omics lainnya pada tumbuhan, satwa atau mikroorganisme.2. Tema 2: Meta-omicsRuang lingkup riset pada Tema-2 meliputi aplikasi teknologi meta-omics termasuk metagenomics, metatranscriptomics, metaproteomics, metabolomics lingkungan (metametabolomics), metalipidomics, metaviromics atau cabang meta-omics lainnya pada ekosistem tertentu.Ketentuan Pendaftaran ProposalTim periset diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap judul-judul penelitian rumah program di tahun-tahun sebelumnya (daftar judul tahun 2022-2025) terlampir pada tautan https://s.brin.go.id/l/RumahProgram_Batch2_ORHL_2026_Dokumen agar tidak terjadi duplikasi penelitian;Alokasi perjalanan dinas tidak diperuntukan melakukan kegiatan eksplorasi ataupun inventarisasi.Data-data lampiran panduan dapat diakses melalui tautan https://s.brin.go.id/l/RumahProgram_Batch2_ORHL_2026_Dokumen

Closed
Call for Research Collaboration (CfRC) OR Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Tahun 2026 - Batch 2
Pendaftaran: 23 Apr 2026 - 24 Apr 2026
Proposal Masuk: 13
Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora

Call for Research Collaboration (CfRC) OR Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Tahun 2026 - Batch 2

Organisasi Riset llmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN mengundang para periset dan stakeholder untuk berkolaborasi dalam kegiatan riset pada Rumah Program Tahun 2026 - Batch 2 yang merupakan program Prioritas Nasional (PN) melalui Call for Research Collaboration (CFRC) Tahun 2026 - Batch 2. Program pada Tahun 2026 untuk Batch 2 terdiri dari 2 (dua) Rumah Program dan 5 topik riset yaitu: Rumah Program Hasil Riset dan Inovasi tentang Keindonesiaan (RP 1) yang terdiri dari 3 topik riset; danRumah Program Hasil Riset dan Inovasi tentang Dinamika Kontemporer (RP 2) yang terdiri dari 2 topik riset.Melalui Call for Research Collaboration (CFRC) Rumah Program Tahun 2026 - Batch 2, diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi riset lintas disiplin ilmu dan lintas institusi yang dapat memperkuat kapasitas riset, menghasilkan jejaring pengetahuan yang lebih luas, menjawab isu-isu global dan nasional, serta menjadi motor penggerak transformasi sosial, penguatan kebijakan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis riset dan inovasi.Rumah Program (RP) 1: Hasil Riset dan Inovasi tentang KeindonesiaanRiset bidang ilmu sosial dan humaniora yang mendukung aspek continuity dari bangsa Indonesia, yakni apa yang perlu tetap ada, dipelihara, dan menjadi pijakan bagi keberadaan bangsa ini di Tahun 2045, yaitu “kebangsaan” itu sendiri, identitas dan jati diri sebagai bangsa, serta berbagai hal yang terkait dengan ’Keindonesiaan’.NoTopik Riset RP 1 - Hasil Riset dan Inovasi tentang Keindonesiaan1.13Sistem Penyiapan dan Pengembangan Profesi Guru Indonesia dari Hulu ke Hilir untuk Peningkatan Mutu Pendidikan1.18Budaya Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan dan Kemandirian Nasional1.19Kajian Papua : Ketahanan Pangan dan Identitas Sosial Budaya Lintas Generasi Rumah Program 2: Hasil Riset dan Inovasi tentang Dinamika KontemporerRiset bidang ilmu sosial dan humaniora yang mengkaji berbagai perubahan masyarakat yang harus direspon dengan cepat dan tepat.NoTopik Riset RP 2 - Hasil Riset dan Inovasi tentang Dinamika Kontemporer2.3Tata Kelola Transformatif Ibu Kota Negara dalam Perspektif Sosial, Politik, dan Budaya2.16Minoritas, Representasi, dan Inklusi Sosial untuk Pembangunan Berkeadilan 

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional JFS 10th Call for Proposal
Pendaftaran: 31 Mar 2026 - 31 Mar 2026
Proposal Masuk: 84
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional JFS 10th Call for Proposal

The 10th SEA–Europe Joint Funding Scheme (JFS) Call 2025 offers a strategic platform for Indonesian researchers to engage in transnational scientific collaboration with partners across Southeast Asia and Europe. This call supports high-impact, interdisciplinary research proposals under two thematic areas: New Materials and Green Transition and Climate Resilient, Smart Agriculture using AI & IoT. Both topics are aligned with global priorities on sustainability, digital innovation, and climate adaptation, encouraging researchers to jointly address pressing scientific and societal challenges through advanced technologies and collaborative research excellence.The thematic area on New Materials and Green Transition focuses on the development, design, and application of advanced functional materials to support sustainable technological innovations. Research may include thermoelectric and magnetic materials for energy conversion and cooling systems; nanomaterials and engineered surfaces for electronics, photonics, and biomedical applications; bio-based and hybrid materials inspired by natural structures; and scalable synthesis, fabrication, and modelling techniques to enable next-generation materials development. Proposals are encouraged to explore cross-disciplinary approaches that bridge materials science with energy technologies, environmental applications, and industrial sustainability.The thematic area on Climate Resilient, Smart Agriculture using AI & IoT addresses the growing challenges posed by climate variability to agricultural systems. This topic supports integrative research that brings together agricultural sciences, climate science, computer science, and environmental studies to develop intelligent and adaptive farming solutions. Research may involve AI- and IoT-enabled precision agriculture, machine learning–based climate modelling, sensor networks for monitoring soil, water, and crop conditions, drones and robotics for field operations, biodiversity and land-use assessments, and policy or socioeconomic studies to ensure sustainable adoption. Proposals are encouraged to combine technological innovation with environmental and social perspectives to create resilient and scalable agri-food systems.BRIN participates in both thematic areas and provides national funding to support eligible Indonesian researchers joining qualified JFS consortia. Participation in this call enables Indonesian research teams to strengthen international cooperation, integrate advanced scientific approaches, and contribute to impactful, sustainable solutions across the ASEAN–EU research landscape.BRIN provides a total funding commitment of IDR 30,000,000,000, with a maximum of IDR 3,000,000,000 per project for durations of up to three years, in accordance with the National Regulations for JFS Call-10th 2025. BRIN may support up to five (5) Indonesian-led projects per thematic area, depending on evaluation results and available budget.The call opens on 1 December 2025 and closes on 31 March 2026.

Closed
ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan  Berkelanjutan
Pendaftaran: 13 Mar 2026 - 30 Mar 2026
Proposal Masuk: 21
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Program Budaya Berkelanjutan (Rincian Output – Kekayaan Intelektual Hasil Riset Dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan)Kegiatan riset dalam rumah program ini difokuskan pada pengungkapan dan pemetaan, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan potensi economy heritage berbasis budaya unggul yang terkait dengan aspek ekologis, sebagaimana tercermin dalam bidang arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, dan khazanah keagamaan. Kegiatan riset diarahkan pada wilayah rawan bencana dan kawasan industri yang rentan terhadap risiko lingkungan dan ancaman terhadap keberlanjutan tinggalan warisan budaya, sebagai dasar perumusan strategi pelestarian, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis warisan budaya yang kontekstual dan berkelanjutan. Rincian OutputPada tahun 2026, rumah program ini ditargetkan dapat menghasilkan keluaran (rincian output) berupa 2 kekayaan intelektual sebagai berikut.Kekayaan Intelektual terkait Penyusunan Protokol Karakterisasi dan Paleografi (kuota 5 proposal)Kekayaan Intelektual terkait Pemajuan Kebudayaan pada Masyarakat Adat (kuota 7 proposal)Proposal yang diajukan diharapkan terkait dengan klaster-klaster riset diatas dan berkontribusi terhadap pembuatan rancangan kekayaan intelektual. Preferensi penilaian akan diberikan pada proposal yang sesuai dengan klaster dan target kekayaan intelektual yang akan menjadi luaran dari kegiatan ini. Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program ini dilakukan melalui metode pengumpulan data lapangan dan studi laboratorium. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan wilayah lain yang dibuktikan dengan argumentasi sebagai daerah yang pernah mengalami bencana dalam skala yang luas. Selain itu pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah  kawasan industri ekstraktif, termasuk pertambangan, perkebunan dan kehutanan, dengan preferensi  wilayah  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah lainnya akan dipertimbangkan apabila memberikan argumentasi yang kuat terkait urgensi dilakukan riset di wilayah yang diajukan. Sedangkan untuk kegiatan riset koleksi atau studi laboratorium dilaksanakan di KST Soekarno (Cibinong) dan/atau KKB RP Soejono (Pasar Minggu).Berkaitan dengan wilayah terdampak bencana, diharapkan hasil riset dapat memberikan gambaran terkait status warisan budaya pada saat bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan warisan budaya serta mitigasi yang dapat dilakukan kedepannya. Sedangkan riset di wilayah industri ekstraktif untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengaruh langsung kegiatan industri terkait warisan budaya, termasuk dampak penggunaan lahan yang sebelumnya menjadi situs warisan budaya, hilangnya objek diduga cagar budaya dan cagar budaya, warisan budaya tak benda, pengaruh migrasi penduduk terhadap penggunaan, pemertahanan bahasa, khazanah sastra dan warisan keagamaan.  Riset diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan oleh komunitas  untuk mempertahankan warisan budaya, termasuk bagaimana upaya-upaya komunitas ada mempertahankan pengetahuan lokalnya dalam konteks masyarakat yang semakin plural.Kegiatan riset rumah program Budaya Berkelanjutan terdiri atas 3 skema yaitu:perjalanan dinas biasa dengan penugasan dinas luar kota maksimum 14 hari.detasering dengan penugasan dinas luar kota minimum 21 hari.studi laboratorium dengan fokus pada kegiatan analisis sampel di laboratorium. Dalam pelaksanaannya, kegiatan riset arkeologi dibatasi pada metode survei dan test pit (penggalian percobaan) sebagai bentuk pengumpulan data lapangan yang diperkenankan. Berkaitan dengan kebijakan homebase penugasan (HBP) eksternal, khususnya agar riset mempunyai dampak bagi daerah-daerah yang berdekatan dengan HBP, maka preferensi lokus kegiatan lapangan dilakukan dalam wilayah yang relatif berdekatan dengan HBP dari tim periset. Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi tim program dan keuangan OR Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Closed
ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan
Pendaftaran: 13 Mar 2026 - 30 Mar 2026
Proposal Masuk: 50
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Program Budaya Berkelanjutan (Rincian Output – Model Hasil Riset Dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan)Kegiatan riset dalam rumah program ini difokuskan pada pengungkapan dan pemetaan, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan potensi economy heritage berbasis budaya unggul yang terkait dengan aspek ekologis, sebagaimana tercermin dalam bidang arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, dan khazanah keagamaan. Kegiatan riset diarahkan pada wilayah rawan bencana dan kawasan industri yang rentan terhadap risiko lingkungan dan ancaman terhadap keberlanjutan tinggalan warisan budaya, sebagai dasar perumusan strategi pelestarian, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis warisan budaya yang kontekstual dan berkelanjutan.Rincian OutputPada tahun 2026, rumah program ini ditargetkan dapat menghasilkan keluaran (rincian output) berupa 15 model sebagai berikut.Model Konservasi Manuskrip dan Tradisi Lisan di Wilayah Bencana (kuota 3 proposal)Model Pelestarian Lingkungan dari Sumber Manuskrip dan Tradisi Lisan  (kuota 3 proposal)Model Pendidikan Multilingual berbasis Bahasa Ibu (kuota 1 proposal)Model Pemberdayaan Komunitas Heritage  (kuota 1 proposal)Model Pengembangan Warisan Budaya (kuota 3 proposal)Model Pengembangan Wastra Tradisional (kuota 3 proposal)Model Alih Wahana Sastra untuk Ekonomi Kreatif (kuota 1 proposal)Proposal yang diajukan diharapkan terkait dengan klaster-klaster riset diatas dan berkontribusi terhadap pembuatan rancangan model. Preferensi penilaian akan diberikan pada proposal yang sesuai dengan klaster, target model yang akan menjadi luaran dari kegiatan ini.Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program ini dilakukan melalui metode pengumpulan data lapangan dan studi laboratorium. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan wilayah lain yang dibuktikan dengan argumentasi sebagai daerah yang pernah mengalami bencana dalam skala yang luas. Selain itu pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah  kawasan industri ekstraktif, termasuk pertambangan, perkebunan dan kehutanan, dengan preferensi  wilayah  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah lainnya akan dipertimbangkan apabila memberikan argumentasi yang kuat terkait urgensi dilakukan riset di wilayah yang diajukan. Sedangkan untuk kegiatan riset koleksi atau studi laboratorium dilaksanakan di KST Soekarno (Cibinong) dan/atau KKB RP Soejono (Pasar Minggu).Berkaitan dengan wilayah terdampak bencana, diharapkan hasil riset dapat memberikan gambaran terkait status warisan budaya pada saat bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan warisan budaya serta mitigasi yang dapat dilakukan kedepannya. Sedangkan riset di wilayah industri ekstraktif untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengaruh langsung kegiatan industri terkait warisan budaya, termasuk dampak penggunaan lahan yang sebelumnya menjadi situs warisan budaya, hilangnya objek diduga cagar budaya dan cagar budaya, warisan budaya tak benda, pengaruh migrasi penduduk terhadap penggunaan, pemertahanan bahasa, khazanah sastra dan warisan keagamaan.  Riset diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan oleh komunitas  untuk mempertahankan warisan budaya, termasuk bagaimana upaya-upaya komunitas ada mempertahankan pengetahuan lokalnya dalam konteks masyarakat yang semakin plural.Kegiatan riset rumah program Budaya Berkelanjutan terdiri atas 3 skema yaitu:perjalanan dinas biasa dengan penugasan dinas luar kota maksimum 14 hari.detasering dengan penugasan dinas luar kota minimum 21 hari.studi laboratorium dengan fokus pada kegiatan analisis sampel di laboratorium.Dalam pelaksanaannya, kegiatan riset arkeologi dibatasi pada metode survei dan test pit (penggalian percobaan) sebagai bentuk pengumpulan data lapangan yang diperkenankan. Berkaitan dengan kebijakan homebase penugasan (HBP) eksternal, khususnya agar riset mempunyai dampak bagi daerah-daerah yang berdekatan dengan HBP, maka preferensi lokus kegiatan lapangan dilakukan dalam wilayah yang relatif berdekatan dengan HBP dari tim periset. Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi tim program dan keuangan OR Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Closed
ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
Pendaftaran: 13 Mar 2026 - 30 Mar 2026
Proposal Masuk: 3
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Rumah Program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Rincian Output – Kekayaan Intelektual Hasil Riset Dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra)Kegiatan riset dalam skema rumah program ini berfokus pada pembuatan database, data set, dan korpus yang memuat data-data tinggalan arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, serta warisan keagamaan sebagai fondasi pengembangan riset digital ke depan. Pada tahun 2026, rumah program ini menitikberatkan pada perancangan sistem dan mekanisme pengembangan database dan korpus, termasuk pemetaan lembaga maupun individu yang telah memiliki pangkalan data terkait. Fokus kegiatan riset diarahkan pada rancang bangun sistem dan pengelolaan data yang terintegrasi, mengingat data-data tersebut selama ini tersebar dan terfragmentasi. Dengan demikian, kegiatan riset tidak berfokus pada pengumpulan data baru, melainkan pada penyusunan kerangka, arsitektur, dan mekanisme integrasi database, data set, dan korpus yang telah tersedia. Rincian OutputPada tahun 2026 rumah program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra ditargetkan menghasilkan keluaran (rincian output) berupa Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra sejumlah 2 kekayaan intelektual yaitu sebagai berikut.Kekayaan Intelektual Data Raya Warisan Budaya (kuota 2 proposal)Kekayaan Intelektual terkait Korpus Linguistik (kuota 2 proposal) Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra dilakukan melalui metode desk study atau studi pustaka, tanpa pengumpulan data di lapangan. Kegiatan riset tetap mengakomodir pelaksanaan focus group discussion (FGD) dan/atau workshop bersama kolaborator riset seperti perguruan tinggi, lembaga atau instansi terkait, organisasi riset lainnya di lingkungan BRIN, lembaga riset independen, maupun kolaborator lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dan integrasi data dalam rangka pengembangan sistem dan rancang bangun database, data set, dan korpus. Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi tim program dan keuangan OR Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Closed
ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
Pendaftaran: 13 Mar 2026 - 30 Mar 2026
Proposal Masuk: 15
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Rumah Program Riset Dasar Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Rincian Output – Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra)Riset dasar di bidang arkeologi, bahasa, dan sastra akan memberikan fokus pada pengembangan teori, konsep dan metode riset yang selama ini menjadi arus utama (mainstream) dari riset-riset arkeologi, bahasa, sastra dan khazanah keagamaan dan peradaban. Bagaimana sebuah teori yang selama ini berasal dari perkembangan pemikiran sosial-humaniora dari negara-negara luar Indonesia menjadi kerangka penelitian termasuk penggunaan konsep dan metode untuk melakukan risetnya, diwujudkan dalam konsep-konsep tertentu dalam berbagai ilmu humaniora. Kemudian metode yang digunakan dalam riset untuk mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan riset. Riset dasar terkait Arkeologi, Bahasa dan Sastra diperlukan untuk (1) pengembangan teori-teori yang dapat menjawab persoalan arkeologi, bahasa, dan sastra secara lebih kontekstual dan inovatif; (2) pengembangan konsep-konsep dalam arkeologi, bahasa, sastra dan khazanah keagamaan yang lebih membumi, kontekstual dan dinamis dari hasil-hasil riset di Indonesia dan (3) pengembangan metode riset dengan memanfaatkan infrastruktur riset yang tersedia. Rincian OutputPada tahun 2026 kegiatan riset ditargetkan menghasilkan keluaran (rincian output) berupa Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastrasebanyak 5 model yaitu sebagai berikutModel Pengembangan Konsep dan Metode terkait Multikulturalisme di Berbagai Situs Arkeologi (kuota 2 proposal)Model  Pengembangan Konsep, dan Metode terkait Warisan Keagamaan di Indonesia (kuota 1 proposal)Model Pengembangan Konsep dan Metode terkait Manuskrip dan Tradisi Lisan (kuota 1 proposal)Model  Pengembangan Konsep dan Metode Dokumentasi Bahasa di Indonesia (kuota 1 proposal)Model Pengembangan Konsep dan Metode Komunikasi Lintas Budaya di Indonesia (kuota 3 proposal) Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam Rumah Program Riset Dasar bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra dilakukan melalui metode desk study, tanpa pengumpulan data lapangan. Kegiatan riset tetap mengakomodir pelaksanaan FGD dan/atau workshop sebagai forum diskusi ilmiah untuk penjajakan, pengembangan, serta pengujian awal konsep, kerangka pemikiran, dan pendekatan metodologis riset dengan melibatkan kolaborator riset yang relevan, seperti perguruan tinggi, lembaga atau instansi terkait, organisasi riset di lingkungan BRIN, lembaga riset independen, serta kolaborator lain yang memiliki kepakaran sesuai dengan tema riset dasar yang dikembangkan. Peserta program pendidikan pascasarjana untuk jenjang S-2 dan S-3, termasuk dalam skema Degree by Research (DbR) BRIN diharapkan dapat terlibat dalam skema ini untuk memperkuat penguasaan teori, konsep dan metode riset. Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi tim program dan keuangan OR Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Open
RIIM Invitasi Pengembangan Boiler Berbasis  Biomassa Lokal
Pendaftaran: 02 Mar 2026 - 06 Mar 2026
Proposal Masuk: 10
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

RIIM Invitasi Pengembangan Boiler Berbasis Biomassa Lokal

Program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Invitasi Strategis adalah skema pendanaan kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini dirancang untuk menjawab isu strategis nasional melalui riset yang berdampak transformatif (Innovation for Transformative Change) sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh penyelenggara riset dan inovasi. Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada tahun anggaran 2026 memiliki kegiatan riset mengenai pengembangan boiler berbasis biomassa lokal. Fokus utama pendanaan ini adalah Pengembangan Boiler Berbasis Biomassa Lokal   mencakup 2 tema strategis: Pre-Treatment Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk bahan bakar boiler biomassa 100%;Teknologi pembakaran 100% Tandan Kosong Kelapa SawitSetiap usulan wajib menghasilkan luaran utama berupa Karya Tulis Ilmiah (KTI) di jurnal internasional bereputasi (Q1/Q2), Kekayaan Intelektual (Paten/PVT), Purwarupa.  

Closed
RIIM Invitasi Pengembangan Boiler Berbasis  Biomassa Lokal
Pendaftaran: 02 Mar 2026 - 07 Mar 2026
Proposal Masuk: 17
Organisasi Riset Energi dan Manufaktur

RIIM Invitasi Pengembangan Boiler Berbasis Biomassa Lokal

Program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Invitasi Strategis adalah skema pendanaan kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini dirancang untuk menjawab isu strategis nasional melalui riset yang berdampak transformatif (Innovation for Transformative Change) sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh penyelenggara riset dan inovasi. Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada tahun anggaran 2026 memiliki kegiatan riset mengenai pengembangan boiler berbasis biomassa lokal. Fokus utama pendanaan ini adalah Pengembangan Boiler Berbasis Biomassa Lokal   mencakup 2 tema strategis: Pre-Treatment Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk bahan bakar boiler biomassa 100%;Teknologi pembakaran 100% Tandan Kosong Kelapa SawitSetiap usulan wajib menghasilkan luaran utama berupa Karya Tulis Ilmiah (KTI) di jurnal internasional bereputasi (Q1/Q2), Kekayaan Intelektual (Paten/PVT), Purwarupa.  

Open
RIIM Kolaborasi Internasional e-Asia JRP
Pendaftaran: 18 Feb 2026 - 31 Mar 2026
Proposal Masuk: 0
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional e-Asia JRP

The e-ASIA Joint Research Program (hereinafter referred to as the “e-ASIA JRP” aims to develop a vibrant and collaborative research community in Science and Technology, to promote innovation in the East Asian region, and to contribute to the region’s economic development. e-ASIA JRP is a multilateral international joint initiative between a number of public funding organizations of the East Asia Summit (EAS) member countries. e-ASIA support international joint research in the East Asia region and encourage researcher community exchanges through workshops and other activities.The aim of the 14th Joint Call for Proposal is to strengthen multilateral collaboration among researchers from the countries participating in the call and to solve common issues in the fields of agriculture, alternative energy, and health research.

Open
RIIM Kolaborasi Internasional e-ASIA JRP 15th Call
Pendaftaran: 18 Feb 2026 - 31 Mar 2026
Proposal Masuk: 9
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional e-ASIA JRP 15th Call

The e-ASIA Joint Research Program (hereinafter referred to as the “e-ASIA JRP” aims to develop a vibrant and collaborative research community in Science and Technology, to promote innovation in the East Asian region, and to contribute to the region’s economic development. e-ASIA JRP is a multilateral international joint initiative between a number of public funding organizations of the East Asia Summit (EAS) member countries. e-ASIA support international joint research in the East Asia region and encourage researcher community exchanges through workshops and other activities.The aim of the 14th Joint Call for Proposal is to strengthen multilateral collaboration among researchers from the countries participating in the call and to solve common issues in the fields of agriculture, alternative energy, and health research.