BRIN Logo
Sign In

Skema RIIM dan Pendanaan Lainnya

Eksplorasi skema RIIM dan pendanaan lainnya

Filter Pencarian
Open
RIIM Kolaborasi Internasional e-ASIA JRP 15th Call
Pendaftaran: 18 Feb 2026 - 31 Mar 2026
Proposal Masuk: 9
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional e-ASIA JRP 15th Call

The e-ASIA Joint Research Program (hereinafter referred to as the “e-ASIA JRP” aims to develop a vibrant and collaborative research community in Science and Technology, to promote innovation in the East Asian region, and to contribute to the region’s economic development. e-ASIA JRP is a multilateral international joint initiative between a number of public funding organizations of the East Asia Summit (EAS) member countries. e-ASIA support international joint research in the East Asia region and encourage researcher community exchanges through workshops and other activities.The aim of the 14th Joint Call for Proposal is to strengthen multilateral collaboration among researchers from the countries participating in the call and to solve common issues in the fields of agriculture, alternative energy, and health research.

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional e-ASIA JRP 15th Call
Pendaftaran: 18 Feb 2026 - 11 May 2026
Proposal Masuk: 242
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional e-ASIA JRP 15th Call

The e-ASIA Joint Research Program (hereinafter referred to as the “e-ASIA JRP” aims to develop a vibrant and collaborative research community in Science and Technology, to promote innovation in the East Asian region, and to contribute to the region’s economic development. e-ASIA JRP is a multilateral international joint initiative between a number of public funding organizations of the East Asia Summit (EAS) member countries. e-ASIA support international joint research in the East Asia region and encourage researcher community exchanges through workshops and other activities.The aim of the 14th Joint Call for Proposal is to strengthen multilateral collaboration among researchers from the countries participating in the call and to solve common issues in the fields of agriculture, alternative energy, and health research.

Open
RIIM Kolaborasi Internasional e-Asia JRP
Pendaftaran: 18 Feb 2026 - 31 Mar 2026
Proposal Masuk: 0
Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi

RIIM Kolaborasi Internasional e-Asia JRP

The e-ASIA Joint Research Program (hereinafter referred to as the “e-ASIA JRP” aims to develop a vibrant and collaborative research community in Science and Technology, to promote innovation in the East Asian region, and to contribute to the region’s economic development. e-ASIA JRP is a multilateral international joint initiative between a number of public funding organizations of the East Asia Summit (EAS) member countries. e-ASIA support international joint research in the East Asia region and encourage researcher community exchanges through workshops and other activities.The aim of the 14th Joint Call for Proposal is to strengthen multilateral collaboration among researchers from the countries participating in the call and to solve common issues in the fields of agriculture, alternative energy, and health research.

Closed
RIIM Ekspedisi Biodiversitas Terestrial
Pendaftaran: 02 Feb 2026 - 13 Feb 2026
Proposal Masuk: 208
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

RIIM Ekspedisi Biodiversitas Terestrial

PendahuluanDi antara pulau-pulau besar Indonesia, Kalimantan dan Sumatra menyimpan potensi biodiversitas yang luar biasa. Kedua pulau ini memiliki biodiversitas yang sangat kaya dan beragam, menjadikannya salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia, bahkan di dunia. Ekosistem di kedua pulau ini sangat beragam, meliputi hutan hujan tropis, pegunungan, dan pesisir, yang menjadi habitat bagi berbagai spesies endemik dan terancam punah. Sayangnya, sebagian kawasan di Kalimantan dan Sumatra masih belum dieksplorasi secara menyeluruh. Di sisi lain, biodiversitas di kedua wilayah ini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi yang disebabkan oleh konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit, perburuan liar, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, kegiatan ekspedisi dan eksplorasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengungkap dan melestarikan biodiversitas tersebut.Ekspedisi Biodiversitas Terestrial (e-BiTe) merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi sebagai pelaksananya. Program Batch 1 e-BiTe telah sukses dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kalimantan Barat pada Juni-Juli 2025.Pada Batch 2 e-BiTe, ekspedisi akan dilaksanakan di dua kawasan terpisah, yaitu di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di selatan Pulau Sumatra dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kalimantan Barat. Ekspedisi ini akan melibatkan peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk survei biodiversitas, pendidikan taksonomi, dan pengembangan kebijakan konservasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk basis data yang komprehensif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya hayati berbasis sains, yang mendukung pelestarian biodiversitas Indonesia.Pada Batch 2 e-BiTe, ekspedisi akan dilaksanakan di dua kawasan terpisah, yaitu di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di selatan Pulau Sumatra dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kalimantan Barat. Ekspedisi ini akan melibatkan peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk survei biodiversitas, pendidikan taksonomi, dan pengembangan kebijakan konservasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk basis data yang komprehensif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya hayati berbasis sains, yang mendukung pelestarian biodiversitas Indonesia.Tujuan Kegiatan RisetTujuan utama kegiatan ini adalah untuk melakukan pengungkapan kehati Indonesia dalam bentuk ekspedisi biodiversitas terestrial melalui eksplorasi, koleksi dan identifikasi flora, fauna, dan mikroorganisme di dalam kawasan konservasi TNDS dan TWNC. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi bahan baku utama kegiatan riset pengungkapan kehati Indonesia dari kawasan konservasi TNDS dan (TWNC) yang masih belum banyak diungkap selama ini. Kegiatan riset pengungkapan kehati melalui riset biodiversitas, biosistematika, dan evolusi diharapkan mampu mengungkap kekayaan hayati, terutama yang endemik dan potensial sebagai dasar pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pengungkapan kehati di dalam kawasan konservasi juga diharapkan dapat menekan kehilangan dan laju kepunahan hayati melalui langkah-langkah konservasi sumber daya alam.Metode Pelaksanaana. Lokasi Penelitian Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penelitian lapangan dan penelitian laboratorium yang dilakukan di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Provinsi Kalimantan Barat, Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung, dan Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Kawasan Sains Terpadu Soekarno BRIN di Cibinong, Bogor b. Teknis KegiatanSebanyak 40 (empat puluh) SDM yang terdiri dari 20 (dua puluh) periset gabungan dari BRIN, mitra, universitas, dan lembaga swadaya masyarakat akan melakukan ekspedisi Bersama dalam rangka penelitian lapangan dan peningkatan kapasitas terkait riset keanekaragaman hayati. Dua puluh SDM lainnya merupakan calon-calon kader unggul yang berminat dan/atau sedang menempuh jenjang pendidikan S2/S3 di bidang keanekaragaman hayati Indonesia. Pendanaan jenjang Pendidikan tersebut akan didukung oleh program Degree By Research BRIN dibawah bimbingan staf periset dari BRIN (Gambar 4).Kegiatan penelitian akan berlangsung sepanjang tahun dengan target pengambilan data di musim hujan dan musim kemarau. Untuk periset gabungan diberikan waktu maksimal satu bulan per orang per gelombang keberangkatan untuk dapat melakukan pengambilan data di lapangan. Hasil koleksi penelitian berupa spesimen-spesimen flora, fauna dan mikroorganisme akan diproses sesuai tujuan penelitiannya secara terbatas di lapangan sebelum akan diteliti, dipreservasi, atau dikultur lebih lanjut pada di laboratorium BRIN. Pengamatan-pengamatan morfologi, anatomi, morfometri dan genetika dilakukan lebih lanjut untuk dapat menyimpulkan temuan-temuan taksonomi baru yang didapatkan selama kegiatan di lapangan. Hasil pengamatan tersebut kemudian akan dijadikan pangkalan data dan kemudian akan dirumuskan sebagai landasan kebijakan (Gambar 5). Ruang Lingkup KegiatanKegiatan riset ekspedisi biodiversitas terestrial ini melakukan kegiatan penelitian mengungkap keanekaragaman biodiversitas. Kegiatan difokuskan pada riset penggunaan material penelitian berupa koleksi ilmiah hayati yang dikoleksi di lapangan serta koleksi tersimpan di referensi ilmiah BRIN yaitu Herbarium Bogoriense (untuk koleksi flora), Museum Zoologicum Bogoriense (koleksi fauna), Indonesian Culture Collection-InaCC (koleksi mikroorganisme), serta Kebun Raya (koleksi hidup flora). Kegiatan Riset (Gambar 6) dapat berupa revisi kelompok taksa tertentu atau revisi taksa dalam wilayah/region tertentu di Indonesia. Revisi kelompok taksa terpilih yang dilakukan mempunyai target output berupa penemuan jenis baru, catatan baru, dan revisi status jenis/genus terpilih. Selain itu, kegiatan revisi taksa terpilih dan revisi taksa di wilayah/region tertentu dapat menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk menentukan status terkini keanekaragaman hayati Indonesia. Kegiatan  RIIM Invitasi Strategis Ekspedisi Biodiversitas Terestrial mempunyai fokus riset yaitu studi biosistematika keanekaragaman hayati dan pendekatan lainnya. Pengungkapan biodiversitas terestrial melalui pendekatan studi biosistematika mencakup 3 tema lingkup kegiatan dan 16 subtema. Sementara itu, pendekatan lainnya meliputi tema etnobiologi, ekologFokus RisetTema1.Mikroorganisme2.Flora3.FaunaBiosistematikaSubtema1.1. Prokariota2.1. Kriptogam3.1. Moluska dan Invertebrata lain  1.2. Mikologi2.2. Magnoliid3.2. Krustasea      1.3. Fikologi2.3. Monokotil3.3.Serangga dan Arthropoda lainnya   2.4. Orchidaceae3.4. Iktiologi        2.5. Rosids3.5. Herpetologi       2.6. Asterids3.6. Aves    3.7. MamaliaPendekatan LainEtnobiologiEkologiFisiologiKonservasiPelaksana KegiatanPelaksana kegiatan ini adalah warga negara Indonesia ataupun warga negara asing yang sudah memiliki surat ijin penelitian dan visa riset, yang terdiri atas: Periset (dari BRIN dan selain dari BRIN)Periset BRIN: staf SDM IPTEK dan manajemen IPTEK, termasuk postdoctoral dari BRINPeriset nonBRIN: Visiting Researcher, staf periset dari Universitas, Kementrian, LSM/NGOMahasiswa riset dan/atau calon mahasiswa DbR Jadwal KegiatanJadwal tahapan seleksi Call For Participation OR Hayati dan Lingkungan Tahun Anggaran 2026 dijelaskan sebagai berikut:KegiatanJadwalPengumuman pembukaan dan pendaftaran 1 s.d. 11 Februari 2026Seleksi administrasi dan seleksi  substansi12 s.d 25 Februari 2026Penetapan tim periset E-BiTe26 s.d. 27 Februari 2026Seleksi lanjutan untuk calon DBR E-BiTe2 s.d 13 Maret 2026Penetapan calon peserta DBR E-BiTE31 Maret 2026Pelaksanaan Ekspedisi TNBKDS 1April–Mei 2026*Pelaksanaan Ekspedisi TWNCJuni-Juli 2026*Pelaksanaan Ekspedisi TNBKDS 2Oktober-November 2026**estimasi waktu, jadwal bisa bergeser sesuai situasi dan kondisi.  **komposisi tim setiap keberangkatan akan dikoordinasikan lebih lanjut Target OutputAdapun target luaran dari kegiatan ekspedisi berupa:Output UtamaJurnal InternasionalTemuan BaruSpesimenMahasiswa/i Degree by ResearchOutput TambahanKekayaan IntelektualSekuens (mitokondria, kloroplas, whole genome)DatasetPemodelanIndikasi geografisPengetahuan tradisional

Closed
ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 11 Feb 2026
Proposal Masuk: 106
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Program Budaya Berkelanjutan (Rincian Output – Model Hasil Riset Dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan)Kegiatan riset dalam rumah program ini difokuskan pada pengungkapan dan pemetaan, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan potensi economy heritage berbasis budaya unggul yang terkait dengan aspek ekologis, sebagaimana tercermin dalam bidang arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, dan khazanah keagamaan. Kegiatan riset diarahkan pada wilayah rawan bencana dan kawasan industri yang rentan terhadap risiko lingkungan dan ancaman terhadap keberlanjutan tinggalan warisan budaya, sebagai dasar perumusan strategi pelestarian, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis warisan budaya yang kontekstual dan berkelanjutan.Rincian OutputPada tahun 2026, rumah program ini ditargetkan dapat menghasilkan keluaran (rincian output) berupa 15 model sebagai berikut.Model Pengelolaan Cagar Budaya di Wilayah IndustriModel Mitigasi Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah BencanaModel Konservasi Manuskrip dan Tradisi Lisan di Wilayah BencanaModel Pelestarian Lingkungan dari Sumber Manuskrip dan Tradisi LisanModel Dokumentasi Bahasa dalam Ekologi Bahasa yang Terancam PunahModel Pelestarian Warisan Keagamaan berbasis EkoteologiModel Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Budaya berbasis Pengetahuan Lokal pada Komunitas AdatModel Transformasi Praktik Kebahasaan di Wilayah IndustriModel Revitalisasi Bahasa dan Sastra berbasis EkologiModel Pendidikan Multilingual berbasis Bahasa IbuModel Pemberdayaan Komunitas HeritageModel Pengembangan Industri Kriya berbasis Cagar BudayaModel Pengembangan Wastra TradisionalModel Alih Wahana Sastra untuk Ekonomi KreatifModel Pengembangan Daya Guna BahasaProposal yang diajukan diharapkan terkait dengan klaster-klaster riset diatas dan berkontribusi terhadap pembuatan rancangan model maupun kekayaan intelektual. Preferensi penilaian akan diberikan pada proposal yang sesuai dengan klaster, target model dan target kekayaan intelektual yang akan menjadi luaran dari kegiatan ini. Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program ini dilakukan melalui metode pengumpulan data lapangan dan studi laboratorium. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan wilayah lain yang dibuktikan dengan argumentasi sebagai daerah yang pernah mengalami bencana dalam skala yang luas. Selain itu pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah  kawasan industri ekstraktif, termasuk pertambangan, perkebunan dan kehutanan, dengan preferensi  wilayah  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah lainnya akan dipertimbangkan apabila memberikan argumentasi yang kuat terkait urgensi dilakukan riset di wilayah yang diajukan. Sedangkan untuk kegiatan riset koleksi atau studi laboratorium dilaksanakan di KST Soekarno (Cibinong) dan/atau KKB RP Soejono (Pasar Minggu).Berkaitan dengan wilayah terdampak bencana, diharapkan hasil riset dapat memberikan gambaran terkait status warisan budaya pada saat bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan warisan budaya serta mitigasi yang dapat dilakukan kedepannya. Sedangkan riset di wilayah industri ekstraktif untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengaruh langsung kegiatan industri terkait warisan budaya, termasuk dampak penggunaan lahan yang sebelumnya menjadi situs warisan budaya, hilangnya objek diduga cagar budaya dan cagar budaya, warisan budaya tak benda, pengaruh migrasi penduduk terhadap penggunaan, pemertahanan bahasa, khazanah sastra dan warisan keagamaan.  Riset diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan oleh komunitas  untuk mempertahankan warisan budaya, termasuk bagaimana upaya-upaya komunitas ada mempertahankan pengetahuan lokalnya dalam konteks masyarakat yang semakin plural.Kegiatan riset rumah program Budaya Berkelanjutan terdiri atas 3 skema yaitu:perjalanan dinas biasa dengan penugasan dinas luar kota maksimum 14 hari.detasering dengan penugasan dinas luar kota minimum 21 hari.studi laboratorium dengan fokus pada kegiatan analisis sampel di laboratorium.Dalam pelaksanaannya, kegiatan riset arkeologi dibatasi pada metode survei dan test pit (penggalian percobaan) sebagai bentuk pengumpulan data lapangan yang diperkenankan. Berkaitan dengan kebijakan homebase penugasan (HBP) eksternal, khususnya agar riset mempunyai dampak bagi daerah-daerah yang berdekatan dengan HBP, maka preferensi lokus kegiatan lapangan dilakukan dalam wilayah yang relatif berdekatan dengan HBP dari tim periset.Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration

Closed
ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 06 Feb 2026
Proposal Masuk: 7
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Rumah Program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Rincian Output – Kekayaan Intelektual Hasil Riset Dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra)Kegiatan riset dalam skema rumah program ini berfokus pada pembuatan database, data set, dan korpus yang memuat data-data tinggalan arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, serta warisan keagamaan sebagai fondasi pengembangan riset digital ke depan. Pada tahun 2026, rumah program ini menitikberatkan pada perancangan sistem dan mekanisme pengembangan database dan korpus, termasuk pemetaan lembaga maupun individu yang telah memiliki pangkalan data terkait. Fokus kegiatan riset diarahkan pada rancang bangun sistem dan pengelolaan data yang terintegrasi, mengingat data-data tersebut selama ini tersebar dan terfragmentasi. Dengan demikian, kegiatan riset tidak berfokus pada pengumpulan data baru, melainkan pada penyusunan kerangka, arsitektur, dan mekanisme integrasi database, data set, dan korpus yang telah tersedia. Rincian OutputPada tahun 2026 rumah program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra ditargetkan menghasilkan keluaran (rincian output) berupa Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastrasejumlah 2 kekayaan intelektual yaitu sebagai berikut.Kekayaan Intelektual Data Raya Warisan BudayaKekayaan Intelektual terkait Korpus Linguistik Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra dilakukan melalui metode desk study atau studi pustaka, tanpa pengumpulan data di lapangan. Kegiatan riset tetap mengakomodir pelaksanaan focus group discussion (FGD) dan/atau workshop bersama kolaborator riset seperti perguruan tinggi, lembaga atau instansi terkait, organisasi riset lainnya di lingkungan BRIN, lembaga riset independen, maupun kolaborator lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dan integrasi data dalam rangka pengembangan sistem dan rancang bangun database, data set, dan korpus. Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration

Closed
ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 11 Feb 2026
Proposal Masuk: 106
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Program Budaya Berkelanjutan (Rincian Output – Model Hasil Riset Dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan)Kegiatan riset dalam rumah program ini difokuskan pada pengungkapan dan pemetaan, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan potensi economy heritage berbasis budaya unggul yang terkait dengan aspek ekologis, sebagaimana tercermin dalam bidang arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, dan khazanah keagamaan. Kegiatan riset diarahkan pada wilayah rawan bencana dan kawasan industri yang rentan terhadap risiko lingkungan dan ancaman terhadap keberlanjutan tinggalan warisan budaya, sebagai dasar perumusan strategi pelestarian, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis warisan budaya yang kontekstual dan berkelanjutan.Rincian OutputPada tahun 2026, rumah program ini ditargetkan dapat menghasilkan keluaran (rincian output) berupa 15 model sebagai berikut.Model Pengelolaan Cagar Budaya di Wilayah IndustriModel Mitigasi Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah BencanaModel Konservasi Manuskrip dan Tradisi Lisan di Wilayah BencanaModel Pelestarian Lingkungan dari Sumber Manuskrip dan Tradisi LisanModel Dokumentasi Bahasa dalam Ekologi Bahasa yang Terancam PunahModel Pelestarian Warisan Keagamaan berbasis EkoteologiModel Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Budaya berbasis Pengetahuan Lokal pada Komunitas AdatModel Transformasi Praktik Kebahasaan di Wilayah IndustriModel Revitalisasi Bahasa dan Sastra berbasis EkologiModel Pendidikan Multilingual berbasis Bahasa IbuModel Pemberdayaan Komunitas HeritageModel Pengembangan Industri Kriya berbasis Cagar BudayaModel Pengembangan Wastra TradisionalModel Alih Wahana Sastra untuk Ekonomi KreatifModel Pengembangan Daya Guna BahasaProposal yang diajukan diharapkan terkait dengan klaster-klaster riset diatas dan berkontribusi terhadap pembuatan rancangan model maupun kekayaan intelektual. Preferensi penilaian akan diberikan pada proposal yang sesuai dengan klaster, target model dan target kekayaan intelektual yang akan menjadi luaran dari kegiatan ini. Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program ini dilakukan melalui metode pengumpulan data lapangan dan studi laboratorium. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan wilayah lain yang dibuktikan dengan argumentasi sebagai daerah yang pernah mengalami bencana dalam skala yang luas. Selain itu pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah  kawasan industri ekstraktif, termasuk pertambangan, perkebunan dan kehutanan, dengan preferensi  wilayah  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah lainnya akan dipertimbangkan apabila memberikan argumentasi yang kuat terkait urgensi dilakukan riset di wilayah yang diajukan. Sedangkan untuk kegiatan riset koleksi atau studi laboratorium dilaksanakan di KST Soekarno (Cibinong) dan/atau KKB RP Soejono (Pasar Minggu).Berkaitan dengan wilayah terdampak bencana, diharapkan hasil riset dapat memberikan gambaran terkait status warisan budaya pada saat bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan warisan budaya serta mitigasi yang dapat dilakukan kedepannya. Sedangkan riset di wilayah industri ekstraktif untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengaruh langsung kegiatan industri terkait warisan budaya, termasuk dampak penggunaan lahan yang sebelumnya menjadi situs warisan budaya, hilangnya objek diduga cagar budaya dan cagar budaya, warisan budaya tak benda, pengaruh migrasi penduduk terhadap penggunaan, pemertahanan bahasa, khazanah sastra dan warisan keagamaan.  Riset diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan oleh komunitas  untuk mempertahankan warisan budaya, termasuk bagaimana upaya-upaya komunitas ada mempertahankan pengetahuan lokalnya dalam konteks masyarakat yang semakin plural.Kegiatan riset rumah program Budaya Berkelanjutan terdiri atas 3 skema yaitu:perjalanan dinas biasa dengan penugasan dinas luar kota maksimum 14 hari.detasering dengan penugasan dinas luar kota minimum 21 hari.studi laboratorium dengan fokus pada kegiatan analisis sampel di laboratorium.Dalam pelaksanaannya, kegiatan riset arkeologi dibatasi pada metode survei dan test pit (penggalian percobaan) sebagai bentuk pengumpulan data lapangan yang diperkenankan. Berkaitan dengan kebijakan homebase penugasan (HBP) eksternal, khususnya agar riset mempunyai dampak bagi daerah-daerah yang berdekatan dengan HBP, maka preferensi lokus kegiatan lapangan dilakukan dalam wilayah yang relatif berdekatan dengan HBP dari tim periset.Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration

Closed
ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 06 Feb 2026
Proposal Masuk: 14
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Rumah Program Riset Dasar Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Rincian Output – Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra)Riset dasar di bidang arkeologi, bahasa, dan sastra akan memberikan fokus pada pengembangan teori, konsep dan metode riset yang selama ini menjadi arus utama (mainstream) dari riset-riset arkeologi, bahasa, sastra dan khazanah keagamaan dan peradaban. Bagaimana sebuah teori yang selama ini berasal dari perkembangan pemikiran sosial-humaniora dari negara-negara luar Indonesia menjadi kerangka penelitian termasuk penggunaan konsep dan metode untuk melakukan risetnya, diwujudkan dalam konsep-konsep tertentu dalam berbagai ilmu humaniora. Kemudian metode yang digunakan dalam riset untuk mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan riset. Riset dasar terkait Arkeologi, Bahasa dan Sastra diperlukan untuk (1) pengembangan teori-teori yang dapat menjawab persoalan arkeologi, bahasa, dan sastra secara lebih kontekstual dan inovatif; (2) pengembangan konsep-konsep dalam arkeologi, bahasa, sastra dan khazanah keagamaan yang lebih membumi, kontekstual dan dinamis dari hasil-hasil riset di Indonesia dan (3) pengembangan metode riset dengan memanfaatkan infrastruktur riset yang tersedia.  Rincian OutputPada tahun 2026 kegiatan riset ditargetkan menghasilkan keluaran (rincian output) berupa Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastrasebanyak 5 model yaitu sebagai berikutModel Pengembangan Konsep dan Metode terkait Multikulturalisme di Berbagai Situs ArkeologiModel  Pengembangan Konsep, dan Metode terkait Warisan Keagamaan di IndonesiaModel Pengembangan Konsep dan Metode terkait Manuskrip dan Tradisi LisanModel  Pengembangan Konsep dan Metode Dokumentasi Bahasa di IndonesiaModel Pengembangan Konsep dan Metode Komunikasi Lintas Budaya di Indonesia Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam Rumah Program Riset Dasar bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra dilakukan melalui metode desk study, tanpa pengumpulan data lapangan. Kegiatan riset tetap mengakomodir pelaksanaan FGD dan/atau workshop sebagai forum diskusi ilmiah untuk penjajakan, pengembangan, serta pengujian awal konsep, kerangka pemikiran, dan pendekatan metodologis riset dengan melibatkan kolaborator riset yang relevan, seperti perguruan tinggi, lembaga atau instansi terkait, organisasi riset di lingkungan BRIN, lembaga riset independen, serta kolaborator lain yang memiliki kepakaran sesuai dengan tema riset dasar yang dikembangkan. Peserta program pendidikan pascasarjana untuk jenjang S-2 dan S-3, termasuk dalam skema Degree by Research (DbR) BRIN diharapkan dapat terlibat dalam skema ini untuk memperkuat penguasaan teori, konsep dan metode riset. Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration

Closed
ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan  Berkelanjutan
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 06 Feb 2026
Proposal Masuk: 18
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Program Budaya Berkelanjutan (Rincian Output – Kekayaan Intelektual Hasil Riset Dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan)Kegiatan riset dalam rumah program ini difokuskan pada pengungkapan dan pemetaan, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan potensi economy heritage berbasis budaya unggul yang terkait dengan aspek ekologis, sebagaimana tercermin dalam bidang arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, dan khazanah keagamaan. Kegiatan riset diarahkan pada wilayah rawan bencana dan kawasan industri yang rentan terhadap risiko lingkungan dan ancaman terhadap keberlanjutan tinggalan warisan budaya, sebagai dasar perumusan strategi pelestarian, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis warisan budaya yang kontekstual dan berkelanjutan. Rincian OutputPada tahun 2026, rumah program ini ditargetkan dapat menghasilkan keluaran (rincian output) berupa 2 kekayaan intelektual sebagai berikut.Kekayaan Intelektual terkait Penamaan Prasasti (Paleografi)Kekayaan Intelektual terkait Penyusunan Protokol Karakterisasi Data Arkeologi.Proposal yang diajukan diharapkan terkait dengan klaster-klaster riset diatas dan berkontribusi terhadap pembuatan rancangan model maupun kekayaan intelektual. Preferensi penilaian akan diberikan pada proposal yang sesuai dengan klaster, target model dan target kekayaan intelektual yang akan menjadi luaran dari kegiatan ini. Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program ini dilakukan melalui metode pengumpulan data lapangan dan studi laboratorium. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan wilayah lain yang dibuktikan dengan argumentasi sebagai daerah yang pernah mengalami bencana dalam skala yang luas. Selain itu pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah  kawasan industri ekstraktif, termasuk pertambangan, perkebunan dan kehutanan, dengan preferensi  wilayah  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah lainnya akan dipertimbangkan apabila memberikan argumentasi yang kuat terkait urgensi dilakukan riset di wilayah yang diajukan. Sedangkan untuk kegiatan riset koleksi atau studi laboratorium dilaksanakan di KST Soekarno (Cibinong) dan/atau KKB RP Soejono (Pasar Minggu).Berkaitan dengan wilayah terdampak bencana, diharapkan hasil riset dapat memberikan gambaran terkait status warisan budaya pada saat bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan warisan budaya serta mitigasi yang dapat dilakukan kedepannya. Sedangkan riset di wilayah industri ekstraktif untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengaruh langsung kegiatan industri terkait warisan budaya, termasuk dampak penggunaan lahan yang sebelumnya menjadi situs warisan budaya, hilangnya objek diduga cagar budaya dan cagar budaya, warisan budaya tak benda, pengaruh migrasi penduduk terhadap penggunaan, pemertahanan bahasa, khazanah sastra dan warisan keagamaan.  Riset diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan oleh komunitas  untuk mempertahankan warisan budaya, termasuk bagaimana upaya-upaya komunitas ada mempertahankan pengetahuan lokalnya dalam konteks masyarakat yang semakin plural.Kegiatan riset rumah program Budaya Berkelanjutan terdiri atas 3 skema yaitu:perjalanan dinas biasa dengan penugasan dinas luar kota maksimum 14 hari.detasering dengan penugasan dinas luar kota minimum 21 hari.studi laboratorium dengan fokus pada kegiatan analisis sampel di laboratorium.Dalam pelaksanaannya, kegiatan riset arkeologi dibatasi pada metode survei dan test pit (penggalian percobaan) sebagai bentuk pengumpulan data lapangan yang diperkenankan. Berkaitan dengan kebijakan homebase penugasan (HBP) eksternal, khususnya agar riset mempunyai dampak bagi daerah-daerah yang berdekatan dengan HBP, maka preferensi lokus kegiatan lapangan dilakukan dalam wilayah yang relatif berdekatan dengan HBP dari tim periset.Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration

Closed
ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 06 Feb 2026
Proposal Masuk: 7
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

Rumah Program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Rincian Output – Kekayaan Intelektual Hasil Riset Dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra)Kegiatan riset dalam skema rumah program ini berfokus pada pembuatan database, data set, dan korpus yang memuat data-data tinggalan arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, serta warisan keagamaan sebagai fondasi pengembangan riset digital ke depan. Pada tahun 2026, rumah program ini menitikberatkan pada perancangan sistem dan mekanisme pengembangan database dan korpus, termasuk pemetaan lembaga maupun individu yang telah memiliki pangkalan data terkait. Fokus kegiatan riset diarahkan pada rancang bangun sistem dan pengelolaan data yang terintegrasi, mengingat data-data tersebut selama ini tersebar dan terfragmentasi. Dengan demikian, kegiatan riset tidak berfokus pada pengumpulan data baru, melainkan pada penyusunan kerangka, arsitektur, dan mekanisme integrasi database, data set, dan korpus yang telah tersedia. Rincian OutputPada tahun 2026 rumah program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra ditargetkan menghasilkan keluaran (rincian output) berupa Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastrasejumlah 2 kekayaan intelektual yaitu sebagai berikut.Kekayaan Intelektual Data Raya Warisan BudayaKekayaan Intelektual terkait Korpus Linguistik Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program Data Raya Arkeologi, Bahasa, dan Sastra dilakukan melalui metode desk study atau studi pustaka, tanpa pengumpulan data di lapangan. Kegiatan riset tetap mengakomodir pelaksanaan focus group discussion (FGD) dan/atau workshop bersama kolaborator riset seperti perguruan tinggi, lembaga atau instansi terkait, organisasi riset lainnya di lingkungan BRIN, lembaga riset independen, maupun kolaborator lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dan integrasi data dalam rangka pengembangan sistem dan rancang bangun database, data set, dan korpus. Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration

Closed
RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia Tahun 2026
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 20 Feb 2026
Proposal Masuk: 40
Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia Tahun 2026

Pisang adalah salah satu tanaman pangan utama di dunia dengan produksi yang didominasi oleh genotipe tertentu seperti Cavendish, yang berkontribusi lebih dari 55% pada produksi global, plantain Afrika dengan hampir 15%, dan pisang dataran tinggi Afrika Timur yang menyumbang lebih dari 10%. Upaya pemuliaan di Afrika Timur dan Tengah dalam dua dekade terakhir telah membuahkan hasil, dengan varietas pertama yang dirilis menunjukkan peningkatan hasil sebesar 50-70% dibandingkan varietas lokal, meskipun profil produknya kurang diminati konsumen. Hal ini mendorong pengembangan varietas berikutnya untuk lebih memperhatikan preferensi konsumen tanpa mengesampingkan peningkatan hasil.Pemuliaan pisang secara klasik menghadapi tantangan karena fertilitas yang rendah pada kultivar hibrida, yang mengakibatkan produksi biji sangat sedikit atau bahkan gagal. Dibutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan cukup biji dari persilangan tetua pisang hibrida. Selain itu, struktur genom yang berbeda pada subspecies atau leluhur pisang menyebabkan linkage drag yang besar, membuat pemisahan alel yang diinginkan dari yang tidak diinginkan hampir mustahil. Namun, dengan plasma nutfah pisang liar yang sesuai, diharapkan dapat dirancang ulang pemuliaan pisang untuk meningkatkan fertilitas berdasarkan kelompok struktur genom.Pisang triploid umumnya lebih steril dibandingkan diploid, sehingga penting untuk memiliki tiga breeding pool guna menghasilkan hibrida triploid dengan struktur ideal A1A2A3, yang mirip dengan Cavendish dan Gros Michel yang sangat produktif dan memiliki profil produk yang disukai konsumen. Transisi ke keturunan triploid dapat terjadi melalui skema persilangan antara galur diploid dan tetraploid. Teknologi seperti double haploid dan silang balik juga dapat digunakan untuk meningkatkan sifat penting pada induk.Untuk menguji skema pemuliaan yang lebih tervalidasi dan efisien, maka diperlukan koleksi gen pisang liar (gene bank). Riset untuk mendukung mitigasi Banana Bunchy Top Virus (BBTV) pada tahun 2021-2023, yang merupakan kerjasama BRIN dan The University of Queensland, telah meletakkan dasar untuk koleksi Musa acuminata liar. Untuk melanjutkan kegiatan tersebut dan mempercepat proses pemuliaan dengan pendekatan teknologi pemuliaan baru yang tervalidasi maka BRIN bekerja sama dengan LPDP Kementrian Keuangan dan  Gates Foundation (GF) membuka program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Karakterisasi dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar (Musa acuminata) Indonesia. Program ini dapat digunakan sebagai platform strategis bagi periset BRIN dan universitas-universitas di Indonesia untuk dapat berkolaborasi dengan mitra strategis lainnya seperti industri dan pemerintah daerah. Selain itu program ini juga membuka kesempatan untuk dapat berkolaborasi dengan universitas dan lembaga lainnya di luar negeri yang memiliki pengalaman karakterisasi dan pra pemuliaan menggunakan berbagai pendekatan teknologi. Strategi pemuliaan pisang, secara keseluruhan akan dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) tahapan riset sebagai berikut:1) Tema 1: Eksplorasi dan koleksi pisang liar Musa acuminata2) Tema 2: Karakterisasi pisang liar3) Tema 3: Pra Pemuliaan/Pemuliaan4) Tema 4: Pelepasan VarietasSkema RIIM kolaborasi internasional 2026 akan difokuskan pada Tema 2 dan Tema 3 dengan 7 topik kegiatan riset seperti yang dijelaskan dalam panduan kegiatan. Pendanaan riset merupakan pendanaan bersama antara BRIN, LPDP dan GF. 

Closed
ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan  Berkelanjutan
Pendaftaran: 19 Jan 2026 - 06 Feb 2026
Proposal Masuk: 18
Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra

ORABS - Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Program Budaya Berkelanjutan (Rincian Output – Kekayaan Intelektual Hasil Riset Dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan)Kegiatan riset dalam rumah program ini difokuskan pada pengungkapan dan pemetaan, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan potensi economy heritage berbasis budaya unggul yang terkait dengan aspek ekologis, sebagaimana tercermin dalam bidang arkeologi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, dan khazanah keagamaan. Kegiatan riset diarahkan pada wilayah rawan bencana dan kawasan industri yang rentan terhadap risiko lingkungan dan ancaman terhadap keberlanjutan tinggalan warisan budaya, sebagai dasar perumusan strategi pelestarian, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis warisan budaya yang kontekstual dan berkelanjutan. Rincian OutputPada tahun 2026, rumah program ini ditargetkan dapat menghasilkan keluaran (rincian output) berupa 2 kekayaan intelektual sebagai berikut.Kekayaan Intelektual terkait Penamaan Prasasti (Paleografi)Kekayaan Intelektual terkait Penyusunan Protokol Karakterisasi Data Arkeologi.Proposal yang diajukan diharapkan terkait dengan klaster-klaster riset diatas dan berkontribusi terhadap pembuatan rancangan model maupun kekayaan intelektual. Preferensi penilaian akan diberikan pada proposal yang sesuai dengan klaster, target model dan target kekayaan intelektual yang akan menjadi luaran dari kegiatan ini. Metode RisetPelaksanaan kegiatan riset dalam rumah program ini dilakukan melalui metode pengumpulan data lapangan dan studi laboratorium. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan wilayah lain yang dibuktikan dengan argumentasi sebagai daerah yang pernah mengalami bencana dalam skala yang luas. Selain itu pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada wilayah  kawasan industri ekstraktif, termasuk pertambangan, perkebunan dan kehutanan, dengan preferensi  wilayah  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah lainnya akan dipertimbangkan apabila memberikan argumentasi yang kuat terkait urgensi dilakukan riset di wilayah yang diajukan. Sedangkan untuk kegiatan riset koleksi atau studi laboratorium dilaksanakan di KST Soekarno (Cibinong) dan/atau KKB RP Soejono (Pasar Minggu).Berkaitan dengan wilayah terdampak bencana, diharapkan hasil riset dapat memberikan gambaran terkait status warisan budaya pada saat bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan warisan budaya serta mitigasi yang dapat dilakukan kedepannya. Sedangkan riset di wilayah industri ekstraktif untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengaruh langsung kegiatan industri terkait warisan budaya, termasuk dampak penggunaan lahan yang sebelumnya menjadi situs warisan budaya, hilangnya objek diduga cagar budaya dan cagar budaya, warisan budaya tak benda, pengaruh migrasi penduduk terhadap penggunaan, pemertahanan bahasa, khazanah sastra dan warisan keagamaan.  Riset diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan oleh komunitas  untuk mempertahankan warisan budaya, termasuk bagaimana upaya-upaya komunitas ada mempertahankan pengetahuan lokalnya dalam konteks masyarakat yang semakin plural.Kegiatan riset rumah program Budaya Berkelanjutan terdiri atas 3 skema yaitu:perjalanan dinas biasa dengan penugasan dinas luar kota maksimum 14 hari.detasering dengan penugasan dinas luar kota minimum 21 hari.studi laboratorium dengan fokus pada kegiatan analisis sampel di laboratorium.Dalam pelaksanaannya, kegiatan riset arkeologi dibatasi pada metode survei dan test pit (penggalian percobaan) sebagai bentuk pengumpulan data lapangan yang diperkenankan. Berkaitan dengan kebijakan homebase penugasan (HBP) eksternal, khususnya agar riset mempunyai dampak bagi daerah-daerah yang berdekatan dengan HBP, maka preferensi lokus kegiatan lapangan dilakukan dalam wilayah yang relatif berdekatan dengan HBP dari tim periset.Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration