BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Rekayasa Keteknikan
Perancah tulang nanokomposit nanohidroksiapatit / nanoperak antimikroba

Perancah tulang nanokomposit nanohidroksiapatit / nanoperak antimikroba

Invensi ini mengungkap suatu metode untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada lignin menggunakan iradiasi sinar gamma beserta karakter produk yang dihasilkannya. Metode peningkatan aktivitas antioksidan pada lignin menggunakan iradiasi sinar gamma, sebagaimana pada invensi ini terdiri dari menyiapkan lindi hitam, menambahkan HCl, mencampur dengan NaOH, mengulang langkah b)hingga 3x, mengendapkan, memisahkan endapan, mengeringkan, menghaluskan, mengiradiasi lignin dengan sinar gamma pada atmosfer udara dan suhu ruang, pada laju dosis 3,5 kGy/jam, hingga pada akhirnya mendapatkan lignin yang telah meningkat aktivitas antioksidannya. Lignin sebagaimana pada invensi ini, memiliki karakter komposisi radikal fenoksi semakin tinggi, aktivitas antioksidan meningkat, gugus-gugus -OH dari unit-unit fenol pada lignin mengalami penurunan interaksi antarmolekul, suhu transisi glass (Tg) yang lebih rendah, senyawa fenolik yang lebih banyak dibandingkan sebelum diiradiasi. Produk akhir dari invensi ini mampu dimanfaatkan sebagai antioksidan pada pembuatan plastik ramah lingkungan.

Rekayasa Keteknikan
Suspensi nanoperak (Biomedical grade)

Suspensi nanoperak (Biomedical grade)

Invensi ini mengenai proses pembuatan nanoperak konsentrasi tinggi terstabilisasi kitosan melalui reduksi radiolisis radiasi pengion tanpa penambahan penangkal radikal hidroksil, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan metode sintesis nanoperak terstabilisasi kitosan konsentrasi tinggi menggunakan teknologi radiasi pengion tanpa residu senyawa toksik untuk aplikasi biomedis. Proses pembuatan larutan koloidal nanoperak sesuai dengan invensi ini terdiri dari melarutkan kristal garam perak nitrat dalam akua demineralisata dalam kondisi gelap, melarutkan serbuk kitosan dalam larutan asam asetat 0,5 M pada suhu kamar, mengatur pH tertentu larutan kitosan dengan penambahan larutan sodium hiroksida 0,5 M, mencampur larutan prekursor ion perak dengan larutan kitosan pH tertentu pada suhu kamar kondisi gelap, mengemas larutan reaktan dalam botol kaca yang terlindung dari cahaya, mendinginkan larutan reaktan terkemas pada suhu 4°C selama interval 12 – 48 jam, melakukan iradiasi larutan reaktan dingin terkemas menggunakan radiasi pengion sehingga dihasilkan larutan koloidal nanoperak terstabilisasi kitosan, dan menyimpan larutan koloidal nanoperak terstabilisasi kitosan pada suhu 4°C hingga digunakan. Nanoperak terstabilisasi kitosan ini memiliki ukuran partikel lebih kecil dari 20 nm dan mempunyai daya antibakteri yang bersifat bakterisidal efektivitas baik terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli.

Kesehatan
Piperine

Piperine

Invensi ini berkaitan dengan formulasi dan proses pembuatan dispersi padat yang terdiri dari piperin dan kitosan yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor. Dispersi padat piperin dan kitosan ini diperoleh melalui isolasi piperin dari lada putih, dimulai dengan maserasi bubuk lada putih menggunakan etanol 96%, ekstrak yang diperoleh dikeringkan, dan dikristalisasi dengan pelarut organik hingga diperoleh kristal piperin. Tahap berikutnya, melakukan formulasi dispersi padat dengan menambahkan kitosan yang sudah dilarutkan dengan asam asetat, dengan perbandingan tertentu ke dalam kristal piperin, hingga menghasilkan dispersi padat. Selanjutnya, dilakukan analisa sifat fisika dan kimia dispersi padat, menguji laju disolusi, dan menguji toksisitas akut dispresi padat piperin- kitosan pada hewan coba.

Kesehatan
Ethyl p-methoxycinnamate

Ethyl p-methoxycinnamate

Invensi ini bertujuan menyediakan proses perolehan senyawa etil para-metoksi sinamat dari rimpang kencur (Kaempferia galanga) dan produk yang dihasilkannya, khususnya proses perolehan etilpara-metoksi sinamat melalui fraksinasi bertingkat sedemikian hingga dihasilkan senyawa etil para-metoksi sinamat yang dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan sediaan farmasi. Proses perolehan menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan memperoleh ekstrak kencur; mendinginkan ekstrak kencur; melakukan fraksinasi bertingkat; melakukan filtrasi; melakukan fraksinasi kembali; melakukan filtrasi kembali; mengumpulkan seluruh endapan yang mengandung EPMS; mengeringkan endapan sehingga diperoleh senyawa EPMS murni. Metode menurut invensi ini menghasilkan senyawa EPSM dengan kemurnian hingga 99%. Senyawa EPMS yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri farmasi dan kosmetik.

Kesehatan
Kuersitrin (Quercetin-3-o-rhamnoside)

Kuersitrin (Quercetin-3-o-rhamnoside)

Invensi ini berkaitan dengan proses isolasi senyawa kuersitrin dari daun benalu D. curvata. Tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu merebus simplisia dengan air; memisahkan ekstrak; mendinginkan ekstrak; melakukan partisi dengan menambahkan pelarut etil asetat; memisahkan lapisan air dan lapisan organik; menguapkan lapisan organik; mendekantasi larutan; memisahkan endapan; memurnikan hasil; mengelusidasi senyawa; dan melakukan analisa terhadap senyawa yang dihasilkan. Proses ekstraksi dalam invensi ini dapat mengekstraksi 90% kuersitrin dari daun benalu D. curvata dengan kemurnian >90%. Perolehan kursitrin adalah 2,5% terhadap berat simplisia.

Rekayasa Keteknikan
Perangkat Kalibrasi Mandiri untuk Mikrosensor Kadar Gas Polutan di Udara Terbuka

Perangkat Kalibrasi Mandiri untuk Mikrosensor Kadar Gas Polutan di Udara Terbuka

Invensi ini adalah perangkat kalibrasi mandiri untuk mikrosensor kadar gas polutan di udara terbuka. Perangkat ini memungkinkan kalibrasi dilakukan langsung di lapangan (in- situ) tanpa perlu memindahkan mikrosensor ke laboratorium. Perangkat ini terdiri dari chamber kalibrasi yang memiliki satu buah tutup depan untuk mempermudah pemeliharaan dan penggantian mikrosensor yang diletakkan pada dudukan mikrosensor yang berada di dalam chamber kalibrasi, untuk menempatkan minimal 1 buah mikrosensor dengan orientasi yang dapat disesuaikan, di bagian atas terhubung dengan pipa inlet dan bagian bawah terhubung dengan pipa outlet untuk mengalirkan gas menuju ke dalam dan keluar dari chamber kalibrasi; unit kontrol otomatis yang berfungsi mengatur aliran gas ke dalam chamber kalibrasi, dan mengatur struktur penggerak untuk membuka dan menutup tutup chamber kalibrasi yang dicirikan dengan chamber kalibrasi, unit kontrol otomatis, dan struktur penggerak. Invensi ini memastikan bahwa alat ukur selalu memberikan data yang akurat dan dapat diandalkan, yang sangat penting untuk pemantauan kualitas udara yang tepat dan pengambilan keputusan terkait pengendalian polusi udara.

Rekayasa Keteknikan
Aparatus Portabel dan Metode Pengkonversi Basis Data EKG

Aparatus Portabel dan Metode Pengkonversi Basis Data EKG

Invensi ini berkaitan dengan dengan suatu alat portabel dan metode yang dapat mengubah basis data sinyal EKG menjadi sinyal yang dapat digunakan untuk mengkalibrasi dan atau menguji kinerja mesin EKG. Invensi ini bertujuan untuk memanfaatkan komputer papan tunggal (KPT), mikrokontroler, konverter sinyal digital ke analog, rangkaian pelemah sinyal, perangkat masukan berupa papan ketik dan tetikus, layar penampil, dan perangkat pemasok daya berupa baterai untuk mengkonversi basis data EKG menjadi sinyal yang dapat digunakan untuk mengkalibrasi dan atau menguji kinerja mesin EKG. Metode pengkonversi basis data EKG dalam invensi ini melalui konversi basis data EKG menjadi basis data elektroda, konversi basis data elektroda menjadi sinyal masukan EKG, metode kalibrasi EKG, dan metode pengujian EKG.

Kesehatan
Catechin (Katekin Ekstrak Gambir)

Catechin (Katekin Ekstrak Gambir)

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan ekstrak gambir (Uncaria gambier Roxb,) sebagai antikanker kulit dan leukimia. Proses produksi ekstrak gambir menurut invensi ini dilakukan menggunakan ekstraksi soxletasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji sitotoksik terhadap sel kanker kulit manusia (KB) dan sel kanker leukemia manusia (HL60). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak gambir sitotoksik terhadap sel kanker kulit manusia (KB) dengan nilai IC50 3,4 μg/mL serta sitotoksik terhadap sel kanker leukimia manusia (HL60) dengan nilai IC50 23 μg/mL.

Rekayasa Keteknikan
Pembuatan Prototype Muatan Sampling SPME Terkendala Berbasis IoT

Pembuatan Prototype Muatan Sampling SPME Terkendala Berbasis IoT

Invensi ini membuat muatan sampling udara vertikal dengan SPME terkendali yang diangkat oleh UAV. UAV akan mengangkat muatan sampling udara SPME ke ketinggian tertentu. Muatan sampling udara SPME memiliki sensor lingkungan untuk memonitor ketinggian serta saklar pembatas sebagai indikator kondisi SPME. Kedua unit SPME dapat dikendalikan oleh penggerak SPME berdasarkan prosedur kendali penggerak SPME dengan perintah jarak jauh dari operator. Terdapat dua mekanisme penggerak SPME yakni membuka SPME dan menutup SPME. Proses sampling udara adalah pada kondisi SPME terbuka. Operator akan memberikan perintah untuk menutup SPME sesuai dengan kebutuhan waktu sampling udara. Dalam 1 kali prosedur sampling udara dapat mengambil sampel udara dengan 2 SPME pada saat yang bersamaan. Setelah proses sampling udara vertikal selesai, UAV dapat diturunkan, SPME dapat dilepas, dan selanjutnya dianalisa secara kimia.

Energi
Karbon foam

Karbon foam

Diungkapkan suatu metode dalam memproduksi busa karbon dari batubara termoplastik menggunakan tekanan rendah. Dalam metode yang ada pada invensi ini, sampel batubaradipreparasi menggunakan jaw crusher dan ball mill, kemudian dilakukan deoksidasimenggunakan NaOH. Hasil deoksidasi dicampur dengan NaOH di dalam reaktor pirolisisbertekanan yang terhubung dengan tabung gas nitrogen inert. Pirolisis bertekanan rendahini bertujuan untuk memicu perengkahan fraksi aromatik pada Coal Tar Pitch sehinggamembentuk gas ringan yang berkontribusi membentuk busa pada sampel. Hal inidikonfirmasi dengan analisis FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy), uji nilai kalori,analisis proksimat dan analisis ultimat busa karbon yang terbentuk.

Kesehatan
Methyl cinnamate

Methyl cinnamate

Invensi ini berhubungan senyawa baru 4-(2-(E)-4-(dimethylamino)benzylidine)hydrazine- 1-carbonyl)phenyl cinnamate dan proses sintesis yang diperoleh daripadanya. Bahan baku yang digunakan adalah asam sinamat, 4 hidroksi benzohidrazida dan 4 dimetilamino benzaldehid. Proses senyawa baru diperoleh dengan melalui dua tahap reaksi. Tahapan pertama adalah pembentukan senyawa imina antara senyawa 4 hidroksi benzohidrazid dengan senyawa 4 dimetilamino benzaldehida merupakan reaksi dehidrasi menghasilkan senyawa hidrazon derivative. Tahap kedua adalah reaksi esterifikasi dengan senyawa asam sinamat sehingga menghasilkan senyawa baru 4-(2-(E)-4- (dimethylamino)benzylidine) hydrazine-1-carbonyl)phenyl cinnamate. Produk senyawa ini berupa serbuk berwarna putih dengan memberikan spot tunggal pada kromatografi lapis tipis (KLT) dan terkarakterisasi akurat dengan menggunakan FTIR, H-NMR dan C-NMR. senyawa baru 4-(2-(E)-4-(dimethylamino)benzylidine)hydrazine-1-carbonyl)phenyl cinnamate yang dapat digunakan sebagai bahan aktif sediaan farmasi serta sebagai bahan baku obat yang berpotensi sebagai kandidat obat antibiotik.

Kesehatan
Centella Aurum

Centella Aurum

Invensi ini berkaitan dengan metode sintesis hijau nanopartikel emas yang aktif sebagaiantibakteri, lebih khususnya berkaitan dengan metode sintesis hijau nanopartikel emasmenggunakan ekstrak etanol daun pegagan sebagai bahan antibakteri dan produk yangdihasilkannya. Tanaman yang digunakan adalah pegagan (Centella asiatica) yangmengandung beberapa senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dansaponin. Kandungan metabolit sekunder dari ekstrak tumbuhan dapat menjadi agenpereduksi dari partikel Au (gold). Nanopartikel emas didapatkan dengan mencampurkan10 mg/ml ekstrak etanol pegagan dengan 0,1 mM prekursor HAuCl4 dengan perbandingan1:19 dan dipanaskan dengan pemanas gelombang mikro pada pemanas gelombang mikropada daya 270-630 watt pada suhu 50°C selama 1 menit. Diperoleh nanopartikel emasdengan ekstrak pegagan sebagai pereduksi alami dengan ukuran partikel 52,4 nm,monodisperse, berbentuk bulat, dan terdeteksi spektrum kandungan emas. Nanopartikelemas mempunyai aktivitas antibakteri terhadap P. acne dan S. epidermidis dengan nilaiKHM (Konsentrasi Hambat Minimum) 200 µg/mL dan mempunyai aktivitas antioksidanterhadap DPPH dengan IC50 sebebesar 13,50 µg/ml.