Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berkaitan dengan metode sterilisasi produk makanan kari ayam dalam kemasan kaleng sehingga tetap terjaga gizi dan rasanya menggunakan vertical steam retort kapasitas 100 L. Metode sterilisasi makanan kari ayam dilakukan dengan 5 tahapan antara lain, uji distribusi panas untuk mengevaluasi kerja retort, persiapan produk kari ayam dengan perbandingan daging ayam dan kuah 50:50 sehingga berat bersih 300 gram, exhausting pada suhu 60-65 0C selama 10 menit, penutupan kemasan kaleng, dan proses pemanasan atau sterilisasi menggunakan mesin vertical steam retort pada tekanan 0,07 MPa dengan venting pada suhu 115 0C selama 15 menit, CUT selama 1 jam 24 menit, holding time selama 8 menit dan waktu pendinginan selama 54 menit sehingga didapatkan nilai F0 ≥ 3. Selain itu pada invensi ini juga dijelaskan waktu venting yang efektif dan alternatif waktu proses sterilisasi produk makanan kari ayam.
Invensi ini berhubungan dengan mesin pencacah untuk pelepah sawit tipe pisau radial aliran bahan aksial, lebih khususnya mesin pencacah untuk pelepah sawit tipe pisau radial aliran bahan aksial yang menggunakan pengumpan berupa sepasang rol bergerigi yang berputar berlawanan arah, 1 bilah pisau statis, 3 bilah pisau pemotong putar radial, 13 deret pisau putar pencacah dan batang penahan pukulan hasil cacahan, sedmikian hingga dapat mencacah pelepah sawit menjadi berukuran 2-5 mm dengan hasil cacahan pelepah sawit bergerak secara aksial. Pengumpan untuk pelepah sawit yang akan dicacah terdiri dari 2 buah rol bergerigi atas dan bawah, dimana rol pengumpan bawah posisinya tetap dan rol pengumpan atas dapat bergerak fleksibel naik dan turun menyesuaikan tebal pelepah sawit dengan putaran berlawanan arah dengan rol pengumpan bawah yang sudah direduksi oleh adanya gear box. Jenis bahan pisau tetap dan pisau putar yang digunakan adalah baja pisau dengan kekerasan 45-50 HRC, sehingga mampu mencacah batang dan pelepah sawit dengan pisau tidak cepat tumpul. Kerenggangan pisau pencacah dan pisau statis dapat diatur agar pelepah sawit dapat dicacah dengan halus.
Konsumsi daging sebagai sumber protein hewani di indonesia (±4,5 kg/kapita/tahun) masih jauh dibandingkan dengan negara-negara lain khususnya di ASEAN seperti Malaysia (±38,5 kg/kapita/tahun) atau singpura (±48 kg/kapita/tahun). Salah satu faktor penyebabnya yaitu rendahnya produksi daging unggas (1,5 juta ton/tahun) yang disebabkan masalah penyakit. Penyakit yang bisa muncul dan menjadi perhatian serius di industri perunggasan yaitu penyakit saluran pencernaan (intestinal disease), karena selain menimbulkan kerugian ekonomi juga berdampak buruk pada manusia sebagai konsumen. penggunaan probiotik khususnya bakteri asam laktat sebagai imbuhan pakan (feed additive) merupakan salah satu cara untuk mengatasi penyakit saluran pencernaan serta menungkatkan perfoma dan kasehatan ternak. namun pada aplikasinya penggunaan probiotik berupa mikroba hidup kurang afektif karena viabilitasnya yang rendah dalam saluran pencernaan unggas sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan alami kainnya yang mampu mendukung pertumbuhan mikroba probiotik tersebut. Tepung cacing tanah Lumbricus rubellus pada penelitian sebelumnya diketahui bersifat anti bakteri spektrum luas terhadap bakteri gram negatif, gram positif dan jamur, akan tetapi memberikan respons pertumbuhan yang baik untuk bakteri gram positif non patogen yaitu bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.). beberapa bahan alam berupa daun tanaman yang mengandung senyawa fenol juga berpotensi menekan pertumbuhan bakteri patogen maupun parasit pada saluran pencernaan, mampu mengoptimalkan proses fermentasi/degradasi zat makanan terbukti tidak berpengaruh negatif pada pertumbuhan asan laktat. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan produk bio aditif yang merupakan kombinasi probiotik (bakteri asam laktat) dan sutrat lain yang bersifat anti bakteri dan anti parasit berupa tepung cacing tanah (L. rubellus) dan mengkudu (morinda citrifolia), yang memacu pertumbuhan (growth promoter), menekan pertumbuhan parasit Escheria coli pada saluran pencernaan serta meningkatkan imunitas (immunomodulator) ternak.
Invensi ini berkaitan dengan teh celup dari bahan serbuk buah kayu ules (Helicteres isora L.) dengan ukuran serbuk berkisar antara 0,65–1,5 mm sebagai minuman fungsional. Air seduhan buah kayu ules telah digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit perut, diare, dan memulihkan stamina. Hasil analisis kandungan fitokimia pada buah kayu ules menunjukkan adanya kandungan flavonoid, fenolik, dan bioaktivitas antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan. Hasil pengujian terhadap invensi ini menunjukkan bahwa teh celup buah kayu ules dapat diterima secara organoleptik dan aman dikonsumsi karena telah memenuhi standar kelayakan mutu bahan baku untuk seduhan yang diprasyaratkan dalam peraturan BPOM.
Invensi ini mengenai penggunaan parasitoid genus Chlorocryptus sp. untuk mengurangi populasi hama ulat api (Limacodidae) di perkebunan kelapa sawit. Tujuan dari invensi ini adalah mencegah ledakan populasi hama ulat api (Limacodidae) di perkebunan kelapa sawit, yang seringkali sulit dikendalikan secara tuntas dengan cara konvensional(mekanis dan kimia). Serangan hama ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada daun kelapa sawit dan pada akhirnya menurunkan produktivitas kelapa sawit. Parasitoid menjadi serangga yang bermanfaat karena sebagian besar siklus hidupnya memanfaatkan inang yang biasanya merupakan hama pertanian dan perkebunan. Salah satu jenis parasitoid yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi hama ulat api (Limacodidae) di perkebunan kelapa sawit adalah Chlorocryptus sp. Metode pengendalian hama ulat api (Limacodidae) di perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan parasitoid genus Chlorocryptus sp. terdiri dari tahapan perbanyakan pupa ulat api (Limacodidae); perbanyakan parasitoid genus Chlorocryptus sp.; dan introduksi dan augmentasi parasitoid genus Chlorocryptus sp; serta waktu terbaik untuk pelepasan parasitoid genus Chlorocryptus sp. di perkebunan kelapa sawit. Melalui pengembangan metode ini, diharapkan biodiversitas akan tetap terjaga dan produksi kelapa sawit dapat meningkat dengan tetap mengedepankan keberlanjutan dari sebuah usaha dan lingkungan.
Invensi ini berhubungan dengan suatu formulasi imbuhan pakan untuk ternak ruminansia yang terdiri dari : a) bahan dedak; b) bahan inokulum dari jenis kapang Rhizophus sp. atau kapang aspergillus sp.; dan c) bahan tambahan berupa limbah proses demineralisasi atau deproteinasi kitin kitosan, dimana produk yang dihasilkan ditandai dengan bentuk bubuk berwarna coklat muda, kandungan akhir 10-12% kadar air, pH 4,5-5,5 dan memiliki aroma yang khas yang berguna untuk meningkatkan cita rasa pakan pada ternak yang mengkonsumsi.
Invensi ini berkaitan dengan formula dan produk minuman siap konsumsi hasil fermentasi sari kacang merah dengan penambahan ekstrak jahe. Formula minuman fermentasi sari kacang merah dengan penambahan ekstrak jahe terdiri dari kacang merah 30-50%; bakteri probiotik L. paracasei dari Yakult 2-8%; susu full cream 5-10%; air matang 50-70% dan ekstrak jahe 1-5%. Proses pembuatan minuman fermentasi dari sari kacang merah dengan tahapan: merendam dan merebus kacang merah, menghaluskan kacang merah menggunakan alat elektrik, menyaring bubur kacang merah hingga diperoleh sari kacang merah, melakukan fermentasi sari kacang merah dengan menambahkan susu full cream dan probiotik L. paracasei, melakukan pasteurisasi dan inkubasi, menambahkan ekstrak jahe, dan terakhir menyimpan minuman dalam suhu dingin. Produk minuman fermentasi sari kacang merah dengan penambahan ekstrak jahe mempunyai karakteristik sebagai berikut: kandungan antioksidan 300-1400 ppm, mineral besi Fe 4-12 ug/g, dan nilai viabilitas 7,0-7,2 Log CFU/ml serta kandungan gizi terdiri dari karbohidrat 3,9-9,2%; protein 1,2-4,5%; lemak 0,5-2,3%; kadar air 85,3-92,0% dan kadar abu 0,6-0,9%.
Invensi ini mengenai sistem akuaponik yang merupakan gabungan dari sistem akuakultur dan hidroponik secara terintegrasi. Komponen utama sistem akuaponik ini yaitu: (1) Air sumur, (2) kolam ikan, (3) ikan koi; (4) instalasi hidroponik, (5) bawang merah, (6) bak pengendapan, (7) filter mekanis, (8) filter biologis, (9) bak degasser CO2, (10) aerator hiblow, (11) tanaman peterseli, dengan komponen pendukung (1) pompa submersible, (2) heater dilengkapi thermostat yang diletakkan di dalam rumah kaca (indoor). Ikan koi (berat 15 gram, panjang 10 cm) dibudidayakan di dalam kolam tanah yang dilapisi terpal plastik. Benih umbi bawang merah varietas Bima Brebes ditanam pada media tanam hidroton. Nutrisi untuk pertumbuhan tanaman bawang merah berasal dari air limbah kotoran ikan koi yang disedot dengan menggunakan pompa celup. Air dari talang air hidroponik kemudian masuk ke dalam bak pengendapan yang kemudian disedot dengan menggunakan pompa celup ke dalam sistem filter bertingkat yang terdiri dari bak filter mekanis, bak filter biologis, dan bak degasser CO2 yang diberi aerasi kuat dan ditanami dengan tanaman air peterseli. Air bersih kemudian secara gravitasi masuk kembali ke dalam kolam budidaya ikan koi. Hasil invensi ini dapat meningkatkan keseimbangan ekosistem baik bagi sistem akuakultur, hidroponik, dan ekosistem mikrobiota yang berperan penting dalam siklus nitrogen.
Invensi ini berhubungan dengan formulasi dan proses pembuatan sup krim instan yang diperkaya tepung putih telur sebagai sumber protein hewani. Formulasi dari sup krim instan terdiri dari: tepung putih telur 19,85%; tepung beras 4,00%; tepung maizena 4,00%; sari kaldu ayam 55,00%; krim 10,00%; bawang bombay 1,8%; bawang putih 1,00%; seledri 1,00%; garam 1,00%; merica bubuk 0,50%; margarine 1,80%; dan tepung jahe 0,05%. Proses pembuatan sup krim instan, menggunakan pengering silinder ganda (drum dryer) yang dilengkapi dengan pembangkit uap (steamer) dan pemanas listrik (electrical heater), dengan tahapan proses meliputi: penumisan bawang putih dan bawang bombay; pemanasan sari kaldu dan seledri; pencampuran tepung putih telur, tepung beras, tepung maizena, merica bubuk, garam, krim, tepung jahe, sari kaldu dan seledri, bawang putih dan bawang bombay yang telah ditumis; pemanasan dan pengadukan selama 10 menit pada suhu 80–900C sampai membentuk adonan pasta yang mengental dan homogen; pengeringan menggunakan pengering silinder ganda pada suhu 137-138oC, putaran 2,0 rpm, tekanan 3,0 bar; penepungan lembaran flakes menggunakan chopper; penyeragaman ukuran menggunakan vibrator screen ukuran 60 mesh; penimbangan dan pengemasan sup krim instan menggunakan alumunium foil; penyajian sup krim dengan cara diseduh air panas pada suhu 80oC dengan perbandingan 1 : 4.
Invensi ini berhubungan dengan suatu formulasi silase komplit untuk pakan ternak ruminansia yang terdiri dari: a) bahan hijauan; b) bahan konsentrat; c) bahan tambahan; dan d) inokulum dan proses pembuatannya serta produk yang dihasilkan dari proses tersebut ditandai dengan kandungan akhir 54-62% kadar air, pH 4,3-4,4 dan kadar protein 7-9%.
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan kertas yang tidak tembus air dan minyak sehingga dapat dijadikan bahan kemasan makanan/minuman. Sifat tidak tembus air dan minyak ini dibuktikan melalui percobaan penetesan air/minyak yang dilanjutkan dengan pengamatan tembus air/minyak selama 60 menit dan dilanjutkan dengan pengukuran sudut kontak air. Uji pertama menunjukkan bahwa kertas berlapis minyak kemiri, kedelai, linseed/walnut tidak tembus air dan minyak setelah 60 menit pengamatan. Sudut kontak air pada kertas berlapis tersebut berkisar antara 82-90°, yang menunjukkan tidak tembus air. Rata-rata berat lapisan per 225 cm2 kertas berkisar antara 1.73 – 1.89 g. Sementara ketebalan lapisan sekitar 0.003 – 0.010 mm. Kekuatan dan elastisitas kertas berlapis ini serupa atau lebih tinggi dari kertas tanpa pelapisan. Puncture force-nya adalah 13.59 - 20.57 N dan puncture distance-nya adalah 3.69 – 4.11 mm. Tensile force-nya berkisar antara 25.04 – 26.02 N, sedangkan elongation distance-nya 4.43 – 6.82 mm. Invensi ini mengandalkan reaksi polimerisasi lemak, terutama yang memiliki asam lemak tidak jenuh ganda sehingga membentuk lapisan yang tidak tembus air dan minyak. Pengujian dan karakterisasi kertas berlapis yang dihasilkan mencakup uji tembus air/minyak, morfologi, sudut kontak, FTIR, bobot lapisan, uji puncture, dan uji tensile.
Invensi berhubungan dengan suatu metode produksi 3-O-β-D-galactosyl-sn-glycerol, yaitu senyawa awal penting di dalam sintesis glikolipid, yang berguna bagi industri kosmetik maupun farmasi. Pada invensi ini, senyawa 3-O-β-D-galactosyl-sn-glycerol disintesa dengan menggunakan enzim β-glucosidase dan α-laktosa, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Senyawa 3-O-β-D-galactosyl-sn-glycerol, dan α-laktosa, dikonfirmasi dengan menggunakan LC-HRMS. Invensi ini memiliki kelebihan pada spesifikasi produk, dimana hanya 3-O-β-D-galactosyl-sn-glycerol yang terdeteksi oleh LC-HRMS.