Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Suatu produk saus dengan bahan dasar nenas dengan tingkat kematangan buah yang memiliki bagian warna kuning 55-90%. Bahan penunjang yang digunakan dalam pembuatan saus nenas adalah gula, garam, bahan pengental (tepung maizena), kayu manis, bawang putih, lada, asam cuka, dan bahan pengawet. Proses pembuatannya mencangkup beberapa tahap, yaitu: sortasi, trimming, pencucian, blanching, penghancuran, pemasakan, pengemasan.
Invensi ini berhubungan dengan suatu bahan pestisida nabati penolak hama kumbang bubuk beras berbahan dasar minyak malapari yang mengandung: (a) Minyak malapari, sebanyak: 4-20% volume, dengan nilai optimum 20%,(b) Aseton 96%: 75-85%, dengan nilai optimum 80%. Invensi ini berfungsi sebagai pestisida nabati penolak hama kumbang bubuk beras pada penyimpanan. Proses pembuatan minyak malapari dimulai dari pengumpulan buah yang sudah masak dari pohonnya. Buah-buah tersebut berbentuk polong dimana biji di dalam polong itu yang akan digunakan dalam pembuatan minyak. Biji dikeluarkan dari polong kemudian dipotong-potong menjadi 3 bagian. Biji selanjutnya dijemur atau di oven sampai kadar air <10 %. Biji di ekstraksi untuk mendapatkan minyak. Minyak kemudian dicampur dengan aseton dan dilakukan fumigasi. Hasilnya dibuktikan dengan meningkatnya jumlah mortalitas (kematian) serangga uji yaitu hama kumbang bubuk beras di laboratorium seiring dengan bertambahnya waktu (jam) sejak 24 hingga 96 Jam Setelah Aplikasi (JSA). Berdasarkan invensi ini terbukti bahwa minyak malapari bisa dijadikan sebagai pestisida nabati.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu alat sebagai ruang penumbuh benih bawang merah dengan kontrol kondisi mikroklimat yang sesuai untuk fase perkecambahan atau germinasi. Invensi ini terdiri dari: ruang berbentuk balok berbahan kayu multipleks dengan ventilasi menggunakan kipas, alas alumunium dengan saluran pembuangan air, pengatur cahaya otomatis, pengatur penyiraman otomatis, sensor suhu, sensor kelembaban, layar pembaca suhu dan kelembaban, sistem pengkabut, saluran penyiraman, kaca pantau dan roda penggerak. Sistem kontrol pencahayaan, sistem pengkabut, sistem kontrol penyiraman, sensor suhu dan kelembaban, dan kipas ventilasi menjadi ciri khas ruang penumbuh ini sehingga sesuai dengan kondisi fase perkecambahan benih bawang merah.
Invensi ini berhubungan dengan metode ekstraksi senyawa klorofil dari daun padi (Oryza sativa), dimana metode tersebut dilakukan dengan menggunakan liquid nitrogen untuk mempermudah penggerusan dan vortex pada konsentrasi dimetil sulfoksida yang optimum dan lebih cepat, sehingga lebih aplikatif penggunaannya ditingkat industri. Ekstrak klorofil menggunakan dimetil sulfoksida mengandung senyawa total klorofil sebesar 15,23 μL/mg bobot basah daun.
Invensi ini mengenai mesin peghancur bonggol batang ubi kayu. Alat Penghancur Bonggol Batang ubi kayu pada umumnya merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses penghancur bonggol batang ubi kayu, dimana suatu alat penghancur bonggol batang ubi kayu sesuai dengan invensi ini terdiri dari pengumpan satu, pengumpan dua, keluaran hasil proses penghancuran, rangka, roda besar, roda kecil, penghubung, mesin penggerak, van belt, pulley, pillow block, tabung penghancur, poros komponen pisau penghancur, pisau pemukul, pipa pembatas pisau pemukul, plat dudukan piasu pemotong, pisau pemotong, saringan. Dicirikan dengan mekanisme penghancuran bonggol batang ubi kayu menggunakan pisau pemukul dan pisau pemotong yang dapat menghancurkan bonggol yang keras dan berukuran besar, mesin dilengkapi roda besar pada rangka yang dihubungkan dengan kendaraan penggerak sehingga memudahkan transportasi dan mobilisasi mesin untuk pengolahan bonggol batang ubi kayu ke dalam lahan. Dengan mesin penghancur bonggol batang ubi kayu ini akan menjawab permasalahan yang dihadapi petani tanaman ubi kayu untuk mengatasi dan memanfaatkan limbah hasil panen selama ini.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu metode pembuatan biofungisida berbahan kitosan kulit rajungan dalam asap cair beserta karakter pada produk yang dihasilkannya. Metode pembuatan sesuai pada invensi ini terdiri dari empat tahapan utama yaitu diawali dengan membuat kitosan dari kulit rajungan, lalu selanjutnya membuat hidrolisis dari kulit rajungan tersebut. Lalu dilanjutkan dengan membuat asap cair dari kelapa dan diakhiri dengan pembuatan campuran kitosan dalam asap cair. Produk biofungisida sebagaimana pada invensi ini memiliki karakter perbandingan 1:99 hingga 3:97; larutan campuran homogen berwarna kuning emas, jernih dan bau asap yang khas; memiliki nilai pH 7-8 dan viskositas sebesar 5,350-5,850 Cp; mampu menghambat pertumbuhan kapang patogen P. Zingiberi. Invensi ini selain ramah lingkungan, juga dapat mengaktifkan kembali mikroorganisme tanah dan meningkatkan produksi tanaman.
Invensi ini mengenai komposisi produk yoghurt sebagai minuman fungsional untuk pencegahan diabetes, serta teknik pembuatan yoghurt yang diperkaya AOS. Teknik pembuatan yoghurt kaya AOS pada invensi ini dilakukan dengan proses pencampuran hingga merata 86-90% susu segar, 3% susu skim, dan 3% gula pasir, kemudian 2-6% bubuk AOS. Campuran kemudan dipasteurisasi pada suhu 85°C selama 30 menit, setelah pendinginan pada suhu 450C ditambahkan starter S. thermophillus dan L. bulgricus dengan perbandingan 1:1 sebanyak 2% dari campuran bahan, dilanjutkan pengemasan dalam wadah tertutup, kemudian difermentasi pada suhu 37°C selama 24-36 jam. Berdasarkan invensi ini, uji invivo terhadap tikus menunjukkan bahwa gula darah tikus yang diberi asupan yoghurt AOS cenderung stabil meskipun diberi asupan gula jenuh, sehingga produk ini secara invivo memiliki kemampuan memperbaiki sifat glukosa intoleran.
Suatu formula untuk pembuatan pakan untuk menghasilkan daging itik fungsional diperkaya zink dan proses pembuatannya dalam invensi ini menggunakan bahan bahan pakan sebagai berikut: tepung bungkil kedelai sebanyak 7%; dedak padi halus sebanyak 5%;tepung jagung sebanyak 30%; meat bone meal (tepung daging dan tulang) sebanyak 15%; tepung indigofera sebanyak 5,38%; tepung roti sebanyak 25%; multivitamin sebanyak 0,1%; dikalsium fosfat sebanyak 1%; suplemen mineral dan vitamin untuk unggas sebanyak 0,5%; minyak sayur sebanyak 5%; lisina sebanyak 0,3%; metionin sebanyak 0,2%; toxin binder sebanyak 0,5%; zink oksida sebanyak 0,020%; dan tepung tapioka sebanyak 5%. Keunggulan invensi ini adalah akan dihasilkannya suatu pakan yang dapat diberikan ke ternak itik secara adlibitum (tidak dibatasi pemberiannya) untuk menghasilkan daging itik fungsional diperkaya zink.
Invensi ini berkaitan dengan formulasi dan metode pembuatan beras analog berbasis tepung, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan berbasis tepung porang dan tepung mocaf dan dengan penambahan bubuk spirulina sehingga menghasilkan beras analog yang memiliki sifat fungsional antidiabetes melalui uji penghambatan enzim α- glukosidase. Suatu beras analog sesuai dengan invensi ini terdiri dari tepung porang dan gliserol monostearat yang dicirikan dengan penmambahan tepung mocaf dan bubuk spirulina untuk pangan fungsional anti diabetes. Metode pembuatan beras analog pada invensi ini antara lain menyiapkan tepung porang (50-60%)dengan ukuran partikel minimal 60 mesh dan kadar air 0-12% b/v; menyiapkan tepung mocaf (20-30%) dengan ukuran partikel minimal 60 mesh dan kadar air 0-12% b/v; mencampur tepung porang (a), mocaf (b), bubuk spirulina, gliserol monostearat, dengan tambahan air panas pada suhu 90- 100oC dengan perbandingan 15-25% dari total berat; mengaduk campuran (c) selama 10- 15 menit; memasukkan dan mencetak dengan mesin ekstruder ulir tunggal menjadi butiran beras; mengeringkan dengan suhu 90-100oC selama 2-3 jam sehingga mendapatkan beras porang dengan kadar air kurang dan 12%; mengemas dalam kemasan vakum sehingga mendapatkan beras analog.
Invensi untuk memperolah plasma kuning telur tinggi konsentrasi low density lipoprotein, yang terdiri dari ekstraksi kuning telur segar dengan pelarut akuabides dan tris untuk memperoleh ekstrak berupa plasma kuning telur, dimana fraksi kaya plasma kuning telur diperoleh sebagai fraksi cair dari kuning telur yang terpisah dari protein, lemak, dan komponen lainnya dengan konsentrasi LDL tinggi pada pelarut akuabides baik itu telur ayam mapun telur itik. Untuk tujuan penyimpanan jangka panjang, fraksi kaya plasma kuning telur yang dikoleksi selanjutnya di freeze dry sampai kering (3 hari) untuk mendapatkan tepung plasma kuning telur dengan kandungan airnya sangat kecil di bawah 3,66% berdasarkan berat. Melalui proses penemuan ini dapat diperoleh plasma kuning telur tinggi konsentrasi LDL yang berkualitas dengan hasil baik yang siap digunakan sebagai salah satu komponen pengencer semen.
Invensi ini berhubungan dengan suatu formulasi komposit nanokitin yang dapat dimakan, khususnya formulasi komposit nanokitin yang dapat dimakan pada invensi ini terdiri dari nanokitin, gelatin, pati dan gel lidah buaya (Aloe vera). Penggunakan komposit nanokitin pada invensi ini adalah untuk alat makan dan benda lain yang aman jika termakan (edible cutlery). Formulasi komposit nanokitin yang dapat dimakan pada invensi ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahapan pembuatan bubur lidah buaya; tahap pencampuran nanokitin, pati dan gelatin; tahap pencetakkan dan tahap pengeringan. Produk komposit nanokitin yang dapat dimakan pada invensi ini memiliki karakteristik kelarutan 2 - 9 %, dapat diaplikasikan pH 3 – 9, tahan pada temperatur 16 – 50 oC, Umur simpan pada suhu 5 – 40 oC selama 100 - 154 hari dan kuat tarik 2 – 6 Mpa.
Invensi ini mengenai minuman fungsional berupa teh celup buah Kayu Ules (Helicteres isora L.), Jahe (Zingiber officinale), dan daun Stevia (Stevia rebaundiana), lebih khusus lagi, invensi ini mengenai komposisi teh celup dengan perbandingan 50% serbuk buah Kayu Ules, 40% bubuk Jahe, dan 10% bubuk daun Stevia. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya untuk menaikkan nilai penerimaan terhadap teh celup buah Kayu Ules dengan mengoptimalkan rasa dan aromanya. Teh celup buah kayu ules dengan komposisi 50% serbuk buah Kayu Ules, 40% bubuk Jahe, dan 10% bubuk daun Stevia memiliki rata-rata nilai sensori 3,41 (kategori netral-agak suka). Tujuan lain dari invensi ini adalah penambahan serbuk Jahe dan serbuk daun Stevia pada teh celup buah kayu ules dapat meningkatkan kandungan fitokimia (1,09% kandungan flavonoid total, 1,65% kandungan fenolik total, dan 279,1 ppm bioaktivitas antioksidan) yang bermanfaat bagi kesehatan.