BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Kesehatan
Morlife

Morlife

Invensi ini mengungkap komposisi dan proses pembuatan minuman serbuk murbei (Morus nigra) yang mengandung trans-resveratrol, menggunakan metode foam-mat drying. Komposisi terdiri dari ekstrak murbei sebagai bahan utama, foaming agent dari golongan surfaktan non-ionik, stabilizer dari polisakarida alami larut air, serta bahan pengisi netral sebagai pembawa. Proses pembuatan mencakup penyiapan ekstrak murbei, penyaringan ekstrak murbei, pencampuran bahan, penyebaran busa dan foam-mat drying pada suhu sekitar 60 °C, penggilingan dan pengemasan serbuk instan. Proses foam-mat drying memungkinkan pengeringan pada suhu rendah sehingga mampu mempertahankan senyawa bioaktif. Hasil analisis menunjukkan kadar trans-resveratrol sebesar 0,047 mg/L dan antosianin sebesar 67,72 mg/L. Produk akhir memiliki kelarutan dan kestabilan warna yang baik serta cocok digunakan sebagai minuman fungsional. Invensi ini memberikan solusi praktis dan ekonomis yang dapat diadopsi oleh industri berskala kecil maupun besar dalam mengembangkan produk berbasis bahan lokal dengan nilai fungsional tinggi.

Energi
Sistem Pengering Tenaga Surya Hibrid Dengan Pengaturan Aliran Udara Secara Tertutup dan Terbuka

Sistem Pengering Tenaga Surya Hibrid Dengan Pengaturan Aliran Udara Secara Tertutup dan Terbuka

Invensi sistem pengering hasil pertanian berbentuk rumah kaca dengan menggunakan panas dari matahari dan panas tambahan (hibrid) dari bahan bakar gas serta pengaturan aliran udara secara tertutup dan terbuka. Keunggulan invensi ini adalah efisien dalam penggunaan energi panas sehingga biaya pengeringan lebih murah. Sistem pengering dilengkapi dengan sistem kontrol yang mengatur kapan udara pengering akan bergerak dengan sirkulasi tertutup dan terbuka. Sistem kontrol mengatur agar suhu ruang pengering tetap berada pada suhu setting dengan mengatur nyala dan matinya pemanas dari bahan bakar gas LPG. Kondisi sirkulasi tertutup udara pengering “menyerap” kadar air dari bahan hingga udara pengering mencapai tingkat kelembaban (jenuh) tertentu (setting atas) yang kemudian secara otomatis sistem kontrol akan membuka dan menghidupkan exhaust fan di dinding depan sehingga udara lembab akan terbuang keluar, pada saat yang bersamaan ventilasi belakang juga terbuka sehingga udara segar dari luar masuk. Hal ini akan menyebabkan kelembaban udara turun hingga mencapai batas kelembaban tertentu (setting bawah) maka sistem kontrol akan menutup dan mematikan exhaust fan dan ventilasi belakang akan menutup serta kembali ke kondisi sirkulasi udara tertutup. Udara panas yang disirkulasikan terlebih dahulu sebelum jenuh akan menghemat penggunaan energi.

Kesehatan
Bio-gold Moisturizer

Bio-gold Moisturizer

Invensi ini berhubungan dengan formula krim antioksidan yang mengandung nano partikel emas (AuNP), lebih khususnya sediaan kosmetik antiaging berupa krim antioksidan yang mengandung AuNP yang disintesis dengan menggunakan bioreduktor ekstrak tanaman pegagan atau Centella asiatica L. Invensi formula terdiri dari asam stearat dengan konsentrasi 14%, setil alkohol 0,2%, Triethanolamine (TEA)1,5%, gliserin 10%, metil paraben 0,1%, propil paraben 0,05% dan aquades, aktivitas antioksidan dengan aktivitas dengan konsentrasi 23,25%.

Energi
TiO2 Nanowires Dan Biodesel (Dari Minyak Jelantah) (Metode Pembuatan Titania Nanowires Untuk Produksi Biodesel)

TiO2 Nanowires Dan Biodesel (Dari Minyak Jelantah) (Metode Pembuatan Titania Nanowires Untuk Produksi Biodesel)

Invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan katalis untuk produksi biodiesel, khususnya invensi ini berhubungan dengan proses reaksi kimia pembuatan katalis titania nanowire yang dimodifikasi permukaannya dengan sulfatasi untuk meningkatkan keasamannya agar dapat meningkatkan produksi biodiesel dari minyak jelantah. Metode pembuatan katalis titania nanowire tersulfatasi menurut invensi ini terdiri dari tahapan mencampur TiO2 komersial dengan NaCl dan Na2HPO4, menumbuk campuran sampai halus, mengkalsinasi campuran dalam tungku pada 825°C selama 8 jam, mendinginkan campuran perlahan-lahan sampai suhu kamar, mencuci produk dengan air suling panas secara berlebih untuk menghilangkan kelebihan garam, mengeringkan campuran yang sudah dicuci pada suhu 120 °C selama 4 jam untuk mendapatkan TiO2 nanowire, dan memodifikasi permukaan TiO2 nanowire dengan proses sulfatasi untuk meningkatkan keasamannya. Katalis titania nanowire tersulfatasi menurut invensi ini dapat digunakan untuk meningkatkan produksi biodiesel melalui reaksi esterifikasi UCO pada suhu rendah dan tekanan atmosferik.

Rekayasa Keteknikan
Nano Silika Presipitat

Nano Silika Presipitat

Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan nano silika presipitat menggunakan spray dryer melalaui tahapan-tahapan yang terdiri atas : memasukkan water glass ke dalam tangki pelarutan yang telah berisi air dengan perbandingan air : water glass pada rentang 5:1 hingga 5:3 (v/v) serta mengatur temperatur pelarutan pada rentang 70 – 100 °C; mengaduk larutan hingga homogen; menambahkan asam klorida ke dalam larutan water glass hingga diperoleh larutan dengan pH pada rentang 8 - 3 dan terbentuk endapan putih silika presipitat sambil tetap dilakukan pengadukan; memindahkan endapan silika presipitat ke dalam tangki pencucian; mencuci endapan silika presipitat menggunakan air hingga pH netral; menyaring endapan silika presipitat yang telah dicuci; menampung partikel silika presipitat yang masih lolos kain penyaring; memasukkan larutan dan endapan yang lolos pada proses penyaringan ke dalam tangki spray dryer sebanyak 50% dari volume tangki; mengatur tekanan dan temperatur spray dryer pada rentang 5 – 10 bar dan 100 – 120 °C; menyalakan dua blower di saluran input dan output; membuka kran nozzel dari tangki larutan dan udara panas; menampung partikel kering silika presipitat. Partikel yang dihasilkan berukuran kurang dari 100 nm berbentuk bulat.

Rekayasa Keteknikan
Fukoidan

Fukoidan

Invensi ini berkenaan dengan suatu metoda pembuatan sediaan fukoidan sebagai anti tukak lambung dari rumput laut coklat (Sargassum duplicatum), khususnya berupa suatu metoda dengan teknik perendaman rumput laut coklat (Sargassum duplicatum) dengan campuran pelarut MeOT-CHCl3– H2O (4:2:1) selama 12 jam lalu dikestraksi metode asam lemah HCl 0,1N (1:10) (b/v) sambil diaduk (distirer) selama 6 jam pada suhu ruang lalu disaring dengan planktonet 500 mesh. Filtrat dinetralisasi dengan NaOH 0,5M ditambah CaCl2 untuk memisahkan fukoidan dan alginat. Kemudian ditambah CPC 5% dan etanol lalu dikering bekukan (freeze drying) dan karakterisasi fukoidan serta uji bioaktifitasnya sebagai anti tukak lambung.

Rekayasa Keteknikan
Genteng Komposit

Genteng Komposit

Invensi ini berhubungan dengan suatu komposisi, produk berupa genteng komposit ringan dan proses pembuatannya, lebih khususnya suatu genteng komposit ringan berbahan baku cocopeat dan sabut kelapa menggunakan perekat hayati berbasis molases dan asam sitrat sehingga menghasilkan genteng komposit yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan fungsional. Invensi ini bertujuan untuk mengungkap komposisi, produk dan proses pembuatan genteng komposit ringan dari material terbarukan. Proses pembuatan genteng komposit ringan dimulai dengan menyiapkan partikel dari sabut kelapa dan cocopeat, penambahan perekat, pengeringan dalam oven, pencetakan menggunakan mesin kempa panas pada suhu, tekanan, dan waktu kempa tertentu sehingga dihasilkan suatu produk berbentuk genteng komposit ringan. Invensi ini mengungkapkan bahwa genteng komposit ringan terbuat dari campuran serat sabut kelapa dan cocopeat dengan perbandingan 50:50 menggunakan perekat hayati berbasis molases dan asam sitrat menghasilkan kualitas yang paling optimum.

Rekayasa Keteknikan
Lignin-Phenol-Resorcinol-Formaldehyde (LPRF) Resins

Lignin-Phenol-Resorcinol-Formaldehyde (LPRF) Resins

Invensi ini mengenai komposisi dan metode pembuatan perekat kempa dingin lignin-fenol–resorsinol–formaldehida (LPRF), khususnya untuk meningkatkan viskositas, reaktivitas, kekuatan kohesi, ikatan metilena, dan juga kekuatan rekat resin PRF. Proses pembuatan perekat LPRF sesuai dengan invensi ini dimulai dengan menyintesis perekat PRF melalui pensubstitusian sebagian fenol menggunakan lignin. Komposisi perekat LPRF pada invensi ini terdiri dari fenol (90-95%), lignin (10-30%) terhadap jumlah fenol), asam sulfat (77%), formalin (30-40%), NaOH (27%), resorsinol, dan metanol. Subtitusi Sebagian fenol dengan lignin (30%) menghasilkan waktu gelatinasi 67 detik, energi aktivasi sekitar 35.9 kJ/mol, dan kekuatan blok geser sebesar 6,36 MPa. Metode ini memberikan solusi yang lebih baik dalam menangani masalah reaktivitas dan performa perekat kempa dingin PRF.

Rekayasa Keteknikan
Flare untuk Penyemaian awan & Metode Pembuatan

Flare untuk Penyemaian awan & Metode Pembuatan

Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pembuatan flare, bahan dan peralatan untuk penyemaian awan yang ramah lingkungan, liat, menyala kontinyu, dan tahan getaran tinggi melalui tahapan: menyiapkan selongsong flare yang telah diberi tutup pada salah satu ujungnya, memasukkan bahan binder dan pelarut ke dalam wadah, mengaduk campuran binder dan pelarut sampai membentuk suspensi/emulsi, memasukkan bahan serbuk dan serat ke dalam wadah, mengaduk campuran menjadi adonan flare sampai merata, menuangkan adonan flare ke dalam selongsong flare yang diletakkan dalam cetakan sambil ditekan pada tekanan 50-200kg/cm2 tiap 1 sampai 5 cm tebalnya menjadi komposit flare, memasukkan mandrel untuk dudukan penyala awal (igniter); dan mengeringkan flare dalam oven pada suhu 40-60oC selama 1-2 jam atau paparan sinar matahari selama 1-2 hari. Material flare memiliki komposisi potassium klorat atau natrium klorat (60-80%), kalsium klorida (5-15%), magnesium atau alumunium (5-10%), sodium klorida atau potassium lorida (0-10%), litium karbonat atau sodium karbonat atau potassium karbonat (0-5%), serat (0-10%), binder serlak atau karet atau amilum (8-20%), dan pelarut alcohol atau air atau keton atau eter (4-20%). Bahan flare dapat dipasang pada pesawat, drone, dan menara. Bahan flare ramah lingkungan tidak mempengaruhi kualitas air tanah, tidak menghasilkan sisa pembakaran berbahaya lingkungan, dan memiliki ukuran partikel 10-40 mikron sebanyak 10 pangkat 9 untuk setiap kg bahan flare, dapat terbakar 3 sampai 12 menit, dapat menyemai aktif di bawah awan memanfaatkan angin konveksi, eksplosif rendah dan tidak dapat meledak, liat, menyala kontinyu, dan tahan getaran tinggi (frekuensi 10.000 Hz).

Rekayasa Keteknikan
Plugins TRIGRSMap

Plugins TRIGRSMap

Hak cipta yang diusulkan berupa plugins QGIS yang berbasis TRIGRSMap yang berjudul Plugins TRIGRSMap. Aplikasi ini digunakan untuk menganalisis kestabilan lereng terhadap faktor keamanan lereng yang berpotensi terjadi bahaya tanah longsor yang dipicu oleh infitrasi curah hujan secara spasial dan temporal. Aplikasi ini merupakan pengembangan interface dari perangkat lunak TRIGRS 1.0 yang dikembangkan oleh USGS dengan QGIS. Aplikasi ini dibuat lebih mudah dalam input data dan visualisasi hasinya, sudah otomatis dalam penginputan dan visualisasinya, lebih efektif, dan user friendly. Dengan demikian aplikasi ini meminimalkan terjadi kesalahan penginputan sehingga hasilnya akan lebih akurat. Plugins TRIGRSMap merupakan langkah awal untuk memprediksi potensi tanah longsor sehingga dapat menadi salah satu upaya mitigasi risiko bahaya bencana tanah longsor di masa mendatang.

Rekayasa Keteknikan
Satelit Disaster Early Warning System (SADEWA)

Satelit Disaster Early Warning System (SADEWA)

Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) atau Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Satelit merupakan salah satu produk litbang PSTA dalam bentuk Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis. Sadewa merupakan aplikasi berbasis web yang terdiri dari sistem pemantauan atmosfer berbasis satelit Himawari-8, sistem prediksi atmosfer berbasis model WRF, dan sistem peringatan dini hujan ekstrem. Sadewa berfungsi untuk memantau kondisi atmosfer secara real time, memprediksi kemungkinan terjadinya hujan ekstrem, dan memberikan informasi peringatan dini kepada pihak-pihak yang terkait dalam penanggulangan bencana. Sadewa meliputi seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi spasial 5 km, resolusi waktu 1 jam, dengan jangkauan prediksi 72 jam ke depan. Informasi Sadewa diperbaharui secara otomatis setiap jam (untuk pengamatan satelit) dan setiap 6 jam (untuk prediksi). Penambahan fitur dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian penelitian in-house PSTA.

Rekayasa Keteknikan
Satelit Disaster Early Warning System (SADEWA)

Satelit Disaster Early Warning System (SADEWA)

Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) versi Reborn atau Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Satelit versi Reborn merupakan salah satu produk litbang PSTA dalam bentuk Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis dengan memanfaatkan manajemen API untuk melakukan transaksi data didalamnya. Sadewa Reborn merupakan aplikasi berbasis web yang terdiri dari sistem pemantauan atmosfer berbasis satelit Himawari-8, sistem prediksi atmosfer berbasis model WRF, sistem peringatan dini hujan ekstrem dan merupakan pengembangan tahap selanjutnya dari Sistem SADEWA sebelumnya, serta seluruh kemampuan yang dimiliki SADEWA juga dimiliki oleh SADEWA REBORN beserta tambahan kemampuan. SADEWA REBORN memiliki kemampuan tambahan selain yang telah dimiliki oleh SADEWA antara lain memiliki informasi lokasi terkini untuk Hujan, Kelembapan, dan Kecepatan Angin, Peta Peringatan Lokasi Warning Hujan Lebat dan Tabel Peringatan untuk seluruh daerah di Indonesia, CENS, Pilihan untuk melakukan Observasi dan Prediksi dengan Pilihan Observasi adalah Suhu Puncak Awan, Uap Air, Visible, Near Infrared, Awan Tumbuh, dan Pusat Wilayah Konveksi, sedangkan untuk Prediksi adalah Hujan Lebat, Prediksi Hujan secara Lokasi dan Data, Liputan Awan, Tekanan Perturbasi, Uap Air Kolam Total, Suhu Permukaan, Angin 850mb, 200mb, dan 10mb. Penambahan fitur dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian penelitian in-house PSTA.