Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Lengan Teleskopik pemegang bilah Turbin darrieus tipe sumbu vertikal dengan menggunakan bilah tipe NACA 0021 yang dipasang di antara bilah atas dan bawah turbin dengan sudut 90° searah dengan poros turbin. Lengan teleskopik berbentuk persegi panjang dengan rongga didalamnya, yang terdiri dari bagian luar dan dalam, dengan ujung dari persegi panjang bagian luar terdapat pelat terdapat 6 buah lubang dengan jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada bagian flensa penghubung poros turbin, kemudian ujung dari persegi panjang bagian dalam juga terdapat pelat dengan 4 buah lubang yang memiliki jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada pemegang bilah turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah turbin dipasang sebanyak 6 (enam) buah untuk pemegang bilah turbin yang berputar searah jarum jam walaupun arah energi arus laut berubah ubah arahnya yang mengenai turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah dapat membuat bilah turbin bergerak fleksibel dengan dipasang atas bawah bilah turbin dengan jarak tertentu dengan sudut 90° terhadap poros turbin bermanfaat untuk penyerapan energi arus laut maksimal walaupun gaya gerak arus laut berubah sesuai kondisi di setiap waktu.Lengan Teleskopik pemegang bilah Turbin darrieus tipe sumbu vertikal dengan menggunakan bilah tipe NACA 0021 yang dipasang di antara bilah atas dan bawah turbin dengan sudut 90° searah dengan poros turbin. Lengan teleskopik berbentuk persegi panjang dengan rongga didalamnya, yang terdiri dari bagian luar dan dalam, dengan ujung dari persegi panjang bagian luar terdapat pelat terdapat 6 buah lubang dengan jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada bagian flensa penghubung poros turbin, kemudian ujung dari persegi panjang bagian dalam juga terdapat pelat dengan 4 buah lubang yang memiliki jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada pemegang bilah turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah turbin dipasang sebanyak 6 (enam) buah untuk pemegang bilah turbin yang berputar searah jarum jam walaupun arah energi arus laut berubah ubah arahnya yang mengenai turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah dapat membuat bilah turbin bergerak fleksibel dengan dipasang atas bawah bilah turbin dengan jarak tertentu dengan sudut 90° terhadap poros turbin bermanfaat untuk penyerapan energi arus laut maksimal walaupun gaya gerak arus laut berubah sesuai kondisi di setiap waktu.
Invensi ini berkaitan dengan Invensi ini berkaitan dengan komposisi dan metode pembuatan nano-biofungisida dengan bahan aktif ekstrak metabolit Bacterium strain BS dengan bahan pembawa zeolit berukuran 200nm serta proses pembuatannya. Bahan aktif ekstrak metabolit bakteri dihasilkan oleh Bacterium strain BS yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan jamur patogen G. Boninense. Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana aktivitas nano-biofungisida dengan bahan aktif ekstrak metabolit Bacterium strain BS dengan bahan pembawa zeolit berukuran 200nm terhadap penghambatan pertumbuhan Ganoderma boninense menunjukkan bahwa bakteri beserta metabolitnya mampu menghambat pertumbuhan jamur pathogen Ganoderma boninense sampai dengan 50%. Hal tersebut merupakan penemuan baru dan diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bagi pengendalian penyakit tersebut, khususnya secara kuratif di Perkebunan Kelapa Sawit.
Invensi ini berkatian dengan proses pembuatan minuman fungsional kombucha dengan susbtrat jamur Ganoderma lucidum. Tujuan dari invensi ini yaitu untuk memperoleh minuman fungsional kombucha dengan substrat Ganoderma lucidum yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, waktu fermentasi yang paling baik dan disukai. Minuman fungsional kombucha ini tersusun dengan formula tepung Ganoderma lucidum, gula pasir, SCOBY, larutanteh ganoderma dan larutan kombucha hasil fermentasi sebelumnya. Pembuatan minuman kombucha Ganoderma lucidum diawali dengan pembuatan teh dari tepung ganoderma 0,3-0,5% b/v dan gula pasir 3-5 % b/v. Teh Ganoderma lucidum tersebut dipanaskan dengan akuades selama 5-10 menit dengan suhu 90-100 0C. Tahapan kedua, mencampurkan teh Ganoderma lucidum pada tahap pertama dengan larutan starter kombucha dengan perbandingan 6 :4 v/v – 8:2 v/v didalam gelas kaca yang telah disterilisasi. Larutan kombucha selajutnya ditambahkan SCOBY sebanyak 2-5 % (b/v), kemudian diaduk hingga homogen dan ditutup menggunakan kain kasa steril. Fermentasi larutan kombucha dilakukan selama 0-16 hari. Minuman kombucha yang dihasilkan dipisahkan dari SCOBY pada lapisan atas (baby SCOBY) dan SCOBY yang mengendap pada lapisan bawah (mother SCOBY). Proses sentrifugasi dilakukan untuk memisahkan tepung Ganoderma lucidum pada minuman kombucha dengan kecepatan 3000-5000 rpm selama 15-25 menit hingga diperoleh minuman fungsional kombucha.
Invensi ini berhubungan dengan formulasi suatu kukis atau kue kering dengan bahan dasar dari bahan pangan lokal, khususnya kukis yang diformulasi dengan bahan utama tepung sorgum dan ekstrak kulit manggis untuk meningkatkan nilai fungsional terutama antioksidan dan antidiabetesnya. Kukis sorgum hasil invensi ini disusun dengan formulasi yang terdiri dari: tepung sorgum, tepung terigu dan ekstrak kulit manggis sebagai bahan utama, dan bahan pendukung lainnya, meliputi mentega, telur, gula pasir, garam, dan baking powder. Produk kukis sorgum dengan campuran ekstrak kulit manggis yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan 12,19-15,61% pada konsentrasi 800 ppm; memiliki kandungan total fenol 1701-2460 mg GAE/g, dan memiliki aktivitas antidiabetes 97,1-97,5%.
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode aklimatisasi planlet Stevia melalui stek mikro pucuk dan buku hasil kultur jaringan. Tahapan-tahapan metode menurut invensi ini yaitu: menyiapkan eksplan sumber stek mikro, menyiapkan media tanam berupa boks plastik mika kemudian mengisinya dengan media tanam, menyiapkan stek mikro yaitu tunas pucuk dan buku, menanamnya pada media tanam, melakukan pemeliharaan di dalam ruang inkubasi, menyiapkan media aklimatisasi di nursery, melakukan aklimatisasi di nursery dan memelihara planlet hingga siap tanam di lapangan. Metode aklimatisasi Stevia menurut invensi ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 64-91%. Tanaman Stevia hasil aklimatisasi menurut invensi ini dapat ditanam di lapangan setelah dipelihara selama 2 bulan untuk menghasilkan bibit yang siap ditanam di lapangan.
Media tanam organik lembaran pencegah erosi berfungsi sebagai penutup tanah dan media tanam pada tanah terbuka akibat kegiatan pemotongan tanah maupun penimbunan. Media tersebut terdiri dari lembaran media tanam lentur (2) berbahan organik yang dipadatkan disambungkan secara bergantian dengan lembaran media tanam (1) berbahan organik yang dipadatkan dilengkapi dengan takikan pada sisi memanjangnya sebagai penempatan benih salut pupuk dan mikroba(4) dan pasak(5). Benih salut pupuk dan media(2) berupa butiran benih yang penempatannya di takikan media tanam(1) dilakukan dengan penebaran pada saat media tanam(1) telah terpasang. Pasak (5) berbahan organik ditempatkan pada takikan(3) pada saat pemasangan media tanam(1) yang berfungsi untuk menahan media tanam (1) agar tidak bergeser dari tempatnya. Takikan(3) berbentuk segitiga diletakkan pada sisi memanjang di bagian atas media tanam(1) untuk penempatan benih salut pupuk dan mikroba serta sebagai jebakan sedimen. Takikan(3) bagian bawah media tanam(1) digunakan untuk penempatan benih salut pupuk dan media (2), sebagai jebakan sedimen dan sebagian untuk penempapan pasak (3).
Invensi ini berkaitan dengan prosedur penyimpanan diapause telur ulat sutra B. mori L. bivoltin dengan satu tahap pendinginan menggunakan suhu rendah (hibernasi buatan) selama 70 hari, dengan tetap menghasilkan kualitas telur dan kokon yang baik. Prosedur metode yang dilakukan berawal dari penyimpanan telur yang baru dihasilkan (oviposition) pada kondisi suhu 25°C selama 1 hari kemudian dimasukkan ke dalam cold storage suhu 5°C selama 69 hari; kemudian menyimpan dalam ruangan dengan temperatur 25°C selama 3 jam; mencelupkan ke dalam HCl ; selanjutnya dimasukkan ke dalam ruang inkubasi sampai menetas. Hasil pengujian dan observasi menunjukkan telur menetas lebih serempak dan lebih cepat dengan persentase penetasan yang tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode invensi memberikan hasil kokon dengan kualitas yang lebih baik.
Invensi ini berkaitan dengan suatu set marka molekular snap berbasis gen TBL3-like untuk identifikasi jenis kelamin tanaman salak (Salacca zalacca). Proses identifikasi jenis kelamin tanaman salak (Salacca zalacca) menggunakan marka molekular SNAP berbasis gen TBL3-like dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (a) melakukan ekstraksi DNA, (b)membuat campuran reaksi PCR dengan (c) memasukkan tube berisi campuran larutan PCR dengan ke dalam mesin thermocycler, (d) menjalankan mesin thermocycler, (e) memvisualisasikan hasil PCR dengan elektroforesis.
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan dan produk minuman kesehatan berbahan dasar daging lidah buaya (Aloe vera) dengan penambahan madu klanceng (Kelulut). Madu Klanceng yang digunakan dalam produk minuman ini berupa madu dari spesies lebah tanpa sengat atau lebah Kelulut baik dari spesies Tetragonula laeviceps maupun Heterotrigona itama. proses pembuatan minuman sari lidah buaya dibuat dengan tahapan yaitu memotong dadu daging lidah buaya, merebus potongan daging lidah buaya, meniriskan, menghancurkan, menambahkan air matang, menambahkan madu klanceng dan atau gula batu, merebus campuran jus lidah buaya dan mengemas. Produk minuman Aloe vera mengandung madu klanceng menghasilkan produk minuman dengan kemampuan meningkatkan pertumbuhan bakteri probiotik asam laktat hingga 50–60% yang baik untuk kesehatan saluran cerna dan dan meningkatkan masa simpan produk 11–27 hari lebih lama pada suhu 30ºC dan 9–25 hari lebih lama pada suhu 25ºC dibandingkan tanpa penambahan madu klanceng.
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan tepung tulang ikan patin dan tuna dengan metode fisik tanpa solvent/enzim terdiri dari tahapan proses penulangan, pencucian, perebusan, pembersihan, pengecilan ukuran, pembilasan, penirisan, pelunakan, pengecilan ukuran, penghalusan, pembuatan pasta, pengeringan, pengayakan yang menghasilkan karakteristik tepung tulang ikan patin dengan karakteristik berupa derajat keputihan 88,85; kadar air 3,525%; kadar abu 54,340%; kadar protein 19,795%; kadar lemak 11,58%; kadar karbohidrat 14,29%; ukuran partikel 639,65 nm; Ca 44,9415%; P 12,5735%; K 0,1815%; Na 0,4615% dan Mg 0,5415% dan karakteristik tepung tulang ikan tuna berupa derajat keputihan 72,02; kadar air 3,645%; kadar abu 53,617%; kadar protein 21,591%; kadar lemak 7,05%; kadar karbohidrat 15,12%; dan ukuran partikel 555,8 n;, Ca 43,177%; P 12,4315%; K 0,2065%; Na 0,3975%; Mg 0,5115%.
Invensi ini berupa suatu metode dan alat untuk sterilisasi dan pengawetan buah dan sayur menggunakan plasma dingin, dengan perwujudan peralatan terdiri dari chamber yang dilengkapi dengan mikrokontroler sebagai pengendali utama kontrol otomatis, unit pembangkit ozon yang didalamnya terdapat reaktor plasma dingin untuk menghasilkan proses oksidasi ozon, kipas pendorong, kipas sirkulasi, kompresor, sensor suhu dan sensor ozon serta metode kendali menggunakan modulasi lebar pulsa dan umpan balik terukur, sehingga menghasilkan konsentrasi ozon dan besaran nilai suhu yang dapat diatur dan dikontrol sebagai sterilisasi dan pengawetan buah dan sayur yang aman untuk dikonsumsi dengan proses melalui tahapan sensor ozon membaca kadar ozon dan sensor suhu membaca besaran nilai suhu dalam chamber; mikrokontroler sebagai pengendali utama menghitung selisih kadar ozon dan suhu didalam chamber dan nilai acuan yang ditentukan lalu menghasilkan sinyal pulsa sebagai keluaran; keluaran sinyal pulsa sebagai masukan untuk reaktor plasma dan kompresor dalam menghasilkan kadar ozon dan besaran suhu sesuai nilai acuan; dan sensor membaca kembali kadar ozon dan suhu dalam chamber hingga berada pada rentang toleransi +5 persen sampai dengan -5 persen dari nilai acuan.
Peralatan pengering benih setelah pelapisan pupuk, mokroba dan/atau obat-obatan dengan konfigurasi seperti pada gambar 1 di mana bak pengering (1) merupakan tempat benih yang akan dikeringkan dengan dasar bak menyerupai saringan yang dapat menahan benih tetapi meloloskan udara yang berasal dari root blower (4). Selanjutnya unit dehumidifier (2) menghisap udara yang berasal dari bak pengering (1) dan dikeluarkan menuju root blower (4), uap air yang tertangkap dari udara diembunkan dan dikeluarkan melalui saluran pembuang air (3), root blower (4) berfungsi menambah tekanan udara kering keluaran dari dehumidifier (2) agar mampu menembus tumpukan benih menuju hisapan dehumidifier (2). Pemanas (5) berfungsi meningkatkan temperatur untuk meningkatkan kecepatan pengeringan benih dipasang pada mulut keluaran root blower (4) dimana tingginya temperatur diatur antara 35 sampai 60 derajat Celsius oleh termostat (6).