BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Transportasi
Aplikasi Sistem Sensor Pengukur Gaya Longitudinal Pada Kereta Api

Aplikasi Sistem Sensor Pengukur Gaya Longitudinal Pada Kereta Api

Aplikasi Sistem Sensor Pengukur Gaya Longitudinal Pada Kereta Api adalah aplikasi mandiri yang diinstall pada mini PC sebagai alat perekam dan monitoring gaya longitudinal yang terhubung pada data akuisisi. Aplikasi ini berfungsi untuk mengambil data, memproses, merekam, dan menampilkan data dalam bentuk tabel dan grafik data hasil ukur gaya longitudinal yang terjadi selama kereta api beroperasi.

Rekayasa Keteknikan
Besi Oksalat Dihidrat

Besi Oksalat Dihidrat

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan besi oksalat dihidrat (FeC2O4⋅2H2O), khususnya proses pembuatan FeC2O4⋅2H2O dengan bahan baku limbah cair hasil hidrolisis yang dihasilkan saat pembuatan titanium dioksida (TiO2) proses sulfat yang berasal dari mineral ilmenit dengan menggunakan metode presipitasi kimia. Tahapan proses yang dilakukan terdiri atas : melakukan proses hidrolisis titanium (IV) oxysulfate dan aquades dengan rasio 1:40 dengan kondisi seeding Fe bervariasi 2,5-10% Fe pada temperatur 90oC selama 3 jam dilanjutkan dengan penyaringan hasil proses hidrolisis; melakukan presipitasi kimia limbah cair hasil hidrolisis dengan asam oksalat secara stoikiometri kemudian ditambahkan larutan amonia (NH4OH) hingga mencapai pH 1-5 pada temperatur 90oC selama 1 jam; memisahkan padatan hasil presipitasi dan dilanjutkan proses pengeringan pada temperatur 110oC selama 2 jam sehingga didapatkan serbuk FeC2O4⋅2H2O dengan struktur kristal α-monoclinic.

Rekayasa Keteknikan
Prekursor Ti Oxalate (Pros

Prekursor Ti Oxalate (Pros

Invensi ini berkaitan dengan pembuatan prekursor titanium oksalat dari mineral ilmenit. Prekursor titanium oksalat ini bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pigmen titanium dioksida (TiO2) dan industri kimia dasar. Tujuan dari invensi ini adalah menaikkan nilai tambah mineral ilmenit yang merupakan produk samping dari proses pengolahan bijih timah (kasiterit), pasir zirkon, dan pasir besi titan menjadi perkursor titanium yang bernilai ekonomis. Dalam proses pembuatan prekursor titanium oksalat dilakukan beberapa tahapan penting diantaranya : 1. Menyiapkan dan prepasai Ilmenit; 2. Menimbang dan mencampurkan ilmenit dengan aditif basa KOH pada rasio berat ilmenit/KOH sebesar 2:3; 3. Mendekomposisi ilmenit dengan basa KOH untuk membentuk fasa intermediet; 4. Melindi ilmenit terdekomposisi basa (tahap 3) dengan pelarut air; 5. Menyaring residu ilmenit dari filtrat yang mengadung pengotor seperti Al, Si dan lainnya; 6. Melindi residu ilmenit dengan pelarut asam oksalat sampai diperoleh prekusor titanium oksalat; 7. Menyaring prekursor titanium oksalat dari sisa residu ilmenit; 8. mengkarakterisasi prekursor titanium oksalat dari ilmenit terdekomposisi basa KOH menggunakan analisa ICP-OES. Invensi ini menghasilkan prekursor titanium oksalat dengan konsentrasi titanium sebesar 53.041 ppm.

Rekayasa Keteknikan
Prekursor TiOSo4

Prekursor TiOSo4

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan prekusor titanium (IV) oxysulfate, khususnya proses pembuatan prekursor titanium (IV) oxysulfate dengan bahan baku mineral ilmenit yang menggunakan teknik fusi alkali K2CO3melalui jalur asam sulfat. Tahapan proses yang dilakukan terdiri atas : menghancurkan ilmenit menggunakan disc mill; membuat slurry dengan mencampurkan ilmenit dengan K2CO3; melakukan proses pemanggangan (roasting) dengan memanaskan slurrypada suhu 600–900°C selama 2 jam; melakukan proses pendinginan (quenching) dengan menuangkan ke dalam aquades pada suhu ruang; melindi campuran menggunakan air pada temperatur 50oC selama 1 jam untuk menghilangkan pengotor kalium, ferit, silikat, dan aluminat; menuangkan filtrat secara perlahan-lahan sehingga menghasilkan residu yang tertinggal di bagian dasar wadah; melindi residu menggunakan asam sulfat pada konsentrasi 6N selama 3 jam pada suhu 90°C; menyaring dengan cara dekantasi, yaitu dengan menuangkan filtrat secara perlahan-lahan hingga mendapatkan larutan prekursor titanium (IV) oxysulfate dengan kadar Ti sebesar 46261,4 ppm dan persen ekstraksi Ti sebesar 73,43%.

Transportasi
AKUDIJALAN: Aplikasi Kamera untuk Deteksi Permukaan Jalan

AKUDIJALAN: Aplikasi Kamera untuk Deteksi Permukaan Jalan

AKUDIJALAN (Aplikasi Kamera untuk Deteksi Permukaan Jalan) adalah program komputer yang dirancang untuk mendeteksi pola, karakteristik dan kondisi fisik permukaan jalan menggunakan algoritma Computer Vision sehingga mampu mengidentifikasi citra sesuai dengan masing-masing kondisi jalan secara otomatis.

Rekayasa Keteknikan
PEREDAM GETARAN GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN PADUAN LOGAM INGAT BENTUK FE-MN-SI UNTUK APLIKASI BANGUNAN TAPAK PERUMAHAN

PEREDAM GETARAN GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN PADUAN LOGAM INGAT BENTUK FE-MN-SI UNTUK APLIKASI BANGUNAN TAPAK PERUMAHAN

Invensi ini mengungkapkan suatu desain alat peredam getaran gempa untuk aplikasi bangunan sipil menggunakan pegas dari paduan logam ingat bentuk berbasis Besi (Fe), Mangan (Mn), Silikon (Si) berkekuatan tinggi yang terdiri dari komponen pegas baja paduan ingat bentuk, pelat baja pendukung struktur, ball joint, shock breaker, dan baut beton pengunci dengan spesifikasi M12 x 160 mm. Pegas paduan logam ingat bentuk berbasis besi, mangan dan silikon berada di antara dua pelat baja struktur yang memiliki empat buah lubang baut pada masing-masing pelat yang kemudian dikunci dengan menggunakan baut beton dengan spesifikasi M12x160 mm. Pada pelat pendukung struktur bagian bawah terdapat komponen ball joint dan shock breaker yang tersambung dengan pelat pendukung struktur bagian atas. Alat peredam gempa menggunakan pegas paduan logam ingat bentuk ini dirakit menjadi satu kesatuan utuh yang ringkas dan mudah dipasang diantara pondasi dan kolom bangunan rumah. Alat peredam gempa menggunakan pegas paduan logam ingat bentuk memiliki kemampuan dalam menahan beban tekan 2 ton serta mampu meredam getaran gempa hingga 6 skala richter.

Rekayasa Keteknikan
Selulosa dari sabut kelapa menggunakan hidroperoksi asam sitrat

Selulosa dari sabut kelapa menggunakan hidroperoksi asam sitrat

Invensi ini berkaitan dengan suatu metode isolasi selulosa dari sabut kelapa, khususnya menggunakan hidroperoksi asam sitrat (hydroperoxy citric acid (HPCA)). Metode menurut invensi ini dilakukan melalui tahapan menghaluskan sabut kelapa, melakukan pengayakan, membuat larutan campuran H2O2 20-30% dan asam sitrat 20- 100%, menambahkan serbuk sabut kelapa dalam larutan campuran, menambahkan asam sulfat sebanyak dalam campuran, melakukan homogenisasi sehingga diperoleh larutan suspensi selulosa yang berwarna putih, menetralkan selulosa, dan mengeringkan selulosa pada suhu 60°C hingga diperoleh serbuk selulosa. Selulosa yang dihasilkan melalui metode menurut invensi ini mengandung senyawa furan (furan-2- metil, 2-furanmetanol, furan-3- metil, 3-metil-2,5-furandione), memiliki ukuran molekul selulosa sebesar 11,74 μm - 15,75 μm, memiliki indeks kristanilitas sebesar 35,09% - 45,79%, dan memiliki ukuran kristal selulosa sebesar 0,05 nm - 0,21 nm.

Energi
Baterai Ion Lithium (PROSES PEMBUATAN LEMBARAN ANODA BATERAI DARI BATANG SORGUM DENGAN PENAMBAHAN OKSIDA SENG)

Baterai Ion Lithium (PROSES PEMBUATAN LEMBARAN ANODA BATERAI DARI BATANG SORGUM DENGAN PENAMBAHAN OKSIDA SENG)

Invensi ini berhubungan dengan lembaran anoda yang terbuat dari bahan karbon aktif batang sorgum. Lembaran anoda dibuat melalui beberapa tahapan, meliputi: membuat bahan karbon aktif dari batang sorgum, membuat bahan sluri dari bahan karbon aktif batang sorgum yang akan dilapiskan pada lembaran tembaga, melapiskan bahan sluri pada lembaran tembaga dengan metode pelapisan, dan mengeringkan lembaran anode di dalam oven. Bahan sluri untuk lembaran anoda dilakukan dengan mencampurkan karbon aktif dari bahan batang sorgum dengan copolymer PVdF sebagai perekat, karbon hitam super P dan NMP sebagai pelarut hingga terbentuk sluri yang homogen dan pelapisan sluri di atas lembaran tembaga dilakukan dengan metode pelapisan doctor blade dengan ketebalan yang homogen. Sluri dari bahan karbon aktif batang sorgum yang telah mengering pada lembaran tembaga dapat digunakan sebagai lembaran anoda pada baterai.

Rekayasa Keteknikan
SoilPren-N Aplikasi Deteksi Nitrogen Untuk Unsur Hara Tanah

SoilPren-N Aplikasi Deteksi Nitrogen Untuk Unsur Hara Tanah

Aplikasi SoilPren-N adalah alat berbasis web yang dirancang untuk membantu petani, ahli agronomi, dan peneliti tanah dalam menganalisis kandungan nutrien tanah menggunakan data spektrum NIR (Near Infrared Reflectance). Aplikasi ini menggunakan teknik machine learning untuk memprediksi kadar nutrien penting dalam sampel tanah, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait pemupukan dan pengelolaan lahan.

Rekayasa Keteknikan
Selulosa Karboksimetil Tandan Kosong Kelapa Sawit

Selulosa Karboksimetil Tandan Kosong Kelapa Sawit

Invensi ini bertujuan untuk memperoleh produk selulosa karboksimetil dari tandan kosong kelapa sawit, dimana proses sintesis yang dilakukan dengan tahapan proses pulping menggunakan metode kraft, pencucian pulp dengan larutan HCl, alkalisasi dengan isopropanol dan larutan NaOH 10-20%, karboksimetilasi dengan natrium monokloroasetat sebanyak 8 gram, dan pencucian akhir dengan perendaman etanol.

Rekayasa Keteknikan
MTA dari Abu daun bambu dan cangkang kerang

MTA dari Abu daun bambu dan cangkang kerang

Invensi ini bertujuan untuk memperoleh komposisi dan metode pembuatan MTA dari nanosilika dan kalsium oksida cangkang kerang dengan variasi agen radiopasitas. Proses pembuatan material ini menggunakan metode sol-gel dan dilanjutkan menggunakan reaksi padat (solid state). Komposisi material terdiri dari: air deionisasi 200 mL, katalis NH3 25% sebanyak 200 µL, nano silika 20% 30nm sebanyak 10 gram, CaCO3 dari cangkang kerang sebanyak 10,71 gram, Al(NO3)3 0,74 gram, dan Bi2O3 atau ZnO atau SrO sebanyak 1,8 gram. Adapun metode pembuatan MTA meliputi: (a) mengaduk 30 menit air deionisasi dengan katalis (b) menambahkan nanosilika (c) menambahkan kalsium karbonat (CaCO3) dari cangkang kerang sebagai sumber CaO (d) mengaduk campuran selama 30 menit (e) menambahkan Al(NO3)3 sebagai sumber Al2O3 2% (f) melakukan pengadukan 30 menit (g) menambahkan agen radiopasitas bismut oksida atau seng oksida atau stronsium oksida (h) mengaduk dan memanaskan campuran dengan suhu 80 °C sampai terbentuk gel kering (i) mengoven gel kering selama 4 jam dengan suhu 120 °C (j) melakukan kalsinasi 1000 °C selama 3 jam (k) menghaluskan dan mengayak material 200 mesh (l) memperoleh material MTA dengan variasi agen radiopasitas.

Pangan
Garam Cottonii

Garam Cottonii

Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan garam rumput laut (Kappaphycus alvarezii) melalui ekstraksi thallus rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dengan usia tanam 30-45 hari tanpa tambahan air dan tanpa proses dipanaskan sehingga menghasilkan garam dengan kandungan rendah natrium dan thallus yang dapat diolah kembali menjadi produk lain.