Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berupa suatu formulasi dan proses pembuatan edible film dari pati modifikasi dan plasticizer dengan penambahan karagenan. Metode pembuatan edible film pada invensi ini dilakukan dengan proses pencampuran 50-70% pati, 0-15% karagenan, dan plasticizer sebanyak 10-30% menggunakan proses melt-mixing pada Rheomix. Berdasarkan invensi ini, diperoleh edible film dengan karakteristik kuat tarik berkisar 1.44-2 N/mm2, elongasi 150.62-80.10%, modulus elastisitas 0.0027-0.0175 GPa, kadar air berkisar 9,33-11,71%, daya serap air selama 2 jam berkisar 95,84%-109.5%, uji pemeabilitas uap air 118.32 – 338.57 g/m2.hari, uji degradabilitas dalam tanah selama 21 hari 12,14% - 15,29%.
Telah dihasilkan invensi suatu alat berupa keramba pembesaran benih lobster atau sarana wadah budidaya lobster sistem tenggelam dan metode pemeliharaannya di laut. Invensi ini lebih praktis dan ekonomis karena selain berbiaya murah juga memiliki bobot yang lebih ringan karena tanpa tiang penyangga sehingga bisa dilipat dan disimpan apabila tidak digunakan. Di samping itu, pengerjaannya cukup membutuhkan satu orang tenaga kerja saja. Invensi berbentuk silinder dengan ketinggian satu meter dengan diameter 80 cm, yang dilengkapi dengan shelter pada bagian dasar kandang. Dari hasil penelitian pemeliharaan lobster ( Panulirus homarus ) untuk mengetahui performa pertumbuhan dan sintasan dengan perlakuan kepadatan yang berbeda pada kedalaman 7 meter pada keramba terendam, invensi ini dapat dan layak untuk digunakan.
Invensi ini berkaitan dengan pencampuran jamur Trichoderma asperellum dengan bahan berukuran nanopartikel berupa kitosan dan cross-linker sodium tripolyphosphate, serta metode pelapisan campuran tersebut terhadap benih cabai merah. Selain itu dijelaskan juga tentang pengaruh campuran jamur dan kitosan nya terhadap perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai merah. Proses pembuatan formulasi bio-seed coating disiapkan dengan mencampur spora jamur T. asperellum dengan larutan kitosan dan STPP, selanjutnya campuran ini dicampur dengan proses pengadukan oleh magnetic stirrer, kemudian diinkubasi untuk terjadinya proses pembentukan nanopartikel. Campuran ini dipisahkan antara bagian padat dan cairan dengan sentrifugasi, kemudian bagian padat ini disimpan sebagai bahan formulasi bioseed-coating. Formulasi ini telah lolos uji kompatibilitas dengan nilai inhibisi negatif sehingga digunakan lebih lanjut sebagai bahan pelapis benih cabai. Proses pelapisan benih cabai diawali dengan perendaman, sterilisasi permukaan dan pelapisan benih dengan campuran formulasi bioseed-coating sesuai invensi ini. Evaluasi asesmen terhadap perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai mengindikasikan bahwa konsentrasi formulasi bioseed-coating 25 mg/ml dengan nilai daya kecambah dan potensi tumbuh maksimum sebesar 87%, indeks vigor dan keserempakan tumbuh 70%, serta panjang akar 2,9 cm setelah 14 hari setelah tanam.
Invensi ini berupa suatu metode pembuatan bioplastik dengan 2 formulasi yaitu tepung agar, gliserol, polibutilena suksinat (PBS)(TP) dan pati, gliserol, PBS (PP). Metode pembuatan campuran bioplastik pada invensi ini dilakukan dengan pencampuran tapung agar atau pati dengan gliserol (65:35). Campuran tapung agar atau pati ditambahkan PBS.Selanjutnya melakukan pencampuran pada rheomix pada suhu 135-140°C selama 10 menit. Sebanyak 5 gram hasil rheomix dicetak menggunakan teknik kompresi pada suhu 135-145°C selama 10 menit dengan tekanan 10 bar dan terbentuk lembaran film. Selain itu, hasil rheomix dicetak dog bone menggunakan injection molding. Berdasarkan invensi ini, diperoleh karakteristik bioplastik yaitu FTIR yang menunjukkan adanya puncak baru, pergeseran bilangan gelombang, dan perubahan intensitas pada TP dan PP menunjukkan bahwa bioplastik tercampur rata, suhu leleh berkisar 79,60-109,2oC (TP) dan 83,1-93,6oC (PP), kuat tarik berkisar 17,61-22,04 Mpa (TP) dan 2,84-12,56 Mpa (PP), kelarutan dalam air berkisar 23,24-75,77% (TP) dan 8,91-48,89% (PP), laju transmisi uap air melalui TP dan PP berkisar 254,21-600,71 g/m2d dan 552,58-848,12 g/m2d. Degradasi pada tanah berkisar 12,66-16,20% (TP) dan 9,22-12,52% (PP), selain itu untuk degradasi air laut berkisar 18,96-70,01% (TP) dan 30,43-83,54% (PP).
Invensi ini berkaitan dengan metode peningkatan kadar antosianin pada tanaman menggunakan medan magnet statis yang dibudidayakan secara hidroponik statis. Paparan medan magnet statis sebesar 0,02 kGauss diaplikasikan secara langsung dalam hidroponik statis dengan AB mix 600 ppm sebagai larutan nutrisinya dalam kontainer plastik ukuran 2 liter (13 x 13 x 14 cm) selama 7 hari mulai dari minggu ke-7 hingga minggu ke-8 setelah semai. Tanaman selada dipelihara dalam kondisi iklim mikro rumah kaca dengan suhu 30 ± 4 oC dan kelembapan udara 80 ± 20 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini dapat meningkatkan kadar antosianin hingga 0,60 µg/gram berat kering dibandingkan dengan tanaman kontrol yang hanya menghasilkan 0,22 µg/gram berat kering. Invensi ini menawarkan solusi efektif, stabil, serta ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas tanaman tanpa manipulasi genetik atau penggunaan bahan kimia.
Invensi ini bertujuan untuk mendapatkan suatu produk halloysite nanotube (HNT) terimobilisasi enzim lakase dari jamur Phellinus noxius BRB 11. Telah diungkapkan pada invensi ini suatu formulasi HNT terimobilisasi enzim lakase yang terdiri dari HNT 2,17%; asam amino 54,35%; enzim 21,74%; dan glutaraldehid 21,74%. Juga telah diungkap proses pembuatan HNT-asam amino terimobilisasi enzim lakase yang memiliki langkah-langkah: merendam dan mengaduk HNT dengan kecepatan 200-500 rpm dengan asam amino dengan rasio dan H2SO4 selama 7 jam; mencuci HNT menggunakan akuades deionisasi sebanyak 4-5 kali pembilasan hingga pH netral; mengeringkan HNT selama 24 jam; merendam dan mengaduk pada kecepatan 200-500 rpm, HNT dengan glutaraldehid dalam konsentrasi 2-10 % selama 4 jam ; HNT termodifikasi dengan enzim lakase ekstrak kasar dengan perbandingan antara HNT dan larutan enzim yaitu 1:5 pada suhu 4 °C selama 24 jam; meniriskan dan mengeringkan HNT menggunakan pengering beku selama 36-48 jam, kemudian menyimpan HNT pada suhu 4 °C.
Invensi ini mengenai komposisi dan proses pembuatan media semai tercetak soil block yang sesuai untuk pertumbuhan bibit bawang merah TSS, lebih khusus lagi invensi ini berhubungan dengan media semai tercetak soil block dengan komposisi limbah susu, pupuk kambing, cocopeat, fosfat alam dan air, dengan perbandingan 6 : 3 : 2 : 0,5 : 0,25. Tahapan proses pembuatan media semai tercetak soil block yang sesuai untuk pertumbuhan bibit bawang merah TSS meliputi : mencampur bahan-bahan diantaranya limbah susu, pupuk kambing, cocopeat dan fosfat alam serta air, kemudian mencetaknya ke alat cetak soil block. Sebelum TSS di semai dalam kapsul, terlebih dahulu direndam dalam larutan air kelapa segar. Selanjutnya dilakukan penyiraman dengan interval penyiraman dilakukan pagi dan sore. Pemupukan dilakukan 2 kali, yang pertama di persemaian pada umur 15 hari dan 35 hari setelah semai. soil block ini mampu menumbuhkan bibit dengan persentase perkecambahan yang tinggi, tahan terhadap serangan hama penyakit dan mampu mengurangi kebutuhan unsur hara.
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan pupuk lepas lambat terkontrol nano partikel seng oksida (ZnO-NPs) yang dienkapsulasi pada matriks zeolit alam dan polimer alami alginat yang terdiri dari beberapa tahapan proses yakni pembuatan nano partikel seng oksida dengan prekursor seng sulfat dan KOH, pembuatan padatan zeolit-Zn dengan metode pertukaran kation, dan pembuatan komposit alginat/zeolit/ZnO-NPs. Dengan metode yang diusulkan pada invensi ini telah dihasilkan suatu nano partikel ZnO dengan rata-rata ukuran kristal sebesar 8,2 nanometer. Metode yang diusulkan pada invensi ini juga berhasil melekatkan nanopartikel ZnO pada matriks zeolit alam. Melalui metode ini juga berhasil dibuat komposit alginat/zeolit/ZnO-NPs dengan rasio alginat:zeolit tertentu. Invensi metode pembuatan dan produk pupuk nano ini merupakan pupuk lepas lambat terkontrol yang dapat mengatur kebutuhan hara tanaman terutama unsur Zn, sehingga dapat menghindari Zn berlebih di tanah sekitar akar tanaman. Adanya Zn berlebih dalam tanah dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tanah. Partikel ZnO-NPs ini dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kekurangan kandungan seng pada tanaman sehingga meningkatkan produktivitas serta kualitas nutrisi hasil panen.
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pembuatan grafena oksida dengan cara mereduksi grafena oksida tereduksi (rGO) dengan reduktan alami ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai elektroda superkapasitor. Metode pembuatannya dimulai dari ekstraksi cengkeh menggunakan metode refluks, menyiapkan secara terpisah serbuk grafena oksida yang diperoleh melalui metode Hummer termodifikasi, reduksi hijau grafena oksida tereduksi menggunakan metode refluks dengan prekursor serbuk grafena oksida serta larutan ekstrak cengkeh, serta preparasi pengujian performa elektrokimia dalam bentuk ink. Hasil karakterisasi XRD, UV-Vis, FT-IR, dan pengamatan citra morfologi menunjukkan bahwa metode refluks telah berhasil mereduksi serbuk rGO dengan reduktan bahan alam ekstrak cengkeh. Nilai spesifik kapasitansi dan kepadatan energi dari serbuk grafena oksida tereduksi dengan reduktan ekstrak cengkeh sebesar 449,23 F/g dan 62,40 Wh/kg pada kerapatan arus (current density) 0,1 A/g menggunakan pengujian 3 elektroda dengan Glassy Carbon Electrode (GCE) sebagai elektroda kerja.
Invensi ini berkaitan dengan suatu makanan berbahan dasar tepung dan ikan kurisi atau biasa disebut cilok, lebih khususnya makanan berbahan dasar tepung dan ikan kurisi yang telah diuji secara organoleptik, proksimat, dan mikrobiologi, sehingga menghasilkan produk cilok ikan yang sehat, bercita rasa tinggi, bergizi, dan aman dikonsumsi. Komposisinya terdiri dari lumatan daging ikan kurisi 20,0%-30,0%; tepung tapioka 30,8%- 33,5%; tepung terigu 10,8%-14,4%; bawang putih halus 2,8%-3,0%; garam 2,5%-2,6%; daun bawang 2,3%-2,4%; merica bubuk 0,1%; kaldu bubuk 0,3-0,4%; air 20,0%-24,0%. Tahapan proses pembuatannya terdiri dari: membuang sisik dan isi perut ikan; memisahkan daging ikan dan mencucinya hingga bersih; melumatkan daging ikan dalam mesin pelumat; menambahkan garam kemudian dilumatkan; menambahkan bahan-bahan lain kemudian dilumatkan hingga halus; menambahkan irisan daun bawang dan mengadon menjadi adonan cilok; menimbang adonan cilok dan mencetaknya menjadi bulat; merebus cilok dengan kali dua perebusan; mencelupkannya ke dalam air dingin; mendinginkan dengan kipas angin; mengemas dengan plastik vakum dan menyimpannya dalam lemari beku. Cilok ikan kurisi dapat digunakan sebagai makanan sehat, bergizi, aman untuk dikonsumsi, dan mudah diterapkan di UMKM.
Invensi ini menyediakan sistem propulsi dan akuisisi data untuk traktor tanam listrik di lahan basah. Traktor tanam listrik tersebut dikembangkan guna meningkatkan efisiensi operasional di lahan basah sekaligus menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan traktor berbahan bakar fosil. Sistem propulsi pada traktor ini menggunakan motor listrik tipe BLDC berkapasitas 3 kW sebagai penggerak utama roda, dengan energi yang diperoleh dari baterai lithium-ion 72 VDC yang dilengkapi Battery Management System (BMS) untuk menjaga performa dan keamanan baterai. Inverter dan kontroler motor berfungsi mengatur kecepatan putaran berdasarkan perintah operator melalui potensiometer. Sementara itu, sistem akuisisi data memanfaatkan sensor putaran pada motor untuk mendeteksi putaran motor, sensor arus, tegangan, dan suhu untuk memantau arus, tegangan, dan suhu motor, serta perangkat instrumentasi monitoring yang berfungsi mengakuisisi data tersebut. Dengan sistem ini, operator dapat melakukan evaluasi performansi traktor tanam dengan mudah.
Invensi ini berkaitan dengan formulasi minyak atsiri nilam yang dipadukan dengan surfaktan non ionik berupa Tween 80 atau diketahui juga sebagai Polisorbat 80, sebagai metode pengendalian hama kutu putih (Planococcus minor) pada buah manggis yang akan diekspor. Metode yang digunakan dalam invensi ini adalah pencelupan buah manggis ke dalam bak berisi 50 liter air yang telah dicampur formulasi minyak atsiri nilam, sehingga memastikan penetrasi optimal ke dalam jaringan buah. Penelitian menunjukkan bahwa formulasi ini memiliki nilai toksisitas LC50 sebesar 0.75% setelah 24 jam setelah perlakuan dan 0.1-0.2% setelah 72 jam, menunjukkan efektivitas tinggi dalam mengendalikan kutu putih. Hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya komplain terkait infestasi hama setelah produk diekspor, yang membuktikan keberhasilan aplikasi formulasi ini. Invensi ini menawarkan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk pengendalian hama pada produk pertanian, menjaga kualitas dan keamanan buah manggis yang akan dipasarkan.