Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Aplikasi Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) Mobile Versi Android Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) versi Mobile atau Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Satelit versi Mobile merupakan salah satu produk litbang PSTA dalam bentuk Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis dengan memanfaatkan manajemen API untuk melakukan transaksi data didalamnya. Sadewa Mobile merupakan aplikasi berbasis ponsel pintar android yang mengambil data dari sistem manajemen API dan server basis data. SADEWA Mobile memiliki kemampuan Widget Info Cuaca, Temperatur, Lokasi/Alamat, Lihat Hari Ini yang berisikan Info Cuaca Hari Ini, Prediksi cuaca Tiga Hari Kedepan, dan Membership untuk melakukan validasi kondisi di lapangan.Penambahan fitur dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian penelitian in-house PSTA.
Invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8, yang secara khusus adalah menerapkan pembelajaran mesin metode Analisis Diskriminan Linear untuk melakukan prediksi hujan satu atau dua jam ke depan untuk ditampilkan secara spasial dan waktu nyata pada situs web. Dalam proses ini, data dari kanal B07 sampai B15 dari satelit Himawari-8 dilatih dengan data curah hujan satelit GsMAP untuk menghasilkan prediksi hujan yang ditampilkan secara spasial dan perjam dalam bentuk gambar yang dapat diakses publik sewaktu-waktu.
Invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8, yang secara khusus adalah memantau aktivitas konveksi yang berpotensi hujan deras untuk ditampilkan secara spasial dan real time pada situs web. Dalam proses ini, data dari kanal IR1 dari satelit Himawari-8 dihitung untuk menemukan koordinat lintang dengan Temperature Black Body (TBB) minimum dan rata-rata bergerak posisi tersebut untuk bulan lalu dan bulan berjalan, dan menampilkan hasilnya secara spasial dan per jam dalam bentuk gambar yang dapat diakses publik sewaktu-waktu.
Shock absorber adalah suatu perangkat mekanik, pneumatik, ataupun hidrolik yang memiliki fungsi utama meredam kejutan dan menambah ketinggian kendaraan. Shock Absorber berfungsi untuk mengolah gerakan bolak balik komponen dan fluida yang berada di dalam shock absorber, sehingga osilasi (guncangan) yang dihasilkan akibat gaya dari luar dapat diminimalkan. Metode perancangan eksperimen yang digunakan dalam rangka optimalisasi penggunaan shock absorber dalam meningkatkan kinerja peredaman getaran dan kejutan pada saat pesawat melakukan landing (mendarat). Perancangan eksperimen dapat didefinisikan sebagai suatu uji atau rentetan uji dengan mengubah-ubah variabel input (faktor) suatu proses sehingga dapat diketahui penyebab perubahan output (respon). Dan dari hasil pengembangan yang telah dilakukan, menghasilkan inovasi berupa kombinasi penggunaan dua konfigurasi pada shock absorber landing gear untuk pesawat udara nir awak yaitu oil & gas.
Invensi ini berhubungan dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8, yang secara khusus adalah menerapkan metode untuk menemukan awan yang berpotensi hujan (awan tumbuh) dari Japan Meteorological Agency (JMA) untuk ditampilkan secara spasial dan real time pada situs web. Dalam proses ini, data dari kanal IR1, IR2, dan IR3 dari satelit Himawari-8 dihitung untuk menemukan awan tumbuh dan data ditampilkan di situs web secara spasial dan per jam dalam bentuk gambar yang dapat diakses publik sewaktuwaktu.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pengawetan madu herbal dengan menggunakan teknik iradiasi sinar gamma, penguapan maupun kombinasi iradiasi dan penguapan dan produk yang dihasilkannya. Madu herbal dalam invensi ini lebih khusus berupa madu murni yang diformulasikan dengan bahan – bahan herbal seperti jahe, kayu manis dan jeruk lemon. Teknik iradiasi madu herbal yang digunakan dalam invensi ini adalah iradiasi sinar gamma dengan besaran 10 kGray dengan laju dosis laju dosis 1,37 kGy/jam. Teknik penguapan pada invensi ini berupa penguapan menggunakan mesin rotary vacuum evaporator dengan kecepatan putaran 20 rpm pada suhu 60ºC. Teknik penguapan madu herbal dengan metode tersebut pada 600 mL madu herbal yang diuapkan selama 25 – 30 menit menghasilkan 300 – 400 mL. Sedangkan pada teknik kombinasi, madu herbal dilakukan proses penguapan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan proses iradiasi. Teknik pengawetan madu herbal dalam invensi ini selain dapat meningkatkan masa simpan sebanyak 5–8 bulan lebih lama dari madu tanpa pengewatan juga dapat meningkatkan sifat fungsional dari produk yang dihasilkannya lebih khusus pada sifat antioksidan yang meningkat sebesar 14–60% lebih tinggi.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metoda untuk pengendalian pertumbuhan jamur menggunakan iradiasi cahaya (foton) dan penyediaan sumber penyinaran (iradiator) yang mempunyai panjang gelombang tunggal maupun jamak dari laser atau LED yang dapat dipilih panjang gelombang, daya luaran dan waktu penyinarannya. Innvensi metoda iradiasi menggunkan energi foton merupakan suatu terobosan baru yang dapat diterapkan dalam pengendalian jamur atau mikroba hama tanaman lainnya. Prinsip kerja dari metoda ini adalah dengan mengenakan energi foton (cahaya) yang dapat berasal dari laser dan atau LED dengan panjang gelombang dan daya persatuan luas serta waktu penyinaran tertentu. Dengan demikian, maka energi foton akan menembus sel spora atau mikroba yang menyebabkan panas dari dalam sehingga menyebabkan sel tersebut mati atau terhenti perkembangannya. Untuk merealisasikan metoda ini maka dalam invensi ini disediakan iraadiator dengan panjang gelombang, daya yang diinginkan dan lama penyinaran yang dapat dipilih dan terkontrol.
Invensi ini mengungkap metode pembuatan sudu turbin (turbine blade) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibuat melalui metode investment casting menggunakan baja nirkarat presipitasi (Precipitation Hardening stainless steel). Sudu ini memiliki porositas internal ≤ 1,0% volume, kekuatan tarik minimum 950 MPa, serta ketahanan korosi tinggi melalui penerapan lapisan pelindung anorganik berbasis aluminium dengan ketebalan 50–150 µm. Metode pembuatan mencakup pembuatan pola lilin dengan kompensasi geometri, pemasangan inti keramik modular, pembentukan cangkang keramik berlapis variatif, proses dewaxing, pengecoran gravitasi pada temperatur 1550–1600°C, pendinginan terkontrol 2–4°C/menit, perlakuan panas P-480, serta pelapisan pelindung dan curing pada 280–320°C. Sistem inspeksi kualitas menggunakan micro-CT beresolusi ≤ 10 µm dan algoritma pemrosesan citra untuk menilai distribusi porositas serta inklusi mikro, dengan kriteria kelulusan porositas ≤ 1,0% volume dan inklusi ≤ 0,2 mm. Keunggulan invensi ini adalah sinergi antara material, metode pengecoran, perlakuan panas, pelapisan pelindung, dan sistem inspeksi yang dioptimalkan untuk lingkungan operasi turbin panas bumi mengandung uap jenuh, H₂S, dan CO₂, menghasilkan sudu turbin ekonomis, tahan lama, dan siap produksi massal.
Invensi ini berkaitan dengan peningkatan kadar litium dari air asin (Briner Water) melalui proses pengupan dengan sistem multi layer screen menggunakan tenaga listrik secara kontinue. Invensi ini bertujuan untuk melengkapi invensi lainnya sehingga tercipta rangkaian pembuatan litium karbonat dari air asin (Brine Water). Klaim paten pada peralatan adalah penggunakan multi-layer screen evaporator, penggunaan ruang tertutup tersirkulasi oleh blower, penggunaan sirkulasi laju alir yang terkontrol, penggunaan sumber energi dari tyenaga listrik 18.000 watt dan penetapan temperatur proses dengan rentang 25oC sampai 60oC. Dengan keterkaitan antar klaim pada peralatan yang dipatenkan tercipta hasil peningkatan kadar litium dalam air asin (brine water).
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan litium karbonat melalui presipitasi kimia dan karbonatasi dari air garam (brine water) kadar litium rendah disertai kadar kalsium / magnesium tinggi. Proses eliminasi Mg dilakukan terlebih dahulu dengan menambahkan reagen presipitat kapur teraktivasi ke dalam brine water dan dilanjutkan proses pemisahan. Proses eliminasi Ca dengan reagen presipitat pembentukan litium karbonat digunakan untuk menghilangkan Ca dan Mg yang tersisa dan proses pemisahannya. Proses diakhiri dengan karbonatasi dari filtrat brine water hasil proses sebelumnya untuk menghasilkan litium karbonat dengan kemurnian di atas 97 %.
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses untuk membuat logam kobalt dari nikel matte yang terdiri dari: memperkecil ukuran nikel matte sampai dengan ukuran 150 mesh atau lebih kecil, melarutkan partikel nikel matte ke dalam larutan asam klorida sambil dialiri gas klor, sehingga terbentuk campuran larutan nikel dan kobalt klorida, memurnikan campuran larutan nikel dan kobalt klorida dari ion tembaga dengan cara sementasi menggunakan nikel matte, memurnikan campuran larutan nikel dan kobalt klorida dari ion besi dengan cara mengalirkan gas klor pada campuran larutan nikel dan kobalt klorida, memisahkan kobalt dari larutan nikel klorida dengan cara solvent ekstraksi menggunakan larutan organik Tri Normal Oktil Amin, menstripping kobalt dari larutan oranik hasil solvent ekstraksi dengan menggunakan larutan HCl pH = 1 sehingga diperoleh larutan kobalt klorida, dan mengelektrolisa larutan kobalt khlorida sehingga terbentuk logam kobalt.
Invensi ini berkaitan dengan metode perolehan magnesium presipitat dari limbah hasil pengolahan bijih nikel laterit. Metode yang digunakan adalah teknik presipitasi bertahap dengan tahapan-proses sebagai berikut:1. Menyiapkan dan melakukan preparasi limbah hasil proses pengolahan bijih nikel laterit; 2. Melindi limbah nikel menggunakan larutan asam sulfat; 3. Menyaring untuk memisahan filtrat tahap (2) dari residu yang mengandung pengotor seperti Silika, karbon, dan lain lain; 4. Menghidrolisis filtrat tahap (3) dengan penambahan larutan NaOH; 5. Menyaring proses tahap (4) untuk memisahkan filtrat dari residu berwarna merah yang mengandung besi; 6. Menghidrolisis filtrat tahap (5) dengan penambahan larutan (NH4)2CO3; 7. Menyaring proses tahap (6) untuk memisahkan filtrat dari residu berwarna hijau yang mengandung nikel;8. Rekristalisasi filtrat pada tahap (7) sampai diperoleh endapan berwarna putih yang mengandung magnesium presipitat. Magnesium presipitat ini bisa dimanfaatkan sebagai reagen dalam pengolahan limbah, industri farmasi, pertanian, dan industri kimia dasar lainnnya.