Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Aplikasi SiDeProJa: Sistem Deteksi Problem Wajah Berbasis Machine Learning yang dikembangkan berdasarkan pada hasil penelitian yang memanfaatkan model deep learning untuk identifikasi kondisi kulit wajah. Aplikasi ini menekankan pada penggunaan arsitektur model: MobileNetV2, MobileNetV3, EfficientNetV1, dan EfficientNetV2 untuk mengidentifikasi berbagai kondisi kulit wajah secara akurat. Model-model ini telah diuji secara komprehensif untuk menentukan performa mereka dalam hal akurasi, presisi, recall, dan F1 score, khususnya untuk lingkungan dengan keterbatasan sumber daya komputasi. MobileNetV2, yang memiliki akurasi rata-rata tertinggi sebesar 88%, merupakan pilihan ideal untuk diintegrasikan ke dalam aplikasi SiDeProJa, terutama karena waktu inferensi yang cepat dan ukuran model yang relatif kecil, sehingga cocok untuk digunakan di daerah dengan sumber daya komputasi terbatas seperti klinik di pedesaan. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mempercepat diagnosis dan perawatan masalah kulit wajah di daerah terpencil, di mana akses ke perawatan dermatologi sering kali terbatas. Dengan mengintegrasikan teknologi deep learning ini ke dalam aplikasi SiDeProJa, Anda dapat menyediakan solusi diagnostik yang akurat dan efisien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas perawatan kesehatan kulit di berbagai daerah, terutama yang kurang terlayani.
KEGUNAAN Indonesia, sebagai negara kepulauan, dengan panjang pantai kurang lebih 99.000 km memiliki potensi energi gelombang yang sangat besar untuk dikonversi menjadi tenaga listrik. Dalam teori gelombang, gerak naik turun permukaan air yang disebut gelombang dirupakan dalam bentuk gerak orbital berupa lingkaran untuk gelombang ditengah laut dan berupa elips saat gelombang mendekati pantai. Gerak orbital mengindikasikan adanya gaya vertikal dan gaya horizontal pada massa air. Turbin Darrieus yang bentuknya seperti huruf H dengan bilah turbin sejajar dengan poros vertikal yang di tengah-tengah turbin, dimodifikasi agar bilah turbin membentuk sudut tertentu dengan poros Vertikal turbin, sehingga bentuknya seperti huruf V. Dengan memiringkan bilah turbin maka turbin dapat mengkonversi gaya vertikal dan gaya horizontal gerak orbital gelombang. Model fisik turbin Darrieus yang dimodifikasi dan diuji di kolam gelombang Laboratorium Hidrodinamika BRIN dengan perbandingan r2/r1 sebesar 0,268 – 1, dimana r2 adalah diameter radial arms atas dan r2 adalah diameter radial arms bawah. Hasil uji hidrodinamika dengan beberapa variasi sudut bilah terhadap poros vertikal turbin membuktikan bahwa: dengan memiringkan bilah turbin terhadap poros turbin akan menghasilkan putaran, torsi, daya listrik, dan efisiensi yang optimal dibandingkan dengan sudut-sudut yang lain untuk karakteristik tinggi gelombang dan periode gelombang yang sama.
Dudukan baterai sel satelit dengan 1 penghantar dan 2 isolator termal adalah sebuah dudukan baterai sel satelit dengan 1 buah penghantar termal untuk penghantar panas, dan 2 buah isolator termal untuk mencegah arus pendek pada baterai sel satelit yang tahan terhadap suhu ekstrem di luar angkasa yang dilengkapi dengan tempat sensor suhu.
Desain rotor turbin angin sumbu horisontal yang melengkung dengan dengan menggunakan airfoil SG6043 yang dipasang pada sumbu horizontal dengan sudut pasang 45o dan nilai tip speed ratio 4 akan mempermudah rotor turbin angin ini berputar pada kecepatan angin rendah. Rotor ini terdiri dari 3 buah sudu yang disatukan dengan baut pada hub berbentuk plat bulat pada tengah rotor. onfigurasi 3 buah sudu tersebut membentuk sudut 120 derajat antar sudu.
Sel punca mesenkim asal jaringan adiposa memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri sendiri dan memiliki potensi diferensiasi menjadi sel adiposa, sel kondrosit dan sel osteoblas yang memiliki peran penting dalam bidang regeneratif. Dengan kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi sel osteosit, sel punca mesenkim asal jaringan adiposa dapat dijadikan sebagai sumber yang ideal dalam rekayasa jaringan tulang. Dalam usaha untuk mendapatkan sel osteosit, diperlukan suatu media induksi diferensiasi yang dapat memulai proses diferensiasi menjadi sel osteosit. Invensi ini berkaitan dengan komposisi pada formulasi media diferensiasi untuk mendiferensiasikan sel punca mesenkim menjadi osteosit dan di analisa dengan menggunakan Alcian Red dimana hasil invensi ini berupa prototipe/kit media diferensiasi sel osteosit dari sel punca mesenkim.
Mesin pencampur/pengaduk bahan baku biopelet sorgum dilengkapi dengan bagian- bagian berupa hopper berfungsi tempat pemasukkan bahan, kemudian screw pengaduk didalam komponen bagian dalam mixer berfungsi mengaduk bahan bahan cacahan sorgum dengan bahan lain seperti serbuk kayu, tepung kanji, sekam, tepung tapioka, komponen roda berfungsi sebagai mobilitas mesin berpindah tempat, komponen motor bensin sebagai tenaga penggerak, komponen outlet pengeluaran berfungsi sebagai tempat keluar hasil campuran.
Suatu rangkaian produksi implan tulang baja tahan karat 316L yang dapat digunakan dalam membantu rekonstruksi tulang akibat distorsi terutama karena faktor kecelakaan. Produksi implan tulang ini melibatkan penggunaan metode investment casting dengan keramik berbasis zirkon-silikat dan mulit-silikat. Pemaduan material menggunakan bahan dasar feronikel dengan penambahan dupleks 2205 serta bahan pemadu minor. Proses akhir diikuti dengan proses perlakuan panas disertai pendinginan kejut untuk menghasilkan material yang sesuai standar mutu medis internasional secara cepat, efisien, dan ekonomis.
Mesin Pembuat Bio Pelet Sorgum dilengkapi dengan bagian-bagian berupa hopper, sistem transmisi, sistem keluar bahan, sistem ekstrusi yang dilengkapi roda yang memudahkan mobilitas mesin. Mesin biopelet sorgum dengan setting perubahan tekanan sehingga dapat memudahkan dalam proses produksi pelet.
Invensi ini berhubungan dengan formulasi bahan makanan campuran tempe dengan bahan lainnya berbentuk tepung yang dapat dijadikan makanan (kudapan atau kue) atau dimasak sebagai bubur dengan nilai gizi tinggi, menggunakan bahan utama tempe ditambah tepung sumber karbohidrat yang berasal dari biji-bijian atau umbi-umbian atau sumber karbohidrat dari bahan lainnya masing-masing sebesar 62% atau kombinasi dari bahan sumber karbohidrat tersebut hingga mencapai kadar sebesar 62%, tepung sumber protein dari bahan nabati sebesar 12%, tepung sumber protein hewani atau sumber protein lainnya sebesar 20%, dimana ketiga jenis bahan tersebut, masing-masing diproses terlebih dulu melalui tahapan pemasakan, pengeringan, penggilingan, kemudian dicampurkan dengan ditambah bahan lain sesuai kebutuhan sehingga menjadi bahan campuran makan berbasis tempe yang siap dipakai sebagai bahan dasar yang siap diolah. Secara makro kandungan untuk tujuan konsumsi anak - anak balita bahan campuran berbasis tempe mengandung protein 15-25%, lemak 1-2,5%, karbohidrat 68-79%, air 1-4%, vitamin dan mineral pada kondisi yang cukup, kandungan kalorinya 3,85 kkal per kg bahan. Untuk tujuan konsumsi anak usia sekolah dan manula mengandung protein 10-17%, lemak 1-2,5%, karbohidrat 71-84%, air 1-4%, vitamin dan mineral pada kondisi yang cukup, kandungan kalorinya 3,75 kkal per Kg bahan.
Lengan Teleskopik pemegang bilah Turbin darrieus tipe sumbu vertikal dengan menggunakan bilah tipe NACA 0021 yang dipasang di antara bilah atas dan bawah turbin dengan sudut 90° searah dengan poros turbin. Lengan teleskopik berbentuk persegi panjang dengan rongga didalamnya, yang terdiri dari bagian luar dan dalam, dengan ujung dari persegi panjang bagian luar terdapat pelat terdapat 6 buah lubang dengan jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada bagian flensa penghubung poros turbin, kemudian ujung dari persegi panjang bagian dalam juga terdapat pelat dengan 4 buah lubang yang memiliki jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada pemegang bilah turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah turbin dipasang sebanyak 6 (enam) buah untuk pemegang bilah turbin yang berputar searah jarum jam walaupun arah energi arus laut berubah ubah arahnya yang mengenai turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah dapat membuat bilah turbin bergerak fleksibel dengan dipasang atas bawah bilah turbin dengan jarak tertentu dengan sudut 90° terhadap poros turbin bermanfaat untuk penyerapan energi arus laut maksimal walaupun gaya gerak arus laut berubah sesuai kondisi di setiap waktu.Lengan Teleskopik pemegang bilah Turbin darrieus tipe sumbu vertikal dengan menggunakan bilah tipe NACA 0021 yang dipasang di antara bilah atas dan bawah turbin dengan sudut 90° searah dengan poros turbin. Lengan teleskopik berbentuk persegi panjang dengan rongga didalamnya, yang terdiri dari bagian luar dan dalam, dengan ujung dari persegi panjang bagian luar terdapat pelat terdapat 6 buah lubang dengan jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada bagian flensa penghubung poros turbin, kemudian ujung dari persegi panjang bagian dalam juga terdapat pelat dengan 4 buah lubang yang memiliki jarak dan ukuran yang sama untuk dipasangkan pada pemegang bilah turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah turbin dipasang sebanyak 6 (enam) buah untuk pemegang bilah turbin yang berputar searah jarum jam walaupun arah energi arus laut berubah ubah arahnya yang mengenai turbin. Lengan Teleskopik pemegang bilah dapat membuat bilah turbin bergerak fleksibel dengan dipasang atas bawah bilah turbin dengan jarak tertentu dengan sudut 90° terhadap poros turbin bermanfaat untuk penyerapan energi arus laut maksimal walaupun gaya gerak arus laut berubah sesuai kondisi di setiap waktu.
Invensi ini berkaitan dengan Invensi ini berkaitan dengan komposisi dan metode pembuatan nano-biofungisida dengan bahan aktif ekstrak metabolit Bacterium strain BS dengan bahan pembawa zeolit berukuran 200nm serta proses pembuatannya. Bahan aktif ekstrak metabolit bakteri dihasilkan oleh Bacterium strain BS yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan jamur patogen G. Boninense. Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana aktivitas nano-biofungisida dengan bahan aktif ekstrak metabolit Bacterium strain BS dengan bahan pembawa zeolit berukuran 200nm terhadap penghambatan pertumbuhan Ganoderma boninense menunjukkan bahwa bakteri beserta metabolitnya mampu menghambat pertumbuhan jamur pathogen Ganoderma boninense sampai dengan 50%. Hal tersebut merupakan penemuan baru dan diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bagi pengendalian penyakit tersebut, khususnya secara kuratif di Perkebunan Kelapa Sawit.
Invensi ini berkatian dengan proses pembuatan minuman fungsional kombucha dengan susbtrat jamur Ganoderma lucidum. Tujuan dari invensi ini yaitu untuk memperoleh minuman fungsional kombucha dengan substrat Ganoderma lucidum yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, waktu fermentasi yang paling baik dan disukai. Minuman fungsional kombucha ini tersusun dengan formula tepung Ganoderma lucidum, gula pasir, SCOBY, larutanteh ganoderma dan larutan kombucha hasil fermentasi sebelumnya. Pembuatan minuman kombucha Ganoderma lucidum diawali dengan pembuatan teh dari tepung ganoderma 0,3-0,5% b/v dan gula pasir 3-5 % b/v. Teh Ganoderma lucidum tersebut dipanaskan dengan akuades selama 5-10 menit dengan suhu 90-100 0C. Tahapan kedua, mencampurkan teh Ganoderma lucidum pada tahap pertama dengan larutan starter kombucha dengan perbandingan 6 :4 v/v – 8:2 v/v didalam gelas kaca yang telah disterilisasi. Larutan kombucha selajutnya ditambahkan SCOBY sebanyak 2-5 % (b/v), kemudian diaduk hingga homogen dan ditutup menggunakan kain kasa steril. Fermentasi larutan kombucha dilakukan selama 0-16 hari. Minuman kombucha yang dihasilkan dipisahkan dari SCOBY pada lapisan atas (baby SCOBY) dan SCOBY yang mengendap pada lapisan bawah (mother SCOBY). Proses sentrifugasi dilakukan untuk memisahkan tepung Ganoderma lucidum pada minuman kombucha dengan kecepatan 3000-5000 rpm selama 15-25 menit hingga diperoleh minuman fungsional kombucha.