Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
DFA III secara in vivo membantu penyerapan kalsium pada tulang (femur dan rahang gigi), sehingga mengurangi keropos tulang dan gigi tanggal pada usia tua
Inspeksi infrastruktur bawah laut dapat sangat berbahaya bagi manusia selain disebabkan oleh faktor topografi alam dalam laut yang sulit juga karena pipa gas dan pengeboran minyak bawah laut dapat membawa gas/bahan mineral yang berbahaya bagi manusia. Invensi ini berupa ROV untuk mendukung kegiatan survei dan monitoring anjungan lepas pantai yang mampu menempuh jalur tracking yang stabil dan efisien hingga kedalaman 100 meter. ROV ini dilengkapi dengan kulit lambung untuk menghasilkan aliran yang lebih streamline dan dapat mengurangi resistance. ROV ini dilengkapi dengan kamera dan beberapa sensor yaitu sensor kedalaman, IMU/kecepatan, dan temperatur. Untuk mendapatkan gerakan yang stabil, ROV dilengkapi dengan 8 thruster sebagai alat penggerak sumbu x, y dan z (6 derajat kebebasan) yang juga mampu mengendalikan gangguan gelombang dan arus selama beroperasi di bawah laut.
Invensi ini bertujuan menyediakan enzim B-glucosidase yang bisa menghidrolisa agarobiose dan menghasilkan 3,6-anhydro L galaktosa dan galaktosa. Enzim B-glucosidase tersebut disintesa dengan pendekatan bioinformatika, alignment sekuen asam amino gen bgl1 dari Panaebacillus polymixa dengan gen bgl1b dari Saccharophagus degradans 2-40T menggunakan sofware BioEdit, sedangkan alignment 3D struktur kedua enzim menggunakan sofware Rosseta, Ramachandran plot, dan PayMOL. Gen bgl1 kemudian disintesa, disisipkan ke dalam plasmid pET 21b, dan ditransformasikan ke dalam E.coli BL21 (DE3). Enzim B-glucosidase murni memiliki spesifik aktifitas sebesar 4.1 U/mg, pH dan suhu optimum sebesar 6.0 dan 55C dan mampu menghidrolisa agarobiose menjadi 3,6-anhydro L galaktosa dan galaktosa.
Invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan produk marmalade dari jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang difermentasi. Dalam metode ini, terdapat juga metode pembuatan inokulum menggunakan kultur dari asam asetat, bakteri asamlaktat, dan khamir. Metode pembuatan marmalade berbahan dasar jahe merah terfermentasi terdiri dari mengekstraksi, menyaring, pasteurisasi, mendinginkan, menginokulasi, dan memfermentasi. Produk yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri P.Ginggivalis mempunyai kandungan polifenol, dan mengandung senyawa-senyawa asam-asam organik.
Invensi ini bertujuan untuk membuat produk serbuk maltodekstrin dari ampas batang nanas menggunakan ekstraksi gelombang mikro dengan waktu proses yang efisien. Maltodekstrin yang dihasilkan memiliki nilai Dextrose Equivalent (DE) 15-20, yang sesuai dengan kategori maltodekstrin tipe II atau MDX-18 menurut standar SNI 7599:2010. tahapan proses pada invensi ini diawali dengan dengan ekstraksi ampas batang nanas menggunakan gelombang mikro selama 5-15 menit pada suhu 150-200°C. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan penyesuaian pH dan penambahan kalsium klorida dihidrat lalu dihidrolisis menggunakan enzim α-amilase pada suhu 60-90°C selama 5-15 menit, hasil hidrolisis yang diperoleh, dipisahkan melalui sentrifugasi dan diperoleh maltodekstrin cair, Maltodekstrin cair kemudian dikeringkan menjadi serbuk menggunakan alat spray dryer pada suhu 160-180°C. Hasil akhir berupa serbuk maltodekstrin memiliki nilai Dextrose Equivalent (DE) 15-20 dengan rendemen 59,25% dan memenuhi persyaratan kualitas sesuai dengan standar SNI 7599:2010. Proses inovatif ini memiliki potensi untuk menghasilkan maltodekstrin dengan efisien dan sesuai standar mutu.
Metode dan alat pendeteksi fouling merupakan metode dan alat yang dapat merepresentasikan fenomena fouling sebagai efek pembakaran bahan bakar padat pada pipa boiler. Invensi ini dicirikan dengan dengan lima pipa yang tegak lurus dengan aliran gas buang,disusun rapat saling silang dalam dua baris. Dua pipa dipasang pada baris bawah dan tiga pipa dipasang pada baris diatasnya. Susunan pipa ini mampu menangkap fouling tidak hanya dari mekanisme tumbukan inersia saja namun juga fouling dari mekanisme tumbukan Eddy sehingga fouling dari upstream maupun downstream dapat tertangkap oleh deposit probe. Invensi ini juga dilengkapi dengan pendingin udara agar dapat mengkondisikan temperatur probe tanpa harus memindahkan posisi probe. Probe dilengkapi dengan sensor temperatur untuk mengetahui fenomena penempelan deposit. Adanya sensor temperatur yang mendeteksi penurunan suhu saat terjadi penempelan deposit pada probe. semakin banyak deposit yang menempel pada probe maka akan semakin rendah suhu pada probe.
Invensi ini bertujuan meyediakan metode dan alat pendeteksi aglomerasi, khususnya aglomerasi pada pembakaran bahan bakar padat dengan cara pemanasan reaktor dengan pemanas listrik yang dilengapi dengan pressue logger dan thermo logger sedemikian hingga aglomerasi dapat terdeteksi melalui perubahan tekanan. Metode menurut invensi ini dilakukan melalui menyiapkan alat pendeteksi aglomerasi dan sampel bahan bakar padat; memasukkan pasir silika ke dalam reaktor; menyalakan pompa udara, pressure logger dan thermo logger; menyalakan pemanas listrik; mengatur suhu reaktor dan aliran udara; memeriksa tekanan; memasukkan sampel bahan bakar; mengamati tekanan dan suhu; memperoleh data suhu dan tekanan pada saat terjadi aglomerasi. Alat pendeteksi aglomerasi menurut invensi ini terdiri dari suatu pompa (1) yang terhubung dengan flow meter (2) yang dilengkapi dengan pressure logger (3) dan thermocouple tipe K (4) yang terhubung dengan thermologger (5) yang masuk dalam reaktor (8), di mana reaktor (8) terhubung dengan temperature controller (6) dan grate (10) pada bagian bawahnya, serta dilengkapi dengan elemen pemanas listrik (7) dan terhubung dengan pipa udara (9). Metode dan alat menurut invensi ini dapat mendeteksi aglomerasi melalui data perubahan tekanan yang dapat terbaca pada alat.
Invensi ini mengenai alat dan metode manufaktur atau proses pembuatan propelan komposit dengan menggunakan metode pencetakan propelan komposit tervakum dan bervibrasi, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan alat dan metode proses pencetakan propelan komposit yang memiliki modul vakum dan modul vibrasi, sehingga terjadi tahapan proses vakum, dan proses vibrasi. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya porositas pada produk propelan komposit yang dihasilkan, sehingga dengan alat dan metode pada invensi ini mampu menghasilkan produk propelan komposit dengan porositas yang sangat sedikit. Suatu alat pencetakan propelan komposit memiliki penciri utama modul vakum dan modul vibrasi sehingga terjadi tahapan vakum kemudian diteruskan dengan proses vibrasi sehingga produk propelan yang dihasilkan lebih homogen, dan tidak berpori dalam setiap segmennya yang dapat meningkatkan kekuatan mekanik dari propelan komposit yang dihasilkan serta dapat meminimalkan jumlah limbah proses dihasilkan.
Sebagai wahana angkut anjungan lepas pantai paska operasi, untuk peningkatan kinerja keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia dengan melakukan pengangkatan anjungan yang telah tidak beroperasi agar alur pelayaran dapat terbebas darinya. Wahana angkut ini berbentuk badan ganda (Twin Hull) sehingga mampu membawa potongan anjungan sebesar 1500 ton serta memiliki kapasitas crane 2 x 500 ton. Wahana angkut ALPO ini memiliki kecepatan dinas 12 knot dan dilengkapi pula dengan sepasang Bow Thruster dan sepasang POD Propeller untuk mempermudah olah gerak di lokasi pengangkatan.
Invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan propelan komposit dengan tambahan bahan pengikat AP, bahan katalis dan bahan pemlastis, sesuai dengan invensi meliputi 1) Tahapan proses pencampuran bahan propelan komposit, 2) parameter proses pencampuran dan proses pengerasan propelan komposit, dan 3) komposisi formulasi propelan komposit, sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan produk propelan komposit yang dihasilkan masih memiliki viskositas yang tinggi diatas 20000 Poise, serta sifat mekanik yang belum memenuhi standar dalam hal karakteristik elongasi (pemanjangan) propelan yang masih dibawah 10%.
Invensi ini mengenai tongkang kerja multi fungsi berpenggerak untuk pekerjaan pemasangan dan pembongkaran konstruksi di Laut, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan sebuah tongkang berpenggerak multi fungsi yang digunakan untuk pekerjaan pembongkaran Anjungan Lepas Pantai Pasca Operasi (ALPO) dan juga sebagai alat angkut hasil pembongkarannya, untuk instalasi anjungan lepas pantai baru dan pekerjaan konstruksi lainnya di laut. Tongkang kerja multi fungsi berpenggerak ini merupakan gabungan fungsi dari kapal tunda (tug boat), tongkang derek (crane barge) dan tongkang umumnya (barge) yang digabung menjadi unit tongkang berpenggerak dengan multi fungsional. Tongkang kerja multi fungsi ini telah teruji secara laboratorium dengan performanya yang handal dan aman saat operasional di laut.
Invensi ini mengungkap suatu metode analisis deposit abu pada bahan bakar padat menggunakan drop tube furnace. Secara lebih detil, invensi ini menggunakan kombinasi pengujian serta penambahan pembobotan yang belum pernah dilakukan dalam analisis deposit abu pada bahan bakar padat menggunakan drop tube furnace sebelumnya. Metode sebagaimana pada invensi ini terdiri dari tahapan penyiapan, tahapan uji pembakaran, tahapan analisis dan pembobotan dimana dalam pembobotan sesuai karakteristik dari setiap parameter yang berbeda-beda, baik berdasar pembagian nilai kuantitatif, penampilan kualitatifnya, maupun menggunakan kombinasi dari pendapat ahli/expert judgement. Sembilan parameter yang dianalisis terdiri dari parameter prediksi indikasi terak, prediksi indikasi pengotor, prediksi indikasi abrasi, hail prediksi indikasi korosi, pengamatan visual probe, berat abu deposit, morfologi hasil SEM, komposisi unsur SEM, dan identifikasi kristal XRD. Invensi ini dapat diterapkan pada bahan bakar untuk pembakaran batubara saja, biomassa saja, maupun campuran keduanya ( co-firing), sehingga dapat menghasilkan analisis mendalam mengenai potensi terjadinya risiko pembakaran yang berupa terak, pengotor, abrasi, dan korosi.