Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berhubungan dengan sebuah alat filter biodiesel bertingkat model dismantle- washable yang memanfaatkan kombinasi material kertas dan wiremesh untuk meningkatkan efisiensi penyaringan bahan bakar biodiesel, terutama biodiesel dengan campuran tinggi. Alat ini mengintegrasikan tiga tingkat penyaringan dalam satu unit filter, yang terdiri dari pre-filter berbahan wiremesh untuk menyaring partikel besar, middle filter berbahan kertas berlipat (pleated) untuk menyaring partikel kecil, dan post-filter yang berfungsi sebagai water separator untuk memisahkan air dan partikel ultra-halus. Desain dismantle-washable memungkinkan filter dibersihkan dan digunakan kembali, sehingga menekan biaya operasional dan mempermudah perawatan. Dengan kemampuannya menyaring partikel besar hingga partikel ultra-halus serta memisahkan air, alat ini cocok untuk penggunaan biodiesel dengan campuran tinggi. Invensi ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran bahan bakar, melindungi mesin dari kontaminasi, dan memperpanjang umur pemakaian mesin diesel.
Invensi ini berkaitan dengan perangkat penggerak radial untuk inspeksi liner tangki reaktor nuklir jenis TRIGA Mark II. Perangkat ini dirancang agar dapat bergerak secara radial dengan jangkauan 180 derajat dan secara translasi untuk menyesuaikan jarak sensor terhadap permukaan tangki. Sistem ini memungkinkan untuk ditautkan dengan sebuah pipa dengan diameter luar sebesar 38 mm sepanjang tinggi kolam reaktor TRIGA Mark II yang pada bagian ujungnya dipasang sensor kamera bawah air atau transduser ultrasonik untuk inspeksi visual dan struktur sesuai dengan tujuan dibuatnya invensi ini. Dengan konfigurasi yang disesuaikan dengan geometri liner tangki dan tata letak komponen di atas dek reaktor, perangkat ini menawarkan efisiensi, kemudahan penggunaan, serta kemudahan dalam pembuatannya menggunakan komponen yang mudah ditemukan dan diproduksi di dalam negeri.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan Pelat Elemen Bakar (PEB) U3Si2-Al densitas uranium 5,20 gU/cm3 untuk digunakan sebagai bahan bakar nuklir pada reaktor riset tipe Material Testing Reactors (MTR). Dimasa mendatang bahan bakar ini diharapkan sebagai pengganti PEB U3Si2-Al densitas 2,96 gU/cm3 yang selama ini telah digunakan oleh RSG-GAS. Lingkup invensi ini meliputi desain PEB U3Si2-Al densitas 5,20 gU/cm3, pembuatan pelat tutup dan bingkai dari paduan AlMg2 untuk kelongsong dengan ketebalan 0,26-0,434 mm. Pembuatan PEB U3Si2-Al densitas 5,20 gU/cm3 sebanyak 5 (lima) buah dengan penggunaanya sebagai berikut: 3 (tiga) buah PEB U3Si2-Al untuk uji iradiasi di RSG-GAS, 1 (satu) buah PEB untuk uji merusak dengan tujuan untuk mengetahui tebal kelongsong dan uji metalografi, sedangkan 1 (satu) buah PEB disimpan sebagai arsip. Bahan bakar PEB uji U3Si2-Al densitas 5,20 gU/cm3 yang diperoleh mempunyai dimensi dengan panjang (P) 629±0,2 mm, lebar (L) 70,75±0,15 mm, tebal (T) 1,30±0,07 mm dan distribusi uranium di dalam meat 0-7% serta mengandung isotop 235U sebanyak 19,75 +0,2% -0,5%.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan membran polimer elektrolit padat berbasis karboksimetil selulosa (CMC) yang ditaut silang dengan asam sitrat, dikompleksasi dengan litium perklorat, dan terplastisasi dengan cairan ion 1-propil-3-metilimidazolium asetat (PMImAc). Proses pembuatan meliputi pencampuran CMC, asam sitrat, LiClO₄, dan PMImAc dalam pelarut air, diikuti pengeringan untuk membentuk film membran. Cairan ion disintesis melalui reaksi metatesis antara PMImBr dan kalium asetat. Komposisi optimum ditentukan berdasarkan konduktivitas ion tertinggi dan kestabilan elektrokimia. Membran optimum CMC-ikatan silang-30%LiClO₄-20%PMImAc menunjukkan konduktivitas ion sebesar 5,53 × 10⁻⁵ S/cm, kestabilan elektrokimia 4,08 volt, serta efisiensi transfer ion litium sebesar 0,99. Invensi ini ditujukan untuk aplikasi sebagai polimer elektrolit padat dalam baterai litium fasa padat.
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan support katalis HZSM-5 dari kaolin yang diimpregnasi trilogam Al, Cu, dan Ni menggunakan teknik microwave assisted wet impregnation untuk produksi biofuel dari minyak kemiri sunan. Proses pembuatan katalis Al-Cu-Ni/HZSM-5 dilakukan dengan impregnasi basah dan bantuan microwave dengan daya 450 watt, sedangkan proses pembuatan support katalis HZSM-5 dilakukan dengan metode hidrotermal. Penambahan logam Al, Cu dan Ni menyebabkan terjadinya penurunan luas permukaan dan diameter pori dari katalis yang diperoleh. Katalis Al-Cu-Ni/HZSM-5 loading 5% rasio 1:1:1 pada suhu reaksi 350oC menghasilkan komposisi n-parafin 0,85%, aromatik 0,75%, sikloparafin 0,20%, dan olefin/alkena 2,02% yang lebih besar dibandingkan dengan katalis yang lainnya.
Perangkat lunak yang diciptakan untuk dapat melakukan karakterisasi batere dengan metode dynamic direct measurement, karakterisasi solar cell dengan metode peak power tracking, menyimpan data hasil karakterisasi database, melakukan analisis sorting batere dan solar cell dari data karakterisasi.
Aplikasi berjenis web-based application ini berfungsi untuk mengolah data historis nilai iradiasi matahari per jam untuk mendapatkan prediksi nilai iradiasi matahari saat satu jam kedepan. Pengolahan data menggunakan deep learning model dengan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM). Pengembangan, pelatihan dan pengujian model dilakukan menggunakan pemograman python. Model yang telah dikembangkan, dilatih, dan diuji performansinya kemudian diintegrasikan kedalam baris pemograman pengembangan Graphical User Interface (GUI) berbasis Gradio interface. Masukan (input) pada aplikasi ini berupa nilai iradiasi matahari pada 11 jam terakhir dalam satuan W/m2 dengan rentang waktu pukul 07:00 sampai dengan 17:00, sesuai dengan jam efektif penyinaran matahari. Keluaran (output) dari aplikasi ini adalah nilai iradiasi matahari saat satu jam kedepan beserta gambar grafik nilai iradiasi dalam rentang waktu. Aplikasi peramalan radiasi matahari jangka pendek ini sangat penting untuk manajemen dan perencanaan pembangkit listrik yang efisien, terutama untuk sistem pembangkit listrik tenaga surya. Hasil prediksi dari aplikasi dapat menjadi rujukan informasi penting terkait pembangkitan energi jangka pendek dan perencanaan sistem penyimpanan energi.
Invensi ini berhubungan dengan pupuk urea lepas lambat (slow release urea) sebagai jenis pupuk nitrogen yang lebih lambat dalam melepas nitrogen apabila dibandingkan dengan pupuk urea prill yang umum digunakan petani, sehingga lebih efisien.
Suatu makanan olahan beku cepat saji berbahan dasar tempe menurut invensi kini ini merupakan salah satu pemecahan masalah untuk memanfaatkan tempe agar bisa dikonsumsi dalam waktu yang relatif lebih lama, diolah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk konsumsi makanan ringan yang pembuatannya bertujuan untuk penganekaragaman produk sejenis di samping juga untuk pemenuhan akan zat gizi nabati dan termasuk produk emulsi lemak di dalam air, yang pada dasarnya terbuat dari bahan dasar tempa, bahan pengisi antara lain tepung terigu dan tepung tapioka, dan bahan pembantu berupa garam, merica, pala, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, kuning telur dan susu, serta putih telur dan tepung roti sebagai pelapis.
Suatu produk saus dengan bahan dasar nenas dengan tingkat kematangan buah yang memiliki bagian warna kuning 55-90%. Bahan penunjang yang digunakan dalam pembuatan saus nenas adalah gula, garam, bahan pengental (tepung maizena), kayu manis, bawang putih, lada, asam cuka, dan bahan pengawet. Proses pembuatannya mencangkup beberapa tahap, yaitu: sortasi, trimming, pencucian, blanching, penghancuran, pemasakan, pengemasan.
Invensi ini berhubungan dengan suatu bahan pestisida nabati penolak hama kumbang bubuk beras berbahan dasar minyak malapari yang mengandung: (a) Minyak malapari, sebanyak: 4-20% volume, dengan nilai optimum 20%,(b) Aseton 96%: 75-85%, dengan nilai optimum 80%. Invensi ini berfungsi sebagai pestisida nabati penolak hama kumbang bubuk beras pada penyimpanan. Proses pembuatan minyak malapari dimulai dari pengumpulan buah yang sudah masak dari pohonnya. Buah-buah tersebut berbentuk polong dimana biji di dalam polong itu yang akan digunakan dalam pembuatan minyak. Biji dikeluarkan dari polong kemudian dipotong-potong menjadi 3 bagian. Biji selanjutnya dijemur atau di oven sampai kadar air <10 %. Biji di ekstraksi untuk mendapatkan minyak. Minyak kemudian dicampur dengan aseton dan dilakukan fumigasi. Hasilnya dibuktikan dengan meningkatnya jumlah mortalitas (kematian) serangga uji yaitu hama kumbang bubuk beras di laboratorium seiring dengan bertambahnya waktu (jam) sejak 24 hingga 96 Jam Setelah Aplikasi (JSA). Berdasarkan invensi ini terbukti bahwa minyak malapari bisa dijadikan sebagai pestisida nabati.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu alat sebagai ruang penumbuh benih bawang merah dengan kontrol kondisi mikroklimat yang sesuai untuk fase perkecambahan atau germinasi. Invensi ini terdiri dari: ruang berbentuk balok berbahan kayu multipleks dengan ventilasi menggunakan kipas, alas alumunium dengan saluran pembuangan air, pengatur cahaya otomatis, pengatur penyiraman otomatis, sensor suhu, sensor kelembaban, layar pembaca suhu dan kelembaban, sistem pengkabut, saluran penyiraman, kaca pantau dan roda penggerak. Sistem kontrol pencahayaan, sistem pengkabut, sistem kontrol penyiraman, sensor suhu dan kelembaban, dan kipas ventilasi menjadi ciri khas ruang penumbuh ini sehingga sesuai dengan kondisi fase perkecambahan benih bawang merah.