BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Kesehatan
Proses Produksi Biomassa Arthrospira Maxima (Spirulina) Dengan Menggunakan Variasi Jenis Air Dan Kondisi Penyimpanan Yang Berbeda Untuk Memperoleh Aktivitas Antioksidan Yang Tinggi

Proses Produksi Biomassa Arthrospira Maxima (Spirulina) Dengan Menggunakan Variasi Jenis Air Dan Kondisi Penyimpanan Yang Berbeda Untuk Memperoleh Aktivitas Antioksidan Yang Tinggi

Invensi ini mengungkapkan suatu proses produksi biomassa mikroalga menggunakan jenis air yang berbeda yaitu fresh water dan sea water dalam pembuatan medium pertumbuhannya agar biomassa mikroalga meningkat. Biomassa ini akan digunakan sebagai sebagai bahan baku untuk ekstraksi pigmen berbasis protein dan dianalisa aktivitas antioksidannya, dimana sebelum diekstraksi, biomassa diberikan perlakuan penyimpanan pada suhu berbeda. Adapun proses produksi biomassa dan analisa aktivitas mikroalga melalui beberapa tahapan, yaitu : pre-kultur mikroalga dalam medium Zarrouk fresh water dan sea water, scale up kultur, pemanenan kultur, ekstraksi biomassa,dan analisa kandungan protein, fikosianin dan juga aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Hasil pengujian dari invensi ini diperoleh bahwa biomassa kering dari proses kultivasi menggunakan sea water menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan biomassa basah. Selain itu, meskipun jumlah biomassa yang dihasilkan lebih rendah, biomassa kering dari proses kultivasi menggunakan sea water juga menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan biomassa kering dari proses kultivasi menggunakan fresh water.

Kemaritiman
Peralatan Uji Gerak Dan Gaya Hambatan Model Kapal Pada Kondisi Air Tenang Dan Bergelombang

Peralatan Uji Gerak Dan Gaya Hambatan Model Kapal Pada Kondisi Air Tenang Dan Bergelombang

Invensi ini mengenai peralatan uji gerakan model kapal/bangunan apung pada kondisi gelombang, digunakan untuk mengukur gerakan model kapal dan uji gaya hambatan, digunakan untuk mengukur gaya hambatan model kapal atau bangunan apung, lebih khusus lagi mengenai sistem peralatan uji 5(lima) sinyal ukur yang dapat digunakan untuk mengukur motion (gerakan) model kapal/ bangunan apung, meliputi gerakan surge (gerakan gaya maju- mundur), heave (gerakan gaya naik-turun), roll (gerakan momen oleng kiri-kanan), pitch (gerakan momen angguk atas- bawah), dan juga dalam waktu yang bersamaan dapat mengukur gaya hambatan model kapal. Selanjutnya, Invensi ini mengenai Pembaharuan peralatan uji yang dilakukan dengan penggabungan fungsi dari peralatan untuk pengukuran 4 (empat) gerakan model kapal (surge, heave, roll dan pitch) dan pengukuran gaya hambatan pada kondisi air tenang maupun bergelombang.

Rekayasa Keteknikan
Alat Pengendali Tegangan Pada Range Extender Hibrid Di Kendaraan

Alat Pengendali Tegangan Pada Range Extender Hibrid Di Kendaraan

Invensi ini berupa suatu alat pengendali tegangan pada range extender hibrid yang bisa dipasang di kendaraan roda tiga atau lebih untuk pengangkutan barang. Alat ini terdiri dari unit mesin pembakaran dalam, unit generator, unit controler, motor listrik, rangkaian resistor, servo motor, dan baterai. Dengan adanya invensi ini, pengguna bisa mengatur kendaraan sehingga mampu bekerja menggunakan mesin pembakaran dalam maupun dari motor listrik ketika mengangkut beban tertentu. Penambahan kontrol/throttle control signal pada invensi ini dapat mensuplai daya maksimal hingga 2938 W serta jangkauan mesin/range extender engine bertambah menjadi 100%.

Pangan
Hapa Semi-Kerucut Untuk Pemeliharaan Juvenil Teripang Pasir (Holothuria Scabra)

Hapa Semi-Kerucut Untuk Pemeliharaan Juvenil Teripang Pasir (Holothuria Scabra)

Invensi ini ditujukan untuk menggantikan hapa pemeliharaan juvenil teripang pasir berbentuk kubus atau persegi panjang berukuran 1 - 4 m2 dengan ketinggian 20 – 100 cm yang umum digunakan. Dengan merubah bentuk hapa menjadi sebuah wadah berbentuk semi kerucut dengan diameter 50 cm dan tinggi 90 cm, maka hapa ini tetap dapat ditangani oleh satu orang meskipun bagian dalam telah dipenuhi oleh lumut, lumpur dan bahan pengotor lain. Tidak adanya titik mati pada konstruksi hapa ini akan mempermudah dan mempercepat proses pengumpulan benih dari dalam hapa. Pembersihan hapa mudah dilakukan yaitu dengan cara membalik hapa sehingga bagian dalam hapa berada diluar. Ukuran hapa dirancang agar bahan kasa nyamuk nilon yang memiliki lebar 100 cm dapat digunakan secara efisien tanpa ada bahan baku yang terbuang percuma. Dengan demikian, hapa berbentuk semi kerucut ini lebih efisien dalam penggunaan bahan, lebih efektif dalam pemakaian bahan baku dan lebih mudah dalam penanganan.

Lainnya
Formulasi Dan Metode Pembuatan Parfum Padat Berbahan Dasar Minyak Atsiri, Lilin Lebah, Dan Lemak Coklat Melalui Emulsifikasi Air Dalam Minyak (A/M) Dan Produk Yang Dihasilkannya

Formulasi Dan Metode Pembuatan Parfum Padat Berbahan Dasar Minyak Atsiri, Lilin Lebah, Dan Lemak Coklat Melalui Emulsifikasi Air Dalam Minyak (A/M) Dan Produk Yang Dihasilkannya

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pembuatan dan komposisi parfum padat atau solid perfume yang dibuat dari campuran lemak coklat, lilin lebah, dan bahan lainnya serta kombinasi minyak atsiri dan turunannya sebagai aroma yang berfungsi memberi kesan harum pada tubuh yang lebih kompak dan praktis serta memberikan efek aromaterapi dengan sistem emulsi air dalam minyak (A/M) untuk membuat zat aktif berupa minyak atsiri yang bersifat hidrofobik mudah meresap dan nyaman digunakan pada kulit. Fasa minyak terdiri dari lemak coklat, lilin lebah, minyak nabati, emulsifier, zat pengawet, vitamin serta beberapa campuran minyak atsiri sebagai aroma yang juga memiliki fungsi sebagai aromaterapi. Fasa air terdiri dari air dan propilen glikol. Produk parfum padat yang dihasilkan terbukti stabil secara fisik dan kimia dalam masa penyimpanan 5 minggu pada temperatur ruang.

Rekayasa Keteknikan
Metode Untuk Menentukan Zona Potensi Penangkapan Ikan (Zppi) Secara Otomatis Menggunakan Data Satelit Penginderaan Jauh

Metode Untuk Menentukan Zona Potensi Penangkapan Ikan (Zppi) Secara Otomatis Menggunakan Data Satelit Penginderaan Jauh

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode untuk menentukan zona potensi penangkapan ikan secara otomatis menggunakan piranti lunak berbasis desktop. Informasi ZPPI yang dihasilkan adalah informasi harian. Data masukan untuk proses otomatis dalam piranti lunak adalah suhu permukaan laut (SPL) dari satelit Terra-MODIS, Aqua-MODIS dan SNPP VIIRS. Untuk mendeteksi front suhu digunakan metode Single Image Edge Detection (SIED) dengan nilai ambang batas lebih besar sama dengan 0,5oC. Haasil deteksi front suhu adalah area poligon. Area poligon yang terbentuk dipartisi menjadi beberapa bagian poligon. Titik pusat dari setiap poligon adalah titik koordinat ZPPI. Informasi ZPPI terkini berlaku untuk 2 sampai 3 hari ke depan dengan cakupan radius 3,3 km dari titik pusatnya. Informasi ZPPI disediakan dalam beberapa format yaitu: pdf, kmz, shp, csv, jason dan xml. Tujuannya untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna di berbagai sektor.

Rekayasa Keteknikan
Tangki Berongga Berisi Styrofoam Pada Alat Transportasi Air Pedesaan Anti Tenggelam

Tangki Berongga Berisi Styrofoam Pada Alat Transportasi Air Pedesaan Anti Tenggelam

Invensi ini mengenai tangki berongga pada transportasi air pedesaan, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan tangki berongga yang diisi styrofoam pada kapal berkapasitas muat 2 ton untuk kebutuhan sarana transportasi air bagi angkutan hasil bumi, dimana tangki berongga ini dapat membuat kapal tidak mudah tenggelam. Tangki berongga berisi styrofoam menurut invensi ini terdiri dari bagian kapal yaitu tangki rongga haluan yang berada di bagian depan kapal, dicirikan dengan daya apung tangki berongga sebesar 148% dari berat kapal kosong; dan tangki rongga buritan yang berada di bagian belakang kapal dicirikan dengan tangki berongga sebesar 93% dari berat kapal kosong; sehingga total berat daya apung tangki berongga adalah 241% dari berat kapal kosong

Pangan
Pakan Komplit Ternak Ruminansia Model Pelet Dan Proses Pembuatannya

Pakan Komplit Ternak Ruminansia Model Pelet Dan Proses Pembuatannya

Pakan ternak yang dikonsumsi oleh ternak umumnya memiliki kualitas rendah sehingga tidak memenuhi kebutuhan nutrisinya. Ketersediaan pakan sepanjang tahun, kuantitas dan jenisnya yang tidak stabil khususnya di musim kemarau juga merupakan masalah yang harus dihadapi peternak. Atas dasar tersebut telah dilaksanakan formulasi pakan komplit model pelet yang mana ada dua macam pakan yaitu pakan pokok penyuplai energi(rumput gajah dan KonPlus) dan pakan protein tinggi yang mengandung daun singkong dan gamal sebagai sumber protein. Seleksi dari hasil formulasi menggunakan teknik nuklir in vitro sehingga aman, yang mana terdiri dari pemanfaatan radiasi dan radioisotop. Kandungan mineral dalam formula tersebut diukur dengan ananilis pengaktifan neutron (APN), sedangkan yang berhubungan dengan evaluasi biologis adalah penentuan pembentukan protein mikroba dalam cairan rumen menggunakan radioisotop P-32. Pembuatan pelet pakan komplit diawali dengan pembuatan UMMB dan konPlus. Sebanyak 43,44% konPlus dicampur dengan bahan pakan berupa dedak sebanyak 20%, bubuk rumput gajah atau rumput lapang yang sudah dikeringkan sebanyak 32%, bahan-bahan tersebut kemudian diaduk dan dibentuk pelet dengan mesin peleting dengan tambahan perekat berupa molases sebanyak 1,64% dan minyak sebanyak 2,92%. Proses pembuatan pakan protein tinggi model pelet sama dengan pakan pokok penyuplai energi, yang berbeda persentase komposisi dan bahannya.Pakan komplit selain mempercepat peningkatan bobot badan juga meningkatkan konsumsi pakan, sehingga rasio efisiensi pakannya menjadi baik.

Rekayasa Keteknikan
Komposisi Dan Proses Pembuatan Produk Beton Struktural Ramah Lingkungan Berkemampuan Lolos Air

Komposisi Dan Proses Pembuatan Produk Beton Struktural Ramah Lingkungan Berkemampuan Lolos Air

Invensi ini berkaitan dengan beton struktural yang berkemampuan lolos air. Produk beton terdiri dari semen, agregat halus, agregat kasar, abu terbang, limbah charcoal, pemlastis dan air, dimana bahan pengikat sebanyak 20-25%, bahan agregat sebanyak 70-75%, air sebanyak 6-7 % dan bahan pemlastis sebanyak 0,2-0,3%. Bahan pengikat dapat terdiri dari campuran semen dan abu terbang sedangkan bahan agregat terdiri dari agregat halus berupa pasir halus dan limbah charcoal serta agregat kasar berupa batu pecah. Produk beton yang dihasilkan memiliki karakteristik: kuat tekan 4,25-21,34 MPa pada umur 7 hari; kuat tekan 2,55-22,08 MPa pada umur 14 hari; kuat tekan 3,07-30,79 MPa pada umur 28 hari; kuat tarik belah 0,23-0,84 MPa; densitas 1,78-2,55 g/cm3; dan koefisien permeabilitas 0,93-5,30 cm/s.

Pangan
Komposisi Medium Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat Untuk Probiotik Ternak Ruminansia

Komposisi Medium Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat Untuk Probiotik Ternak Ruminansia

Bakteri asam laktat merupakan salah satu mikroorganisme yang sudah umum digunakan sebagai probiotik. Bakteri ini membutuhkan medium kompleks untuk tumbuh seperti medium MRS. Penggunaan MRS sebagai medium produksi membutuhkan biaya sangat tinggi, sehingga diperlukan medium alternatif yang efisien dan optimum untuk pertumbuhan bakteri asam laktat. Tujuan invensi ini yaitu menyediakan komposisi optimum medium pertumbuhan untuk produksi bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum TSD-10 sebagai probiotik ternak ruminansia. Komposisi medium yang digunakan terdiri dari glukosa, molase, campuran protein, dan campuran mineral. Campuran protein dalam invensi ini dibuat dengan menggunakan bahan yang terdiri dari 4-6% tepung ikan, 4-6% bungkil kelapa, 4-6% bungkil gluten jagung, 4-6% bungkil daging dan tulang, dan 4-6% bungkil kacang kedelai. Komposisi optimal yang diperoleh untuk produksi Lactobacillus plantarum TSD-10 pada invensi ini adalah 1-2% glukosa, 3-4% molase, 7-8% campuran protein, dan 0,3-0,5% campuran mineral.

Rekayasa Keteknikan
Formulasi Hidrogel Berbasis Pati Aren Dan Kitosan Termodifikasi Sebagai Agen Penyerap Cemaran Lingkungan Dan Proses Pembuatannya

Formulasi Hidrogel Berbasis Pati Aren Dan Kitosan Termodifikasi Sebagai Agen Penyerap Cemaran Lingkungan Dan Proses Pembuatannya

Invensi ini berkaitan dengan hidrogel berbasis pati aren dan kitosan termodifikasi sebagai agen penyerap cemaran lingkungan, dan proses pembuatannya. Komposisi formulasi ini meliputi pati aren 8-25 %b/b, kitosan termodifikasi 8-25 %b/b, asam sitrat 30-35 %b/b dan SHP7 4-8 %b/b. adapun tahapannya adalah: membuat kitosan termodifikasi, membuat hidrogel dengan mencampurkan pati aren, kitosan termodifikasi, asam sitrat, SHP7 dan air suling. Melakukan pemanasan terhadap campuran yang telah terbentuk dengan menggunakan alat hot press pada suhu 120-140°C pada tekanan 4-5 atm selama 15-35 menit hingga terbentuk hidrogel.

Pangan
Pupuk Organik Hayati Cair Dan Proses Pembuatannya

Pupuk Organik Hayati Cair Dan Proses Pembuatannya

Invensi ini berhubungan dengan suatu pupuk organik hayati cair yang terdiri dari konsorsium bakteri starter dan bahan media serta proses pembuatannya. Isolat bakteri starter yang digunakan terdiri dari Bacillus subtilis, Bacillus cereus 4e, Bacillus cereus AA1, Bacillus cereus III-B, Pseudomonas aeruginosa, Pseudochrobactrum saccharolyticum, Brevundimonas diminuta, Brevibacillus sp, Microbacterium paraoxidans, dan Ochrobactrum intermedium. Masing-masing bakteri memiliki kerapatan sebesar 107 – 108 CFU/ml sebanyak 1,5-2,5% dari volume total. Sedangkan bahan pembawa yang digunakan pada invensi ini terdiri dari sumber karbon (C), sumber nitrogen (N) dan protein, sumber fosfor (P) dan kalium (K), mikroelemen dan vitamin, serta air mineral sebagai pelarut. Adapun proses pembuatan pupuk organik hayati cair menurut invensi ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu persiapan starter bakteri; pembuatan larutan ekstrak tauge, larutan gula dan larutan tepung dan mencampur ketiganya menjadi campuran bahan I; pembuatan larutan yang terdiri dari telur ayam, agar-agar, TSP/kapur, air kelapa muda dan asam humat dalam air mineral, kemudian menambahkan campuran bahan I ke dalam larutan tersebut menjadi campuran bahan II; menambahkan starter bakteri ke dalam campuran bahan II dan melakukan fermentasi dalam fermentor selama 3-4 minggu pada suhu ruang dengan pengadukan semi otomatis; dan mengemas pupuk organik hayati ke dalam wadah berbentuk botol atau jerigen.