Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
suatu pembangkit listrik tenaga angin poros tegak bertingkat, terdiri dari sudut rotor turbin bagian atas dan bagian bawah, generator putaran nominal kurang dari 50 rpm yang diposisikan diantara kedua sudu rotor turbin, konstruksi menara bertingkat modular tiga tiang terintegrasi secara sistematis membentuk segitiga sama sisi pada tiap tingkatan, dan unit pemindah keluaran arus listrik. Sudu turbin dengan bentuk sudu cekung setengah bola yang terpuntir merupakan hasil pengembangan dan penelitian, hal ini dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan ganda, yaitu meningkatkan kecepatan putar dan torsi dari rotor turbin. Susunan sudu rotor turbin bagian atas diposisikan terbaik terhadap posisi bagian bawah sehingga masing-masing rotor turbin bisa berputar pada arah berlawanan. Generator putaran sangat rendah, diposisikan diantara kedua sudu rotor turbin dimana rotor generator dihubungkan langsung dengan turbin bagian atas dan stator generator dihubungkan langsung dengan turbin bagian bawah, sehingga bisa menambah kecepatan putar generator. Keluaran listrik dari generator disalurkan melalui kabel terpisah antara fasa dan netral dan ditangkap oleh unit pemisah arus listrik. Kapasitas pembangkit listrik angin ini ditentukan oleh ukuran sudu turbin dan jumlah tingkatan.
Invensi ini berupa peralatan untuk menambah jarak tempuh kendaraan hibrid, dengan perwujudan terdiri dari mesin pembakarn dalam (7) yang dihubungkan secara mekanis dengan generator (11) menggunakan puli atau flens (77), pengontrol baterai untuk menentukan keadaan state of charge ketika mesin pembakaran dalam bekerja, sistem kontrol mesin (engine control) dan control penambah jarak tempuh (range extander control), sehingga mesin pembakaran dalam dapat berfungsi menghasilkan gerakan mekanik untuk menggerakkan generator dan memasok energi listrik ke baterai apabila memperoleh perintah dari kontrol pengisian baterai.
Invensi ini berupa kit konverter biogasuntuk mesin genset yang biasa menggunakan bahan bakar minyak beralih menggunakan bahan bakar biogas, dengan perwujudan terdiri dari pipa untuk masukan (inpufc) biogas yang pada bagian ujung pipa yang berada didalam kotak penampung biogas dibuat beberapa lubang untuk keluaran biogas yang akan dicampur dengan udara, kotak penampung biogas yang sekaligus berfungsi untuk mencampurkan biogas dengan udara, katup pengatur udara yang berfungsi untuk masukan (input) udara yang akan dicampurkan dengan biogas, mekanisme pengunci yang berfungsi untuk mengatur buka tutup katup udara, mekanisme pembalik katup buka tutup udara, pipa keluaran (output) biogas yang sudah tercampur homogen dengan udara yang disambung ke karburator, yang ditempatkan pada bagian dalam antara saringan udara dan karburator pada mesin genset sehingga pasokan bahan bakar biogas homogen akan lebih cepat sampai ke ruang bakar mesin genset.
Desain ini berupa suatu kendaraan otonom perairan dangkal untuk observasi biohidroakustik bawah air. Desain ini berupa kendaraan yang mampu membawa peralatan survey yang bekerja di air yang bisa menjangkau daerah yang tidak bisa dilewati oleh kendaraan air biasa. Tujuan utama dari desain ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya untuk melakukan survey hidrometri ditempat yang sulit dijangkau oleh kendaraan air biasa.
Invensi ini berhubungan dengan suatu proses perlakuan awal untuk mendapatkan selulosa dari biomassa lignoselulosa, khususnya proses perlakuan awal untuk mendapatkan selulosa dari biomassa lignoselulosa limbah kelapa sawit menggunakan cairan ionik. Adapun tahapannya yaitu: mencacah biomassa lignoselulosa; mencampur cacahan biomassa lignoselulosa dengan cairan ionik dan air pada suhu 80-150 oC, dimana perbandingan ketiganya adalah 1:4:1, 1:5:1 dan 1:10:1; mencuci campuran dengan methanol, dimana perbandingan antara methanol dan cairan ionik dalam campuran sebesar 6:1; memisahkan fraksi padat dan cair pada campuran; dan mengeringkan fraksi padat pada suhu 50-70 oC selama 12 jam. Pada invensi ini, cairan ionik yang digunakan pada invensi ini yaitu triethylammonium hydrogen sulfate/ [HNEt3][HSO4] sedangkan biomassa lignoselulosa yang digunakan adalah tandan kosong kelapa sawit (TKS).
Invensi ini berhubungan dengan suatu produk baterai yang menggunakan urine, lebih khususnya urine manusia sebagai 5 elektrolit dan media silika sebagai separator sekaligus media penyaring. Urine manusia merupakan limbah cair yang mengandung garam, ion terlarut, senyawa organik dan senyawa anorganik. Media yang digunakan adalah arang sekam padi dengan ukuran partikel 30-325 mesh, ukuran optimum adalah 60 mesh. Sebagai 10 katoda digunakan tembaga (Cu) dengan dimensi 100 mm x 8 mm x 0,4 mm. Sebagai anoda digunakan seng (Zn) atau aluminium (Al), sebaiknya seng, dengan dimensi 100 mm x 8 mm x 0,8 mm. Baterai dirangkai dalam sebuah wadah berdimensi 98 mm x 74 mm x 44 mm yang dapat menampung urine sebanyak 50 ml. Baterai ini dapat 15 menghasilkan tegangan listrik sebesar 0,4-0,7 V, pada kondisi optimum tegangan 0,6 V stabil selama 24 jam. Baterai ini dapat menghasilkan arus listrik sebesar 0,2-0,3 A, pada kondisi optimum arus 0,3 A stabil selama 24 jam. Penggunaan media arang sekam dapat mengurangi nilai padatan terlarut urine sebesar 4-20 17%, pada kondisi optimum 17%.
Invensi ini berkaitan dengan suatu alat pendistribusi gas reduktor pada proses reduksi bijih besi menjadi besi spons dengan cara mendistribusikan gas reduktor hasil proses gasifikasi biomassa, dimana alat pendistribusi gas reduktor berupa tabung yang memiliki lubang-lubang di sekeliling tabung serta tabung tersebut ditempatkan secara vertikal di tengah-tengah reaktor reduksi. Alat pendistribusi gas reduktor memiliki 18 baris lubang, setiap baris memiliki 8 lubang, bagian bawah sebanyak 6 baris berdiameter 6 mm, berikutnya sebanyak 6 baris lubang berdiameter 4 mm, berikutnya lagi sebanyak 6 baris lubang berdiameter 2 mm, jarak setiap baris lubang 50 mm, dengan kondisi aliran gas reduktor masuk bertekanan 0,5 bar dengan kecepatan linier 2 m/detik dan temperatur 1000 oC. Lubang-lubang pada tabung distribusi secara berurutan ditempatkan dari bagian bawah ke bagian atas reaktor reduksi (A).
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode pretreatment baterai ion litium habis pakai yang akan dilakukan proses daur ulang. Metode pretreatment sesuai dengan invensi ini terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut: pengosongan muatan (discharging), pembongkaran (dismantling), penghancuran (crushing), pengeringan (drying) dan penyortiran (sorting). Tahap pengosongan muatan dilakukan menggunakan alat pengosong muatan dengan tegangan aman ≤ 2 volt. Tahap pembongkaran (dismantling) dilakukan dimana battery pack dibongkar menjadi bentuk modul-modul hingga sel. Pada tahap penghancuran, baterai ion litium habis pakai dihancurkan sampai berukuran 0,1-5mm2 dengan diberikan gas nitrogen sebanyak 2 L/menit. Tahap pengeringan (drying) dilakukan pada suhu 300-500oC. Tahap penyortiran (sorting) dilakukan secara bertahap dengan urutan penyortiran berdasarkan ukuran partikel, sifat kemagnetan, sifat induksi elektromagnet, berat jenis dan sifat tegangan permukaan (hidrofilik/hidrofobik). Proses penyortiran (sorting) berdasarkan sifat tegangan permukaan (froth flotation) dilakukan pada suhu kamar dengan kecepatan pendorong 1800 rpm, jumlah aerasi 2 L/menit dan kerapatan pulp 40 g/L. Dari proses pretreatment ini maka dihasilkan material katoda yang berukuran 0,25 mm dengan kandungan material katoda sebanyak 90%.
Invensi ini berhubungan dengan alat pengaman kebakaran tabung LPG yang bisa bekerja secara otomatis menutup aliran gas pada regulator yang terpasang pada bagian atas tabung LPG, sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan pada tabung LPG yang mengalami kebocoran gas akibat menipisnya cincin karet penyekat (ring seal) pada bagian yang menghubungkan regulator LPG dengan alat pengaman otomatis yang mengguakan logam bi-metal strip sebagai sensor panas akibat terbakarnya regulator yang kemudian dapat memuai dan menggerakan bola logam sebagai pemicu pegas helikal sehingga akan memutar knop pada alat pengaman sehingga posisi regulator LPG dalam posisi terbuka dan aliran gas menjadi terhenti.
Invensi ini berkaitan dengan suatu tungku busur listrik (electric arc furnace) tiga fasa yang memiliki tiga elektroda, dimana tungku tersebut memiliki bentuk penampang lingkaran dan tungku tersebut dilengkapi oleh unit penggerak dan penahan elektroda (electric holder) sedemikian hingga dapat mencegah terjadinya pembekuan logam cair di dalam tungku pada saat proses penuangan logam cair. Uji coba electric arc furnace 3 fasa telah dilakukan untuk proses reduksi bijih mengan dengan rasio Mn/Fe kurang dari 5 menjadi produk ferromangan dengan kandungan Mn lebih dari 70%.
Invensi ini mengenai Sistem Penghantaran dan Pelepasan Bahan Semai Higroskopis. Lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan sistem penghantaran dan pelepasan bahan semai higroskopis yang diaplikasikan pada drone rotary wing dalam penyemaian awan di topografi perbukitan. Suatu Sistem Penghantaran dan Pelepasan Bahan Semai Higroskopis, yang terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: Melakukan pemantauan awan potensial dengan menggunakan radar cuaca ataupun secara visual; Menyiapkan alat penghantar dan bahan semai higroskopis; mobilisasi peralatan sedekat mungkin dengan awan melalui darat; Menerbangkan alat penghantaran ke dasar awan; Melepaskan bahan semai higroskopis ke dalam dasar awan menggunakan Remote Controller, dimana drone yang digunakan harus berjenis rotary dan memiliki baling-baling minimal enam buah. Suatu sistem penghantaran dan pelepasan bahan semai higroskopis dengan komponen sebagai berikut: Tangki bahan semai higroskopis, Pipa pelepas bahan semai higroskopis, Screw Conveyor yang berfungsi untuk mendorong bahan semai higroskopis ke pipa pelepas, Motor jet EDF yang berfungsi untuk menyemburkan bahan semai higroskopis keatas melalui pipa pelepas bahan semai higroskopis dengan tekanan tertentu, Motor DC yang berfungsi untuk memutar Screw Conveyor, Remote Controller yang berfungsi untuk mengontrol Sistem Penghantaran dan Pelepasan Bahan Semai Higroskopis secara remote sehingga dapat mengontrol pelepasan bahan semai higroskopis serta Receiver yang berfungsi untuk instruksi dari Remote Controller.
Pembangkit listrik tenaga arus laut dan gelombang adalah suatu sistem pembangkit listrik yang dapat mengkonversi secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri baik energi kinetik kecepatan arus laut maupun energi potensial gelombang laut menjadi energi listrik. Pembangkit listrik tenaga arus laut dan gelombang merupakan perpaduan antara turbin Wells dengan turbin Darrieus. Turbin Wells biasanya digunakan untuk menangkap energi yang disebabkan oleh gerak naik turun gelombang. Dalam suatu kolom bejana terbatas gerak naik turun gelombang akan menekan dan menarik udara. Gerak naik turun udara yang disebabkan oleh tekanan dan tarikan gelombang dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin Wells dan putarannya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Dalam Pembangkit listrik tenaga arus laut dan gelombang ini turbin Wells tidak diletakkan di udara tetapi langsung dibenamkan ke dalam air yang bergelombang untuk mengkonversi energi potensial gelombang. Sedangkan turbin Darrieus dimanfaatkan untuk mengkonversi energi kinetik kecepatan arus laut yang bergerak dari segala arah secara horisontal. Gaya-gaya yang bekerja baik secara vertikal maupun horisontal tersebut yang dimanfaatkan untuk dikonversi oleh pembangkit listrik tenaga arus laut dan gelombang, karena selama ini turbin yang ada hanya mengkonversi satu arah gaya saja. Padahal dalam realita sesungguhnya tidak pernah ada energi laut yang hanya gelombang saja atau arus laut saja. Biasanya kedua energi tersebut bercampur jadi satu. Dengan invensi ini pembangkit listrik tenaga arus laut dan gelombang dapat ditempatkan baik di perairan bergelombang saja, energi arus laut saja, atau pun kedua energi tersebut.