Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berhubungan dengan produk mie dengan bahan dasar tepung komposit berbasis pangan lokal, yaitu tepung mocaf, tepung beras, tepung sagu, tepung tapioka dan proses pembuatannya. Penggunan tepung komposit berbasis pangan lokal didasarkan pada kebutuhan untuk menghasilkan bahan baku mie siap seduh yang setara dengan tepung terigu. Tujuan pembuatan mie ini adalah menghasilkan mie siap seduh yang bebas gluten dan sumber serat pangan. Mie siap seduh bebas gluten yang dihasilkan memiliki kandungan gizi sebagai berikut: kadar abu 2.65%; kadar lemak 14.7%; kadar protein 1.92%; kadar karbohidrat 74,6%; kadar gula 0.95%; serat pangan 4.12%. Karakteristik mie siap seduh bebas gluten menurut invensi ini yaitu tensile strength 0,02 N, Compression (Kuat patah) 6.51 N, Cooking loss 41.33 %, Solid loss 0.04%, Soluble loss 0.07 %, Swelling index 76.41 %. Mie yang dihasilkan yaitu bebas gluten dan sumber nutrisi yang diperuntukkan sebagai makanan alternatif bagi individu yang alergi gluten, penderita autisme (autism spectrum disorder), penyandang celiac disease dan berpotensi untuk mengurangi kasus malnutrisi khususnya pada anak.
Invensi ini berkaitan dengan suatu formulasi pembuatan pangan fungsional kaya gizi berbasis tepung teripang yang di dalamnya mengandung asam lemak EPA, DHA dan asam amino esensial, sebagai bahan pangan konsumsi anak untuk pencegahan stunting. Invensi ini diwujudkan dalam suatu formulasi yang terdiri dari tepung terigu sebanyak 60-64%, butter unsalted sebanyak 4-8%, telur sebanyak 18-22%, gula kelapa sebanyak 18-22%, baking powder sebanyak 0,5-2%, dan tepung teripang sebanyak 3-15%. Selain itu, invensi ini memiliki nilai asam amino esensial yaitu histidin sebesar 2100-3200 mg/kg, isoleusin sebesar 3800-4900 mg/kg, leusin sebesar 6700-8000 mg/kg, lisin sebesar 1500-2800 mg/kg, metionin sebesar 400-1600 mg/kg, fenilalanin sebesar 5000-7000 mg/kg, threonin sebesar 3500-5000 mg/kg, triptofan sebesar 900-1300 mg/kg, dan valin sebesar 4000-5300 mg/kg. Leboh lanjut, invensi ini juga memiliki profil asam lemak yaitu total saturated fatty acid (SFA) sebesar 4,5-6,5%, total monounsaturated fatty acid (MUFA) sebesar 2,1-4,1%, total polyunsaturated fatty acid (PUFA) sebesar 0,7-1,5%, nilai asam eikosapentaenoat (EPA) sebesar 0,003-0,008%, dan nilai asam docosahexaenoic (DHA) sebesar 0,008-0,15%.
Invensi ini berkaitan dengan formulasi dan proses pembuatan mie kering sayur dengan bahan dasar tepung mocaf kaya beta karoten, pati jagung dan tepung tapioka. Mie menurut invensi ini memiliki formulasi yang terdiri dari tepung mocaf kaya beta karoten sebanyak 80 – 90 % dari total padatan; pati jagung sebanyak 5-10 % dari total padatan; tepung tapioka sebanyak 10-15 % dari total padatan; dan bahan pendukung, yaitu telur, garam, minyak goreng, STPP, CMC dan ekstrak sayur. Adapun proses pembuatan mie kering dengan fortifikasi ekstrak sayur yang terdiri dari tahapan-tahapan: mencampur tepung tapioka dan pati jagung ke dalam ekstrak sayur berisi garam; memanaskan campuran sedemikian hingga campuran tergelatinisasi sempurna; mencampur adonan yang telah tergelatinisasi dengan adonan tepung mocaf, STPP, CMC, telur, dan, minyak goreng; membentuk adonan sampai terbentuk lembaran mie yang kompak dan elastis; memotong secara memanjang lembaran mie sehingga terbentuk untaian mie; mengukus untaian mie pada suhu 90-95°C selama 10 menit; dan mengeringkan mie pada suhu 45-50oC selama 24-48 jam.
Invensi ini berkaitan dengan suatu metode ekstraksi dan pemurnian pada analisa senyawa pyrethroid, lebih khususnya metode ekstraksi dan pemurnian pada analisa senyawa pyrethroid yang terdiri dari l-cyhalothrin, permethrin, cypermethrin, fenvalerate dan deltamethrin dalam kakao bubuk dengan menggunakan berbagai jenis pelarut yang terdiri dari asetonitril, methanol dan n-heksan untuk ekstraksi serta berbagai jenis adsorben yang digunakan untuk pemurnian baik tunggal maupun campurannya. Adapun langkah-langkahnya yaitu: mencampur adsoben ke dalam kakao bubuk, dimana adsorben terdiri dari primary and secondary amine (PSA), graphitized carbon black (GBC), C18 end-capped (C18-EC), florisil dan campurannya yang terdiri dari PSA/C18, PSA/GCB, PSA/Florisil, C18/GCB, C18/Florisil, GCB/Florisil, PSA/C18/GCB, PSA/C18/Florisol, C18/GCB/Florisil; menghomogenkan campuran; mencampur senyawa pyrethroid ke dalam campuran; mengekstrak campuran, lebih disukai menggunakan rotary agitator selama 30 menit dengan kecepatan putar sebesar 22.5 rpm; memisahkan lapisan pelarut, dimana hasilnya disebut sebagai ekstrak; menyaring ekstrak, dimana hasilnya selanjutnya disebut sebagai filtrat; menginjeksikan filtrat ke dalam GC-ECD, lebih disukai pada kolom kapiler HP 5 (30m x 0,25 mm i.d. 0,25 µm film thickness), suhu injektor 250oC, split injektor 1:1, suhu detektor 300oC; menentukan pelarut dan adsorben yang tepat dengan menghitung %recovery dan %RPD.
Invensi ini berkenaan dengan kemampuan enzim kompleks dari Aspergillus awamori KT-11 yang dapat menghidrolisis pati mentah menjadi gula cair. Produksi enzim amilase kompleks dilakukan menggunakan kulit singkong sebagai substrat. Aktivitas enzim amilase kompleks dari Aspergillus awamori KT-11 stabil pada suhu penyimpanan 25 °C. Pembuatan gula cair dari 30% pati mentah menggunakan 10% enzim amilase kompleks selama 72 jam pada suhu 60 °C mampu menghasilkan gula cair dengan nilai Dextrose Equivalent sebesar 31 ± 1,1.
Invensi ini berkaitan dengan suatu komposisi biskuit yang berbahan dasar ubi kayu terfermentasi dan labu kuning (C. moschata). Invensi ini bertujuan untuk menyediakan komposisi biskuit yang berbahan dasar ubi kayu terfermentasi dan labu kuning (C. moschata). Komposisi biskuit yang dimaksud terdiri atas tepung mocaf sebesar 25–45%, lebih disukai 35,7%; tepung labu kuning sebesar 5–13%, lebih disukai 9,45%; margarin sebesar 25–45%, lebih disukai 34%; gula pasir sebesar 10–16%, lebih disukai 13%; kuning telur sebesar 4–9%, lebih disukai 5,7%; susu skim bubuk sebesar 4–8%, lebih disukai 5,7%; dan baking powder sebesar 0,2–0,5%, lebih disukai 0,38%. Biskuit kaya antioksidan yang dihasilkan memiliki karakteristik fisikokimia, nutrisi, dan aktivitas antioksidan dengan kandungan air sebesar 5,2–6,9%; abu sebesar 1,9–2,2%; protein sebesar 1,9–2,9%; karbohidrat sebesar 35,6–46,1%; serta aktivitas antioksidan sebesar 11,7–14,1%.
Invensi ini berkenaan dengan produk lembaran buah yang mengandung pisang, mangga, buah naga merah, gum arab, sorbitol, dan air. Proses pembuatan lembaran buah menurut invensi ini terdiri atas tahapan sortasi, pengupasan, penimbangan, pengukusan, pencampuran, penghancuran, pencetakan dalam loyang, pengeringan, pendinginan, dan pengemasan. Produk yang dihasilkan mengandung serat, vitamin C, dan antioksidan.
Invensi ini mengenai alat pembuang udara terperangkap dalam pasta cokelat, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan alat untuk membuang udara terperangkap dalam pasta cokelat yang lebih disukai pada proses pencetakan menjadi cokelat batangan maupun permen cokelat. Alat lebih sederhana karena hanya menentukan besaran getaran yang dibutuhkan. Selain itu dalam invensi yang diajukan ini dapat menggunakan berbagai bahan cetakan baik kaku maupun elastis serta dapat menampung lebih dari satu buah cetakan. Invensi ini dapat memberi manfaat bagi pembuangan udara terperangkap dalam pasta cokelat secara praktis dan efisien.
Invensi ini berupa suatu metoda pembuatan difruktosa anhidrida III dalam bentuk bubuk sebagai stimulan penyerapan kalsium yang dilakukan dengan cara mereaksikan suatu cairan yang mengandung inulin dengan suatu enzim inulin fruktotransferase. Cairan yang mengandung inulin pada invensi diperoleh melalui proses ekstraksi inulin dari bahan baku irisan umbi tanaman Dahlia (Dahlia spp.) yang dikeringkan, menggunakan air pada suhu tinggi, perwujudan daripada invensi ini melalui tahapan-tahapan, sebagai berikut: menyiapkan bahan-bahan yaitu umbi tanaman Dahlia segar dan enzim inulin fruktotransferase dari Nonomuraea sp. strain ID06-A0189; menimbang, membersihkan dan mencuci umbi, membuat irisan umbi Dahlia kering, mengekstrak cairan inulin, mereaksikan ekstrak cairan inulin dengan enzim inulin fruktotransferase dilanjutkan dengan fermentasi ragi, memisahkan ragi dengan cara penyaringan vakum menggunakan lapisan karbon atau dengan sentrifugasi, memekatkan larutan DFA III; menghilangkan warna larutan DFA III dengan karbon aktif; memisahkan karbon aktif dari larutan DFA III; mengulangi tahap menghilangkan warna larutan DFA III dengan karbon aktif; memekatkan larutan DFA III; mengkristlakan DFA III, memisahkan Kristal DFA III dari sisa cairan, mengeringkan dan menyimpan DFA III.
Invensi ini berhubungan dengan Proses pembuatan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai sediaan ekstrak kering untuk kebutuhan produk farmasi. Sediaan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia)diperoleh dengan menggunakan buah mengkudu (Morinda citrifolia) dengan spesifikasi yang sudah distandarkan baik itu bahan baku buah mengkudunya(Morinda citrifolia)maupun proses ekstraksinya. Pada invensi ini buah mengkudu (Morinda citrifolia) diperoleh dari alam Indonesia yang mudah di dapat dan dibudidaya, murah, melimpah dan usia panen nya relatif singkat. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia) terbilang mudah, efektif, dan efisien. Proses yang dimaksud terdiri dari tahapan sortasi, pemeraman, ekstraksi, pengeringan,dan penggilingan. Secara empiris mengkudu (Morinda citrifolia) sudah diakui khasiatnya, dimana kedepannya ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia) ingin ditingkatkan fungsinya menjadi fitofarmaka. Pengujian antioksidan, kandungan total fenol dan flavonoid, serta kandungan scopoletin dari ekstrak etanol mengkudu (Morinda citrifolia) bisa menjadi acuan untuk langkah pengujian selanjutnya dari ekstrak etanol mengkudu (Morinda citrifolia).
Invensi ini berupa suatu nanoenkapsulan berbasis buah stroberi sebagai pangan fungsional dengan perwujudan dalam bentuk emulsi dengan formula nanoenkapsulasi dibuat dengan mencampurkan ekstrak tepung buah stroberi dengan enkapsulan yang bersumber dari gelatin, soya, siklodektrin, pati terlarut, maltodekstrin, singkong serta surfaktan bersumber dari minyak nabati dengan komposisi ekstrak tepung buah stroberi: enkapsulan polimer : surfaktan yaitu 2:1:1 dengan metode pembuatannya melalui tahapan mengeringkan buah stroberi, melakukan penepungan buah stroberi kering, mengekstraksi tepung buah stroberi menggunakan etanol (food grade) dengan metode KCV dan KKG, menguji ekstrak tepung buah stroberi menggunakan metode DPPH, mengisolasi isolat murni dan menganalisis menggunakan KLT, NMR, LCMS, DSC, dan FTIR, melakukan enkapsulasi ekstrak etanol buah stroberi yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, melakukan pengecilan ukuran sampai diperoleh ukuran nano menggunakan shaker mill dan analisis ukuran nano menggunakan SEM.
Invensi ini bertujuan untuk mengungkapkan sebuah pisau pemotong adonan, lebih khususnya pisau untuk memotong adonan diantaranya adonan pelet apung, dimana badan pisau berbentuk silinder dengan dua tingkatan diameter yang berbeda dan dudukan mata pisau yang melengkung dengan radius tertentu, sehingga dihasilkan potongan pelet apung yang seragam dengan bentuk sesuai yang diinginkan. Pisau pemotong adonan pada invensi ini terdiri dari bagian-bagian yaitu badan pisau berbentuk silinder yang memiliki bagian yang terhubung dengan poros dan bagian yang terhubung dengan dudukan mata pisau; dudukan mata pisau yang dilengkapi dengan minimal dua buah lubang baud pada sisi miring yang memanjang membentuk trapesium kemudian membentuk lengkungan pada bagian pojok atau sudut yang menempel pada sisi yang lebih tinggi; dan mata pisau dengan bentuk trapesium yang dilengkapi dengan minimal dua buah lubang baud dan ujung mata pisau dibuat miring, yang dicirikan dengan sudut kemiringan sisi miring dudukan mata pisau adalah antara 27 sampai dengan 35 derajat, lengkungan bagian pojok atau sudut memiliki radius 11 mm, dan sudut kemiringan ujung mata pisau adalah antara 75 sampai dengan 80 derajat.